Jurnalistik dan Dakwah (4)
Oleh aminuddin
Praktek Jurnalistik Dakwah
CARA menulis berita dalam praktek Jurnalistik Dakwah tidak berbeda dengan cara atau sistem menulis berita biasa.
Kaidah dalam membuat berita te tap dengan prinsip 5 W + 1 H, yakni What = Apa, Who = Siapa, Why = Mengapa, Where = Dimana, When = Kapan dan How = Bagaimana. (3)
Dalam menulis ada dua macam, yaitu Sistem Piramida Tegak dan Sistem Piramida Terbalik.
Sistem Piramida Tegak adalah sebuah berita artikel atau tulisan yang dimulai dari pokok berita atau tulisan.
Didshului dengsn menguraikan ten tang ikhwal bahan berita atau tuli san, kemudian baru uraian masalah yang akan dikemukakan.
Sedangkan Sistem Piramida Terba lik ialah berita atau tulisan yang dimulai dengan kejadian atau hal-hal yang menarik, lalu kemudian diuraikan secara menyeluruh. (4)
______
(3)
UNSUR paling dasar dalam menulis berita adalah adanya 5W + 1H. Jadi dalam berita harus terkandung "Sia pa" (Who) yang menjadi berita, "Di mana" (Where) terjadinya peristiwa, "Kapan" (When) peristiwa itu terjadi, "Mengapa" (Why) peristiwa itu me nimpa, dan "Bagaimana" (How) akibat dari peristiwa itu.
Namun, media yang baik tidak cukup hanya memuat unsur 5W + 1H itu. Ada unsur lain yang lebih penting yang menjawab semua unsur dasar tadi, yaitu "So What" dan "The News that We Can Use".
Jika unsur dasar 5W + 1H hanya menyajikan berita yang sifatnya "straight" (langsung), immediacy, up to date dan kesegeraan, maka dua unsur terakhir, yaitu "So What" dan "The News that We Can Use" adalah kelanjutan dari berita itu apa.
"So what" mengisyaratkan adanya kedalaman berita, mencoba mendudukkan perkaranya, mencari latar belakang mengapa peristiwa terjadi dan apa akibatnya.
Menjawab "So What" berarti mencari makna dan memaknai setiap peristiwa sehingga cara kerjanya disebut Jurnalisme Makna.
Gaya jurnalisme ini tidak sekadar memberikan informasi awal mengenai suatu peristiwa seperti telah terjadinya kecelakaan pesawat terbang, tetapi lebih mendudukkan perkara mengapa pesawat itu sampai mengalami kecelakaan; apakah karena keru sakan mesin, kesalahan pilot, kesalahan petugas ATC, akibat terorisme, akibat sabotase, dan bagaimana akibat dari kecelakaan pesawat yang menwaskan ratusan penumpang itu.
"The News that We Can Use" memberi guidance, arahan, atau bimbingan kepada pembaca. Informasi yang ditulis lebih menyerupai direktori.
Jika mengambil contoh kecelakaan pesawat akibat teroris, misalnya, berita yang sifatnya direktori mengingatkan untuk tidak memilih jalur penerbangan yang berisiko seperti melewati areal konflik.
Kalau ada berita tentang kebijakan pemerintah mendevaluasi mata uang, maka berita harus menje laskan mengapa kebijakan itu harus diambil dan bagaimana akibatnya bagi perekonomian rakyat.
Terlebih lagi bagi pembaca, apa yang harus dilakukan ketika pe merintah mendevaluasi mata uangnya. (www.selasar.com)
(4)
- Berikut adalah struktur penulisan berita “Piramida Terbalik”:
1. Judul/Head
Setiap berita harus mempunyai judul yang diletakkan di paling atas. Judul sebaiknya jangan terlalu panjang namun merangkum isi berita (3-5 kata).
Contoh: “Stupy, Program Kerja Jalan-jalannya Himpunan UNISBA”
2. Teras Berita/Lead
Teras berita adalah paragraf awal dari sebuah berita yang berisikan informasi terpenting dari berita tersebut. Unsur-unsur berita yang termasuk dalam teras berita adalah what, when, where dan who.
Contoh: Himpunan Ilmu Komunikasi Univesitas Indonesia (HMIK UI) mendapat kunjungan dari Keluarga Mahasiswa Jurnalisme Universitas Islam Bandung (KMJ UNISBA) pada Selasa (1/12) di Auditorium Gedung Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UI).
3. Isi Berita/Body
Dua unsur yang tersisa yaitu why dan how bisa dituliskan di isi berita. Di bagian ini akan berisi detail atau kronologi peristiwa tersebut, termasuk kutipan-kutipan dari hasil wawancara dengan narasumber.
Contoh: Kunjungan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini bertujuan untuk saling berbagi pengalaman dan ilmu tentang dunia perkuliahan dan organisasi. Setelah sambutan dan presentasi tentang company profile dari kedua himpunan, acara selanjutnya adalah sesi tanya jawab.
Faris Fakhriansyah, Ketua KMJ UNISBA mengatakan bahwa kunjungan ini adalah salah satu Program Kerja (proker) mereka, “Proker kita itu namanya Studi Happy (Stuppy). Jadi memang acarnya kami berkunjung ke universitas-universitas. Nah untuk tahun ini kami memilih UI. Kalau tahun sebelumnya KMJ UNISBA berkunjung ke Universitas Brawijaya (Malang)”.
4. Leg
Bagian terakhir ini bisa berisikan informasi-informasi pendukung seperti background story.
Background story adalah informasi-informasi terdahulu yang ada kaitan dengan berita agar masyarakat lebih mengerti tentang berita tersebut.
Contoh: Kunjungan dari universitas lain ini bukan kunjungan pertama yang didapatkan oleh HMIK UI. Sebelumnya HMIK UI juga pernah kedatangan dari univeritas-universitas di Indonesia maupun luar negeri, seperti Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Bengkulu, Universitas Petra Santa Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta dan Universiti Teknologi MARA Malaysia.
Dalam menulis berita, unsur-unsur tersebut harus ada untuk melengkapi isi berita yang ditulis dengan struktur “Piramida Terbalik”.
Walaupun kita belum bisa menjawab keenam unsur berita (what, who, where, when, why, how), kita harus mengatakan bahwa kita akan melaporkan informasi yang belum ada di berita selanjutnya. (kinibisa.com)
- Contoh Berita dengan Struktur Piramida Tegak
Melongok Restoran Indonesia di Amerika (2012)
Ternyata jumlah restoran Indonesia di Amerika Serikat tidaklah sedikit. Di antaranya malah sudah berada di sana sejak belasan tahun lalu. Inilah cara pengusaha kuliner Indonesia go international.
Untuk kebanyakan orang Indonesia, saat berkunjung ke luar negeri, menemukan restoran Indonesia bak mencari harta karun. Tak banyak pengusaha yang membuka restoran di suatu tempat di mancanegara.
Terlebih-lebih jika Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermukim di suatu kota jumlahnya sedikit. Tetapi ada juga pengusaha yang melihat komunitas bangsa Melayu (Indonesia dan Malaysia) di suatu kota atau distrik sebagai peluang usaha sehingga kemudian mendirikan restoran dengan cita rasa Melayu, seperti Bak Kuh Teh Breakfast, di New York yang memposisikan diri sebagai restoran Indonesia-Malaysia.
Tapi umumnya pendirinya bukan orang Indonesia melainkan orang Asia lain yang melihat peluang usaha restoran dengan target pasar orang Melayu (Asia).
Selain New York, di Washington juga ada beberapa restoran milik orang Indonesia. Salah satu yang terkenal adalah Satay Sarinah yang letaknya di Alexandria.
Pada awalnya Satay Sarinah terletak di Georgetown yang menyediakan makanan Indonesia untuk komunitas Asia di ibukota Amerika Serikat itu.
Restoran ini didirikan tahun 1985 dengan nama Sarinah Satay House. Namun pada tahun 1999 pindah ke Alexandria dan namanya berubah menjadi Satay Sarinah.
Satay Sarinah sudah sering mendapatkan peliputan media setempat. Salah satunya adalah majalah Washingtonian. Selain media cetak, media internet juga banyak yang meliputnya, seperti website yang khusus membahas restoran-restoran atau kuliner di AS.
Dan untunglah sekarang ada blog yang efektif menjadi sarana promosi. Banyak orang per orangan (sebagian besar orang Amerika) yang menuliskan pengalamannya bersantap di Satay Sarinah lalu menuliskan rekomendasinya di blog mereka. Ini membuat restoran ini jadi makin banyak dikenal.
Harian besar The Washington Post dalam website-nya memberikan apreasiasi bintang empat bagi Satay Sarinah. Bukti bahwa pengakuannya memang tak kecil.
Di California juga ada restoran Indonesia. Bahkan negara bagian ini merupakan negara bagian AS yang paling banyak memiliki restoran Indonesia.
Di antaranya yang terletak di Post Street, San Francisco. Di jalan ini ada dua restoran Indonesia yaitu Indonesia Restaurant di 678 Post Street dan Borobudur Restaurant di 700 Post Street.
Tak banyak informasi tentang Indonesia Restaurant. Namun sejumlah orang yang merekomendasikannya menyebutkan, makanan Padang-nya memang lezat.
Sedangkan Borobudur Restaurant merupakan restoran milik pasangan Soe Bin dan Yunita. Pasangan ini mendirikan Borobudur Restaurant pada tahun 1992, bukan di lokasi sekarang melainkan di Geary Street.
Tahun 1994 keduanya memindahkan restorannya ke lokasi yang lebih nyaman di Post Street. Pengelola menyebut, Borobudur Restaurant merupakan restoran Indonesia paling populer di San Francisco.
Malah majalah Asia Week pernah menyebutnya sebagai the best Indonesia food in the Bay Area.
Sedangkan di Hollywood ada Indo Kitchen yang terletak di Fourt Street, Alhambra, California. Indo Kitchen lebih dikenal sebagai restoran Padang di Hollywood.
Terletak di kawasan yang lumayan strategis. Papan namanya cukup jelas menunjukkan jati dirinya sebagai restoran Padang.
Seperti juga di restoran Padang lain, di sini juga ditawarkan rendang, kalio ati, sambal cabe, dan sebagainya.
Restoran Padang memang mendominasi restoran-restoran Indonesia di luar negeri. Selain Padang, restoran lain lebih memposisikan sebagai restoran Indonesia yang menyajikan berbagai menu daerah.
Restoran-restoran ini tak hanya menyediakan makanan bagi orang Indonesia di rantau, tapi sekaligus mempromosikan Indonesia karena penikmatnya tak cuma orang Indonesia di sana. (turungomah.blogspot.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar