Peluk Aku Ya Allah (20)
Oleh Wak Amin
DENGAN langkah cepat Zainab me ncari keberadaan Kolonel Ihsan. Ter nyata Sang Kolonel berada di pintu gerbang Al-A'la, berbincang serius dengan Kapten Adi.
Melihat Zainab datang, ia menghe tikan pembicaraannya dengan ora ng kepercayaan Jenderal Mansur itu ...
"Om Kolonel. Dipanggil Jenderal Mansur segera."
"Siap Komandan Zainab!"
"Siap juga Om Kolonel dan Kapten Adi"
Di atas pembaringan, Jenderal Man sur hanya bisa menangisi kepergi an selama-lamanya orang yang dia amat cinta.
Zainab, Kolonel Ihsan dan Kapten Adi seolah tak percaya Maryam te lah tiada. Andaikata satu menit le bih awal tentu dia masih bisa men dengar dan berucap sepatah dua patah kata dengan Maryam.
Tapi itulah takdir. Kehendak ilahi. Kita manusia harus bersangka baik pada-Nya. Semua yang terjadi pasti ada hikmah di baliknya.
"Kak Maryaaaam!"
Pecah juga akhirnya tangis Zainab. Hari ini ia tumpahkan rasa sedih nya dan rasa cinta serta sayang kepada kakaknya.
Kolonel Ihsan menenangkannya. Tapi tidak melarangnya untuk menangisi kepergian Zainab.
"Om tahu kalian berdua amat de kat. Kalian sudah seperti saudara. Kemana-mana selalu berdua. Om kagum pada kalian berdua. Om ba ngga punya dua perempuan hebat. Perempuan yang siap mati. Siap membela bangsa dan negaranya. Tapi hari ini ... Allah berkehendak lain."
"Oooom Ihsan!"
Zainab memeluk erat Kolonel Ih san. Keduanya menangis. Mene teskan air mata.
"Nab. Kamu harus ikhlaskan keper gian Maryam," kata Jenderal Man sur yang baru saja mendekat dari samping kanan Zainab.
"Kamu harus bangkitNak."
Zainab tak menjawab. Tapi dia me ngaku sangat kehilangan sosok Maryam dan berjanji akan terus mengenang perjuangannya.
"Saya juga berjanji akan terus me lanjutkan perjuangan ini sampai titik darah penghabisan."
Lega juga Kolonel Ihsan dan Jen deral Mansur mendengarnya.
"Kami berdua," kata Kolonel Ihsan," "Akan selalu mendukung setiap la ngkahmu, Nab. Engkaulah pemim pin utama pasukan pribumi saat ini."
"Bapak percaya sama kamu. Bapak, Kolonel Ihsan dan Kapten Adi yakin di tanganmu pasukan kita insya Allah akan kembali berjaya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar