Tausiyah
Menafkahi Anak Bini
By Aminuddin
NABI Muhammad SAW bersabda :
-
“Apakah tidak ada lain yang disebut fisabilillah
itu kecuali perang jihad. Siapa berusaha untuk naf kah yang halal maka itu
fisabilillah, dan siapa berusaha membantu kedua orang tuanya, ma ka itu
fisabilillah. Siapa yang berusaha untuk belanja anak keluarganya dari yang
halal, maka itu juga fisabilillah, dan siapa yang berusaha menimbun
kekayaan dan sombong, maka itu adalah
fisabililssyaithan.”
-
“Seutama-utama dinar adalah dinar yang
dibelanjakan untuk anak keluarganya, kemudian dinar yang dibelanjakan untuk
kendaraannya yang digunakan untuk jihad fisabilillah, kemudian dinar yang dibelanjakan untuk kawan-kawannya yang
sama-sama jihad fisabilillah.”
-
Abul-Laits berkata, saya mendengar ayahku
berkata: Ketika Tsabit Albunani di rumah Anas bin Malik ra tiba-tiba ia
berkata, saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah
telah menjamin hutang seorang hamba, jika ia berhutang dalam tiga macam.
Pertama, jika ia berhutang untuk kawin karena takut terjerumus dalam pelacuran,
kemudian nyata tidak da pat membayar hingga mati, maka Allah SWT menjamin untuk
membayar hutangnya pada hari kiamat. Kedua, jika hutang untuk membantu seorang
muslim yang akan keluar untuk berjihad fi sabilillah. Ketiga, jika hutang untuk
kafan orang mati, maka Allah SWT akan memuaskan orang-orang yang dihutangi pada
hari kiamat. “
Kemudian Tsabit Albunani pergi menemui
Al-Hasan Al-Basri dan menceritakan kepadanya apa yang telah diterangkan Anas ra
itu. Al-Hasan Al-Basri berkata: Mungkin karena Anas telah tua dan lemah
sehingga lupa yang lebih utama dari semua itu … “Yaitu Allah menjamin di
samping orang-orang yang tersebut itu, seorang yang hutang untuk belanja anak
keluarganya, lalu ia be rusaha membayarnya tetapi belum sempat membayarnya dia
keburu meninggal dunia, maka ti dak ada perkara antara yang bersangkutan dengan
orang-orang yang menghutangkan pada hari kiamat.”
-
Makhuul berkata, sesungguhnya Nabi SAW bersabda:
“Siapa yang mencari dunia yang halal un
tuk mencukupi kebutuhan tanpa meminta-minta, dan berusaha untuk anak
keluarganya dan me mbantu tetangga, maka akan datang pada hari kiamat dengan
muka laksana bulan purnama. Dan siapa
yang mencari dunia yang halal untuk memperbanyak, berbangga dan bermuka-mu ka, maka akan
menghadap kepada Allah SWT pada hari kiamat sementara Alllah murka kepadanya.”
-
Anas bin Malk ra berkata, Nabi SAW telah
bersabda: “Empat belanja yang tidak akan dihisab ba gi seorang hamba pada hari
kiamat. Pertama, belanja untuk kedua orang ibu-bapanya. Kedua, be lanja untuk
buka puasanya. Ketiga, belanja untuk makan sahurnya, dan keempat, belanja buat
anak bininya.”
-
Rasulullah SAW ditanya: “Ayyul mu’minin akmalu
iemana? Qaala: Ahsabuhum khuluqan ma’a ah lihi (Siapakah orang yang sempurna
imannya? Jawab Nabi SAW: Yang terbaik akhlak (budinya) terhadap keluarganya
(isterinya).”
-
Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari
Anas bin Malik ra berkata: Ya Rasulullah, mana kah yang lebih engkau sayang
bersedekah sepotong roti atau sembahyang sunat seratus rakaat?
Jawab Nabi SAW : “Sepotong roti engkau
sedekahkan lebih saya suka daripada dua ratus rakaat sunat.”
Saya bertanya,Ya Rasulullah, manakah yang
lebih engkau suka menyampaikan hajat
seorang muslim atau sembahyang sunat seratus rakaat?
Jawab Nabi SAW : “Menyampaikan hajat
seorang muslim lebih saya suka dari
sembahyang su nat seribu rakaat.”
Saya bertanya, Meninggalkan sesuap makanan
yang haram lebih engkau suka atau sembahyang seribu rakaat?
Nabi SAW menjawab: “Meninggalkan sesuap
makanan yang haram lebih saya suka daripada sembahyang sunat dua ribu rakaat.”
Saya bertanya, Ya Rasulullah, manakah yang
lebih engkau suka, meninggalkan ghibah atau sembahyang seribu rakaat?
Jawab Nabi SAW : “Meninggalkan ghibah lebih
saya suka daripada sembahyang sunat
sepuluh ribu rakaat.”
Saya bertanya, Ya Rasulullah, manakah yang
lebih engkau suka menyampaikan hajat wanita janda, atau sembahyang sunat sepuluh ribu rakaat?
Jawab Nabi SAW : “Menyampaikan hajat wanita janda lebih aku suka daripada
sembahyang tiga puluh ribu rakaat.”
Ya Rasulullah, manakah yang lebih engkau
suka, duduk bersama anak bini atau duduk di mesjid?
Jawab Nabi SAW: “Duduk sesaat bersama anak
bini lebih aku suka daripada I’tikaf dalam masjidku ini.”
Ya Rasulullah, manakah yang lebih baik
(engkau suka) belanja kepada anak keluarga ataukah naf kah untuk jihad
fisabilillah?
Jawab Nabi SAW: “Satu dirham untuk belanja
keluarga lebih aku suka dari seribu dinar dibelan jakan untuk jihad fisabilillah.”
Saya
bertanya, Ya Rasulullah, manakah yang lebih baik (engkau suka) bakti
kepada kedua orang tua ataukah ibadah seribu tahun?
Nabi SAW menjawab: “Hai Anas, telah tiba
hak dan musnah semua yang bathil (palsu). Sungguh yang palsu itu pasti musnah,
maka berbakti kepada ayah bunda itu lebih saya suka daripada iba dah dua juta
tahun.”
-
“Sesungguhnya di surga itu ada bilik-bilik yang
terlihat luar dari dalamnya dan dalam dari luar nya. Lalu sahabat bertanya,
Siapakah yang akan menempatinya ya Rasulullah?
Jawab Nabi SAW : “Mereka yang suka memberi
makanan, dan baik-baik tutur katanya, selalu ber puasa, menyebarkan salam dan
sembahyang malam di kala orang-orang tidur.”
Sahabat berkata, Ya Rasulullah, mereka
memang layak untuk mendapatkan itu, tetapi siapakah yang dapat berbuat semua
itu?
Jawab Nabi SAW : “Siapa yang membaca
‘subhanallah walhamdu lillah walaa ilaaha illallah wal lahu akbar’, maka ia
telah baik-baik tutur katanya, siapa
yang memberi makan kepada anak ke luarganya
berarti telah memberi makan,
siapa yang berpuasa bulan Ramadhan
berarti telah selalu berpuasa, siapa
yang bertemu kepada sesama muslim lalu memberi salam berarti telah meny barkan
salam, dan siapa yang sembahyang Isya’ serta subuh berjamaah berarti telah
sembahyang malam ketika orang-orang tidur.”
Wallahu a’lam bishshawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar