Senin, 27 Desember 2021

Novel Sayonara (11)

Novel Sayonara (11) Oleh Aminuddin (Wak Amin) ID pub-8800179315466420 DI dekat batu besar kecoklat-coklatan Letnan Selamet dan Sersan Yuni menyimak dengan seksama penjelasan dari Sersan Yahya dan Sersan Komar. Disepakati Sersan Yahya berjaga di luar goa sedangkan Sersan Komar, Letnan Selamet dan Sersan Yuni masuk ke goa. Tentu hal ini bukan perkara mudah bagi Sersan Yahya. Selain hanya sendirian, sebentar lagi hari bakal gelap, tak satu pun pemukiman warga di sana, bikin merinding bulu kuduk. Sebaliknya bagi Letnan Selamat cs beserta kedua rekannya harus ber jibaku dengan kondisi kekinian di dalam goa. "Let. Hati-hati," bisik Sersan Yuni. Saat mendengar ada suara aneh di depan mereka. "Sersan!" "Siap Let," ucap Sersan Komar. Matanya liar memandang ke sekitar. Gelap dan panas. Sementara di luar goa, Sersan Yah ya, setelah bosan berdiri, duduk bersandar di dinding batu. Kemudian berdiri lagi dan mondar-mandir di sekitar batu. "Bagaimana Let?" Tanya nya kemu dian. Penasaran apa yang terjadi di dalam goa saat ini. "Sasaran belum terlihat," jawab Letnan Selamet. Ok .. ooooo. "Di luar bagaimana Sersan?" Tanya balik Letnan Selamet. "Sebentar lagi gelap, Let ..." "Kamu takut Sersan? "Sama sekali tidak Let. Cuma ..." "Kenapa?" "Merinding saja." * "Sama lah. Itu artinya takut," gurau Letnan Selamet. Gantian Sersan Yuni yang menele pon. "Kalau kamu takut masuk saja Sersan." "Tidak bisa Sersan. Badanku gede sementara lubang goa kecil." "Bisa bisa kan saja Sersan. Pasti bisa." "Oke, oke. Aku coba nanti." Uhuuuy. Lega rasanya hati ini. Sambil mengepalkan tinju ke atas, Sersan Yahya bersiap masuk lewat pintu goa. Berulangkali mencoba, tapi selalu gagal. Lalu? "Harus bisa," ucap Sersan Yahya dalam hati. Rasa percaya diri saja tidaklah cukup. Mulut goa memang tidak cukup mampu meloloskan tubuh tambun Sersan Yahya. Dia menyerah. Nafas ngos-ngosan. "Biar aku di luar saja sendirian," katanya kemudian. Tidak ada sahutan. "Sersan!" "Letnan!" Ternyata di dalam goa sempat terja di baku tembak. Mengakibatkan dinding goa sedikit bergetar. Tembak menembak itu berawal dari Awal yang melihat ada sekelebat bayang-bayang di dekatnya. Ternyata itu sosok Sersan Yuni. Wanita cantik berkulit hitam manis ini dengan sigap membalas itu tembakan. "Sersan!" Sssst ... "Tahan!" Letnan Selamet mendengar ada suara langkah kaki. Sersan Komar diminta siaga jika Awal cs nekat melepaskan tembakan susulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar