Rumayok (1)
Oleh Wak Amin
"GATIDIPAYONA nakanku?" Tanya du Mang Samsir, ompai mulang jak masigid.
Ha ha ha ha ...
Hasan mih rokob. Iya mak anjawab. Mih nyium punguna Mang Samsir.
"Api kabar Mang. Kok uni mak sali yakan .."
"Kabar mamangmuja juksijada. Al hamdulillah botik," jawab Mang Samsir.
Hasan ngorah kawanna Daud, Qo sim rik Roni, rogoh sangarobok jak mobil ...
Konalan pai rik Mang Samsir ...
"Tiyan tolusa kawan kampusku Mang," cakdu Hasan.
Sai-sai nyium pungu Mang Samsir.
"Mak nyangka nyak San. Lokok wat rupana maranai ganta cium pungu jolma tuha."
Ha ha ha ha ...
Maha kaunyin ...
"Biasona kan nyium sai barih," guraudu Mang Samsir.
He he he he ...
Mak uni sina ...
"Sikam paksa ga rumayok pai Ma ng kabiansa .."
"Pasti ga amborong langsak. Bonor kan? Pas nihan, ganta kan musim langsak ..."
Ha ha ha ...
"Makwat Mang Samsir."
"Wat sai barih api? Ajak mamang muja ..."
Ha ha ha ...
"Nonti sikam ajak. Amun gantasa makkung Mang .."
"Bak api? Liyom ngajak mamang mu sai rasahsa?"
Ha ha ha ...
"Makwat juksapona mang. Bakdu rumayok sikam paksa mih lapah-lapah bagawoh ..."
"Akor mun juksapona ..."
Ha ha ha ..
"Mamang andukung. Pingsan-ping sankan lapah titiyuh. Dang tilu wah nagori torus. Ditiyuh kan nambun sai holau-holau. Wat air torjun, batu balak. Apilagi ..."
"Api mang?"
"Moulina juk bidadari monah maranai .."
Ha ha ha ha ..
Senin, 31 Desember 2018
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (17)
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (17)
Oleh aminuddin
IMAM Kazhim ra adalah orang yang paling abid, zahid, faqih dan derma wan pada masa itu. Ketika dua per tiga malam tiba, ia mulai melaku kan shalat sunnah dan melanjutkan shalatnya hingga fajar menyingsing.
Setelah melaksanakan shalat Shubuh, ia mengangkat tangan untuk berdoa dan mulai tenggelam dalam tangisan hingga seluruh jenggotnya basah dengan air mata.
Ketika ia membaca Al-Quran, orang-orang berdatangan dan berkumpul di sekelilingnya untuk menikmati suaranya yang merdu ...
Ia dikenal dengan julukan hamba saleh, dan karena kemampuannya menahan amarah, ia dijuluki dengan al-kazhim.
Julukannya yang lain adalah shabir (penyabar) dan amin (terpercaya) .....
Salah satu dari keturunan Umar bin Khattab seringkali mengganggunya dan menjelek-jelekkan Imam Ali r.a. Sebagian orang yang bersamanya berkata: "Izinkanlah kami membunuhnya".
Imam ra dengan tegas mencegah mereka untuk melakukan hal itu ......
Pada suatu hari, Imam mencari orang tersebut. Mereka menjawab: "Ia sibuk berkebun di pinggiran Madinah".
Dengan menunggangi keledainya Imam masuk ke kebun orang tersebut. "Jangan kau rusak tanamanku", teriaknya nyaring.
Akan tetapi, Imam ra tidak menghi raukan teriakannya. Ia terus masuk ke kebunnya dengan menunggangi keledai hingga ia sampai di hadapannya.
Imam turun dari keledai dan langsung bersenda-gurau dengannya ...
Setelah itu Imam ra bertanya: "Berapa kerugian yang kau taksir akibat kerusakan kebunmu ini?"
"100 Dinar!", jawabnya tegas.
"Sekarang berapa kerugian yang harus kuganti?", tanya Imam kembali.
"Aku tidak memiliki ilmu ghaib (baca : aku tidak tahu--pen.)", jawabnya.
"Aku bertanya berapa yang harus kubayar?", tanya Imam memaksa.
"200 Dinar", jawabnya.
Imam Kazhim ra memberikan 300 Dinar kepadanya seraya berkata: "Kebunmu tetap menjadi milikmu".
Lelaki itu bangun dari duduknya seraya mencium kening Imam ra dan pergi dari tempat itu.
Imam Musa Kazhim ra pergi ke masjid dan melihat lelaki itu duduk di dalam masjid. Ketika ia melihat Imam masuk, ia berkata: "Allah lebih tahu di mana Ia harus meletakkan risalah-Nya".
Para pengikut Imam ra mengeru muni lelaki tersebut dan bertanya kepadanya: "Apa gerangan yang terjadi? Selama ini engkau selalu memusuhinya?"
Ia akhirnya mulai mengumpat me reka dan berdoa untuk keselamatan Imam Kazhim ra ...
Setelah itu Imam Kazhim ra berkata kepada para pengikutnya: "Apakah perlakuan yang ingin kalian lakukan terhadapnya lebih baik atau perlaku anku terhadapnya dengan memberi kan uang 300 Dinar kepadanya?"
Oleh aminuddin
IMAM Kazhim ra adalah orang yang paling abid, zahid, faqih dan derma wan pada masa itu. Ketika dua per tiga malam tiba, ia mulai melaku kan shalat sunnah dan melanjutkan shalatnya hingga fajar menyingsing.
Setelah melaksanakan shalat Shubuh, ia mengangkat tangan untuk berdoa dan mulai tenggelam dalam tangisan hingga seluruh jenggotnya basah dengan air mata.
Ketika ia membaca Al-Quran, orang-orang berdatangan dan berkumpul di sekelilingnya untuk menikmati suaranya yang merdu ...
Ia dikenal dengan julukan hamba saleh, dan karena kemampuannya menahan amarah, ia dijuluki dengan al-kazhim.
Julukannya yang lain adalah shabir (penyabar) dan amin (terpercaya) .....
Salah satu dari keturunan Umar bin Khattab seringkali mengganggunya dan menjelek-jelekkan Imam Ali r.a. Sebagian orang yang bersamanya berkata: "Izinkanlah kami membunuhnya".
Imam ra dengan tegas mencegah mereka untuk melakukan hal itu ......
Pada suatu hari, Imam mencari orang tersebut. Mereka menjawab: "Ia sibuk berkebun di pinggiran Madinah".
Dengan menunggangi keledainya Imam masuk ke kebun orang tersebut. "Jangan kau rusak tanamanku", teriaknya nyaring.
Akan tetapi, Imam ra tidak menghi raukan teriakannya. Ia terus masuk ke kebunnya dengan menunggangi keledai hingga ia sampai di hadapannya.
Imam turun dari keledai dan langsung bersenda-gurau dengannya ...
Setelah itu Imam ra bertanya: "Berapa kerugian yang kau taksir akibat kerusakan kebunmu ini?"
"100 Dinar!", jawabnya tegas.
"Sekarang berapa kerugian yang harus kuganti?", tanya Imam kembali.
"Aku tidak memiliki ilmu ghaib (baca : aku tidak tahu--pen.)", jawabnya.
"Aku bertanya berapa yang harus kubayar?", tanya Imam memaksa.
"200 Dinar", jawabnya.
Imam Kazhim ra memberikan 300 Dinar kepadanya seraya berkata: "Kebunmu tetap menjadi milikmu".
Lelaki itu bangun dari duduknya seraya mencium kening Imam ra dan pergi dari tempat itu.
Imam Musa Kazhim ra pergi ke masjid dan melihat lelaki itu duduk di dalam masjid. Ketika ia melihat Imam masuk, ia berkata: "Allah lebih tahu di mana Ia harus meletakkan risalah-Nya".
Para pengikut Imam ra mengeru muni lelaki tersebut dan bertanya kepadanya: "Apa gerangan yang terjadi? Selama ini engkau selalu memusuhinya?"
Ia akhirnya mulai mengumpat me reka dan berdoa untuk keselamatan Imam Kazhim ra ...
Setelah itu Imam Kazhim ra berkata kepada para pengikutnya: "Apakah perlakuan yang ingin kalian lakukan terhadapnya lebih baik atau perlaku anku terhadapnya dengan memberi kan uang 300 Dinar kepadanya?"
Menulis Buku (17)
Menulis Buku (17)
Oleh aminuddin
2. Kutipan tak Langsung
KUTIPAN tak langsung (parafrasa) adalah kutipan yang tidak sama persis dengan aslinya.
Pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip untuk dinyatakan kembali dengan kalimat yang disusun oleh pengutip.
Kalimat-kalimat yang mengandung kutipan ide tersebut ditulis dengan spasi rangkap sebagaimana teks biasa.
Semua kutipan harus dirujuk. Tata cara penulisan kutipan tidak lang sung adalah (Nasucha, dkk : 2009,81) :
a. Gagasan yang dikutip diintegrasikan dengan teks ;
b. Jarak antarbaris dua spasi;
c. Tanpa penggunaan tanda kutip;
d. Diakhiri dengan tanda kurung buka, nama singkat, tahun terbit, dan nomor halaman, diakhiri dengan tanda kurung tutup.
Contoh-contoh pengutipan tidak langsung :
< Kutipan diperlukan dalam tulian akademis. Dalam semua tulisan akademis, dari makalah sampai disertasi atau tesis calon doktor, anda diharapkan menggunakan ku tipan untuk mendukung gagasan-gagasan anda. Alasannya adalah bahwa meskipun gagasan-gagasan dan pemikiran anda valid, mengutip pendapat orang yang lebih terper caya yang menyetujui pendapat an da akan membuat argumentasi anda lebih meyakinkan (Oshima dan Hogue, 1991: 128-129).
> Paragraf narasi bertujuan mengisahkan atau menceritakan peristiwa yang ada dalam pikiran penulis. Paragraf narasi mirip dengan paragraf deskripsi. Bedanya, paragraf narasi lebih mementingkan urutan cerita (peristiwa) dan biasanya ada tokoh yang diceritakan (Wardhana dan Ardianto, 2007: 82).
Oleh aminuddin
2. Kutipan tak Langsung
KUTIPAN tak langsung (parafrasa) adalah kutipan yang tidak sama persis dengan aslinya.
Pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip untuk dinyatakan kembali dengan kalimat yang disusun oleh pengutip.
Kalimat-kalimat yang mengandung kutipan ide tersebut ditulis dengan spasi rangkap sebagaimana teks biasa.
Semua kutipan harus dirujuk. Tata cara penulisan kutipan tidak lang sung adalah (Nasucha, dkk : 2009,81) :
a. Gagasan yang dikutip diintegrasikan dengan teks ;
b. Jarak antarbaris dua spasi;
c. Tanpa penggunaan tanda kutip;
d. Diakhiri dengan tanda kurung buka, nama singkat, tahun terbit, dan nomor halaman, diakhiri dengan tanda kurung tutup.
Contoh-contoh pengutipan tidak langsung :
< Kutipan diperlukan dalam tulian akademis. Dalam semua tulisan akademis, dari makalah sampai disertasi atau tesis calon doktor, anda diharapkan menggunakan ku tipan untuk mendukung gagasan-gagasan anda. Alasannya adalah bahwa meskipun gagasan-gagasan dan pemikiran anda valid, mengutip pendapat orang yang lebih terper caya yang menyetujui pendapat an da akan membuat argumentasi anda lebih meyakinkan (Oshima dan Hogue, 1991: 128-129).
> Paragraf narasi bertujuan mengisahkan atau menceritakan peristiwa yang ada dalam pikiran penulis. Paragraf narasi mirip dengan paragraf deskripsi. Bedanya, paragraf narasi lebih mementingkan urutan cerita (peristiwa) dan biasanya ada tokoh yang diceritakan (Wardhana dan Ardianto, 2007: 82).
Menulis Buku (16)
Menulis Buku (16)
Oleh aminuddin
Tata Cara Pengutipan
1. Kutipan Langsung
Pengutipan langsung adalah kuti pan yang digunakan apabila penu lis meminjam gagasan penulis lain seutuhnya tanpa membuat peruba han, baik pada tanda baca maupun pada kata-katanya.
Kutipan langsung terdiri dari kuti pan langsung pendek dan panjang.
a. Kutipan langsung pendek. Kuti pan ini tidak lebih dari empat baris. Tata cara penulisan kutipan langsung pendek ini adalah (Nasucha,dkk : 2009, 80) :
> Diintegrasikan (disatukan) dengan teks penulis;
< Jarak antarbaris spasi ganda (dua spasi);
> Pada akhir kutipan diikuti dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan, kemudian diakhiri dengan tanda kurung tutup.
b. Kutipan langsung panjang. Panjangnya lebih dari empat baris. Tata cara penulisan kutipan langsung panjang adalah (Nasucha, dkk: 2009,80) :
< Kutipan dipisahkan dari teks dengan jarak 2,5 spasi;/
> Jarak antarbaris satu spasi;
< Kutipan boleh diapit dengan tanda kutip;
> Akhir kutipan diikuti dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan, diakhiri dengan tanda kurung tutup; dan
< Seluruh kutipan menjorok ke dalan sekitar 5-7 huruf/karakter. Bila yang dikutip merupakan alinea baru, baris pertama ditulis sekitar 5-7 huruf/karakter.
Contoh Pengutipan langsung
a. Kutipan langsung pendek
Menurut Eni Setiani (2007:52), "kunci sukses untuk menjadi seorang penulis fiksi atau nonfiksi adalah adanya niat, ketekunan, dan semangat yang kuat untuk menca pai apa yang diinginkan."
b. Kutipan langsung panjang
Dalam mengutip dokumen yang bersumber dari media elektronik, Greenshields & Young 2004 menyatakan:
"The primary prinsiple in citing electronic documents is the same as for citing print resources: you need to give sufficient information to be able to locate the document. Much of the information required will be the same as for printed sources. However, electronic sources require the introduction of additional citation elements, such as medium, name of data base, supplier, electronic address and access date. The information required will depend on the resource being cited."
Oleh aminuddin
Tata Cara Pengutipan
1. Kutipan Langsung
Pengutipan langsung adalah kuti pan yang digunakan apabila penu lis meminjam gagasan penulis lain seutuhnya tanpa membuat peruba han, baik pada tanda baca maupun pada kata-katanya.
Kutipan langsung terdiri dari kuti pan langsung pendek dan panjang.
a. Kutipan langsung pendek. Kuti pan ini tidak lebih dari empat baris. Tata cara penulisan kutipan langsung pendek ini adalah (Nasucha,dkk : 2009, 80) :
> Diintegrasikan (disatukan) dengan teks penulis;
< Jarak antarbaris spasi ganda (dua spasi);
> Pada akhir kutipan diikuti dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan, kemudian diakhiri dengan tanda kurung tutup.
b. Kutipan langsung panjang. Panjangnya lebih dari empat baris. Tata cara penulisan kutipan langsung panjang adalah (Nasucha, dkk: 2009,80) :
< Kutipan dipisahkan dari teks dengan jarak 2,5 spasi;/
> Jarak antarbaris satu spasi;
< Kutipan boleh diapit dengan tanda kutip;
> Akhir kutipan diikuti dengan tanda kurung buka, nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan, diakhiri dengan tanda kurung tutup; dan
< Seluruh kutipan menjorok ke dalan sekitar 5-7 huruf/karakter. Bila yang dikutip merupakan alinea baru, baris pertama ditulis sekitar 5-7 huruf/karakter.
Contoh Pengutipan langsung
a. Kutipan langsung pendek
Menurut Eni Setiani (2007:52), "kunci sukses untuk menjadi seorang penulis fiksi atau nonfiksi adalah adanya niat, ketekunan, dan semangat yang kuat untuk menca pai apa yang diinginkan."
b. Kutipan langsung panjang
Dalam mengutip dokumen yang bersumber dari media elektronik, Greenshields & Young 2004 menyatakan:
"The primary prinsiple in citing electronic documents is the same as for citing print resources: you need to give sufficient information to be able to locate the document. Much of the information required will be the same as for printed sources. However, electronic sources require the introduction of additional citation elements, such as medium, name of data base, supplier, electronic address and access date. The information required will depend on the resource being cited."
Minggu, 30 Desember 2018
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (16)
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (16)
Oleh aminuddin
b. Ali bin Yaqthin
Ia juga adalah salah seorang saha bat Imam Ja’far Ash-shadiq as. Mar wan memata-matainya dan meme rintahkan penangkapannya. Akan tetapi, Ali berhasil meloloskan diri dari kejaran Marwan.
Ia mengirim istri dan anak-anaknya ke Madinah. Ia kembali ke Kufah menyusul keruntuhan Dinasti Bani Umaiyah di tangan Bani Abbasiyah.
Ali menjalin hubungan yang dekat dengan orang-orang Abbasiyah dan berhasil menjabat kedudukan-kedu dukan penting dalam pemerintahan mereka.
Melalui kedudukannya ini, ia ba nyak membantu pengikut-pengikut Ahlulbait yang tertindas ..
Harun Ar-Rasyid mengangkat Ali sebagai menterinya ..
Sebenarnya ia merupakan seorang utusan Al-Imam Musa al-Kazhim yang menyusup ke dalam pemerin tahan Harun.
Beberapa kali ia bermaksud me ngundurkan diri, namun ia ditahan oleh Imam untuk tetap menjabat kementerian demi melindungi aja ran dan pengikut Ahlulbait as.
Ali bin Yaqthin wafat ketika Imam Musa as masih berada di dalam penjara ..
c. Mu’min Ath-Thaq
Ia adalah seorang sahabat Imam Ja’far Ash-Shadiq as dan Imam Musa Al-Kazhim as.
Imam Ja’far mendudukkannya sebagai salah seorang sahabat utama beliau dan memberikan penghormatan khusus kepadanya.
Mu’min amat tangkas dalam diskusi dengan siapa saja. Menge nai hal ini, Imam Ja’far as mengata kan, “Mu’min ibarat seekor elang yang menerkam mangsanya.”
d. Hisyam bin Hakam
Ia adalah seorang pakar dalam bidang ilmu Logika. Acapkali terdapat sebuah masalah pelik, Imam Ja’far as selalu mengutusnya memecahkan masalah itu.
Ia sangat menguasai pembahasan Imamah. Ia merupakan murid jenius Imam dan tangkas dalam memberikan jawaban.
Ia juga seorang pakar dalam ma salah-masalah Ketuhanan.
Hisyam banyak menulis kitab dan terlibat dalam diskusi-diskusi dengan ulama dari berbagai mazhab dan golongan.
Oleh aminuddin
b. Ali bin Yaqthin
Ia juga adalah salah seorang saha bat Imam Ja’far Ash-shadiq as. Mar wan memata-matainya dan meme rintahkan penangkapannya. Akan tetapi, Ali berhasil meloloskan diri dari kejaran Marwan.
Ia mengirim istri dan anak-anaknya ke Madinah. Ia kembali ke Kufah menyusul keruntuhan Dinasti Bani Umaiyah di tangan Bani Abbasiyah.
Ali menjalin hubungan yang dekat dengan orang-orang Abbasiyah dan berhasil menjabat kedudukan-kedu dukan penting dalam pemerintahan mereka.
Melalui kedudukannya ini, ia ba nyak membantu pengikut-pengikut Ahlulbait yang tertindas ..
Harun Ar-Rasyid mengangkat Ali sebagai menterinya ..
Sebenarnya ia merupakan seorang utusan Al-Imam Musa al-Kazhim yang menyusup ke dalam pemerin tahan Harun.
Beberapa kali ia bermaksud me ngundurkan diri, namun ia ditahan oleh Imam untuk tetap menjabat kementerian demi melindungi aja ran dan pengikut Ahlulbait as.
Ali bin Yaqthin wafat ketika Imam Musa as masih berada di dalam penjara ..
c. Mu’min Ath-Thaq
Ia adalah seorang sahabat Imam Ja’far Ash-Shadiq as dan Imam Musa Al-Kazhim as.
Imam Ja’far mendudukkannya sebagai salah seorang sahabat utama beliau dan memberikan penghormatan khusus kepadanya.
Mu’min amat tangkas dalam diskusi dengan siapa saja. Menge nai hal ini, Imam Ja’far as mengata kan, “Mu’min ibarat seekor elang yang menerkam mangsanya.”
d. Hisyam bin Hakam
Ia adalah seorang pakar dalam bidang ilmu Logika. Acapkali terdapat sebuah masalah pelik, Imam Ja’far as selalu mengutusnya memecahkan masalah itu.
Ia sangat menguasai pembahasan Imamah. Ia merupakan murid jenius Imam dan tangkas dalam memberikan jawaban.
Ia juga seorang pakar dalam ma salah-masalah Ketuhanan.
Hisyam banyak menulis kitab dan terlibat dalam diskusi-diskusi dengan ulama dari berbagai mazhab dan golongan.
Menulis Buku (15)
Menulis Buku (15)
Oleh aminuddin
Contoh-contoh
a. Paragraf Pembuka (Pendahuluan)
< Menulis merupakan proses ber nalar. Untuk menulis suatu topik kita harus berpikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, mem bandingkan, dan sebagainya. (per nyataan umum (latar belakang to pik). Dalam bab ini akan dihapus aspek penalaran dalam karangan (rumusan bahasan (inti bahasan) >.
Akhadiah, dkk (1998:41)
------------------------------------------
b. Paragraf Inti
< Saat kita berbicara tentang spiritualitas dalam dunia bisnis, kita sebenarnya berbicara tentang pengalaman, dan bukannya tentang agama (kalimat inti). Agama biasanya terkait dengan aspek spiritualitas yang terorganisasi: seperangkat aturan, iman dan tradisi yang menbentuk tampilan apiritualitas di dunia ini (kalimat pendukung pertama dan contoh). Para mistikus korporat memperagakan sejenis spiritualitas yang hidup dalam kegiatan keseha rian dan bukan kata-kata belaka (kalimat pendukung kedua). Para spiritualitas terutama lebih tertarik kepada manfaat spiritualitas, bukan pada kepercayaan akan hal tersebut (kalimat penutup (komentar penulis) >.
Hendricks, et al (2002: xxxi)
-----------------------------------------------
c. Paragraf Penutup
< Akhirnya, di antara berbagai wari san bagi generasi yang akan data ng yang paling bernilai, bukanlah harta yang melimpah, melainkan ilmu -- yang diikat dengan tulisan -- sebagai bekal kehidupan anak cucu kita yang semakin penuh dengan tantangan (kesimpulan). Maukah anda mewariskannya? (gagasan penting, komentar akhir menantang pembaca) >.
Muslik & Idham (2004:10-11)
-------------------------------------------------
Oleh aminuddin
Contoh-contoh
a. Paragraf Pembuka (Pendahuluan)
< Menulis merupakan proses ber nalar. Untuk menulis suatu topik kita harus berpikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, mem bandingkan, dan sebagainya. (per nyataan umum (latar belakang to pik). Dalam bab ini akan dihapus aspek penalaran dalam karangan (rumusan bahasan (inti bahasan) >.
Akhadiah, dkk (1998:41)
------------------------------------------
b. Paragraf Inti
< Saat kita berbicara tentang spiritualitas dalam dunia bisnis, kita sebenarnya berbicara tentang pengalaman, dan bukannya tentang agama (kalimat inti). Agama biasanya terkait dengan aspek spiritualitas yang terorganisasi: seperangkat aturan, iman dan tradisi yang menbentuk tampilan apiritualitas di dunia ini (kalimat pendukung pertama dan contoh). Para mistikus korporat memperagakan sejenis spiritualitas yang hidup dalam kegiatan keseha rian dan bukan kata-kata belaka (kalimat pendukung kedua). Para spiritualitas terutama lebih tertarik kepada manfaat spiritualitas, bukan pada kepercayaan akan hal tersebut (kalimat penutup (komentar penulis) >.
Hendricks, et al (2002: xxxi)
-----------------------------------------------
c. Paragraf Penutup
< Akhirnya, di antara berbagai wari san bagi generasi yang akan data ng yang paling bernilai, bukanlah harta yang melimpah, melainkan ilmu -- yang diikat dengan tulisan -- sebagai bekal kehidupan anak cucu kita yang semakin penuh dengan tantangan (kesimpulan). Maukah anda mewariskannya? (gagasan penting, komentar akhir menantang pembaca) >.
Muslik & Idham (2004:10-11)
-------------------------------------------------
Mangkuk (33-tamat)
Mangkuk (33-tamat)
Oleh Wak Amin
"KALAU saya nyalakan ini korek api apa yang terjadi?"
"Tidak ada yang terjadi. Paling api yang muncul Tuan ..."
"Oke .. Tuan memang cerdas. Seka rang saya buka tutup dirijen ini ..."
Secara perlahan tutup dirijen berisi bensin itu dibuka. William sengaja memperlambat membukanya untuk melihat reaksi Mr Rahman.
Benar dugaan William. Tiap kali tu tup dirijen diputar, Mr Rahman keta kutan dan berusaha melepas kan tali yang mengikat kaki dan ta ngannya.
"Jangan Pak .. Om .. Tuan .. Jangan buka tutupnya," rengek Mr Rahman.
"Kenapa?"
"Anda mau siramkan bensin itu ke saya kan Pak?"
"Kok tau?"
"Iyalah. Kalau bukan ke saya, ke siapa lagi kan?"
Ha ha ha ...
"Cerdas juga Tuan," kata William. "Tapi maafkan saya Tuan Rahman, saya akan tetap buka tutup dirijen ini ..."
Mr Rahman menjerit histeris ...
"Tolong ... Toool .. Oong!"
Byuur ...
Bensin disiramkan ke sekujur tubuh Mr Rahman. Lepas itu, korek api di nyalakan ...
Byaaar ...
Seketika api menyala ..
Membakar seketika tubuh Mr Rah man yang sempat menjerit histeris, minta tolong ...
Suara itu makin lama makin mele mah bersamaan dengan tibanya Letnan Ratna dan tim sergap di lokasi kejadian.
Tembak menembak pun tak tere lakkan. William berhasil kabur de ngan melompat dari jendela.
Berlari kencang di atap rumah ..
Dia tak menyadari lima sniper telah membidiknya ..
Saat hendak melompat ke jalan, tembakan pun dilepaskan.
Menembus kepala, leher dan pung gung William ...
Tak ada suara jeritan.
Tewas di tempat dengan kepala membentur aspal ...
Oleh Wak Amin
"KALAU saya nyalakan ini korek api apa yang terjadi?"
"Tidak ada yang terjadi. Paling api yang muncul Tuan ..."
"Oke .. Tuan memang cerdas. Seka rang saya buka tutup dirijen ini ..."
Secara perlahan tutup dirijen berisi bensin itu dibuka. William sengaja memperlambat membukanya untuk melihat reaksi Mr Rahman.
Benar dugaan William. Tiap kali tu tup dirijen diputar, Mr Rahman keta kutan dan berusaha melepas kan tali yang mengikat kaki dan ta ngannya.
"Jangan Pak .. Om .. Tuan .. Jangan buka tutupnya," rengek Mr Rahman.
"Kenapa?"
"Anda mau siramkan bensin itu ke saya kan Pak?"
"Kok tau?"
"Iyalah. Kalau bukan ke saya, ke siapa lagi kan?"
Ha ha ha ...
"Cerdas juga Tuan," kata William. "Tapi maafkan saya Tuan Rahman, saya akan tetap buka tutup dirijen ini ..."
Mr Rahman menjerit histeris ...
"Tolong ... Toool .. Oong!"
Byuur ...
Bensin disiramkan ke sekujur tubuh Mr Rahman. Lepas itu, korek api di nyalakan ...
Byaaar ...
Seketika api menyala ..
Membakar seketika tubuh Mr Rah man yang sempat menjerit histeris, minta tolong ...
Suara itu makin lama makin mele mah bersamaan dengan tibanya Letnan Ratna dan tim sergap di lokasi kejadian.
Tembak menembak pun tak tere lakkan. William berhasil kabur de ngan melompat dari jendela.
Berlari kencang di atap rumah ..
Dia tak menyadari lima sniper telah membidiknya ..
Saat hendak melompat ke jalan, tembakan pun dilepaskan.
Menembus kepala, leher dan pung gung William ...
Tak ada suara jeritan.
Tewas di tempat dengan kepala membentur aspal ...
Sabtu, 29 Desember 2018
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (15)
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (15)
Oleh aminuddu
1.7. Imam Musa al-Kazhim
Al-Imam Musa al-Kazhim as lahir pada hari Ahad, bertepatan dengan 7 Shafar tahun 128 Hijriah di se buah lembah bernama Abwa’ yang terletak di antara Makkah dan Madinah. Ibunda beliau bernama Hamidah. Imam as mencapai kedudukan Imamah pada usia 21 tahun.
Ibunda Al-Imam Musa al-Kazhim as adalah seorang budak yang dibeli oleh Imam Ja’far.
Meskipun demikian, ibunda telah mendapatkan pengajaran ilmu dari Imam Ja’far as, yang menjadikan nya sebagai wanita yang memiliki keluasan ilmu dan kecakapan da lam bidang ilmu-ilmu agama.
Sehingga, terkadang Imam Ja’far meminta para wanita untuk berta nya masalah-masalah agama kepadanya.
Periode kehidupan Al-Imam Musa al-Kazhim dapat dibagi menjadi dua bagian:
* Pertama, kehidupan beliau bersama ayahandanya di Madinah selama 20 tahun. Periode ini berlangsung sebelum beliau mencapai Imamah.
* Kedua, masa-masa awal perlawanan, pemenjaraan, dan pengasingan yang menimpa kehidupan Imam as.
Sahabat
Ketika ayahnya, Imam Ja’far Ash-Shadiq as wafat, murid-murid beli au memusatkan perhatian dan ke setiaan mereka kepada putranya, Al-Imam Musa al-Kazhim as.
Mereka menuntut ilmu kepada Al-Imam Musa al-Kazhim selama tiga puluh tiga tahun.
Beberapa murid beliau antara lain:
a. Ibnu Abi Umair
Ia belajar pada tiga Imam, yaitu Al-Imam Musa al-Kazhim, Imam Ali Ar-Ridha as, dan Imam Muhammad Al-Jawad as.
Ibnu Abi Umair merupakan salah seorang ulama terkenal pada zamannya. Ia meninggalkan banyak kitab hadis sebagai tanda jasanya.
Beberapa orang memberi kabar kepada penguasa Abasiyah, bahwa Ibnu Abi Umair adalah orang Syi’ah (pengikut Ahlulbait).
Ia ditangkap dan diinterogasi untuk menyebutkan nama-nama orang Syi’ah yang ia kenali ...
Namun tidak sepatah kata pun ke luar dari mulutnya untuk meme nu hi paksaan mereka. Ia ditelanjangi dan diikat pada pohon kurma. Mere ka mengganjar seratus cambukan kepada murid setia para Imam ini.
Syaikh Mufid menuturkan, “Sahabat utama Imam ini dipenjarakan selama tujuh puluh tahun. Seluruh harta bendanya dimusnahkan. Walaupun didera dengan cobaan yang berat, ia tetap mengunci mulutnya dan tidak berkata sepatah kata pun untuk memberikan informasi kepada penguasa abbasiyah yang zalim.”
Oleh aminuddu
1.7. Imam Musa al-Kazhim
Al-Imam Musa al-Kazhim as lahir pada hari Ahad, bertepatan dengan 7 Shafar tahun 128 Hijriah di se buah lembah bernama Abwa’ yang terletak di antara Makkah dan Madinah. Ibunda beliau bernama Hamidah. Imam as mencapai kedudukan Imamah pada usia 21 tahun.
Ibunda Al-Imam Musa al-Kazhim as adalah seorang budak yang dibeli oleh Imam Ja’far.
Meskipun demikian, ibunda telah mendapatkan pengajaran ilmu dari Imam Ja’far as, yang menjadikan nya sebagai wanita yang memiliki keluasan ilmu dan kecakapan da lam bidang ilmu-ilmu agama.
Sehingga, terkadang Imam Ja’far meminta para wanita untuk berta nya masalah-masalah agama kepadanya.
Periode kehidupan Al-Imam Musa al-Kazhim dapat dibagi menjadi dua bagian:
* Pertama, kehidupan beliau bersama ayahandanya di Madinah selama 20 tahun. Periode ini berlangsung sebelum beliau mencapai Imamah.
* Kedua, masa-masa awal perlawanan, pemenjaraan, dan pengasingan yang menimpa kehidupan Imam as.
Sahabat
Ketika ayahnya, Imam Ja’far Ash-Shadiq as wafat, murid-murid beli au memusatkan perhatian dan ke setiaan mereka kepada putranya, Al-Imam Musa al-Kazhim as.
Mereka menuntut ilmu kepada Al-Imam Musa al-Kazhim selama tiga puluh tiga tahun.
Beberapa murid beliau antara lain:
a. Ibnu Abi Umair
Ia belajar pada tiga Imam, yaitu Al-Imam Musa al-Kazhim, Imam Ali Ar-Ridha as, dan Imam Muhammad Al-Jawad as.
Ibnu Abi Umair merupakan salah seorang ulama terkenal pada zamannya. Ia meninggalkan banyak kitab hadis sebagai tanda jasanya.
Beberapa orang memberi kabar kepada penguasa Abasiyah, bahwa Ibnu Abi Umair adalah orang Syi’ah (pengikut Ahlulbait).
Ia ditangkap dan diinterogasi untuk menyebutkan nama-nama orang Syi’ah yang ia kenali ...
Namun tidak sepatah kata pun ke luar dari mulutnya untuk meme nu hi paksaan mereka. Ia ditelanjangi dan diikat pada pohon kurma. Mere ka mengganjar seratus cambukan kepada murid setia para Imam ini.
Syaikh Mufid menuturkan, “Sahabat utama Imam ini dipenjarakan selama tujuh puluh tahun. Seluruh harta bendanya dimusnahkan. Walaupun didera dengan cobaan yang berat, ia tetap mengunci mulutnya dan tidak berkata sepatah kata pun untuk memberikan informasi kepada penguasa abbasiyah yang zalim.”
Menulis Buku (14)
Menulis Buku (14)
Oleh aminuddin
Pengembangan Subbab
DI bawah ini adalah susunan subbab menurut Oshima & Hogue (1991:16-28) dan Barnet (1986).
Jenis-jenis Paragraf
Judul Bab:
-------------------
Paragraf Pembuka
--------------------------------
a. Pernyataan umum: memperkenalkan topik atau judul dan latar belakang judul.
b. Rumusan bahasan : inti bahasan dan bagian-bagiannya.
------------------------------------------------------------
Paragraf Inti (isi karangan)
----------------------------------------------
a. Kalimat inti dari bagian pertama inti bahasan (satu paragraf satu kalimat inti).
b. Kalimat penjelas atau pendukung pertama.
c. Kalimat penjelas atau pendukung kedua, dan selanjutnya.
d. Kalimat penutup, terutama untuk paragraf yang panjang, bila perlu:
1. Menandai akhir paragraf.
2. Meringkas bagian-bagian inti paragraf.
3. Memberikan komentar akhir isi karangan dan gagasan penting untuk dipikirkan pembaca.
----------------------------------------------------------
Paragraf Inti (isi karangan)
----------------------------------------------
a. Kalimat inti dari bagian kedua intu bahasan (satu paragraf satu kalimat inti).
b. Kalimat penjelas atau pendukung pertama.
c. Kalimat penjelas atau pendukung kedua dan selanjutnya.
d. Kalimat penutup, terutama untuk paragraf yang panjang, bila perlu:
1. Menandai akhir paragraf.
2. Meringkas bagian inti paragraf atau
3. Memberikan komentar akhir isi karangan dan gagasan penting untuk dipikirkan pembaca.
---------------------------------------------------------
Paragraf Inti (isi karangan)
----------------------------------------------
a. Kalimat inti dari bagian ketiga inti bahasan (satu paragraf satu kalimat inti).
b. Kalimat penjelas atau pendukung pertama.
c. Kalimat penjelas atau pendukung kedua dan selanjutnya.
d. Kalimat penutup, terutama untuk paragraf yang panjang, bila perlu:
1. Menandai akhir paragraf atau
2 Meringkas bagian inti paragraf atau
3. Memberikan komentar akhir isi karangan dan gagasan penting untuk dipikirkan pembaca.
---------------------------------------------------------
Paragraf Penutup
------------------------------
a. Kesimpulan atau pernyataan isi karangan.
b. Ringkasan isi karangan.
c. Komentar akhir isi karangan serta gagasan penting untuk dipikirkan dan disikapi pembaca.
-----------------------------------------------------------
Oleh aminuddin
Pengembangan Subbab
DI bawah ini adalah susunan subbab menurut Oshima & Hogue (1991:16-28) dan Barnet (1986).
Jenis-jenis Paragraf
Judul Bab:
-------------------
Paragraf Pembuka
--------------------------------
a. Pernyataan umum: memperkenalkan topik atau judul dan latar belakang judul.
b. Rumusan bahasan : inti bahasan dan bagian-bagiannya.
------------------------------------------------------------
Paragraf Inti (isi karangan)
----------------------------------------------
a. Kalimat inti dari bagian pertama inti bahasan (satu paragraf satu kalimat inti).
b. Kalimat penjelas atau pendukung pertama.
c. Kalimat penjelas atau pendukung kedua, dan selanjutnya.
d. Kalimat penutup, terutama untuk paragraf yang panjang, bila perlu:
1. Menandai akhir paragraf.
2. Meringkas bagian-bagian inti paragraf.
3. Memberikan komentar akhir isi karangan dan gagasan penting untuk dipikirkan pembaca.
----------------------------------------------------------
Paragraf Inti (isi karangan)
----------------------------------------------
a. Kalimat inti dari bagian kedua intu bahasan (satu paragraf satu kalimat inti).
b. Kalimat penjelas atau pendukung pertama.
c. Kalimat penjelas atau pendukung kedua dan selanjutnya.
d. Kalimat penutup, terutama untuk paragraf yang panjang, bila perlu:
1. Menandai akhir paragraf.
2. Meringkas bagian inti paragraf atau
3. Memberikan komentar akhir isi karangan dan gagasan penting untuk dipikirkan pembaca.
---------------------------------------------------------
Paragraf Inti (isi karangan)
----------------------------------------------
a. Kalimat inti dari bagian ketiga inti bahasan (satu paragraf satu kalimat inti).
b. Kalimat penjelas atau pendukung pertama.
c. Kalimat penjelas atau pendukung kedua dan selanjutnya.
d. Kalimat penutup, terutama untuk paragraf yang panjang, bila perlu:
1. Menandai akhir paragraf atau
2 Meringkas bagian inti paragraf atau
3. Memberikan komentar akhir isi karangan dan gagasan penting untuk dipikirkan pembaca.
---------------------------------------------------------
Paragraf Penutup
------------------------------
a. Kesimpulan atau pernyataan isi karangan.
b. Ringkasan isi karangan.
c. Komentar akhir isi karangan serta gagasan penting untuk dipikirkan dan disikapi pembaca.
-----------------------------------------------------------
Jumat, 28 Desember 2018
Menulis Buku (13)
Menulis Buku (13)
Oleh aminuddin
c. Dessert (Hidangan Penutup)
KHUSUS buku teks, sebagian besar hidangan penutupnya adalah tes atau latihan yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pemba ca memahami isi bab.
Latihan-latihan itu bisa diwujudkan pada berbagai kegiatan yang bera neka ragam. Semakin banyak vari asi kegiatan dalam buku pelajaran, semakin menariklah buku tersebut.
Variasi kegiatan ini sebaiknya tidak hanya diberikan pada setiap bagian atau bab yang kemudian diulang pada bab-bab lain, tetapi juga diberi kan untuk seluruh bagian buku ter sebut.
Hidangan penutup dalam bentuk latihan sebaiknya dirancang bertahap mulai dari yang terbimbing (controlled), semi terbimbing (semi-guided), dan latihan bebas (free task).
Alasannya, dalam proses belajar kita selalu memulai sesuatu dari yang mudah atau sederhana, baru kemudian yang lebih sukar dan menantang.
Untuk itu, penulis selalu perlu meli hat kembali apakah latihan yang di tulis sudah benar-benar realistis.
d. Garnish (Dekorasi Hidangan)
Garnish adalah istilah yang sering dipakai dalan tata hidang, yang artinya adalah dekorasi untuk makanan yang disajikan.
Dalam penulisan buku, garnish merupakan dekorasi berupa latihan, kegiatan atau permainan yang me nunjang dan sebagainya, sesuai dengan bahasan yang diajarkan.
Garnish berfungsi sebagai penye mangat dan kegiatan selang agar pembaca tidak jenuh dalam mem pelajari teori, konsep, bab atau bagian buku yang lain.
Garnish bisa disisipkan dalam star ter, main course dan dessert. Gar nish bisa hadir dalam bentuk kuis, permainan, teka-teki, pemberian label, penjodohan kata, atau frasa dengan arti, gambar, sinonim, antonim, pasangan, dan lain sebagainya.
e. Project (Proyek)
Proyek ini tidak harus dikerjakan secara perorangan, namun bisa berkelompok.
Peruntahnya harus jelas dan bila perlu, kita memberikan contoh kendala yang mungkin terjadi beserta penyelesaiannya.
Waktu yang disediakan realistis. Tidak hanya dikerjakan pada jam belajar yang tersedia. Namun, ten ggat waktunya harus jelas.
Contoh:
Setelah mempelajari cara menulis buku, pembaca diminta untuk mulai menulis buku. Mulai dari tahapan menentukan topik dan judul, menyu sun kerangka, mengembangkan bab, menyunting, merevisi, meleng kapi isi buku secara keseluruhan, dalam waktu enam sampai dua belas bulan.
Oleh aminuddin
c. Dessert (Hidangan Penutup)
KHUSUS buku teks, sebagian besar hidangan penutupnya adalah tes atau latihan yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pemba ca memahami isi bab.
Latihan-latihan itu bisa diwujudkan pada berbagai kegiatan yang bera neka ragam. Semakin banyak vari asi kegiatan dalam buku pelajaran, semakin menariklah buku tersebut.
Variasi kegiatan ini sebaiknya tidak hanya diberikan pada setiap bagian atau bab yang kemudian diulang pada bab-bab lain, tetapi juga diberi kan untuk seluruh bagian buku ter sebut.
Hidangan penutup dalam bentuk latihan sebaiknya dirancang bertahap mulai dari yang terbimbing (controlled), semi terbimbing (semi-guided), dan latihan bebas (free task).
Alasannya, dalam proses belajar kita selalu memulai sesuatu dari yang mudah atau sederhana, baru kemudian yang lebih sukar dan menantang.
Untuk itu, penulis selalu perlu meli hat kembali apakah latihan yang di tulis sudah benar-benar realistis.
d. Garnish (Dekorasi Hidangan)
Garnish adalah istilah yang sering dipakai dalan tata hidang, yang artinya adalah dekorasi untuk makanan yang disajikan.
Dalam penulisan buku, garnish merupakan dekorasi berupa latihan, kegiatan atau permainan yang me nunjang dan sebagainya, sesuai dengan bahasan yang diajarkan.
Garnish berfungsi sebagai penye mangat dan kegiatan selang agar pembaca tidak jenuh dalam mem pelajari teori, konsep, bab atau bagian buku yang lain.
Garnish bisa disisipkan dalam star ter, main course dan dessert. Gar nish bisa hadir dalam bentuk kuis, permainan, teka-teki, pemberian label, penjodohan kata, atau frasa dengan arti, gambar, sinonim, antonim, pasangan, dan lain sebagainya.
e. Project (Proyek)
Proyek ini tidak harus dikerjakan secara perorangan, namun bisa berkelompok.
Peruntahnya harus jelas dan bila perlu, kita memberikan contoh kendala yang mungkin terjadi beserta penyelesaiannya.
Waktu yang disediakan realistis. Tidak hanya dikerjakan pada jam belajar yang tersedia. Namun, ten ggat waktunya harus jelas.
Contoh:
Setelah mempelajari cara menulis buku, pembaca diminta untuk mulai menulis buku. Mulai dari tahapan menentukan topik dan judul, menyu sun kerangka, mengembangkan bab, menyunting, merevisi, meleng kapi isi buku secara keseluruhan, dalam waktu enam sampai dua belas bulan.
Mangkuk (32)
Mangkuk (32)
Oleh Wak Amin
SAMBIL mengelus-elus pantatnya yang sakit, Mr Rahman dengan tergopoh-gopoh memasuki ruang tamu tembus ke belakang.
Di belakang ada tangga menuju ke beberapa kamar, dan kamar paling ujunglah yang disasar William.
"Cepat masuk!" Kata William de ngan nada kasar.
Karena gelap, Mr Rahman jadi ragu untuk masuk.
"Cepat masuk. Tunggu apalagi. Cepat!" Bentak William.
"Gelap. Mau masuk gimana?"
Lampu dinyalakan ...
Mr Rahman baru mau masuk. Sam pai di dalam bengong lagi. Tak ada apa-apa. Jangankan kursi, lemari saja tak ada.
"Duduk di lantai ..."
William mengikat kaki dan tangan Mr Rahman. Mencoba meronta, sa tu pukulan ke muka, membuat Mr Rahman terdiam.
Dia pasrah ...
Kedua tangan dan kakinya diikat kuat. Sulit rasanya buat mele
paskan diri ..
Lepas itu ...
Haaa ...
Mr Rahman berteriak ketakutan setelah melihat William membawa dirijen berisi bensin.
Bau bensin menyengat ...
"Jangan .. Jangan. Mau diapakan saya?"
Mr Rahman meronta-ronta. Berusa ha melepaskan diri dari tali ikatan.
Tapi usahanya sia-sia ...
Druuug ...
Dirijen berukuran sedang itu persis ditaruh di depan Mr Rahman ...
"Tau apa ini Tuan Rahman?"
"Tau ..."
"Apa?"
"Dirijen ..." Jawab Mr Rahman geme taran.
Muka pucat. Terkencing di cela na ...
"Isinya apa Tuan Rahman?"
"Bensin."
"Bagus. Tuan memang cerdas," kata William sambil tersenyum.
Dia ambil korek api dari saku celananya ...
"Kalau yang ini?"
"Korek api."
"Bagus."
Oleh Wak Amin
SAMBIL mengelus-elus pantatnya yang sakit, Mr Rahman dengan tergopoh-gopoh memasuki ruang tamu tembus ke belakang.
Di belakang ada tangga menuju ke beberapa kamar, dan kamar paling ujunglah yang disasar William.
"Cepat masuk!" Kata William de ngan nada kasar.
Karena gelap, Mr Rahman jadi ragu untuk masuk.
"Cepat masuk. Tunggu apalagi. Cepat!" Bentak William.
"Gelap. Mau masuk gimana?"
Lampu dinyalakan ...
Mr Rahman baru mau masuk. Sam pai di dalam bengong lagi. Tak ada apa-apa. Jangankan kursi, lemari saja tak ada.
"Duduk di lantai ..."
William mengikat kaki dan tangan Mr Rahman. Mencoba meronta, sa tu pukulan ke muka, membuat Mr Rahman terdiam.
Dia pasrah ...
Kedua tangan dan kakinya diikat kuat. Sulit rasanya buat mele
paskan diri ..
Lepas itu ...
Haaa ...
Mr Rahman berteriak ketakutan setelah melihat William membawa dirijen berisi bensin.
Bau bensin menyengat ...
"Jangan .. Jangan. Mau diapakan saya?"
Mr Rahman meronta-ronta. Berusa ha melepaskan diri dari tali ikatan.
Tapi usahanya sia-sia ...
Druuug ...
Dirijen berukuran sedang itu persis ditaruh di depan Mr Rahman ...
"Tau apa ini Tuan Rahman?"
"Tau ..."
"Apa?"
"Dirijen ..." Jawab Mr Rahman geme taran.
Muka pucat. Terkencing di cela na ...
"Isinya apa Tuan Rahman?"
"Bensin."
"Bagus. Tuan memang cerdas," kata William sambil tersenyum.
Dia ambil korek api dari saku celananya ...
"Kalau yang ini?"
"Korek api."
"Bagus."
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (14)
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (14)
Oleh aminuddin
Diracun ...
Allamah Tabataba'i menulis:
Imam Ja'far bin Muhammad, putra Imam Kelima, lahir pada tahun 83 H/ 702 M. Ia syahid pada tahun 148 H/ 765 M.
Menurut sumber-sumber Syiah, dira cun melalui intrik Khalifah Abbasi yah Mansur. Setelah syahadah ayahnya, Imam Ja'far menjabat Imam melalui perintah Allah SWT dan keputusan para Imam sebelumnya.
Selama masa Imâmah Imam Keenam, kesempatan dan iklim yang lebih bersahabat datang kepadanya untuk lebih leluasa menyebarkan ajaran-ajaran agama.
Kesempatan ini muncul sebagai akibat pemberontakan-pemberon takan yang terjadi di berbagai wila yah Islam, khususnya bangkitnya Muswaddah yang menggoyang khalifah Bani Umayyah, perang berdarah terjadi yang akhirnya menuntun kepada kejatuhan dan pengasingan Bani Umayyah.
Kesempatan emas ini juga adalah hasil dari pembukaan lahan yang dilakukan oleh Imam Kelima yang telah dipersiapkan sebelumnya selama masa imâmahnya yang mencakup dua puluh tahun melalui tabligh ajaran-ajaran asli Islam dan ilmu Ahlulbait Nabi As.
Imam Shadiq mengambil kesempatan emas ini untuk mendakwahkan ilmu agama hingga akhir masa Imâmahnya, seiring dengan masa-masa akhir kekuasaan Bani Umayyah dan awal kemunculan Bani Abbasiyah.
Imam mengajar banyak ulama dalam berbagai bidang disiplin ilmu dan ilmu periwayatan, seperti Zurarah bin A'yan, Muhammad bin Muslim, Mu'minut Taq, Hisyam bin Hakam, Aban bin Taghlib, Hisyam bin Salim, Huraiz, Hisyam Kalbi an-Nassabah dan Jabir bin Hayyan (Ahli Kimia).
Bahkan beberapa ulama Sunni ternama seperti Sufyan ats-Tsauri, Abu Hanifah, pendiri Mazhab Fiqh Hanafi, al-Qadi as-Sukuni, al-Qadi Abul Bakhtari, dan yang lainnya, mendapatkan kehormatan untuk menjadi murid-murid Imam Ja'far.
Disebutkan bahwa kelas-kelas dan tahapan-tahapan instruksinya menghasilkan ribuan ulama hadis dan ilmu-ilmu lainnya.
Jumlah hadis yang bersumber dari Imam Kelima dan Keenam lebih ba nyak dibandingkan dengan ha dis-hadis yang bersumber dari Nabi SAW dan para Imam yang lain.
Akan tetapi, pada akhir hayatnya, Imam dikenai pencekalan secara ketat oleh Khalifah Abbasiyah, Man sur, yang memerintahkan seperti penyiksaan dan pembunuhan ber darah dingin terhadap keturunan Nabi SAW yang merupakan penga nut Syiah sehingga perbuatannya melebihi kekejaman dan kebiada ban Bani Umayyah.
Atas perintah Mansur, mereka ditangkap secara berkelompok, beberapa dilemparkan ke penjara gelap dan pengap kemudian disiksa hingga mati, sementara yang lainnya dipancung atau diku bur hidup-hidup di bawah tanah atau di antara dinding-dinding ba ngunan, dan dinding dibangun di atas mereka.
Hisyam, Khalifah Umayyah, meme rintahkan agar Imam Keenam di tangkap dan dibawa ke Damaskus. Kemudian, Imam ditangkap oleh Saffah, Khalifah Abbasiyah, dan dibawa ke Irak.
Akhirnya, Mansur menangkap Im am dan membawanya ke Sa marra. Dia disekap, diperlakukan secara kasar dan beberapa kali untuk dihabisi.
Kemudian, Imam diperbolehkan un tuk kembali ke Madinah, mengha biskan sisa-sisa umurnya dalam persembunyian, hingga pada 25 Syawal 148 H, ia diracun oleh Gu bernur Madinah atas perintah Mansur.
Shalat jenazah dilakukan oleh putra Imam, Musa Kazhim, Imam Ketujuh ...
Tulis Surat ke Gubernur
Setelah mendengar syahadah Im am, Mansur menulis surat kepada gubernur Madinah ...
Dia memerintahkan kepada sang gubernur untuk pergi melayat ke rumah Imam dengan dalih me nyampaikan ucapan bela-sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus mencari wasiat Imam dan membacakannya.
Siapa pun yang dipilih oleh Imam sebagai pewaris dan penggantinya harus dipancung di tempat ...
Tentu saja, maksud Mansur ini ada lah untuk mengakhiri seluruh ma salah Imâmah dan hasrat-hasrat Syiah ...
Ketika gubernur Madinah mengikuti perintah Makmun, untuk membaca wasiat terakhir, dia melihat bahwa Imam, alih-alih memilih satu orang, ia telah memilih empat orang seba gai pelaksana wasiat terakhirnya yakni :
a. Khalifah sendiri
b. Gubernur Madinah
c. 'Abdullah Aftah, putra sulung Imam
d. Musa, putra bungsu Imam.
Dengan cara seperti ini, siasat licik Mansur dapat dipatahkan. (Shiite Islam) ...
______
wwwmhajij.com>aeticles>item->3043-u ...
Oleh aminuddin
Diracun ...
Allamah Tabataba'i menulis:
Imam Ja'far bin Muhammad, putra Imam Kelima, lahir pada tahun 83 H/ 702 M. Ia syahid pada tahun 148 H/ 765 M.
Menurut sumber-sumber Syiah, dira cun melalui intrik Khalifah Abbasi yah Mansur. Setelah syahadah ayahnya, Imam Ja'far menjabat Imam melalui perintah Allah SWT dan keputusan para Imam sebelumnya.
Selama masa Imâmah Imam Keenam, kesempatan dan iklim yang lebih bersahabat datang kepadanya untuk lebih leluasa menyebarkan ajaran-ajaran agama.
Kesempatan ini muncul sebagai akibat pemberontakan-pemberon takan yang terjadi di berbagai wila yah Islam, khususnya bangkitnya Muswaddah yang menggoyang khalifah Bani Umayyah, perang berdarah terjadi yang akhirnya menuntun kepada kejatuhan dan pengasingan Bani Umayyah.
Kesempatan emas ini juga adalah hasil dari pembukaan lahan yang dilakukan oleh Imam Kelima yang telah dipersiapkan sebelumnya selama masa imâmahnya yang mencakup dua puluh tahun melalui tabligh ajaran-ajaran asli Islam dan ilmu Ahlulbait Nabi As.
Imam Shadiq mengambil kesempatan emas ini untuk mendakwahkan ilmu agama hingga akhir masa Imâmahnya, seiring dengan masa-masa akhir kekuasaan Bani Umayyah dan awal kemunculan Bani Abbasiyah.
Imam mengajar banyak ulama dalam berbagai bidang disiplin ilmu dan ilmu periwayatan, seperti Zurarah bin A'yan, Muhammad bin Muslim, Mu'minut Taq, Hisyam bin Hakam, Aban bin Taghlib, Hisyam bin Salim, Huraiz, Hisyam Kalbi an-Nassabah dan Jabir bin Hayyan (Ahli Kimia).
Bahkan beberapa ulama Sunni ternama seperti Sufyan ats-Tsauri, Abu Hanifah, pendiri Mazhab Fiqh Hanafi, al-Qadi as-Sukuni, al-Qadi Abul Bakhtari, dan yang lainnya, mendapatkan kehormatan untuk menjadi murid-murid Imam Ja'far.
Disebutkan bahwa kelas-kelas dan tahapan-tahapan instruksinya menghasilkan ribuan ulama hadis dan ilmu-ilmu lainnya.
Jumlah hadis yang bersumber dari Imam Kelima dan Keenam lebih ba nyak dibandingkan dengan ha dis-hadis yang bersumber dari Nabi SAW dan para Imam yang lain.
Akan tetapi, pada akhir hayatnya, Imam dikenai pencekalan secara ketat oleh Khalifah Abbasiyah, Man sur, yang memerintahkan seperti penyiksaan dan pembunuhan ber darah dingin terhadap keturunan Nabi SAW yang merupakan penga nut Syiah sehingga perbuatannya melebihi kekejaman dan kebiada ban Bani Umayyah.
Atas perintah Mansur, mereka ditangkap secara berkelompok, beberapa dilemparkan ke penjara gelap dan pengap kemudian disiksa hingga mati, sementara yang lainnya dipancung atau diku bur hidup-hidup di bawah tanah atau di antara dinding-dinding ba ngunan, dan dinding dibangun di atas mereka.
Hisyam, Khalifah Umayyah, meme rintahkan agar Imam Keenam di tangkap dan dibawa ke Damaskus. Kemudian, Imam ditangkap oleh Saffah, Khalifah Abbasiyah, dan dibawa ke Irak.
Akhirnya, Mansur menangkap Im am dan membawanya ke Sa marra. Dia disekap, diperlakukan secara kasar dan beberapa kali untuk dihabisi.
Kemudian, Imam diperbolehkan un tuk kembali ke Madinah, mengha biskan sisa-sisa umurnya dalam persembunyian, hingga pada 25 Syawal 148 H, ia diracun oleh Gu bernur Madinah atas perintah Mansur.
Shalat jenazah dilakukan oleh putra Imam, Musa Kazhim, Imam Ketujuh ...
Tulis Surat ke Gubernur
Setelah mendengar syahadah Im am, Mansur menulis surat kepada gubernur Madinah ...
Dia memerintahkan kepada sang gubernur untuk pergi melayat ke rumah Imam dengan dalih me nyampaikan ucapan bela-sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus mencari wasiat Imam dan membacakannya.
Siapa pun yang dipilih oleh Imam sebagai pewaris dan penggantinya harus dipancung di tempat ...
Tentu saja, maksud Mansur ini ada lah untuk mengakhiri seluruh ma salah Imâmah dan hasrat-hasrat Syiah ...
Ketika gubernur Madinah mengikuti perintah Makmun, untuk membaca wasiat terakhir, dia melihat bahwa Imam, alih-alih memilih satu orang, ia telah memilih empat orang seba gai pelaksana wasiat terakhirnya yakni :
a. Khalifah sendiri
b. Gubernur Madinah
c. 'Abdullah Aftah, putra sulung Imam
d. Musa, putra bungsu Imam.
Dengan cara seperti ini, siasat licik Mansur dapat dipatahkan. (Shiite Islam) ...
______
wwwmhajij.com>aeticles>item->3043-u ...
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (13)
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (13)
Oleh aminuddin
1.6. Dermawan dan Murah Hati
Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib merupakan ahli ilmu agama dan ahli hukum Islam (fiqih).
Beliau adalah guru dari Imam Abu Hanifah (pendiri mazhab Hanafi), Imam Malik (pendiri mazhab Maliki), Jabir bin Hayyan (Kimiawan) dan Wasil bin Atta (pendiri mazhab Muta'zilah).
Keilmuannya mencakup esoteris dan juga eksoteris, ilmu Isyarah dan juga ilmu Ibarah, ilmu kalam dan ilmu hadis, sunnah, ilmu alam dan ilmu-ilmu sejarah.
Dia adalah al-Hakim, orang bijaksana sejati sesuai Al-Quran, seorang alim yang lengkap yang mengerti bahwa Syariah diterapkan tidak hanya untuk dunia manusia tetapi juga untuk dunia semesta alam.
Beliau menerapkan pengetahuan yang tajam untuk menciptakan pola Ilahi di dunia manusia melalui Fiqh, tetapi beliau juga melihat pola-pola di alam dan dalam sejarah serta beliau mengajarkannya kepada murid-muridnya.
Beliau adalah pewaris dua rahasia, satu dari Abu Bakar as Siddiq, dan yang lain dari Ali bin Abi Thalib ..
Nasab
Imam Ja'afar lahir di Madinah pada 17 Rabiul Awwal 83 Hijriyah / 20 April 702 Masehi (M). Ja'far yang juga dikenal dengan julukan Abu Abdillah merupakan anak sulung dari Muhammad al-Baqir, sedangkan ibunya bernama Fatimah (beberapa riwayat menyatakan Ummu Farwah) binti al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar.
Melalui garis ibu, ia dua kali merupakan keturunan Abu Bakar, karena al-Qasim menikahi putri pamannya, Abdullah bin Abu Bakar.
Ia dilahirkan pada masa pemerin tahan Abdul-Malik bin Marwan, dari Bani Umayyah ...
Beliau memiliki saudara satu ibu yang bernama Abdullah bin Muhammad. Sedangkan saudara lainnya yang berlainan ibu adalah Ibrahim dan Ubaydullah yang beribukan Umm Hakim binti Asid bin al-Mughirah.
Ali dan Zaynab beribukan wanita hamba sahaya, dan Umm Salamah yang beribukan wanita hamba pula.
Ja'far bin Muhammad bin 'Ali Zainal 'Abidin bin al Husain bin 'Ali bin Abi Thalib, keponakan Rasulullah dan istri putri beliau Fathimah Radhiyallahu 'anha.
Ash-Shadiq merupakan gelar yang selalu menetap tersemat padanya ...
Kata ash-Shadiq itu, tidaklah disebutkan, kecuali mengarah kepadanya. Karena ia terkenal dengan kejujuran dalam hadits, ucapan-ucapan dan tindakan-tindakannya.
Kedustaan tidak dikenal padanya. Gelar ini pun masyhur di kalangan kaum Muslimin ...
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah acapkali menyematkan gelar ini padanya ...
Laqab lainnya, ia mendapat gelar al Imam dan a-Faqih. Gelar ini pun pantas ia sandang.
Meski demikian, ia bukan manusia yang ma'shum seperti yang diyakini sebagian ahli bid'ah. Ini dibuktikan, ia sendiri telah menepisnya, bahwa al 'Ishmah (ma'shum) hanyalah milik Nabi.
Imam Ja'far ash Shadiq dikarunia beberapa anak.
Mereka adalah:
- Isma'il (putra tertua, meninggal pada tahun 138 H, saat ayahnya masih hidup)
- 'Abdullah (dengan namanya, kun-yah ayahnya dikenal)
- Musa yang bergelar al Kazhim
- Ishaq, Muhammad, 'Ali dan Fathimah.
Kepribadian
Dia dikenal memiliki sifat kederma wanan dan kemurahan hatinya ya ng begitu besar. Sebagaimana hal nya Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati.
Dalam hal kedermawanan ini, ia seakan meneruskan kebiasaan kakeknya, Zainal 'Abidin, yaitu bersedekah dengan sembunyi-sembunyi.
Pada malam hari yang gelap, ia memanggul sekarung gandum, da ging dan membawa uang dirham di atas pundaknya, dan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkannya dari kalangan orang-orang fakir di Madinah, tanpa diketahui jati dirinya.
Ketika beliau telah wafat, mereka merasa kehilangan orang yang selama ini telah memberikan kepada mereka bantuan.
Dengan sifat kedermawanannya pula, ia melarang terjadinya permu suhan. Dia rela menanggung keru gian yang harus dibayarkan kepada pihak yang dirugikan guna mewu judkan perdamaian antara kaum Muslimin.
Kehidupan awal
Sejak kecil hingga berusia sembilan belas tahun ia dididik oleh ayahnya. Setelah kepergian sang ayah yang syahid pada tahun 114 H, ia menggantikan posisi ayahnya sebagai Imam bagi kalangan Muslim Syi'ah.
Pada masa remajanya, Ja'far ash-Shadiq, turut menyaksikan kejahatan dinasti Bani Umayyah seperti Al-Walid I (86-89 H) dan Sulaiman (96-99 H).
Kedua-dua bersaudara inilah yang terlibat dalam konspirasi untuk meracuni Ali Zainal Abidin, pada tahun 95 Hijriyah.
Saat itu Ja'far ash-Shadiq baru berusia kira-kira 12 tahun. Ia juga dapat menyaksikan keadilan Umar II (99-101 H).
Pada masa remajanya Ja'far ash-Shadiq menyaksikan puncak keku asaan dan kejatuhan dari Bani Umayyah.
Perjalanan keilmuan
Imam Ja'far ash Shadiq, menempuh perjalanan ilmiahnya bersama dengan ulama-ulama besar.
Ia sempat menjumpai sahabat-sahabat Nabi yang berumur pan jang, misalnya Sahl bin Sa'id as Sa'idi dan Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhum.
Dia juga berguru kepada Sayyidu Tabi'in 'Atha` bin Abi Rabah, Muhammad bin Syihab az Zuhri, 'Urwah bin az Zubair, Muhammad bin al-Munkadir dan 'Abdullah bin Abi Rafi' serta 'Ikrimah Maula Ibnu 'Abbas.
Dia juga meriwayatkan dari kakek nya, al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr ...
Mayoritas ulama yang ia ambil ilmunya berasal dari Madinah. Mereka adalah ulama-ulama keso hor, tsiqah, memiliki ketinggian dalam amanah dan kejujuran.
Sedangkan murid-muridnya yang paling terkenal, yaitu Yahya bin Sa'id al-Anshari, Aban bin Taghlib, Ayyub as-Sakhtayani, Ibnu Juraij dan Abu 'Amr bin al 'Ala`.
Juga Imam Darul Hijrah, Malik bin Anas al-Ashbahi, Sufyan ats Tsauri, Syu'bah bin al Hajjaj, Sufyan bin 'Uyainah, Muhammad bin Tsabit al- Bunani, Abu Hanifah dan masih banyak lagi.
Para imam hadits -kecuali al Bukhari- meriwayatkan hadits-haditsnya pada kitab-kitab mereka.
Sementara Imam al Bukhari meriwayatkan haditsnya di kitab lainnya, bukan di ash-Shahih.
Berkat keilmuan dan kefaqihannya, sanjungan para ulama pun menga rah kepada Imam Ja'far ash Shadiq.
Abu Hanifah berkata,"Tidak ada orang yang lebih faqih dari Ja'far bin Muhammad."
Abu Hatim ar Razi di dalam al Jarh wa at Ta'dil (2/487) berkata,"(Dia) tsiqah, tidak perlu dipertanyakan orang sekaliber dia."
Ibnu Hibban berkomentar: "Dia termasuk tokoh dari kalangan Ahli Bait, ahli ibadah dari kalangan atba' Tabi'in dan ulama Madinah".
Imam Ja'afar as Sadiq menjauhkan diri dari ketegangan politik pada masanya, dan berfokus pada mengajar dan mendidik masyarakat.
Pilihan ini merupakan keuntungan besar bagi peradaban Islam ...
Ada kebijaksanaan dalam strategi ini. Sejarah berhutang budi kepada Imam Ja'afar as-Shadiq atas dedi kasi beliau bagi pengetahuan dan pengajaran yang menghasilkan to koh-tokoh besar di bidang fikih, ta sawuf, sains dan matematika.
Di bawah penguasa Umayyah, Ja'far as Sadiq dianggap oleh banyak pengikut Syiah sebagai imam Syi'ah keenam, dan bagaimanapun, Syiah dianggap bid'ah dan pemberontak oleh para khalifah Umayyah.
Banyak kerabat Ja'far as-Shadiq telah tewas di tangan Umayyah. Tak lama setelah kematian ayahnya, paman Ja'far as-Shadiq, Zaid bin Ali memimpin pemberontakan melawan Bani Umayyah.
Ja'far as-Sadiq tidak berpartisipasi, tetapi banyak dari sanak saudara nya, termasuk pamannya tewas, dan lainnya dihukum oleh Khalifah Umayyah.
Ada pemberontakan lain selama tahun-tahun terakhir dari Bani Umayyah, sebelum Bani Abbasiyah berhasil merebut kekhalifahan dan mendirikan dinasti Abbasiyah pada tahun 750 Masehi, ketika Ja'far as Shadiq berusia 48 tahun.
Wafat
Ja'far bin Muhammad bin 'Ali Zai nal 'Abidin bin al-Husain bin 'Ali bin Abi Thalib meninggal pada 25 Sya wal 148 Hijriyah /13 Desember 765 M.
Beliau dimakamkan di Pekuburan Baqi' ...
_____
https://biografi-tokoh ternama-blogspot.com
Oleh aminuddin
1.6. Dermawan dan Murah Hati
Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib merupakan ahli ilmu agama dan ahli hukum Islam (fiqih).
Beliau adalah guru dari Imam Abu Hanifah (pendiri mazhab Hanafi), Imam Malik (pendiri mazhab Maliki), Jabir bin Hayyan (Kimiawan) dan Wasil bin Atta (pendiri mazhab Muta'zilah).
Keilmuannya mencakup esoteris dan juga eksoteris, ilmu Isyarah dan juga ilmu Ibarah, ilmu kalam dan ilmu hadis, sunnah, ilmu alam dan ilmu-ilmu sejarah.
Dia adalah al-Hakim, orang bijaksana sejati sesuai Al-Quran, seorang alim yang lengkap yang mengerti bahwa Syariah diterapkan tidak hanya untuk dunia manusia tetapi juga untuk dunia semesta alam.
Beliau menerapkan pengetahuan yang tajam untuk menciptakan pola Ilahi di dunia manusia melalui Fiqh, tetapi beliau juga melihat pola-pola di alam dan dalam sejarah serta beliau mengajarkannya kepada murid-muridnya.
Beliau adalah pewaris dua rahasia, satu dari Abu Bakar as Siddiq, dan yang lain dari Ali bin Abi Thalib ..
Nasab
Imam Ja'afar lahir di Madinah pada 17 Rabiul Awwal 83 Hijriyah / 20 April 702 Masehi (M). Ja'far yang juga dikenal dengan julukan Abu Abdillah merupakan anak sulung dari Muhammad al-Baqir, sedangkan ibunya bernama Fatimah (beberapa riwayat menyatakan Ummu Farwah) binti al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar.
Melalui garis ibu, ia dua kali merupakan keturunan Abu Bakar, karena al-Qasim menikahi putri pamannya, Abdullah bin Abu Bakar.
Ia dilahirkan pada masa pemerin tahan Abdul-Malik bin Marwan, dari Bani Umayyah ...
Beliau memiliki saudara satu ibu yang bernama Abdullah bin Muhammad. Sedangkan saudara lainnya yang berlainan ibu adalah Ibrahim dan Ubaydullah yang beribukan Umm Hakim binti Asid bin al-Mughirah.
Ali dan Zaynab beribukan wanita hamba sahaya, dan Umm Salamah yang beribukan wanita hamba pula.
Ja'far bin Muhammad bin 'Ali Zainal 'Abidin bin al Husain bin 'Ali bin Abi Thalib, keponakan Rasulullah dan istri putri beliau Fathimah Radhiyallahu 'anha.
Ash-Shadiq merupakan gelar yang selalu menetap tersemat padanya ...
Kata ash-Shadiq itu, tidaklah disebutkan, kecuali mengarah kepadanya. Karena ia terkenal dengan kejujuran dalam hadits, ucapan-ucapan dan tindakan-tindakannya.
Kedustaan tidak dikenal padanya. Gelar ini pun masyhur di kalangan kaum Muslimin ...
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah acapkali menyematkan gelar ini padanya ...
Laqab lainnya, ia mendapat gelar al Imam dan a-Faqih. Gelar ini pun pantas ia sandang.
Meski demikian, ia bukan manusia yang ma'shum seperti yang diyakini sebagian ahli bid'ah. Ini dibuktikan, ia sendiri telah menepisnya, bahwa al 'Ishmah (ma'shum) hanyalah milik Nabi.
Imam Ja'far ash Shadiq dikarunia beberapa anak.
Mereka adalah:
- Isma'il (putra tertua, meninggal pada tahun 138 H, saat ayahnya masih hidup)
- 'Abdullah (dengan namanya, kun-yah ayahnya dikenal)
- Musa yang bergelar al Kazhim
- Ishaq, Muhammad, 'Ali dan Fathimah.
Kepribadian
Dia dikenal memiliki sifat kederma wanan dan kemurahan hatinya ya ng begitu besar. Sebagaimana hal nya Rasulullah SAW adalah orang yang paling murah hati.
Dalam hal kedermawanan ini, ia seakan meneruskan kebiasaan kakeknya, Zainal 'Abidin, yaitu bersedekah dengan sembunyi-sembunyi.
Pada malam hari yang gelap, ia memanggul sekarung gandum, da ging dan membawa uang dirham di atas pundaknya, dan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkannya dari kalangan orang-orang fakir di Madinah, tanpa diketahui jati dirinya.
Ketika beliau telah wafat, mereka merasa kehilangan orang yang selama ini telah memberikan kepada mereka bantuan.
Dengan sifat kedermawanannya pula, ia melarang terjadinya permu suhan. Dia rela menanggung keru gian yang harus dibayarkan kepada pihak yang dirugikan guna mewu judkan perdamaian antara kaum Muslimin.
Kehidupan awal
Sejak kecil hingga berusia sembilan belas tahun ia dididik oleh ayahnya. Setelah kepergian sang ayah yang syahid pada tahun 114 H, ia menggantikan posisi ayahnya sebagai Imam bagi kalangan Muslim Syi'ah.
Pada masa remajanya, Ja'far ash-Shadiq, turut menyaksikan kejahatan dinasti Bani Umayyah seperti Al-Walid I (86-89 H) dan Sulaiman (96-99 H).
Kedua-dua bersaudara inilah yang terlibat dalam konspirasi untuk meracuni Ali Zainal Abidin, pada tahun 95 Hijriyah.
Saat itu Ja'far ash-Shadiq baru berusia kira-kira 12 tahun. Ia juga dapat menyaksikan keadilan Umar II (99-101 H).
Pada masa remajanya Ja'far ash-Shadiq menyaksikan puncak keku asaan dan kejatuhan dari Bani Umayyah.
Perjalanan keilmuan
Imam Ja'far ash Shadiq, menempuh perjalanan ilmiahnya bersama dengan ulama-ulama besar.
Ia sempat menjumpai sahabat-sahabat Nabi yang berumur pan jang, misalnya Sahl bin Sa'id as Sa'idi dan Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhum.
Dia juga berguru kepada Sayyidu Tabi'in 'Atha` bin Abi Rabah, Muhammad bin Syihab az Zuhri, 'Urwah bin az Zubair, Muhammad bin al-Munkadir dan 'Abdullah bin Abi Rafi' serta 'Ikrimah Maula Ibnu 'Abbas.
Dia juga meriwayatkan dari kakek nya, al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr ...
Mayoritas ulama yang ia ambil ilmunya berasal dari Madinah. Mereka adalah ulama-ulama keso hor, tsiqah, memiliki ketinggian dalam amanah dan kejujuran.
Sedangkan murid-muridnya yang paling terkenal, yaitu Yahya bin Sa'id al-Anshari, Aban bin Taghlib, Ayyub as-Sakhtayani, Ibnu Juraij dan Abu 'Amr bin al 'Ala`.
Juga Imam Darul Hijrah, Malik bin Anas al-Ashbahi, Sufyan ats Tsauri, Syu'bah bin al Hajjaj, Sufyan bin 'Uyainah, Muhammad bin Tsabit al- Bunani, Abu Hanifah dan masih banyak lagi.
Para imam hadits -kecuali al Bukhari- meriwayatkan hadits-haditsnya pada kitab-kitab mereka.
Sementara Imam al Bukhari meriwayatkan haditsnya di kitab lainnya, bukan di ash-Shahih.
Berkat keilmuan dan kefaqihannya, sanjungan para ulama pun menga rah kepada Imam Ja'far ash Shadiq.
Abu Hanifah berkata,"Tidak ada orang yang lebih faqih dari Ja'far bin Muhammad."
Abu Hatim ar Razi di dalam al Jarh wa at Ta'dil (2/487) berkata,"(Dia) tsiqah, tidak perlu dipertanyakan orang sekaliber dia."
Ibnu Hibban berkomentar: "Dia termasuk tokoh dari kalangan Ahli Bait, ahli ibadah dari kalangan atba' Tabi'in dan ulama Madinah".
Imam Ja'afar as Sadiq menjauhkan diri dari ketegangan politik pada masanya, dan berfokus pada mengajar dan mendidik masyarakat.
Pilihan ini merupakan keuntungan besar bagi peradaban Islam ...
Ada kebijaksanaan dalam strategi ini. Sejarah berhutang budi kepada Imam Ja'afar as-Shadiq atas dedi kasi beliau bagi pengetahuan dan pengajaran yang menghasilkan to koh-tokoh besar di bidang fikih, ta sawuf, sains dan matematika.
Di bawah penguasa Umayyah, Ja'far as Sadiq dianggap oleh banyak pengikut Syiah sebagai imam Syi'ah keenam, dan bagaimanapun, Syiah dianggap bid'ah dan pemberontak oleh para khalifah Umayyah.
Banyak kerabat Ja'far as-Shadiq telah tewas di tangan Umayyah. Tak lama setelah kematian ayahnya, paman Ja'far as-Shadiq, Zaid bin Ali memimpin pemberontakan melawan Bani Umayyah.
Ja'far as-Sadiq tidak berpartisipasi, tetapi banyak dari sanak saudara nya, termasuk pamannya tewas, dan lainnya dihukum oleh Khalifah Umayyah.
Ada pemberontakan lain selama tahun-tahun terakhir dari Bani Umayyah, sebelum Bani Abbasiyah berhasil merebut kekhalifahan dan mendirikan dinasti Abbasiyah pada tahun 750 Masehi, ketika Ja'far as Shadiq berusia 48 tahun.
Wafat
Ja'far bin Muhammad bin 'Ali Zai nal 'Abidin bin al-Husain bin 'Ali bin Abi Thalib meninggal pada 25 Sya wal 148 Hijriyah /13 Desember 765 M.
Beliau dimakamkan di Pekuburan Baqi' ...
_____
https://biografi-tokoh ternama-blogspot.com
Mangkuk (31)
Mangkuk (31)
Oleh amin
SELAMA dalam perjalanan Mr Rah man memohon pada William untuk melepaskannya karena dia tidak se ngaja menghabisi nyawa The Big Bos.
"Dia itu sahabat saya. Masa saya tega-teganya mau menghabisi sa habat," ucap Mr Rahman dengan suara terbata-bata minta belas kasihan.
Syuuuuut ...
Mobil berhenti mendadak ..
William menoleh ke belakang. Geram bukan main.
"Anda telah mengkhianati abang saya Tuan Rahman."
"Tidak. Saya tidak berkhianat," jaw ab Mr Rahman sambil menangis sesunggukan.
Praaak ...
Bug .. Bug ...
"Adoow ... Ampun. Ampun. Ampun. Saya mengaku salah," jerit Mr Rah man sambil menutup mukanya de ngan telapak tangan agar tidak ter kena pukulan yang dilepaskan Wil liam secara membabi-buta.
Mobil melaju ...
Dari balik kaca spion, William meli hat Mr Rahman tertidur. Tidak me nangis lagi.
Seperempat jam kemudian mobil berhenti di sebuah gudang. Lalu be lok kanan memasuki halaman de pan gedung yang diapit jejeran po hon besar dan kecil itu.
Usai masuk garasi belakang, Willi am turun dari mobil dan menurun kan paksa Mr Rahman.
"Dimana ini?" Mr Rahman terheran-heran. Ada dimana dia saat ini.
"Jangan banyak ngomong. Cepat turun taun!" Hardik William sambil menarik paksa tangan Mr Rahman.
Bruuug ...
"Adoooow."
Saking kencangnya tarikan, Mr Rah man ter hempas di aspal. Pantatnya terasa nyeri dan sakit.
Oleh amin
SELAMA dalam perjalanan Mr Rah man memohon pada William untuk melepaskannya karena dia tidak se ngaja menghabisi nyawa The Big Bos.
"Dia itu sahabat saya. Masa saya tega-teganya mau menghabisi sa habat," ucap Mr Rahman dengan suara terbata-bata minta belas kasihan.
Syuuuuut ...
Mobil berhenti mendadak ..
William menoleh ke belakang. Geram bukan main.
"Anda telah mengkhianati abang saya Tuan Rahman."
"Tidak. Saya tidak berkhianat," jaw ab Mr Rahman sambil menangis sesunggukan.
Praaak ...
Bug .. Bug ...
"Adoow ... Ampun. Ampun. Ampun. Saya mengaku salah," jerit Mr Rah man sambil menutup mukanya de ngan telapak tangan agar tidak ter kena pukulan yang dilepaskan Wil liam secara membabi-buta.
Mobil melaju ...
Dari balik kaca spion, William meli hat Mr Rahman tertidur. Tidak me nangis lagi.
Seperempat jam kemudian mobil berhenti di sebuah gudang. Lalu be lok kanan memasuki halaman de pan gedung yang diapit jejeran po hon besar dan kecil itu.
Usai masuk garasi belakang, Willi am turun dari mobil dan menurun kan paksa Mr Rahman.
"Dimana ini?" Mr Rahman terheran-heran. Ada dimana dia saat ini.
"Jangan banyak ngomong. Cepat turun taun!" Hardik William sambil menarik paksa tangan Mr Rahman.
Bruuug ...
"Adoooow."
Saking kencangnya tarikan, Mr Rah man ter hempas di aspal. Pantatnya terasa nyeri dan sakit.
Kamis, 27 Desember 2018
Menulis Buku (12)
Menulis Buku (12)
Oleh aminuddin
b. Main Course (Hidangan Utama)
Main Course Model 1 terdiri atas isi dan contoh-contoh seperti diuraikan berikut ini :
b1. Isi
Isi main course adalah teori-teori, konsep, uraian penjelasan, prinsip-prinsip, rumus, dan sebagainya yang berfungsi untuk menjelaskan, memberikan informasi, atau mem berikan uraian pokok bahasan dan subpokok bahasan sebuah bab.
Bahan hidangan utama yang akan diolah untuk menghasilkan hasil yang layak, baik Model 1 maupun Model 2, semuanya dapat diperoleh dari sumber-sumber yang terper caya dan autentik seperti agenda, atlas, buku telepon, angket, biodata, buletin, artikel surat kabar, biografi, dan cerita.
Kemudian artikel majalah, brosur, artikel jurnal, buku harian, daftar usi buku, menu, hasil penelitian, iklan lowongan kerj, jurnal, referensi, ha sil rapat, tabel statistik syair lagu dan lain sebagainya.
Bahan-bahan pokok di atas merupakan bahan yang autentik. Bahan autentik adalah bahan yang berasal dari sumber aslinya dan di pakai untuk keperluan pendidikan atau pengajaran.
Hutchinson & Waters (1987:159) menyatakan bahwa teks yang au tentik adalah teks dalam konteks dimana teks itu aslinya ditulis dan dipergunakan.
b2. Contoh-contoh
Dalam hidangan utama ini diberi kan contoh sebagai alat untuk menunjukkan penerapan teori yang dibahas dalam bab bersangkutan. Contoh ini terdiri dari latihan dan kasus.
b2.1. Latihan
Contoh-contoh latihan berfungsi sebagai model atau contoh penerapan teori.
Umumnya buku yang memerlukan contoh -contoh latihan adalah buku pelajaran dan teks perguruan tinggi.
Penulis perlu kreatif dalam mem beri contoh dan membuat latihan bagi pembacanya agar pembaca tidak merasa bosan.
Untuk itu, penulis mesti berusaha menciptakan latihan yang menan tang agar pembaca merasa tertan tang untuk mencobanya.
b2.2. Kasus-kasus dan Penyelesai annya
Tujuan pemberian kasus dan penye lesaiannya adalah untuk membeka li pembaca dalam mengatasi berba gai kasus atau masalah yang mungkin timbul.
Oleh aminuddin
b. Main Course (Hidangan Utama)
Main Course Model 1 terdiri atas isi dan contoh-contoh seperti diuraikan berikut ini :
b1. Isi
Isi main course adalah teori-teori, konsep, uraian penjelasan, prinsip-prinsip, rumus, dan sebagainya yang berfungsi untuk menjelaskan, memberikan informasi, atau mem berikan uraian pokok bahasan dan subpokok bahasan sebuah bab.
Bahan hidangan utama yang akan diolah untuk menghasilkan hasil yang layak, baik Model 1 maupun Model 2, semuanya dapat diperoleh dari sumber-sumber yang terper caya dan autentik seperti agenda, atlas, buku telepon, angket, biodata, buletin, artikel surat kabar, biografi, dan cerita.
Kemudian artikel majalah, brosur, artikel jurnal, buku harian, daftar usi buku, menu, hasil penelitian, iklan lowongan kerj, jurnal, referensi, ha sil rapat, tabel statistik syair lagu dan lain sebagainya.
Bahan-bahan pokok di atas merupakan bahan yang autentik. Bahan autentik adalah bahan yang berasal dari sumber aslinya dan di pakai untuk keperluan pendidikan atau pengajaran.
Hutchinson & Waters (1987:159) menyatakan bahwa teks yang au tentik adalah teks dalam konteks dimana teks itu aslinya ditulis dan dipergunakan.
b2. Contoh-contoh
Dalam hidangan utama ini diberi kan contoh sebagai alat untuk menunjukkan penerapan teori yang dibahas dalam bab bersangkutan. Contoh ini terdiri dari latihan dan kasus.
b2.1. Latihan
Contoh-contoh latihan berfungsi sebagai model atau contoh penerapan teori.
Umumnya buku yang memerlukan contoh -contoh latihan adalah buku pelajaran dan teks perguruan tinggi.
Penulis perlu kreatif dalam mem beri contoh dan membuat latihan bagi pembacanya agar pembaca tidak merasa bosan.
Untuk itu, penulis mesti berusaha menciptakan latihan yang menan tang agar pembaca merasa tertan tang untuk mencobanya.
b2.2. Kasus-kasus dan Penyelesai annya
Tujuan pemberian kasus dan penye lesaiannya adalah untuk membeka li pembaca dalam mengatasi berba gai kasus atau masalah yang mungkin timbul.
Rabu, 26 Desember 2018
Tangisan Rasulullah (17-tamat)
Tangisan Rasulullah (17-tamat)
Oleh aminuddin
Penutup
DI masa sekarang ini banyak yang mencela orang yang suka mena ngis. Tidak jarang ketika seseorang melihat orang lain beribadah semi sal shalat, membaca Al-Quran, ber dzikir sambil menangis, maka orang yang melihat perbuatannya itu justru mengejek dan meren dahkan perbuatan menangis tersebut.
Ada pula sekelompok umat Islam saat ini yang sangat rajin mem bid’ahkan kaum muslimin yang rajin menangis ..
Benarkah menangis sebuah perbu atan yang bid’ah?
Apakah ada dasarnya di dalam Al- Quran dan sunnah Rasul perintah menangis tersebut?
Ternyata ada banyak sekali ayat-ayat suci al-Quran yang mengajar kan dan mengkisahkan kepada kita perihal menangis ini, antara lain :
1. Surat Al Isra: 109 :
“Dan mereka bersujud sambil menangis dan maka bertambahlah atas mereka perasaan khusyu’."
2. Surat An Najmi: 59-60:
“Apakah karena keterangan ini kamu merasa heran, lalu tertawa dan tidak menangis?”
3. Surat Maryam 58:
“…apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.”
Tangisan Sahabat Nabi
Saat Rasulullah sakit keras dan tidak dapat mengimami shalat dengan para sahabat, saat itu Rasulullah memerintahkan Abu Bakar Siddiq radhiyallahu ‘anhu menjadi imam atas para sahabat.
Siti Aisyah radhiyallahu ‘anha men ceritakan bahwa jika Abu Bakar berdiri sebagai imam mengganti kan Rasulullah maka beliau akan menangis keras sekali sehingga bacaan qurannya tertutup (tidak terdengar oleh para sahabat) kare na suara tangisannya itu. (HR Bukhari Muslim)
Anas radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah telah bersabda pada Ubay bin Ka’ab, “Allah telah menyuruh aku membacakan surat Lam Yakunil ladzina (Al-Bayyinah) kepadamu."
Ubay radhiyallahu ‘anhu bertanya, “Apakah Allah menyebut namaku, ya Rasulullah?”
Nabi menjawab “Iya. Namamu dan nama bapakmu.”
Maka menangislah Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu. (HR Bukhari Muslim).
Suatu hari sesudah Nabi wafat, Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma mendatangi Ummu Aiman.
Beliau berdua berziarah kepada Ummu Aiman karena mengikuti perilaku Nabi yang sering menziarahi wanita mulia ini.
Saat kedua sahabat utama Nabi tersebut sampai di rumah Ummu Aiman, serta merta Ummu Aiman menangis.
Abu Bakar dan Umar bertanya kepa da Ummu Aiman, kenapa wanita mulia itu menangis, seraya kedua nya berkata, “Tidakkah engkau mengetahui bahwa apa yang ter sedia untuk Rasulullah di sisi Allah adalah jauh lebih baik?”
Saat itu, Ummu Aiman menjawab, “Aku bukan menangis karena itu, tetapi aku menangis karena wahyu dari langit kini telah terputus dengan wafatnya Rasulullah.”
Jawaban Ummu Aiman ini serta merta menyebabkan Abu Bakar dan Umar ra menangis mengiringi tangi san Ummu Aiman. Kemudian mereka bertiga sama-sama menangis." (HR. Muslim)
Beruntunglah orang yang dapat menangis karena takut kepada Allah atau karena terharu dalam agama.
Terkadang menangis juga bisa terjadi karena besarnya kasih sayang yang diletakkan Allah dalam dada seseorang.
Nabi Muhammad SAW pernah me nangis saat melihat putra tercinta, Ibrahim dalam sakaratul maut ...
Beliau berkata: “Air mata ini adalah kasih sayang yang diletakkan Allah dalam hati setiap hamba-Nya.”
Namun demikian, rugi rasanya jika air mata tertumpah untuk hal-hal yang sepele, dan tidak bernilai di sisi Allah SWT.
Hari ini banyak air mata tertumpah untuk hal yang sia-sia, sementara untuk agama matanya beku tak pernah menangis.
Rasul berpesan: “Mata yang beku yang tidak mampu menangis ada lah karena hati orang itu keras, dan hati yang keras adalah karena me numpuknya dosa yang telah diper buat. Banyaknya dosa yang dibuat seseorang adalah karena orang ter sebut lupa mati, sedangkan lupa mati datang akibat panjangnya angan-angan. Panjang angan-angan muncul karena terlalu cinta pada dunia, sedangkan terlalu men cintai dunia adalah pangkal segala perbuatan dosa.”
Menulis Buku (11)
Menulis Buku (11)
Oleh aminuddin
Model Pengembangan Bab
A. Model 1
Diterapkan untuk buku-buku non-kebahasaan. Buku-buku ini biasanya membahas teori, konsep, rumus, uraian penjelasan, contoh-contoh latihan yang disertai dengan solusi pada kasus-kasus tertentu dan latihan-latihan.
B. Model 2
Model 2 cocok untuk buku-buku pendidikan yang berkaitan dengan keterampilan berbahasa. Selain membahas teori, konsep, rumus atau uraian penjelasan, dan sub-main course, Model 2 ini juga menyajikan keterampilan berbahasa yang meliputi membaca, mendengar, berbicara, menulis, mengucapkan,tata bahasa, kosa kata sebagai bagian utama main course.
Ini bisa dimengerti karena secara alami, dalam mempelajari bahasa, latihan keterampilan diberikan sebelum teori berbahasa.
Dua model di atas (Model 1 dan Model 2), terdiri dari starter, main course, dessert, garnish dan project.
Berikut penjelasannya ...
a. Starter (Hidangan Pembuka)
Bagian pembuka fungsi starter ini berfungsi untuk :
- Memotivasi dan menggiring pikiran pembaca pada isi utama bab;
- Merangsang pikiran pembaca untuk mulai berfokus pada isi bab;
- Mengetahui seberapa jauh pembaca telah mengetahui isi bab;
- Mengarahkan pembaca pada informasi yang diperoleh dari bab;
- Membuat pembaca tidak terkejut membaca bab;
- Membantu pembaca terfokus pads isi bab;
- Menyiapkan pikiran pembaca untuk membaca dan mempelajari bab;
- Merupakan janji penulis tentang hal-hal yang akan dibahas pada bab.
Contoh bentuk starter :
a. Pertanyaan-pertanyaan ringan dan menantang;
b. Cerita atau percakapan atau kutipan wacana;
c. Permainan kata, ungkapan atau kalimat kunci dalam bab itu;
d. Kuis, teka-teli silang, dan sebagainya.
e. Gambar, foto, atau ilustrasi.
Oleh aminuddin
Model Pengembangan Bab
A. Model 1
Diterapkan untuk buku-buku non-kebahasaan. Buku-buku ini biasanya membahas teori, konsep, rumus, uraian penjelasan, contoh-contoh latihan yang disertai dengan solusi pada kasus-kasus tertentu dan latihan-latihan.
B. Model 2
Model 2 cocok untuk buku-buku pendidikan yang berkaitan dengan keterampilan berbahasa. Selain membahas teori, konsep, rumus atau uraian penjelasan, dan sub-main course, Model 2 ini juga menyajikan keterampilan berbahasa yang meliputi membaca, mendengar, berbicara, menulis, mengucapkan,tata bahasa, kosa kata sebagai bagian utama main course.
Ini bisa dimengerti karena secara alami, dalam mempelajari bahasa, latihan keterampilan diberikan sebelum teori berbahasa.
Dua model di atas (Model 1 dan Model 2), terdiri dari starter, main course, dessert, garnish dan project.
Berikut penjelasannya ...
a. Starter (Hidangan Pembuka)
Bagian pembuka fungsi starter ini berfungsi untuk :
- Memotivasi dan menggiring pikiran pembaca pada isi utama bab;
- Merangsang pikiran pembaca untuk mulai berfokus pada isi bab;
- Mengetahui seberapa jauh pembaca telah mengetahui isi bab;
- Mengarahkan pembaca pada informasi yang diperoleh dari bab;
- Membuat pembaca tidak terkejut membaca bab;
- Membantu pembaca terfokus pads isi bab;
- Menyiapkan pikiran pembaca untuk membaca dan mempelajari bab;
- Merupakan janji penulis tentang hal-hal yang akan dibahas pada bab.
Contoh bentuk starter :
a. Pertanyaan-pertanyaan ringan dan menantang;
b. Cerita atau percakapan atau kutipan wacana;
c. Permainan kata, ungkapan atau kalimat kunci dalam bab itu;
d. Kuis, teka-teli silang, dan sebagainya.
e. Gambar, foto, atau ilustrasi.
Menulis Buku (10)
Menulis Buku (10)
Oleh aminuddin
Bentuk Pengembangan Bab
SEBAGIAN penulis mengenal de ngan baik setiap bentuk tulisan yang ditulis atau dibacanya.
Sebagian yang lain telah menggu nakan keempat bentuk tulisan da lam tulisanya, meski tidak begitu menyadari atau memedulikannya.
Keempa bentuk tulisan bab yang dimaksud adalah ...
1. Narasi
Tulisan akademis yang berbentuk narasi meliputi penjelasan latar belakang atsu perkembangan kejadian-kejadian pada waktu silam yang tersusun sesuai dengan urutan waktu kejadiannya (kronologis).
Sejarah perkembangan bangsa dan negara, kehidupan bermasyarakat, peradaban manusia, mulai dari keja dian-kejadian yang sederhana sam pai kejadian-kejadian yang istime wa seperti perang dunia, bencana alam, perubahan alam, terbentuk nya aliansi dan sebagainya, umum nya ditulis secara naratif.
2. Deskripsi
Dalam tulisan ilmiah atau akade mis, deskripsi fisik dipakai dalam sejumlah displin ilmu atau mata pelajaran seperti ilmu-ilmu sosial, antropologi, atau sosiologi
Deskripsi tentang peralatan dan teknologi juga digunakan dalam beraneka ragam ilmu pengetahuan. Tulisan-tulisan ini termasuk dalam bentuk deskripsi.
3. Refleksi
Menurut Ferrara (1989:242), bentuk tulisan refleksi secara keseluruhan didasarkan pada gagasan-gagasan, perasaan, pengalaman, dan observasi penulis.
Penulis merasa perlu membagikan karya tulis ini karena penulis ingin menularkan pengalamannya kepa da pembaca agar pembaca menda patkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan mereka.
4. Argumentasi
Menurut Alexander (1965:103-108), karya tulis yang bersifat argumen tatif biasanya membicarakan masa lah tertentu. Penulis tidak boleh seenaknya menginterpretasi masalah itu.
Dalam menulis karya ilmiah ini, penulis perlu mempunyai kemam puan untuk mencari alasan dan kapasitas untuk menyusun argu mentasi secara kronologis.
Hal yang diketahui penulis jauh lebih penting daripada khayalan atau pengamatannya.
Tulisan karya tulis yang berbentuk argumentasi ini menurut Alexander ditujukan untuk :
- Memberi argumentasi yang sifatnya mendukung atau menolak sebuah ide atau rencana tindakan dengan tujuan menyampaikan pendapat, namun penulis tidak berusaha membujuk pembaca untuk menyetujui pendapatnya;
- Berargumentasi membujuk pembaca untuk menyetujui pendapatnya;
- Berargumentasi untuk menyelesaikan suatu masalah;
- Membicarakan suatu masalah tan pa harus diakhiri dengan solusi.
Oleh aminuddin
Bentuk Pengembangan Bab
SEBAGIAN penulis mengenal de ngan baik setiap bentuk tulisan yang ditulis atau dibacanya.
Sebagian yang lain telah menggu nakan keempat bentuk tulisan da lam tulisanya, meski tidak begitu menyadari atau memedulikannya.
Keempa bentuk tulisan bab yang dimaksud adalah ...
1. Narasi
Tulisan akademis yang berbentuk narasi meliputi penjelasan latar belakang atsu perkembangan kejadian-kejadian pada waktu silam yang tersusun sesuai dengan urutan waktu kejadiannya (kronologis).
Sejarah perkembangan bangsa dan negara, kehidupan bermasyarakat, peradaban manusia, mulai dari keja dian-kejadian yang sederhana sam pai kejadian-kejadian yang istime wa seperti perang dunia, bencana alam, perubahan alam, terbentuk nya aliansi dan sebagainya, umum nya ditulis secara naratif.
2. Deskripsi
Dalam tulisan ilmiah atau akade mis, deskripsi fisik dipakai dalam sejumlah displin ilmu atau mata pelajaran seperti ilmu-ilmu sosial, antropologi, atau sosiologi
Deskripsi tentang peralatan dan teknologi juga digunakan dalam beraneka ragam ilmu pengetahuan. Tulisan-tulisan ini termasuk dalam bentuk deskripsi.
3. Refleksi
Menurut Ferrara (1989:242), bentuk tulisan refleksi secara keseluruhan didasarkan pada gagasan-gagasan, perasaan, pengalaman, dan observasi penulis.
Penulis merasa perlu membagikan karya tulis ini karena penulis ingin menularkan pengalamannya kepa da pembaca agar pembaca menda patkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan mereka.
4. Argumentasi
Menurut Alexander (1965:103-108), karya tulis yang bersifat argumen tatif biasanya membicarakan masa lah tertentu. Penulis tidak boleh seenaknya menginterpretasi masalah itu.
Dalam menulis karya ilmiah ini, penulis perlu mempunyai kemam puan untuk mencari alasan dan kapasitas untuk menyusun argu mentasi secara kronologis.
Hal yang diketahui penulis jauh lebih penting daripada khayalan atau pengamatannya.
Tulisan karya tulis yang berbentuk argumentasi ini menurut Alexander ditujukan untuk :
- Memberi argumentasi yang sifatnya mendukung atau menolak sebuah ide atau rencana tindakan dengan tujuan menyampaikan pendapat, namun penulis tidak berusaha membujuk pembaca untuk menyetujui pendapatnya;
- Berargumentasi membujuk pembaca untuk menyetujui pendapatnya;
- Berargumentasi untuk menyelesaikan suatu masalah;
- Membicarakan suatu masalah tan pa harus diakhiri dengan solusi.
Selasa, 25 Desember 2018
Menulis Buku (9)
Menulis Buku (9)
Oleh aminuddin
5. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi
a. Pengembangan Program
b. Pelaksanaan Pembelajaran
c. Evaluasi Hasil Belajar
d. Peningkatan Kualitas Pembelajaran
6. Perbedaan Peserta Didik dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi
a. Perbedaan Tingkat Kecerdasan
b. Perbedaan Kreativitas
c. Perbedaan Cacat Fisik
d. Kebutuhan Peserta Didik
e. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik
f. Pengelompokan Peserta Didik dalam KBK
7. Reformasi Sekolah dalam Rangka Implementasi KBK
a. Perlunya Reformasi Sekolah
b. Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Reformasi Sekolah
c. Beberapa Agenda Reformasi Sekolah
d. Perencanaan Reformasi Sekolah
e. Menjadikan Sekolah Menjadi Mini Society
f. Hal-hal lain yang Perlu Diperhatikan dalam KBK
8. Beberapa Inovasi dalam KBK
a. Perbedaan KBK dengan Kurikulum 1994
b. Pengembangan Silabus dalam KBK
9. Kepala Sekolah dan Guru dalam Menyukseskan KBK
a. Rasional
b. Indikator Keberhasilan KBK
c. Kepala Sekolah
d. Guru
10. Contoh Silabus dan Persiapan Mengajar
a. Contoh Silabus Pelajaran Mata Pengetahuan Sosial AD dan MI
b. Contoh Silabus Mata Pelajaran Biologi SLTP dan MTs
d. Contoh Persiapan Mengajar Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
e. Contoh Persiapan Mengajar Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah
f. Contoh Persiapan Mengajar Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah
g. Contoh Persiapan Mengajar Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah
Daftar Pustaka
Ruwayat Hidup
Oleh aminuddin
5. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi
a. Pengembangan Program
b. Pelaksanaan Pembelajaran
c. Evaluasi Hasil Belajar
d. Peningkatan Kualitas Pembelajaran
6. Perbedaan Peserta Didik dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi
a. Perbedaan Tingkat Kecerdasan
b. Perbedaan Kreativitas
c. Perbedaan Cacat Fisik
d. Kebutuhan Peserta Didik
e. Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik
f. Pengelompokan Peserta Didik dalam KBK
7. Reformasi Sekolah dalam Rangka Implementasi KBK
a. Perlunya Reformasi Sekolah
b. Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Reformasi Sekolah
c. Beberapa Agenda Reformasi Sekolah
d. Perencanaan Reformasi Sekolah
e. Menjadikan Sekolah Menjadi Mini Society
f. Hal-hal lain yang Perlu Diperhatikan dalam KBK
8. Beberapa Inovasi dalam KBK
a. Perbedaan KBK dengan Kurikulum 1994
b. Pengembangan Silabus dalam KBK
9. Kepala Sekolah dan Guru dalam Menyukseskan KBK
a. Rasional
b. Indikator Keberhasilan KBK
c. Kepala Sekolah
d. Guru
10. Contoh Silabus dan Persiapan Mengajar
a. Contoh Silabus Pelajaran Mata Pengetahuan Sosial AD dan MI
b. Contoh Silabus Mata Pelajaran Biologi SLTP dan MTs
d. Contoh Persiapan Mengajar Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal
e. Contoh Persiapan Mengajar Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah
f. Contoh Persiapan Mengajar Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah
g. Contoh Persiapan Mengajar Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah
Daftar Pustaka
Ruwayat Hidup
Tangisan Rasulullah (16)
Tangisan Rasulullah (16)
Oleh aminuddin
Rasul Menyuruh Kita Menangis
DALAM suatu kesempatan, Rasu lullah SAW bersabda, ''Wahai manu sia, menangislah! Jika kalian tidak mampu menangis, pura-puralah kalian menangis. Karena sesungguhnya penduduk neraka akan menangis di neraka, hingga air mata tersebut seolah-olah terbentuk aliran sungai di wajah mereka.'' (HR Abu Ya'la).
Secara simplisit, hadis di atas dapat ditafsirkan bahwa menangis di dunia lebih baik daripada menangis di neraka kelak.
Menangis merupakan hal yang se ring kita jumpai dalam kehidupan ini, bahkan sering kita alami sendiri.
Menangis adalah ekspresi seseorang yang menggambarkan suasana hatinya, bisa berupa ekspresi kesedihan ataupun kebahagiaan.
Lantas, menangis seperti apa yang disukai oleh Allah SWT dan membe rikan manfaat kelak di akhirat?
Tentu, menangis karena Allah dan untuk-Nya semata ...
Rasulullah SAW bersabda, ''Siapa saja yang berzikir kepada Allah kemudian mengalir air matanya hingga menetes ke tanah disebabkan oleh rasa takutnya kepada Allah, niscaya Allah tidak akan menyiksanya pada hari kiamat.'' (HR al-Hakim).
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali menangis diidentikkan dengan sifat cengeng, rapuh, ataupun lebai.
Orang menangis tak jarang diang gap sebagai orang yang lemah pri badi ataupun imannya. Padahal, menangis dalam Islam dapat diartikan sebagai proses ataupun bentuk penghayatan dan pendalaman ibadah yang sedang dilakukan.
Menangis semacam itulah yang sering dipraktikkan oleh para Nabi dan Rasul serta para ulama dalam mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.
Jika tangisan tumpah karena Allah, ia termasuk perbuatan mulia, seba gaimana sabda Rasul, ''Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah pada saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.''
Apa itu?
Rasulullah menyebutkan salah satunya adalah seseorang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan sunyi dan tiba-tiba meneteskan air mata.
Artinya, menangis dalam kesunyian lebih memungkinkan timbulnya keikhlasan dalam diri ..
Lain halnya ketika tangisan tumpah di tempat keramaian, atau ketika mendengarkan lagu cengeng, tentu saja tangisan tersebut tidak dituju kan kepada Allah SWT, melainkan lebih disebabkan oleh suasana sedih.
Untuk itu, mari kita hiasi mata ini dengan tangisan mesra karena Allah.
Tangisan yang akan membawa pa da kebahagiaan di akhirat kelak ..
____
© 2018 Republika.Co.Id
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (12)
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (12)
Oleh aminuddin
Penyingkap Rahasia Ilmu
IMAM Muhammad Al-Baqir as dila hirkan di Madinah pada 1 Rajab atau 3 Shafar 57 H. Ayahnya ada lah Imam Ali Zainal Abidin as dan ibunya bernama Fatimah binti Imam Hasan Al-Mujtaba as yang lebih dikenal dengan julukan Ummu Abdillah.
Dengan demikian, nasabnya ber sambung ke Bani Hasyim, baik dari sisi ayah maupun ibu ...
Imam Baqir a.s. syahid pada hari Senin, 7 Dzulhijjah 114 H. dalam usia 57 tahun. Ia diracun oleh Hi syam bin Abdullah Malik, salah se orang khalifah Bani Umaiyah, dan dikuburkan di pemakaman Baqi’.
Imam Baqir as dikenal karena kelu asan ilmu dan takwanya. Ia selalu menjadi rujukan Muslimin dalam setiap problema.
Keberadaaan Imam Baqir as adalah sebuah pengantar bagi perbaikan umat. Masyarakat mengenalnya sebagai putra orang-orang luhur yang rela mengorbankan jiwa dan raga mereka demi mencegah penyelewengan umat yang hampir saja memusnahkan Islam.
Dengan pengorbanan mereka, Mus limin dapat mengetahui adanya penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan penguasa atas nama Islam ..
Imam Baqir as mengambil keputu san untuk mengekspos penyele wengan para penguasa dari garis Islam tersebut kepada khalayak ramai, dan memahamkan kepada mereka bahwa peristiwa itu bukan sekedar mimpi belaka.
Hisyam bin Abdul Malik, seorang khalifah dinasti Bani Umaiyah, ke tika melihat Imam Baqir as dan bertanya siapakah dia, masyarakat di sekelilingnya menjawab bahwa ia adalah seorang yang dikagumi oleh penduduk Kufah. Orang ini adalah pemimpin Irak.
Ketika musim haji tiba, ribuan Muslim yang berasal dari Irak, Khurasan dan kota-kota lain bertanya kepada Imam tentang hal mengenai Islam.
Hal ini menunjukkan betapa ia sa ngat berpengaruh di dalam hati umat manusia ..
Fuqaha’ dari berbagai aliran disiplin ilmu sering mengadakan dialog de ngan Imam Baqir as berkenaan de ngan permasalahan-permasalahan ilmiah yang sangat pelik dengan tu juan untuk mempermalukannya di hadapan khalayak.
Akan tetapi, dengan jawaban-jawaban yang mematikan dan memuaskan ia memaksa mereka untuk bertekuk lutut di hadapannya.
“Universitas” Imam Baqir as adalah sebuah tempat penting bagi para ilmuwan dan muhaddis yang pernah belajar darinya.
Jabir Al-Ja’fi berkata: “Abu Ja’far as meriwayatkan tujuh puluh ribu hadis kepadaku”.
Muhammad bin Muslim berkata: “Dalam setiap permasalahan yang kuanggap sulit, aku pasti menanyakannya kepada Abu Ja’far as sehingga aku mendapatkan tiga pilih ribu hadis darinya”.
Imam Baqir as pernah berkata ten tang pengikut Syi’ah: “Para pengikut kami, Syiah Ali akan membela kami sepenuh hati dan demi menjaga agar agama tetap hidup mereka selalu bersatu dalam membela kami. Jika mereka marah, kemarahan tidak akan menjadikan mereka berbuat zalim, dan jika mereka sedang bahagia, mereka tidak akan melampaui batas. Mereka adalah sumber berkah bagi tetangganya dan dalam menghadapi para penentang, mereka selalu memilih jalan damai. Syi’ah kami taat kepada Allah”.
Keutamaan Imam Baqir
Imam Baqir as pada masa Ima mahnya telah berhasil menyebar kan pengetahuan, khususnya da lam bidang hukum dan fiqih.
Di samping ikut aktif dalam mena ngani problema ilmiah yang berkem bang waktu itu, ia juga aktif mendi dik para murid handal seperti Mu hammad bin Muslim, Zurarah bin A’yan, Abu Nashir, Hisyam bin Salim, Jabir bin Yazid, Hamran bin A’yan dan Buraid bin Mu’awiyah Al-‘Ajali.
Imam Baqir as adalah kebanggaan Bani Hasyim pada zamannya dalam zuhud, takwa dan akhlak. Keilmuannya dikenal di seluruh penjuru negeri sehingga ia dijuluki dengan uluum (penyingkap rahasi ilmu pengetahuan).
Seorang ulama besar Ahlussunnah yang bernama Ibnu Hajar Al-Haitsami menulis: “Muhammad Al-Baqir telah menyingkap rahasia ilmu pengetahuan dan menjelaskan hakikat hukum dan hikmah ilmu pengetahuan sehingga hal itu tidak tersembunyi kecuali bagi orang-orang yang bodoh atau berhati kotor. Oleh karena itu, ia dikenal dengan julukan penyingkap rahasia ilmu, pemilik rahasia dan pengibar bendera ilmu pengetahuan.”
_____
- 'Manusia Suci; Biografi Singkat, Mutiara Hikmah dan Adab Menzi arahinya' by Muhammad Taufiq Ali Yahya.
- https://www.ahlubaitindonesia.or.id>bi ..
Oleh aminuddin
Penyingkap Rahasia Ilmu
IMAM Muhammad Al-Baqir as dila hirkan di Madinah pada 1 Rajab atau 3 Shafar 57 H. Ayahnya ada lah Imam Ali Zainal Abidin as dan ibunya bernama Fatimah binti Imam Hasan Al-Mujtaba as yang lebih dikenal dengan julukan Ummu Abdillah.
Dengan demikian, nasabnya ber sambung ke Bani Hasyim, baik dari sisi ayah maupun ibu ...
Imam Baqir a.s. syahid pada hari Senin, 7 Dzulhijjah 114 H. dalam usia 57 tahun. Ia diracun oleh Hi syam bin Abdullah Malik, salah se orang khalifah Bani Umaiyah, dan dikuburkan di pemakaman Baqi’.
Imam Baqir as dikenal karena kelu asan ilmu dan takwanya. Ia selalu menjadi rujukan Muslimin dalam setiap problema.
Keberadaaan Imam Baqir as adalah sebuah pengantar bagi perbaikan umat. Masyarakat mengenalnya sebagai putra orang-orang luhur yang rela mengorbankan jiwa dan raga mereka demi mencegah penyelewengan umat yang hampir saja memusnahkan Islam.
Dengan pengorbanan mereka, Mus limin dapat mengetahui adanya penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan penguasa atas nama Islam ..
Imam Baqir as mengambil keputu san untuk mengekspos penyele wengan para penguasa dari garis Islam tersebut kepada khalayak ramai, dan memahamkan kepada mereka bahwa peristiwa itu bukan sekedar mimpi belaka.
Hisyam bin Abdul Malik, seorang khalifah dinasti Bani Umaiyah, ke tika melihat Imam Baqir as dan bertanya siapakah dia, masyarakat di sekelilingnya menjawab bahwa ia adalah seorang yang dikagumi oleh penduduk Kufah. Orang ini adalah pemimpin Irak.
Ketika musim haji tiba, ribuan Muslim yang berasal dari Irak, Khurasan dan kota-kota lain bertanya kepada Imam tentang hal mengenai Islam.
Hal ini menunjukkan betapa ia sa ngat berpengaruh di dalam hati umat manusia ..
Fuqaha’ dari berbagai aliran disiplin ilmu sering mengadakan dialog de ngan Imam Baqir as berkenaan de ngan permasalahan-permasalahan ilmiah yang sangat pelik dengan tu juan untuk mempermalukannya di hadapan khalayak.
Akan tetapi, dengan jawaban-jawaban yang mematikan dan memuaskan ia memaksa mereka untuk bertekuk lutut di hadapannya.
“Universitas” Imam Baqir as adalah sebuah tempat penting bagi para ilmuwan dan muhaddis yang pernah belajar darinya.
Jabir Al-Ja’fi berkata: “Abu Ja’far as meriwayatkan tujuh puluh ribu hadis kepadaku”.
Muhammad bin Muslim berkata: “Dalam setiap permasalahan yang kuanggap sulit, aku pasti menanyakannya kepada Abu Ja’far as sehingga aku mendapatkan tiga pilih ribu hadis darinya”.
Imam Baqir as pernah berkata ten tang pengikut Syi’ah: “Para pengikut kami, Syiah Ali akan membela kami sepenuh hati dan demi menjaga agar agama tetap hidup mereka selalu bersatu dalam membela kami. Jika mereka marah, kemarahan tidak akan menjadikan mereka berbuat zalim, dan jika mereka sedang bahagia, mereka tidak akan melampaui batas. Mereka adalah sumber berkah bagi tetangganya dan dalam menghadapi para penentang, mereka selalu memilih jalan damai. Syi’ah kami taat kepada Allah”.
Keutamaan Imam Baqir
Imam Baqir as pada masa Ima mahnya telah berhasil menyebar kan pengetahuan, khususnya da lam bidang hukum dan fiqih.
Di samping ikut aktif dalam mena ngani problema ilmiah yang berkem bang waktu itu, ia juga aktif mendi dik para murid handal seperti Mu hammad bin Muslim, Zurarah bin A’yan, Abu Nashir, Hisyam bin Salim, Jabir bin Yazid, Hamran bin A’yan dan Buraid bin Mu’awiyah Al-‘Ajali.
Imam Baqir as adalah kebanggaan Bani Hasyim pada zamannya dalam zuhud, takwa dan akhlak. Keilmuannya dikenal di seluruh penjuru negeri sehingga ia dijuluki dengan uluum (penyingkap rahasi ilmu pengetahuan).
Seorang ulama besar Ahlussunnah yang bernama Ibnu Hajar Al-Haitsami menulis: “Muhammad Al-Baqir telah menyingkap rahasia ilmu pengetahuan dan menjelaskan hakikat hukum dan hikmah ilmu pengetahuan sehingga hal itu tidak tersembunyi kecuali bagi orang-orang yang bodoh atau berhati kotor. Oleh karena itu, ia dikenal dengan julukan penyingkap rahasia ilmu, pemilik rahasia dan pengibar bendera ilmu pengetahuan.”
_____
- 'Manusia Suci; Biografi Singkat, Mutiara Hikmah dan Adab Menzi arahinya' by Muhammad Taufiq Ali Yahya.
- https://www.ahlubaitindonesia.or.id>bi ..
Mangkuk (30)
Mangkuk (30)
Oleh Wal Amin
****
WILLIAM bertindak cepat. Dia data ngi kediaman Mr Rahman. Dia kela bui petugas security dengan mene bar bubuk senyap. Bubuk putih ya ng membuat orang didekatnya ter tidur pulas.
Dua bodiguard Mr Rahman yang awalnya berjibaku dengan William dibuat tak berkutik. Lemas dan akh irnya pingsan karena bubuk senyap.
Kini William sudah berada di depan pintu kamar Mr Rahman. Dia buka perlahan pintu itu.
Ngeeeerk ...
Ngeeeeerk ...
Ngeeerk ...
Mr Rahman tertidur pulas.
"Heeem ... Rasakan pembalasanku Tuan Rahman," ucap William.
Dia dekati Mr Rahman. Dia tabur kan bubuk senyap itu ke sekitar muka, lalu dia gotong keluar ka mar.
Aksi 'mengambil paksa' yang dila kukan William berjalan lancar. Hal ini dikarenakan petugas security dan pengawal pribadi Mr Rahman belum sadarkan diri.
Jelang subuh ..
"Bruuuk ..." William menaruh tubuh Mr Rahman ke jok belakang ..
Dia tatap tajam wajah pembunuh kakaknya, The Big Bos itu sambil menggeretakkan giginya.
Oleh Wal Amin
****
WILLIAM bertindak cepat. Dia data ngi kediaman Mr Rahman. Dia kela bui petugas security dengan mene bar bubuk senyap. Bubuk putih ya ng membuat orang didekatnya ter tidur pulas.
Dua bodiguard Mr Rahman yang awalnya berjibaku dengan William dibuat tak berkutik. Lemas dan akh irnya pingsan karena bubuk senyap.
Kini William sudah berada di depan pintu kamar Mr Rahman. Dia buka perlahan pintu itu.
Ngeeeerk ...
Ngeeeeerk ...
Ngeeerk ...
Mr Rahman tertidur pulas.
"Heeem ... Rasakan pembalasanku Tuan Rahman," ucap William.
Dia dekati Mr Rahman. Dia tabur kan bubuk senyap itu ke sekitar muka, lalu dia gotong keluar ka mar.
Aksi 'mengambil paksa' yang dila kukan William berjalan lancar. Hal ini dikarenakan petugas security dan pengawal pribadi Mr Rahman belum sadarkan diri.
Jelang subuh ..
"Bruuuk ..." William menaruh tubuh Mr Rahman ke jok belakang ..
Dia tatap tajam wajah pembunuh kakaknya, The Big Bos itu sambil menggeretakkan giginya.
Senin, 24 Desember 2018
Tangisan Rasulullah (15)
Tangisan Rasulullah (15)
Oleh aminuddin
Selalu Menangis*
PERNAHKAH anda menangis -dalam keadaan sendirian- karena takut siksa Allah Azza wa Jalla ?
Ketahuilah, sesungguhnya hal itu merupakan jaminan selamat dari neraka ...
Menangis karena takut kepada Allah Azza wa Jalla akan mendorong hamba untuk selalu istiqâmah di jalan-Nya, sehingga akan menjadi perisai dari api neraka.
Nabi SAW bersabda:
لاَ يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُوْدَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ وَلاَ يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ
"Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sampai air susu kembali ke dalam teteknya. Dan debu di jalan Allah tidak akan berkumpul dengan asap neraka Jahannam."
Mengapa Harus Menangis
Seorang Mukmin yang mengetahui keagungan Allah Azza wa Jalla dan hak-Nya, setiap dia melihat dirinya banyak melalaikan kewajiban dan menerjang larangan, dia khawatir dosa-dosa itu akan menyebabkan siksa Allah Azza wa Jalla kepadanya.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ فِي أَصْلِ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ وَقَعَ عَلَى أَنْفِهِ قَالَ بِهِ هَكَذَا فَطَارَ
"Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa-dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya –begini-, maka lalat itu terbang." [HR at-Tirmidzi, no. 2497 dan dishahîhkan oleh al-Albâni rahimahullah]
Ibnu Abi Jamrah rahimahullah berkata, “Sebabnya adalah, karena hati seorang Mukmin itu diberi cahaya. Apabila dia melihat pada dirinya ada sesuatu yang menyelisihi hatinya yang diberi cahaya, maka hal itu menjadi berat baginya. Hikmah perumpamaan dengan gunung yaitu apabila musibah yang menimpa manusia itu selain runtuhnya gunung, maka masih ada kemungkinan mereka selamat dari musibah-musibah itu. Lain halnya dengan gunung, jika gunung runtuh dan menimpa seseorang, umumnya dia tidak akan selamat. Kesimpulannya bahwa rasa takut seorang Mukmin (kepada siksa Allah Azza wa Jalla -pen) itu mendominasinya, karena kekuatan imannya menyebabkan dia tidak merasa aman dari hukuman itu. Inilah keadaan seorang Mukmin, dia selalu takut (kepada siksa Allah-pen) dan bermurâqabah (mengawasi Allah). Dia menganggap kecil amal shalihnya dan khawatir terhadap amal buruknya yang kecil”. [Tuhfatul Ahwadzi, no. 2497]
Apalagi jika dia memperhatikan berbagai bencana dan musibah yang telah Allah Azza wa Jalla timpakan kepada orang-orang kafir di dunia ini, baik dahulu maupun sekarang.
Hal itu membuatnya tidak merasa aman dari siksa Allah Azza wa Jalla ...
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِمَنْ خَافَ عَذَابَ الْآخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ وَمَا نُؤَخِّرُهُ إِلَّا لِأَجَلٍ مَعْدُودٍ يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ
"Dan begitulah adzab Rabbmu apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzab-Nya sangat pedih lagi keras. Sesungguhnya pada peristiwa itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada adzab akhirat. Hari Kiamat itu adalah suatu hari dimana manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)-Nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk). Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu. Saat hari itu tiba, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang bahagia. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). [Hûd/11:102-106]
Ketika dia merenungkan berbagai kejadian yang mengerikan pada hari Kiamat, berbagai kesusahan dan beban yang menanti manusia di akhirat, semua itu pasti akan menggiringnya untuk takut kepada Allah Azza wa Jalla al-Khâliq .
Allah Azza wa Jalla berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
"Hai manusia, bertakwalah kepada Rabbmu. Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah), pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, semua wanita yang menyusui anaknya lalai terhadap anak yang disusuinya, dan semua wanita yang hamil gugur kandungan. Kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. Akan tetapi adzab Allah itu sangat keras." [al-Hajj/22:1-2]
Demikianlah sifat orang-orang yang beriman. Di dunia, mereka takut terhadap siksa Rabb mereka, kemudian berusaha menjaga diri dari siksa-Nya dengan takwa, yaitu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Maka, Allah Azza wa Jalla memberikan balasan sesuai dengan jenis amal mereka. Dia memberikan keamanan di hari Kiamat dengan memasukkan mereka ke dalam surga-Nya.
Dia berfirman:
وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ
"Dan sebagian mereka (penghuni surga-pent) menghadap kepada sebagian yang lain; mereka saling bertanya. Mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga, kami merasa takut (akan diadzab)”.
Kemudian Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu beribadah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang." [ath-Thûr/52:25-28]
Sebab Tangisan
Semakin bertambah ilmu agama seseorang, semakin tambah pula takutnya terhadap keagungan Allah Azza wa Jalla .
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
"Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak, ada yang bermacam-macam warna (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah Ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." [Fâthir/35:28]
Rasulullah SAW bersabda :
عُرِضَتْ عَلَيَّ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ فِي الْخَيْرِ وَالشَّرِّ وَلَوْ تَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا قَالَ فَمَا أَتَى عَلَى أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمٌ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ غَطَّوْا رُءُوْسَهُمْ وَلَهُمْ خَنِيْنٌ
"Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat tentang kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis.
Anas bin Mâlik –perawi hadits ini mengatakan, “Tidaklah ada satu hari pun yang lebih berat bagi para sahabat selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil menangis sesenggukan." [HR Muslim, no. 2359]
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Makna hadits ini, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan sama sekali melebihi apa yang telah aku lihat di dalam surga pada hari ini. Aku juga tidak pernah melihat keburukan melebihi apa yang telah aku lihat di dalam neraka pada hari ini. Seandainya kamu melihat apa yang telah aku lihat dan mengetahui apa yang telah aku ketahui semua yang aku lihat hari ini dan sebelumnya, sungguh kamu pasti sangat takut, menjadi sedikit tertawa dan banyak menangis”. [Syarah Muslim, no. 2359]
Hadits ini menunjukkan anjuran menangis karena takut terhadap siksa Allah Azza wa Jalla dan tidak memperbanyak tertawa, karena banyak tertawa menunjukkan kelalaian dan kerasnya hati.
Lihatlah para Sahabat Nabi Radhiyallahu anhum, begitu mudahnya mereka tersentuh oleh nasehat! Tidak sebagaimana kebanyakan orang di zaman ini.
Memang, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya, paling banyak pemahaman agamanya, paling cepat menyambut ajaran agama.
Mereka adalah Salafus Shâlih yang mulia, maka selayaknya kita meneladani mereka. [Lihat Bahjatun Nâzhirîn Syarh Riyâdhus Shâlihin 1/475; no. 41]
Seandainya kita mengetahui bahwa tetesan air mata karena takut kepada Allah Azza wa Jalla itu merupakan tetesan yang paling dicintai oleh-Nya, tentulah kita akan menangis karena-Nya atau berusaha menangis sebisanya.
Nabi Muhammad SAW menjelas kan keutamaan tetesan air mata ini dengan sabda beliau:
لَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ قَطْرَتَيْنِ وَأَثَرَيْنِ قَطْرَةٌ مِنْ دُمُوْعٍ فِيْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَقَطْرَةُ دَمٍ تُهَرَاقُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَمَّا اْلأ َثَرَانِ فَأَثَرٌ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ وَأَثَرٌ فِي فَرِيْضَةٍ مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ
"Tidak ada sesuatu yang yang lebih dicintai oleh Allah daripada dua tetesan dan dua bekas. Tetesan yang berupa air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang ditumpahkan di jalan Allah. Adapun dua bekas, yaitu bekas di jalan Allah dan bekas di dalam (melaksanakan) suatu kewajiban dari kewajiban-kewajiban-Nya."
Namun yang perlu kita perhatikan juga bahwa menangis tersebut adalah benar-benar karena Allah Azza wa Jalla , bukan karena manu sia, seperti dilakukan di hadapan jamaah atau dishooting TV dan disiarkan secara nasional.
Oleh karena itu, Nabu SAW menjan jikan kebaikan besar bagi seseo rang yang menangis dalam keada an sendirian.
Beliau bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ اْلإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
"Tujuh (orang) yang akan diberi naungan oleh Allah pada naungan-Nya di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Pertama: Imam yang berbuat adil; kedua: pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Rabbnya; ketiga: seorang laki-laki yang hatinya tergantung di masjid-masjid; keempat: dua orang lak-laki yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah; kelima: seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, lalu dia berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah”; keenam: seorang laki-laki yang bersedekah dengan cara sembunyi-sembunyi, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya; ketujuh: seorang laki-laki yang menyebut Allah di tempat yang sepi sehingga kedua matanya meneteskan air mata”.[HR. al-Bukhâri, no. 660; Muslim, no. 1031]
Hari Kiamat adalah hari pengadilan yang agung. Hari ketika setiap hamba akan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya.
Hari saat isi hati manusia akan dibongkar, segala rahasia akan ditampakkan di hadapan Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Perkasa.
Maka kemana orang akan berlari?
Alangkah bahagianya orang-orang yang akan mendapatkan naungan Allah Azza wa Jalla pada hari itu. Dan salah satu jalan keselamatan itu adalah menangis karena takut kepada Allah Azza wa Jalla .
Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn rahimahullah berkata, “Wahai saudaraku, jika engkau menyebut Allah Azza wa Jalla , sebutlah Rabbmu dengan hati yang kosong dari memikirkan yang lain. Jangan fikirkan sesuatupun selain-Nya. Jika engkau memikirkan sesuatu selain-Nya, engkau tidak akan bisa menangis karena takut kepada Allah Azza wa Jalla atau karena rindu kepada-Nya. Karena, seseorang tidak mungkin menangis sedangkan hatinya tersibukkan dengan sesuatu yang lain.
Bagaimana engkau akan menangis karena rindu kepada Allah Azza wa Jalla dan karena takut kepada-Nya jika hatimu tersibukkan dengan selain-Nya?
Oleh karena itu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seo rang laki-laki yang menyebut Allah di tempat yang sepi”, yaitu hatinya kosong dari selain Allah Azza wa Jalla , badannya juga kosong (dari orang lain), dan tidak ada seorang pun di dekatnya yang menyebabkan tangisannya menjadi riyâ’ dan sum’ah. Namun, dia melakukan dengan ikhlas dan konsentrasi”. [Syarh Riyâdhus Shâlihîn 2/342, no. 449]
_____
- Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XIII/1431/2010M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196
- * Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari
- https://Al-manhaj.or.id > 3534-seharusnya- ...
Oleh aminuddin
Selalu Menangis*
PERNAHKAH anda menangis -dalam keadaan sendirian- karena takut siksa Allah Azza wa Jalla ?
Ketahuilah, sesungguhnya hal itu merupakan jaminan selamat dari neraka ...
Menangis karena takut kepada Allah Azza wa Jalla akan mendorong hamba untuk selalu istiqâmah di jalan-Nya, sehingga akan menjadi perisai dari api neraka.
Nabi SAW bersabda:
لاَ يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُوْدَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ وَلاَ يَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ
"Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sampai air susu kembali ke dalam teteknya. Dan debu di jalan Allah tidak akan berkumpul dengan asap neraka Jahannam."
Mengapa Harus Menangis
Seorang Mukmin yang mengetahui keagungan Allah Azza wa Jalla dan hak-Nya, setiap dia melihat dirinya banyak melalaikan kewajiban dan menerjang larangan, dia khawatir dosa-dosa itu akan menyebabkan siksa Allah Azza wa Jalla kepadanya.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ فِي أَصْلِ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ وَقَعَ عَلَى أَنْفِهِ قَالَ بِهِ هَكَذَا فَطَارَ
"Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa-dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya –begini-, maka lalat itu terbang." [HR at-Tirmidzi, no. 2497 dan dishahîhkan oleh al-Albâni rahimahullah]
Ibnu Abi Jamrah rahimahullah berkata, “Sebabnya adalah, karena hati seorang Mukmin itu diberi cahaya. Apabila dia melihat pada dirinya ada sesuatu yang menyelisihi hatinya yang diberi cahaya, maka hal itu menjadi berat baginya. Hikmah perumpamaan dengan gunung yaitu apabila musibah yang menimpa manusia itu selain runtuhnya gunung, maka masih ada kemungkinan mereka selamat dari musibah-musibah itu. Lain halnya dengan gunung, jika gunung runtuh dan menimpa seseorang, umumnya dia tidak akan selamat. Kesimpulannya bahwa rasa takut seorang Mukmin (kepada siksa Allah Azza wa Jalla -pen) itu mendominasinya, karena kekuatan imannya menyebabkan dia tidak merasa aman dari hukuman itu. Inilah keadaan seorang Mukmin, dia selalu takut (kepada siksa Allah-pen) dan bermurâqabah (mengawasi Allah). Dia menganggap kecil amal shalihnya dan khawatir terhadap amal buruknya yang kecil”. [Tuhfatul Ahwadzi, no. 2497]
Apalagi jika dia memperhatikan berbagai bencana dan musibah yang telah Allah Azza wa Jalla timpakan kepada orang-orang kafir di dunia ini, baik dahulu maupun sekarang.
Hal itu membuatnya tidak merasa aman dari siksa Allah Azza wa Jalla ...
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِمَنْ خَافَ عَذَابَ الْآخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ وَمَا نُؤَخِّرُهُ إِلَّا لِأَجَلٍ مَعْدُودٍ يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ
"Dan begitulah adzab Rabbmu apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzab-Nya sangat pedih lagi keras. Sesungguhnya pada peristiwa itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada adzab akhirat. Hari Kiamat itu adalah suatu hari dimana manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)-Nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk). Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu. Saat hari itu tiba, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang bahagia. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). [Hûd/11:102-106]
Ketika dia merenungkan berbagai kejadian yang mengerikan pada hari Kiamat, berbagai kesusahan dan beban yang menanti manusia di akhirat, semua itu pasti akan menggiringnya untuk takut kepada Allah Azza wa Jalla al-Khâliq .
Allah Azza wa Jalla berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
"Hai manusia, bertakwalah kepada Rabbmu. Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah), pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, semua wanita yang menyusui anaknya lalai terhadap anak yang disusuinya, dan semua wanita yang hamil gugur kandungan. Kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. Akan tetapi adzab Allah itu sangat keras." [al-Hajj/22:1-2]
Demikianlah sifat orang-orang yang beriman. Di dunia, mereka takut terhadap siksa Rabb mereka, kemudian berusaha menjaga diri dari siksa-Nya dengan takwa, yaitu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Maka, Allah Azza wa Jalla memberikan balasan sesuai dengan jenis amal mereka. Dia memberikan keamanan di hari Kiamat dengan memasukkan mereka ke dalam surga-Nya.
Dia berfirman:
وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ
"Dan sebagian mereka (penghuni surga-pent) menghadap kepada sebagian yang lain; mereka saling bertanya. Mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga, kami merasa takut (akan diadzab)”.
Kemudian Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu beribadah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang." [ath-Thûr/52:25-28]
Sebab Tangisan
Semakin bertambah ilmu agama seseorang, semakin tambah pula takutnya terhadap keagungan Allah Azza wa Jalla .
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
"Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak, ada yang bermacam-macam warna (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah Ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." [Fâthir/35:28]
Rasulullah SAW bersabda :
عُرِضَتْ عَلَيَّ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ فِي الْخَيْرِ وَالشَّرِّ وَلَوْ تَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا قَالَ فَمَا أَتَى عَلَى أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمٌ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ غَطَّوْا رُءُوْسَهُمْ وَلَهُمْ خَنِيْنٌ
"Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat tentang kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis.
Anas bin Mâlik –perawi hadits ini mengatakan, “Tidaklah ada satu hari pun yang lebih berat bagi para sahabat selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil menangis sesenggukan." [HR Muslim, no. 2359]
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Makna hadits ini, ‘Aku tidak pernah melihat kebaikan sama sekali melebihi apa yang telah aku lihat di dalam surga pada hari ini. Aku juga tidak pernah melihat keburukan melebihi apa yang telah aku lihat di dalam neraka pada hari ini. Seandainya kamu melihat apa yang telah aku lihat dan mengetahui apa yang telah aku ketahui semua yang aku lihat hari ini dan sebelumnya, sungguh kamu pasti sangat takut, menjadi sedikit tertawa dan banyak menangis”. [Syarah Muslim, no. 2359]
Hadits ini menunjukkan anjuran menangis karena takut terhadap siksa Allah Azza wa Jalla dan tidak memperbanyak tertawa, karena banyak tertawa menunjukkan kelalaian dan kerasnya hati.
Lihatlah para Sahabat Nabi Radhiyallahu anhum, begitu mudahnya mereka tersentuh oleh nasehat! Tidak sebagaimana kebanyakan orang di zaman ini.
Memang, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya, paling banyak pemahaman agamanya, paling cepat menyambut ajaran agama.
Mereka adalah Salafus Shâlih yang mulia, maka selayaknya kita meneladani mereka. [Lihat Bahjatun Nâzhirîn Syarh Riyâdhus Shâlihin 1/475; no. 41]
Seandainya kita mengetahui bahwa tetesan air mata karena takut kepada Allah Azza wa Jalla itu merupakan tetesan yang paling dicintai oleh-Nya, tentulah kita akan menangis karena-Nya atau berusaha menangis sebisanya.
Nabi Muhammad SAW menjelas kan keutamaan tetesan air mata ini dengan sabda beliau:
لَيْسَ شَيْءٌ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ قَطْرَتَيْنِ وَأَثَرَيْنِ قَطْرَةٌ مِنْ دُمُوْعٍ فِيْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَقَطْرَةُ دَمٍ تُهَرَاقُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَمَّا اْلأ َثَرَانِ فَأَثَرٌ فِي سَبِيْلِ اللَّهِ وَأَثَرٌ فِي فَرِيْضَةٍ مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ
"Tidak ada sesuatu yang yang lebih dicintai oleh Allah daripada dua tetesan dan dua bekas. Tetesan yang berupa air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang ditumpahkan di jalan Allah. Adapun dua bekas, yaitu bekas di jalan Allah dan bekas di dalam (melaksanakan) suatu kewajiban dari kewajiban-kewajiban-Nya."
Namun yang perlu kita perhatikan juga bahwa menangis tersebut adalah benar-benar karena Allah Azza wa Jalla , bukan karena manu sia, seperti dilakukan di hadapan jamaah atau dishooting TV dan disiarkan secara nasional.
Oleh karena itu, Nabu SAW menjan jikan kebaikan besar bagi seseo rang yang menangis dalam keada an sendirian.
Beliau bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ اْلإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
"Tujuh (orang) yang akan diberi naungan oleh Allah pada naungan-Nya di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Pertama: Imam yang berbuat adil; kedua: pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Rabbnya; ketiga: seorang laki-laki yang hatinya tergantung di masjid-masjid; keempat: dua orang lak-laki yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah; kelima: seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, lalu dia berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah”; keenam: seorang laki-laki yang bersedekah dengan cara sembunyi-sembunyi, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya; ketujuh: seorang laki-laki yang menyebut Allah di tempat yang sepi sehingga kedua matanya meneteskan air mata”.[HR. al-Bukhâri, no. 660; Muslim, no. 1031]
Hari Kiamat adalah hari pengadilan yang agung. Hari ketika setiap hamba akan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya.
Hari saat isi hati manusia akan dibongkar, segala rahasia akan ditampakkan di hadapan Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Perkasa.
Maka kemana orang akan berlari?
Alangkah bahagianya orang-orang yang akan mendapatkan naungan Allah Azza wa Jalla pada hari itu. Dan salah satu jalan keselamatan itu adalah menangis karena takut kepada Allah Azza wa Jalla .
Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn rahimahullah berkata, “Wahai saudaraku, jika engkau menyebut Allah Azza wa Jalla , sebutlah Rabbmu dengan hati yang kosong dari memikirkan yang lain. Jangan fikirkan sesuatupun selain-Nya. Jika engkau memikirkan sesuatu selain-Nya, engkau tidak akan bisa menangis karena takut kepada Allah Azza wa Jalla atau karena rindu kepada-Nya. Karena, seseorang tidak mungkin menangis sedangkan hatinya tersibukkan dengan sesuatu yang lain.
Bagaimana engkau akan menangis karena rindu kepada Allah Azza wa Jalla dan karena takut kepada-Nya jika hatimu tersibukkan dengan selain-Nya?
Oleh karena itu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seo rang laki-laki yang menyebut Allah di tempat yang sepi”, yaitu hatinya kosong dari selain Allah Azza wa Jalla , badannya juga kosong (dari orang lain), dan tidak ada seorang pun di dekatnya yang menyebabkan tangisannya menjadi riyâ’ dan sum’ah. Namun, dia melakukan dengan ikhlas dan konsentrasi”. [Syarh Riyâdhus Shâlihîn 2/342, no. 449]
_____
- Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XIII/1431/2010M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196
- * Ustadz Abu Isma’il Muslim Al-Atsari
- https://Al-manhaj.or.id > 3534-seharusnya- ...
Menulis Buku (8)
Menulis Buku (8)
Oleh aminuddin
SETELAH gagasan habis, penulis harus melakukan penyortiran de ngan mencoret kata atau frasa ya ng tidak mendukung topik atau ju dul dan juga kata atau frasa yang dobel atau tumpang tindih.
Gagasan-gagasan itu kemudian dikelompokkan sesuai dengan ke lompoknya dan disusun secara kronologis ..
b. Gaya Jejaring Format
Topik atau judul ditulis dalam lingkaran di tengah-tengah hala man kertas kosong.
Kemudian dibuat lingkaran berikutnya dan sekitar lingkaran topik atau judul yang dihubungkan dengsn garis.
Di dalam lingkaran ini ditulis ide-ide berupa kata atau frasa yang berka itan langsung dan terdekat dengan topik atau judul tersebut.
Lingkaran-lingkaran ini terus dikembangkan secara sporadis sampai ide-ide itu habis.
Semakin kaya suatu ide, akan semakin banyak lingkaran dalam jaringan itu ...
Setelah semua ide terjaring, ide-ide itu disusun berurutan agar mudah dipahami.
c. Gaya Format
Format di bawah ini membantu pe nulis untuk membuat kerangka dengan lebih terpola.
Bagaimanapun juga, penulis masih harus menyusun kembali kerangka ini sesuai dengan kronologinya bila susunannya dirasa belum bagus.
Topik atau judul dan sub-subnya dikembangkan sesuai dengan kelompoknya masing-masing dengan menulis kata-kata atau frasa yang berhubungan.
Semakin pandai kita menjaring, se makin banyaklah gagasan yang terjaring ...
Setelah semua gagasan terjaring, gagasan itu disusun kembali secara kronologis.
Contoh kerangka buku dengan for mat asalah sebagai berikut :
Bab Judul Bab Subjudul Bab
1. ---- ----
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12. ------ ------
Contoh Kerangka
Judul Buku: Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Daftar Isi
Kata Pengantar
1. Pendahuluan
2. Visi, Misi, Tujuan dan Standar Kompetensi Pendidikan Nasional
a. Visi Pendidikan Nasional
b. Misi Pendidikan Nasional
c. Tujuan Pendidikan Nasional
d. Standar Kompetensi Pendidikan Nasional
e. Program Pemerintah dalam Mewujudkan Visi, Misi, dan Standar Kompetensi Pendidikan Nasional
3. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi
a. Pengertian Kompetensi dan Kurikulum Berbasis Kompetensi
b. Karakteristik KBK
c. Asumsi KBK
4. Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi
a. Tingkat Pengembangan Kurikulum
b. Prinsip-prinsip Pengembangan KBK
c. Pendekatan dalam Pengemba gan Kurikulum
d. Pengembangan Struktur KBK
Oleh aminuddin
SETELAH gagasan habis, penulis harus melakukan penyortiran de ngan mencoret kata atau frasa ya ng tidak mendukung topik atau ju dul dan juga kata atau frasa yang dobel atau tumpang tindih.
Gagasan-gagasan itu kemudian dikelompokkan sesuai dengan ke lompoknya dan disusun secara kronologis ..
b. Gaya Jejaring Format
Topik atau judul ditulis dalam lingkaran di tengah-tengah hala man kertas kosong.
Kemudian dibuat lingkaran berikutnya dan sekitar lingkaran topik atau judul yang dihubungkan dengsn garis.
Di dalam lingkaran ini ditulis ide-ide berupa kata atau frasa yang berka itan langsung dan terdekat dengan topik atau judul tersebut.
Lingkaran-lingkaran ini terus dikembangkan secara sporadis sampai ide-ide itu habis.
Semakin kaya suatu ide, akan semakin banyak lingkaran dalam jaringan itu ...
Setelah semua ide terjaring, ide-ide itu disusun berurutan agar mudah dipahami.
c. Gaya Format
Format di bawah ini membantu pe nulis untuk membuat kerangka dengan lebih terpola.
Bagaimanapun juga, penulis masih harus menyusun kembali kerangka ini sesuai dengan kronologinya bila susunannya dirasa belum bagus.
Topik atau judul dan sub-subnya dikembangkan sesuai dengan kelompoknya masing-masing dengan menulis kata-kata atau frasa yang berhubungan.
Semakin pandai kita menjaring, se makin banyaklah gagasan yang terjaring ...
Setelah semua gagasan terjaring, gagasan itu disusun kembali secara kronologis.
Contoh kerangka buku dengan for mat asalah sebagai berikut :
Bab Judul Bab Subjudul Bab
1. ---- ----
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12. ------ ------
Contoh Kerangka
Judul Buku: Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Daftar Isi
Kata Pengantar
1. Pendahuluan
2. Visi, Misi, Tujuan dan Standar Kompetensi Pendidikan Nasional
a. Visi Pendidikan Nasional
b. Misi Pendidikan Nasional
c. Tujuan Pendidikan Nasional
d. Standar Kompetensi Pendidikan Nasional
e. Program Pemerintah dalam Mewujudkan Visi, Misi, dan Standar Kompetensi Pendidikan Nasional
3. Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi
a. Pengertian Kompetensi dan Kurikulum Berbasis Kompetensi
b. Karakteristik KBK
c. Asumsi KBK
4. Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi
a. Tingkat Pengembangan Kurikulum
b. Prinsip-prinsip Pengembangan KBK
c. Pendekatan dalam Pengemba gan Kurikulum
d. Pengembangan Struktur KBK
Mangkuk (29)
Mangkuk (29)
Oleh Wak Amin
"Iya sih Clean. Cuma aku ..."
"Pelakunya belum dapat kan?"
"Betul Clean. Aku harap kamu cepat sembuh," kata Letnan Ratna.
"Amin. Mungkin sebentar lagi aku sudah bisa pulang."
"Tapi kepalamu gimana Clean. Apa .."
"Gampang dong Let. Buka aja. Kan beres ..."
Hi hi hi hi ...
"Apa enggak lucu Clean?"
"Aku jamin enggak. Soalnya, aku pulang diantar pake' mobil . Sampe rumah langsung masuk kamar. Ma na sempat orang lihat aku. Tul kan?"
"Terus, kapan bukanya itu balutan Clean?"
"Enggak usah dibuka-bukalah. Biar dia terbuka sendiri," jawab Mr Clean sekenanya.
"Enggak sakit apa?"
"Mudah-mudahan enggak," ucap Mr Clean. Letnan Ratna membantunya duduk bersandar di ranjang sal.
"Kamu tak keberatan kan Let?"
"Eeem .. Kayaknya tidak."
"Terima kasih Let. Kamu memang teman yang baik. Aku harap kamu bersedia mengantarku pulang."
"Tentu Clean. Aku selalu bersedia demi kamu."
"Oke. Antar aku pulang sekarang."
Letnan Ratna kaget. Kenapa harus sekarang pulangnya. Apa Mr Clean tak mau dirawat di rumah sakit. At au jiwanya terancam.
"Enggak kenapa-kenapa aku Let. Aku hanya ..."
Suara Mr Clean melemah .. Letnan Ratna mulai kuatir dan gelisah.
Jangan-jangan ..
Ah, tak mungkinlah ...
"Let. Maaf ya," kata Mr Clean sam bil melihat telapak tangannya di at as telapak tangan Letnan Ratna.
"Ya. Maaf diterima."
"Terima kasih Let," ucap Mr Clean seraya mengangkat telapak tangan nya, laku ditaruh di atas dadanya.
"Let ..."
"Ya Clean."
"Bisa minta tolong enggak?"
"Tolong apa Clean?"
"Coba kau taruh telapak tanganmu ke dadaku ..."
Letnan Ratna ragu ...
"Ayolah Let. Aku janji tak kenapa-kenapa .."
"Clean ..."
"Ayolah. Sebentar saja .."
Letnan Ratna, akhirnya memenuhi permintaan Mr Clean.
Dia taruh telapak tangannya ke dada Mr Clean ...
"Apa yang kamu rasakan Let?"
"Sedikit panaslah .."
"Itu tandanya Let ..." Mr Clean mena han diri untuk berkata sesuai de ngan isi hatinya.
"Tanda apa Clean?"
"Coba kau dekatkan telingamu ke mulutku, Let ..."
"Untuk apa Clean?"
"Please ... Aku mohon sebentar saja."
"Baiklah Clean ..."
Setelah telinga indah itu mendekat ke mulut Mr Clean, terdengarlah suara bisikan ...
Lembut terdengar ...
"I love you Let ..."
Oleh Wak Amin
"Iya sih Clean. Cuma aku ..."
"Pelakunya belum dapat kan?"
"Betul Clean. Aku harap kamu cepat sembuh," kata Letnan Ratna.
"Amin. Mungkin sebentar lagi aku sudah bisa pulang."
"Tapi kepalamu gimana Clean. Apa .."
"Gampang dong Let. Buka aja. Kan beres ..."
Hi hi hi hi ...
"Apa enggak lucu Clean?"
"Aku jamin enggak. Soalnya, aku pulang diantar pake' mobil . Sampe rumah langsung masuk kamar. Ma na sempat orang lihat aku. Tul kan?"
"Terus, kapan bukanya itu balutan Clean?"
"Enggak usah dibuka-bukalah. Biar dia terbuka sendiri," jawab Mr Clean sekenanya.
"Enggak sakit apa?"
"Mudah-mudahan enggak," ucap Mr Clean. Letnan Ratna membantunya duduk bersandar di ranjang sal.
"Kamu tak keberatan kan Let?"
"Eeem .. Kayaknya tidak."
"Terima kasih Let. Kamu memang teman yang baik. Aku harap kamu bersedia mengantarku pulang."
"Tentu Clean. Aku selalu bersedia demi kamu."
"Oke. Antar aku pulang sekarang."
Letnan Ratna kaget. Kenapa harus sekarang pulangnya. Apa Mr Clean tak mau dirawat di rumah sakit. At au jiwanya terancam.
"Enggak kenapa-kenapa aku Let. Aku hanya ..."
Suara Mr Clean melemah .. Letnan Ratna mulai kuatir dan gelisah.
Jangan-jangan ..
Ah, tak mungkinlah ...
"Let. Maaf ya," kata Mr Clean sam bil melihat telapak tangannya di at as telapak tangan Letnan Ratna.
"Ya. Maaf diterima."
"Terima kasih Let," ucap Mr Clean seraya mengangkat telapak tangan nya, laku ditaruh di atas dadanya.
"Let ..."
"Ya Clean."
"Bisa minta tolong enggak?"
"Tolong apa Clean?"
"Coba kau taruh telapak tanganmu ke dadaku ..."
Letnan Ratna ragu ...
"Ayolah Let. Aku janji tak kenapa-kenapa .."
"Clean ..."
"Ayolah. Sebentar saja .."
Letnan Ratna, akhirnya memenuhi permintaan Mr Clean.
Dia taruh telapak tangannya ke dada Mr Clean ...
"Apa yang kamu rasakan Let?"
"Sedikit panaslah .."
"Itu tandanya Let ..." Mr Clean mena han diri untuk berkata sesuai de ngan isi hatinya.
"Tanda apa Clean?"
"Coba kau dekatkan telingamu ke mulutku, Let ..."
"Untuk apa Clean?"
"Please ... Aku mohon sebentar saja."
"Baiklah Clean ..."
Setelah telinga indah itu mendekat ke mulut Mr Clean, terdengarlah suara bisikan ...
Lembut terdengar ...
"I love you Let ..."
Minggu, 23 Desember 2018
Mangkuk (28)
Mangkuk (28)
Oleh Wak Amin
GEMAS dan ingin mencubit lengan Mr Clean, Letnan Ratna terpaksa gigit jari karena koleganya itu kebu ru dibawa dengan mobil ambu lance ke rumah sakit ...
Di rumah sakit, Mr Clean mendapat perawatan di ruang khusus demi ke amanan. Dijaga seorang petugas ke amanan. Tidak boleh sembarang orang boleh masuk ...
Letnan Ratna baru bisa bertemu.Mr Clean dua jam kemudian setelah dokter yang memeriksanya mengi zinkan.
"Hai," sapa Mr Clean dengan kepala dibalut perban putih.
"Hai juga," balas Letnan Ratna. Me nuangkan air putih ke dalam gelas.
Dia minum ...
"Haus ya say?"
Letnan Ratna penasaran ..
"Apa kamu omongkan tadi Clean. Tolong diulang ..."
"Haus ya say?"
"Romantis banget. Pakai say-say segala ..."
"Kenapa Let. Enggak boleh ya?"
"Eeem .. Boleh. Boleh Clean."
"Alhamdulillah. Aku bersyukur punya calon isteri seperti kamu Let."
"Astaghfirullahal azhiem," ucap Letnan Ratna dalam hati.
"Let."
"Ya Clean .."
"Mendekatlah ke aku," pinta Mr Clean.
Letnan Ratna bergeser posisi dari berdiri di dekat telapak kaki duduk berhadapan dengan Mr Clean.
"Bagaimana Let. Apa yang sebenar nya terjadi padaku?"
"Kamu ditemukan seorang pelayan kedai tergeletak pingsan."
"Kok bisa ya?"
"Bisalah Clean. Menurut hasil peme riksaan kepalamu dipukul oleh sa lah seorang pelaku. Tapi persisnya belum tahu."
"Terus .."
"Ada dua orang pelaku Clean. Satu tewas saya tembak," kata Mr Clean lega.
"Yang satunya lagi berhasil melo loskan diri."
"Enggak dikejar Let?"
"Sudah. Tapi barusan saya dapat ka bar petugas yang saya minta me ngejar si pelaku bilang kehilangan jejak."
"Sayang sekali .."
"Oh ya Clean. Maaf kelupaan. Si ibu dan dua anaknya yang kita lihat be rada di kedai tewas dibunuh pe la ku. Mereka adalah anak dan isteri Mr James. Begitu Clean informasi terakhir yang saya dapat .."
"Kasihan mereka, Let."
Oleh Wak Amin
GEMAS dan ingin mencubit lengan Mr Clean, Letnan Ratna terpaksa gigit jari karena koleganya itu kebu ru dibawa dengan mobil ambu lance ke rumah sakit ...
Di rumah sakit, Mr Clean mendapat perawatan di ruang khusus demi ke amanan. Dijaga seorang petugas ke amanan. Tidak boleh sembarang orang boleh masuk ...
Letnan Ratna baru bisa bertemu.Mr Clean dua jam kemudian setelah dokter yang memeriksanya mengi zinkan.
"Hai," sapa Mr Clean dengan kepala dibalut perban putih.
"Hai juga," balas Letnan Ratna. Me nuangkan air putih ke dalam gelas.
Dia minum ...
"Haus ya say?"
Letnan Ratna penasaran ..
"Apa kamu omongkan tadi Clean. Tolong diulang ..."
"Haus ya say?"
"Romantis banget. Pakai say-say segala ..."
"Kenapa Let. Enggak boleh ya?"
"Eeem .. Boleh. Boleh Clean."
"Alhamdulillah. Aku bersyukur punya calon isteri seperti kamu Let."
"Astaghfirullahal azhiem," ucap Letnan Ratna dalam hati.
"Let."
"Ya Clean .."
"Mendekatlah ke aku," pinta Mr Clean.
Letnan Ratna bergeser posisi dari berdiri di dekat telapak kaki duduk berhadapan dengan Mr Clean.
"Bagaimana Let. Apa yang sebenar nya terjadi padaku?"
"Kamu ditemukan seorang pelayan kedai tergeletak pingsan."
"Kok bisa ya?"
"Bisalah Clean. Menurut hasil peme riksaan kepalamu dipukul oleh sa lah seorang pelaku. Tapi persisnya belum tahu."
"Terus .."
"Ada dua orang pelaku Clean. Satu tewas saya tembak," kata Mr Clean lega.
"Yang satunya lagi berhasil melo loskan diri."
"Enggak dikejar Let?"
"Sudah. Tapi barusan saya dapat ka bar petugas yang saya minta me ngejar si pelaku bilang kehilangan jejak."
"Sayang sekali .."
"Oh ya Clean. Maaf kelupaan. Si ibu dan dua anaknya yang kita lihat be rada di kedai tewas dibunuh pe la ku. Mereka adalah anak dan isteri Mr James. Begitu Clean informasi terakhir yang saya dapat .."
"Kasihan mereka, Let."
Sabtu, 22 Desember 2018
Menulis Buku (7)
Menulis Buku (7)
Oleh aminuddin
Kerangka Buku
Kerangka buku adalah gambaran at au peta isi buku yang akan ditulis, yang dirancang sebelum penulis memulai menulis.
Kerangka menunjukkan ketajaman pola pikir penulis dalam menulis se buah buku. Kerangka juga harus memperhatikan hal- hal berikut ini.
< Kerangka merupakan gambaran umum isi buku yang berupa judul-judul bab dan sub-babnya.
> Setiap judul bab dan subnya harus relevan dan mendukung topik serta judul buku.
< Judul-judul bab dan sub-subnya saling mengikat, tetapi tidak tumpang tindih (overlapping).
> Judul-judul dan sub-subnya disusun secara kronologis sesuai dengan urutannya secara bertahap, mulai dari bagian yang paling mudah berkembang, sampai ke bagian yang semakin sulit, mulai dari bagian yang paling umum, sampai ke bagian yang spesifik, dan sebagainya.
< Pengulangan kata atau frasa sebaiknya dihindari agar tulisan tidak membosankan, tetapi terlihat kreatif dan banyak ide.
> Judul bab dan sub-subnya tidak diberi garis bawah, tanda petik dan tanda tanya.
< Penggunaan istilah-istilah teknis (jargon) yang menyulitkan pembaca perlu dihindari. Sebagai gantinya, gunakanlah istilah umum yang dipakai sehari-hari.
> Judul bab berupa kata atau frasa (bukan kalimat) dan ditulis dengan konsisten.
Cara Menyusun Kerangka
Ada tiga cara brainstorming yang mudah diterapkan dalam menyu sun kerangka buku :
a. Gaya acak
Caranya, topik atau judul ditulis di bagian atas tengah halaman. Kemu dian, setiap kata atau frasa yang terpikir berkaitan dengan topik atau judul ditulis secara acak atau tidak berurutan.
Pencarian dan penulisan gagasan ti dak berhenti sebelum gagasan itu habis. Semakin keras anda berpikir akan semakin banyaklah gagasan yang terkumpul.
Oleh aminuddin
Kerangka Buku
Kerangka buku adalah gambaran at au peta isi buku yang akan ditulis, yang dirancang sebelum penulis memulai menulis.
Kerangka menunjukkan ketajaman pola pikir penulis dalam menulis se buah buku. Kerangka juga harus memperhatikan hal- hal berikut ini.
< Kerangka merupakan gambaran umum isi buku yang berupa judul-judul bab dan sub-babnya.
> Setiap judul bab dan subnya harus relevan dan mendukung topik serta judul buku.
< Judul-judul bab dan sub-subnya saling mengikat, tetapi tidak tumpang tindih (overlapping).
> Judul-judul dan sub-subnya disusun secara kronologis sesuai dengan urutannya secara bertahap, mulai dari bagian yang paling mudah berkembang, sampai ke bagian yang semakin sulit, mulai dari bagian yang paling umum, sampai ke bagian yang spesifik, dan sebagainya.
< Pengulangan kata atau frasa sebaiknya dihindari agar tulisan tidak membosankan, tetapi terlihat kreatif dan banyak ide.
> Judul bab dan sub-subnya tidak diberi garis bawah, tanda petik dan tanda tanya.
< Penggunaan istilah-istilah teknis (jargon) yang menyulitkan pembaca perlu dihindari. Sebagai gantinya, gunakanlah istilah umum yang dipakai sehari-hari.
> Judul bab berupa kata atau frasa (bukan kalimat) dan ditulis dengan konsisten.
Cara Menyusun Kerangka
Ada tiga cara brainstorming yang mudah diterapkan dalam menyu sun kerangka buku :
a. Gaya acak
Caranya, topik atau judul ditulis di bagian atas tengah halaman. Kemu dian, setiap kata atau frasa yang terpikir berkaitan dengan topik atau judul ditulis secara acak atau tidak berurutan.
Pencarian dan penulisan gagasan ti dak berhenti sebelum gagasan itu habis. Semakin keras anda berpikir akan semakin banyaklah gagasan yang terkumpul.
Mangkuk (27)
Mangkuk (27)
Oleh Wak Amin
"NGO. Aku di sini. Di parkiran sebelah kanan," kats William. Dia bersembunyi di balik mobil berwarna hitam.
Mr Jango baru saja keluar dari Kedai Teh Jango. Dia berlari menghampiri William.
Belum sempat bertemu muka de ngan William, sebuah tembakan dilepaskan Letnan Ratna.
Door ...
Dooor ...
Tepat mengenai batok kepalanya. Jatuh tersungkur.
Tewas seketika ...
Carrr ...
Lampu dan mesin menyala. Mobil melaju dengan cepat. William se lamat dari rentetan tembakan Let nan Ratna.
Dia tampak marah dan kesal ...
Dia kemudian meminta sebagian petugas mengejar William, dan se bagian lagi mengamankan lokasi TKP.
Mr Clean ditemukan seorang pela yan kedai. Membawanya keluar ke dai.
Dia masih pingsan, dan anehnya, setelah kedatangan Letnan Ratna, mendadak sembuh ...
"Alhamdulillah," ucap Letnan Ratna. "Kukira anda sudah tewas, Clean.'
Mr Clean tersenyum. Dengan suara yang masih lemah, dia berkata .. Tadinya mau mati, karena ada kamu tak jadi."
Ha ha ha ..
Si pelayan kedai tertawa sambil pa mit hendak menolong yang lain.
Oleh Wak Amin
"NGO. Aku di sini. Di parkiran sebelah kanan," kats William. Dia bersembunyi di balik mobil berwarna hitam.
Mr Jango baru saja keluar dari Kedai Teh Jango. Dia berlari menghampiri William.
Belum sempat bertemu muka de ngan William, sebuah tembakan dilepaskan Letnan Ratna.
Door ...
Dooor ...
Tepat mengenai batok kepalanya. Jatuh tersungkur.
Tewas seketika ...
Carrr ...
Lampu dan mesin menyala. Mobil melaju dengan cepat. William se lamat dari rentetan tembakan Let nan Ratna.
Dia tampak marah dan kesal ...
Dia kemudian meminta sebagian petugas mengejar William, dan se bagian lagi mengamankan lokasi TKP.
Mr Clean ditemukan seorang pela yan kedai. Membawanya keluar ke dai.
Dia masih pingsan, dan anehnya, setelah kedatangan Letnan Ratna, mendadak sembuh ...
"Alhamdulillah," ucap Letnan Ratna. "Kukira anda sudah tewas, Clean.'
Mr Clean tersenyum. Dengan suara yang masih lemah, dia berkata .. Tadinya mau mati, karena ada kamu tak jadi."
Ha ha ha ..
Si pelayan kedai tertawa sambil pa mit hendak menolong yang lain.
Jumat, 21 Desember 2018
Menulis Buku (6)
Menulis Buku (6)
Oleh aminuddin
8. Penggunaan Huruf Besar
HURUF pertama dari setiap kata dalam judul buku ditulis dengan huruf besar, atau bahkan semua huruf judul buku ditulis dengan huruf besar.
Jangan lupa huruf depan kata sambung atau kata depan bisa menggunakan huruf kecil.
Berikut ini adalah contohnya ...
a. Psikologi Anak
b. Layar Terkembang (judul kiasan)
c. Sihir Iklan (pada sampul buku ditulis dengan huruf kecil semua)
d. "Model Waktu" dalam Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono
e. Membumikan Alquran
9. Posisi Penulisan Judul
Judul buku pada umumnya ditulis di bagian atas tengah sampul buku agar mudah dilihat atau dibaca secara sepintas.
Kendati demikian, ada juga penulis yang mencantumkan namanya di bagian atas tengah sampul buku sebelum judul buku.
Selain itu, ada juga beberapa penulis yang mulai berani meletakkan judul di bagian lain pada halaman sampul.
10. Tanda Penekanan Tambahan
Posisi judul dan ukuran huruf pada sampul buku mendapat penekanan yang istimewa.
Ini dimaksudkan agar penekanan tambahan lainnya (seperti garis bawah atau tanda petik) tidak diperlukan lagi.
Tanda baca seperti titik (.), titik kom (.,), tanda seru (!), dan tanda tanya (?) juga tidak diperlukan.
Contoh :
a. Menyingkap Dunia Kepenyairan Subagio Sastrowardoyo (tidak memakai tanda baca titik)
b. Merajut Angan-angan (tidak ada tanda baca titik)
c. Bagaimana Cara Memuaskan Tamu Hotel (tanpa tanda tanya)
d. Apa Guna Keluh Kesah (tanpa tanda tanya)
e. English for Travel Services: Airlines ( judul utama di depan tanda titik dua dan sub-judul di belakangnya)
Oleh aminuddin
8. Penggunaan Huruf Besar
HURUF pertama dari setiap kata dalam judul buku ditulis dengan huruf besar, atau bahkan semua huruf judul buku ditulis dengan huruf besar.
Jangan lupa huruf depan kata sambung atau kata depan bisa menggunakan huruf kecil.
Berikut ini adalah contohnya ...
a. Psikologi Anak
b. Layar Terkembang (judul kiasan)
c. Sihir Iklan (pada sampul buku ditulis dengan huruf kecil semua)
d. "Model Waktu" dalam Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono
e. Membumikan Alquran
9. Posisi Penulisan Judul
Judul buku pada umumnya ditulis di bagian atas tengah sampul buku agar mudah dilihat atau dibaca secara sepintas.
Kendati demikian, ada juga penulis yang mencantumkan namanya di bagian atas tengah sampul buku sebelum judul buku.
Selain itu, ada juga beberapa penulis yang mulai berani meletakkan judul di bagian lain pada halaman sampul.
10. Tanda Penekanan Tambahan
Posisi judul dan ukuran huruf pada sampul buku mendapat penekanan yang istimewa.
Ini dimaksudkan agar penekanan tambahan lainnya (seperti garis bawah atau tanda petik) tidak diperlukan lagi.
Tanda baca seperti titik (.), titik kom (.,), tanda seru (!), dan tanda tanya (?) juga tidak diperlukan.
Contoh :
a. Menyingkap Dunia Kepenyairan Subagio Sastrowardoyo (tidak memakai tanda baca titik)
b. Merajut Angan-angan (tidak ada tanda baca titik)
c. Bagaimana Cara Memuaskan Tamu Hotel (tanpa tanda tanya)
d. Apa Guna Keluh Kesah (tanpa tanda tanya)
e. English for Travel Services: Airlines ( judul utama di depan tanda titik dua dan sub-judul di belakangnya)
Kenapa Keluaga Nabi Dihabisi (11)
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (11)
Oleh aminuddin
1.4. Sayyidina Ali Zainal Abidin, Waliyullah yang Senantiasa Bersujud
IA adalah cicit Rasulullah SAW yang selamat dari pembantaian dalam tragedi Karbala ...
Setelah dewasa ia menjadi wali yang setiap saat bersujud kepada Allah SWT ...
Setelah dua cucu tersayang Rasu lullah SAW, yaitu Hasan dan Husein wafat, sementara sisa-sisa keturunan beliau yang lain terbunuh di padang Karbala, yang masih hidup ialah Ali Zainal Abidin, satu-satunya putra Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Thalib.
Cicit Rasulullah SAW ini lahir di Madinah pada 33 H / 613 M. sementara riwayat lain mengungkapkan ia lahir pada 38 H / 618 M.
Ketika pecah Tragedi Karbala pada abad ke-6 H (abad ke-12 M), ia baru berusia 11 tahun.
Termasuk generasi tabi`in, Ali Zainal Abidin banyak meriwayatkan hadits dari ayahnya, Husein dan pamannya, Hasan, juga dari para sahabat, seperti Jabir, Ibnu Abbas, Al-Musawir bin Makhramah, Abu Hurairah, Shafiyah, Aisyah, Ummu Kultsum, dan para istri Rasulullah SAW yang lazin disebut ummahatul mukminin, ibunda kaum Muslimin.
Ketika ayahandanya, Sayyidina Husein berjuang melawan prajurit Khalifah Yazid bin Muawiyah, ia tengah sakit dan berada di dalam kemah bersama kaum wanita.
Ia menyaksikan dengan mata kepa la sendiri ketika semua anggota keluarganya berguguran mati sya hid sehingga kenangan getir tak pernah lepas dari benaknya.
Ia bahkan menyaksikan bagaimana ayahandanya dipancung ...
Setelah perang usai, sisa anggota keluarga Sayyidina Husein yang masih hidup ditawan di Kufah, Irak.
Bahkan Ali Zainal Abidin yang keti ka itu masih berusia 11 tahun, ham pir saja dibunuh.
Tetapi nyawanya selamat berkat ke gigihan Sayyidah Zainab, bibinya, yang memeluknya dengan erat dan mencegah para prajurit mendekat.
Tak lama kemudia para tawanan dipindah ke Damaskus, Syria, diper temukan dengan Khalifah Yazid bin Muawiyah, tapi kemudian dibebas kan, bahkan diantar pulang ke Madinah.
Di Madinah itulah Ali Zainal Abidin tumbuh dewasa sebagai seorang yang sangat alim.
Ia tekun beribadah ...
Sementara ketinggian ilmu agamanya menjadikannya sebagai rujukan para ulama, terutama dalam hal ilmu hadits.
Lebih dari itu ia sangat terkenal sebagai ahli ibadah yang luar biasa ...
Muhammad Al-Baqir, anak lelakinya, bercerita, “Setiap kali mendapat nikmat Allah SWT, Imam Ali Zainal Abidin langsung bersujud, setiap kali membaca ayat Sajadah dalam Al-Quran ia selalu bersujud, setiap kali selesai shalat fardu, ia selalu bersujud, dan setiap kali berhasil mendamaikan orang berselisih, ia selalu bersujud. Karena sering bersujud itulah, tampak bekas sujud di keningnya, dan karena itu pula ia disebut As-Sajjad, orang yang suka bersujud.”
Ali Zainal Abidin benar-benar mewa risi sikap dan sifat ayahandanya dalam hal keilmuan dan kezuhudan.
“Di antara Bani Hasyim, saya kira dialah yang paling mulia,” kata Yahya Al-Anshari, salah seorang ulama terkemuka di masanya.
Kemuliaan itu antara lain, karena ia selalu dalam keadaan suci, selalu berwudlu, dan tidak pernah absen menunaikan qiyamul lail alias shalat Tahajud, baik di rumah maupun dalam perjalanan.
Suatu hari, ketika keluar dari masjid, seorang lelaki mencaci Ali Zainal Abidin.
Spontan oranag-orang di sekitarnya berusaha memukul lelaki tersebut, tetapi Ali Zainal Abidin mencegahnya.
Lalu katanya, “Apa yang engkau belum ketahui tentang diriku? Apakah engkau membutuhkan sesuatu?”
Mendengar ucapan lemah lembut itu, laki-laki tersebut merasa malu, lalu Ali Zainal Abidin memberinya uang 1000 dirham.
Maka kata lelaki itu, “Saya bersaksi, engkau benar-benar cicit Rasulullah SAW.”
Makam Mukasyafah
Hampir setiap malam Ali Zainal Abidin menggotong sekarung gandum dan membaginya kepada fakir miskin di Madinah.
“Sesungguhnya sedekah yang disampaikan secara sembunyi-sembunyi dapat memadamkan murka Allah,” katanya.
Ketika itu, sebagian warga kota Madinah mendapat nafkah tanpa mengetahui darimana asal nafkahnya.
Dan ketika Ali Zainal Abidin me ninggal dunia, ternyata mereka tidak lagi mendapat pembagian gandum.
Setiap kali meminjamkan uang atau pakaian, Ali Zainal Anidin tidak pernah memintanya kembali.
Jika bernazar, tidak makan dan mi num, ia tetap berpuasa sampai da pat memenuhi nazarnya.
Begitu dermawan dan penuh kasih sayang, bahkan kepada hewan ya ng dikendarainya pun ia tidak pernah mencambuknya.
Meskipun tragedi Karbala sangat membekas di kalbunya, ia selalu berusaha menyadarkan umat agar bersabar menghadapi kekuasaan yang represif.
Dengan arif ia mendidik dan mem perbaiki nasib umat ...
Salah satunya dengan menyusun rangkaian doa berjudul 'As-Sahifah As-Sajjadiyah' – yang ia maksud kan untuk mengobati penyakit ro hani yang merajalela, sekaligus me manjatkan permohonan kepada Allah SWT agar umat terlepas dari situasi yang menghimpit.
Sebagai Waliyullah, ia dinilai sudah mencapai makam mukasyafah, peringkat tertinggi, yang mampu menyingkap tabir ketuhanan.
Salah satu karomahnya ialah ten tang surat rahasia dari Khalifah Abdul Malik bin Marwan kepada panglimanya, Hajjaj bin Yusuf As-Saqafi.
Surat itu antara berbunyi, “Jauhkan aku dari lumuran darah Bani Abdul Muthalib, yang setelah bergelimang dalam dosa tidak lagi mampu ber tahan kecuali dalam waktu yang tidak lama.”
Pada saat yang bersamaan, Ali Zainal Abidin juga menulis surat kepada Khalifah Malik bin Marwan, yang di antaranya berbunyi, “Anda telah menulis surat kepada Hajjaj mengenai keamanan kami, semoga Allah memberi balasan yang seba ik-baiknya kepada anda.”
Tentu saja Khalifah Abdul Malik bin Marwan tercengang membacanya. Sebab tanggal surat itu sama per sis dengan tangga surat Khalifah kepada Hajjaj.
Dan ternyata saat keberangkatan utusan Ali Zainal Abidin dari Madi nah juga sama dengan saat ke berangkatan utusan Khalifah yang mengantarkan surat kepada Hajjaj.
Karena itu, Khalifah Abdul Malik pun menyadari, Allah SWT telah membuka mata batin Ali Zainal Abidin.
Ia lalu menulis surat dan menyam paikan hadiah kepada Ali Zainal Abidin ..
Cicit Rasulullah ini juga dikenal sebagai pembela Hak Azasi Manusia.
Dalam risalahnya, 'Risalah Al-Huquq', antara lain ia menulis, manusia punya hak dan kewajiban kepada Allah SWT, kepada diri sen diri, kepada sesama manusia, dan kepada sesama makhluk Allah.
Mengenai hak dan kewajiban kepada sesama manusia, ia memperinci hak dan kewajiban rakyat kepada penguasa dan sebaliknya.
Risalah ini tentu sangat istimewa, karena ditulis pada abad ke 7 Ma sehi, sebelum lahirnya Dokumen Magna Charta dalam sejarah Inggris.
Lima abad setelah itu, yang kemu dian berkembang menjadi Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia ...
Pada zamannya, pengaruh Sayyidina Ali Zainal Abidin sangat kuat, begitu besar kharismanaya, sehingga seorang khalifah pun mengkhawatirkan tahtanya.
Ketika menggantikan ayahnya, Abdul Malik, sebagai khalifah, Walid sempat khawatir, jangan-jangan kharisma Ali Zainal Abidin mampu menggoyang tahtanya.
Pada 95 H / 675 M, Khalifah pun berusaha mendekati sang Waliyul lah melalui seseorang yang kemu dian ternyata meracunnya sehingga Ali Zainal Abidin meninggal dunia.
Untuk kesekian kalinya anak cucu Rasulullah SAW berduka cita ...
Beliau wafat di Madinah pada 18 Muharam 95 H / 875 M. Meninggal kan 11 putra dan 4 putri.
Jenazahnya di kebumikan di pema kaman Baqi` dekat makam sang paman, Sayyidina Hasan.
___
- Sumber kisah: Al-Kisah No.05/27 Feb – 12 Mar 2006
- https://www.sufiz.com > Jejak Wali
Oleh aminuddin
1.4. Sayyidina Ali Zainal Abidin, Waliyullah yang Senantiasa Bersujud
IA adalah cicit Rasulullah SAW yang selamat dari pembantaian dalam tragedi Karbala ...
Setelah dewasa ia menjadi wali yang setiap saat bersujud kepada Allah SWT ...
Setelah dua cucu tersayang Rasu lullah SAW, yaitu Hasan dan Husein wafat, sementara sisa-sisa keturunan beliau yang lain terbunuh di padang Karbala, yang masih hidup ialah Ali Zainal Abidin, satu-satunya putra Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Thalib.
Cicit Rasulullah SAW ini lahir di Madinah pada 33 H / 613 M. sementara riwayat lain mengungkapkan ia lahir pada 38 H / 618 M.
Ketika pecah Tragedi Karbala pada abad ke-6 H (abad ke-12 M), ia baru berusia 11 tahun.
Termasuk generasi tabi`in, Ali Zainal Abidin banyak meriwayatkan hadits dari ayahnya, Husein dan pamannya, Hasan, juga dari para sahabat, seperti Jabir, Ibnu Abbas, Al-Musawir bin Makhramah, Abu Hurairah, Shafiyah, Aisyah, Ummu Kultsum, dan para istri Rasulullah SAW yang lazin disebut ummahatul mukminin, ibunda kaum Muslimin.
Ketika ayahandanya, Sayyidina Husein berjuang melawan prajurit Khalifah Yazid bin Muawiyah, ia tengah sakit dan berada di dalam kemah bersama kaum wanita.
Ia menyaksikan dengan mata kepa la sendiri ketika semua anggota keluarganya berguguran mati sya hid sehingga kenangan getir tak pernah lepas dari benaknya.
Ia bahkan menyaksikan bagaimana ayahandanya dipancung ...
Setelah perang usai, sisa anggota keluarga Sayyidina Husein yang masih hidup ditawan di Kufah, Irak.
Bahkan Ali Zainal Abidin yang keti ka itu masih berusia 11 tahun, ham pir saja dibunuh.
Tetapi nyawanya selamat berkat ke gigihan Sayyidah Zainab, bibinya, yang memeluknya dengan erat dan mencegah para prajurit mendekat.
Tak lama kemudia para tawanan dipindah ke Damaskus, Syria, diper temukan dengan Khalifah Yazid bin Muawiyah, tapi kemudian dibebas kan, bahkan diantar pulang ke Madinah.
Di Madinah itulah Ali Zainal Abidin tumbuh dewasa sebagai seorang yang sangat alim.
Ia tekun beribadah ...
Sementara ketinggian ilmu agamanya menjadikannya sebagai rujukan para ulama, terutama dalam hal ilmu hadits.
Lebih dari itu ia sangat terkenal sebagai ahli ibadah yang luar biasa ...
Muhammad Al-Baqir, anak lelakinya, bercerita, “Setiap kali mendapat nikmat Allah SWT, Imam Ali Zainal Abidin langsung bersujud, setiap kali membaca ayat Sajadah dalam Al-Quran ia selalu bersujud, setiap kali selesai shalat fardu, ia selalu bersujud, dan setiap kali berhasil mendamaikan orang berselisih, ia selalu bersujud. Karena sering bersujud itulah, tampak bekas sujud di keningnya, dan karena itu pula ia disebut As-Sajjad, orang yang suka bersujud.”
Ali Zainal Abidin benar-benar mewa risi sikap dan sifat ayahandanya dalam hal keilmuan dan kezuhudan.
“Di antara Bani Hasyim, saya kira dialah yang paling mulia,” kata Yahya Al-Anshari, salah seorang ulama terkemuka di masanya.
Kemuliaan itu antara lain, karena ia selalu dalam keadaan suci, selalu berwudlu, dan tidak pernah absen menunaikan qiyamul lail alias shalat Tahajud, baik di rumah maupun dalam perjalanan.
Suatu hari, ketika keluar dari masjid, seorang lelaki mencaci Ali Zainal Abidin.
Spontan oranag-orang di sekitarnya berusaha memukul lelaki tersebut, tetapi Ali Zainal Abidin mencegahnya.
Lalu katanya, “Apa yang engkau belum ketahui tentang diriku? Apakah engkau membutuhkan sesuatu?”
Mendengar ucapan lemah lembut itu, laki-laki tersebut merasa malu, lalu Ali Zainal Abidin memberinya uang 1000 dirham.
Maka kata lelaki itu, “Saya bersaksi, engkau benar-benar cicit Rasulullah SAW.”
Makam Mukasyafah
Hampir setiap malam Ali Zainal Abidin menggotong sekarung gandum dan membaginya kepada fakir miskin di Madinah.
“Sesungguhnya sedekah yang disampaikan secara sembunyi-sembunyi dapat memadamkan murka Allah,” katanya.
Ketika itu, sebagian warga kota Madinah mendapat nafkah tanpa mengetahui darimana asal nafkahnya.
Dan ketika Ali Zainal Abidin me ninggal dunia, ternyata mereka tidak lagi mendapat pembagian gandum.
Setiap kali meminjamkan uang atau pakaian, Ali Zainal Anidin tidak pernah memintanya kembali.
Jika bernazar, tidak makan dan mi num, ia tetap berpuasa sampai da pat memenuhi nazarnya.
Begitu dermawan dan penuh kasih sayang, bahkan kepada hewan ya ng dikendarainya pun ia tidak pernah mencambuknya.
Meskipun tragedi Karbala sangat membekas di kalbunya, ia selalu berusaha menyadarkan umat agar bersabar menghadapi kekuasaan yang represif.
Dengan arif ia mendidik dan mem perbaiki nasib umat ...
Salah satunya dengan menyusun rangkaian doa berjudul 'As-Sahifah As-Sajjadiyah' – yang ia maksud kan untuk mengobati penyakit ro hani yang merajalela, sekaligus me manjatkan permohonan kepada Allah SWT agar umat terlepas dari situasi yang menghimpit.
Sebagai Waliyullah, ia dinilai sudah mencapai makam mukasyafah, peringkat tertinggi, yang mampu menyingkap tabir ketuhanan.
Salah satu karomahnya ialah ten tang surat rahasia dari Khalifah Abdul Malik bin Marwan kepada panglimanya, Hajjaj bin Yusuf As-Saqafi.
Surat itu antara berbunyi, “Jauhkan aku dari lumuran darah Bani Abdul Muthalib, yang setelah bergelimang dalam dosa tidak lagi mampu ber tahan kecuali dalam waktu yang tidak lama.”
Pada saat yang bersamaan, Ali Zainal Abidin juga menulis surat kepada Khalifah Malik bin Marwan, yang di antaranya berbunyi, “Anda telah menulis surat kepada Hajjaj mengenai keamanan kami, semoga Allah memberi balasan yang seba ik-baiknya kepada anda.”
Tentu saja Khalifah Abdul Malik bin Marwan tercengang membacanya. Sebab tanggal surat itu sama per sis dengan tangga surat Khalifah kepada Hajjaj.
Dan ternyata saat keberangkatan utusan Ali Zainal Abidin dari Madi nah juga sama dengan saat ke berangkatan utusan Khalifah yang mengantarkan surat kepada Hajjaj.
Karena itu, Khalifah Abdul Malik pun menyadari, Allah SWT telah membuka mata batin Ali Zainal Abidin.
Ia lalu menulis surat dan menyam paikan hadiah kepada Ali Zainal Abidin ..
Cicit Rasulullah ini juga dikenal sebagai pembela Hak Azasi Manusia.
Dalam risalahnya, 'Risalah Al-Huquq', antara lain ia menulis, manusia punya hak dan kewajiban kepada Allah SWT, kepada diri sen diri, kepada sesama manusia, dan kepada sesama makhluk Allah.
Mengenai hak dan kewajiban kepada sesama manusia, ia memperinci hak dan kewajiban rakyat kepada penguasa dan sebaliknya.
Risalah ini tentu sangat istimewa, karena ditulis pada abad ke 7 Ma sehi, sebelum lahirnya Dokumen Magna Charta dalam sejarah Inggris.
Lima abad setelah itu, yang kemu dian berkembang menjadi Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia ...
Pada zamannya, pengaruh Sayyidina Ali Zainal Abidin sangat kuat, begitu besar kharismanaya, sehingga seorang khalifah pun mengkhawatirkan tahtanya.
Ketika menggantikan ayahnya, Abdul Malik, sebagai khalifah, Walid sempat khawatir, jangan-jangan kharisma Ali Zainal Abidin mampu menggoyang tahtanya.
Pada 95 H / 675 M, Khalifah pun berusaha mendekati sang Waliyul lah melalui seseorang yang kemu dian ternyata meracunnya sehingga Ali Zainal Abidin meninggal dunia.
Untuk kesekian kalinya anak cucu Rasulullah SAW berduka cita ...
Beliau wafat di Madinah pada 18 Muharam 95 H / 875 M. Meninggal kan 11 putra dan 4 putri.
Jenazahnya di kebumikan di pema kaman Baqi` dekat makam sang paman, Sayyidina Hasan.
___
- Sumber kisah: Al-Kisah No.05/27 Feb – 12 Mar 2006
- https://www.sufiz.com > Jejak Wali
Tangisan Rasulullah (14)
Tangisan Rasulullah (14)
Oleh aminuddin
Untuk Husein Rasul Menangis**
MUHARRAM adalah bulan aneka kejadian. Dari beragam peristiwa, kesyahidan Husein lah yang mem buat Rasulullah SAW menangis.
Tangisan Rasul bahkan dimulai ketika Husein lahir, 58 tahun sebelum ia syahid ...
Ketika Fatimah baru melahirkan, Rasul datang dan berkata kepada Asma, “Berikan kepadaku putraku”.
Kemudian Asma menyerahkan Husein yang diselimuti kain putih. Setelah mengadzani pada telinga kanan dan mengiqomatinya pada telinga kiri, Rasul meletakkan Husein di pangkuannya.
Wajah Rasul yang sebelumnya gembira tiba-tiba berubah sedih.
Rasul menangis ..
Jenggotnya basah oleh cucuran air mata ...
Asma keheranan, “Ya Rasul, mengapa engkau menangis? Bukankah ini hari kelahiran, hari semua orang bergembira?”
Dalam isak tangisnya Rasul menja wab, “Jibril baru saja memberita huku bahwa putraku ini akan dibu nuh oleh kelompok zalim. Wahai Asma, jangan beritahu Fatimah tentang ini karena ia baru saja me lahirkan”. (Ibnu Asakir, Tarikh Dimasyq, Hadis ke 13 dan 14 tentang biografi Husein).
Tentang Rasul menangis untuk Hu sein, Aisyah juga meriwayatkan ..
”Suatu ketika Husein kecil datang merangkak menuju Rasul yang sedang berbaring, tapi aku menghalanginya. Tidak berapa lama kemudian aku melihat Rasul bangun dan terisak-isak. Aku bertanya, “mengapa engkau menangis?”.
Rasul menjawab, “Jibril baru saja datang memperlihatkan kepadaku tanah di mana Husein terbunuh. Allah murka kepada orang yang membunuhnya.” (Daruqutni, alI’lal, juz 5 hal. 83; asSyafi’i, “al’Alam an&Nubuwwah, bab 12, hal. 23; Musnad Ahmad bin Hambal, jil.I hal.85).
Dari Fatimah, Rasul memiliki dua cucu, Hasan dan Husein, yang be liau sebut sebagai pemimpin pemu da di syurga.
Hasan syahid diracun, sementara Husein syahid di perang Karbala.
Untuk mereka Rasul bersabda, “Ya Allah aku mencintai mereka. Kare na itu cintailah mereka dan cintai lah orang-orang yang mencintai me reka.” (Sunan Tirmidzi, jil.5, hal.46; Mustadrak alHakim, jil.3, hal.666).
Banyak sekali hadist meriwayatkan Rasulullah SAW berkali-kali mena ngis untuk Husein.
Mengapa Rasul menangis?
Apakah karena Husein itu cucu nya?
Tentu tidak ...
Ada makna tertinggi dari sebuah perilaku Nabi, apalagi beliau mena ngis berulang kali ..
Tangisan Nabi ini adalah suri tau ladan (Ahzab: 21), bukan atas da sar hawa nafsu (an-Najm: 3).
Semua prilakunya adalah perwuju dan akhlak yang agung (al-Qalam: 4), serta sunnah yang bersumber dari wahyu (an-Najm:4).
Ada nilai risalah dari tangisan Nabi tersebut ...
____
- Tulisan ini pernah terbit di buletin “Gema Baiturrahman”, Jumat 24 Desember 2010.
- **Ditulis Said Muniruddin
- https://Islamindonesia.id>berita>kolom ...
Oleh aminuddin
Untuk Husein Rasul Menangis**
MUHARRAM adalah bulan aneka kejadian. Dari beragam peristiwa, kesyahidan Husein lah yang mem buat Rasulullah SAW menangis.
Tangisan Rasul bahkan dimulai ketika Husein lahir, 58 tahun sebelum ia syahid ...
Ketika Fatimah baru melahirkan, Rasul datang dan berkata kepada Asma, “Berikan kepadaku putraku”.
Kemudian Asma menyerahkan Husein yang diselimuti kain putih. Setelah mengadzani pada telinga kanan dan mengiqomatinya pada telinga kiri, Rasul meletakkan Husein di pangkuannya.
Wajah Rasul yang sebelumnya gembira tiba-tiba berubah sedih.
Rasul menangis ..
Jenggotnya basah oleh cucuran air mata ...
Asma keheranan, “Ya Rasul, mengapa engkau menangis? Bukankah ini hari kelahiran, hari semua orang bergembira?”
Dalam isak tangisnya Rasul menja wab, “Jibril baru saja memberita huku bahwa putraku ini akan dibu nuh oleh kelompok zalim. Wahai Asma, jangan beritahu Fatimah tentang ini karena ia baru saja me lahirkan”. (Ibnu Asakir, Tarikh Dimasyq, Hadis ke 13 dan 14 tentang biografi Husein).
Tentang Rasul menangis untuk Hu sein, Aisyah juga meriwayatkan ..
”Suatu ketika Husein kecil datang merangkak menuju Rasul yang sedang berbaring, tapi aku menghalanginya. Tidak berapa lama kemudian aku melihat Rasul bangun dan terisak-isak. Aku bertanya, “mengapa engkau menangis?”.
Rasul menjawab, “Jibril baru saja datang memperlihatkan kepadaku tanah di mana Husein terbunuh. Allah murka kepada orang yang membunuhnya.” (Daruqutni, alI’lal, juz 5 hal. 83; asSyafi’i, “al’Alam an&Nubuwwah, bab 12, hal. 23; Musnad Ahmad bin Hambal, jil.I hal.85).
Dari Fatimah, Rasul memiliki dua cucu, Hasan dan Husein, yang be liau sebut sebagai pemimpin pemu da di syurga.
Hasan syahid diracun, sementara Husein syahid di perang Karbala.
Untuk mereka Rasul bersabda, “Ya Allah aku mencintai mereka. Kare na itu cintailah mereka dan cintai lah orang-orang yang mencintai me reka.” (Sunan Tirmidzi, jil.5, hal.46; Mustadrak alHakim, jil.3, hal.666).
Banyak sekali hadist meriwayatkan Rasulullah SAW berkali-kali mena ngis untuk Husein.
Mengapa Rasul menangis?
Apakah karena Husein itu cucu nya?
Tentu tidak ...
Ada makna tertinggi dari sebuah perilaku Nabi, apalagi beliau mena ngis berulang kali ..
Tangisan Nabi ini adalah suri tau ladan (Ahzab: 21), bukan atas da sar hawa nafsu (an-Najm: 3).
Semua prilakunya adalah perwuju dan akhlak yang agung (al-Qalam: 4), serta sunnah yang bersumber dari wahyu (an-Najm:4).
Ada nilai risalah dari tangisan Nabi tersebut ...
____
- Tulisan ini pernah terbit di buletin “Gema Baiturrahman”, Jumat 24 Desember 2010.
- **Ditulis Said Muniruddin
- https://Islamindonesia.id>berita>kolom ...
Kamis, 20 Desember 2018
Mangkuk (26)
Mangkuk (26)
Oleh Wak amin
SSSTT ..
"Mereka lagi, Clean."
Letnan Ratna mengarahkan pan dangannya ke depan. Bu Anisah, Lisa dan Sufyan baru saja menem pati tempat duduk yang disedia kan.
"Pasti ada yang lain lagi nich, Clean."
"Ya. Bisa jadi ..."
"Kita ..." Letnan Ratna menyarankan agak menjauh dari posisi sempat duduk keluarga Mr James.
Baru setelah Mr Jango dan William masuk kedai, Letnan Ratna dan Mr Clean pergi ke belakang, sebelum ke luar dari kedai.
"Biar aku saja yang mendekati me reka Let. Kamu tunggu di sini."
Ketika sudah berada di pintu masuk kedai, Mr Clean tak menemukan Mr Jango dan William.
"Entah kemana mereka pergi. Saya akan cari tahu Let ..."
"Hati-hati Clean."
Bergerak ke kanan, ada sebuah lo rong kecil. Dari lorong menuju gu dang dan kamar ini, Mr Clean me nemukan jejak sepatu.
Mr Clean menghentikan langkah nya. Dia berjongkok, memeriksa jejak sepatu menuju pintu keluar samping kedai.
"Pasti mereka merencanakan se suatu. Aku harus secepatnya mene mukan mereka," kata Mr Clean da lam hati.
Dia berdiri. Mengendap-ngendap melangkah ke kanan, mendekat ke pintu keluar.
Baru beberapa langkah, sebuah pu kulan keras menghantam kepala Mr Clean.
Jatuh pingsan ...
Saat bersamaan, di ruang utama pe ngunjung kedai, tiga pelor dari mun cung senjata William menewaskan Bu Anisah, Sufyan dan Lisa.
Ketiganya tewas seketika. Meski tak terdengar suara tembakan, se pasang lansia yang menempati kur si tak jauh dari Bu Sufyan, berteriak ketakutan.
Pria berambut putih itu kaget bukan kepalang melihat Bu Anisah dan dua anaknya jatuh dari kursi, terge letak di lantai ...
Pengunjung panik ..
Sebagian bersembunyi di balik kur si, sebagian lagi berlari ketakutan ke luar kedai ...
Saat bersamaan, Letnan Ratna ber gegas masuk. Dia mengontak ma bes dan meminta petugas segera datang ke lokasi untuk mengidenti fikasi tiga jenazah korban penem bakan.
Oleh Wak amin
SSSTT ..
"Mereka lagi, Clean."
Letnan Ratna mengarahkan pan dangannya ke depan. Bu Anisah, Lisa dan Sufyan baru saja menem pati tempat duduk yang disedia kan.
"Pasti ada yang lain lagi nich, Clean."
"Ya. Bisa jadi ..."
"Kita ..." Letnan Ratna menyarankan agak menjauh dari posisi sempat duduk keluarga Mr James.
Baru setelah Mr Jango dan William masuk kedai, Letnan Ratna dan Mr Clean pergi ke belakang, sebelum ke luar dari kedai.
"Biar aku saja yang mendekati me reka Let. Kamu tunggu di sini."
Ketika sudah berada di pintu masuk kedai, Mr Clean tak menemukan Mr Jango dan William.
"Entah kemana mereka pergi. Saya akan cari tahu Let ..."
"Hati-hati Clean."
Bergerak ke kanan, ada sebuah lo rong kecil. Dari lorong menuju gu dang dan kamar ini, Mr Clean me nemukan jejak sepatu.
Mr Clean menghentikan langkah nya. Dia berjongkok, memeriksa jejak sepatu menuju pintu keluar samping kedai.
"Pasti mereka merencanakan se suatu. Aku harus secepatnya mene mukan mereka," kata Mr Clean da lam hati.
Dia berdiri. Mengendap-ngendap melangkah ke kanan, mendekat ke pintu keluar.
Baru beberapa langkah, sebuah pu kulan keras menghantam kepala Mr Clean.
Jatuh pingsan ...
Saat bersamaan, di ruang utama pe ngunjung kedai, tiga pelor dari mun cung senjata William menewaskan Bu Anisah, Sufyan dan Lisa.
Ketiganya tewas seketika. Meski tak terdengar suara tembakan, se pasang lansia yang menempati kur si tak jauh dari Bu Sufyan, berteriak ketakutan.
Pria berambut putih itu kaget bukan kepalang melihat Bu Anisah dan dua anaknya jatuh dari kursi, terge letak di lantai ...
Pengunjung panik ..
Sebagian bersembunyi di balik kur si, sebagian lagi berlari ketakutan ke luar kedai ...
Saat bersamaan, Letnan Ratna ber gegas masuk. Dia mengontak ma bes dan meminta petugas segera datang ke lokasi untuk mengidenti fikasi tiga jenazah korban penem bakan.