Selasa, 04 Juni 2019

Pramasastra Bahasa Arab (15)

Pramasastra Bahasa Arab (15)
Oleh aminuddin



P. Jamak Lemah (Sakit), Diptote, Akhiran Feminin yang Lain


I. Bahan Pelajaran :

a. Hari yang akhir-akhir ini, telah tersusun utusan dari pemimpin-pemimpin yang mewakili (meng gambarkan golongan oposisi Mesir (Ta-allafa fil ayyaamil akhiirati waqdun min zu'amaa-i yumatstsiluunal ahzaaba al mishriyyata al mu'aaridhata).

b. (Golongan) itu bermaksud me ngunjungi (menuju) Istana Raja memprotes tindakan luar biasa yang diadakan oleh ketua Majlis (sidang) Menteri (Kabinet) (Waqashadal qashra al malakiyya muhtajjaa ' alaa a'maalin kharqaa-in qaama bihaa ra-iisu majlisil wuzaraa-i).

c. Tatkala dia telah mengeluarkan para Syekh yang ikut golongan oposisi di Majlis Syuyukh (Senat) (Lammaa akhrajasy syuyuukhat taabi'iina lil ahzaabi al mu'aaridhati min majlisisy syuyuukhi),


d. Dia menetapkan para Syekh yang lain, di antara kawan-kawan dan para penyokong membantunya dalam pemilihan umum (Wa ayyana syubuukhan akhariina min ashdiqaa-i wamahaasiiba sa'aduu hu fil intikhaabaati).


e. Sewaktu utusan keluar dari istana, beberapa koresponden surat kabar menemuinya (Wa' inda khuruujil waqdi minal qashri qaabalahu 'adadun min muraaasiliil jaraa'idi),

f. Maka mereka menanyainya me ngenai keadaan yang telah berlang sung di sekitar pembahasan yang khusus (Fasaa-aluhu 'anisy syu'uuni
llatii daara haulahaal bahtsu khashshata).

g. Berkata seorang pemimpin bah wa Baginda Raja setuju atas seba gian besar tuntutan kaum oposisi tersebut (Faqaala ahaduz zu'amaa-i inna jalaalatal maliki yuwaafiqu 'ala mu'dzhami mathaalibil  ma'ruufati),

h. Dan bahwa dia akan mempelajari semua jalan yang akan membantu pemecahan (penyelesaian) yang tegas (tuntas) akan masalah ini (Wainnahu saufa yadrusu jamii'ath thuruqillatii tusaa'idu 'alaa hallin wadiyyin lihaazihil musykilati).


II. Pembahasan Tata Bahasa :

1. Al ayyaami adalah kata benda jamak yang lemah (sakit) dari Yaumun bentuk Af'aalun = (Aywaamun > Ayyaamun).

Jamak lemah (sakit) berbeda dari jamak kuat, yang tidak dibentuk de ngan menambahkan akhiran pada kata tunggalnya.  Cara pemben tu kannya dengan mengadakan tamba han atau sisipan pada kata benda tunggalnya dalam bentuk-bentuk lebih kurang 30 macam.

Kata benda jamak lebih banyak daripada jamak kuat (keras) dan dapat digunakan dalam berbagai situasi, tidak seperti jamak kuat.

Ada beberapa kata benda tunggal yang memiliki beberapa kata ja mak. Dalam pada itu  banyak pengecualian. Karena itu harus dilihat jamaknya satu persatu.

Al akhiirati. Adjective yang menje laskan Al ayyaami. Harus diingat bahwa adjective ini feminin tunggal, walaupun ia menjelaskan kata jamak.

Kata jamak lemah dalam tata ba hasa diperlakukan feminin tung gal, kecuali jika menunjukkan manusia
dimana ia menjadi feminin tunggal atau masculin/feminin jamak ter gantung pada jenis manusianya.

Zu'amaa-u jamak lemah dari Za'iimun dengan bentuk Fu'alaa-u. Bentuk jamak lemah seperti ini adalah diptote = harkat rangkap dua.

Al ahzaaba jamak lemah dari Hiz bun dalam bentuk Af'aalun ...

2. Kharqaa-u. Feminin dari Akhraqu dalam bentuk Fu'laa-u. Bentuk ini sebagai kata feminin dari bentuk Af'alu yang biasanya menunjukkan warna dan sifat, tetapi bukan untuk perbandingan.

Feminin bentuk ini adalah diptote. Dalam kalimat ini digunakan femi nin karena dia menjelaskan kata benda jamak lemah.

Kata jamak lemah Al wuzaraa-i  meski dalam bentuk Fu'alaa-u di perlakukan sebagai diptote dan definitif.

3. Asy syuyuukha jamak lemah dari Syaikhun bentuk Fu'uulun (seperti khuruuji) dan dia mashdar

4. Ash diqaa-a jamak lemah dari Shadiiqun bentuk Af'ilaa-u yang juga diptote.

Mahaasiiba jamak lemah dari Mahsuubun dalam bentuk Fa'aaliilu yang diptote.


5. Al jaraa-idi jamak lemah dari Jariidatun bentuk Fa'aalilu yang diptote, bila tidak definif.

6. Kata ganti relatif feminin tunggal (Allatii) menunjuk pada kata benda  jamak lemah. Kata ganti akhiran ... Haa pada Haulahaa menunjuk pada Asy syu-uuni dan dalam feminin tu nggal karena Asy syu-uuni adalah jamak lemah.

7. Mathaalibi. Jamak lemah dari Mathlabun dengan bentuk Fa'aalilu.


8. Ath Thuruqi jamak lemah dari Thariiqun dengan bentuk Fu'ulun.

Tusaa'idu. Orang ketiga feminin tunggal karena subject kata kerja ini kembali pada kata benda jamak lemah (Ath Thuruqi).

Catatan :

1. Bentuk kata jamak lemah :

Af'aalun                           Fu'aalun

Fu'uulun                          Fu'aalun

Fu'alaa-u                         Af'ilatun

Fi'aalun                           Fa'laa

Af'ilaa-u                          Fi'laanun

Fa'aaliilu                        Fa'aalin (al-
                                       Fa'aalii)
(Mufaa'ilu, Tafaa'ilu, Ufaa'iilu)

Fa'aalilu                        Fa'aalaa
(Fa'aa-ilu, Mufaa'ilu, Tafaa'ilu, Ufaa'ilu, Fawaa'ilu)

Fu'uulun

Af'ulun

Fu'laanun


2. Kata benda yang diptote = berharkat ganda (dua) karena berasal dari kata asing atau bentuk  Af'alu bisa digunakan dalam ben tuk-bentuk berikut (diptote) :

a). Jamak lemah bentuk Fu'laa-u, Fa'aaliilu, Fa'aalilu, Af'ilaa-u.

b). Bentuk feminin dari Fa'laa-u.

c). Beberapa adjective dari bentuk Fa'laan.

d). Tiap-tiap nama orang berakhiran "ta" marbuthah.



III. Latihan :

1. Di antara hal-hal penting yang dipelajari oleh para pendidik di negeri Arab, "rencana penyatuan pengajaran disana" (Minal umuuril muhimmatil latii yadrusuha rijaalut tarbiyyati fil bilaadil 'arabiyyati masruu'u tauhiidit ta'liimi fiiha).

2. Namun disana banyak masalah-masalah yang menghalangi jalan (cara) penyatuan ini (Ghaira anna hunaalika masyaakila katsiiratan ta"taridhu sabiila haazat tauhiidi),

3. Di antaranya bahwa dunia Arab terbagi-bagi dalam banyak negara (Minhaa annal 'aalamal 'arabiyya munqasimun ilaa duwaalin 'adiidatun),

4. Dan karena itu (menjadi) sukar menyatukan metode pengajaran dan mengatur sekolah-sekolah di sana dengan dasar berbeda-beda (bercampur-aduk) (Watandzhiimul madaarisi fiihaa 'alaa asaasin musytarakin).

5. Akan tetapi disana (ada) hal-hal yang mendorong (Walaakinna hunaalika umuuran katsiiratan musyajji'atan),

6. Di antaranya bahwa sekolah-sekolah di kota-kota dan desa (semakin) baik (Minhaa annal mudaarisa fil muduni wal quraa tahassanat),

7. Dan bahwa budget kantor-kantor pendidikan di negeri-negeri yang (ada) di bawah mandat atau kolo nial semakin bertambah sejak mundurnya orang asing (Aw musta'maraatin qad zaadat mundun sihaabil ajaanibi).



IV. Ulangan :

a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia :

1. Fii raa-il ajaanibi anna tandzhiimal muduni wal quraa fil buldaanil 'arabiyyati la yatba'uth thuruqal gharbiyyah.

2. Lii ashdiqaa-a katsiiruuna fid dawaa-iril hukuumiyyati, ahaduhum yasyghalu wadzhiifata ra-iisi lil miizaaniyyati.

3. Inna ta'aawunal bilaadil 'arabiyyati fisy syu-uunil 'asykariyyati wal iqtushaadiyyati yusyajji-u 'alaa ta-miini mustaqbilin ahsana minal maadhii.

4. Ijtama'a ra-iisul wuzaraa-i bifarii qin min muharriril jaraa-idi wazu'amaa-i ahzaabil mu'aaradhati marraatin 'adiidatan fil ayyaamil akhiirati wabahatsa ma'ahum mathaa libahumul muhimmata wa qaddama lahum ta'ahhudan bitahqiiqiha.


b. Terjemahkan ke bahasa Arab :

1. Negara-negara Arab menghadapi masalah-masalah karena perang dunia kedua.

2. Sesudah pemilihan umum yang terakhir, Menteri yang baru menge luarkan para penyokong raja dan parlemen.

3. Laki-laki yang menemani Nabi pada (waktu) hijrahnya dari Mekah ke Medinah adalah pejuang karena (pada) jalan Allah.

4. Urusan (hal-hal) Negara adalah tanggung jawab yang besar bagi pemerintah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar