Rumayok (30)
Oleh Wak Amin
HIYAAT ...
Dreeep ...
Makhluk astral sina togak podok Malik. Badanna balak, nambun bulu.
Pudakna sorom. Wat kukut rik pu ngu. Tatapan matana tajom. Juk pisau ompai radu diasah.
Ha ha ha ..
"Kamu harus kalahkan aku dulu anak muda. Bila aku kalah kuse rahkan perempuan ini sama kamu. Tapi bila kamu kalah, maaf beribu maaf, dia jadi milikku selamanya."
Ha ha ha ...
"Bagaimana anak muda. Mau duel sama aku?"
"Kalau aku tak mau gimana"
"Ya sudah. Berarti pulanglah kamu sekarang. Buat apa capek-capek ke goa ini .."
Hua ha ha ...
"Dik Malik ... Tolong Mbak Evi!"
Malik sorba salah. Dilawan mak ka lawanan. Mak dilawan hun kilu tu lung.
Mikir sangarobok ..
Radu sina ..
Pasang gaya. Ngaluahku jurus kung fu Bruce Lee. Luncak, nyipak, non dang rik anggucuh.
Pokokna juk Bruce Lee nihan ...
Ha ha ha ...
"Jurus apa itu anak muda?" Tanya du si makhluk sambil ngamodoki Malik sai lagi maragako jurus Bruce Lee.
"Kungfu," jawabdu Malik.
"Ooooo .. Hebat juga. Boleh dong dicoba ke saya. Ayo .. Seraaang!"
Malik atur nafas .. Siap ga anggu cuh si makhluk.
"Ayo pukul ..."
Hiyaat ...
Deep ..
Pungu Malik dikotong' si makhluk. Di putorna. Anjorit malangking. Diun talkona ti dinding goa.
Braaaak ...
Untung mak pocoh hulusina kona dinding goa. Pandok pingsan. Sakik kok tamtu. Mihya liyomda nyawa kona di dopan Mbak Evi.
Ga tidipako statussa ...
Kamis, 31 Januari 2019
Tawa Rasulullah SAW (9)
Tawa Rasulullah SAW (9)
Oleh aminuddin
Mengeraskan Hati
Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibn Umar ra berkata: "Pada suatu hari Nabi Muhammad SAW keluar ke masjid, tiba-tiba ada orang berbicara-bicara sambil tertawa, maka Nabi Muhammad berhenti di depan mereka dan memberi salam lalu bersabda: "Perbanyaklah mengingat hal-hal yang merusak nikmat."
Sahabat bertanya: "Apakah yang merusakkan itu?"
Jawab Nabi Muhammad SAW: "Mati."
Kemudian Nabi Muhammad SAW keluar melihat orang-orang sedang tertawa gelak-gembira, maka Nabi bersabda kepada mereka:
"Ingatlah demi Allah yang jiwaku di tangan+Nya, andaikan kamu mengetahui sebagaimana yang aku ketahui niscaya kamu sedikit tertawa dan banyak menangis."
Kemudian di lain hari keluar pula dan melihat orang-orang sedang gelak ketawa sambil berbicara-bicara, maka Nabi Muhammad SAW memberi salam dan berkata:
"Sesungguhnya Islam ini pada mulanya asing dan akan kembali asing, maka sangat beruntung bagi orang-orang yang berada dalam keterasingan pada hari kiamat."
Nabi ditanya: "Siapakah orang-orang asing itu pada hari kiamat?"
Jawab Nabi Muhammad SAW: "Ialah mereka yang tetap memperbaiki akhlaknya di masa rusaknya."
Rasulullah Shollallahu 'alaihi wassalam pernah bersabda:
"Jauhilah oleh kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah." (HR Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al- Albani).
Syaikh Abdul Aziz Bin Baz juga berkata: "Sesungguhnya banyak bercanda dapat menjatuhkan wibawa, menjauhkan diri dari hikmah, menimbulkan kedengkian, mengeraskan hati dan membuat banyak tertawa yang melalaikan diri dari mengingat Allah."
Sebagai Agama yang sempurna, Islam telah mengaturnya sedemi kian rupa. Rasulullah SAW sebagai manusia, pernah juga bercanda, namun ada batasnya.
Diriwayatkan dari beberapa hadits shahih, jika Rasulullah bercanda, langit-langit mulutnya tidak terlihat. Lalu ketika bercanda pun Rasulullah selalu berkata benar. Tidak seperti kita, kadang harus berbohong atau mengarang-ngarang cerita agar bisa membuat teman kita tertawa.
Ja'far bin Auf dari Mas'ud dari Auf bin Abdullah berkata: "Rasulullah tidak tertawa melainkan senyum simpul dan tidak menoleh kecuali dengan wajahnya."
Hadis ini menunjukkan bahwa senyum itu sunnah dan tertawa bergelak-gelak itu makruh. Maka seharusnya orang yang sehat akal, hindarilah gelak tawa sebab banyak tawa di dunia berarti akan banyak menangis di akhirat.
Ibn Abbas r.a. berkata: "Siapa yang tertawa ketika berbuat dosa maka ia akan menangis ketika akan masuk neraka."
Sedangkan Yahya bin Mu'aadz Arrazi berkata: "Empat macam yang menghilangkan tertawanya orang mukmin dan kesenangannya, yaitu: Memikirkan akhirat, mengintrospeksi dosa-dosa yang telah diperbuat, mencari nafkah yang halal untuk keluarga, dan datangnya musibah atau bencana. Maka seharusnya seorang muslim dan mukmin sejati menyibukkan diri memikirkan semua itu supaya tidak banyak tertawa.
Seringkali kita bertingkah seolah untuk melucu, namun akhirnya kebablasan sehingga menyakiti perasaan orang, terus dengan enteng kita minta maaf sambil cengengesan bilang, “becanda, bos!”
Kita memang suka tertawa, terlebih menertawakan orang lain. Buktinya acara televisi yang isinya reality show, kompetisi, dan mengusili orang, atau acara yang mengumbar komedi agar kita tertawa, justru sangat laku diminati orang.
Padahal di saat tertawa kita lupa bahwa kita sedang membuat hati kita sekeras batu.
Seorang ulama bernama Hasan al-Bashri berkata: "Sungguh ajaib seseorang dapat tertawa padahal dibelakangnya ada api neraka dan orang yang bersuka-suka sedang di belakangnya maut."
Pernah Hasan al-Bashri bertemu dengan pemuda yang sedang tertawa, lalu ditanya:
"Hai anak muda, apakah engkau sedah menyeberang shirath (jembatan shirath al-Mustaqiim di akhirat)?"
Pemuda itu menjawab: "Belum." kemudian ditanya lagi, "Apakah engkau pasti engkau akan masuk surga atau neraka?" dan dijawab: "Belum." dan Hasan al-Bashri bertanya, "Lalu karena apa engkau tertawa sedemikian itu?" maka sejak itu pemuda tadi tidak tertawa lagi. Nasihat Hasan al-Bashri meresap benar dalam hatiya sehingga ia bertaubat daripada tertawa. Demikianlah nasihat dari ulama yang mengamalkan benar ilmunya, sangat berguna ilmunya dan berkesan nasihat-nasihatnya, adapun ulama-ulama sekarang karena tidak punya ilmu yang mumpuni justru terjerambab pada ceramah-ceramah yang kurang lebih sama dengan lawakan.
Kadang pula kita menyelingi candaan dengan hinaan baik kepada orang lain atau menggunakan kata-kata yang memang digunakan oleh masyarakat untuk mengejek. Alangkah keras hatinya orang-orang seperti itu. Namun ironisnya malah yang seperti itulah yang dianut dan dipajang di muka publik. Inilah bukti bahwa dunia ini telah terbalik, yang datang dari Allah justru tenggelam dan terasing. Maka benar apa yang telah diramalkan Nabi bahwa ketika kiamat makin dekat, hanya sedikit dari umat ini yang tetap berpegang pada kemurnian ajaran agama.
Nabi juga pernah bilang bahwa apabila hati manusia shalih (baik, suci, bersih), maka shalih pula tindak tanduk manusia. Sebaliknya apabila fasad (rusak, kotor, buruk), maka fasad pula tindak tanduk umat manusia. Salah satunya yang mengotori hati manusia adalah tertawa yang dapat mengeraskan hati. Karena itu marilah sejak dini kita membina akhlak sesuai akhlak Nabi dan mencontohkan di keluarga kita. Semoga kita bukan dari kalangan orang-orang yang dimurkai Allah.
___
www.kompasiana.com
Oleh aminuddin
Mengeraskan Hati
Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibn Umar ra berkata: "Pada suatu hari Nabi Muhammad SAW keluar ke masjid, tiba-tiba ada orang berbicara-bicara sambil tertawa, maka Nabi Muhammad berhenti di depan mereka dan memberi salam lalu bersabda: "Perbanyaklah mengingat hal-hal yang merusak nikmat."
Sahabat bertanya: "Apakah yang merusakkan itu?"
Jawab Nabi Muhammad SAW: "Mati."
Kemudian Nabi Muhammad SAW keluar melihat orang-orang sedang tertawa gelak-gembira, maka Nabi bersabda kepada mereka:
"Ingatlah demi Allah yang jiwaku di tangan+Nya, andaikan kamu mengetahui sebagaimana yang aku ketahui niscaya kamu sedikit tertawa dan banyak menangis."
Kemudian di lain hari keluar pula dan melihat orang-orang sedang gelak ketawa sambil berbicara-bicara, maka Nabi Muhammad SAW memberi salam dan berkata:
"Sesungguhnya Islam ini pada mulanya asing dan akan kembali asing, maka sangat beruntung bagi orang-orang yang berada dalam keterasingan pada hari kiamat."
Nabi ditanya: "Siapakah orang-orang asing itu pada hari kiamat?"
Jawab Nabi Muhammad SAW: "Ialah mereka yang tetap memperbaiki akhlaknya di masa rusaknya."
Rasulullah Shollallahu 'alaihi wassalam pernah bersabda:
"Jauhilah oleh kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah." (HR Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al- Albani).
Syaikh Abdul Aziz Bin Baz juga berkata: "Sesungguhnya banyak bercanda dapat menjatuhkan wibawa, menjauhkan diri dari hikmah, menimbulkan kedengkian, mengeraskan hati dan membuat banyak tertawa yang melalaikan diri dari mengingat Allah."
Sebagai Agama yang sempurna, Islam telah mengaturnya sedemi kian rupa. Rasulullah SAW sebagai manusia, pernah juga bercanda, namun ada batasnya.
Diriwayatkan dari beberapa hadits shahih, jika Rasulullah bercanda, langit-langit mulutnya tidak terlihat. Lalu ketika bercanda pun Rasulullah selalu berkata benar. Tidak seperti kita, kadang harus berbohong atau mengarang-ngarang cerita agar bisa membuat teman kita tertawa.
Ja'far bin Auf dari Mas'ud dari Auf bin Abdullah berkata: "Rasulullah tidak tertawa melainkan senyum simpul dan tidak menoleh kecuali dengan wajahnya."
Hadis ini menunjukkan bahwa senyum itu sunnah dan tertawa bergelak-gelak itu makruh. Maka seharusnya orang yang sehat akal, hindarilah gelak tawa sebab banyak tawa di dunia berarti akan banyak menangis di akhirat.
Ibn Abbas r.a. berkata: "Siapa yang tertawa ketika berbuat dosa maka ia akan menangis ketika akan masuk neraka."
Sedangkan Yahya bin Mu'aadz Arrazi berkata: "Empat macam yang menghilangkan tertawanya orang mukmin dan kesenangannya, yaitu: Memikirkan akhirat, mengintrospeksi dosa-dosa yang telah diperbuat, mencari nafkah yang halal untuk keluarga, dan datangnya musibah atau bencana. Maka seharusnya seorang muslim dan mukmin sejati menyibukkan diri memikirkan semua itu supaya tidak banyak tertawa.
Seringkali kita bertingkah seolah untuk melucu, namun akhirnya kebablasan sehingga menyakiti perasaan orang, terus dengan enteng kita minta maaf sambil cengengesan bilang, “becanda, bos!”
Kita memang suka tertawa, terlebih menertawakan orang lain. Buktinya acara televisi yang isinya reality show, kompetisi, dan mengusili orang, atau acara yang mengumbar komedi agar kita tertawa, justru sangat laku diminati orang.
Padahal di saat tertawa kita lupa bahwa kita sedang membuat hati kita sekeras batu.
Seorang ulama bernama Hasan al-Bashri berkata: "Sungguh ajaib seseorang dapat tertawa padahal dibelakangnya ada api neraka dan orang yang bersuka-suka sedang di belakangnya maut."
Pernah Hasan al-Bashri bertemu dengan pemuda yang sedang tertawa, lalu ditanya:
"Hai anak muda, apakah engkau sedah menyeberang shirath (jembatan shirath al-Mustaqiim di akhirat)?"
Pemuda itu menjawab: "Belum." kemudian ditanya lagi, "Apakah engkau pasti engkau akan masuk surga atau neraka?" dan dijawab: "Belum." dan Hasan al-Bashri bertanya, "Lalu karena apa engkau tertawa sedemikian itu?" maka sejak itu pemuda tadi tidak tertawa lagi. Nasihat Hasan al-Bashri meresap benar dalam hatiya sehingga ia bertaubat daripada tertawa. Demikianlah nasihat dari ulama yang mengamalkan benar ilmunya, sangat berguna ilmunya dan berkesan nasihat-nasihatnya, adapun ulama-ulama sekarang karena tidak punya ilmu yang mumpuni justru terjerambab pada ceramah-ceramah yang kurang lebih sama dengan lawakan.
Kadang pula kita menyelingi candaan dengan hinaan baik kepada orang lain atau menggunakan kata-kata yang memang digunakan oleh masyarakat untuk mengejek. Alangkah keras hatinya orang-orang seperti itu. Namun ironisnya malah yang seperti itulah yang dianut dan dipajang di muka publik. Inilah bukti bahwa dunia ini telah terbalik, yang datang dari Allah justru tenggelam dan terasing. Maka benar apa yang telah diramalkan Nabi bahwa ketika kiamat makin dekat, hanya sedikit dari umat ini yang tetap berpegang pada kemurnian ajaran agama.
Nabi juga pernah bilang bahwa apabila hati manusia shalih (baik, suci, bersih), maka shalih pula tindak tanduk manusia. Sebaliknya apabila fasad (rusak, kotor, buruk), maka fasad pula tindak tanduk umat manusia. Salah satunya yang mengotori hati manusia adalah tertawa yang dapat mengeraskan hati. Karena itu marilah sejak dini kita membina akhlak sesuai akhlak Nabi dan mencontohkan di keluarga kita. Semoga kita bukan dari kalangan orang-orang yang dimurkai Allah.
___
www.kompasiana.com
Pintu Surga Terbuka (8)
Pintu Surga Terbuka (8)
Oleh aminuddin
Surga Terendah dan Neraka Teringan
MEMBACA judul tulisan ini jangan dulu lantas berpikir; “kalau surga terendah berarti surganya kurang enak. Dan kalau neraka teringan berarti siksanya tidak mengerikan”.
Tentu tidaklah demikian. Walaupun surga tingkatan terendah, namun kenikmatan yang ada di dalamnya tetap saja belum pernah terlihat oleh mata, terdengar telinga dan tidak terbayang oleh hati.
Begitupun juga dengan neraka. Meski neraka teringan, namun azabnya tetaplah sangat mengerikan, dan kesengsaraanya belum pernah dirasakan di dunia.
Sejenak mari kita simak dua hadits berikut ini ...
- Dari Mughirah bin Syu’bah menyampaikan sebuah hadits Nabi di atas mimbar. Beliau Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Sesungguhnya Nabi Musa pernah bertanya kepada Rabb,
“Wahai Rabbku, siapakah penghuni surga yang paling rendah kedudukannya?
Allah berfirman, “Seseorang yang datang ke surga setelah semua ahli surga memasuki surga. Dikatakan kepadanya, “Masuklah kamu ke dalam surga.”
Orang itu berkata, “Bagaimana aku masuk surga, sementara mereka (ahli surga) telah menempati tempat tempat mereka dan mengambil semua yang disiapkan untuk mereka?
Allah menjawab, “Apakah kamu rela jika mendapatkan seperti apa yang dimiliki oleh seorang raja dari raja raja di dunia?
Orang itu menjawab, “Tentu Rabbku. Aku rela.”
Lalu dikatakan kepadanya, “Kamu mendapatkan ini (seperti yang di miliki oleh raja raja didunia) dan sepertinya, sepertinya juga sepertinya (tiga kali lipat)."
Orang itu berkata, “Aku rela,Wahai Rabbku.”
Dikatakan lagi padanya, “Kamu mendapatkan ini dan sepuluh kali lipat sepertinya.”
Orang itu berkata,” Aku rela, Wahai Rabbku.”
Kemudian dikatakan lagi kepadanya, “Di samping itu semua,kamu juga mendapatkan apa yang diinginkan oleh dirimu dan yang membuat senang matamu.”
(Shahih Muslim no ;187,Shahih Sunan At -Thirmidzi no 3198).
- Nu’man bin basyir radhiyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang diletakan dua buah bara api di bawah telapak kakinya. Seketika otaknya mendidih.
Orang itu tidak meyakinkan bahwa ada orang lain yang lebih sangat siksanya dari pada dirinya, jadi ia mengira bahwa dirinya itulah yang mendapat siksa terberat. Padahal orang tersebut yang paling ringan siksanya.” (Mutattafaq ‘alaih).
Hadits pertama menjelaskan tentang gambaran keindahan dan kenikmatan yang ada didalam surga tingkatan terendah.
Dijelaskan dalam hadits tersebut, kenikmatan surga terendah adalah sepuluh kali lipat dari apa yang dimiliki oleh raja raja didunia.
Tapi tentunya ini hanyalah untuk sekedar memudahkan penggambaran saja ...
Sedang bagaimana hakikat kenikmatan yang sesungguhnya, tetap saja tidak bisa terbayangkan dan tergambarkan.
Didalam hadis ini juga dijelaskan bahwa Allah SWT akan memanja kan para penghuni surga terendah, yakni dengan mengabulkan segala keinginan dan permintaannya. Sehingga membuat mereka semua senang dan bahagia.
Lalu hadits yang kedua. Walaupun singkat, namun cukup menggambarkan bagaimana dahsyat dan mengerikanya siksa neraka terendah.
Disebutkan dalam siksa neraka terendah seseorang di bagian ba wah telapak kakinya diletakkan dua bara api yang membuat seketika meleleh otaknya saking panasnya api tersebut.
Tapi mereka tidak merasa menda pat siksa teringan. Mereka menya ngka siksa yang mereka rasakan adalah yang paling berat padahal sama sekali paling ringan.
______
https://www.islampos>... < renungan
Oleh aminuddin
Surga Terendah dan Neraka Teringan
MEMBACA judul tulisan ini jangan dulu lantas berpikir; “kalau surga terendah berarti surganya kurang enak. Dan kalau neraka teringan berarti siksanya tidak mengerikan”.
Tentu tidaklah demikian. Walaupun surga tingkatan terendah, namun kenikmatan yang ada di dalamnya tetap saja belum pernah terlihat oleh mata, terdengar telinga dan tidak terbayang oleh hati.
Begitupun juga dengan neraka. Meski neraka teringan, namun azabnya tetaplah sangat mengerikan, dan kesengsaraanya belum pernah dirasakan di dunia.
Sejenak mari kita simak dua hadits berikut ini ...
- Dari Mughirah bin Syu’bah menyampaikan sebuah hadits Nabi di atas mimbar. Beliau Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Sesungguhnya Nabi Musa pernah bertanya kepada Rabb,
“Wahai Rabbku, siapakah penghuni surga yang paling rendah kedudukannya?
Allah berfirman, “Seseorang yang datang ke surga setelah semua ahli surga memasuki surga. Dikatakan kepadanya, “Masuklah kamu ke dalam surga.”
Orang itu berkata, “Bagaimana aku masuk surga, sementara mereka (ahli surga) telah menempati tempat tempat mereka dan mengambil semua yang disiapkan untuk mereka?
Allah menjawab, “Apakah kamu rela jika mendapatkan seperti apa yang dimiliki oleh seorang raja dari raja raja di dunia?
Orang itu menjawab, “Tentu Rabbku. Aku rela.”
Lalu dikatakan kepadanya, “Kamu mendapatkan ini (seperti yang di miliki oleh raja raja didunia) dan sepertinya, sepertinya juga sepertinya (tiga kali lipat)."
Orang itu berkata, “Aku rela,Wahai Rabbku.”
Dikatakan lagi padanya, “Kamu mendapatkan ini dan sepuluh kali lipat sepertinya.”
Orang itu berkata,” Aku rela, Wahai Rabbku.”
Kemudian dikatakan lagi kepadanya, “Di samping itu semua,kamu juga mendapatkan apa yang diinginkan oleh dirimu dan yang membuat senang matamu.”
(Shahih Muslim no ;187,Shahih Sunan At -Thirmidzi no 3198).
- Nu’man bin basyir radhiyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang diletakan dua buah bara api di bawah telapak kakinya. Seketika otaknya mendidih.
Orang itu tidak meyakinkan bahwa ada orang lain yang lebih sangat siksanya dari pada dirinya, jadi ia mengira bahwa dirinya itulah yang mendapat siksa terberat. Padahal orang tersebut yang paling ringan siksanya.” (Mutattafaq ‘alaih).
Hadits pertama menjelaskan tentang gambaran keindahan dan kenikmatan yang ada didalam surga tingkatan terendah.
Dijelaskan dalam hadits tersebut, kenikmatan surga terendah adalah sepuluh kali lipat dari apa yang dimiliki oleh raja raja didunia.
Tapi tentunya ini hanyalah untuk sekedar memudahkan penggambaran saja ...
Sedang bagaimana hakikat kenikmatan yang sesungguhnya, tetap saja tidak bisa terbayangkan dan tergambarkan.
Didalam hadis ini juga dijelaskan bahwa Allah SWT akan memanja kan para penghuni surga terendah, yakni dengan mengabulkan segala keinginan dan permintaannya. Sehingga membuat mereka semua senang dan bahagia.
Lalu hadits yang kedua. Walaupun singkat, namun cukup menggambarkan bagaimana dahsyat dan mengerikanya siksa neraka terendah.
Disebutkan dalam siksa neraka terendah seseorang di bagian ba wah telapak kakinya diletakkan dua bara api yang membuat seketika meleleh otaknya saking panasnya api tersebut.
Tapi mereka tidak merasa menda pat siksa teringan. Mereka menya ngka siksa yang mereka rasakan adalah yang paling berat padahal sama sekali paling ringan.
______
https://www.islampos>... < renungan
Rabu, 30 Januari 2019
Rumayok (29)
Rumayok (29)
Oleh Wak Amin
HA HA HA ...
Sawara hun maha ..
Malik sai ompai kuruk goa tikanjot. Saking tikanjotna, badan pocak ga torbang, luwah jak goa.
Ha ha ha ...
"Kamu anak muda. Kenapa kamu disini haa?"
Ha ha ha ...
Malik ga anjawab. Mih bak apiya. Banguksa biyak ga cawa.
"Kamu cari seorang wanita kan anak muda?"
Ha ha ha ..
Entah juksipa, bangukna Malik langsung cawa ...
'Iya betul."
Ha ha ha ...
"Kamu tahu siapa dia?"
Malik anggilingko huluna ...
"Dia kekasihku .."
Ha ha ha ...
Malik tikanjot.
"Tidak. Aku bukan kekasihnya. Tolong aku Malik ... Tolong!"
Mbak Evi kilu tulung. Badanna mak pacak bugorak. Padohal mak diapi-apiko makwat.
Mih mojong podok batu balak sai di bahna wai ngison. Samacam danau api kolamda. Mihya ronik.
Saukuran jolma pak api limada kin tu mandi disan ..
Oleh Wak Amin
HA HA HA ...
Sawara hun maha ..
Malik sai ompai kuruk goa tikanjot. Saking tikanjotna, badan pocak ga torbang, luwah jak goa.
Ha ha ha ...
"Kamu anak muda. Kenapa kamu disini haa?"
Ha ha ha ...
Malik ga anjawab. Mih bak apiya. Banguksa biyak ga cawa.
"Kamu cari seorang wanita kan anak muda?"
Ha ha ha ..
Entah juksipa, bangukna Malik langsung cawa ...
'Iya betul."
Ha ha ha ...
"Kamu tahu siapa dia?"
Malik anggilingko huluna ...
"Dia kekasihku .."
Ha ha ha ...
Malik tikanjot.
"Tidak. Aku bukan kekasihnya. Tolong aku Malik ... Tolong!"
Mbak Evi kilu tulung. Badanna mak pacak bugorak. Padohal mak diapi-apiko makwat.
Mih mojong podok batu balak sai di bahna wai ngison. Samacam danau api kolamda. Mihya ronik.
Saukuran jolma pak api limada kin tu mandi disan ..
Tawa Rasulullah SAW (8)
Tawa Rasulullah SAW (8)
Oleh aminuddin
Senyum Dan Tawa
MENURUT Dr Syofyan Hadi, SS, M.Ag, MA.Hum, dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang, senyum dan tawa yang merupakan potensi dan ke mampuan yang diberikan Allah SWT kepada manusia mesti diper gunakan sesuai maksud Sang Pemberi itu sendiri.
Jika tidak maka tentulah senyum dan tawa yang dilakukan manusia itu akan menjadi sesuatu yang dicela oleh Allah SWT.
Sebab, adakalanya tersenyum dan tertawa itu merupakan ibadah dan mendapat pujian Allah, akan tetapi sebaliknya, bisa menjadi bagian da ri dosa jika tidak menurut tujuan Allah SWT yang memberikan potensi tersebut.
Al-Quran sebagai kitab Allah yang sempurna juga memberikan pem bicaraan khusus persoalan terse nyum dan tertawa yang baik dan dipuji Allah serta bentuk tertawa yang buruk dan dicela oleh-Nya.
Di antaranya sebagai berikut :
Pertama, tersenyum dan tertawa dengan maksud mencemooh dan melecehkan orang lain.
Ini adalah bentuk senyum dan tawa yang dicela oleh Allah, dan terma suk salah satu bentuk dosa, baik kepada Allah maupun terhadap sesama.
Hal itu disebutkan Allah dalam surat az-Zukhruf [43]: 47, ketika Fir’aun dan kaumnya mencemooh dan melecehkan nabi Musa as.
فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِآيَاتِنَا إِذَا هُمْ مِنْهَا يَضْحَكُونَ
Artinya: “Maka tatkala dia (Musa) datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta merta mereka mentertawakannya.”
Seringkali dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita menemui atau menghadapi seseorang, apalagi jika orang lain itu kita anggap kedudukannya lebih rendah, maka kadang kita tersenyum dengan senyum penuh ejekan atau tertawa dengan meksud mencemooh keadaannya.
Senyum dan tawa seperti itu adalah bagian dari dosa. Karena, orang yang tersenyum dan tertawa dengan maksud seperti itu adalah orang yang angkuh dan sombong serta dicela oleh Allah SWT.
Kedua, tersenyum dan tertawa dengan maksud merendahkan atau mengolok-olok orang lain.
Kalau yang pertama, senyum dan tertawa dengan maksud mencemooh atau melecehkan, sekalipun yang mencemooh menyadari bahwa kedudukan belum tentu lebih tinggi dari yang dicemooh atau yang dilecehkan.
Sementara yang kedua, senyum dan tertawa dilakukan di maksudkan untuk merendahkan dan memperolok orang lain, yang kedudukannya dianggap lebih rendah dari yang mentertawakan.
Inilah salah satu bentuk tersenyum atau tertawa yang dilarang oleh Allah. Seperti disebutkan dalam surat al-Muthaffifin [83]: 29 :
إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا يَضْحَكُونَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menerta wakan orang-orang yang beriman.”
Orang-orang yang kafir (Quraisy) mentertawakan orang-orang mukmin, karena mereka menganggap bahwa kedudukan mereka lebih tinggi dan terhormat dari orang beriman, yang ketika itu masih sedikit dan sangat lemah.
Kondisi mereka ini nanti berbeda dengan orang Mukmin di akhirat, di mana orang-orang mukmin berada di tempat dan derajat yang tinggi, sementara orang kafir berada di tempat dan derajat yang rendah dan hina. Sehingga, orang-orang beriman balik mentertawakan mereka, seperti yang terdapat dalam surat al-Muthffifin [63]: 34
فَالْيَوْمَ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ
Artinya: “Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir."
Ketiga, tersenyum dan tertawa saat seseorang memberikan nasehat dan pengajaran.
Tersenyum dan tertawa di saat seseorang memberikan nasehat dan pengajaran adalah sesuatu yang buruk dan dicela oleh Allah.
Begitulah yang disebutkan Allah dalam surat at-Taubah [9]: 81-82 :
فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ(81)فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ(82)
Artinya: “Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas (nya)", jikalau mereka mengetahui (81). Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan (82).”
Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahawa Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad untuk memperingatkan orang-orang munafik bahwa panasnya api neraka mengatasi segalanya.
Ketika itu Allah SWT mengaitkan dengan perintah sedikit tertawa dan banyak menangis. Hal itu berarti, ketika seseorang diberikan pengajaran, hendaklah dia memperhatikan dengan seksama dan tidak banyak bercanda, tersenyum ataupun tertawa kecuali seperlu dan sekedarnya saja.
Jika tidak demikian, tertawa di saat seperti itu bukan hanya sekedar menggangu proses belajar dan mengajar, akan tetapi akan membuat sang pemberi nasehat atau pengajar tersinggung dan merasa dilecehkan. Sehingga, semuanya akan menjadi hal yang sia-sia dan tidak akan ada manfaatnya.
Keempat, tersenyum dan tertawa karena merasa heran terhadap se suatu.
Senyum dan tawa seperti ini adalah senyum dan tawa yang tidak dilara ng oleh Allah. Di mana, ketika seseorang merasa sangat heran atas sesuatu hal atau peristiwa dan merasa sesuatu itu di luar jangkauan akal sehatnnya, lalu dia tersenyum atau tertawa, maka hal itu adalah sesuatu yang dibolehkan oleh-Nya.
Tidaklah ada celaan Allah terhadap tertawa seperti ini. Sama seperti tertawanya sayyidah Sarah, isteri Ibrahim as ketika malaikat membe ritahukan kepada Ibarahim bahwa isterinya yang sudah lanjut usia itu akan hamil dan melahirkan.
Hal itu disebutkan Allah dalam surat Hud [11]: 71-72 :
وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِنْ وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ(71)قَالَتْ يَاوَيْلَتَى ءَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَذَا بَعْلِي شَيْخًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ(72)
Artinya: “Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya`qub (71). Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh( 72).”
Ketika diberitahukan bahwa dia akan hamil dan melahirkan seorang anak, Sarah tersenyum dan tertawa karena merasa hal itu adalah sesuatu yang mengherankan dan tidak masuk akal.
Betapa tidak, kondisi fisiknya yang sudah tua dan lemah serta mandul, bagaimana mungkin bisa hamil dan melahirkan. Keheranannya itulah yang membuat dia tersenyum dan tertawa.
Akan tetapi, senyum dan tawa itu bukanlah sesuatu yang dicela oleh Allah, sepanjang senyum dan ta wanya tidak sampai ke tingkat mengingkari atau bahkan melecehkan.
Kelima, tersenyum dan tertawa karena kagum terhadap sesuatu.
Perasaan kagum dan heran walau pun seringkali dipersamakan seba gian orang, namun sedikit memiliki perbedaan.
Perasaan heran timbul jika seseorang menemui suatu kenyataan yang berada di luar jangkauan akal sehatnya.
Dia berkeyakinan hal itu sesuatu yang tidak mungkin terjadi, namun kenyataannya terjadi.
Berbeda dengan perasaan kagum, di mana ia timbul karena hebat dan agungnya sesuatu.
Seseorang merasakan sesuatu itu adalah hal yang besar dan agung, dan bukan sesuatu yang tidak masuk akal.
Seperti kekaguman nabi Sulaiman as terhadap seekor ratu semut yang sangat mempedulikan dan mengu tamakan keselamatan rakyatnya, sehingga sang ratu memerintahkan rakyatnya terlebih dahulu memasu ki sarang atau rumah mereka agar tidak binasa terinjak Sulaiman dan tentaranya.
Sikap yang dimiliki pemimpin se mut ini membuat Sulaiman kagum, sehingga dia tertawa sambil memuji kebesaran Allah SWT.
Sebagaiman dalam firman-Nya surat an-Naml [27]: 19 :
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
"Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Keenam, tersenyum dan tertawa karena gembira atau senang.
Senyum dan tertawa seperti ini ada lah suatu yang sudah menjadi fitrah manusia.
Jika memperoleh nikmat berupa kesenangan tentulah semua manu sia akan tersenyum dan tertawa dengan wajah yang berseri-seri dan mata yang berkaca-kaca.
Bahkan, tertawanya sampai meneteskan air mata, karena merasakan keharuan.
Seperti yang disebutkan Allah SWT dalam surat ‘Abasa [80]: 38-39 :
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ(38)ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ(39)
Artinya: “Banyak muka pada hari itu berseri-seri (38) Tertawa dan gembira ria (39)”.
Ini adalah senyum dan tawa yang dibenarkan dan dipuji oleh Allah, sepanjang tidak melewati batas kewajaran.
Sebab, apapun perbuatan yang dibo lehkan Allah, jika dilakukan secara berlebihan dan melampaui batas kewajarannya, tentulah akan me nimbulkan dampak buruk bagi pelakunya.
Di samping berlebihan hal itu ada lah sesuatu yang amat dibenci oleh Allah SWT.
____
syofyanhadi.blogspot.com>2008/07>s ...
Oleh aminuddin
Senyum Dan Tawa
MENURUT Dr Syofyan Hadi, SS, M.Ag, MA.Hum, dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang, senyum dan tawa yang merupakan potensi dan ke mampuan yang diberikan Allah SWT kepada manusia mesti diper gunakan sesuai maksud Sang Pemberi itu sendiri.
Jika tidak maka tentulah senyum dan tawa yang dilakukan manusia itu akan menjadi sesuatu yang dicela oleh Allah SWT.
Sebab, adakalanya tersenyum dan tertawa itu merupakan ibadah dan mendapat pujian Allah, akan tetapi sebaliknya, bisa menjadi bagian da ri dosa jika tidak menurut tujuan Allah SWT yang memberikan potensi tersebut.
Al-Quran sebagai kitab Allah yang sempurna juga memberikan pem bicaraan khusus persoalan terse nyum dan tertawa yang baik dan dipuji Allah serta bentuk tertawa yang buruk dan dicela oleh-Nya.
Di antaranya sebagai berikut :
Pertama, tersenyum dan tertawa dengan maksud mencemooh dan melecehkan orang lain.
Ini adalah bentuk senyum dan tawa yang dicela oleh Allah, dan terma suk salah satu bentuk dosa, baik kepada Allah maupun terhadap sesama.
Hal itu disebutkan Allah dalam surat az-Zukhruf [43]: 47, ketika Fir’aun dan kaumnya mencemooh dan melecehkan nabi Musa as.
فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِآيَاتِنَا إِذَا هُمْ مِنْهَا يَضْحَكُونَ
Artinya: “Maka tatkala dia (Musa) datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta merta mereka mentertawakannya.”
Seringkali dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita menemui atau menghadapi seseorang, apalagi jika orang lain itu kita anggap kedudukannya lebih rendah, maka kadang kita tersenyum dengan senyum penuh ejekan atau tertawa dengan meksud mencemooh keadaannya.
Senyum dan tawa seperti itu adalah bagian dari dosa. Karena, orang yang tersenyum dan tertawa dengan maksud seperti itu adalah orang yang angkuh dan sombong serta dicela oleh Allah SWT.
Kedua, tersenyum dan tertawa dengan maksud merendahkan atau mengolok-olok orang lain.
Kalau yang pertama, senyum dan tertawa dengan maksud mencemooh atau melecehkan, sekalipun yang mencemooh menyadari bahwa kedudukan belum tentu lebih tinggi dari yang dicemooh atau yang dilecehkan.
Sementara yang kedua, senyum dan tertawa dilakukan di maksudkan untuk merendahkan dan memperolok orang lain, yang kedudukannya dianggap lebih rendah dari yang mentertawakan.
Inilah salah satu bentuk tersenyum atau tertawa yang dilarang oleh Allah. Seperti disebutkan dalam surat al-Muthaffifin [83]: 29 :
إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا يَضْحَكُونَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menerta wakan orang-orang yang beriman.”
Orang-orang yang kafir (Quraisy) mentertawakan orang-orang mukmin, karena mereka menganggap bahwa kedudukan mereka lebih tinggi dan terhormat dari orang beriman, yang ketika itu masih sedikit dan sangat lemah.
Kondisi mereka ini nanti berbeda dengan orang Mukmin di akhirat, di mana orang-orang mukmin berada di tempat dan derajat yang tinggi, sementara orang kafir berada di tempat dan derajat yang rendah dan hina. Sehingga, orang-orang beriman balik mentertawakan mereka, seperti yang terdapat dalam surat al-Muthffifin [63]: 34
فَالْيَوْمَ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ
Artinya: “Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir."
Ketiga, tersenyum dan tertawa saat seseorang memberikan nasehat dan pengajaran.
Tersenyum dan tertawa di saat seseorang memberikan nasehat dan pengajaran adalah sesuatu yang buruk dan dicela oleh Allah.
Begitulah yang disebutkan Allah dalam surat at-Taubah [9]: 81-82 :
فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ(81)فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ(82)
Artinya: “Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas (nya)", jikalau mereka mengetahui (81). Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan (82).”
Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahawa Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad untuk memperingatkan orang-orang munafik bahwa panasnya api neraka mengatasi segalanya.
Ketika itu Allah SWT mengaitkan dengan perintah sedikit tertawa dan banyak menangis. Hal itu berarti, ketika seseorang diberikan pengajaran, hendaklah dia memperhatikan dengan seksama dan tidak banyak bercanda, tersenyum ataupun tertawa kecuali seperlu dan sekedarnya saja.
Jika tidak demikian, tertawa di saat seperti itu bukan hanya sekedar menggangu proses belajar dan mengajar, akan tetapi akan membuat sang pemberi nasehat atau pengajar tersinggung dan merasa dilecehkan. Sehingga, semuanya akan menjadi hal yang sia-sia dan tidak akan ada manfaatnya.
Keempat, tersenyum dan tertawa karena merasa heran terhadap se suatu.
Senyum dan tawa seperti ini adalah senyum dan tawa yang tidak dilara ng oleh Allah. Di mana, ketika seseorang merasa sangat heran atas sesuatu hal atau peristiwa dan merasa sesuatu itu di luar jangkauan akal sehatnnya, lalu dia tersenyum atau tertawa, maka hal itu adalah sesuatu yang dibolehkan oleh-Nya.
Tidaklah ada celaan Allah terhadap tertawa seperti ini. Sama seperti tertawanya sayyidah Sarah, isteri Ibrahim as ketika malaikat membe ritahukan kepada Ibarahim bahwa isterinya yang sudah lanjut usia itu akan hamil dan melahirkan.
Hal itu disebutkan Allah dalam surat Hud [11]: 71-72 :
وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِنْ وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ(71)قَالَتْ يَاوَيْلَتَى ءَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَذَا بَعْلِي شَيْخًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ(72)
Artinya: “Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya`qub (71). Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh( 72).”
Ketika diberitahukan bahwa dia akan hamil dan melahirkan seorang anak, Sarah tersenyum dan tertawa karena merasa hal itu adalah sesuatu yang mengherankan dan tidak masuk akal.
Betapa tidak, kondisi fisiknya yang sudah tua dan lemah serta mandul, bagaimana mungkin bisa hamil dan melahirkan. Keheranannya itulah yang membuat dia tersenyum dan tertawa.
Akan tetapi, senyum dan tawa itu bukanlah sesuatu yang dicela oleh Allah, sepanjang senyum dan ta wanya tidak sampai ke tingkat mengingkari atau bahkan melecehkan.
Kelima, tersenyum dan tertawa karena kagum terhadap sesuatu.
Perasaan kagum dan heran walau pun seringkali dipersamakan seba gian orang, namun sedikit memiliki perbedaan.
Perasaan heran timbul jika seseorang menemui suatu kenyataan yang berada di luar jangkauan akal sehatnya.
Dia berkeyakinan hal itu sesuatu yang tidak mungkin terjadi, namun kenyataannya terjadi.
Berbeda dengan perasaan kagum, di mana ia timbul karena hebat dan agungnya sesuatu.
Seseorang merasakan sesuatu itu adalah hal yang besar dan agung, dan bukan sesuatu yang tidak masuk akal.
Seperti kekaguman nabi Sulaiman as terhadap seekor ratu semut yang sangat mempedulikan dan mengu tamakan keselamatan rakyatnya, sehingga sang ratu memerintahkan rakyatnya terlebih dahulu memasu ki sarang atau rumah mereka agar tidak binasa terinjak Sulaiman dan tentaranya.
Sikap yang dimiliki pemimpin se mut ini membuat Sulaiman kagum, sehingga dia tertawa sambil memuji kebesaran Allah SWT.
Sebagaiman dalam firman-Nya surat an-Naml [27]: 19 :
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
"Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Keenam, tersenyum dan tertawa karena gembira atau senang.
Senyum dan tertawa seperti ini ada lah suatu yang sudah menjadi fitrah manusia.
Jika memperoleh nikmat berupa kesenangan tentulah semua manu sia akan tersenyum dan tertawa dengan wajah yang berseri-seri dan mata yang berkaca-kaca.
Bahkan, tertawanya sampai meneteskan air mata, karena merasakan keharuan.
Seperti yang disebutkan Allah SWT dalam surat ‘Abasa [80]: 38-39 :
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ(38)ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ(39)
Artinya: “Banyak muka pada hari itu berseri-seri (38) Tertawa dan gembira ria (39)”.
Ini adalah senyum dan tawa yang dibenarkan dan dipuji oleh Allah, sepanjang tidak melewati batas kewajaran.
Sebab, apapun perbuatan yang dibo lehkan Allah, jika dilakukan secara berlebihan dan melampaui batas kewajarannya, tentulah akan me nimbulkan dampak buruk bagi pelakunya.
Di samping berlebihan hal itu ada lah sesuatu yang amat dibenci oleh Allah SWT.
____
syofyanhadi.blogspot.com>2008/07>s ...
Anak Berbakat (11)
Anak Berbakat (11)
Oleh aminuddin
PAKAR lain, Howley dan Pandarvis (1990) melihat alasan pemberian pelayanan pendidikan bagi anak berbakat untuk mempersiapkan pemimpin di masa mendatang.
Akhirnya, sebagai kesimpulan dike mukakan pandangan Barbara Clark (1983) yang menyebutkan beberapa alasan anak berbakat membutuhkan pendidikan khusus (dikutip dari Sorenson, 1988) :
> Keberbakatan muncul dari proses interaktif di mana tantangan dan rangsangan lingkungan membawa keluar kapasitas yang dimiliki diri sendiri dan memprosesnya.
< Sistem politik dan sosial kita bersandar pada prinsip demokratis. Jika sekolah menyediakan kesempatan pendidikan yang sama untuk semua anak, berarti ini mengingkari adanya hak perkembangan pendidikan yang cocok bagi anak berbakat.
> Elitisme hanya berkaitan dengan keberbakatan, jika seseorang secara salah menggambarkan bahwa kelompok anak berbakat adalah suatu kelompok yang dipilih karena beberapa keterampilan khusus atau kemampuan, seperti atlet, bakat musik atau bisnis dalam masyarakat; seharusnya juga dilihat dengan cara yang sama bagi keberbakatan intelektualnya.
< Anak berbakat dapat segera menemukan gagasan dan minat mereka yang berbeda dari anak sebayanya.
> Jika pendidik mempertimbangkan kebutuhan anak berbakat dan mendesain program pendidikan yang memenuhi kebutuhannya, maka siswa akan menunjukkan prestasi dan perkembangan yang luar biasa, sesuai dengan rasa kompetisi dan kesehatan mentalnya.
< Kontribusi anak berbakat pada masyarakat berada pada seluruh aspek kehidupan, dan proporsional di dalam keseluruhan. Masyarakat akan sangat membutuhkan banyak siswa seperti ini.
Dengan alasan-alasan tersebut dapatlah dilihat bahwa pemberian pelayanan pendidikan khusus bagi anak berbakat intelektual mencakup baik untuk dirinya sendiri maupun untuk lingkungan sekitarnya, masyarakat dan bangsa.
Oleh aminuddin
PAKAR lain, Howley dan Pandarvis (1990) melihat alasan pemberian pelayanan pendidikan bagi anak berbakat untuk mempersiapkan pemimpin di masa mendatang.
Akhirnya, sebagai kesimpulan dike mukakan pandangan Barbara Clark (1983) yang menyebutkan beberapa alasan anak berbakat membutuhkan pendidikan khusus (dikutip dari Sorenson, 1988) :
> Keberbakatan muncul dari proses interaktif di mana tantangan dan rangsangan lingkungan membawa keluar kapasitas yang dimiliki diri sendiri dan memprosesnya.
< Sistem politik dan sosial kita bersandar pada prinsip demokratis. Jika sekolah menyediakan kesempatan pendidikan yang sama untuk semua anak, berarti ini mengingkari adanya hak perkembangan pendidikan yang cocok bagi anak berbakat.
> Elitisme hanya berkaitan dengan keberbakatan, jika seseorang secara salah menggambarkan bahwa kelompok anak berbakat adalah suatu kelompok yang dipilih karena beberapa keterampilan khusus atau kemampuan, seperti atlet, bakat musik atau bisnis dalam masyarakat; seharusnya juga dilihat dengan cara yang sama bagi keberbakatan intelektualnya.
< Anak berbakat dapat segera menemukan gagasan dan minat mereka yang berbeda dari anak sebayanya.
> Jika pendidik mempertimbangkan kebutuhan anak berbakat dan mendesain program pendidikan yang memenuhi kebutuhannya, maka siswa akan menunjukkan prestasi dan perkembangan yang luar biasa, sesuai dengan rasa kompetisi dan kesehatan mentalnya.
< Kontribusi anak berbakat pada masyarakat berada pada seluruh aspek kehidupan, dan proporsional di dalam keseluruhan. Masyarakat akan sangat membutuhkan banyak siswa seperti ini.
Dengan alasan-alasan tersebut dapatlah dilihat bahwa pemberian pelayanan pendidikan khusus bagi anak berbakat intelektual mencakup baik untuk dirinya sendiri maupun untuk lingkungan sekitarnya, masyarakat dan bangsa.
Selasa, 29 Januari 2019
Tawa Rasulullah SAW (7)
Tawa Rasulullah SAW (7)
Oleh aminuddin
7 Ayat Al-Quran tentang Tertawa*
ALLAH ‘Azza Wa Jalla lah yang telah menciptakan manusia terta wa, menangis, galau, gundah gu lana, tersenyum, gembira, dan berbagai perasaan lainnya.
Jadi itu merupakan cobaan dan ujian bagi kita. Perasaan-perasaan itu juga merupakan penghias dari kehidupan dunia, bahwa setiap manusia pasti pernah merasakan hal yang baik dan yang buruk.
Hal yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menyikapi itu semua dengan benar, yaitu selalu sabar, tawakkal, qana’ah dan ridha.
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)." (QS Ar-Ra’d 22)
Pada tulisan kali ini kita akan mem bahas mengenai ayat-ayat Al-Quran yang menyebutkan tentang terta wa.
Simak uraiannya di bawah ini :
- Sedikit Tertawa
"Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. (QS At-Taubah 82)
Ayat di atas merupakan perintah Allah SWT agar memperbanyak menangis, karena mengingat dosa, mengingat amal sedikit, rapuhnya iman, dan sedikitlah tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.
- Perkataan Semut
" Maka dia tersenyum dengan ter tawa karena (mendengar) perka taan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." (QS An-Naml 19)
Ayat ini adalah kisah Sulaiman ‘alaihissalam saat melihat semut yang berkata kepada pasukannya. Nabi Sulaiman ‘alaihissalam tersenyum dan tertawa karena melihatnya.
Masya Allah ...
- Tertawa dan Menangis
"dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. (QS An-Najm 43)
Ayat ini menerangkan bahwa Allah-lah yang menjadikan orang itu tertawa dan menangis.
- Bergembira
"tertawa dan bergembira ria, (QS ‘Abasa 39)
Mengisahkan tentang kondisi orang mukmin saat mendapatkan nikmat surga Allah Ta’ala.
- Jangan Merendahkan
"Hai orang-orang yang beriman, ja nganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu le bih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan me rendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS Al-Hujuraat 11)
Ayat ini merupakan perintah Allah SWT agar jangan menertawakan dan merendahkan seseorang, kare na belum tentu yang ditertawakan itu lebih buruk dari kita. Bisa jadi kita lah yang lebih buruk.
- Menertawakan Orang
"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang mener tawakan orang-orang yang beriman. (QS Al-Muthaffifiin : 29)
Ayat di atas berisi penjelasan bah wa orang yang berdosa (orang yang kafir) suka sekali menertawakan orang-orang beriman. Mereka sering menertawakan seorang mukmin yang beramal saleh, mengerjakan kebajikan, mendatangi kajian ilmu. Mereka menertawakan karena menghina dan perbuatan menganggap orang mukmin itu tidak berguna.
- Duduk di Atas Dipan
"Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil meman dang." (QS Al-Muthaffifiin 34-35)
Ayat ini masih sambungan dari ayat sebelumnya, bahwa nanti di akhirat, saat orang mukmin memasuki surga, maka gantian. Orang mukmin akan menertawakan orang-orang kafir karena mereka berhasil masuk surga dan menda patkan kesenangan yang abadi ka rena amal yang mereka lakukan selama di dunia, sementara orang kafir yang menertawakan mereka saat di dunia akan memasuki ne raka Jahannam, mereka disiksa, dan akan diazab selama-lamanya.
____
- https:// ass.alquranpedia.org > 2018/06
* Ayat lain tentang tertawa :
"Telah dekat terjadinya hari kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. Ma ka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu melengah kan (nya)? Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)." (QS An-Najm 57-61)
Oleh aminuddin
7 Ayat Al-Quran tentang Tertawa*
ALLAH ‘Azza Wa Jalla lah yang telah menciptakan manusia terta wa, menangis, galau, gundah gu lana, tersenyum, gembira, dan berbagai perasaan lainnya.
Jadi itu merupakan cobaan dan ujian bagi kita. Perasaan-perasaan itu juga merupakan penghias dari kehidupan dunia, bahwa setiap manusia pasti pernah merasakan hal yang baik dan yang buruk.
Hal yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menyikapi itu semua dengan benar, yaitu selalu sabar, tawakkal, qana’ah dan ridha.
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)." (QS Ar-Ra’d 22)
Pada tulisan kali ini kita akan mem bahas mengenai ayat-ayat Al-Quran yang menyebutkan tentang terta wa.
Simak uraiannya di bawah ini :
- Sedikit Tertawa
"Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. (QS At-Taubah 82)
Ayat di atas merupakan perintah Allah SWT agar memperbanyak menangis, karena mengingat dosa, mengingat amal sedikit, rapuhnya iman, dan sedikitlah tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.
- Perkataan Semut
" Maka dia tersenyum dengan ter tawa karena (mendengar) perka taan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." (QS An-Naml 19)
Ayat ini adalah kisah Sulaiman ‘alaihissalam saat melihat semut yang berkata kepada pasukannya. Nabi Sulaiman ‘alaihissalam tersenyum dan tertawa karena melihatnya.
Masya Allah ...
- Tertawa dan Menangis
"dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis. (QS An-Najm 43)
Ayat ini menerangkan bahwa Allah-lah yang menjadikan orang itu tertawa dan menangis.
- Bergembira
"tertawa dan bergembira ria, (QS ‘Abasa 39)
Mengisahkan tentang kondisi orang mukmin saat mendapatkan nikmat surga Allah Ta’ala.
- Jangan Merendahkan
"Hai orang-orang yang beriman, ja nganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu le bih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan me rendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS Al-Hujuraat 11)
Ayat ini merupakan perintah Allah SWT agar jangan menertawakan dan merendahkan seseorang, kare na belum tentu yang ditertawakan itu lebih buruk dari kita. Bisa jadi kita lah yang lebih buruk.
- Menertawakan Orang
"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang mener tawakan orang-orang yang beriman. (QS Al-Muthaffifiin : 29)
Ayat di atas berisi penjelasan bah wa orang yang berdosa (orang yang kafir) suka sekali menertawakan orang-orang beriman. Mereka sering menertawakan seorang mukmin yang beramal saleh, mengerjakan kebajikan, mendatangi kajian ilmu. Mereka menertawakan karena menghina dan perbuatan menganggap orang mukmin itu tidak berguna.
- Duduk di Atas Dipan
"Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil meman dang." (QS Al-Muthaffifiin 34-35)
Ayat ini masih sambungan dari ayat sebelumnya, bahwa nanti di akhirat, saat orang mukmin memasuki surga, maka gantian. Orang mukmin akan menertawakan orang-orang kafir karena mereka berhasil masuk surga dan menda patkan kesenangan yang abadi ka rena amal yang mereka lakukan selama di dunia, sementara orang kafir yang menertawakan mereka saat di dunia akan memasuki ne raka Jahannam, mereka disiksa, dan akan diazab selama-lamanya.
____
- https:// ass.alquranpedia.org > 2018/06
* Ayat lain tentang tertawa :
"Telah dekat terjadinya hari kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. Ma ka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu melengah kan (nya)? Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)." (QS An-Najm 57-61)
Pintu Surga Terbuka (7)
Pintu Surga Terbuka (7)
Oleh aminuddin
Menghitung Luasnya Surga dan Neraka
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu, dan kepada surga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (QS Ali Imran 133)
"Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mendapatkan ampunan Tuhanmu dan suurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya (QS Al-Hadid 21)
Subhanallah ...
Surga itu luasnya seluas langit dan bumi. Berapakah luasnya langit dan bumi itu? Bisakah ilmu pengetahuan mengukurnya?
Surga begitu luasnya, sementara penduduk bumi kita yang berisi seki tar lima miliar orang saja masih menyisakan demikian luas tempat yang belum dihuni.
Baiklah, sekedar untuk berhitung dan yang penting adalah untuk menambah keimanan kita akan kebesaran Allah SWT, mari kita mencoba mengukurnya.
Berdasarkan informasi dari Al-Qur an. Bahwa langit ini dicipta oleh Allah SWT sebanyak TUJUH lapis.
Pernyataan ini didukung paling tidak oleh delapan buah ayat Al-Quran yaitu
- Al-Isra’ : 44,
- Al-Mukminuun : 17,
- Al-Mukminuun : 86,
- Al-Mulk : 3,
- Al-Baqarah : 29,
- At-Thalaq : 12,
- Nuh : 15 dan
- An-Naba’ : 12
Langit diciptakan Allah SWt seba nyak tujuh lapis. Dan bumi sungguh ibarat debu jika dibandingkan de ngan luasnya surga.
Demikian pula keindahan bumi be serta isinya, sungguh amat sangat tidak sepadan jika dibandingkan dengan keindahan surga.
Benarlah kata sebuah hadits Qudsi yang menyatakan keindahan surga yang diberikan Allah kepada para hambaNya belum pernah didengar telinga, belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terlintas di dalam hati.
Sekedar ilustrasi matematis, mari kita bayangkan berapa luasnya ja gad raya langit pertama itu ...
Garis tengah untuk langit pertama atau jagad raya ini diperkirakan se besar 30 milyliar tahun cahaya.
Itu berarti garis tengah jagad raya kita ini sepanjang : 30.000.000.000 X 360 X 24 X 60 X 60 X 300.000 km = 279.936.000.000.000.000.000.000 km. Ini bukan luasnya langit, tetapi baru garis tengahnya saja.
Yang sedang kita hitung inipun masih luas langit terdekat saja. Belum lagi langit lapis ke dua, ke tiga, ke empat, ke lima, ke enam, dan yang ke tujuh.
Yang kesemuanya itu jauh lebih besar dibanding langit pertama .......
Lalu bisakah kita membayangkan luasnya surga? Bagaimana dengan keindahannya?
Subhanallah ...
Logika ilmu pengetahuan mungkin bakal terhenti, tinggal logika iman yang bisa mengukurnya.
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa di surga sebuah pohon akan bisa kita lalui dari ujung ranting timur ke ujung ranting barat sejauh 100 tahun perjalanan.
Satu lagi, bahwa menurut ilmu pengetahuan, ternyata jagad raya ini tidak tetap, tetapi terus mengembang bertambah lama bertambah besar dan tentu juga bertambah luas.
Menurut penelitian Stephen Haw king setiap satu miliar tahun jagad raya mengembang sekitar sepuluh sampai dengan lima belas persen.
Surga memang luar biasa hebat nya. Luar biasa indahnya. Bahkan kita tidak bisa membayangkannya.
Tetapi yang lebih menarik adalah ‘pernyatan sikap’ para sufi dan para wali Allah, yang mengatakan bahwa mereka tidak terpesona dengan surga yang tidak terbayang kan keindahannya itu.
Sebab mereka lebih terpesona dan lebih cinta kepada Pencipta dan Pemilik Surga, yaitu Allah SWT.
Artinya keindahan Allah SWT, kebe saran, dan kehebatannya, sungguh melebihi surga itu sendiri.
Subhanallah ...
Cuma kadang-kadang manusia ‘terperangkap’ dengan keindahan hadiahnya dan lupa kepada Dzat Yang Maha Pemberi hadiah.
Berapakah kira-kira luas neraka ?
Suatu saat Abu Hurairah ra, mengatakan, ketika kami bersama Rasulullah, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras, seperti benda yang jatuh menggelegar. Nabi yang mulia mengatakan:
“Tahukah kamu sekalian, suara apa itu? Kami menjawab: hanya Allah dan rasul-Nya sajalah yang lebih mengetahuinya. Nabi menjawab, itu tadi adalah suara dari sebuah batu yang dijatuhkan ke dalam jurang neraka, sejak tujuh puluh tahun yang lalu, baru sampai ke dasarnya ini tadi…†(HR Muslim)
Benda yang jatuh, secara ilmu fisika bisa dihitung jaraknya. Berdasarkan gravitasi yang berlaku. Jika gravitasi bumi kita ini adalah 9,8 m / detik, maka dengan mudah kita bisa menghitung jarak tempuh batu yang jatuh mengikuti rums 1/2 gt2.
Jika jatuhnya ke bumi kita sebagai berikut:
Jarak tempuh batu selama 70 tahun adalah, 0,5 x [70X360X24X60X60] x [70X360X24X60X60] x 9,8 m = 23.228.686.172.160.000 m = 23.228.686.172.160 km
Bandingkan garis tengah bumi kita hanya: 12.756 km. Ini berarti, bahwa neraka memiliki kedalaman: 23.228.686.172.160 km /12.756 km = 1.821.000.797.441,2 X diameter bumi ini jika dipakai gravitasi ‘bumi kita’.
Artinya, jika jurang neraka itu diukur berdasarkan gravitasi bumi kita, maka neraka memiliki kedalaman = 1.821.000.797.441,2 kali garis tengahnya bumi.
Atau jika kita menggali sebuah sumur, maka sumur itu akan mencapai kedalaman seperti yang kita hitung di atas.
Apabila sumur itu menembus bumi berulang kali, sampai sebanyak 1.821.000.797.441,2 kali.
Dari sini saja kita sudah sulit membayangkan betapa dalamnya jurang neraka seperti yang diinformasikan oleh Rasulullah SAW tadi.
Jadi jurang neraka itu sedalam: 1.821.000.797.441,2 kali ‘tebal’nya bumi.
Yang baru kita illustrasikan tadi kedalaman vertikal neraka, bagai mana pula lebar horizontalnya.
Semestinya lebar horizontal lebih luas dari vertikalnya, ibarat bumi yang memiliki permukaan lebih luas dibanding ketinggian atmosfir bumi.
Tetapi kedalaman itu, ‘belum seberapa, sebab nanti di yaumil akhir, bumi kita ini akan diganti oleh bumi yang lain. Sehingga gravitasi yang dimaksud tentu bukan gaya gravitasi bumi kita ini. Tetapi gravitasi bumi baru, yang jauh lebih hebat dan lebih dahsyat kekuatan daya tariknya.
"Ketika bumi ini diganti dengan bumi yang lain, begitu pula dengan langitnya, Mereka bermunculan dari kuburnya masing-masing menghadap kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa." (QS Ibrahim 14 : 48)
Jangankan dipakai ukuran bumi baru yang kita belum tahu gravita sinya. Andaikata dipakai ukuran gaya tariknya Black Hole saja, yang mempunyai perbandingan 1 : 100 trilyun (perbandingan ini telah dianalisis pada suatu diskusi ilmiah yang bejudul “Menikmati keindahan Allah melalui logika dan tanda-tanda"), maka kedalaman neraka menjadi sangat sangat menggiriskan.
Secara matematis kedalaman itu menjadi : 23.228.686.172.160 km X 100.000.000.000.000 = 232.286.861.721.600.000.000.000.000 km
Sebagai gambaran, bila 1 triliun atau 1000 miliar manusia sekalipun dimasukkan kedalam neraka seka ligus maka tiap orangnya masih bisa diberi jatah ruang lebih dari 200 triliun kilometer persegi .
Dengan demikian, bila seseorang itu 'dicempelungkan' ke dalam ne raka, jangan harap mudah menemu kan teman "senasib dan sependeri taan", apalagi sampai berbagi duka dan saling memberi dorongan "ta bah".
____
https://Mahardhikainstitute. wordpress.
com >...
Oleh aminuddin
Menghitung Luasnya Surga dan Neraka
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu, dan kepada surga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI, yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (QS Ali Imran 133)
"Berlomba-lombalah kamu sekalian untuk mendapatkan ampunan Tuhanmu dan suurga yang luasnya SELUAS LANGIT dan BUMI yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya (QS Al-Hadid 21)
Subhanallah ...
Surga itu luasnya seluas langit dan bumi. Berapakah luasnya langit dan bumi itu? Bisakah ilmu pengetahuan mengukurnya?
Surga begitu luasnya, sementara penduduk bumi kita yang berisi seki tar lima miliar orang saja masih menyisakan demikian luas tempat yang belum dihuni.
Baiklah, sekedar untuk berhitung dan yang penting adalah untuk menambah keimanan kita akan kebesaran Allah SWT, mari kita mencoba mengukurnya.
Berdasarkan informasi dari Al-Qur an. Bahwa langit ini dicipta oleh Allah SWT sebanyak TUJUH lapis.
Pernyataan ini didukung paling tidak oleh delapan buah ayat Al-Quran yaitu
- Al-Isra’ : 44,
- Al-Mukminuun : 17,
- Al-Mukminuun : 86,
- Al-Mulk : 3,
- Al-Baqarah : 29,
- At-Thalaq : 12,
- Nuh : 15 dan
- An-Naba’ : 12
Langit diciptakan Allah SWt seba nyak tujuh lapis. Dan bumi sungguh ibarat debu jika dibandingkan de ngan luasnya surga.
Demikian pula keindahan bumi be serta isinya, sungguh amat sangat tidak sepadan jika dibandingkan dengan keindahan surga.
Benarlah kata sebuah hadits Qudsi yang menyatakan keindahan surga yang diberikan Allah kepada para hambaNya belum pernah didengar telinga, belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terlintas di dalam hati.
Sekedar ilustrasi matematis, mari kita bayangkan berapa luasnya ja gad raya langit pertama itu ...
Garis tengah untuk langit pertama atau jagad raya ini diperkirakan se besar 30 milyliar tahun cahaya.
Itu berarti garis tengah jagad raya kita ini sepanjang : 30.000.000.000 X 360 X 24 X 60 X 60 X 300.000 km = 279.936.000.000.000.000.000.000 km. Ini bukan luasnya langit, tetapi baru garis tengahnya saja.
Yang sedang kita hitung inipun masih luas langit terdekat saja. Belum lagi langit lapis ke dua, ke tiga, ke empat, ke lima, ke enam, dan yang ke tujuh.
Yang kesemuanya itu jauh lebih besar dibanding langit pertama .......
Lalu bisakah kita membayangkan luasnya surga? Bagaimana dengan keindahannya?
Subhanallah ...
Logika ilmu pengetahuan mungkin bakal terhenti, tinggal logika iman yang bisa mengukurnya.
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa di surga sebuah pohon akan bisa kita lalui dari ujung ranting timur ke ujung ranting barat sejauh 100 tahun perjalanan.
Satu lagi, bahwa menurut ilmu pengetahuan, ternyata jagad raya ini tidak tetap, tetapi terus mengembang bertambah lama bertambah besar dan tentu juga bertambah luas.
Menurut penelitian Stephen Haw king setiap satu miliar tahun jagad raya mengembang sekitar sepuluh sampai dengan lima belas persen.
Surga memang luar biasa hebat nya. Luar biasa indahnya. Bahkan kita tidak bisa membayangkannya.
Tetapi yang lebih menarik adalah ‘pernyatan sikap’ para sufi dan para wali Allah, yang mengatakan bahwa mereka tidak terpesona dengan surga yang tidak terbayang kan keindahannya itu.
Sebab mereka lebih terpesona dan lebih cinta kepada Pencipta dan Pemilik Surga, yaitu Allah SWT.
Artinya keindahan Allah SWT, kebe saran, dan kehebatannya, sungguh melebihi surga itu sendiri.
Subhanallah ...
Cuma kadang-kadang manusia ‘terperangkap’ dengan keindahan hadiahnya dan lupa kepada Dzat Yang Maha Pemberi hadiah.
Berapakah kira-kira luas neraka ?
Suatu saat Abu Hurairah ra, mengatakan, ketika kami bersama Rasulullah, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras, seperti benda yang jatuh menggelegar. Nabi yang mulia mengatakan:
“Tahukah kamu sekalian, suara apa itu? Kami menjawab: hanya Allah dan rasul-Nya sajalah yang lebih mengetahuinya. Nabi menjawab, itu tadi adalah suara dari sebuah batu yang dijatuhkan ke dalam jurang neraka, sejak tujuh puluh tahun yang lalu, baru sampai ke dasarnya ini tadi…†(HR Muslim)
Benda yang jatuh, secara ilmu fisika bisa dihitung jaraknya. Berdasarkan gravitasi yang berlaku. Jika gravitasi bumi kita ini adalah 9,8 m / detik, maka dengan mudah kita bisa menghitung jarak tempuh batu yang jatuh mengikuti rums 1/2 gt2.
Jika jatuhnya ke bumi kita sebagai berikut:
Jarak tempuh batu selama 70 tahun adalah, 0,5 x [70X360X24X60X60] x [70X360X24X60X60] x 9,8 m = 23.228.686.172.160.000 m = 23.228.686.172.160 km
Bandingkan garis tengah bumi kita hanya: 12.756 km. Ini berarti, bahwa neraka memiliki kedalaman: 23.228.686.172.160 km /12.756 km = 1.821.000.797.441,2 X diameter bumi ini jika dipakai gravitasi ‘bumi kita’.
Artinya, jika jurang neraka itu diukur berdasarkan gravitasi bumi kita, maka neraka memiliki kedalaman = 1.821.000.797.441,2 kali garis tengahnya bumi.
Atau jika kita menggali sebuah sumur, maka sumur itu akan mencapai kedalaman seperti yang kita hitung di atas.
Apabila sumur itu menembus bumi berulang kali, sampai sebanyak 1.821.000.797.441,2 kali.
Dari sini saja kita sudah sulit membayangkan betapa dalamnya jurang neraka seperti yang diinformasikan oleh Rasulullah SAW tadi.
Jadi jurang neraka itu sedalam: 1.821.000.797.441,2 kali ‘tebal’nya bumi.
Yang baru kita illustrasikan tadi kedalaman vertikal neraka, bagai mana pula lebar horizontalnya.
Semestinya lebar horizontal lebih luas dari vertikalnya, ibarat bumi yang memiliki permukaan lebih luas dibanding ketinggian atmosfir bumi.
Tetapi kedalaman itu, ‘belum seberapa, sebab nanti di yaumil akhir, bumi kita ini akan diganti oleh bumi yang lain. Sehingga gravitasi yang dimaksud tentu bukan gaya gravitasi bumi kita ini. Tetapi gravitasi bumi baru, yang jauh lebih hebat dan lebih dahsyat kekuatan daya tariknya.
"Ketika bumi ini diganti dengan bumi yang lain, begitu pula dengan langitnya, Mereka bermunculan dari kuburnya masing-masing menghadap kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa." (QS Ibrahim 14 : 48)
Jangankan dipakai ukuran bumi baru yang kita belum tahu gravita sinya. Andaikata dipakai ukuran gaya tariknya Black Hole saja, yang mempunyai perbandingan 1 : 100 trilyun (perbandingan ini telah dianalisis pada suatu diskusi ilmiah yang bejudul “Menikmati keindahan Allah melalui logika dan tanda-tanda"), maka kedalaman neraka menjadi sangat sangat menggiriskan.
Secara matematis kedalaman itu menjadi : 23.228.686.172.160 km X 100.000.000.000.000 = 232.286.861.721.600.000.000.000.000 km
Sebagai gambaran, bila 1 triliun atau 1000 miliar manusia sekalipun dimasukkan kedalam neraka seka ligus maka tiap orangnya masih bisa diberi jatah ruang lebih dari 200 triliun kilometer persegi .
Dengan demikian, bila seseorang itu 'dicempelungkan' ke dalam ne raka, jangan harap mudah menemu kan teman "senasib dan sependeri taan", apalagi sampai berbagi duka dan saling memberi dorongan "ta bah".
____
https://Mahardhikainstitute. wordpress.
com >...
Rumayok (28)
Rumayok (28)
Oleh Wak Amin
"TUNGGU aku Mbak Eviii!" Jorit Malik, tolah barih Roni.
Mbak Evi alias Siska. Sompat buho dak. Diliyakna Malik sangarobok. Radu sina cawa juksapoja ..
"Dik Malik. Kejar Mbaaak!"
Malik mih rokob. Ngaraso gengsu ngorah buhodak, terpaksada nutul Mbak Evi tungguk banguk gua.
Hongas ...
Buhodak pay. Hongas lobon, yanli yak mak ongka lagi Mbak Evina.
"Dimanola ye?"
Sakik hulusa ...
Kintu lobon juksipada ..
Pasti suy jolma tuhana ..
Bonor mak cakmu kolpah?
Bonor, mihya Mbak Evi rik Malik ompai kabiyansa saling agak.
"Tapi, walau bagaimana pun saya harus temukan dia. Gengsi dong. Masa tak bisa temukan cewek, can tik pula. Ya enggak, ya enggak."
Dang nambun cawa kolpah. Sopok da ganta. Kintu bagawoh kuti ruwa na bujodoh ...
Ha ha ha ha ...
"Suara apa itu?"
Malik ragu ga kuruk ti gua.
Oleh Wak Amin
"TUNGGU aku Mbak Eviii!" Jorit Malik, tolah barih Roni.
Mbak Evi alias Siska. Sompat buho dak. Diliyakna Malik sangarobok. Radu sina cawa juksapoja ..
"Dik Malik. Kejar Mbaaak!"
Malik mih rokob. Ngaraso gengsu ngorah buhodak, terpaksada nutul Mbak Evi tungguk banguk gua.
Hongas ...
Buhodak pay. Hongas lobon, yanli yak mak ongka lagi Mbak Evina.
"Dimanola ye?"
Sakik hulusa ...
Kintu lobon juksipada ..
Pasti suy jolma tuhana ..
Bonor mak cakmu kolpah?
Bonor, mihya Mbak Evi rik Malik ompai kabiyansa saling agak.
"Tapi, walau bagaimana pun saya harus temukan dia. Gengsi dong. Masa tak bisa temukan cewek, can tik pula. Ya enggak, ya enggak."
Dang nambun cawa kolpah. Sopok da ganta. Kintu bagawoh kuti ruwa na bujodoh ...
Ha ha ha ha ...
"Suara apa itu?"
Malik ragu ga kuruk ti gua.
Anak Berbakat (10)
Anak Berbakat (10)
Oleh aminuddin
DEMIKIAN pula Harry Passow (1955), dikutip dalam French (1959) membuat analogi kebutuhan anak berbakat intelektual akan pendidi kan khusus ini sama dengan kebu tuhan remaja untuk mengembang kan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya agar berhasil sebagai warga masyarakat.
Jika Feldhusen, Cutts, Mosseley dan Harry Passow melihat kebutuhan untuk anak berbakat intelektual ini dikaitkan dengan kebutuhab diri anak berbakat intekektual sendiri, maka Whitmore (1980) lebih melihat kehadiran anak berbakat intelektual sebagai kebutu han masyarakat itu sendiri.
Masyarakat membutuhkan pengi sian peran-peran seperti politikus, saintis, dan artis, dengan begitu be rarti pendidikan khusus bagi anak berbakat intelektual bukan semata-mata untuk diri anak berbakat inte lektual sendiri, melainkan juga un tuk kepentingan masyarakat itu sendiri.
McLeod dan Cropley berpendapat bahwa pemberian pendidikan bagi anak berbakat intelektual adalah suatu investasi bagi bangsa.
Pemberian pendidikan bagi anak berbakat intelektual di masa depan akan mendatangkan keuntungan yang besar bagi bangsa itu sendiri.
Berpijak pada pandangan itu, maka McLeod dan Cropley memberikan alasan bagi perlunya pelayanan pen didikn khusus bagi anak berbakat intelektual yaitu :
1. Anak berbakat intelektual adalah sumber,
2. Mereka membutuhkan rangsangan yang adekuat,
3. Adanya pemenuhan kebutuhan pada anak berbakat intelektual akan mencegah masalah putus sekolah, prestasi sekolah yang rendah dan penyimpangan-penyimpangan perilaku.
Oleh aminuddin
DEMIKIAN pula Harry Passow (1955), dikutip dalam French (1959) membuat analogi kebutuhan anak berbakat intelektual akan pendidi kan khusus ini sama dengan kebu tuhan remaja untuk mengembang kan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya agar berhasil sebagai warga masyarakat.
Jika Feldhusen, Cutts, Mosseley dan Harry Passow melihat kebutuhan untuk anak berbakat intelektual ini dikaitkan dengan kebutuhab diri anak berbakat intekektual sendiri, maka Whitmore (1980) lebih melihat kehadiran anak berbakat intelektual sebagai kebutu han masyarakat itu sendiri.
Masyarakat membutuhkan pengi sian peran-peran seperti politikus, saintis, dan artis, dengan begitu be rarti pendidikan khusus bagi anak berbakat intelektual bukan semata-mata untuk diri anak berbakat inte lektual sendiri, melainkan juga un tuk kepentingan masyarakat itu sendiri.
McLeod dan Cropley berpendapat bahwa pemberian pendidikan bagi anak berbakat intelektual adalah suatu investasi bagi bangsa.
Pemberian pendidikan bagi anak berbakat intelektual di masa depan akan mendatangkan keuntungan yang besar bagi bangsa itu sendiri.
Berpijak pada pandangan itu, maka McLeod dan Cropley memberikan alasan bagi perlunya pelayanan pen didikn khusus bagi anak berbakat intelektual yaitu :
1. Anak berbakat intelektual adalah sumber,
2. Mereka membutuhkan rangsangan yang adekuat,
3. Adanya pemenuhan kebutuhan pada anak berbakat intelektual akan mencegah masalah putus sekolah, prestasi sekolah yang rendah dan penyimpangan-penyimpangan perilaku.
Senin, 28 Januari 2019
Anak Berbakat (9)
Anak Berbakat (9)
Oleh aminuddin
Pendidikan Khusus
ANAK berbakat merupakan kekaya an masyarakat yang memerlukan pendidikan yang berbeda dari anak lain.
John Fredrich Feldhusen (1985a) menyebutkan perlunya anak ber bakat intelektual diberikan pendidikan khusus dengan alasan kebutuhan aktualisasi diri.
Menurut Feldhusen, apa yang dapat kita bantu untuk anak berbakat inte lektual adalah mengupayakan ba kat mereka berkembang sebaik mu ngkin dalam segala bidang yang mereka punyai.
Hal ini dapat terjadi jika anak ber bakat intelektual mendapatkan pendidikan yang baik dan motivasi untuk berkreasi dibangkitkan, sehingga aktualisasi diri mereka pun akan tercapai.
Pakar lain, Fetterman (1988) lebih melihat adanya pelayanan pendi dikan khusus bagi anak berbakat intelektual pada masyarakat.
Pendidikan khusus, kata dia, akan membantu memaksimalkan po tensi yang dimiliki anak berbakat intelektual dan juga meningkatkan kemungkinan kontribusi mereka pada masyarakat sekitarnya.
Fetterman berpendapat demikian karena ia mempunyai pandangan bahwa anak berbakat mewakili sa tu kekayaan terbesar dari setiap masyarakat dan merupakan bagian dari spirit intelektual dan semangat untuk masa depan (Fetterman, 1988).
Dengan demikian, jika kemudian pe layanan pendidikan khusus bagi an ak berbakat intelektual tidak dia dakan, maka potensi yang tidak disadari itu akan lenyap.
Untuk itu, Fetterman mengusulkan agar pelayanan pendidikan khusus anak berbakat intelektual sudah se harusnya merupakan prioritas nasional.
Cutts dan Mosseley (1957) mengutarakan bahwa anak berbakat intelektual memiliki bakat yang berbeda dari anak sebayanya.
Untuk itu, anak berbakat intelektual pun membutuhkan pendidikan yang khusus dengan alasan anak akan mengalami keterlambatan dalam perkembangannya jika hal tersebut tidak terpenuhi.
Mereka melihat dengan diberikan nya pendidikan yang sesuai maka akan terjadi perkembangan fisik, perkembangan mental dan perkem bangan sosial yang jauh lebih cepat dari anak sebaya, bahkan mungkin juga melampaui orang tua dan guru sendiri.
Karena kualitas yang dimiliki berbeda, maka anak berbakat intelektual membutuhkan suatu pendidikan yang tidak sama dengan anak sebayanya (Cutts dan Mosseley, 1957).
Oleh aminuddin
Pendidikan Khusus
ANAK berbakat merupakan kekaya an masyarakat yang memerlukan pendidikan yang berbeda dari anak lain.
John Fredrich Feldhusen (1985a) menyebutkan perlunya anak ber bakat intelektual diberikan pendidikan khusus dengan alasan kebutuhan aktualisasi diri.
Menurut Feldhusen, apa yang dapat kita bantu untuk anak berbakat inte lektual adalah mengupayakan ba kat mereka berkembang sebaik mu ngkin dalam segala bidang yang mereka punyai.
Hal ini dapat terjadi jika anak ber bakat intelektual mendapatkan pendidikan yang baik dan motivasi untuk berkreasi dibangkitkan, sehingga aktualisasi diri mereka pun akan tercapai.
Pakar lain, Fetterman (1988) lebih melihat adanya pelayanan pendi dikan khusus bagi anak berbakat intelektual pada masyarakat.
Pendidikan khusus, kata dia, akan membantu memaksimalkan po tensi yang dimiliki anak berbakat intelektual dan juga meningkatkan kemungkinan kontribusi mereka pada masyarakat sekitarnya.
Fetterman berpendapat demikian karena ia mempunyai pandangan bahwa anak berbakat mewakili sa tu kekayaan terbesar dari setiap masyarakat dan merupakan bagian dari spirit intelektual dan semangat untuk masa depan (Fetterman, 1988).
Dengan demikian, jika kemudian pe layanan pendidikan khusus bagi an ak berbakat intelektual tidak dia dakan, maka potensi yang tidak disadari itu akan lenyap.
Untuk itu, Fetterman mengusulkan agar pelayanan pendidikan khusus anak berbakat intelektual sudah se harusnya merupakan prioritas nasional.
Cutts dan Mosseley (1957) mengutarakan bahwa anak berbakat intelektual memiliki bakat yang berbeda dari anak sebayanya.
Untuk itu, anak berbakat intelektual pun membutuhkan pendidikan yang khusus dengan alasan anak akan mengalami keterlambatan dalam perkembangannya jika hal tersebut tidak terpenuhi.
Mereka melihat dengan diberikan nya pendidikan yang sesuai maka akan terjadi perkembangan fisik, perkembangan mental dan perkem bangan sosial yang jauh lebih cepat dari anak sebaya, bahkan mungkin juga melampaui orang tua dan guru sendiri.
Karena kualitas yang dimiliki berbeda, maka anak berbakat intelektual membutuhkan suatu pendidikan yang tidak sama dengan anak sebayanya (Cutts dan Mosseley, 1957).
Pintu Surga Terbuka (6)
Pintu Surga Terbuka (6)
Oleh aminuddin
Jangan Sia-siakan
KITA dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk selalu beramal saleh secara istiqamah walaupun hanya sedikit atau pun ringan.
Dan janganlah diantara kita menganggap remeh suatu amalan, padahal amalan tersebut berpahala besar.
Ada banyak amalan ringan yang dapat dilakukan dan ternyata mengandung nilai pahala yang tinggi dan dapat membuka pintu surga yang kita semua rindukan.
Lalu, amalan ringan seperti apa yang bisa membuka jalan menuju surga?
Berikut ini amalan-amalan ringan pembuka pintu surga yang dapat kita lakukan tanpa perlu usaha ekstra dan mengandung nilai gan jaran yang tinggi dihadapan Allah SWT, dilansir dari Wajibbaca.com :
1. Berzikir Kepada Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ada dua kalimat yang ringan bagi lisan, berat dalam mizan (timbangan amal) dan dicintai ar-Rahmaan: ‘Subhanallahu wa bihamdih’ (Maha Suci Allah dan dengan pujian-Nya kami memuji) ‘Subhanallah al-Azhiim’ (Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Agung).” (HR Bukhari dan Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Membaca: ‘Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar’, sungguh aku lebih cintai daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim no 2695 dan at-Tirmidzi)
Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Tidaklah seorang manusia mengamalkan satu amalan yang dapat menyelamatkannya dari adzab Allah melainkan dzikir kepada Allah.” (HR ath-Thabrani dengan sanad yang hasan)
2. Meridhai Allah, Islam dan Rasulullah SAW
Diceritakan dari sahabat Tsauban Radhiyallahu`anhu ia berkata :
“Barang siapa yang di pagi dan sore mengucapkan kalimat “Radhitu Billahi Rabba, Wa Bil islami Dina, Wabi muhammadiin Nabiya Rasulillah….”Yang artinya : Aku Ridha Allah Subhanahu wata'ala sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam sebagai nabi dan rasulku 3x. Maka wajib bagi Allah Subhanahu wata'ala untuk meridhainya”. (HR At-Turmudzi, Abu Daud, dan An-Nasa’i)
3. Menuntut Ilmu Syar’i
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim no 2699)
4. Menahan Marah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal dia mampu untuk melampiaskannya, niscaya Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan para makh luk sampai Allah memilihkan untuknya bidadari-bidadari yang dia suka.” (Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi)
5. Membaca Ayat Kursi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat, maka tidak ada yang dapat menghalanginya untuk masuk surga kecuali jika dia mati.” (HR an-Nasaa’i)
Maksudnya adalah jika dia wafat, dia akan masuk surga dengan rahmat dan karunia Allah ‘Azza wa Jalla.
6. Menyingkirkan Gangguan di Jalan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Sungguh aku telah melihat seorang lelaki mondar-mandir di dalam surga dikarenakan sebuah pohon yang dia tebang dari tengah jalan yang selalu mengganggu manusia.” (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Ada seorang lelaki berjalan melewati ranting pohon yang ada di tengah jalan, lalu dia berkata, ‘Demi Allah, sungguh aku akan singkirkan ranting ini dari kaum muslimin agar tidak menganggu mereka.’ Maka dia pun dimasukkan ke dalam surga.” (HR Muslim)
7. Membela Kehormatan Saudaranya di Saat Ketidakhadirannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Barangsiapa membela harga diri saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan memalingkan wajahnya dari api neraka.” (Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi)
Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Barangsiapa yang Allah lindungi dari keburukan apa yang ada di antara kedua rahangnya (yaitu mulut) dan keburukan yang ada di antara dua pahanya (yaitu kemaluannya), niscaya dia akan masuk surga.” (Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi)
8. Menjauhi Debat Kusir walaupun Benar
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam:
“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR Abu Dawud)
9. Berwudhu’ lalu Solat Dua Rakaat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
”Tidaklah seorang muslim berwudhu’ lalu dia baguskan wudhu’nya, kemudian dia berdiri shalat dua raka’at dengan menghadapkan hatinya dan wajahnya pada kedua raka’at itu, melainkan surga wajib baginya.” (HR Muslim)
10. Pergi Salat ke Masjid
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan untuk menuju masjid, mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam juga bersabda :
“Barangsiapa yang pergi ke masjid atau pulang dari masjid, niscaya Allah akan persiapkan baginya tempat tinggal di dalam surga setiap kali dia pergi dan pulang.” (HR Bukhari dan Muslim)
Wallahualam.
_____
TribunManado.co.id
Tawa Rasulullah SAW (6)
Tawa Rasulullah SAW (6)
Oleh aminuddin
ADALAH Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq yang menjalankan bisnis ke negeri Bushra. Beliau menyertakan dua orang sahabat Nabi yang turut serta dalam jihad di medan Badar. Ialah Nu’aiman dan Suwaibith bin Harmalah Radhiyallahu ‘anhuma.
Didorong oleh rasa lapar, Nu’aiman mendekati Suwaibith yang ditugaskan mengurusi makanan untuk para delegasi bisnis.
“Beri aku makanan,” tutur Nu’aiman.
“Tunggu sampai Abu Bakar ash-Shiddiq datang.” jawab Suwaibith, tegas.
Tak lama setelah itu, Nu’aiman mendatangi para pedagang budak. Ia yang terkenal jenaka bertutur kepada mereka, “Apakah kalian menginginkan budak Arab yang kuat dan perkasa?”
“Sudah tentu,” jawab pedagang budak.
“Budak ini pandai berbicara. Mungkin dia akan berkata ‘Aku orang merdeka’ saat kalian mendekatinya. Ikutlah aku. Jika dia tidak mau, janganlah kalian berupaya memengaruhinya.” tutur Nu’aiman.
“Kami pasti membelinya.” jawab para pedagang budak.
Kedua pihak sepakat. Budak itu dihargai sepuluh ekor unta dewasa.
Nu’aiman membawa rombongan pedagang budak itu menuju lapak mereka. Di sana terdapat Suwaibith. Nu’aiman berjalan gagah dengan menggiring 10 ekor unta dewasa miliknya.
Di dekat Suwaibith, Nu’aiman berkata lantang, “ini budaknya. Ambillah.”
“Dia bohong!” seru Suwaibith. Dahinya mengerut, wajahnya memerah. “Aku orang merdeka.” lanjut Suwaibith, menerangkan.
“Dia (Nua’iman),” jawab salah satu pedagang budak, “telah memberitahu kepada kami bahwa kamu akan berkata demikian.”
Leher Suwaibith pun diikat dengan tali. Para pedagang membawanya.
Tak lama kemudian, Abu Bakar ash-Shiddiq kembali dari urusannya. Beliau mendengarkan penuturan para sahabat dan pedagang lain di sekitar lapak tersebut terkait Suwaibith.
Lepas mendengarkan dengan cermat, Abu Bakar ash-Shiddiq bersama sahabat lainnya bergegas mendatangi para pedagang budak dengan membawa sepuluh ekor unta dari Nu’aiman.
“Setibanya di Madinah,” tutur Dr ‘Ali Hasyimi, “mereka mengisahkan kejadian tersebut kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.
Beliau dan para sahabat lain yang mendengarnya tertawa ...
Mereka sering mengulang kisah tersebut dan senantiasa tertawa hampir selama satu tahun.”
Masya Allah… Sungguh, Islam sangat akomodatif terhadap fitrah manusia.
Islam menyukai canda, tetapi yang benar; bukan canda yang dipenuhi atau dibumbui dusta.
______
https:// bersamadakwah.net > kisah-lucu
Oleh aminuddin
ADALAH Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq yang menjalankan bisnis ke negeri Bushra. Beliau menyertakan dua orang sahabat Nabi yang turut serta dalam jihad di medan Badar. Ialah Nu’aiman dan Suwaibith bin Harmalah Radhiyallahu ‘anhuma.
Didorong oleh rasa lapar, Nu’aiman mendekati Suwaibith yang ditugaskan mengurusi makanan untuk para delegasi bisnis.
“Beri aku makanan,” tutur Nu’aiman.
“Tunggu sampai Abu Bakar ash-Shiddiq datang.” jawab Suwaibith, tegas.
Tak lama setelah itu, Nu’aiman mendatangi para pedagang budak. Ia yang terkenal jenaka bertutur kepada mereka, “Apakah kalian menginginkan budak Arab yang kuat dan perkasa?”
“Sudah tentu,” jawab pedagang budak.
“Budak ini pandai berbicara. Mungkin dia akan berkata ‘Aku orang merdeka’ saat kalian mendekatinya. Ikutlah aku. Jika dia tidak mau, janganlah kalian berupaya memengaruhinya.” tutur Nu’aiman.
“Kami pasti membelinya.” jawab para pedagang budak.
Kedua pihak sepakat. Budak itu dihargai sepuluh ekor unta dewasa.
Nu’aiman membawa rombongan pedagang budak itu menuju lapak mereka. Di sana terdapat Suwaibith. Nu’aiman berjalan gagah dengan menggiring 10 ekor unta dewasa miliknya.
Di dekat Suwaibith, Nu’aiman berkata lantang, “ini budaknya. Ambillah.”
“Dia bohong!” seru Suwaibith. Dahinya mengerut, wajahnya memerah. “Aku orang merdeka.” lanjut Suwaibith, menerangkan.
“Dia (Nua’iman),” jawab salah satu pedagang budak, “telah memberitahu kepada kami bahwa kamu akan berkata demikian.”
Leher Suwaibith pun diikat dengan tali. Para pedagang membawanya.
Tak lama kemudian, Abu Bakar ash-Shiddiq kembali dari urusannya. Beliau mendengarkan penuturan para sahabat dan pedagang lain di sekitar lapak tersebut terkait Suwaibith.
Lepas mendengarkan dengan cermat, Abu Bakar ash-Shiddiq bersama sahabat lainnya bergegas mendatangi para pedagang budak dengan membawa sepuluh ekor unta dari Nu’aiman.
“Setibanya di Madinah,” tutur Dr ‘Ali Hasyimi, “mereka mengisahkan kejadian tersebut kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.
Beliau dan para sahabat lain yang mendengarnya tertawa ...
Mereka sering mengulang kisah tersebut dan senantiasa tertawa hampir selama satu tahun.”
Masya Allah… Sungguh, Islam sangat akomodatif terhadap fitrah manusia.
Islam menyukai canda, tetapi yang benar; bukan canda yang dipenuhi atau dibumbui dusta.
______
https:// bersamadakwah.net > kisah-lucu
Rumayok (27)
Rumayok (27)
Oleh Wak Amin
SINGKATDU curita ...
Toni pingsan. Si Mbak Tuti lobon tidipaya. Harani kok manom. Ma gorib liyu.
Mak ongka sai ngaminjakkona. Bak du pok Toni pingsansa, kintu di bi n gi, mak ongka jolma sai barani liyu rangrayasa.
Kintu pagi tungguk dibi hun barani. Bak api? Bakdu wat sawara ma com-macomda. Sanak miwang, bai bai maha rik panampakan 'makhluk astral.'
Na, curitana ... Kolpah kita si Toni minjak posai. Waktu ya minjak, ma nom kaunyin-unyin ..
"Aku dimana?" Cakna pocak ga miwang.
"Mbak Tuti. Dimana kau?"
Mbak Tuti mak nyimbat makwat. Ya paksako lapah.
Bruuug ...
Numbur batang punti. Makwat sa kik makwat. Mihya tikahojong, kona batu munih.
Sompat anjorit ..
Adooow ..
Togak lagi. Ya lapah tikiri. Diliyak na wat kayu togak. Dirabana ..
Eheeem ..
Aneh, cakna di lom hati, wat kayu togak bubarus di bah pohon balak.
"Macam-macam bae dunia ini," cakdu Toni.
Lapah lagi ..
Lima bolas monit tungguk di rangra ya balak.
Sopi kok tamtu ...
"Mbak Tuti. Dimana di kau?" Mak ongka jawaban.
Motor lobon, mulang mak pacak. Ga lapah lagi mak sanggup. Biyak kaunyin-unyin.
Jadi?
Turui di rangraya hoda tungguk pa gi. Kanahan mataharani ...
Oleh Wak Amin
SINGKATDU curita ...
Toni pingsan. Si Mbak Tuti lobon tidipaya. Harani kok manom. Ma gorib liyu.
Mak ongka sai ngaminjakkona. Bak du pok Toni pingsansa, kintu di bi n gi, mak ongka jolma sai barani liyu rangrayasa.
Kintu pagi tungguk dibi hun barani. Bak api? Bakdu wat sawara ma com-macomda. Sanak miwang, bai bai maha rik panampakan 'makhluk astral.'
Na, curitana ... Kolpah kita si Toni minjak posai. Waktu ya minjak, ma nom kaunyin-unyin ..
"Aku dimana?" Cakna pocak ga miwang.
"Mbak Tuti. Dimana kau?"
Mbak Tuti mak nyimbat makwat. Ya paksako lapah.
Bruuug ...
Numbur batang punti. Makwat sa kik makwat. Mihya tikahojong, kona batu munih.
Sompat anjorit ..
Adooow ..
Togak lagi. Ya lapah tikiri. Diliyak na wat kayu togak. Dirabana ..
Eheeem ..
Aneh, cakna di lom hati, wat kayu togak bubarus di bah pohon balak.
"Macam-macam bae dunia ini," cakdu Toni.
Lapah lagi ..
Lima bolas monit tungguk di rangra ya balak.
Sopi kok tamtu ...
"Mbak Tuti. Dimana di kau?" Mak ongka jawaban.
Motor lobon, mulang mak pacak. Ga lapah lagi mak sanggup. Biyak kaunyin-unyin.
Jadi?
Turui di rangraya hoda tungguk pa gi. Kanahan mataharani ...
Anak Berbakat (8)
Anak Berbakat (8)
Oleh aminuddin
A. Aspek I : Ciri-ciri Belajar
1. Mudah menangkap pelajaran.
2. Mudah mengingat kembali pelajaran yang telah diberikan.
3. Memiliki perbendaharaan yang luas.
4. Penalaran tajam (berpikir logis, kritis memahami hubungan sebab akibat).
5. Daya konsentrasi baik (perhatian tidak mudah beralih).
6. Memiliki pengetahuan umum yang luas.
7. Gemar membaca.
8. Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, atau pendapat secara lisan atau tulisan dengan lancar dan jelas.
9. Mampu mengamati dengan cermat.
10. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal yang bersifat intelektual, antara lain mengadakan percobaan sederhana dan mempelajari kamus.
B. Aspek II: Ciri-ciri Tanggung Jawab terhadap Tugas
1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus untuk waktu lama, tidak berhenti sebelum selesai);
2. Ulet (tidak lekas putus asa bila menghadapi kesulitan);
3. Mampu berprestasi sendiri tanpa dorongan orang lain;
4. Ingin mendalami bahan atau bidang pengetahuan yang diberikan di dalam kelas (ingin mengetahui banyak bahan dari sekadar diajarkan oleh guru);
5. Selalu berusaha untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasinya);
6. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah orang dewasa (misalnya terhadap pembangunan, agam, politik, ekonomi, korupsi dan keadilan);
7. Senang dan rajin belajar dengan penuh semangat;
8. Cepa bosa dengan tugas-tugas rutin (dalam pelajaran maupun pekerjaan);
9. Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin dengan sesuatu, tidak mudah melepaskan pendapat tersebut);
10. Menunda pemuasan kebutuhan sesaat untuk mencapai tujuan di kemudian hari (misalnya: siswa membatasi waktu bermain untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi).
C. Aspek III : Ciri-ciri Kreativitas
1. Memiliki rasa ingin tahu yang mendalam;
2. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot (tidak asal tanya);
3. Memberikan banyak gagasan dan usul-usul terhadap suatu masalah;
4. Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu.
5. Mempunyai atau menghargai rasa keindahan;
6. Menonjol dalam satu atau lebih bidang studi;
7. Dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai segi;
8. Mempunyai rasa humor;
9. Mempunyai daya imajinasi (misalnya memikirkan hal-hal yang baru dan tidak biasa);
10. Mampu mengajukan pemikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dari orang lain (orisinal).
D. Aspek IV: Ciri-ciri Kepemimpinan
1. Sering dipilih menjadi pemimpin atau ketua (oleh guru atau teman);
2. Disenangi oleh teman sekolah;
3. Dapat bekerjasama secara positif (dengan teman atau guru);
4. Dapat mempengaruhi teman-teman atau orang lain;
5. Mempunyai banyak inisiatif (tidak perlu disuruh dalam melaksanakan tugas);
6. Mempunyai rasa tanggung jawab yang besar ;
7. Memiliki rasa percaya diri sendiri yang kuat;
8. Mudah menyesuaikan diri terhadap situasi yang baru;
9. Aktif berperan serta dalam kegiatan sosial di sekolah;
10. Senang membantu orang lain.
Oleh aminuddin
A. Aspek I : Ciri-ciri Belajar
1. Mudah menangkap pelajaran.
2. Mudah mengingat kembali pelajaran yang telah diberikan.
3. Memiliki perbendaharaan yang luas.
4. Penalaran tajam (berpikir logis, kritis memahami hubungan sebab akibat).
5. Daya konsentrasi baik (perhatian tidak mudah beralih).
6. Memiliki pengetahuan umum yang luas.
7. Gemar membaca.
8. Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, atau pendapat secara lisan atau tulisan dengan lancar dan jelas.
9. Mampu mengamati dengan cermat.
10. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal yang bersifat intelektual, antara lain mengadakan percobaan sederhana dan mempelajari kamus.
B. Aspek II: Ciri-ciri Tanggung Jawab terhadap Tugas
1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus untuk waktu lama, tidak berhenti sebelum selesai);
2. Ulet (tidak lekas putus asa bila menghadapi kesulitan);
3. Mampu berprestasi sendiri tanpa dorongan orang lain;
4. Ingin mendalami bahan atau bidang pengetahuan yang diberikan di dalam kelas (ingin mengetahui banyak bahan dari sekadar diajarkan oleh guru);
5. Selalu berusaha untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasinya);
6. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah orang dewasa (misalnya terhadap pembangunan, agam, politik, ekonomi, korupsi dan keadilan);
7. Senang dan rajin belajar dengan penuh semangat;
8. Cepa bosa dengan tugas-tugas rutin (dalam pelajaran maupun pekerjaan);
9. Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin dengan sesuatu, tidak mudah melepaskan pendapat tersebut);
10. Menunda pemuasan kebutuhan sesaat untuk mencapai tujuan di kemudian hari (misalnya: siswa membatasi waktu bermain untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi).
C. Aspek III : Ciri-ciri Kreativitas
1. Memiliki rasa ingin tahu yang mendalam;
2. Sering mengajukan pertanyaan yang berbobot (tidak asal tanya);
3. Memberikan banyak gagasan dan usul-usul terhadap suatu masalah;
4. Mampu menyatakan pendapat secara spontan dan tidak malu-malu.
5. Mempunyai atau menghargai rasa keindahan;
6. Menonjol dalam satu atau lebih bidang studi;
7. Dapat mencari pemecahan masalah dari berbagai segi;
8. Mempunyai rasa humor;
9. Mempunyai daya imajinasi (misalnya memikirkan hal-hal yang baru dan tidak biasa);
10. Mampu mengajukan pemikiran, gagasan pemecahan masalah yang berbeda dari orang lain (orisinal).
D. Aspek IV: Ciri-ciri Kepemimpinan
1. Sering dipilih menjadi pemimpin atau ketua (oleh guru atau teman);
2. Disenangi oleh teman sekolah;
3. Dapat bekerjasama secara positif (dengan teman atau guru);
4. Dapat mempengaruhi teman-teman atau orang lain;
5. Mempunyai banyak inisiatif (tidak perlu disuruh dalam melaksanakan tugas);
6. Mempunyai rasa tanggung jawab yang besar ;
7. Memiliki rasa percaya diri sendiri yang kuat;
8. Mudah menyesuaikan diri terhadap situasi yang baru;
9. Aktif berperan serta dalam kegiatan sosial di sekolah;
10. Senang membantu orang lain.
Minggu, 27 Januari 2019
Anak Berbakat (7)
Anak Berbakat (7)
Oleh aminuddin
SEPULUH keberbakatan itu telah teruji keterbacaannya untuk menda patkan validitas isi. Penelitian dila kukan di empat sekolah dasar di Ja karta, dan empat sekolah dasar di Cianjur, pada sekolah yang ditunjuk oleh Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah DK Jakarta dan Jawa Barat. Jumlah responden seluruhnya 32 guru kelas 1 sampai kelas 6.
Guru saat itu dimintai untuk mencari ciri-ciri keberbakatan yang digunakan dalam pencalonan murid sebagai anak berbakat intelektual.
Dengan demikian, penelitian tersebut dapat dilihat sebagai penggunaan butir dari sepuluh ciri keberbakatan yang digunakan guru dalam pencalonan murid sebagai anak berbakat intelektual.
Dari hasil pengolahan data pada uji keterbacaan, sepuluh ciri anak ber bakat intelektual untuk sekolah dasar didapat sebagai berikut :
Frekuensi dan Persentase Butir Ciri Keberbakatan di Sekolah Dasar (DKI Jakarta dan Cianjur)
Ciri Nama Butir Ciri Persentase
------------------------------------------------------------
1. Kelancaran berbahasa
(lisan dan tertulis) 86.99%
2. Rasa ingin tahu yang
bersifat pengetahuan 89.78%
3. Kemampuan berpikir 87.30%
kritis
4. Kemampuan belajar
atau bekerja sendiri 90.40%
5. Keuletan 79.56&
6. Rasa tanggung jawab
pada setiap tugas 87.92%
7. Tingkah yang terarah
pada tujuan 73.06%
8. Kecermatan dalam
mengamati 74.92%
9. Sering mengungkapkan
gagasan baik atau pen
dapat yang baru 36.22%
10. Senang membuat ben
da atau barang baru
dari bahan yang ada da
lam lingkungannya 29.72%
Untuk melihat ciri keberbakatan pada siswa sekolah dan yang dija ring guru secara lebih teliti, Rapat Kerja KKPAB di Wisma Cibinong menghasilkan Format III yaitu for mat pencalonan anak berbakat intelektual oleh guru yang terdiri dari empat aspek ciri keberbakatan.
Berikut ini diperinci empat aspek ciri keberbakatan untuk tingkat sekolah dasar dimaksud ...
Oleh aminuddin
SEPULUH keberbakatan itu telah teruji keterbacaannya untuk menda patkan validitas isi. Penelitian dila kukan di empat sekolah dasar di Ja karta, dan empat sekolah dasar di Cianjur, pada sekolah yang ditunjuk oleh Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah DK Jakarta dan Jawa Barat. Jumlah responden seluruhnya 32 guru kelas 1 sampai kelas 6.
Guru saat itu dimintai untuk mencari ciri-ciri keberbakatan yang digunakan dalam pencalonan murid sebagai anak berbakat intelektual.
Dengan demikian, penelitian tersebut dapat dilihat sebagai penggunaan butir dari sepuluh ciri keberbakatan yang digunakan guru dalam pencalonan murid sebagai anak berbakat intelektual.
Dari hasil pengolahan data pada uji keterbacaan, sepuluh ciri anak ber bakat intelektual untuk sekolah dasar didapat sebagai berikut :
Frekuensi dan Persentase Butir Ciri Keberbakatan di Sekolah Dasar (DKI Jakarta dan Cianjur)
Ciri Nama Butir Ciri Persentase
------------------------------------------------------------
1. Kelancaran berbahasa
(lisan dan tertulis) 86.99%
2. Rasa ingin tahu yang
bersifat pengetahuan 89.78%
3. Kemampuan berpikir 87.30%
kritis
4. Kemampuan belajar
atau bekerja sendiri 90.40%
5. Keuletan 79.56&
6. Rasa tanggung jawab
pada setiap tugas 87.92%
7. Tingkah yang terarah
pada tujuan 73.06%
8. Kecermatan dalam
mengamati 74.92%
9. Sering mengungkapkan
gagasan baik atau pen
dapat yang baru 36.22%
10. Senang membuat ben
da atau barang baru
dari bahan yang ada da
lam lingkungannya 29.72%
Untuk melihat ciri keberbakatan pada siswa sekolah dan yang dija ring guru secara lebih teliti, Rapat Kerja KKPAB di Wisma Cibinong menghasilkan Format III yaitu for mat pencalonan anak berbakat intelektual oleh guru yang terdiri dari empat aspek ciri keberbakatan.
Berikut ini diperinci empat aspek ciri keberbakatan untuk tingkat sekolah dasar dimaksud ...
Rumayok (26)
Rumayok (26)
Oleh Wak amin
DUNGGAK motor ..
"Mbak darimana. Pulang kerja ya?"
"Dari rumah teman dong," jawabdu Mbak Tuti. Sawarana, eeem bangik nihan andonginya ...
"Teman sekolah, teman kerja, atau teman ..."
"Teman main .."
"Ouuuw .. Cowok apa cewek Mbak?"
"Cewek."
"Ouuuuw ..."
"Kenapa kalau cowok?"
"Ya enggak apa-apa Mbak. Takut
nya kalau cowok, dia cemburu buta .."
Mbak Tuti tikahaha ...
Jak kaca spion, Toni ngaliyak Mbak Tuti sumang jak barih.
Sumang juksipaya kolpah?
Mak ongk kukut ...
Salah niku. Kukut wat, mih talapak kukutna mak di nginjak tanoh amun ya lapah.
"Mbak .." Toni ambaraniko nanya.
"Apa Dik?"
"Marah enggak Mbak kalau saya nanya sesuatu..?"
"Kenapa mesti marah sama orang yang baik hati sama Mbak."
"Gini Mbak. Saya lihat dari kaca spion, telapak kaki Mbak, enggak ada. Betul ya Mbak'
Mbak Tuti mih maha ...
Syiiit ...
Motor buhodak ...
" Ya betul. Kamu memang telaten."
"Jadi telapak kaki Mbak kemana?"
"Ada. Ini ...!"
Haaaa ...
Wat nihan. Mihya bak api matadu Toni tib-tiba mak awas ngaliyakna. Juk jolma rabun ..
Oleh Wak amin
DUNGGAK motor ..
"Mbak darimana. Pulang kerja ya?"
"Dari rumah teman dong," jawabdu Mbak Tuti. Sawarana, eeem bangik nihan andonginya ...
"Teman sekolah, teman kerja, atau teman ..."
"Teman main .."
"Ouuuw .. Cowok apa cewek Mbak?"
"Cewek."
"Ouuuuw ..."
"Kenapa kalau cowok?"
"Ya enggak apa-apa Mbak. Takut
nya kalau cowok, dia cemburu buta .."
Mbak Tuti tikahaha ...
Jak kaca spion, Toni ngaliyak Mbak Tuti sumang jak barih.
Sumang juksipaya kolpah?
Mak ongk kukut ...
Salah niku. Kukut wat, mih talapak kukutna mak di nginjak tanoh amun ya lapah.
"Mbak .." Toni ambaraniko nanya.
"Apa Dik?"
"Marah enggak Mbak kalau saya nanya sesuatu..?"
"Kenapa mesti marah sama orang yang baik hati sama Mbak."
"Gini Mbak. Saya lihat dari kaca spion, telapak kaki Mbak, enggak ada. Betul ya Mbak'
Mbak Tuti mih maha ...
Syiiit ...
Motor buhodak ...
" Ya betul. Kamu memang telaten."
"Jadi telapak kaki Mbak kemana?"
"Ada. Ini ...!"
Haaaa ...
Wat nihan. Mihya bak api matadu Toni tib-tiba mak awas ngaliyakna. Juk jolma rabun ..
Pintu Surga Terbuka (5)
Pintu Surga Terbuka (5)
Oleh aminuddin
Bebas Memilih Pintu Surga
SIAPA di antara kita yang tidak ingin masuk surga? Apalagi jika masuknya bebas dari pintu manapun!
Adakah amalan yang bisa mengan tarkan kita pada peluang emas ter sebut?
Jawabannya: ada, antara lain:
1. Berakidah yang benar
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ؛ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ”
”Barangsiapa mengucapkan ”Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Serta Isa adalah hamba Allah dan anak salah satu hamba-Nya. Kalimat-Nya disampaikan kepada Maryam dan ruhnya berasal dari Allah. (Ia juga bersaksi) bahwa surga adalah benar adanya, neraka juga benar adanya; niscaya Allah akan memasukkannya ke surga dari delapan pintunya manapun yang ia kehendaki”. (HR. Muslim dari Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu’anhu).
2. Taat kepada pemerintah dalam kebaikan
Rasulullah SAW menjanjikan ..
“مَنْ عَبَدَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، فَأَقَامَ الصَّلَاةَ، وَآتَى الزَّكَاةَ، وَسَمِعَ وَأَطَاعَ؛ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُدْخِلُهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَ، وَلَهَا ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ. وَمَنْ عَبَدَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَأَقَامَ الصَّلَاةَ، وَآتَى الزَّكَاةَ، وَسَمِعَ وَعَصَى؛ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ أَمْرِهِ بِالْخِيَارِ؛ إِنْ شَاءَ رَحِمَهُ، وَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ”.
”Barangsiapa menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, mendengar dan taat (kepada pemerintah); niscaya Allah akan memasukkannya lewat pintu surga manapun yang ia maui. Dan pintu surga itu ada delapan. Barangsiapa menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, mendengar na mun tidak taat (kepada pemerin tah); maka nasibnya terserah Allah. Jika Dia berkehendak maka akan merahmatinya, sebaliknya jika Dia berkehendak, maka akan menyiksa nya”. (HR. Ahmad dari Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan oleh al-Albany).
3. Patuh kepada suami
Rasulullah SAW bertutur ..
“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.
“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan suci Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suami nya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrah man bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).
______
Artikel Muslim.Or.Id
Oleh aminuddin
Bebas Memilih Pintu Surga
SIAPA di antara kita yang tidak ingin masuk surga? Apalagi jika masuknya bebas dari pintu manapun!
Adakah amalan yang bisa mengan tarkan kita pada peluang emas ter sebut?
Jawabannya: ada, antara lain:
1. Berakidah yang benar
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ، وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ؛ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ”
”Barangsiapa mengucapkan ”Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Serta Isa adalah hamba Allah dan anak salah satu hamba-Nya. Kalimat-Nya disampaikan kepada Maryam dan ruhnya berasal dari Allah. (Ia juga bersaksi) bahwa surga adalah benar adanya, neraka juga benar adanya; niscaya Allah akan memasukkannya ke surga dari delapan pintunya manapun yang ia kehendaki”. (HR. Muslim dari Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu’anhu).
2. Taat kepada pemerintah dalam kebaikan
Rasulullah SAW menjanjikan ..
“مَنْ عَبَدَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، فَأَقَامَ الصَّلَاةَ، وَآتَى الزَّكَاةَ، وَسَمِعَ وَأَطَاعَ؛ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُدْخِلُهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَ، وَلَهَا ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ. وَمَنْ عَبَدَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَأَقَامَ الصَّلَاةَ، وَآتَى الزَّكَاةَ، وَسَمِعَ وَعَصَى؛ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ أَمْرِهِ بِالْخِيَارِ؛ إِنْ شَاءَ رَحِمَهُ، وَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ”.
”Barangsiapa menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, mendengar dan taat (kepada pemerintah); niscaya Allah akan memasukkannya lewat pintu surga manapun yang ia maui. Dan pintu surga itu ada delapan. Barangsiapa menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, mendengar na mun tidak taat (kepada pemerin tah); maka nasibnya terserah Allah. Jika Dia berkehendak maka akan merahmatinya, sebaliknya jika Dia berkehendak, maka akan menyiksa nya”. (HR. Ahmad dari Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu’anhu dan dinilai hasan oleh al-Albany).
3. Patuh kepada suami
Rasulullah SAW bertutur ..
“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.
“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan suci Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suami nya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrah man bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).
______
Artikel Muslim.Or.Id
Tawa Rasulullah SAW (5)
Tawa Rasulullah SAW (5)
Oleh aminuddin
Lomba Lari
Diriwayatkan dari Aisyah ra ia ber kata, suatu ketika aku ikut dalam sebuah perjalanan bersama Rasulullah SAW.
Ketika itu aku masih kecil, badanku masih langsing dan tidak seberapa gemuk.
Tiba-tiba Rasulullah SAW bersabda kepada orang-orang ..
Majulah kalian ke depan (jalan duluan).
Maka orang-orang pun maju ke depan dan jalan lebih dahulu. Kemudian beliau bersabda kepadaku :
Ayo, mari kita berlomba lari!
Maka aku –pun berlari mengejarnya dan akhirnya dapat memenangkannya. Dan beliau-pun tidak berkomentar apa-apa.
Kemudian aku ikut kembali dalam sebuah perjalanan, ketika itu badanku agak sedikit gemuk dan aku sudah lupa sama sekali dengan kejadian tersebut.
Tiba-tiba beliau berkata kepada orang-orang ...
Majulah kalian kedepan (jalan duluan)
Maka orang-orang pun maju ke depan dan jalan lebih dahulu. Kemudian beliau bersabda kepadaku,
Ayo, mari kita lomba lari!
Maka akupun mengejarnya, namun akhirnya beliau dapat memenangkannya.
Lalu beliau tertawa dan mengatakan kepadaku :
Kini seri dengan yang kemarin (dulu). (HR Ahmad)
Iblis Muntah
DIriwayatkan dari Umaiyah bin Makhsyi ra, ia berkata, “Suatu keti ka Rasulullah sedang duduk, lalu ada seorang laki-laki yang sedang makan dan tidak mengucapkan basmalah sampai makanannya tinggal tersisa satu suap.
Ketika orang tersebut hendak memasukkan suapan terakhir ke dalam mulutnya, tiba-tiba ia teringat (bahwa ia belum berdoa) lalu ia mengucapkan, “Bismillaahi fii awwalihii wa aakhirihi” (dengan nama Allah dari sejak awalnya hingga akhirnya).
Tertawalah Rasulullah SAW melihat hal itu, kemudian beliau bersabda:
“Setan masih saja ikut makan ber samanya, hingga ketika ia menye but nama Allah, maka seetan pun memuntahkan apa yang ada dalam perutnya”. (HR Ahmad)
Madinah Kebanjiran
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berkhutbah pada hari Jumat, tiba-tiba datang seseorang kepada beliau dan berkata, “Sudah sangat lama hujan tidak turun, maka mintalah kepada Tuhan-mu agar menurunkan hujan.”
lalu Rasulullah SAW memandang ke arah langit dan kami lihat tidak ada sedikitpun awan di sana.
Lalu beliau langsung ber-istisqa’ (minta turun hujan) hingga datanglah awan yang menebal sedikit demi sedikit.
Dan tidak lama kemudian, hujan pun turun dengan derasnya hingga selokan-selokan air di Madinah menjadi meluap dan banjir.
Dan demikianlah hujan tersebut turun hingga datang hari Jumat berikutnya ..
Akhirnya orang tersebut -atau yang lainnya- datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau sedang khutbah dan berkata, “Kami telah kebanjiran, maka berdoalah agar Tuhan menghentikan hujan ini”.
Maka tertawalah Rasulullah SAW kemudian berdoa lagi :
“Ya Allah, turunkanlah (hujan) di se kitar kami dan jangan ditimpakan kepada kami (kesulitan karena nya),” sebanyak dua kali atau tiga kali ..
Maka awanpun sedikit demi sedikit mulai menjauh dari Madinah ke arah kiri dan kanan, dan hujan pun turun di sekitar kami serta tidak se dikitpun yang turun di Madinah.
Nampaknya Allah hendak memperlihatkan kepada mereka karamah Rasul-Nya dan kemustajaban doanya.” (HR Bukhari)
Jampi-jampi
Diriwayatkan dari Abu Said Al Khud ri ra, ia berkata, “Pernah suatu ketika sekelompok sahabat Rasulullah pergi mendatangi sebuah perkampungan Arab, namun penduduk kampung tersebut tidak ada yang mau menjamu mereka.
Pada saat itu juga, tiba-tiba pemim pin kampung tersebut disengat see kor kalajengking. Maka penduduk kampung itupun berkata, “Apakah kalian (para sahabat) membawa obat-obatan atau jampi-jampi?”
Para sahabat menjawab, “Akan tetapi (karena) kalian tidak sudi mengobatinya, kecuali jika kalian mau memberikan upah kepada kami.”
Maka mereka pun menjanjikan akan memberikan upah seekor domba.
Lalu salah seorang di antara saha bat membaca surah Al-Fatihah sam bil mengumpulkan air di ludahnya lalu meludahkan ke tempat senga tan kalajengking tersebut hingga si kepala kampung itupun menjadi sembuh.
Lalu dengan senang hati mereka menyerahkan domba yang mereka janjikan kepada para sahabat.
Akan tetapi para sahabat menolak hadiah tersebut dan mengatakan, “Kami tidak akan mengambilnya sebelum kami menanyakan kepada Rasulullah.”
Maka mereka pun pergi menanyakannya kepada Rasulullah SAW hingga beliau tertawa mende ngarnya.
Lalu kemudian beliau bersabda:
“Tidakkah engkau mengetahui bahwa ia (Al-Fatihah) memang jampi-jampi? Ambillah (domba tersebut) dan aku minta bagian (dagingnya).” (HR/Bukhari Muslim)
Uskup Yahudi
Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Kelak pada hari kiamat, bumi ini akan menjadi seperti sebuah roti yang dibolak-balikkan oleh Tuhan yang Maha Perkasa dengan tangan-Nya, seperti layaknya salah seorang di antara kalian yang sedang membolak-balikkan sebuah roti ketika sedang dalam perjalanan/untuk dijadikan tempat tinggal para penduduk surga.”
Tiba-tiba datang seorang Yahudi dan mengatakan, “Semoga Allah memberkatimu, wahai Abu Qasim. Sudikah kiranya engkau aku berita hukan tentang tempat tinggal para penduduk surga kelak pada hari kiamat?”
Rasulullah SAW menjawab, “Ya (si lahkan).
Yahudi itu pun berkata, “Kelak bumi ini akan menjadi seperti sebuah roti.” (persis seperti apa yang diceritakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Maka Rasulullah SAW pun menoleh kepada kami, kemudian beliau terta wa sehingga tampak gigi-gigi gera hamnya.
Lalu beliau bersabda:
“Sudikah kiranya engkau aku berita hukan tentang lauk pauknya?”
Ia menjawab, “Ya.”
Maka beliau pun bersabda, “Lauk pauknya adalah Ba’ Lam dan Nun.”
Para sahabat bertanya, “Dan apakah itu?”
Beliau menjawab, “Yaitu sapi dan nun (ikan paus), sisa dari hati ke duanya dapat dimakan oleh tujuh puluh ribu orang.” (HR Bukhari Muslim)
____
https://akmalarafst.wordpress.com> saat ..
Oleh aminuddin
Lomba Lari
Diriwayatkan dari Aisyah ra ia ber kata, suatu ketika aku ikut dalam sebuah perjalanan bersama Rasulullah SAW.
Ketika itu aku masih kecil, badanku masih langsing dan tidak seberapa gemuk.
Tiba-tiba Rasulullah SAW bersabda kepada orang-orang ..
Majulah kalian ke depan (jalan duluan).
Maka orang-orang pun maju ke depan dan jalan lebih dahulu. Kemudian beliau bersabda kepadaku :
Ayo, mari kita berlomba lari!
Maka aku –pun berlari mengejarnya dan akhirnya dapat memenangkannya. Dan beliau-pun tidak berkomentar apa-apa.
Kemudian aku ikut kembali dalam sebuah perjalanan, ketika itu badanku agak sedikit gemuk dan aku sudah lupa sama sekali dengan kejadian tersebut.
Tiba-tiba beliau berkata kepada orang-orang ...
Majulah kalian kedepan (jalan duluan)
Maka orang-orang pun maju ke depan dan jalan lebih dahulu. Kemudian beliau bersabda kepadaku,
Ayo, mari kita lomba lari!
Maka akupun mengejarnya, namun akhirnya beliau dapat memenangkannya.
Lalu beliau tertawa dan mengatakan kepadaku :
Kini seri dengan yang kemarin (dulu). (HR Ahmad)
Iblis Muntah
DIriwayatkan dari Umaiyah bin Makhsyi ra, ia berkata, “Suatu keti ka Rasulullah sedang duduk, lalu ada seorang laki-laki yang sedang makan dan tidak mengucapkan basmalah sampai makanannya tinggal tersisa satu suap.
Ketika orang tersebut hendak memasukkan suapan terakhir ke dalam mulutnya, tiba-tiba ia teringat (bahwa ia belum berdoa) lalu ia mengucapkan, “Bismillaahi fii awwalihii wa aakhirihi” (dengan nama Allah dari sejak awalnya hingga akhirnya).
Tertawalah Rasulullah SAW melihat hal itu, kemudian beliau bersabda:
“Setan masih saja ikut makan ber samanya, hingga ketika ia menye but nama Allah, maka seetan pun memuntahkan apa yang ada dalam perutnya”. (HR Ahmad)
Madinah Kebanjiran
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berkhutbah pada hari Jumat, tiba-tiba datang seseorang kepada beliau dan berkata, “Sudah sangat lama hujan tidak turun, maka mintalah kepada Tuhan-mu agar menurunkan hujan.”
lalu Rasulullah SAW memandang ke arah langit dan kami lihat tidak ada sedikitpun awan di sana.
Lalu beliau langsung ber-istisqa’ (minta turun hujan) hingga datanglah awan yang menebal sedikit demi sedikit.
Dan tidak lama kemudian, hujan pun turun dengan derasnya hingga selokan-selokan air di Madinah menjadi meluap dan banjir.
Dan demikianlah hujan tersebut turun hingga datang hari Jumat berikutnya ..
Akhirnya orang tersebut -atau yang lainnya- datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau sedang khutbah dan berkata, “Kami telah kebanjiran, maka berdoalah agar Tuhan menghentikan hujan ini”.
Maka tertawalah Rasulullah SAW kemudian berdoa lagi :
“Ya Allah, turunkanlah (hujan) di se kitar kami dan jangan ditimpakan kepada kami (kesulitan karena nya),” sebanyak dua kali atau tiga kali ..
Maka awanpun sedikit demi sedikit mulai menjauh dari Madinah ke arah kiri dan kanan, dan hujan pun turun di sekitar kami serta tidak se dikitpun yang turun di Madinah.
Nampaknya Allah hendak memperlihatkan kepada mereka karamah Rasul-Nya dan kemustajaban doanya.” (HR Bukhari)
Jampi-jampi
Diriwayatkan dari Abu Said Al Khud ri ra, ia berkata, “Pernah suatu ketika sekelompok sahabat Rasulullah pergi mendatangi sebuah perkampungan Arab, namun penduduk kampung tersebut tidak ada yang mau menjamu mereka.
Pada saat itu juga, tiba-tiba pemim pin kampung tersebut disengat see kor kalajengking. Maka penduduk kampung itupun berkata, “Apakah kalian (para sahabat) membawa obat-obatan atau jampi-jampi?”
Para sahabat menjawab, “Akan tetapi (karena) kalian tidak sudi mengobatinya, kecuali jika kalian mau memberikan upah kepada kami.”
Maka mereka pun menjanjikan akan memberikan upah seekor domba.
Lalu salah seorang di antara saha bat membaca surah Al-Fatihah sam bil mengumpulkan air di ludahnya lalu meludahkan ke tempat senga tan kalajengking tersebut hingga si kepala kampung itupun menjadi sembuh.
Lalu dengan senang hati mereka menyerahkan domba yang mereka janjikan kepada para sahabat.
Akan tetapi para sahabat menolak hadiah tersebut dan mengatakan, “Kami tidak akan mengambilnya sebelum kami menanyakan kepada Rasulullah.”
Maka mereka pun pergi menanyakannya kepada Rasulullah SAW hingga beliau tertawa mende ngarnya.
Lalu kemudian beliau bersabda:
“Tidakkah engkau mengetahui bahwa ia (Al-Fatihah) memang jampi-jampi? Ambillah (domba tersebut) dan aku minta bagian (dagingnya).” (HR/Bukhari Muslim)
Uskup Yahudi
Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Kelak pada hari kiamat, bumi ini akan menjadi seperti sebuah roti yang dibolak-balikkan oleh Tuhan yang Maha Perkasa dengan tangan-Nya, seperti layaknya salah seorang di antara kalian yang sedang membolak-balikkan sebuah roti ketika sedang dalam perjalanan/untuk dijadikan tempat tinggal para penduduk surga.”
Tiba-tiba datang seorang Yahudi dan mengatakan, “Semoga Allah memberkatimu, wahai Abu Qasim. Sudikah kiranya engkau aku berita hukan tentang tempat tinggal para penduduk surga kelak pada hari kiamat?”
Rasulullah SAW menjawab, “Ya (si lahkan).
Yahudi itu pun berkata, “Kelak bumi ini akan menjadi seperti sebuah roti.” (persis seperti apa yang diceritakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).
Maka Rasulullah SAW pun menoleh kepada kami, kemudian beliau terta wa sehingga tampak gigi-gigi gera hamnya.
Lalu beliau bersabda:
“Sudikah kiranya engkau aku berita hukan tentang lauk pauknya?”
Ia menjawab, “Ya.”
Maka beliau pun bersabda, “Lauk pauknya adalah Ba’ Lam dan Nun.”
Para sahabat bertanya, “Dan apakah itu?”
Beliau menjawab, “Yaitu sapi dan nun (ikan paus), sisa dari hati ke duanya dapat dimakan oleh tujuh puluh ribu orang.” (HR Bukhari Muslim)
____
https://akmalarafst.wordpress.com> saat ..
Anak Berbakat (6)
Anak Berbakat (6)
Oleh aminuddin
BAGAIMANA di Tanah Air?
1. Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Luar Biasa.
Seminar Nasional Pendidikan Luar Biasa menyebutkan ciri-ciri anak berbakat (Balitbangdikbud, 1980b) yaitu :
a. Anak-anak yang memiliki kemampuan, baik secara potensial maupun yang nyata merupakan salah satu kemampuan intelektual umum, kemampuan akademis khusus, dan kemampuan berpikir kreatif dan produktif.
b. Pada umumnya mempunyai sifat-sifat ingin tahu yang besar, memiliki pandangan jauh ke depan, dan superior dalam penyesuaian emosional serta sosial.
2. Seminar Workshop on Program Alternatives for The Gifted and Talented.
Seminar Workshop on Program Alternatives for The Gifted and Talented menarik kesimpulan bahwa ciri-ciri anak berbakat intelektual adalah sebagai berikut (Balitbangdikbud, 1986a) :
- Kreativitas tinggi,
- Kemampuan berpikir kritis tinggi,
- Kemampuan generalisasi baik,
- Kemampuan membaca di atas usia rata-ratanya,
- Ketelitian yang tinggi,
- Nilai estetis yang tinggi,
- Memiliki keyakinan diri yang cukup,
- Sangat keras hati,
- Mempunyai minat khusus yang tinggi,
- Peka terhadap masalah lingkungan,
- Sangat berminat terhadap masalah manusiawi dan,
- Kemampuan berpikir yang andal.
3. Lokakarya Persiapan Pelaksanaan Program Pendidikan untuk Anak Berbakat Intelektual.
Lokakarya Persiapan Pelaksanaan Program Pendidikan untuk Anak Berbakat Intelektual di Cipayung, Bogor pada 28-29 Mei 1983.
Lokakarya ini menyetujui ciri-ciri anak berbakat intelektual sebagai berikut (Balirbangdikbud 1986b) :
- Membaca pada usia lebih muda,
- Rasa ingin tahu yang kuat
- Minat luas dan banyak kegemaran,
- Dapat bekerja sendiri,
- Pengamatan yang tajam,
- Senang mencoba hal-hal yang baru,
- Berpikir kritis,
- Daya imajinasi yang kuat,
- Tidak cepat puas dengan prestasinya,
- Senang memecahkan masalah,
- Daya abstraksi yang tinggi,
- Kreatif dan original dalam gagasan,
- Ingatan yang baik,
- Perbendaharaan kata, dan
- Perilaku terarah pada tujuan.
4. Rapat Kerja Kelompok Kerja Pendidikan Anak Berbakat.
Rapat Kerja Kelompok Kerja Pendidikan Anak Berbakat pada 6-8 Februari 1985 di Wisma SS Cibubur memutuskan adanya sepuluh ciri keberbakatan siswa sekolah dasar yang digunakan untuk menjaring anak berbakat intelektual :
1. Kelancaran berbahasa (lisan dan tertulis,
2. Rasa ingin tahu yang bersifat pengetahuan,
3. Kemampuan berpikir kritis,
4. Kemampuan belajar atau bekerja mandiri,
5. Keuletan,
6. Rasa tanggung jawab padan setiap tugas,
7. Tingkah yang terarah pada tujuan,
8. Kecermatan dalam mengamati,
9. Sering mengungkapkan gagasan baik atau pendapat yang baru, dan
10. Senang membuat benda atau barang baru dari bahan yang ada dalam lingkungan.
Oleh aminuddin
BAGAIMANA di Tanah Air?
1. Seminar Nasional Pengembangan Pendidikan Luar Biasa.
Seminar Nasional Pendidikan Luar Biasa menyebutkan ciri-ciri anak berbakat (Balitbangdikbud, 1980b) yaitu :
a. Anak-anak yang memiliki kemampuan, baik secara potensial maupun yang nyata merupakan salah satu kemampuan intelektual umum, kemampuan akademis khusus, dan kemampuan berpikir kreatif dan produktif.
b. Pada umumnya mempunyai sifat-sifat ingin tahu yang besar, memiliki pandangan jauh ke depan, dan superior dalam penyesuaian emosional serta sosial.
2. Seminar Workshop on Program Alternatives for The Gifted and Talented.
Seminar Workshop on Program Alternatives for The Gifted and Talented menarik kesimpulan bahwa ciri-ciri anak berbakat intelektual adalah sebagai berikut (Balitbangdikbud, 1986a) :
- Kreativitas tinggi,
- Kemampuan berpikir kritis tinggi,
- Kemampuan generalisasi baik,
- Kemampuan membaca di atas usia rata-ratanya,
- Ketelitian yang tinggi,
- Nilai estetis yang tinggi,
- Memiliki keyakinan diri yang cukup,
- Sangat keras hati,
- Mempunyai minat khusus yang tinggi,
- Peka terhadap masalah lingkungan,
- Sangat berminat terhadap masalah manusiawi dan,
- Kemampuan berpikir yang andal.
3. Lokakarya Persiapan Pelaksanaan Program Pendidikan untuk Anak Berbakat Intelektual.
Lokakarya Persiapan Pelaksanaan Program Pendidikan untuk Anak Berbakat Intelektual di Cipayung, Bogor pada 28-29 Mei 1983.
Lokakarya ini menyetujui ciri-ciri anak berbakat intelektual sebagai berikut (Balirbangdikbud 1986b) :
- Membaca pada usia lebih muda,
- Rasa ingin tahu yang kuat
- Minat luas dan banyak kegemaran,
- Dapat bekerja sendiri,
- Pengamatan yang tajam,
- Senang mencoba hal-hal yang baru,
- Berpikir kritis,
- Daya imajinasi yang kuat,
- Tidak cepat puas dengan prestasinya,
- Senang memecahkan masalah,
- Daya abstraksi yang tinggi,
- Kreatif dan original dalam gagasan,
- Ingatan yang baik,
- Perbendaharaan kata, dan
- Perilaku terarah pada tujuan.
4. Rapat Kerja Kelompok Kerja Pendidikan Anak Berbakat.
Rapat Kerja Kelompok Kerja Pendidikan Anak Berbakat pada 6-8 Februari 1985 di Wisma SS Cibubur memutuskan adanya sepuluh ciri keberbakatan siswa sekolah dasar yang digunakan untuk menjaring anak berbakat intelektual :
1. Kelancaran berbahasa (lisan dan tertulis,
2. Rasa ingin tahu yang bersifat pengetahuan,
3. Kemampuan berpikir kritis,
4. Kemampuan belajar atau bekerja mandiri,
5. Keuletan,
6. Rasa tanggung jawab padan setiap tugas,
7. Tingkah yang terarah pada tujuan,
8. Kecermatan dalam mengamati,
9. Sering mengungkapkan gagasan baik atau pendapat yang baru, dan
10. Senang membuat benda atau barang baru dari bahan yang ada dalam lingkungan.
Sabtu, 26 Januari 2019
Rumayok (25)
Rumayok (25)
Oleh Wak Amin
"GIMANA MBak?"
"Enggak ngangkat- ngangkat Dik. Kenapa ya?" Mbak Tuti pocak ga suya, mih mak jadi.
"Sudah. Kalau begitu biar saya an tar saja. Mau kan?"
"Mau. Tapi .."
"Sudah Mbak. Soal ongkos tak usah dipikirin. Gratis aja."
"Bukan itu Dik masalahnya."
"Lalu apa?"
"Tempatnya Mbak sih jauh juga. Bukan di sekitar sini ..."
"Berapa jauhnya Mbak?"
"Lumayanlah. Kalau pake' motor, kalau jalan sedang, setengah jamlah kira-kira."
Toni tikahaha ...
"Belum seberapa jauh itu Mbak. Saya kira sampai beberapa jam. Sudah Mbak. Nanti saya antar. Ayo naik!"
Mbak Tuti mih sonyum sambil nyu rilanko sorom rogoh jak hatok bambu pos kamling.
"Ayo Mbak, naik!"
"Kemana?"
"Motor saya."
"Baiklah," cakdu Mbak Tuti. Sonang kok tamtu.
Diantak tidipa sabonorna?
Reeeen ...
Reeen ...
Klaksondu motor dihurikku bakdu wat rombongan sisu tojang galah haga liyu ...
Oleh Wak Amin
"GIMANA MBak?"
"Enggak ngangkat- ngangkat Dik. Kenapa ya?" Mbak Tuti pocak ga suya, mih mak jadi.
"Sudah. Kalau begitu biar saya an tar saja. Mau kan?"
"Mau. Tapi .."
"Sudah Mbak. Soal ongkos tak usah dipikirin. Gratis aja."
"Bukan itu Dik masalahnya."
"Lalu apa?"
"Tempatnya Mbak sih jauh juga. Bukan di sekitar sini ..."
"Berapa jauhnya Mbak?"
"Lumayanlah. Kalau pake' motor, kalau jalan sedang, setengah jamlah kira-kira."
Toni tikahaha ...
"Belum seberapa jauh itu Mbak. Saya kira sampai beberapa jam. Sudah Mbak. Nanti saya antar. Ayo naik!"
Mbak Tuti mih sonyum sambil nyu rilanko sorom rogoh jak hatok bambu pos kamling.
"Ayo Mbak, naik!"
"Kemana?"
"Motor saya."
"Baiklah," cakdu Mbak Tuti. Sonang kok tamtu.
Diantak tidipa sabonorna?
Reeeen ...
Reeen ...
Klaksondu motor dihurikku bakdu wat rombongan sisu tojang galah haga liyu ...
Jumat, 25 Januari 2019
Rumayok (24)
Rumayok (24)
Oleh Wak Amin
GANTA giliran Qosim ..
Curitana .. Juksapoja kolpah ..
Qosim alias Toni mulang posai bu motor jak ngantakko rantang di pok tombakasna.
Biasoda ...
Podok-podok hari rayasa, kita bu lumba-lumba ngantak kaniyan ti jolma tuha.
Randu ngantak, Qosim makya wat lagi liyu di rangraya balak. Macet. Ya mak katahanan ...
Ya liyu rangraya ronik. Mak macet memang. Mihya rangraya sija ngali yui kuburan. Dibi munih. Pandok magorib.
Qosim mak ngobut mak. Santai bagawoh ...
Podok pos kamling, juksipa awalna, wai baybay togak. Monah tinadai, mak pacak munih.
Cindo, matana wooou boning. Bu wokna tojang tungguk galah. Bodi, eeem siiip. Hirung mancung. Pokok na mak ongka colada.
Qosim, biasoda. Sanak ngura. Nga hodakko motor podok bay hanjona.
Rogoh jak motor ...
"Tunggu siapa Mbak?" Tanyadu Toni, icak-icak bagawoh.
"Tunggu orang Dik."
"Cowok atau cewek?"
"Cowok. Tapi enggak datang-datang. Sudah lebih dari tiga jam Mbak berdiri di sini."
"Enggak ditelepon Mbak?"
"Nah itu dia masalahnya Dik."
"Masalah kenapa Mbak?"
"Hape Mbak ketinggalan di rumah," jawabdu Lani alias Tuti.
Toni ngakuk hape jak kantong calanana ..
"Pake' punya saya dulu Mbak." Qosim nyorahko hapena rik Tuti.
Sonyum sangarobok ...
"Makasih Dik."
Tuti nelepon. Asak bagawoh. Utak-atik nomor, radu sina kadongiyan sawara juksija .. Tuuut .. tuuut. "Ma af. Tinggalkan pesan. Saya lagi berada di luar kota."
Oleh Wak Amin
GANTA giliran Qosim ..
Curitana .. Juksapoja kolpah ..
Qosim alias Toni mulang posai bu motor jak ngantakko rantang di pok tombakasna.
Biasoda ...
Podok-podok hari rayasa, kita bu lumba-lumba ngantak kaniyan ti jolma tuha.
Randu ngantak, Qosim makya wat lagi liyu di rangraya balak. Macet. Ya mak katahanan ...
Ya liyu rangraya ronik. Mak macet memang. Mihya rangraya sija ngali yui kuburan. Dibi munih. Pandok magorib.
Qosim mak ngobut mak. Santai bagawoh ...
Podok pos kamling, juksipa awalna, wai baybay togak. Monah tinadai, mak pacak munih.
Cindo, matana wooou boning. Bu wokna tojang tungguk galah. Bodi, eeem siiip. Hirung mancung. Pokok na mak ongka colada.
Qosim, biasoda. Sanak ngura. Nga hodakko motor podok bay hanjona.
Rogoh jak motor ...
"Tunggu siapa Mbak?" Tanyadu Toni, icak-icak bagawoh.
"Tunggu orang Dik."
"Cowok atau cewek?"
"Cowok. Tapi enggak datang-datang. Sudah lebih dari tiga jam Mbak berdiri di sini."
"Enggak ditelepon Mbak?"
"Nah itu dia masalahnya Dik."
"Masalah kenapa Mbak?"
"Hape Mbak ketinggalan di rumah," jawabdu Lani alias Tuti.
Toni ngakuk hape jak kantong calanana ..
"Pake' punya saya dulu Mbak." Qosim nyorahko hapena rik Tuti.
Sonyum sangarobok ...
"Makasih Dik."
Tuti nelepon. Asak bagawoh. Utak-atik nomor, radu sina kadongiyan sawara juksija .. Tuuut .. tuuut. "Ma af. Tinggalkan pesan. Saya lagi berada di luar kota."
Anak Berbakat (5)
Anak Berbakat (5)
Oleh aminuddin
DEMIKIAN pula Feldhusen, Vantassel-Baska, dan Selley (1989) menyatakan bahwa dalam memupuk keberbakatan anak, ada ciri-ciri yang tidak tampil pada anak tersebut.
Sedangkan ciri-ciri anak berbakat intelektual yang sering dilihat oleh guru di kelas dan diberi kurikulum tertentu adalah sebagai berikut :
a. Membaca baik dan banyak.
b. Kosa kata luas.
c. Ingatan sangat baik dari apa yang didengar dan dibaca.
d. Rasa ingin tahu dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendalam.
e. Pekerja yang mandiri dan banyak inisiatif.
f. Memiliki jangka perhatian panjang.
g. Memiliki pikiran dan gagasan yang majemuk.
h. Memiliki pengetahuan yang luas dalam berbagai macam topik.
i. Menunjukkan pengambilan keputusan yang baik dan logis.
j. Memahami hubungan-hubungan dan mengenali makna yang ada.
Davis dan Rimm (1985), menguraikan cir-ciri anak berbakat dari segi intelektual dan kepribadi an yang diambilnya dari beberapa penelitian para pakar.
Ciri-ciri anak berbakat, kata Davis dan Rimm, terbagi dalam beberapa aspek :
1. Dari segi perkembangannya, mereka lebih cepat daripada anak lainnya.
2. Cepat dalam hal bicara, pengua saan bahasa, mampu berpikir abs trak, dan mampu membaca pada usia 3-4 tahun.
3. Kemampuan menulis.
4. Menonjol dalam hal matematika, musik dan artistik.
5. Motivasi tinggi.
6. Tekun.
7. Adanya kompulasi untuk berproduksi dan kemampuan bekerja keras (Albert, 1975).
8. Memiliki kepercayaan diri yang baik secara pribadi maupun sosial.
9. Emosi mereka stabil dan kurang neurotik (Terman).
10. Tak lepas dari masalah sosial seperti cemas dan depresi (Bernadt, Kaiser dan Van Aalast, 1982; Genseley, 1977 dan Ziv, 1977).
11. Adanya tingkat pemahaman, minat yang luas dan rasa ingin tahu serta berpikir logis.
12. Peka terhadap nilai-nilai masya rakat, yakni mana yang baik dan mana yang buruk.
13. Mampu melihat dari sudut pandang orang sehingga mampu bersikap peka terhadap perasaan dan harapan orang lain.
14. Dapat diharapkan bersikap adil dan bermain jujur.
15. Memiliki keyakinan diri yang tinggi dan kemandirian yang besar.
16. Memiliki kontrol internal, yakni kontrol yang berasal dari dalam diri sendiri untuk mengatasi kegagalan nya secara konstruktif dan berupa ya berhasil dengan baik.
Oleh aminuddin
DEMIKIAN pula Feldhusen, Vantassel-Baska, dan Selley (1989) menyatakan bahwa dalam memupuk keberbakatan anak, ada ciri-ciri yang tidak tampil pada anak tersebut.
Sedangkan ciri-ciri anak berbakat intelektual yang sering dilihat oleh guru di kelas dan diberi kurikulum tertentu adalah sebagai berikut :
a. Membaca baik dan banyak.
b. Kosa kata luas.
c. Ingatan sangat baik dari apa yang didengar dan dibaca.
d. Rasa ingin tahu dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendalam.
e. Pekerja yang mandiri dan banyak inisiatif.
f. Memiliki jangka perhatian panjang.
g. Memiliki pikiran dan gagasan yang majemuk.
h. Memiliki pengetahuan yang luas dalam berbagai macam topik.
i. Menunjukkan pengambilan keputusan yang baik dan logis.
j. Memahami hubungan-hubungan dan mengenali makna yang ada.
Davis dan Rimm (1985), menguraikan cir-ciri anak berbakat dari segi intelektual dan kepribadi an yang diambilnya dari beberapa penelitian para pakar.
Ciri-ciri anak berbakat, kata Davis dan Rimm, terbagi dalam beberapa aspek :
1. Dari segi perkembangannya, mereka lebih cepat daripada anak lainnya.
2. Cepat dalam hal bicara, pengua saan bahasa, mampu berpikir abs trak, dan mampu membaca pada usia 3-4 tahun.
3. Kemampuan menulis.
4. Menonjol dalam hal matematika, musik dan artistik.
5. Motivasi tinggi.
6. Tekun.
7. Adanya kompulasi untuk berproduksi dan kemampuan bekerja keras (Albert, 1975).
8. Memiliki kepercayaan diri yang baik secara pribadi maupun sosial.
9. Emosi mereka stabil dan kurang neurotik (Terman).
10. Tak lepas dari masalah sosial seperti cemas dan depresi (Bernadt, Kaiser dan Van Aalast, 1982; Genseley, 1977 dan Ziv, 1977).
11. Adanya tingkat pemahaman, minat yang luas dan rasa ingin tahu serta berpikir logis.
12. Peka terhadap nilai-nilai masya rakat, yakni mana yang baik dan mana yang buruk.
13. Mampu melihat dari sudut pandang orang sehingga mampu bersikap peka terhadap perasaan dan harapan orang lain.
14. Dapat diharapkan bersikap adil dan bermain jujur.
15. Memiliki keyakinan diri yang tinggi dan kemandirian yang besar.
16. Memiliki kontrol internal, yakni kontrol yang berasal dari dalam diri sendiri untuk mengatasi kegagalan nya secara konstruktif dan berupa ya berhasil dengan baik.
Pintu Surga Terbuka (4)
Pintu Surga Terbuka (4)
Oleh aminuddin
Kunci Pintu Surga
RASULULLAH SAW telah merang kum kunci surga muslimah dalam empat perkara ...
‘Abdurrahman bin Auf berkata, “Ra sulullah SAW telah bersabda, ‘Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan nya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia ma suk surga dari pintu mana saja ya ng dia inginkan’.” (HR Ahmad, hadits hasan lighairihi).
Berikut penjelasannya ...
- Kunci Pertama, Menjaga Shalat Wajib
Hendaknya kaum muslimin khusus nya seorang wanita, menjaga shalat lima waktu.
Shalat adalah ibadah teragung, satu-satunya ibadah yang tidak menerima alasan ‘tidak mampu’.
Shalat wajib dikerjakan dalam keadaan apa pun. Bahkan dalam sebuah hadits, shalat dikatakan sebagai pembatas antara seseorang dengan kekafiran.
Sebaiknya seseorang tidak meremehkan dan menunda-nunda melaksanakan shalat. Jangan biarkan ibadah shalat terlalaikan karena kesibukan hidup, bekerja, memasak, mengurusi rumah tangga, mengurusi anak dan suami, serta sibuk dengan kegiatan lainnya.
Allah SWT berfirman (artinya): “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS al-Munaafiquun: 9).
- Kunci Kedua, Berpuasa
Seorang muslimah juga harus mem perhatikan perkara qadha puasa Ra madhan di hari-hari lain jika dia mendapatkan halangan pada bulan Ramadhan sehingga tidak mungkin berpuasa secara penuh.
Jangan sampai Ramadhan berikut nya hadir sementara dia belum me lunasi hutang puasanya ...
Perkara meng-qadha puasa di hari lain ini sering terlupakan atau tera baikan karena kesibukan hidup.
Padahal ia adalah hutang yang jika tidak dibayar maka seorang muslimah tidak bisa dikatakan telah berpuasa di bulannya.
Selanjutnya muslimah tersebut gagal meraih kunci kedua dari kunci-kunci masuk surga ..
Bersikap hati-hati dengan menye gerakan qadha adalah sikap bijak karena penundaan terkadang merepotkan dan menyulitkan.
- Kunci Ketiga, Menjaga Kehormatan
Surga hanya bisa diraih dengan keshalihan. Hanya wanita shalihah yang akan masuk surga. Shalihnya seorang wanita dibuktikan dengan beberapa sifat dan akhlak.
Salah satunya dan yang terpenting adalah menjaga kehormatan diri.
Allah SWT berfirman (artinya), “…wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara (mereka)…”(QS an-Nisaa’ 34).
Menjaga kehormatan berarti mem bentengi diri dari perkara-perkara yang mencoreng dan merusak ke hormatan yang menodai dan meng gugurkan kemuliaan.
Hal itu dapat diperoleh dengan te tap bersikap dan bertingkah laku dalam koridor tatanan syari’at yang suci lagi luhur.
Hendaknya seorang muslimah me nimbang dan mengukur setiap seruan dan ajakan dengan timba ngan dan ukuran syar’i yang baku dan menyeluruh.
Hal ini agar dia selamat dan tidak terjerumus ke dalam perkara-per kara yang merusak kemuliaan dan kehormatannya.
- Kunci Keempat, Menaati Suami
Menaati suami merupakan lahan dan medan besar lagi luas bagi seorang muslimah. Ia merupakan ladang ibadah bagi seorang musli mah yang sesungguhnya setelah penghambaannya kepada Rabbnya.
Allah Ta‘ala berfirman (artinya) : “Kaum lelaki itu adalah pemimpin-pemimpin atas kaum wanita -isteri-isterinya-, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka dari yang lainnya, juga karena kaum lelaki itu telah menafkahkan dari sebagian hartanya. Oleh sebab itu kaum wanita yang shalihah ialah yang taat serta menjaga dirinya di waktu ketiadaan suaminya…” (An-Nisaa’ 34).
Di antara sifat istri shalihah adalah menghormati suaminya, mengeta hui kedudukan, serta hak dan kewa jiban sebagai istri.
Di antara hak suami terhadap istri adalah:
1. Taat kepada suaminya selain dalam hal bermaksiat kepada Allah. Hak suami lebih besar da ripada hak kedua orang tua si istri terhadap istri tersebut.
2. Istri mengontrol rumah dan kelu arga. Seorang perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya.
3. Tidak boleh berpuasa sunnah kecuali dengan izin suaminya.
4. Tidak boleh mengizinkan seorang pun masuk ke rumahnya kecuali dengan izin suaminya.
5. Tidak keluar rumah kecuali atas izin suaminya.
6. Menjaga agama dan kehormatan suaminya.
Ketataan kepada suami adalah wajib, namun tak ada ketataan ketika melanggar syariat Allah Ta‘ala.
_____
Buletin.muslimah.or.id > wanita-lebih-mu ...
Oleh aminuddin
Kunci Pintu Surga
RASULULLAH SAW telah merang kum kunci surga muslimah dalam empat perkara ...
‘Abdurrahman bin Auf berkata, “Ra sulullah SAW telah bersabda, ‘Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan nya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia ma suk surga dari pintu mana saja ya ng dia inginkan’.” (HR Ahmad, hadits hasan lighairihi).
Berikut penjelasannya ...
- Kunci Pertama, Menjaga Shalat Wajib
Hendaknya kaum muslimin khusus nya seorang wanita, menjaga shalat lima waktu.
Shalat adalah ibadah teragung, satu-satunya ibadah yang tidak menerima alasan ‘tidak mampu’.
Shalat wajib dikerjakan dalam keadaan apa pun. Bahkan dalam sebuah hadits, shalat dikatakan sebagai pembatas antara seseorang dengan kekafiran.
Sebaiknya seseorang tidak meremehkan dan menunda-nunda melaksanakan shalat. Jangan biarkan ibadah shalat terlalaikan karena kesibukan hidup, bekerja, memasak, mengurusi rumah tangga, mengurusi anak dan suami, serta sibuk dengan kegiatan lainnya.
Allah SWT berfirman (artinya): “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS al-Munaafiquun: 9).
- Kunci Kedua, Berpuasa
Seorang muslimah juga harus mem perhatikan perkara qadha puasa Ra madhan di hari-hari lain jika dia mendapatkan halangan pada bulan Ramadhan sehingga tidak mungkin berpuasa secara penuh.
Jangan sampai Ramadhan berikut nya hadir sementara dia belum me lunasi hutang puasanya ...
Perkara meng-qadha puasa di hari lain ini sering terlupakan atau tera baikan karena kesibukan hidup.
Padahal ia adalah hutang yang jika tidak dibayar maka seorang muslimah tidak bisa dikatakan telah berpuasa di bulannya.
Selanjutnya muslimah tersebut gagal meraih kunci kedua dari kunci-kunci masuk surga ..
Bersikap hati-hati dengan menye gerakan qadha adalah sikap bijak karena penundaan terkadang merepotkan dan menyulitkan.
- Kunci Ketiga, Menjaga Kehormatan
Surga hanya bisa diraih dengan keshalihan. Hanya wanita shalihah yang akan masuk surga. Shalihnya seorang wanita dibuktikan dengan beberapa sifat dan akhlak.
Salah satunya dan yang terpenting adalah menjaga kehormatan diri.
Allah SWT berfirman (artinya), “…wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah memelihara (mereka)…”(QS an-Nisaa’ 34).
Menjaga kehormatan berarti mem bentengi diri dari perkara-perkara yang mencoreng dan merusak ke hormatan yang menodai dan meng gugurkan kemuliaan.
Hal itu dapat diperoleh dengan te tap bersikap dan bertingkah laku dalam koridor tatanan syari’at yang suci lagi luhur.
Hendaknya seorang muslimah me nimbang dan mengukur setiap seruan dan ajakan dengan timba ngan dan ukuran syar’i yang baku dan menyeluruh.
Hal ini agar dia selamat dan tidak terjerumus ke dalam perkara-per kara yang merusak kemuliaan dan kehormatannya.
- Kunci Keempat, Menaati Suami
Menaati suami merupakan lahan dan medan besar lagi luas bagi seorang muslimah. Ia merupakan ladang ibadah bagi seorang musli mah yang sesungguhnya setelah penghambaannya kepada Rabbnya.
Allah Ta‘ala berfirman (artinya) : “Kaum lelaki itu adalah pemimpin-pemimpin atas kaum wanita -isteri-isterinya-, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka dari yang lainnya, juga karena kaum lelaki itu telah menafkahkan dari sebagian hartanya. Oleh sebab itu kaum wanita yang shalihah ialah yang taat serta menjaga dirinya di waktu ketiadaan suaminya…” (An-Nisaa’ 34).
Di antara sifat istri shalihah adalah menghormati suaminya, mengeta hui kedudukan, serta hak dan kewa jiban sebagai istri.
Di antara hak suami terhadap istri adalah:
1. Taat kepada suaminya selain dalam hal bermaksiat kepada Allah. Hak suami lebih besar da ripada hak kedua orang tua si istri terhadap istri tersebut.
2. Istri mengontrol rumah dan kelu arga. Seorang perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya.
3. Tidak boleh berpuasa sunnah kecuali dengan izin suaminya.
4. Tidak boleh mengizinkan seorang pun masuk ke rumahnya kecuali dengan izin suaminya.
5. Tidak keluar rumah kecuali atas izin suaminya.
6. Menjaga agama dan kehormatan suaminya.
Ketataan kepada suami adalah wajib, namun tak ada ketataan ketika melanggar syariat Allah Ta‘ala.
_____
Buletin.muslimah.or.id > wanita-lebih-mu ...
Tawa Rasulullah SAW (4)
Tawa Rasulullah SAW (4)
Oleh aminuddin
Roti Kuah
SESUNGGUHNYA penghuni surga berbicara dalam bahasa Nabi SAW. Beliau berbicara dengan mencakup seluruh maksud pembicaraan, tidak kelebihan dan tidak pula kekurangan.
Sebagian pembicaraannya mengikuti pembicaraan yang lain. Di antara perkataannya diselingi dengan berhenti agar dihafal dan dimengerti oleh pendengarnya.
Rasulullah SAW adalah orang yang paling fasih bicaranya dan paling manis kata-katanya. Beliau bersabda, “Aku adalah orang Arab yang paling fasih.”
Dikutip dari buku yang berjudul ‘Mutiara Ihya’ Ulumuddin’ karya Al-Ghazali, Rasulullah SAW tidak berbicara dalam keadaan sedang senang dan marah kecuali yang benar.
Beliau adalah orang yang paling banyak tersenyum dan yang paling baik jiwanya selama tidak sedang diturunkan kepadanya Al-Quran, menyebut hari kiamat, atau berkhutbah menyampaikan pengajaran.
Pada suatu hari, seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah SA. Saat itu warna muka beliau berubah dan tidak ada seorang sa habat pun yang bisa memahami nya.
Orang Arab Badui itu ingin bertanya kepada Rasulullah SAW tetapi para sahabat berkata, “Jangan engkau lakukan, wahai orang Arab Badui, karena warna muka beliau sedang berubah.”
Orang Arab Badui itu menjawab, “Biarkanlah aku. Demi Allah yang mengutusnya dengan kebenaran sebagai nabi, aku tidak akan meninggalkannya hingga beliau tersenyum.”
Selanjutnya orang Arab Badui itu berkata, “Wahai Rasulullah, telah sampai kabar kepada kami bahwa Al-Masih Ad-Dajjal akan datang ke pada manusia dengan membawa roti kuah, sementara manusia telah binasa karena kelaparan. Bagaima na menurutmu demi bapakku, eng kau dan ibuku, apakah aku harus meninggalkan roti kuah itu sebagai sikap menjaga kesucian dan keber sihan diri sehingga aku binasa ka rena kurus? Atau, aku harus mengambil roti kuah itu sehingga apabila telah memperoleh rasa ke nyang, aku beriman kepada Allah dan kufur terhadap Al-Masih Ad-Dajjal?”
Mendengar itu, Rasulullah SAW tertawa sehingga tampak gigi ge rahamnya ...
Kemudian beliau berkata, “Tidak, tetapi Allah akan mencukupkan se suatu yang mencukupkan orang-orang Mukmin.”
_____
https://m.republika.co.id > islam-nusantara
Anak Berbakat (4)
Anak Berbakat (4)
Oleh aminuddin
MENGENAI siapakah yang mengasuh anak berbakat disebutkan 87,5% anak berbakat intelektual diasuh oleh orang tua mereka, 7,2% hanya diasuh oleh ibu, 2% lainnya hanya diasuh ibu bersama ayah tiri dan hanya 1,5 % anak berbakat diasuh ayah dan ibu tiri serta 0,9% diasuh oleh ayah angkat.
Ikhwal latar belakang orang tua, Hollingworth (1926) menyatakan latar belakang pendidikan orang tua anak berbakat berada di atas rata-rata generasi sebayanya.
Dalam penelitian itu mayoritas anak berbakat yang lahir tahun 1915 kedua orang tuanya berlatar belakang lulusan sekolah menengah umum, meskipun banyak juga yang kedua orang tuanya lulusan pendidiksn diploma.
Secara terinci tampak bahwa latar belakang ayah 38,4% berpendidikan sekolah bisnis dan hanya 19,2% yang berpendidikan diploma. Sedangkan pada ibu terlihat 32,5% lulusan sekolah menengah kejuruan 42,2% lulusan sekolah menengah umum, 12,3% lulusan sekolah bisnis dan 13% lulusan diploma.
Mengenai Pendidikan orang tua, penelitian Barbe menunjukkan sebanysk 88% orang tua hidup bersama, hanya 6,3% saja yang bercerai. Sedangkan dari hasil penelitian Terman (1925) ada 5,2% orang tua yang bercerai dan 1,9% hidup berpisah.Namun angka terlihat melonjak pada tahun 1940 menjadi 13% orang tua yang bercerai.
Untuk latar belakang pendidikan orang tua, penelitian Barbe menun jukkan ada 40,3% orang tua bekerja dalam kelompok profesional dan kelompok manajerial, 22,4% bekerja dalam bidang administrasi dan penjualan, serta 21,5% bekerja sebagai tenaga terampil.
Adapun pekerjaan sebagai petani dan nelayan hanya O,2% dan untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan keterampilan ada sebesar 3,7%. Gambaran ini tidak berbeda jauh dengan hasil penelitian Hollingworth (1926), yaitu ada 50% ayah dari anak berbakat dengan IQ 140 yang bekerja sebagai profesional. Sisanya sebanyak 30% orang tua bekerja sebagai karyawan biasa.
Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun mayoritas orang tua anak berbakat berasal dari status pendidikan yang lebih tinggi, jumlah orang tua yang bekerja sebagai karyawan biasa juga menunjukkan jumlah yang cukup besar.
Irving Sato dalam Seminar Workshop on Program Alternatives for the Gifted and Talented (General Report, 1982) bahwa dalam melihat ciri-ciri anak berbakat, hendaknya kita memperhatikan beberapa hal berikut ini :
1. Keberbakatan adalah suatu perkembangan.
2. Anak-anak berbakat menyinari beberapa ciri keberbakatan pada seluruh anak.
3. Ada variasi di antara anak berbakat.
4. Keberbakatan merupakan sekelompok ciri-ciri.
Beberapa karakteristik anak berbakat intelektual yang umum menurut Tuttler, Becker dan Sausa adalah :
a. Ingin tahu
b. Tekun dalam mengejar minat dan pertanyaan-pertanyaan.
c. Cepat memahami lingkungan.
d. Kritis pada diri sendiri dan orang lain.
e. Rasa humor tinggi.
f. Peka terhadap ketidakadilan pada perseorangan maupun tingkat yang lebih luas.
g. Pemimpin di banyak area.
h. Tidak mau menerima pernyataan, respons dan penilaian yang dangkal.
i. Memahami dengan mudah prinsip-prinsip umum.
j. Seringkali bereaksi pada lingkungan melalui media dan lainnya daripada dicetak dan ditulis.
k. Melihat hubungan-hubungan di antara gagasan yang berbeda.
l. Mengangkat banyak gagasan dan stimulus yang spesifik.
Oleh aminuddin
MENGENAI siapakah yang mengasuh anak berbakat disebutkan 87,5% anak berbakat intelektual diasuh oleh orang tua mereka, 7,2% hanya diasuh oleh ibu, 2% lainnya hanya diasuh ibu bersama ayah tiri dan hanya 1,5 % anak berbakat diasuh ayah dan ibu tiri serta 0,9% diasuh oleh ayah angkat.
Ikhwal latar belakang orang tua, Hollingworth (1926) menyatakan latar belakang pendidikan orang tua anak berbakat berada di atas rata-rata generasi sebayanya.
Dalam penelitian itu mayoritas anak berbakat yang lahir tahun 1915 kedua orang tuanya berlatar belakang lulusan sekolah menengah umum, meskipun banyak juga yang kedua orang tuanya lulusan pendidiksn diploma.
Secara terinci tampak bahwa latar belakang ayah 38,4% berpendidikan sekolah bisnis dan hanya 19,2% yang berpendidikan diploma. Sedangkan pada ibu terlihat 32,5% lulusan sekolah menengah kejuruan 42,2% lulusan sekolah menengah umum, 12,3% lulusan sekolah bisnis dan 13% lulusan diploma.
Mengenai Pendidikan orang tua, penelitian Barbe menunjukkan sebanysk 88% orang tua hidup bersama, hanya 6,3% saja yang bercerai. Sedangkan dari hasil penelitian Terman (1925) ada 5,2% orang tua yang bercerai dan 1,9% hidup berpisah.Namun angka terlihat melonjak pada tahun 1940 menjadi 13% orang tua yang bercerai.
Untuk latar belakang pendidikan orang tua, penelitian Barbe menun jukkan ada 40,3% orang tua bekerja dalam kelompok profesional dan kelompok manajerial, 22,4% bekerja dalam bidang administrasi dan penjualan, serta 21,5% bekerja sebagai tenaga terampil.
Adapun pekerjaan sebagai petani dan nelayan hanya O,2% dan untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan keterampilan ada sebesar 3,7%. Gambaran ini tidak berbeda jauh dengan hasil penelitian Hollingworth (1926), yaitu ada 50% ayah dari anak berbakat dengan IQ 140 yang bekerja sebagai profesional. Sisanya sebanyak 30% orang tua bekerja sebagai karyawan biasa.
Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun mayoritas orang tua anak berbakat berasal dari status pendidikan yang lebih tinggi, jumlah orang tua yang bekerja sebagai karyawan biasa juga menunjukkan jumlah yang cukup besar.
Irving Sato dalam Seminar Workshop on Program Alternatives for the Gifted and Talented (General Report, 1982) bahwa dalam melihat ciri-ciri anak berbakat, hendaknya kita memperhatikan beberapa hal berikut ini :
1. Keberbakatan adalah suatu perkembangan.
2. Anak-anak berbakat menyinari beberapa ciri keberbakatan pada seluruh anak.
3. Ada variasi di antara anak berbakat.
4. Keberbakatan merupakan sekelompok ciri-ciri.
Beberapa karakteristik anak berbakat intelektual yang umum menurut Tuttler, Becker dan Sausa adalah :
a. Ingin tahu
b. Tekun dalam mengejar minat dan pertanyaan-pertanyaan.
c. Cepat memahami lingkungan.
d. Kritis pada diri sendiri dan orang lain.
e. Rasa humor tinggi.
f. Peka terhadap ketidakadilan pada perseorangan maupun tingkat yang lebih luas.
g. Pemimpin di banyak area.
h. Tidak mau menerima pernyataan, respons dan penilaian yang dangkal.
i. Memahami dengan mudah prinsip-prinsip umum.
j. Seringkali bereaksi pada lingkungan melalui media dan lainnya daripada dicetak dan ditulis.
k. Melihat hubungan-hubungan di antara gagasan yang berbeda.
l. Mengangkat banyak gagasan dan stimulus yang spesifik.
Kamis, 24 Januari 2019
Pintu Surga Terbuka (3)
Pintu Surga Terbuka (3)
Oleh aminuddin
Pintu Surga
ADa delapan pintu surga. Ada empat pintu yang disebut dalam satu hadits. Sisanya dilihat dari hadits-hadits lainnya. Yaitu: Pintu Shalat, Pintu Sedekah, Pintu Jihad,
Pintu Ar-Rayyan, Pintu Haji, Pintu Al-Ayman, Pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas, Pintu Dzikir, Pintu Ridha, atau Pintu Ilmu.
Allah SWT berfirman:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS As-Sajadah: 17)
Dalam hadits disebutkan :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ ، ذُخْرًا ، بَلْهَ مَا أُطْلِعْتُمْ عَلَيْهِ » . ثُمَّ قَرَأَ ( فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِىَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ )
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sediakan bagi hamba-Ku yang shalih berbagai kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam benak manusia. Kalau kalian mau, bacalah, ‘Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.’ (QS As-Sajadah: 17)
Balasan ini diberikan bagi orang yang beramal sembunyi-sembunyi. Allah SWT rahasiakan pula balasan baginya dan dinampakkan dengan senyatanya pada hari kiamat.
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
أَخْفَى قَوْمٌ عَمَلَهُمْ فَأَخْفَى اللهُ لَهُمْ مَا لَمْ تَرَ عَيْنٌ ، وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Suatu kaum ada yang menyembunyikan amalan mereka. Allah pun membalasnya dengan menyembunyikan balasan untuk mereka yang tak pernah mereka pandang sebelumnya dan tak pernah terbetik dalam benak.” (HR Ibnu Abi Hatim, dinukil dari Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 145).
- Dimasuki
Di surga ada delapan pintu surga. Salah satu pintu dinamakan Ar-Rayyan dan pintu ini khusus bagi orang yang berpuasa.
Dalam hadits disebutkan :
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ »
Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR Bukhari)
Pintu lainnya adalah pintu untuk orang-orang yang rajin mengerjakan shalat, pintu buat mereka yang rajin bersedekah, pintu untuk para mujahid.
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ نُودِىَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ ، هَذَا خَيْرٌ . فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ
“Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”
فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ – رضى الله عنه – بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا عَلَى مَنْ دُعِىَ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ ، فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا قَالَ « نَعَمْ . وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ »
Ketika mendengar hadits ini, Abu Bakar pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai penebus Anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Al-Qadhi menukil ucapan Al-Harawi ketika menerangkan makna ‘sepasang hartanya:
Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘sepasang harta’ adalah dua ekor kuda, dua orang budak, atau dua ekor unta.
Ibnu ‘Arafah menyatakan segala sesuatu yang memiliki pasangan disebut dengan zauj.
Sedangkan yang dimaksud dengan berinfak di jalan Allah dalam hadits ini mencakup berinfak untuk segala bentuk amal kebaikan.
Ada juga ulama yang menafsirkan, yang dimaksud adalah khusus jihad saja. Namun memberlakukan secara umum seperti pendapat pertama itu lebih bagus. Demikian ucapan dari Al-Qadhi ‘Iyadh. (Syarh Shahih Muslim, 6: 106)
Sedangkan pintu kelima adalah pintu Al-Ayman. Dari Abu Hurairah, dalam hadits tentang syafaat Nabi SAW dikatakan :
يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلِ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِ مِنَ الْبَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ وَهُمْ شُرَكَاءُ النَّاسِ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ مِنَ الأَبْوَابِ
“Wahai Muhammad, suruhlah umatmu (yaitu) orang-orang yang tidak dihisab untuk masuk ke dalam surga melalui pintu Al-Ayman yang merupakan di antara pintu-pintu surga. Sedangkan pintu-pintu yang lain adalah pintu surga bagi semua orang.” (HR Bukhari no. 3340, 3361, 4712 dan Muslim no. 194)
Nama pintu keenam adalah Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas (mudah menahan amarah dan memaafkan orang lain) terdapat dalam hadits dari Rawh bin ‘Ubadah, dari Asy’ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal,
إِنَّ للهِ بَاباً فِي الجَنَّةِ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ مَنْ عَفَا عَنْ مَظْلَمَةٍ
“Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.” (Diriwayatkan oleh Ahmad. Lihat Fath Al-Bari, 7: 28).
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Al-Qadhi berkata, pintu-pintu surga lainnya disebutkan dalam hadits lain yaitu pintu taubat, pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas, Pintu Ridha.
Inilah jadinya ada tujuh pintu yang ada dalam berbagai hadits. Sedangkan 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab akan masuk melalui pintu Al-Ayman. Itulah pintu kedelapan.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 106-107)
Ibnu Hajar rahimahullah menyatakan, “Dalam hadits disebutkan ada empat pintu surga. Di awal-awal bab jihad sudah diterangkan pula bahwa pintu surga itu ada delapan. Rukun Islam yang tersisa adalah haji, tentu ada pintu khusus untuk orang yang berhaji. Itulah pintu kelima. Adapun tiga pintu lainnya, ada di situ pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas terdapat dalam riwayat Imam Ahmad, dari Rawh bin ‘Ubadah dari Asy’ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal, “Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.”
Ada juga pintu Al-Ayman (pintu ketujuh), yaitu pintu orang yang bertawakkal pada Allah yang masuk dalam surga tanpa hisab dan tanpa siksa.
Adapun pintu kedelapan adalah Pintu Dzikir sebagaimana yang diisyaratkan dalam riwayat Tirmidzi. Bisa jadi pula adalah Pintu Ilmu. Wallahu a’lam.” (Fath Al-Bari, 7: 28)
Dipanggil
Abu Bakar adalah orang yang memiliki berbagai bentuk amal shalih dan ketaatan. Hal itu terbukti sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ صَائِمًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ جَنَازَةً قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مِسْكِينًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ عَادَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مَرِيضًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya (kepada para sahabat), “Siapakah di antara kalian yang pada hari ini berpuasa?”
Abu Bakar berkata, “Saya.”
Beliau bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengiringi jenazah?”
Maka Abu Bakar berkata, “Saya.”
Beliau kembali bertanya, “Siapakah di antara kalian yang hari ini mem beri makan orang miskin?”
Maka Abu Bakar mengatakan, “Saya.”
Lalu beliau bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengunjungi orang sakit.”
Abu Bakar kembali mengatakan, “Saya.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Tidaklah ciri-ciri itu terkumpul pada diri seseorang melainkan dia pasti akan masuk surga.” (HR Muslim)
Abu Bakar Al-Muzani berkomentar tentang sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu,
مَا فَاقَ أَبُوْ بَكْرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – أَصْحَابَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بِصَوْمٍ وَلاَ صَلاَةٍ ، وَلَكِنْ بِشَيْءٍ كَانَ فِي قَلْبِهِ ، قَالَ : الَّذِي كَانَ فِي قَلْبِهِ الحُبُّ للهِ – عَزَّ وَجَلَّ – ، وَالنَّصِيْحَةُ فِي خَلْقِهِ
“Tidaklah Abu Bakar itu melampaui para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (semata-mata) karena (banyaknya) mengerjakan puasa atau shalat, akan tetapi karena iman yang bersemayam di dalam hatinya.”
Mengomentari ucapan Al-Muzani tersebut, Ibnu ‘Aliyah mengatakan, “Sesuatu yang bersemayam di dalam hatinya adalah rasa cinta kepada Allah ‘azza wa jalla dan sikap nasihat (ingin terus memberi kebaikan) terhadap (sesama).” (Jami’ Al-’Ulum wa Al-Hikam oleh Ibnu Rajab, 1: 225).
_____
Sumber : Rumaysho.com
Oleh aminuddin
Pintu Surga
ADa delapan pintu surga. Ada empat pintu yang disebut dalam satu hadits. Sisanya dilihat dari hadits-hadits lainnya. Yaitu: Pintu Shalat, Pintu Sedekah, Pintu Jihad,
Pintu Ar-Rayyan, Pintu Haji, Pintu Al-Ayman, Pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas, Pintu Dzikir, Pintu Ridha, atau Pintu Ilmu.
Allah SWT berfirman:
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS As-Sajadah: 17)
Dalam hadits disebutkan :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ ، ذُخْرًا ، بَلْهَ مَا أُطْلِعْتُمْ عَلَيْهِ » . ثُمَّ قَرَأَ ( فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِىَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ )
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sediakan bagi hamba-Ku yang shalih berbagai kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam benak manusia. Kalau kalian mau, bacalah, ‘Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.’ (QS As-Sajadah: 17)
Balasan ini diberikan bagi orang yang beramal sembunyi-sembunyi. Allah SWT rahasiakan pula balasan baginya dan dinampakkan dengan senyatanya pada hari kiamat.
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
أَخْفَى قَوْمٌ عَمَلَهُمْ فَأَخْفَى اللهُ لَهُمْ مَا لَمْ تَرَ عَيْنٌ ، وَلَمْ يَخْطُرْ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Suatu kaum ada yang menyembunyikan amalan mereka. Allah pun membalasnya dengan menyembunyikan balasan untuk mereka yang tak pernah mereka pandang sebelumnya dan tak pernah terbetik dalam benak.” (HR Ibnu Abi Hatim, dinukil dari Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 145).
- Dimasuki
Di surga ada delapan pintu surga. Salah satu pintu dinamakan Ar-Rayyan dan pintu ini khusus bagi orang yang berpuasa.
Dalam hadits disebutkan :
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ »
Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR Bukhari)
Pintu lainnya adalah pintu untuk orang-orang yang rajin mengerjakan shalat, pintu buat mereka yang rajin bersedekah, pintu untuk para mujahid.
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ نُودِىَ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا عَبْدَ اللَّهِ ، هَذَا خَيْرٌ . فَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّلاَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجِهَادِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصِّيَامِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ ، وَمَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِىَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ
“Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”
فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ – رضى الله عنه – بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا عَلَى مَنْ دُعِىَ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ مِنْ ضَرُورَةٍ ، فَهَلْ يُدْعَى أَحَدٌ مِنْ تِلْكَ الأَبْوَابِ كُلِّهَا قَالَ « نَعَمْ . وَأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ »
Ketika mendengar hadits ini, Abu Bakar pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai penebus Anda wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Iya ada. Dan aku berharap kamu termasuk golongan mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Al-Qadhi menukil ucapan Al-Harawi ketika menerangkan makna ‘sepasang hartanya:
Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘sepasang harta’ adalah dua ekor kuda, dua orang budak, atau dua ekor unta.
Ibnu ‘Arafah menyatakan segala sesuatu yang memiliki pasangan disebut dengan zauj.
Sedangkan yang dimaksud dengan berinfak di jalan Allah dalam hadits ini mencakup berinfak untuk segala bentuk amal kebaikan.
Ada juga ulama yang menafsirkan, yang dimaksud adalah khusus jihad saja. Namun memberlakukan secara umum seperti pendapat pertama itu lebih bagus. Demikian ucapan dari Al-Qadhi ‘Iyadh. (Syarh Shahih Muslim, 6: 106)
Sedangkan pintu kelima adalah pintu Al-Ayman. Dari Abu Hurairah, dalam hadits tentang syafaat Nabi SAW dikatakan :
يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلِ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِ مِنَ الْبَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ وَهُمْ شُرَكَاءُ النَّاسِ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ مِنَ الأَبْوَابِ
“Wahai Muhammad, suruhlah umatmu (yaitu) orang-orang yang tidak dihisab untuk masuk ke dalam surga melalui pintu Al-Ayman yang merupakan di antara pintu-pintu surga. Sedangkan pintu-pintu yang lain adalah pintu surga bagi semua orang.” (HR Bukhari no. 3340, 3361, 4712 dan Muslim no. 194)
Nama pintu keenam adalah Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas (mudah menahan amarah dan memaafkan orang lain) terdapat dalam hadits dari Rawh bin ‘Ubadah, dari Asy’ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal,
إِنَّ للهِ بَاباً فِي الجَنَّةِ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ مَنْ عَفَا عَنْ مَظْلَمَةٍ
“Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.” (Diriwayatkan oleh Ahmad. Lihat Fath Al-Bari, 7: 28).
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Al-Qadhi berkata, pintu-pintu surga lainnya disebutkan dalam hadits lain yaitu pintu taubat, pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas, Pintu Ridha.
Inilah jadinya ada tujuh pintu yang ada dalam berbagai hadits. Sedangkan 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab akan masuk melalui pintu Al-Ayman. Itulah pintu kedelapan.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 106-107)
Ibnu Hajar rahimahullah menyatakan, “Dalam hadits disebutkan ada empat pintu surga. Di awal-awal bab jihad sudah diterangkan pula bahwa pintu surga itu ada delapan. Rukun Islam yang tersisa adalah haji, tentu ada pintu khusus untuk orang yang berhaji. Itulah pintu kelima. Adapun tiga pintu lainnya, ada di situ pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina ‘an An-Naas terdapat dalam riwayat Imam Ahmad, dari Rawh bin ‘Ubadah dari Asy’ats, dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal, “Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.”
Ada juga pintu Al-Ayman (pintu ketujuh), yaitu pintu orang yang bertawakkal pada Allah yang masuk dalam surga tanpa hisab dan tanpa siksa.
Adapun pintu kedelapan adalah Pintu Dzikir sebagaimana yang diisyaratkan dalam riwayat Tirmidzi. Bisa jadi pula adalah Pintu Ilmu. Wallahu a’lam.” (Fath Al-Bari, 7: 28)
Dipanggil
Abu Bakar adalah orang yang memiliki berbagai bentuk amal shalih dan ketaatan. Hal itu terbukti sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ صَائِمًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ جَنَازَةً قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مِسْكِينًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا قَالَ فَمَنْ عَادَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مَرِيضًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ أَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya (kepada para sahabat), “Siapakah di antara kalian yang pada hari ini berpuasa?”
Abu Bakar berkata, “Saya.”
Beliau bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengiringi jenazah?”
Maka Abu Bakar berkata, “Saya.”
Beliau kembali bertanya, “Siapakah di antara kalian yang hari ini mem beri makan orang miskin?”
Maka Abu Bakar mengatakan, “Saya.”
Lalu beliau bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian yang hari ini sudah mengunjungi orang sakit.”
Abu Bakar kembali mengatakan, “Saya.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Tidaklah ciri-ciri itu terkumpul pada diri seseorang melainkan dia pasti akan masuk surga.” (HR Muslim)
Abu Bakar Al-Muzani berkomentar tentang sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu,
مَا فَاقَ أَبُوْ بَكْرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – أَصْحَابَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بِصَوْمٍ وَلاَ صَلاَةٍ ، وَلَكِنْ بِشَيْءٍ كَانَ فِي قَلْبِهِ ، قَالَ : الَّذِي كَانَ فِي قَلْبِهِ الحُبُّ للهِ – عَزَّ وَجَلَّ – ، وَالنَّصِيْحَةُ فِي خَلْقِهِ
“Tidaklah Abu Bakar itu melampaui para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (semata-mata) karena (banyaknya) mengerjakan puasa atau shalat, akan tetapi karena iman yang bersemayam di dalam hatinya.”
Mengomentari ucapan Al-Muzani tersebut, Ibnu ‘Aliyah mengatakan, “Sesuatu yang bersemayam di dalam hatinya adalah rasa cinta kepada Allah ‘azza wa jalla dan sikap nasihat (ingin terus memberi kebaikan) terhadap (sesama).” (Jami’ Al-’Ulum wa Al-Hikam oleh Ibnu Rajab, 1: 225).
_____
Sumber : Rumaysho.com