Jumat, 16 Desember 2016

Takut kepada Allah SWT (4)



Siraman Rohani

Takut kepada Allah SWT  (4)
Oleh :  Aminuddin
Edisi Keempat

IBNU Muhammad bin Ka’ab Al-Quradli berkata kepada putera beliau:
“Hai anakku, aku melihat engkau kecil baik dan besar juga baik. Namun seakan-akan engkau mence ritakan sesuatu yang menghancurkan, karena apa yang aku lihat engkau lakukan di siang dan malam hari?
Muhammad bin Ka’ab menjawab:
“Wahai ibu, apa yang menjaminku, jika Allah SWT melihat aku pada saat aku melakukan sebagian dosa, lalu Dia memurkaiku dan berfirman : “Demi keagungan dan kebesaran-Ku, aku tidak mengampunimu?”
Seorang pemuda dari sahabat Anshar terlanda ketakutan terhadap neraka, sehingga dia mengira neraka ada di dalam kamarnya.
Nabi SAW mendatangi dan merangkulnya, lalu pemuda itu pun wafat. Nabi SAW  bersabda: “Siapakah teman kalian. Sebab sesungguhnya ketakutan terhadap neraka meremukkan hatinya.”
Diriwayatkan, bahwa suatu kaum berdiri di dekat seorang ahli ibadah pada saat dia menangis.
Mereka bertanya: “Apa yang membuat engkau menangis?”
Ahli ibadah menjawab : “Luka yang ditemukan di hati mereka yang ada rasa takut.”
Mereka bertanya lagi: “Apa luka itu?”
Dia menjawab:”Katakan ketika dipanggil untuk dihadapkan ke hadhirat Allah SWT.”
Seorang laki-laki bertanya kepada Hasan Bahsri :
“Bagaimana engkau pagi ini, hai Abu Said?”
“Baik,” jawab Hasan.
“Bagaimana keadaanmu?” Tanya orang itu lagi.
“Engkau bertanya kepadaku tentang keadaanku? Bagaimana menurutmu jika ada sekelompok orang yang berada di atas perahu, lalu perahu mereka pecah sehingga masing-masing dari mereka berga yutan pada kayu? Bagaimana keadaannya?” Jawab Hasan sambil tersenyum.
Lelaki itu pun menjawab : “Sangat takut.”
“Aku lebih takut daripada mereka,” kata Hasan Bashri.
Suatu kali, hamba perempuan yang dimerdekakan oleh Umar bin Abdul Aziz datang menemuinya. Kemudian mengucapkan salam dan menuju ke masjid yang ada di dalam rumah Umar.
Hamba itupun menunaikan salat dua rakaat dan tak lama setelah itu dia tertidur karena mengantuk. Dalam tidurnya, ia menangis lalu terbangun dan berkata: “Demi Allah, aku bermimpi yang aneh, hai amirul mukminin.”
“Apakah mimpi itu?” Tanya Umar ra.
“Aku melihat neraka menyala di hadapan penghuninya, kemudian didatangkan sirath dan diletakkan di atasnya,” jawab si hamba.
“Teruskan!” Kata Umar.
“Kemudian Abdul Malik bin Marwan didatangkan, lalu digotong. Namun dia tak lama lewat. Sirath pun miring dan dia terjatuh ke dalam jahanam .” Ujar hamba tadi.
“Teruskan!” Pinta Umar.
“Lalu didatangkan Al-Walid bin Abdul Malik,” lanjut si hamba, “Dia datang tapi tidak lama sirath miring dan dia terjerumus ke dalam neraka jahanam.”
“Teruskan!” Pinta Umar lagi.
Budak itu pun berkata: “Lalu didatangkan Sulaiman bin Abdul Malik. Dia juga tidak lewat di atas sirath kecuali sebentar. Lalu sirath pun miring dan dia terjerumus ke dalam neraka jahanam.”
“Teruskan!” Pinta Umar lagi.
“Kemudan, “ kata si hamba, “Engkau didatangkan, demi Allah hai amirul mukminin.”
Mendengar hal itu, Umar pun menjerit sekali dan jatuh pingsan. Melihat Umar pingsan, hamba itu pun bersegera mendekat kepadanya, dan berbisik di telinganya:
“Hai amirul mukminin. Aku melihat engkau selamat, demi Allah. Aku melihat engkau selamat, demi Allah . “
Ketika si hamba perempuan mengatakan perkataan tadi, Umar bin Abdul Aziz ra pun menjerit sambil menggerak-gerakkan kedua kakinya.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar