Siraman Rohani
Takut kepada Allah SWT (4)
Oleh : Aminuddin
Edisi Keempat
IBNU Muhammad bin Ka’ab Al-Quradli
berkata kepada putera beliau:
“Hai anakku, aku melihat engkau
kecil baik dan besar juga baik. Namun seakan-akan engkau mence ritakan sesuatu
yang menghancurkan, karena apa yang aku lihat engkau lakukan di siang dan malam
hari?
Muhammad bin Ka’ab menjawab:
“Wahai ibu, apa yang menjaminku,
jika Allah SWT melihat aku pada saat aku melakukan sebagian dosa, lalu Dia
memurkaiku dan berfirman : “Demi keagungan dan kebesaran-Ku, aku tidak mengampunimu?”
Seorang pemuda dari sahabat Anshar
terlanda ketakutan terhadap neraka, sehingga dia mengira neraka ada di dalam
kamarnya.
Nabi SAW mendatangi dan
merangkulnya, lalu pemuda itu pun wafat. Nabi SAW bersabda: “Siapakah teman kalian. Sebab
sesungguhnya ketakutan terhadap neraka meremukkan hatinya.”
Diriwayatkan, bahwa suatu kaum
berdiri di dekat seorang ahli ibadah pada saat dia menangis.
Mereka bertanya: “Apa yang membuat
engkau menangis?”
Ahli ibadah menjawab : “Luka yang
ditemukan di hati mereka yang ada rasa takut.”
Mereka bertanya lagi: “Apa luka
itu?”
Dia menjawab:”Katakan ketika
dipanggil untuk dihadapkan ke hadhirat Allah SWT.”
Seorang laki-laki bertanya kepada
Hasan Bahsri :
“Bagaimana engkau pagi ini, hai
Abu Said?”
“Baik,” jawab Hasan.
“Bagaimana keadaanmu?” Tanya orang
itu lagi.
“Engkau bertanya kepadaku tentang
keadaanku? Bagaimana menurutmu jika ada sekelompok orang yang berada di atas
perahu, lalu perahu mereka pecah sehingga masing-masing dari mereka berga yutan
pada kayu? Bagaimana keadaannya?” Jawab Hasan sambil tersenyum.
Lelaki itu pun menjawab : “Sangat
takut.”
“Aku lebih takut daripada mereka,”
kata Hasan Bashri.
Suatu kali, hamba perempuan yang
dimerdekakan oleh Umar bin Abdul Aziz datang menemuinya. Kemudian mengucapkan
salam dan menuju ke masjid yang ada di dalam rumah Umar.
Hamba itupun menunaikan salat dua
rakaat dan tak lama setelah itu dia tertidur karena mengantuk. Dalam tidurnya,
ia menangis lalu terbangun dan berkata: “Demi Allah, aku bermimpi yang aneh,
hai amirul mukminin.”
“Apakah mimpi itu?” Tanya Umar ra.
“Aku melihat neraka menyala di
hadapan penghuninya, kemudian didatangkan sirath dan diletakkan di atasnya,”
jawab si hamba.
“Teruskan!” Kata Umar.
“Kemudian Abdul Malik bin Marwan
didatangkan, lalu digotong. Namun dia tak lama lewat. Sirath pun miring dan dia
terjatuh ke dalam jahanam .” Ujar hamba tadi.
“Teruskan!” Pinta Umar.
“Lalu didatangkan Al-Walid bin
Abdul Malik,” lanjut si hamba, “Dia datang tapi tidak lama sirath miring dan
dia terjerumus ke dalam neraka jahanam.”
“Teruskan!” Pinta Umar lagi.
Budak itu pun berkata: “Lalu
didatangkan Sulaiman bin Abdul Malik. Dia juga tidak lewat di atas sirath
kecuali sebentar. Lalu sirath pun miring dan dia terjerumus ke dalam neraka
jahanam.”
“Teruskan!” Pinta Umar lagi.
“Kemudan, “ kata si hamba, “Engkau
didatangkan, demi Allah hai amirul mukminin.”
Mendengar hal itu, Umar pun
menjerit sekali dan jatuh pingsan. Melihat Umar pingsan, hamba itu pun
bersegera mendekat kepadanya, dan berbisik di telinganya:
“Hai amirul mukminin. Aku melihat
engkau selamat, demi Allah. Aku melihat engkau selamat, demi Allah . “
Ketika si hamba perempuan
mengatakan perkataan tadi, Umar bin Abdul Aziz ra pun menjerit sambil menggerak-gerakkan
kedua kakinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar