Rabu, 16 Oktober 2019

Lafazh KAMI (4)

Lafadz KAMI (4)
Oleh Wak Amin







12. Ayat 37 :

"Faman adzhlamu mimmanif taraa 'alallaahi kaziban au kazzaba bi aayaatihii. Ulaa-ika yanaa luhum nashiibuhum minal kitaab. Hattaa izaa jaa-athum rusulunaa yatawaffau nahum qaaluu aina maa kuntum tad'uuna min duunillaahi. Qaaluu dhalluu 'annaa wa syahiduu 'alaa anfusihim annahum kaanuu kaafiriin."

(Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau men dustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuzh); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya: "Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?" Orang-orang musyrik itu menja wab : "Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami, " dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir).


13. Ayat 40 :

"Innallaziina kazzabuu biaayaatinaa wastakbaruu 'anhaa laa tufattahu lahum abwaabus samaa-i walaa yadkhuluunal jannata hattaa yalijal jamalu fi sammil khiyaath. Kazaalika najzil mujrimiin."

(Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit (a5) dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lubang jarum (a6). Demikianlah Kami mem beri pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kebajikan).

14. Ayat 41 :

"Lahum min jahannama mihaaduw wamin fauqihim ghawaasy. Waka zaalika najzidzh dzhaalimiin."

(Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) (a7). Demiki anlah Kami memberi balasan kepa da orang-orang yang zalim).

15. Ayat 42 :


"Wallaziina aamanuu wa'amilush shaalihaati laa tukallifu nafsan illaa wus'ahaa ulaa-ika ashhaabul jannati. Hum fiihaa khaalidiin."


(Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang sal eh, Kami tidak memikulkan kewaji ban kepada diri seseorang melain kan sekadar kesanggupannya. Me reka itulah penghuni-penghuni surga : mereka kekal di dalamnya).
























______

(a5) Artinya: doa dan amal mereka tidak diterima Allah SWT.

(a6) Artinya : mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkinnya unta masuk ke lubang jarum.

(a6). Maksudnya : mereka terkepu ng dalan api neraka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar