Anak Berbakat (5)
Oleh aminuddin
DEMIKIAN pula Feldhusen, Vantassel-Baska, dan Selley (1989) menyatakan bahwa dalam memupuk keberbakatan anak, ada ciri-ciri yang tidak tampil pada anak tersebut.
Sedangkan ciri-ciri anak berbakat intelektual yang sering dilihat oleh guru di kelas dan diberi kurikulum tertentu adalah sebagai berikut :
a. Membaca baik dan banyak.
b. Kosa kata luas.
c. Ingatan sangat baik dari apa yang didengar dan dibaca.
d. Rasa ingin tahu dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendalam.
e. Pekerja yang mandiri dan banyak inisiatif.
f. Memiliki jangka perhatian panjang.
g. Memiliki pikiran dan gagasan yang majemuk.
h. Memiliki pengetahuan yang luas dalam berbagai macam topik.
i. Menunjukkan pengambilan keputusan yang baik dan logis.
j. Memahami hubungan-hubungan dan mengenali makna yang ada.
Davis dan Rimm (1985), menguraikan cir-ciri anak berbakat dari segi intelektual dan kepribadi an yang diambilnya dari beberapa penelitian para pakar.
Ciri-ciri anak berbakat, kata Davis dan Rimm, terbagi dalam beberapa aspek :
1. Dari segi perkembangannya, mereka lebih cepat daripada anak lainnya.
2. Cepat dalam hal bicara, pengua saan bahasa, mampu berpikir abs trak, dan mampu membaca pada usia 3-4 tahun.
3. Kemampuan menulis.
4. Menonjol dalam hal matematika, musik dan artistik.
5. Motivasi tinggi.
6. Tekun.
7. Adanya kompulasi untuk berproduksi dan kemampuan bekerja keras (Albert, 1975).
8. Memiliki kepercayaan diri yang baik secara pribadi maupun sosial.
9. Emosi mereka stabil dan kurang neurotik (Terman).
10. Tak lepas dari masalah sosial seperti cemas dan depresi (Bernadt, Kaiser dan Van Aalast, 1982; Genseley, 1977 dan Ziv, 1977).
11. Adanya tingkat pemahaman, minat yang luas dan rasa ingin tahu serta berpikir logis.
12. Peka terhadap nilai-nilai masya rakat, yakni mana yang baik dan mana yang buruk.
13. Mampu melihat dari sudut pandang orang sehingga mampu bersikap peka terhadap perasaan dan harapan orang lain.
14. Dapat diharapkan bersikap adil dan bermain jujur.
15. Memiliki keyakinan diri yang tinggi dan kemandirian yang besar.
16. Memiliki kontrol internal, yakni kontrol yang berasal dari dalam diri sendiri untuk mengatasi kegagalan nya secara konstruktif dan berupa ya berhasil dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar