Mana Tahan (5)
Oleh Wak Amin
SEMENTARA di pelabuhan laut Yau man sudah hadir Presiden Bais, Pa ngsar Jenderal Sutarman, Pangsar Al- A'la Jenderal Zainab, Kolonel La ut Basuki dan beberapa pejabat terkait.
Tampak megah kapal perang Caha ya yang tengah bersandar di pelabu han Sami'na wa Atha'na. Dilengkapi dua pesawat tempur canggih dan rudal nyamuk.
Kolonel Laut Basuki, atas persetu juan Presiden Yauman, ditunjuk se bagai Komandan dengan memim pin 50 personil angkatan laut ber pengalaman.
Langit cerah. Air laut tenang seolah ikut menyimak secara sungguh-su ngguh pidato pelepasan dari Presi den Bais ...
Dalam pidatonyo, orang nomor sa tu di Negeri Yauman ini mengajak semua rakyatnya ikut berdoa agar misi yang diembankan kepada Kolo nel Laut Basuki dan kawan-kawan sukses.
"Saya tidak menginginkan kita ber perang. Tapi kita tak bisa menge lak dan menghindari perang. Apala gi itu menyangkut harkat dan mar tabat rakyat Yauman," kata Presi den Bais dengan suara lantang.
"Kita tak boleh kalah oleh teroris. Sekali kita kalah hancur sudah ne geri ini ..."
Presiden Bais menghentikan seje nak pidatonya ...
"Kita harus lawan teroris dengan segala kemampuan dan kekuatan yang kita miliki. Kita harus bersatu dan sepakat untuk tidak memberi sejengkal pun tanah Yauman dita paki dan diduduki teroris."
Hening ...
Hanya sesekali terdengar desiran suara ombak menyinggahi tepian laut berpasir putih ..
"Kepada saudara Kolonel Laut Basu ki, saya titip pesan agar selalu men jaga kekompakan, persatuan dan kesatuan. Karena hanya dengan ca ra inilah kita bisa memenangi sebuah peperangan."
"Selamat jalan. Semoga sukses. Pu lang membawa kemenangan, meng harumkan Negeri Yauman .."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar