Kamis, 25 Juli 2019

Langit tak Berbintang (21)

Langit tak Berbintang (21)
Oleh Wak Amin


"SIAPA Bos?" Tanya Sanaf kehera nan. Tak biasanya Sang Bos kaget luar biasa. Sampai-sampai harus terbatuk dan meminta Arman meng hentikan mobil sebentar.

"Maria tau."

Haaa?

Arman dan Sanaf juga pada kaget. Keduanya harus minum untuk me nghilangkan rasa kaget.

"Bos tau dimana saya?" Pancing Maria agar Bos Malik marah besar.

Ternyata benar ..

Bos Malik amat marah karena Ma ria justru ada di belakang mobil me reka.

"Lihat ..."

"Lihat kemana Bos?" Tanya Arman.

"Belakang tau."

Tengok ke belakang, eee enggak ada siapa-siapa.

"Enggak ada siapa-siapa Bos. Me mangnya ada siapa Bos. Maria?"

Sanaf jadi bingung sendiri ...

"Maria tau ..."

Ha ha ha ..

Sanaf ketawa terpaksa. Saat dita nya Sang Bos kenapa, dia jawab lucu. Masa kenapa tipu perem puan.

"Halo Tuan-tuan yang ganteng," sa pa Maria dari balik kaca mobil.

Reeen ...

"Kejar aku Tuan-tuan!"

He he he ...

"Kampret sialan .." Bos Malik geram bukan main. Baru kali ini dia diper mainkan wanita.

"Marahi Bos," kata Sanaf.

"Iya Bos," ujar Arman sambil memu kul-mukul setir mobil.

"Kejar tau .."

"Siap Bos."

Maunya sih cepat, tapi entah kena pa laju mobil justru tersendat-sen dat.

Bikin darah tinggi Sang Bos ...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar