Minggu, 15 Januari 2017

Menafkahi Anak Bini




Tausiyah

Menafkahi Anak Bini
By  Aminuddin

NABI Muhammad SAW bersabda :
-          “Apakah tidak ada lain yang disebut fisabilillah itu kecuali perang jihad. Siapa berusaha untuk naf kah yang halal maka itu fisabilillah, dan siapa berusaha membantu kedua orang tuanya, ma ka itu fisabilillah. Siapa yang berusaha untuk belanja anak keluarganya dari yang halal, maka itu juga fisabilillah, dan siapa yang berusaha menimbun kekayaan  dan sombong, maka itu adalah fisabililssyaithan.”

-          “Seutama-utama dinar adalah dinar yang dibelanjakan untuk anak keluarganya, kemudian dinar yang dibelanjakan untuk kendaraannya yang digunakan untuk jihad fisabilillah, kemudian dinar  yang dibelanjakan untuk kawan-kawannya yang sama-sama jihad fisabilillah.”

-          Abul-Laits berkata, saya mendengar ayahku berkata: Ketika  Tsabit Albunani  di rumah Anas bin Malik ra tiba-tiba ia berkata, saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menjamin hutang seorang hamba, jika ia berhutang dalam tiga macam. Pertama, jika ia berhutang untuk kawin karena takut terjerumus dalam pelacuran, kemudian nyata tidak da pat membayar hingga mati, maka Allah SWT menjamin untuk membayar hutangnya pada hari kiamat. Kedua, jika hutang untuk membantu seorang muslim yang akan keluar untuk berjihad fi sabilillah. Ketiga, jika hutang untuk kafan orang mati, maka Allah SWT akan memuaskan orang-orang yang dihutangi pada hari kiamat. “
Kemudian Tsabit Albunani pergi menemui Al-Hasan Al-Basri dan menceritakan kepadanya apa yang telah diterangkan Anas ra itu. Al-Hasan Al-Basri berkata: Mungkin karena Anas telah tua dan lemah sehingga lupa yang lebih utama dari semua itu … “Yaitu Allah menjamin di samping orang-orang yang tersebut itu, seorang yang hutang untuk belanja anak keluarganya, lalu ia be rusaha membayarnya tetapi belum sempat membayarnya dia keburu meninggal dunia, maka ti dak ada perkara antara yang bersangkutan dengan orang-orang yang menghutangkan pada hari kiamat.”

-          Makhuul berkata, sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Siapa yang mencari dunia  yang halal un tuk mencukupi kebutuhan tanpa meminta-minta, dan berusaha untuk anak keluarganya dan me mbantu tetangga, maka akan datang pada hari kiamat dengan muka laksana bulan purnama. Dan siapa  yang mencari dunia yang halal untuk memperbanyak,  berbangga dan bermuka-mu ka, maka akan menghadap kepada Allah SWT pada hari kiamat sementara Alllah murka kepadanya.”

-          Anas bin Malk ra berkata, Nabi SAW telah bersabda: “Empat belanja yang tidak akan dihisab ba gi seorang hamba pada hari kiamat. Pertama, belanja untuk kedua orang ibu-bapanya. Kedua, be lanja untuk buka puasanya. Ketiga, belanja untuk makan sahurnya, dan keempat, belanja buat anak bininya.”


-          Rasulullah SAW ditanya: “Ayyul mu’minin akmalu iemana? Qaala: Ahsabuhum khuluqan ma’a ah lihi (Siapakah orang yang sempurna imannya? Jawab Nabi SAW: Yang terbaik akhlak (budinya) terhadap keluarganya (isterinya).”

-          Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas bin Malik ra berkata: Ya Rasulullah, mana kah yang lebih engkau sayang bersedekah sepotong roti atau sembahyang sunat seratus rakaat?
Jawab Nabi SAW : “Sepotong roti engkau sedekahkan lebih saya suka daripada dua ratus rakaat sunat.”
Saya bertanya,Ya Rasulullah, manakah yang lebih  engkau suka menyampaikan hajat seorang muslim atau sembahyang sunat seratus rakaat?
Jawab Nabi SAW : “Menyampaikan hajat seorang muslim lebih saya suka  dari sembahyang su nat seribu rakaat.”
Saya bertanya, Meninggalkan sesuap makanan yang haram lebih engkau suka atau sembahyang seribu rakaat?
Nabi SAW menjawab: “Meninggalkan sesuap makanan yang haram lebih saya suka daripada sembahyang sunat  dua ribu rakaat.”
Saya bertanya, Ya Rasulullah, manakah yang lebih engkau suka, meninggalkan ghibah atau sembahyang seribu rakaat?
Jawab Nabi SAW : “Meninggalkan ghibah lebih saya suka daripada sembahyang  sunat sepuluh ribu rakaat.”
Saya bertanya, Ya Rasulullah, manakah yang lebih engkau suka menyampaikan hajat wanita janda, atau sembahyang  sunat sepuluh ribu rakaat?
Jawab Nabi SAW : “Menyampaikan hajat  wanita janda lebih aku suka daripada sembahyang tiga puluh ribu rakaat.”
Ya Rasulullah, manakah yang lebih engkau suka, duduk bersama anak bini atau duduk di mesjid?
Jawab Nabi SAW: “Duduk sesaat bersama anak bini lebih aku suka daripada I’tikaf dalam masjidku ini.”
Ya Rasulullah, manakah yang lebih baik (engkau suka) belanja kepada anak keluarga ataukah naf kah untuk jihad fisabilillah?
Jawab Nabi SAW: “Satu dirham untuk belanja keluarga lebih aku suka dari seribu dinar dibelan jakan untuk jihad  fisabilillah.”
Saya  bertanya, Ya Rasulullah, manakah yang lebih baik (engkau suka) bakti kepada kedua orang tua ataukah ibadah seribu tahun?
Nabi SAW menjawab: “Hai Anas, telah tiba hak dan musnah semua yang bathil (palsu). Sungguh yang palsu itu pasti musnah, maka berbakti kepada ayah bunda itu lebih saya suka daripada iba dah dua juta tahun.”

-          “Sesungguhnya di surga itu ada bilik-bilik yang terlihat luar dari dalamnya dan dalam dari luar nya. Lalu sahabat bertanya, Siapakah yang akan menempatinya ya Rasulullah?
Jawab Nabi SAW : “Mereka yang suka memberi makanan, dan baik-baik tutur katanya, selalu ber puasa, menyebarkan salam dan sembahyang malam di kala orang-orang tidur.”
Sahabat berkata, Ya Rasulullah, mereka memang layak untuk mendapatkan itu, tetapi siapakah yang dapat berbuat semua itu?
Jawab Nabi SAW : “Siapa yang membaca ‘subhanallah walhamdu lillah walaa ilaaha illallah wal lahu akbar’, maka ia telah baik-baik tutur katanya,  siapa yang memberi makan kepada anak ke luarganya  berarti telah memberi makan,  siapa yang  berpuasa bulan Ramadhan berarti telah selalu berpuasa,  siapa yang bertemu kepada sesama muslim lalu memberi salam berarti telah meny barkan salam, dan siapa yang sembahyang Isya’ serta subuh berjamaah berarti telah sembahyang malam ketika orang-orang tidur.”         

Wallahu a’lam bishshawab.
  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar