Minggu, 15 September 2019

Bola Pingpong (23)

Bola Pingpong (23)
Oleh Wak Amin




DI sebuah rumah dekat perbukitan pinggiran kota, Mr Ford dengan se tia menemani Maria. Mengitari ja lan setapak sekitar bukit.

"Pelan dan sabar," ucap Mr Ford. Maria pagi hari ini sedang melatih kedua kakinya.

Dibanding hari sebelumnya yang su lit digerakkan, walau masih meng gunakan tongkat, kini sudah bisa berjalan.

"Terima kasih Mister," kata Maria. Agak berat dia berucap karena se belum ini sikapnya pada Mr Ford sangat menyebalkan.

"Kita istirahat sebentar di sana Nona Maria. Mau kan?"

"Tak usah Mister. Banyak nyamuk disana. Mending kita pulang aja ke rumah Mister."

"Oke."

Lima kaki melangkah ..

Mark dan kawan-kawan berhasil menemukan persembunyian Mr Ford dan Maria.

Untungnya, mereka tidak menemu kan mobil Mr Ford, yang disembu nyikan di belakang rumah kayu ya ng mereka diami berdua sejak kemarin malam.

"Kamu tunggu disini saja Nona. Aku ambil mobil dulu. Setelah itu aku jemput lagi."

"Mister!"

Mr Ford menoleh ke kanan.

"Hati-hati Mister."

"Baik Non."

Mark cs semakin dekat. Mr Ford de ngan cepat merapikan semak dan rerumputan yang menutupi mobil yang biasa dia pakai kemana per gi.

"Itu dia Bos!"

Alvin melihat Mr Ford masuk ke da lam mobilnya.

Mobil pun melaju ...

"Cepat kejar!" Perintah Mark sambil melepaskan beberapa kali temba kan ke Mr Ford dan mobilnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar