Isteri yang Salehah (8)
Oleh aminuddin
ALLAH SWT berfirman :
"Bertakwalah kepada Alan dan ke tahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Berilah kabar gembi ra orang-orang yang beriman."
ARTI dari ittaqullah adalah hindari lah, jangan sampai Tuhanmu mur ka kepadamu dalam masalah ama lanmu ini. Andai harus yakin bahwa anda akan menemui Allah. Jangan sampai anda meragukan pertemu an anda dengan Allah SWT.
Selama anda bertakwa kepada Allah, dan anda meyakini sepe nuhnya bahwa anda akan berjumpa dengan-Nya, maka tunggulah kabar gembira dari Allah, yaitu surga.
Kemudian Allah SWT berfirman:
"Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebaji kan, bertakwa, dan mengadakan islah di antara manusia. Allah Ma ha Mendengar lagi Maha Mengeta hui." (QS Al-Baqarah 224).
Dalam ayat di atas terkandung tiga hal :
a. Hendaknya berbuat kebaikan, tetapi kebaikan terkadang berat untuk kejiwaan kita.
b. Hendaknya bertakwa, yaitu de ngan menjauhkan diri dari kemaksi atan. Hal ini juga berat bagi kejiwaan kita.
c. Hendaknya kita melaksanakan perbaikan di antara manusia.
Dalam memperbaiki hubungan di antara manusia ini terkadang kita harus mengeluarkan pengorbanan materi atau sedekah, padahal sebe lumnya kita telah bersumpah untuk tidak memberikannya kepada kerabat kita itu.
Saat Allah SWT berfirman :
"Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan."
Sungguh merupakan kesalahan bila seorang mukmin telah menjadikan sumpah sebagai penghalang untuk berbuat kebaikan, sedangkan hanya Allah yang Mahabenar yang meme rintah untuk berbuat ketakwaan, ke baikan dan perbaikan di antara sesama manusia.
Karena itu, Allah SWT berfirman, "Jangan kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai pengha lang untuk berbuat kebajikan." Yai tu, Allah hendak menjaga proses ke baikan, perbaikan antar-manusia, dan ketakwaan.
Saat anda melakukan sumpah un tuk tidak melakukan kebaikan, Allah SWT justru menghendaki agar anda membatalkan sumpah dan melakukan perbuatan-perbuatan takwa, kebaikan dan perbaikan di antara sesama manusia sehingga tidak bertentangan dengan syarat-Nya.
Ketika kita mendapatkan masyara kat yang bila tiap individunya telah melakukan kebaikan dan telah me nghindarkan dirinya dari kemaksi atan serta bersegera melakukan perbaikan bila menyaksikan dua kelompok yang saling berselisih, bukankah mereka telah masuk ke dalam Islam secara keseluruhan?
Jadi, sesungguhnya Allah hendak menjaga sumber-sumber kebaikan dan melarang masyarakat muslim untuk menghalangi diri mereka dari kebaikan.
Allah juga memerintahkan seorang mukmin untuk mengalah dalam me nuju kebaikan, hingga para salafus saleh berkata :
"Tidak ada perbuatan mengalah yang lebih baik daripada berbuat baik."
Sehingga, masyarakat yang mampu menciptakan ketakwaan, kebaikan dan perbaikan antaranggota masya rakat adalah masyarakat yang dise butkan oleh Alquranulkarim :
"Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan." (QS Al-Baqarah 208).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar