Mana Tahan (17)
Oleh Wak Amin
"MAYOR. Dia lari ke hutan. Saya siap kejar!"
"Oke. Saya dan Letnan Subekti juga siap mengejar," kata Mayor Hanafi.
Meski belum tahu persis posisi Ka mil, Maria yakin, cepat atau lam bat, Kamil pasti tertangkap.
Dooor ..
Doooor ...
Tembakan kedua Kamil mengenai lengan kanan Maria. Tembakan keti ga tak jadi dilepaskan karena Maria lebih dulu menembak.
Aduuuh ...
Timah panas itu menembus paha kanan Kamil. Dia jatuh tersungkur. Tapi tidak pingsan.
"Non Maria. Roger."
"Sudah dekat Mayor."
"Oke. Tetap waspada Nona."
"Siap Mayor."
Karena sudah tahu posisi Kamil, meski sakit dan berdarah, Maria terus mengejar.
Semakin dekat ...
Sementara Kamil coba berdiri. Kali pertama tidak bisa. Baru kali ke d ua yang bisa. Itu pun terjatuh lagi sambil menahan sakit.
Maria mendengar jelas suara era ngan itu. Ternyata berasal dari se belah kirinya. Kira-kira berjarak se ratus meter dari posisinya saat ini.
Kamil akhirnya bisa berdiri ...
Dia bersiap melangkah ...
Tiba-tiba terdengar suara ..
"Jangan bergerak!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar