Pramasastra Bahasa Arab (16)
Oleh aminuddin
Q. Kata Kerja Lemah dalam Imperpect
1. Bahan Pelajaran :
a. Seorang musafir (wisatawan) dari Beirut ke Syria melewati bebe rapa desa musim panas yang berte baran di kedua pinggir jalan di pegu nungan (Innal musaafira min bairuuta ilasy sya-mi yamurru bi'iddati quraa lilushthiyaafi muntasyiratin 'alaa jaanibayith thariiqi fil jibaal).
b. Ketika dia sampai ke Zahri' Ibai dar, dan memalingkan pandangnya ke timur, dia melihat dataran "Al Biqa' " yang subur memanjang dari utara ke selatan (Wa 'indamaa yashilu ilaa dzhahril baidari wa yuhawwilu nadzharahu ilasy syarqi yaraa sahla minasy syamaali ilal januubi).
c. Dan kelihatan di hadapannya negeri "Syuturah" dengan kebun-kebun yang indah (Watabduu amaamahu baldatu syutuurata bijanaa-inihal jamiilah).
d. Dan terbayang dari jauh puncak gunung putih, itulah Gunung Syekh (Wayaluuhu min ba'din ra-su jabalin abyadha wahuwa jabalusy syaikhi).
e. Ketika musafir itu menghentikan perjalanannya sesudah (di luar) kota (negeri) itu di pegunungan Libanon Timur, seolah-olah dia menyangka dirinya sendiri di pa dang pasir, karena sangat keri ng (Waiz yasta-niful musaafiru sairahu ba'da tilkal baldati fii jibaali lubnaanasy syarqiyyati yakaadu yadzhunnu nafsahu fish shahraa-i lisyiddatil jafaafi).
f. Tetapi, ketika ia mendekati kota Damsyik, ia mendapati kayu-kayu an, kebun-kebun, taman-taman yang mengalir di sana sungai yang (berair) sejuk (Yajidul asjaara wal basaatiina wal janaa-inal latii yurwiihaa nahru baradaa).
g. Maka senanglah dirinya (bersenang hati) karenanya (Fatastariihu nafsuhu lahaa).
h. Kemudian dia melihat jalan raya yang lebar menuju ke jantung (pu sat) kota yang dialiri sungai (Tsumma baraa syaari'an 'ariidhan yu'addii ilaa qalbil madiinatil lazii baliyan nahra).
II. Pembahasan Tata Bahasa :
1. Kata Quraa dalam kasus genitif. Tiap-tiap kata benda yang berak hiran alif harus berharakat fathah tanwin.
2. Yashilu orang ketiga masculin tunggal imperpect dari Washala. Kebanyakan kata kerja yang awalannya "Waw", pada imperpect " Waw" dihilangkan.
Yaraa. Orang ketiga masculin tung gal imperpect dari Ra'aa. Dalam kata kerja ini hamzahnya dihilangkan pada imperpect dan perpect pola IV.
Mumtaddaa adalah participle aktif dari pola VIII kata kerja Imtadda.
3. Tabduu. Orang ketiga feminin tunggal imperpect dari kata kerja Badaa.
Pada kata kerja imperpect indicatif yang mempunyai huruf lemah ("waw" dan "ya") pada " lam" nya (suku terakhir) dapat diketahui dari harkat suku tengahnya.
Apabila harkat huruf (suku) tengah itu dhammah, maka "lam" nya yang asal adalah "Waw" tanpa harkat. Apabila harkatnya fathah maka hu rufnya adalah "alif maqsurah" seper ti Yabqaa. Dan apabila harkat suku tengahnya kasrah, maka hurufnya adalah "ya" tanpa harkat, seperti Yajrii.
Dalam imperpect indicatif asal hu ruf "lam" nya dari kata kerja itu, su ku terakhirnya adalah Sii ..seperti Yastad'ii selain dalam pola V dan VI yang suku terakhirnya Saa .. seperti Yatadaa'aa.
Perubahan dalam imperpect yang berhuruf lemah pada "lam" nya juga terjadi pada akhir kata, bila dalam jamak yang akhiran (sukunya) dihilangkan.
4. Yaluuhu orang ketiga masculin tunggal, dari kata kerja lowong, Laa ha. Dalam imperpect indicatif yang berhuruf lemah "ain" nya, suku te ngah dibunyikan panjang sesuai dengan huruf asalnya.
Dengan demikian Laaha (<Lawaha) > Yalwuhu > Yaluuhu sama halnya dengan Kaada (<Kawada) > Yakwadu > Yakaadu dan Shaara Shayara, Yashru > Yashiiru.
Kata kerja lowong ini pola II, III, V, VI dan IX ditafsirkan seperti biasa.
Suku tengah kata kerja lemah (lo wong) pola IV dan X selamanya "Ya" sesuai dengan aturan di atas. Suku tengah dari kata kerja lowong pola VII dan VIII selamanya dipan jangkan dengan "Alif."
5. Yakaadu orang ketiga masculin tunggal imperpect dari kata kerja lemah (lowong) Kaada. Kata kerja Kaada dapat dianggap sebagai ka ta kerja tambahan dan termasuk dalam kata kerja pokok Yadzhunnu dengan pengertian : seolah-olah, hampir saja.
6. Yajidu orang ketiga masculin tu nggal imperpect dari Wajada, Yurwii orang ketiga masculin tunggal imperpect dari kata kerja pola IV Ara (akhiran waw dan ya tak berharkat).
7. Tastariihu orang ketiga feminin tunggal imperpect dari pola X Istaraaha.
8. Yu-addii orang ketiga masculin tunggal imperpect dari pola II Addaa.
Yalii orang ketiga masculin tunggal imperpect dari kata kerja yang me miliki dua huruf lemah Walii. Men tashrifkan kata kerja seperti ini de ngan jalan mengkombinasikan ke dua huruf lemah itu ( yaitu "Fa" dan "Lam" nya).
III. Latihan :
1. Zulhijjah (adalah) bulan haji dalam Islam (Dzulhijjati huwa syahrul hajji fil islaami).
2. Pada (waktu itu) setiap Muslim yang sanggup mengerjakan haji ke Mekkah al-Mukarramah bagaima napun jauhnya negerinya (Fapiihi yatawajjahu kullu muslimin qaadi rin 'alal hajji ila makkatal mukarro mati mahmaa kaana bu'du bilaa dihi).
3. Ia memasuki kota itu sebagai muhrim (= orang yang ihram) dan mengerjakan thawaf di Ka'bah dan shalat di sana (Watadkhulu tilkal madiinata muhriman wa
yadzhuufu bil ka'bati wayushalli 'indahaa).
4. Haji bermula dengan perjalanan ke bukit Arafat dimana dilakukan wukuf (berhenti) (Wayabtadi-ul hajju bissairi ila jabali 'arafaati haitsu yajril wuquufu).
5. Pada hari kesepuluh bulan itu, (adalah) Hari Raya Idul Adha. Maka semua orang bergembira (Wafil yaumil 'aasyiri minasy syahri yakuu nu 'iidul adhaa. Fayafrahunnaasu),
6. Dan setiap Muslim berkorban (menurut) kesanggupan (nya), (kor ban) binatang, dan memberikannya kepada orang-orang (lain) (Wayu dhahhii kullu muslimin qaadirin dha hiyyatan wayu'thiihaa linnaasi).
7. Kemudian dia melakukan ziarah ke Madinah al Munawwarah, tem patnya (markas) makam Rasul (Tsumma yaquumu biziyaaratil madiinati munawwarati markazi qabrir rasuuli).
IV. Ulangan :
a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia :
1. Yakaadu yakuunul mu'allimu rasuula.
2. Yudhahhil mujaahidu binafsihi fii sabiili wathanihi hattal mauti.
3. Makkatul mukarramatu hiyal madiinatul muhimmatul muqaddasatu fil islaami wataliihal madiinatul munawwaratul waaqi'atu ilasy syamaali minhaa.
4. Inna 'adamal mas-uuliyyati fil hukmi musykilatun tu-addii ilaa a'maalin kharqaa-i laa tahluu lisy sya'bi.
5. Ya'iisyul muslimush shaalihhu muhibban lillaahi warasuulihi bikulli qalbihi wamujtahidan fii khidmatid diini minath thuluufati hattal mauti.
6. Taquumul hukuumatul yauma bihalli jamii'il musyaakilid daakhiliyyatil ma'ruufatil latii' taradhathaa fii tahqiiqil muthaalibil wathaniyyah.
b. Terjemahkan ke bahasa Arab :
1. Walaupun pemerintah baru saja memegang pemerintahan, tetapi masalah-masalah negeri itu masih tinggal (tetap ada).
2. Pada musim panas keluarga-keluarga dari Kairo beristirahat di petang hari, tetapi mereka tetap (tinggal) pada pekerjaab mereka sampai jam-jam terakhir.
3. Perjanjian (antara) Inggeris dan Irak memberikan konsesi kepada Inggeris di wilayah Irak.
4. Manusia (orang-orang) di padang pasir itu hidup miskin (dalam) ekonomi.
5. Ketua partai itu memanggil rapat sekali dalam sebulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar