Rabu, 08 Mei 2019

Pramasastra Bahasa Arab (9)

Pramasastra Bahasa Arab (9)
Oleh aminuddin

G. Mashdar

I. Bahan Pelajaran :

a. Parlemen menggelar rapat malam yang lalu ('Aqadal barlamaanuj timaa'al lailatal maadhiyah).

b. Ia (parlemen) mempelajari uru san (soal) persetujuan antara pemerintah dan "perserikatan (company) minyak" tentang (= berhubungan dengan) konsesi yang dituntut (diminta) oleh perserikatan itu, dan bertukar pikiran mengenai itu (Wadarasa amral littifaaqi bainal hukuumati wasyarikatizzaiti bisyaknil imtiyaazil lazii thalabathu
sy syarikatu watabaa dalar rakya fiihi).

c. Seorang wakil (anggota) dari kota Homs berbicara (Watakallama naa-ibun min madiinati himsha),

d. dan dia mengatakan dalam pidatonya bahwa konsesi ini menyalahi kemaslahatan tanah air dan kemerdekaannya yang sah (Waqaala fii khithaabihi inna haazal imtiyaaza huwa dhiddu mashlahatil wathani wastiqlaalihish shahiihi).

d. Maka ucapannya itu menyebab kan perpecahan di parlemen (Fasabbaba kalaamuhun syiqaaqan fil barlamaani).

e. Tetapi Menteri Ekonomi Nasional berkata (Walaakinna waziirai iqtishaadi alwathaniyyi qaala):

f. "Sesungguhnya perundingan ter jadi (berjalan) dengan perse rikatan itu dalam suasana (semangat) ker jasama dan ikhlas (jujur) ("Innal mufaawadhata jaariyatun ma'asy syarikati biruuhit ta'awuni wal ikhlaashi),

g. Dan perserikatan itu telah menge mukakan janji untuk merealisir setiap kehendak (tuntutan nasional) (Wainnasy syarkata qad faqaddamat bita'ahhadin litahqiiqi kulli mathlabin wathaniyyi)".

__________

II. Pembahasan Tata Bahasa :

1. Albarlamaanu. Kata pinjaman dari Perancis. Ijtimaa'an diambil dari kata kerja ijtama'a dengan ben tuk Ifti'aalun. Bentuk seperti ini dalam bahasa Arab dinamakan mashdar, atau ismul fi'il= dari kata kerja pola VIII.

Mashdar adalah kata benda abs tract menyatakan aksi/kerja, pak saan, atau keadaan dari kata kerja bersangkutan. Tidak ada hubungan pengertian dengan object, subject ataupun waktu.

Jadi Ijtima'a= bertemu (berkumpul) satu sama lain dan Ijtimaa'un: pertemuan, rapat.

Catatan : minimal tiap-tiap kata kerja mempunyai satu mashdar.

2. Al Ittifaaqi mashdar dari Ittafaqa pola VIII dari kata kerja Waqafa, Ittafaqa = sesuatu, sepakat dan Ittifaaqun = persepakatan, persetujuan.

Al Hukuumati = pemerintahan, mashdar dari Hakama = memerin tah, menghukum dengan bentuk Fu'uulatun.

Syarakatun = Perserikatan, com pany, perusahaan, mashdar dari akar Syarika= bersekutu, berserikat dalam bentuk Fa'ilatun.

Sya-'ni = keadaan, tentang (berhu bungan dengan), juga mashdar dari Sya-'na dengan bentuk Fa'lun.

Al Imtiyaaz = konsesi, izin, mashdar dari pola VIII asalnya Maaza (<ma yaza) = memberikan izin, mengisti mewakan.

Ar-Ra-' ya = pikiran, penglihatan, pandangan, mashdar dari akar Ra-aa= berfikir, melihat, memandang dalam bentuk Fa'lun.

4. Khithaabi = pidato, ucapan, mashdar dari akar Khathaba bentuk Fi'aalun.

Mashlahati diambil dari akar Sha luha, mashdar dibentuk dalam ben tuk Maf'ilun dan Maf'ilatun. Bentuk ini dinamai "Mashdar Mim" karena diawali dengan huruf Mim.

Istiqlaali adalah mashdar pola X Istaqalla = menjadi merdeka dalam bentuk Istif'aalun.

5. Kalaamu = ucapan, kalimat, ada lah mashdar dari Kalamu = mengu capkan, berbicara dalam bentuk Fa'aalun.

Istiqaaqaa = perpecahan, sengketa, adalah mashdar dari pola VII Insyaq qa= menjadi pecah dalam bentuk Infi'aalun.

6. Al Iqtishaadi = ekonomi, usaha perekonomian adalah mashdar dari pola VIII Iqtashada = berusaha dengan hemat.

7. Al Mufaawadhah = perundingan, mashdar dari pola III Faawadha = berunding dalam bentuk Mufaa'alatun.

At Ta'aawun = kerjasama, tolong menolong, mashdar pola VI Ta'aa wana = bekerja sama, bertolong-tolongan dalam bentuk Tafaa'ulu.

Al Ikhlaash mashdar dari kata kerja pola IV Akhlasha = menjadi ikhlas dalam bentuk If'aalun.

8. Ta'ahhadi mashdar dari pola V Ta'ahhada= berjanji, ikatan, bentuk Tafa'ulu.

Tahqiiqii mashdar dari pola II Haqqaqa = menjadi kenyataa , merealisir dalam bentuk Taf'iilun.

Mathlabi = tuntutan, permintaan, mashdar "Mim" dari pola akar Tha laba = menuntut, meminta dalam bentuk Maf'ulun, Maf'ilun.

Catatan :

1. Mashdar kata kerja akar banyak macamnya, antara lain seperti ben tuk yang telah diuraikan :

Khuruujun, Siyaasatun, Khidmatun, Safarun, Hubbun, Darsun, 'Ilmun, Hukuumatun.

2. Bentuk mashdar yang paling banyak digunakan :

Fa'lun               ----       Fa'ilun
Fa'alun             ----       Fi'lun
Fi'alun              -----      Fa'alun
Fu'lun               -----      Fi'aalun
Fi'latun             -----      Fu'aalun
Fu'latun            -----      Fa'aalatun
Fa'latun            ------     Fi'aalatun
Fa'alatun          ------     Fu'uulun
Fa'ilatun            ----      Fu'uulatun

3. Bentuk mashdar kata kerja akar (yang banyak digunakan) :

Taf'iilun .. Taf'ilatun ...
Mufaa'alatun ... Fi'aalun
If'aalun
Tafa'ulun
Tafaa'ulun
Infi'aalun
Ifti'aalun
If'alaalun
Istif'aalun

III  Latihan :

1. Jenderal Salim tiba (sampai) di Kairo dengan (jalan) udara (Washala ilal Qaahirati bithariiqil jawwil jazaalu "Salim").

2. Dia datang untuk perundingan dengan Pemerintah Mesir menge nai amandemen persetujuan kemili teran untuk mempertahankan Terusan Suez (Waqad jaa-a lil mufaa wadhati ma'al hukuumatil mishriyyati bisya'nin ta'diili al ittifaaqil 'asykarii liddifaa'i 'an qanaatis suwausi).

3. Perundingan ini sebagian dari Perjanjian Mesir-Inggeris (Wahaazal ittifaaqu huwa qismun minal mu'aahadati al mishriyyati al bariithaaniyyah).

4. Perundingan itu mulai dalam (suasana) menyenangkan (Waqadibtada-'ti al mufaawadhatu fii jawwi waddiyyi).

5. Tetapi desakan Tentara Inggeris  -- (atas) tidak (akan) mengundurkan diri dari Terusan Suez, menyebab kan terputusnya perundingan itu (Walaakinna ishraaral jaisil bariithaaniyyi 'ala 'adamil insihaabi min qanaatis suwaisi sabbaba qath'al mufaawadhah).

6. Maka kembalilah Jenderal Salim waktu itu ( juga) ke London (Faraja'al janaraalu " Salim" haalan ila lundun).

IV. Ulangan :

a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia :

1. Ijtama'al maliku biwaziiril iqtishaadi al wathaniyyi wathalaba ilaihin nadzhara fii amrimtiyaaziz zaiti.

2. Zurtul barlamaana wahadhartu jalsatash shabaahi haitsu jaral bahtsu fii qath'il mufaawadhati bisya-'ni suuriyyatal kubraa.

3. Innat ta'aawuna bainal barla maani wal hukuumati waajibun limashlahatil wathani.

4. Wajjahatil hukuumatul mishriyyatu ba'tsatan siyaasiyyata wa'askariyyata ila lunduna lita'diilil mu'aahadati.

b. Terjemahkan ke bahasa Arab :

1. Pemerintah mengemukakan (memajukan) janji kepada Parlemen untuk merealisir semua tuntutan Nasional.

2. Kemerdekaan Lebanon mulai de ngan pengunduran (diri) tentara Inggeris dari negerinya.

3. Desakan Irak tentang pemutusan (penghentian) minyak dari Palesti na menyebabkan perpecahan dan sengketa antara Irak dan Inggeris.

4. Merealisasikan persatuan Arab (adalah) kewajiban bagi setiap pemerintah Arab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar