qarah (22)
By aminuddin
108. Ayat 204 :
"Waminannaasi mayyu'jibuka qauluhuu fil hayaatid dunyaa wa yusyhidullaaha 'alaa maa fii qalbihii wahuwa aladdul khishaam."
(Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersak sikannya kepada Allah (atas kebe naran) isi hatinya, padahal ia ada lah penantang yang paling keras).
109. Ayat 205 :
"Waizaa tawallaa sa'aa fil ardhi liyufsida fiihaa wayuhlikal hartsa wannasl. Wallaahu laa yuhibbul fasaad."
(Dan apabila ia berpaling (dari mu kamu), ia berjalan di bumi untuk me ngadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan bina tang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan (54).
110. Ayat 206 :
"Waizaa qiilalahuttaqillaaha akhaza thul 'izzatu bil itsmi ..."
(Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah," bang kitlah kesombongannya yang me nyebabkannya berbuat dosa ...).
111. Ayat 207 :
"Waminannaasi mayyusyrii nafsahub tighaa-a mardhaatillaah. Wallaahu ra-uufun bil 'ibaad."
(Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya).
112. Ayat 209 :
"Fain zalaltummin ba'di maa jaa-atkumul bayyinaatu fa'lamuu annallaaha 'aziizun hakiim."
(Tetapi jika kamu tergelincir (dari jalan Allah) sesudah datang kepa damu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana).
113. Ayat 210:
" Hal yandzhuruuna illaa ayta'tiya humullaahu fi dzhulalim minal gha maami walmalaaikatu waqudhiyal amr. Wailallaahi turja'ul umuur."
(Tiada yang mereka nanyt-nanti kan (pada hari kiamat) melainkan data ngnya (siksa) Allah dalam naungan awan dan malaikat (55), dan dipu tuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan).
114. Ayat 211 :
" ...Wamayyubaddil ni'matallaahi mim ba'di maa jaa-athu fainnallaaha syadiidul 'iqaab."
( ... Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah (56) setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesu ngguhnya Allah sangat keras siksa-Nya).
______
(54). Ungkapan ini adalah ibarat da ri orang-orang yang berusaha meng goncangkan iman dan orang-orang mukmin dan selalu mengadakan pengacauan.
(55). Naungan awan bersama malaikat biasanya mendatangkan hujan yang artinya rahmat, tetapi rahmat yang diharap-harapkan itu tidaklah datang melainkan azab Allah-lah yang datang.
(56). Yang dimaksud dengan nikmat Allah disini ialah perintah-perintah dan ajarsn-ajaran Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar