Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (23)
By aminuddin
115. Ayat 212 :
" ... Wallaahu yarzuqu mayyasyaa-u bighairi hisaaab."
( ... Dan Allah memberi rezeki kepa da orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas).
116. Ayat 213 :
"Kaanannaasu ummataw waahi dah. Faba'atsallaahun nabiyyiina mubasysyiriina wamunziriin. Si a anzala ma'ahumul kitaaba bil haqqi liyahkuma bainan naasi fiimakh talafuu fiih. Wamakh talafa fiihi illallaziina uutuhu mim ba'di maajaa athumul bayyinaatu baghyan bainahum. Fahazallaahullaziina aamanuu limakh talafuu fiihi minal haqqi biiznih. Wallahu yahdii may yasyaa-u ila shiraathim mustaqiim."
(Manusia adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pembe ri peringatan, dan Allah menurun kan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara ya ng mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melain kan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena de ngki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi pe tunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus).
117. Ayat 214 :
" ... ata nashrullah. Alaa inna nashrallaahi qariib."
(" ... Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya per tolongan Allah itu amat dekat).
118. Ayat 215 :
" ... Wamaa taf'aluu min khairin fa innallaaha bihii 'aliim."
(.. "Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya).
119. Ayat 216 :
" ... Wallaahu ya'lamu wa antum laa ta'lamuun."
( ...Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui).
120. Ayat 217 :
" ... Qitaalun fiihi kabiir. Washaddun 'an sabiilillahi wa kufrun bihii wal masjidil haraami wa ikhraaju ahlihii minhu akbaru 'indallaah ..."
(.." Berperang dalam bulan itu ada lah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir ke pada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir pendu
duknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah (57) ..).
121. Ayat 218:
"Innallaziina aamanuu wallaziina haajaru wajahaduu fii sabiilillah. Ulaa-ika yarjuuna rahmatallaah. Wallaahu ghafuururrahiim."
(Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
____
(57). Jika kita ikuti pendapat Ar Razy, maka terjemah ayat di atas sebagai berikut :
Katakanlah : "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar, dan (adalah berarti) menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah dan (menghalangi manusia dari) Masjidilharam. Tetapi mengusir penduduknya dan Masjidilharam (Mekah) lebih besar lagi (dosanya) di sisi Allah."
Pendapat Ar Razy ini mungkin ber dasarkan pertimbangan bahwa me ngusir Nabi dan sahabat-saha bat nya dari Masjidilharam sama juga dengan menumpas agama Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar