Minggu, 24 Mei 2020
Ekonomi (29-tamat)
Ekonomi (29-tamat)
"KATAKANLAH : "Serulah Allah atau se rulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai al-asmaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeras kan suaramu dalam shalatmu dan ja ng an pula merendahkannya (a78) dan cari lah jalan tengah di antara kedua itu." (106)
"Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang mulia." (107)
"Apakah kamu masih mengharapkan me reka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar fir man Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui." (79) (108)
"Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidah nya membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", pada hal ia bukan dari sisi Allah. Mereka ber kata dusta terhadap Allah, sedang mere ka mengetahui." (109)
" Yaitu orang-orang Yahudi, mereka meru bah perkataan dari tempat-tempatnya (a80). Mereka berkata :"Kami mendeng ar," tetapi kami tidak mau menurutinya (a81). Dan (mereka mengatakan pula) : "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa (a82). Dan (mereka mengatakan) : "Raa'ina" (a83) dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka me ngatakan : "Kami mendengar dan menu rut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengu tuk mereka, karena kekafiran mereka. Me reka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis." (110)
"Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhati kanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (a84) (111)
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420
__________________
(106). QS 17 (110)
(a78). Maksudnya jangan membaca Al-Quran dalam shalat terlalu keras atau terlalu perlahan. Tetapi cukuplah sekedar didengar oleh makmum.
(107). QS 56 (77)
(a79). Yang dimaksud ialah nenek mo yang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu diubah-ubah mereka; di antaranya sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yanh tersebut di dalam Taurat itu.
(110). QS 4 (46)
(a80). Merubah arti kata-kata, tempat atau menambah dan mengurangi.
(a81). Maksudnya mereka mengatakan : "Kami mendengar" sedang hati mereka mengatakan : "Kami tidak mau menuruti."
(a82). Maksudnya mereka mengatakan : "Dengarlah", tetapi hati mereka menga takan : "Mudah-mudahan kamu tidak dapat mendengarkan (tuli)"
(a83)."Raa'ina" berarti sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Di kala sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah SAW, orang Yahudi pun me makai pula kata ini dengan digunakan seakan-akan menyebut "Raa'ina", pada hal yang mereka katakan ialah "Ru'un nah" yang berarti kebodohan yang sa ngat, sebagai ejekan kepada Rasulullah SAW. Itulah sebabnya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar per kataan "Ra'inna" dengan "Unzhurna" yang juga sama artinya dengan "Raa'ina".
(111). QS 7 (204)
(a84). Maksudnya, jika dibacakan Al-Quran kita diwajibkan mendengar dan memperhatikan sambil berdiam diri, baik di dalam maupun di luar sembahyang, terkecuali dalam shalat berjamaah. Mak mum boleh membaca Al-Fatihah sendiri waktu imam membaca ayat-ayat suci Al-Quran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar