Tausiyah
Nasehat Imam
Al-Ghazali (1)
Jangan Berpanjang
Angan-angan
By Aminuddin
KETAHUILAH saudaraku ..
Jika anda suka memperpanjang angan-angan, hanyut dalam
lamunan yang tidak wajar, akan timbul empat hal berikut pada diri anda, yaitu …
1.
Meninggalkan taat kepada Allah SWT dan
bermalas-malasan. Benarlah apa yang
dikatakan Da wud At-Thai , “Barangsiapa takut ancaman Allah, maka yang jauh
menjadi dekat. Dan barang siapa yang panjang angan-angan, maka buruk amalnya.”
Yahya bin Mu’adz Ar-Razi mengatakan, “Panjang
angan-angan (Thulul Amal) itu memutuskan setiap kebaikan, tamak mencegah
dari setiap kebenaran, sabar membawa kepada keberuntu ngan dan nafsu mengajak
kepada setiap kejahatan.”
2.
Meninggalkan dan menunda-nunda tobat. Dengan
entengnya anda berkata, “Nanti sajalah aku bertobat. Hari-hariku masih panjang,
aku masih muda, usiaku baru sedikit, tobat berada di de panku dan aku mampu
melaksanakannya kapan saja aku mau.” Padahal bisa jadi dihenyakkan oleh kedatangan
ajal yang menjemputnya secara tiba-tiba, sementara ia masih berbuat dosa dan
belum sempat memperbaiki amalnya.
3.
Materialistis. Suka menimbun dan menumpuk-numpuk
harta, sibuk mengurusi dunia dan melu pakan akherat. Abu Dzar ra berkata, “Aku
bisa mati terbunuh oleh angan-angan akan suatu hari yang tidak sempat kutemui.”
Kepadanya ditanyakan, “Bagaimana bisa begitu hai Abu Dzar?” Ia menjawab, “Karena
angan-anganku melampaui batas umurku.”
4.
Kekerasan hati. Hati menjadi keras dan melupakan
akherat. Sebab, jika anda berangan-angan akan kehidupan dan panjangnya umur
anda, tentu anda menjadi tidak ingat kematian dan melu pakan kuburan. Ali bin
Abi Thalib karramallahu wajhah berkata, “Sesungguhnya yang paling aku takutkan
dari anda ada dua hal. Yaitu, panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu.”
Ab u Dzar Al-Ghifari berkata, “Dunia itu hanya tiga jam (saat).
Satu jam telah berlalu, satu jam sedang an da jalani, dan satu jam lagi anda
tidak tahu, apakah anda menjumpainya atau tidak.”
Nabi Isa as bersabda: “Dunia itu hanya tiga hari, yaitu hari
yang telah berlalu, sementara anda tidak memiliki kekuasaan sedikitpun untuk
mengendalikannya; hari esok yang tidak anda ketahui, apakah bisa menemukannya
atau tidak; hari yang sedang anda jalani ini, maka pergunakannlah kesempatan
ini sebaik-baiknya.”
Syekh Abu Bakar Al-Waraq, guruku berkata,” Dunia itu hanya
tiga nafas. Satu nafas telah berlalu memba wa amal saleh yang telah anda
kerjakan; satu nafas yang sedang anda jalani; dan satu nafas lagi, anda ti dak
mengetahuinya apakah anda dapat menjumpainya atau tidak. Sebab, banyak orang
yang sedang bernafas, tiba-tiba dihentikan oleh kedatangan maut sebelum sempat
bernafas kembali.”
Tidakkah anda sadar akan apa yang disabdakan Nabi Muhammad
SAW tentang Usamah berikut ini:
“Tidakkah anda merasa heran kepada Usamah yang membeli
dengan tempo sebulan? Sesungguhnya ia panjang angan-angan. Demi Allah, setiap
aku meletakkan telapak kaki, aku menyangka
bahwa aku tidak dapat mengangkatnya lagi. Dan setiap kali aku menyuap
sesuap, aku menyangka bahwa aku tidak akan dapat menelan sesuap itu sampai aku
tersusul oleh maut. Demi Allah yang menguasai diriku, segala apa yang Allah
telah janjikan kepada anda pasti akan terjadi. Dan sekali-kali anda tidak akan
dapat melemah kan kehendak Allah.”
Diceritakan, bahwa Zurarah bin Auf sesudah wafatnya pernah
dimimpikan oleh seseorang yang berta nya: “ Amal apakah yang paling utama
menurut anda?” Zurarah menjawab, “Ridha dan pendek angan-angan.”
Maka dari itu, renungkanlah diri anda wahai saudaraku. Curahkanlah potensi anda pada pokok agama yang
sangat urgen ini. Karena, pendek angan-angan (Qashrul Amal) adalah sesuatu yang
sangat penting dan berpengaruh besar terhadap hati dan nafsu menuju kebaikan.
Kepada Allah SWT-lah kita memohon petunjuk dan pertolongan. Dia-lah sebaik-baik
pemberi pertolongan, berkah anugerah dan rahmat-Nya.
Wallahu a’lam bishshawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar