Kamis, 24 Januari 2019

Anak Berbakat (3)

Anak Berbakat (3)
Oleh aminuddin



Ada Perbedaan
BEBERAPA penelitian yang dilaku kan menunjukkan memang ada perbedaan ciri, baik yang  menyang kut aspek fisik, aspek sosial ekono mi maupun aspek latar belakang lainnya atau anak berbakat intelek tual dan anak-anak yang mempu nyai taraf intelegensi rata-rata.

Hal ini ditunjukkan dari beberapa penelitian yang dilakukan oleh be berapa pakar, seperti tersebut di bawah ini ...

Cutts dan Mosseley (1957) menyatakan bahwa anak berbakat intelektual selain mempunyai keunggulan dalam segi fisik, ekonomo dan penyesuaian diri, juga memiliki beberapa keunggulan dalam bidang intelektual.

Kemampuan dalam bidang intelektual itu adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara tepat, memiliki perbendaharaan kata yang banyak, kemampuan untuk memahami setiap masalah yang dihadapi, penalaran, yaitu kemampuan untuk melihat hubungan yang logis dan menggambarkan kesimpulan yang tepat, kemampuan memecahkan setiap masalah yang dihadapi, kemampuan mempelajari sesuatu dengan cepat, dan memiliki kecepatan dalam melakukan tugas-tugas yang membutuhkan kemampuan intelektual, kegigihan dalam melakukan usaha, kemampuan belajar dari pengalaman.

Ia pun mampu membayangkan sesuatu yang mungkin terjadi dalam situasi yang akan dialaminya, yaitu kemampuan untuk melihat jauh ke depan, kemampuan mengingat yang baik, kemampuan menciptakan humor yang didasari kecerdasan, perhatian yang luas terhadap bermaca.-macam hal dan rasa ingin tahu yang besar, pengamatan yang tajam dan kesiapan dalam pengamatan, inisiatif, kreativitas, kemampuan menilai dengan kritis, dan kemampuan untuk menolong orang lain yang lebih rendah darinya.

Walker B. Barbe (Barbe & Renzulli, 1975) melakukan penelitian terhadap 456 anak dengan IQ 120 atau lebih pada skala Stanford-Binet, subjek diambil di atas dua persen populasi Amerika.

IQ subjek berkisar antara 120-164 dengan mean IQ = 130,2. Subjek yang memiliki IQ berkisar antara 125-129 ada 37,3%, sedangkan sisanya ber IQ antara 125-135 dengan latar belakang kelas menengah ke atas.

Adapun urutan kelahiran dan be sarnya keluarga menunjukkan 52,5% subjek merupakan anak sulung, 29% anak kelahiran kedua dan 9,3% anak kelahiran ketiga. Data ini menunjukkan bahwa anak berbakat merupakan anak sulung dari keluarga yang mempunyai dua anak.

Demikian pula penelitian yang dilakukan Goddard (1982) terhadap 253 subjek, 50% subjek merupakan anak sulung termasuk di dalamnya 18% merupakan anak tunggal.

Ikhwal jumlah saudara, hasil penelitian ini juga tidak berbeda jauh dari hasil penelitian Hollingworth yang melaporkan bahwa anak berbakat berasal dari keluarga yang jumlah saudaranya sedikit.

Ia menyebutkan bahwa 75% anak berbakat rata-rata mempunyai kurang dari satu saudara. Seandainya lebih dari satu saudara, yang berbakat merupakan anak yang lahir pertama kali.

Hasil yang sama juga terlihat dari penelitian Terman yang menunjuk kan bahwa rata-rata orang tua anak berbakat mempunyai tiga orang anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar