Pintu Surga Terbuka (4)
Oleh aminuddin
Kunci Pintu Surga
RASULULLAH SAW telah merang kum kunci surga muslimah dalam empat perkara ...
‘Abdurrahman bin Auf berkata, “Ra sulullah SAW telah bersabda, ‘Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan nya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia ma suk surga dari pintu mana saja ya ng dia inginkan’.” (HR Ahmad, hadits hasan lighairihi).
Berikut penjelasannya ...
- Kunci Pertama, Menjaga Shalat Wajib
Hendaknya kaum muslimin khusus nya seorang wanita, menjaga shalat lima waktu.
Shalat adalah ibadah teragung, satu-satunya ibadah yang tidak menerima alasan ‘tidak mampu’.
Shalat wajib dikerjakan dalam keadaan apa pun. Bahkan dalam sebuah hadits, shalat dikatakan sebagai pembatas antara seseorang dengan kekafiran.
Sebaiknya seseorang tidak meremehkan dan menunda-nunda melaksanakan shalat. Jangan biarkan ibadah shalat terlalaikan karena kesibukan hidup, bekerja, memasak, mengurusi rumah tangga, mengurusi anak dan suami, serta sibuk dengan kegiatan lainnya.
Allah SWT berfirman (artinya): “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS al-Munaafiquun: 9).
- Kunci Kedua, Berpuasa
Seorang muslimah juga harus mem perhatikan perkara qadha puasa Ra madhan di hari-hari lain jika dia mendapatkan halangan pada bulan Ramadhan sehingga tidak mungkin berpuasa secara penuh.
Jangan sampai Ramadhan berikut nya hadir sementara dia belum me lunasi hutang puasanya ...
Perkara meng-qadha puasa di hari lain ini sering terlupakan atau tera baikan karena kesibukan hidup.
Padahal ia adalah hutang yang jika tidak dibayar maka seorang muslimah tidak bisa dikatakan telah berpuasa di bulannya.
Selanjutnya muslimah tersebut gagal meraih kunci kedua dari kunci-kunci masuk surga ..
Bersikap hati-hati dengan menye gerakan qadha adalah sikap bijak karena penundaan terkadang merepotkan dan menyulitkan.
- Kunci Ketiga, Menjaga Kehormatan
Surga hanya bisa diraih dengan keshalihan. Hanya wanita shalihah yang akan masuk surga. Shalihnya seorang wanita dibuktikan dengan beberapa sifat dan akhlak.
Salah satunya dan yang terpenting adalah menjaga kehormatan diri.
Allah SWT berfirman (artinya), “…wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara (mereka)…”(QS an-Nisaa’ 34).
Menjaga kehormatan berarti mem bentengi diri dari perkara-perkara yang mencoreng dan merusak ke hormatan yang menodai dan meng gugurkan kemuliaan.
Hal itu dapat diperoleh dengan te tap bersikap dan bertingkah laku dalam koridor tatanan syari’at yang suci lagi luhur.
Hendaknya seorang muslimah me nimbang dan mengukur setiap seruan dan ajakan dengan timba ngan dan ukuran syar’i yang baku dan menyeluruh.
Hal ini agar dia selamat dan tidak terjerumus ke dalam perkara-per kara yang merusak kemuliaan dan kehormatannya.
- Kunci Keempat, Menaati Suami
Menaati suami merupakan lahan dan medan besar lagi luas bagi seorang muslimah. Ia merupakan ladang ibadah bagi seorang musli mah yang sesungguhnya setelah penghambaannya kepada Rabbnya.
Allah Ta‘ala berfirman (artinya) : “Kaum lelaki itu adalah pemimpin-pemimpin atas kaum wanita -isteri-isterinya-, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka dari yang lainnya, juga karena kaum lelaki itu telah menafkahkan dari sebagian hartanya. Oleh sebab itu kaum wanita yang shalihah ialah yang taat serta menjaga dirinya di waktu ketiadaan suaminya…” (An-Nisaa’ 34).
Di antara sifat istri shalihah adalah menghormati suaminya, mengeta hui kedudukan, serta hak dan kewa jiban sebagai istri.
Di antara hak suami terhadap istri adalah:
1. Taat kepada suaminya selain dalam hal bermaksiat kepada Allah. Hak suami lebih besar da ripada hak kedua orang tua si istri terhadap istri tersebut.
2. Istri mengontrol rumah dan kelu arga. Seorang perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya.
3. Tidak boleh berpuasa sunnah kecuali dengan izin suaminya.
4. Tidak boleh mengizinkan seorang pun masuk ke rumahnya kecuali dengan izin suaminya.
5. Tidak keluar rumah kecuali atas izin suaminya.
6. Menjaga agama dan kehormatan suaminya.
Ketataan kepada suami adalah wajib, namun tak ada ketataan ketika melanggar syariat Allah Ta‘ala.
_____
Buletin.muslimah.or.id > wanita-lebih-mu ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar