Lafazh Allah dalam Surah Al-Baqarah (3)
By aminuddin
9. Ayat 23 :
"Wa inkuntum fii raibim mimmaa nazzalnaa 'alaa 'abdinaa fa-'tuu bisuuratim min mitslihii wad'uu syuhadaa-akum min duunillaahi in kuntum shaadiqiin."
(Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Alquran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah (8) satu surat (saja) yang semisal Alquran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar."
10. Ayat 26 :
"Innallaaha laa yastahyii ayyadhriba matsalam maa ba'uudhatan famaa fauqahaa. Fa-ammallaziina aamanuu faya'lamuuna annahul haqqu mirrobbihim. Waammal laziina kafaruu fayaquuluuna maazaa araadallaahu bihaazas matsalan yudhillh bihi katsiiraw wayahdii bihii katsiiraa. Wamaa yudhillu bihii illal faasiqiin."
(Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. (9) Adapun oranf-orang yang be riman, maka mereka yakin bah wa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan? Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah (10), dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan yang tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik).
11. Ayat 27 :
" Allaziina yanqushshuuna 'ahdallaahi mimba'di miitsaaqih. Wa yaatha'uuna maa amarallaahu bihii ayyuushala wa yufsiduuna fil ardh. Ulaa-ika humul khaasiruun."
(Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa ya ng diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubunginya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi).
_______
(8). Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan ten tang kebenaran Alquran itu tidak dapat ditiru walaupun dengan me ngerahkan semua ahli sastra dan bahasa karena ia merupakan muk jizat Nabi Muhammad SAW.
(9). Di kala turunnya ayat 73 Surah Al-Hajj yang di dalamnya Tuhan me nerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak da pat membuat lalat, sekalipun me reka kerjakan bersama-sama, dan turunnya ayat 41 Surah Al-Ankabu ut yang di dalamnya Tuhan mem bayangkan kelemahan berhala-ber hala yang dijadikan oleh orang-ora ng musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.
(10). Disesatkan Allah berarti orang itu sesat karena keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-pe tunjuk Allah SWT. Dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah SWT menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, maka mereka itu menjadi sesat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar