Selasa, 26 Mei 2020
Rahmat (1)
Rahmat (1)*
By aminuddin
ID Pub : 8800179315466420
1. Doa Memohon Rahmat
"RASUL telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan :"Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." (1)
"(Mereka berdoa) : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."
"(Yaitu) orang-orang yang berdoa :"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan pelihara lah kami dari siksa neraka."
"Tidak ada doa mereka selain ucapan : "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami (a1) dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu) :"Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlsh dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat bakti."
"Ya Tuhan kami, berikanlah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."(2)
___________________
* Rahmat terdiri dari tiga huruf.
Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah, setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf memiliki arti dasar ‘kelembutan, kehalusan dan kasih sayang’.
Sedangkan menurut al-Ashfihani dalam Mufradât Alfâdzh al-Qur’an, kata rahmat berarti ‘kelembutan yang menuntut berbuat baik kepada yang disayangi’. Terkadang rahmat hanya khusus berate ‘kelembutan’. Kadang juga hanya berarti ‘berbuat baik’.
Pada dasarnya rahmat (kasih sayang) itu berasal dari Tuhan Maha Pengasih Penyayang (al-Rahmân al-Rahim). Allah SWT adalah sumber rahmat (kasih saya ng) yang tersebar di alam semesta ini. Allah SWT mewajibkan bagi diri-Nya sendiri sifat rahmat (kasih sayang).
"Katakanlah : "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan bumi?" Katakan lah: "Kepunyaan Allah." Dia telah mene tapkan atas diri-Nya kasih sayang. (+) Dia sungguh-sungguh akan menghim pun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-ora ng yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman." (++) (QS 6:12)
(+). Maksudnya Allah SWT telah berjanji sebagai kemurahan daripada-Nya akan melimpahkan rahmat kepada makhluknya.
(++). Yakni orang-orang yang tidak mau menggunakan akal pikirannya, tidak mau beriman.
Dalam Shahîh al-Bukhârî melalui jalur Abu Hurairah ra, Nabi Besar Muham mad SAW pernah menyatakan, pada hari penciptaannya, Allah SWT mencip takan 100 (seratus) rahmat (kasih sayang). 99 rahmat (kasih sayang) masih dipegang oleh-Nya untuk disimpan. Hanya satu rahmat saja yang disebar kan oleh Allah SWT bagi seluruh makhluknya.
Sementara menurut Shahîh Muslim dari Salman al-Farisi, satu rahmat itu disebar di muka bumi sehingga cukup bagi seorang ibu menyayangi anaknya dan semua makhluk baik manusia, burung, semua jenis hewan dan jin dapat mengasihi satu sama lain.
Lalu 99 rahmat sengaja ditahan oleh Allah SWT untuk memberi rahmat bagi seluruh hamba-Nya pada hari kiamat. (penasantri.id)
(1). QS 2 (285)
(2). QS 3 (8, 16, 147, 193 dan 194)
(a1). Yaitu melampaui batas-batas hukum yang telah ditetapkan Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar