Bola Pingpong (24)
Oleh Wak Amin
"CEPAT .. Cepat Mister."
Druuup ..
Mobil berhenti ...
"Tak usah Mister. Biar aku masuk sendiri," kata Maria.
Dia dekatkan tongkat ke pintu mo bil yang dibuka Mr Ford, lalu men dorong tubuhnya masuk ke mobil yang melaju cepat menuju jalan setapak.
Dooor ...
Doooor ..
"Pintasi saja," kata Mark. Mobil be lok kanan. Jalan menanjak.
Mr Ford kehilangan jejak. Tapi dia terus memacu mobilnya secepat mungkin dan nyaris kebalik setelah sempat menyenggol batu besar dekat pepohonan.
"Itu mereka Mister!"
Dari atas mobil yang melaju cepat di tanah yang tinggi menyerupai te bing tampak Mark dan anak buah nya serempak membidikkan senja ta mereka ke arah mobil Mr Ford.
Dooor ...
Dooor ...
Berondongan peluru menyisakan lubang di mobil Mr Ford. Kaca spi on pecah.
Nyaris terbalik. Padahal Maria su dah bersiap melompat ke luar mo bil.
"Pegang yang kuat Non Maria."
"Siap Mister."
Belok kiri. Mr Ford melintasi bukan jalan setapak. Tapi jalan bersemak sehingga sempat mengacaukan konsentrasi Mark cs.
"Kemana taun itu ya."
Tak terlihat mobil Mr Ford menyu suri jalan setapak. Mark marah. Dia luapkan kemarahannya ke kaca mo bil.
Tarrrr chraaash ...
Pecah kaca depan sebelah kanan. Mobil berhenti ...
"Kenapa berhenti bodoh. Ayo jalan."
"Jalan kemana Bos?" Alvin kuatir ini jebakan dari Mr Ford.
"Jebakan, jebakan. Cepat kejar sana!" Perintah Mark.
Sepakat mobil belok kiri. Menyusuri jalan menurun. Melewati jalan bese mak.
"Ke kanan Vin," ucap Tomas. Tak ada jalan selain semak belukar.
Aaaaum ...
Haaa ...
"Harimau." Teriak Steven. Bukan ketakutan. Tapi senang bukan main.
Kalau dijual itu kulit harimau bera pa duit coba?
"Booos." Rayu Tomas.
"Apa? Cepat kejar sana!"
"Harimau dulu Bos. Baru si Maria nya." Usul Steven.
"Iya Bos. Harimau dapat, si Maria nya juga dapat. Harimau buat kami, Mari ambillah oleh Bos."
Praaaak ...
Mark tinju pintu mobil. Tidak pe cah. Tapi terbuka lebar ...
Tomas dan dua rekannya diam ber debar. Soalnya, kalau Mark marah matanya nyembul keluar.
Syukur tidak ...
Dia malah ...
Hua ha ha ha ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar