Jumat, 02 Agustus 2019

Mana Tahan (4)

Mana Tahan (4)
Oleh Wak Amin

RAJA Jasina pada akhirnya meme rintahkan Panglima Besar Jenderal Amir untuk menyerang Negeri Yau man lewat laut dengan pengopera sian kapal perang MARI.

Berkekuatan seribu personil angka tan laut dan dua pesawat tempur di geladak utama, dikomandoi Kolonel Santoso. Berangkat meninggalkan pelabuhan besar Jasina jelang su buh dengan cuaca cerah.

Dilepas Raja Jasina dan Pangsar Jenderal Amir, Sang Raja berpesan misi penyerangan besar ini tidak boleh gagal.

"Kalian camkan itu. Kalian pahami itu baik-baik. Saya yakin kalian se pendapat dengan saya, bahwa pe nyerangan ini harus berhasil. Se bab, jika sampai gagal berarti ka li an mencoreng muka saya dengan tinja .."

Semua menyimak ..

Hening ...

"Hudup Jasina!" Teriak Jenderal Fatoni, Raja Jasina sambil menge palkan tinju ke atas.

"Hidup Raja!" Jawab personil MARI dan Kolonel Laut Santoso.

Yel-yel ini berulangkali terdengar. Sampai akhirnya Sang Raja me nyampaikan pesan terakhir ..

"Di pundak kalian ada nama Jasi na. Bikin banggalah dia. Tunjukkan pada dunia kitalah yang paling he bat dan paling perkasa di jagat raya ini .."

Lima menit kemudian Raja Jasina dan rombongan turun dari kapal ke banggaan Jasina yang besar dan mewah itu.

Seruling MARI berbunyi, merinding kan bulu roma ...

Kapal perang itu pun mulai menja uh dari kerumunan orang yang me lepasnya pergi jauh ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar