Oleh Aminuddin
ID : Pub-4876570404296850
AL-HASAN dari Imran bin Hushain ra berkata, ketika kami di tengah perjalanan bersama Nabi SAW, tiba-tiba turunlah ayat: “Yaa ayyuhannaasut taquu robbakum, inna zalzalatas Saa’ati syai-un ‘adhiiim” (QS Al-Haj 1) (Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya kegoncangan Hari Kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).”
Nabi pun SAW bertanya : Tahukah kamu hari apakah itu?
Jawab mereka: Allah SWT dan Rasulullah SAW yang lebih mengetahui.
Nabi SAW bersabda: Yaitu ketika Allah SWT berfirman kepada Adam: Bangunlah dan siapkan bagian neraka dan bagian surga.
Adam bertanya: Ya Robbi, berapakah bagian neraka, dan berapa pula bagian surga?
Jawab Allah SWT : Tiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh sembilan bagian neraka dan satu bagian surga.
Ketika mendengar itu, semua sahabat langsung menangis.
Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Inni la’arju an takunu tsulutsa ahlil jannati” (Sungguh saya mengharap semga kamu sepertiga penduduk surga).
Maka bertakbirlah sahabat.
Kemudian Nabi SAW bersabda: Tiada terutus seorang nabi melainkan dari orang-orang jahiliyah. Jika belum cukup diambil dari kaum munaafiqin.
Sedangkan perumpamaanmu di tengah-tengah umat bagaikan tanda nomor di lengan binatang, atau bagaikan tahi lalat di punggung unta.
Lalu Nabi SAW bersabda: Sungguh aku masih berharap semoga kamu dua pertiga penduduk surga.
Mendengar itu, bertakbir lagilah para sahabat.
Tsumma qoola : Inna ma’akum lakha liqa taini man kaanata fi syai-in illaa katsu ratahu ya’juj wama’juga, wa man maata min kafaraatil jinni wal insi (Sesungguhnya bersama kamu ini ada dua makhluk. Keduanya jika berkumpul dengan siapa saja pasti melebihi banyaknya Ya’juj dan Ma’juj serta orang-orang kafir dari jin dan manusia).
Abul Laits berkata : Saya telah mendengar ayahku berkata, bahwasanya Handhalah berucap, ketika kami berada di tempat Nabi SAW, ia memberi nasihat kepada kami nasihat yang sangat meresap sehingga hati lunak dan air mata bercucuran dan kami pun menyadari diri.
Kemudian, kata Handhalah, saya pulang ke rumah dan membicarakan dunia bersama isteriku sehingga lupa dengan suasana di majelis Nabi SAW . Saya sadar kembali, lalu saya berkata kepada diri sendiri, sungguh munafik aku ini ketika telah berubah perasaan lunak, takut dan sedih yang tadi itu.
Kemudian saya keluar dan berseru:
Nafaqa Handhalah (telah menjadi munafik Handhalah).
Abu Bakar menyahutinya: Tidak. Tidak munafik engkau wahai Handhalah.
Lalu saya, ujar Handhalah, berkata:
“Ya Rasulullah, kami tadi mendengar nasihatmu. Sungguh meresap dalam hati dan bercucuran air mata serta menyadari. Namun ketika telah kembali ke rumah dan membicarakan dunia dengan isteriku, aku lupa kepada nasihatmu.”
Nabi SAW pun bersabda: “Ya Handhalah, innakum lau kuntum ala tilkal halati lashaa fahat kumul malaaikatu fiththariqi, walazaaratkum fi duurikum, waalaa farusyikum, walaakin ya Handhalah saalatan fasaa’ah” (Hai Handhalah, andaikan kamu tetap dalam keadaan seperti itu, niscaya malaikat turun ber jabat tangan denganmu di jalan-jalan dan berziarah kepadamu di rumahmu serta tempat tidurmu. Tetapi memang demikian Hai Handhalah. Sesaat ingat dan sesaat pula lupa).
Abul Laits berkata : Orang yang berbuat kebaikan, berhajat kepada rasa takut dari empat perkara:
1. Takut tidak diterima, sebab Allah SWT hanya menerima dari orang yang benar-benar takwa.
2. Takut riya’. Sebab, Allah SWT berfirman: “Wamaa umiruu illa liya’budu Allaha mukhlishina lahuddiin.” (Mereka tidak diperintah kecuali supaya menyembah kepada Allah dengan tulus ikhlas dan agama itu adalah hak Allah).
3. Takut dalam penjagaan keselamatannya. Karena Allah SWT telah berfirman, siapa yang mem bawa hasanat maka ia akan mendapat sepuluh kali lipat pahalanya dengan syarat hasanat itu harus sampai dibawa ke akherat.
4. Takut kehinaan dalam taat. Sebab, belum tahu apakah tetap mendapat taufik atau tidak, karena firman Allah SWT : “Wamaa taufiqi illa billaah alaihi tawakkaltu wa ilaihi unib” (Dan tidaklah tau fik kecuali pertongan Allah kepada-Nya, saya berserah, dan kepada-Nya saya akan kembali).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar