Rabu, 13 Maret 2019

Monitoring Kualitas Air Sungai (8)

Monitoring Kualitas Air Sungai (8)
Oleh aminuddin


c. Pengambilan contoh
- Apabila telah sampai di lokasi pengambilan contoh, buka bungkus pipet mulai dari  bagian pegangannya.

- Hindari menyentuh ujung pipet dengan tangan atau benda lain.

- Ambil air dengan pipet pada 5-8 cm sebanyak 1 ml untuk pengujian air sungai, atau 5 ml untuk pengujian air sumur.

- Jangan memasukkan tangan ke dalam air contoh.

- Masukkan contoh air ke dalam botol berisi media.  Botol dan pipet diposisikan miring agar air yang masuk ke dalam botol tidak tumpah.

- Tutup dan aduk botol perlahan-lahan untuk mencampurkan media dan contoh air.

- Lakukan tiga kali pengulangan.

- Simpan botol media yang telah dicampur air contoh di dalam wadah yang diberi es batu.

d. Memindahkan campuran media dengan contoh air ke dalam cawan petri
- Pindahkan media uji yang telah diambil air contoh ke cawan petri dalam waktu tidak lebih dari 2 jam sejak pengambilan contoh.

- Buka tutup cawan petri secukupnya agar media dalam botol bisa dituangkan. Usahakan agar media yang dituangkan tidak terkena tutup cawan petri ataupun menyebar ke sisi-sisi luar.

- Tutup secara perlahan, goyangkan cawan petri seperti membentuk gerak melingkar.

- Tempatkan cawan petri pada permukaan yang datar, dan hindari cahaya matahari langsung, biarkan media mengeras sekitar 30 menit sampai satu jam.

- Bila media telah membeku, balik kan cawan petri agar air yang me nguap dari penutup tidak jatuh ke bawah.

- Letakkan di dalam inkubator.

- Simpan dalam inkubator sekitar 24-28 jam pada suhu 29-37° C (85-99°F). Cawan Petri tidak boleh diinkubasi lebih dari 48 jam.

e. Pengamatan koloni
- Setelah diinkubasikan selama 24-28 jam, hitung semua koloni yang tumbuh pada cawan petri. Koloni E.coli berwarna biru tua hingga ungu.

Jenis coliform lainnya berwarna merah muda hingga merah gelap. Warna biru cerah termasuk ke da lam Enterobacteriaceae tetapi bukan coliform.

Koloni Enterobacteriaceae yang ada kemungkinan berasal dari kelom pok Salmonella dan Shigella, yang merupakan bakteri penyebab penyakit, catat juga bila ditemukan.

- Hitung koloni yang terlihat dengan mata telanjang, jangan gunakan lensa pembesar. Koloni yang berupa titik kecil tidak perlu dihitung.

- Jika jumlah E.coli lebih dari 200 catat juga sebagai jumlah terlalu banyak (JTB).

- Untuk melihat jumlah E. coli dalam 100 ml, bagi jumlah E.coli pada cawan petri dengan volume air cobtoh yang digunakan, lalu kalikan dengan 100. (4)















_____
(4)
Escherichia coli, atau biasa disingkat E. coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia.

Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E. Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin.

Toksin ini bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari unit 28S rRNA, sehingga menghentikan sintesis protein. Sumber bakteri ini contohnya adalah daging yang belum masak, seperti daging hamburger yang belum matang.

E. Coli yang tidak berbahaya dapat menguntungkan manusia dengan memproduksi vitamin K2, atau dengan mencegah bakteri lain di dalam usus.

E. coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika. Biasa digunakan sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan. E. coli dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam penanganannya.  (https://id.m.wikipedia.org
>wiki > Esche ..)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar