Anak Berbakat (1)
Oleh aminuddin
Pendidikan Khusus
DALAM bukunya yang berjudul 'Republic', Plato memaparkan pandangannya tentang anak berbakat intelektual.
Menurut Plato, ada tiga jenis ma nusia, yaitu jenis emas, perak dan jenis perunggu. Tiap-tiap jenis ini memiliki peran tersendiri dalam masyarakat yang berbeda satu dengan yang lain.
Jenis manusia emas, kata Plato, adalah jenis manusia unggul yang memiliki kelebihan daripada jenis lainnya.
"Anak-anak dari jenis ini sangat memerlukan pendidikan khusus dan amat diperlukan oleh negara ubtuk menduduki posisi yang penting," kata Plato.
Plato menyebutkan bahwa kemam puan lebih yang dimiliki seseorang adalah suatu gift, yakni karunia dari Tuhan yang tidak boleh disia-siakan dan karena itu perlu perhatian khusus.
Dengan menyebut sebagai gift, Plato ingin menunjukkan bahwa manusia jenis emas dapat dilahirkab dari orang tua yang berjenis perak atau berjrnis perunggu. Jadi, gift bukan didapat dari keturunan.
Oleh sebab itu, menurut Plato, un tuk menyeleksi seseorang agar da pat melanjutkan pendidikan ke jen jang yang lebih tinggi, faktor intele gensia, dan stamina fisik lebih diu tamakan daripada status sosial.
Pada awal abad ke 18, Thomas Jefferson dari Amerika Serikat mengajukan gagasan dalam pen didikan yang berbeda bagi setiap individu sesuai dengan bakat yang dimilikinya.
Gagasan Thomas Jefferson itu di landasi oleh pemikirannya bahwa seluruh manusia seharusnya memi liki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat-bakat mere ka yang tidak sama (DeHaan dan Havighurst, 1961).
Dengan gagasan ini, Jefferson me ngusulkan pada kongres suatu per nyataan legislatif yang berjudul 'Bills for the More General Diffusion of Knowledge', yang bertujuan me nyediakan dana bagi generasi mu da Amerika yang dianggap berba kat ubtuk mendapatkan pendidikan sampai jenjang universitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar