Mang Kerio (132)
Oleh Wak Amin
"SELAMAT siang para hadirin, pe ng unjung sekalian. Kami mengunda ng anda sekalian untuk tampil ke at as panggung menyumbangkan la gu," kata salah seorang perempuan manis, penyanyi merangkap MC ru mah makan Pagi Berseri.
Merasa diundang naik ke atas pang gung untuk tarik suara, Sinta amat senang. Yunita coba menghalangi nya, tapi Sinta tetap nekat.
"Biarin saya Yun. Please!" Sinta su dah dewasa, kata Mang Kerio, beri kesempatan dia untuk berbuat yang terbaik, mungkin buat kita.
"Yo Ten. La besak Sintatu," kato Cek Leha, neruske omongan Mang Kerio.
"Hasan yakin Sinta akan baik-baik saja, Te ..." Hasan sudah tak sabar menunggu lagu apa yang bakal di nyanyikan Sinta.
"Lagu ini khusus saya persembah kan buat Mamaku yang tersayang. Beliaulah satu-satunya yang kumiliki saat ini ..."
Bedesau hati Yunita mendengar nya. Dia seolah tak percaya jika ucapan barusan terlontar dari mulut sang buah hati.
"Mudah-mudahan lagu ini dapat me nghibur kalian semua yang hadir di sini, khususnya Mamaku yang am at kucintai dan kusayangi ..."
Suasana berubah hening ...
Tak lama kemudian terdengar tem bang 'Mother, How Are You To day' ...
Mother, how are you today?
(Ibu, bagaimana kabarmu hari ini)?
Here is a note from your daughter
(Ini pesan dari putrimu)
With me everything is OK.
(Dan kabarku baik-baik saja)
Mother, how are you today?
(Ibu, bagaimana kabarmu hari ini)?
Mother, don’t worry, I’m fine.
(Ibu, jangan kuatir, kabarku baik)
Promise to see you this summer
(Ku janji akan menemuimu musim panas nanti)
This time there will be no delay
(Kali ini takkan tertunda lagi)
Mother, how are you today?
(Ibu, bagaimana kabarmu hari ini)?
Verse
I found the man of my dreams
(Kutemukan pria yang kuidamkan)
Next time you will get to know him
(Lain waktu kau kan mengenalnya)
Many things happened while I was away
(Banyak yang terjadi saat aku pergi)
Mother, how are you today?
(Ibu, bagaimana kabarmu hari ini)?
Plak .. Pak .. Plak .. Pak ...
"Terima kasih ... Terima kasih," uc ap Sinta sambil tak henti-hentinya membungkukkan badan di hadapan pengunjung rumah makan yang selalu ramai itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar