Kamis, 16 April 2020
Olok (9)
Olok (9)
"Dzulqarnain berkata : "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku ter hadapnya adalah lebih baik, maka tolo nglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat) agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqar nain: "Tutuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata : "Berilah aku temba ga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu."
"Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) meluba nginya."
"Dzulqarnain berkata : "Ini (dinding) ada lah Rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh: dan janji Tuhanku itu adalah benar."
"Kami biarkan mereka di hari itu (a12) bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi (a13) sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya."
"Dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu (a14) kepada orang-orang kafir dengan jelas, yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan kebesaran-Ku, dan ada lah mereka tidak sanggup mendengar."
"Maka apakah orang-orang kafir menya ngka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir."
"Katakanlah : "Apakah akan Kami berita hukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"
"Yaitu orang-orang yang telah sia-sia per buatannya dalam kehidupan dunia ini, se dangkan mereka menyangka bahwa me reka berbuat sebaik-baiknya."
"Mereka itu orang-orang yang kufur ter hadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (ku fur terhadap) perjumpaan dengan Dia (a15), maka haruslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat."
"Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok."
_________________
(a12). Yakni di hari kehancuran dunia yang dijanjikan Allah SWT.
(a13). Tiupan kedua yaitu tiupan sebagai tanda kebangkitan dari kubur dan pengumpulan ke Padang Mahsyar, sedang tiupan yang pertama ialah tiupan kehancuran alam ini.
(a14). Pada hari makhluk di Padang Mahsyar dikumpulkan.
(a15). Maksudnya adalah tidak beriman kepada pembangkitan di Hari Kiamat, hi sab dan pembalasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar