Mana Tahan (16)
Oleh Wak Amin
JONI tiba-tiba, dari pintu depan mo
bil, naik ke bak truk. Dia ditugasi Ka mil memeriksa apakah peti kiriman masih utuh atau justru sudah ber kurang.
Terjadi duel seru antara Maria deng an Joni di atas bak truk. Berawal da ri rencana Maria yang hendak mem buang barang kiriman ke jalan.
Hiyaaat ...
Tendangan Joni berhasil dielakkan Maria. Begitu juga beberapa kali pu kulan yang dilepaskan, tak satupun yang mengenai sasaran.
Justru tendangan balasan memutar dari Maria lah yang kena. Tepat me ngenai perut.
Eeeegh ...
Joni terjatuh.
Joni mencoba bangun. Namun se ketika Maria menarik kedua kaki nya. Dia seret, lalu dia lempar ke jalan.
Berguling-gulingan ...
"Mayor. Salah seorang dari mereka saya lempar ke jalan," lapor Maria.
"Dia naik ke bak truk dan mengajak saya duel Dan," lanjut Maria.
"Oke. Lempar barangnya sekarang Nona Maria," perintah Mayor Hana fi.
"Siap Mayor!"
Satu-satu senjata ilegal itu dilemp ar ke jalan, disusul bahan peledak dan peluru dalam jumlah besar.
Hampir separo barang selundupan itu sudah bertebaran di jalan.
Syiiiiit ...
Graaaw ...
Truk berhenti mendadak. Evan, Ka mil, Kalam dan Fandi turun dari mo bil.
Dooor ...
Dooor ...
Sambil melompat dari bak truk dan bergulingan di jalan, Maria melepas kan beberapa kali tembakan. Berha sil menewaskan Kalam dan Fandi.
Kamil geram . .
Trot tot trot tot ..
Dia lepaskan tembakan secara membabi buta ..
Evan kesakitan. Dadanya berdarah. Terkena tembakan rupanya ia. Si pe nembaknya tidak lain adalah Let nan Subekti.
Kamil tak bisa berbuat apa-apa. Da rah semakin banyak. Berceceran di jalan ...
"Doooor .."
Kamil menembak kepala anak buah nya itu. Tewas seketika. Setelah itu dia melompat ke semak belukar tak jauh dari truk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar