Selasa, 05 Maret 2019

Monitoring Kualitas Air Sungai (2)

Monitoring Kualitas Air Sungai (2)
Oleh aminuddin

d. Ukuran batuan dasar sungai
- Ukuran batuan dasar sungai berpengaruh terhadap aliran air. Dasar sungai yang terdiri dari campuran batu-batu berukuran besar dan kecil cenderung mening kat turbulensi aliran airnya sehingga meningkatkan kandungan oksigen di dalam air.

- Ukuran batuan juga mempengaru hi jenis-jenis organisme yang hidup di dalamnya.

e. Kekeruhan (turbiditas)
- Mengukur kekeruhan berarti menghitung banyaknya bahan-bahan terlarut di dalam air seperti lumpur, alga (ganggang), detritus dan bahan-bahan kotoran lainnya. Jika kondisi air sungai semakin keruh maka cahaya matahari yang masuk ke permukaan air berkurang dan mengakibatkan menurunnya proses fotosintetis oleh tumbuhan air.

Dengan demkian suplai oksigen yang diberikan oleh tumbuhan dari proses fotosintesis berkurang. Ba han-bahan terlarut dalam air juga menyerap panas yang mengaki batkan suhu air meningkat, sehingga jumlah oksigen terlarut dalam air berkurang.

f. Total bahan terlarut
- Pengukuran total bahan terlarut perlu dilakukan dalam pengujian kualitas air. Rendahnya konsentrasi bahan terlarut mengakibatkan pertumbuhan organisme air terhambat karena kekurangan nutrisi. Namun, tingginya konsentrasi bahan terlarut dapat menyebabkan eutrofikasi atau matinya jenis-jenis organisme air.

1.2. Prosedur pengukuran
Semua peubah fisik dapat diukur langsung di lapangan. Prosedur pengukuran untuk masing-masing peubah adalah sebagai berikut :

a. Suhu
Alat yang digunakan dalam pengukuran suhu air adalah termometer standar (tidak perlu menggunakan termometer khusus pengukur air). Langkah dalam pengukuran suhu adalah :

- Catat suhu udara sebelum mengukur suhu di dalam air

- Masukkan termometer ke dalam air selama 1-2 menit.

- Baca suhu saat termometer masih di dalam air, atau secepatnya sete lah dikeluarkan dari dalam air.

- Ukur suhu di dua titik yang berbeda (kurang lebih berjarak 1 km dari titik awal atau tergantung panjang sungai) untuk mengetahui perbedaan suhu di sungai tersebut.

b. Lebar: kedalaman dan kecepatan aliran
Profil sungai atau bentuk geometri saluran sungai berpengaruh terha dap besarnya kecepatan aliran sungai, sehingga dalam penghitungan debit perlu dilakukan pembuatan profil sungai dengan cara sebagai berikut :

- Pilih lokasi yang representatif ( dapat mewakili) untuk pengukuran debit.

- Ukuran lebar sungai (penampung horisontal).  BAgi lebar sungai menjadi 10-20 bagian dengan interval jarak yang sama.

- Ukur kedalaman air di setiap interval dengan mempergunakan tongkat.

Dengan melakan pengukuran sungai maka luas penampang sungai dapat diketahui. Luas penampang sungai (A) merupakan penjumlahan seluruh bagian penampang sungai yang diperoleh dari hasil perkalian antara interval jarak horisontal dengan kedalaman air dapat kita tuliskan sebagai berikut :

A (m2) = L1, D1 + L2, D2 + .... Ln, Dn

Ket :
- L = lebar penampang horisontal (m)
- D= kedalaman (m)

Kecepatan aliran sungai pada satu penampang saluran tidak sama. Ke cepatan aliran sungai ditentukan oleh bentuk aliran, geometri saluran dan faktor-faktor lainnya.Kecepatan aliran sungai diperoleh dari rata-rata kecepatan aliran pada tiap bagian penampang sungai tersebut.

Idealnya, kecepatan aliran rata-rata diukur dengan menggunakan  'flow probe' atau 'current meter'. Alat ini dapat mengetahui kecepatan aliran pada berbagai kedalaman penam pang. Namun apabila alat tersebut tidak tersedia, kecepatan aliran dapat diukur dengan metode apung.

Kecepatan aliran merupajan hasil bagi antara jarak lintasan dengan waktu tempuh atau dapat ditulis kan dengan persamaan :

V = L
      ----
       t

Di mana :

V = kecepatan (m/detik); L= panjang lintasan (m): t = waktu tempuh (detik).

Kecepatan yang diperoleh dengan metode ini merupakan kecepatan maksimal sehingga perlu dikalikan dengan faktor koreksi kecepatan.

Pada sungai dengan dasar yang kasar faktor koreksinya sebesar 0.75 dan pada dasar sungai yang halus faktor koreksinya 0.85, tetapi secara umum faktor koreksi yang dipergunakan adalah sebesar 0.65.

Sementara pengukuran kecepatan aliran dengan metode Flow Probe dapat menghasilkan perkiraan kece patan aliran yang memadai.

Prinsip pengukuran metode ini adalah mengukur kecepatan aliran tiap kedalaman  pengukuran (d) pada titik interval tertentu dengan 'current meter' atau 'flow probe'.

Langkah pengukurannya adalah sebagai berikut :

- Pilih lokasi pengukuran  pada bagian sungai yang relatif lurus dan tidak banyak pusaran air. Bila su ngai relatif lebar, bawah jembatan adalah tempat pengukuran cukup ideal sebagai lokasi pengukuran.

- Bagilah penampang melintang sungai/saluran menjadi 10-20 bagian yang sama dengan interval tertentu.

- Ukur kecepatan aliran pada kedalaman tertentu sesuai dengan kedalaman sungai pada setiap titik interval yang telah dibuat sebelumnya.

- Hitung kecepatan aliran rata-ratanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar