Rabu, 14 Maret 2018

Pulau Harimau (18)

Serial Ki Ogan



Pulau Harimau (18)
Oleh Wak Amin


 

"Bagaimana Ul, menurut kamu. Kita naik kapal besar atau kecil saja?"

"Karena jumlahnya Kita banyak, se kali angkut sajalah, Bos. Kita sewa kapal besar yang dapat menampu ng seluruh orang-orang kita," usul Raul.

                                                                            ---

PIHAK berwajib benar-benar kecele. Pasalnya, setelah mendatangi kelo mpok bersenjata Asy-Syifa, tidak di ketemukan seorang pun disana. Padahal semua kekuatan penuh telah dikerahkan.

Sebenarnya, masih ada anggota kelompok Asy-Syifa yang bertahan dan ditempatkan disana. Namun, atas saran Paul, sebaiknya mereka bersembunyi  saat petugas keamaan datang guna menghindari pertumpahan darah.

"Letnan ... Lapor! Tak seorang pun di markas Asy-Syifa yang kami te mukan," kata Mr Lenox.

"Periksa dan sisir lagi." Perintah Letnan Daus.

"Siap Letnan ..."

Di setiap sisi gedung berpagar ting gi itu, dipimpin Mr Lenox, bela san petugas keamanan menyusuri de ngan hati-hati guna menemukan sekaligus mengindari jebakan dan serangan dadakan.

Tak heran, saat melakukan penyisi ran, anggota pasukan yang ber san dikan Zero de Zero ini bersenjata kan lengkap laras panjang. Mereka tidak sendirian. Tapi berlapis meski tidak berkelompok.

Hampir satu jam menyisir, Mr Le nox berkesimpulan Mayor Nawi dan kelompoknya tidak ada di tempat.

"Mereka diperkitakan sudah meni nggalkan tempat ini pagi hari Let nan. Maaf kita terlambat, " jelas Mr Lenox.

"Bisa diperkirakan kemana larinya mereka?"

"Belum sejauh ini. Hanya diperoleh petunjuk mereka menuju selatan. Itu berarti mereka menuju jalur laut."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar