Minggu, 31 Mei 2020
Rahmat (6-TAMAT)
Rahmat (6-TAMAT)
"SEKIRANYA bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah se golongan dari mereka telah bermaksud untuk menyesatkan mu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya se ndiri, dan mereka tidak dapat memberi mudharat sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu." (19)
"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menen tukan antara mereka penghidupan mere ka dslam kehidupan dunia, dan kami telah meninggalkan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat agar sebagian mereka dapat memper gunakan sebagian yang lain. Dan Rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang kamu kumpulkan." (20)
4. DEKAT DENGAN ORANG YANG BERBUAT IHSAN
"Dan janganlah kamu membuat kerusa kan di muka bumi sesudah (Allah) mem perbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesung guhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (21)
"Katakanlah : "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tu hanmu." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguh nya hanya orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (22)
"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menja tuhkan dirimu sendiri ke dalam kebina saan, dan berbuat baiklah, karena sesu ngguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (23)
" .... Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh (a6), te man sejawat, ibnu sabil (a7) dan hamba sahaya mu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." (24)
"Dan carilah pada apa yang telah dianu gerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akherat, dan janganlah kamu melu pakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia wi dan berbiat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Se sungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (25)
"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menja tuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguh nya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (26)
"(Yaitu) orang-orang
yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."
"Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia (a8) dan pahala yang baik di akherat. Dan Allah menyu kai orang-orang yang berbuat kebaikan." (27)
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420
___________
(19). QS 4 (113)
(20). QS 43 (32)
(21). QS 7 (56)
(22). QS 39 (10)
(23). QS 2 (195)
(24). QS 4 (16)
- (a6). Dekat dan jauh disini ada yang mengartikannya dengan tempat tinggal, hubungan kekeluargaan dan ada pula yang muslim dengan yang bukan muslim.
- (a7). Ibnu sabil adalah orang yang da lam perjalanan yang bukan maksiat yang kehabisan bekal. Termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu-bapanya.
(25). QS 28 (17)
(26). QS 2 (195)
(27). QS 3 (134 dan 148)
-(a8). Pahala di dunia dapat berupa keme nangan-kemenangan, memperoleh harta rampasan, pujian-pujian dan lain-lain.
Menurut lughah(bahasa), Al-Ihsan berasal dari kata ahsana-yuhsinu-ihsanan yang artinya membaguskan.
Ihsaana artinya berbuat baik kepadanya.
Ihsan adalakebajikan, tetapi bukan sekedar kebajikan biasa. Ia adalah puncak kebajikan. Kata ini digunakan untuk dua hal, pertama, memberi nikmat kepada pihak lain, dan kedua, perbuatan baik, karena itu ihsan lebih luas dari sekedar memberi nafkah atau nikmat.
Maknanya bahkan lebih tinggi dan dalam daripada kandungan makna adil karena adil adalah memperlakukan orang lain sama de ngan perbuatan mereka kepada anda, sedang ihsan adalah memperlakukannya lebih baik fari perlakuannya terhadap anda.
Adil adalah mengambil semua hak anda atau memberi semua hak orang lain, sedang ihsan adalah memberi lebih banyak daripada yang harus anda beri dan mengambil lebih sedikit dari yang seharusnya anda terima.
Dalam hadits Nabi menjelaskan bahwa Ihsan ialah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan kalau engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau.
Jadi ihsan adalah ajaran tentang penghayatan pekat akan hadirnya Tuhan dalam hidup, mela lui penghayatan diri sebagai sedang mengha dap dan berada di depan hadirat-Nya ketika beribadah.
Ihsan adalah pendidikan atau latihan untuk mencapai dalam arti sesunggunya. Karena itu, seperti dikatakan Ibn Taimiyah,ihsan menjadi puncak tertinggi keagamaan manusia.
Makna ihsan lebih meliputi daripada iman, le bih meliputi daripada Islam, sehingga pelaku iman lebih khusus daripada pelaku Islam. Se bab dalam ihsan sudah terkandung iman dan Islam, sebagaimana iman sudah terkandung Islam.
Seorang yang ber-ihsan disebut muhsin, seba gaimana seorang beriman disebut mukmin dan ber-Islam disebut mus lim. Karena itu, sebagai bentuk jenjang peng hayatan keagamaan, ihsan terkait erat sekali dengan pendidikan berbudi pekerti luhur atau berakhlaq mulia.
Sabtu, 30 Mei 2020
Rahmat (5)
Rahmat (5)
3. BERKAT RAHMAT ALLAH SWT
"KEMUDIAN kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas mu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi. " (16)
"Dan apabila datang kepada mereka sua tu berita tentang keamanan ataupun ke takutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri (a4) diantara mere ka, tentulah orang-orang yang ingin me ngetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri) (a5). Kalau tidaklah karena karunia dan Rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu)." (17)
"Dan andaikata tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andai kata) Allah bukan Penerima Taubat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan)."
"Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di du nia dan akherat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu."
"Dan sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu se mua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar)."
"Hai orang-orang yang beriman, jangan lah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti lang kah-langkah setan, maka sesungguhnya setan-setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (18)
__________
(16). QS 2 (64)
(17). QS 4 (8)
- (a4). Ialah tokoh-tokoh sahabat dan para cendikiawan di antara mereka.
- (a5). Menurut mufassirin, yang lain maksudnya adalah kalau suatu berita tentang keamanan dan ketakutan itu di sampaikan kepada Rasul dan Ulil Amri, tentulah Rasul dan Ulil Amri yang ahli da pat menetapkan kesimpulan (istinbat) dari berita itu.
(18). QS 24 (10, 14, 20-21)
Jumat, 29 Mei 2020
Rahmat (4)
Rahmat (4)
"DAN apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa sesuatu musibah (baha ya) disebabkan kesalahan yang telah di kerjakan oleh tangan mereka sendiri, ti ba-tiba mereka itu berputus asa."
"Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan sauda ranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melain kan kaum yang kafir." (11)
"Ibrahim berkata : "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, ke cuali orang-orang yang sesat." (12)
"Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu akan mendapatkan azab yang pedih." (13)
"Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesung guhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (14)
"Katakanlah : "Siapakah yang dapat me lindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau me nghendaki rahmat untuk dirimu. Dan ora ng-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah." (15)
__________
(10). QS 30 (36)
(11). QS 12 (87)
(12). QS 15 (56)
(13). QS 29 (23)
(14). QS 44 (6)
(15). QS 33 (17)
Kamis, 28 Mei 2020
Rahmat (3)
Rahmat (3)
"MUSA mendoa: "Ya Tuhanku, sesung guhnya aku telah menganiaya diriku sen diri karena itu ampunilah aku." Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (4)
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa : "Ya Tuhan kami, beri ampun lah kami dan saudara-saudara kami yang te lah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedeng kian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, se sungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (5)
"Hai orang-orang yang beriman, bertau batlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah ti dak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; se dang cahaya mereka memancar di ha dapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan : "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguh nya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (6)
"Hai orang-orang yang beriman (kepada) para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlsh kepada Rasul-Nya, nis caya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengam puni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (7)
2. JANGAN BERPUTUS ASA
"Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu Rahmat (nikmat) dari Kami, kemu dian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih." (8)
"Hingga apabila Kami bukakan untuk me reka suatu pintu yang ada azab yang am at sangat (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus asa." (9)
______________
(4). QS 28 (16)
(5). QS 59 (10)
(6). QS 66 (8)
(7). QS 57 (28)
(8). QS 11 (9)
(9). QS 23 (77)
Rabu, 27 Mei 2020
Rahmat (2)
Rahmat (2)
"Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia) : "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi Rahmat Yang Paling Baik."
"Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka."
"Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menang." (a2)
"Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
"Mereka menjawab : "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
"Allah berfirman : "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui." (a3)
"Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?"
"Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Se benarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia."
"Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung."
"Dan katakanlah : "Ya Tuhanku, berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik." (3)
_________________
(3). QS 23 (109-118)
- (a2). Maksud ayat 108, 110 dan 111 bahwa orang-orang kafir itu diperintah kan tetap tinggal di neraka dan tidak boleh berbicara dengan Allah, karena mereka selalu mengejek-ejek orang-orang yang beriman, berdoa kepada Allah supaya diberi ampun dan rahmat.
- (a3). Mereka hendaknya harus mengetahui bahwa hidup di dunia ini hanyalah sebentar saja, sebab itu mereka seharusnya janganlah hanya mencurahkan perhatian kepada urusan duniawi saja.
Selasa, 26 Mei 2020
Rahmat (1)
Rahmat (1)*
By aminuddin
ID Pub : 8800179315466420
1. Doa Memohon Rahmat
"RASUL telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan :"Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." (1)
"(Mereka berdoa) : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."
"(Yaitu) orang-orang yang berdoa :"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan pelihara lah kami dari siksa neraka."
"Tidak ada doa mereka selain ucapan : "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami (a1) dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu) :"Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlsh dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat bakti."
"Ya Tuhan kami, berikanlah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."(2)
___________________
* Rahmat terdiri dari tiga huruf.
Menurut Ibnu Faris dalam Maqâyîs al-Lughah, setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf memiliki arti dasar ‘kelembutan, kehalusan dan kasih sayang’.
Sedangkan menurut al-Ashfihani dalam Mufradât Alfâdzh al-Qur’an, kata rahmat berarti ‘kelembutan yang menuntut berbuat baik kepada yang disayangi’. Terkadang rahmat hanya khusus berate ‘kelembutan’. Kadang juga hanya berarti ‘berbuat baik’.
Pada dasarnya rahmat (kasih sayang) itu berasal dari Tuhan Maha Pengasih Penyayang (al-Rahmân al-Rahim). Allah SWT adalah sumber rahmat (kasih saya ng) yang tersebar di alam semesta ini. Allah SWT mewajibkan bagi diri-Nya sendiri sifat rahmat (kasih sayang).
"Katakanlah : "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan bumi?" Katakan lah: "Kepunyaan Allah." Dia telah mene tapkan atas diri-Nya kasih sayang. (+) Dia sungguh-sungguh akan menghim pun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-ora ng yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman." (++) (QS 6:12)
(+). Maksudnya Allah SWT telah berjanji sebagai kemurahan daripada-Nya akan melimpahkan rahmat kepada makhluknya.
(++). Yakni orang-orang yang tidak mau menggunakan akal pikirannya, tidak mau beriman.
Dalam Shahîh al-Bukhârî melalui jalur Abu Hurairah ra, Nabi Besar Muham mad SAW pernah menyatakan, pada hari penciptaannya, Allah SWT mencip takan 100 (seratus) rahmat (kasih sayang). 99 rahmat (kasih sayang) masih dipegang oleh-Nya untuk disimpan. Hanya satu rahmat saja yang disebar kan oleh Allah SWT bagi seluruh makhluknya.
Sementara menurut Shahîh Muslim dari Salman al-Farisi, satu rahmat itu disebar di muka bumi sehingga cukup bagi seorang ibu menyayangi anaknya dan semua makhluk baik manusia, burung, semua jenis hewan dan jin dapat mengasihi satu sama lain.
Lalu 99 rahmat sengaja ditahan oleh Allah SWT untuk memberi rahmat bagi seluruh hamba-Nya pada hari kiamat. (penasantri.id)
(1). QS 2 (285)
(2). QS 3 (8, 16, 147, 193 dan 194)
(a1). Yaitu melampaui batas-batas hukum yang telah ditetapkan Allah SWT.
Minggu, 24 Mei 2020
Ekonomi (29-tamat)
Ekonomi (29-tamat)
"KATAKANLAH : "Serulah Allah atau se rulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai al-asmaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeras kan suaramu dalam shalatmu dan ja ng an pula merendahkannya (a78) dan cari lah jalan tengah di antara kedua itu." (106)
"Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang mulia." (107)
"Apakah kamu masih mengharapkan me reka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar fir man Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui." (79) (108)
"Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidah nya membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", pada hal ia bukan dari sisi Allah. Mereka ber kata dusta terhadap Allah, sedang mere ka mengetahui." (109)
" Yaitu orang-orang Yahudi, mereka meru bah perkataan dari tempat-tempatnya (a80). Mereka berkata :"Kami mendeng ar," tetapi kami tidak mau menurutinya (a81). Dan (mereka mengatakan pula) : "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa (a82). Dan (mereka mengatakan) : "Raa'ina" (a83) dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka me ngatakan : "Kami mendengar dan menu rut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengu tuk mereka, karena kekafiran mereka. Me reka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis." (110)
"Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhati kanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (a84) (111)
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420
__________________
(106). QS 17 (110)
(a78). Maksudnya jangan membaca Al-Quran dalam shalat terlalu keras atau terlalu perlahan. Tetapi cukuplah sekedar didengar oleh makmum.
(107). QS 56 (77)
(a79). Yang dimaksud ialah nenek mo yang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu diubah-ubah mereka; di antaranya sifat-sifat Nabi Muhammad SAW yanh tersebut di dalam Taurat itu.
(110). QS 4 (46)
(a80). Merubah arti kata-kata, tempat atau menambah dan mengurangi.
(a81). Maksudnya mereka mengatakan : "Kami mendengar" sedang hati mereka mengatakan : "Kami tidak mau menuruti."
(a82). Maksudnya mereka mengatakan : "Dengarlah", tetapi hati mereka menga takan : "Mudah-mudahan kamu tidak dapat mendengarkan (tuli)"
(a83)."Raa'ina" berarti sudilah kiranya kamu memperhatikan kami. Di kala sahabat menghadapkan kata ini kepada Rasulullah SAW, orang Yahudi pun me makai pula kata ini dengan digunakan seakan-akan menyebut "Raa'ina", pada hal yang mereka katakan ialah "Ru'un nah" yang berarti kebodohan yang sa ngat, sebagai ejekan kepada Rasulullah SAW. Itulah sebabnya Tuhan menyuruh supaya sahabat-sahabat menukar per kataan "Ra'inna" dengan "Unzhurna" yang juga sama artinya dengan "Raa'ina".
(111). QS 7 (204)
(a84). Maksudnya, jika dibacakan Al-Quran kita diwajibkan mendengar dan memperhatikan sambil berdiam diri, baik di dalam maupun di luar sembahyang, terkecuali dalam shalat berjamaah. Mak mum boleh membaca Al-Fatihah sendiri waktu imam membaca ayat-ayat suci Al-Quran.
Sabtu, 23 Mei 2020
Ekonomi (28)
Ekonomi (28)
"KATAKANLAH : "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi."
"Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk." (101)
"Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah SWT, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis." (102)
"Dan apabila dibacakan kepadanya (a76) ayat-ayat Kami dia berpaling dengan me nyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya ; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih." (103)
"Dia mendengar ayat-ayat Allah dibaca kan kepadanya kemudian dia tetap me nyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih." (104)
"Hai orang-orang yang beriman, jangan lah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu me ngerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub (a77), terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak men dapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci): sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (105)
________________
(101). QS 17 (107-109)
(102). QS 19 (58)
(103). QS 31 (7)
(a76). Yang dimaksud dengan "kepada nya" ialah kepada orang memperguna kan perkataan-perkataan yang tidak ber faedah untuk menyesatkan manusia.
(105). QS 4 (43)
Menurut sebagian ahli tafsir dalam ayat ini termuat juga larangan untuk bersembahyang bagi orang junub yang belum mandi.
Ekonomi (27)
Ekonomi (27)
9. IQRA'
"BACALAH dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."
"Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam." (a73) (96)
"Apabila kamu membaca Al-Quran hen daklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk." (97)
"Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang se benar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Quran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu (a74), dan katakanlah : " Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (98)
"Demi (rombongan) yang bershaf-shaf dengan sebenar-benarnya, (a75) dan de mi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-per buatan maksiat), dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran, sesung guhnya Tuhanmu benar-benar Esa."(99)
"Itulah ayat-ayat Allah yang Kami mem bacakannya kepadamu dengan sebenar-benarnya; maka dengan perkataan mana kah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-ketera ngan-Nya." (100)
_________________
(96). QS 96 (1-4)
(a73). Maksudnya Allah SWT mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.
(97). QS 16 (98)
(98). QS 20 (114)
(a74). Nabi Muhammad SAW dilarang oleh Allah SWT menirukan bacaan Jibril as kalimat demi kalimat, sebelum Jibril as selesai membacakannya, agar dapat Nabi Muhammad menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.
(99). QS 37 (1-4)
(a75). Yang dimaksud dengan 'rombo ngan yang bershaf-shaf' adalah para malaikat atau makhluk lain seperti burung-burung.
(100). QS 45 (6)
Kamis, 21 Mei 2020
Ekonomi (26)
Ekonomi (26)
"TIADAKAH kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepu nyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong." (87)
"Tetapi takutilah Allah, Allah lah Pelin dungmu, dan Dia lah sebaik-baik Penolong." (88)
"Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhku. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu)."
"Dan mereka (orang-orang munafik) me ngatakan : "(Kewajiban kami hanyalah) taat." Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebagian dari mereka me ngatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawak kallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung." (89)
"Sesungguhnya pelindungku ialah Allah Yang telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qu ran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh." (90)
"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim (a71) yang me nyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (91)
"Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhan-mu (Al-Qu ran). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimat -Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya."
"Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pembe ri pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan." (92)
"Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan ga ngguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung." (93)
"Atau patutlah mereka mengambil pelin dung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dia lah Pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (94)
"Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu (a72), dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (95)
________________
(87). QS 2 (107)
(88). QS 3 (150)
(89). QS 4 (45, 81)
(90). QS 7 (196)
(91). QS 11 (113)
(a71). Cenderung kepada orang yang zalim maksudnya menggauli mereka serta meridhai perbuatannya. Akan te tapi jika bergaul dengan mereka tanpa meridhai perbuatannya dengan maksud agar mereka kembali kepada kebenaran atau memelihara diri, maka diperbolehkan.
(92). QS 18 (27, 44)
(93). QS 33 (48)
(94). QS 42 (9)
(95). QS 66 (2)
(a72). Apabila seseorang bersumpah mengharamkan yang halal maka wajib lah atasnya membebaskan diri dari su mpahnya itu dengan membayar kaffarat seperti tersebut dalam surah Al-Maai dah ayat 89.
Rabu, 20 Mei 2020
Ekonomi (25)
Ekonomi (25)
"HANYA Engkau lah yang kami sembah (a66) dan hanya kepada Engkau lah kami memohon pertolongan." (a67) (79)
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'."
" Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu (a68), sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (80)
"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manu sia masuk agama Allah dengan berbon dong-bondong, maka bertasbihlah deng an memuji Tuhanmu dan mohonlah am pun kepadanya. Sesungguhnya Dia ada lah Maha Penerima taubat." (81)
"Dan apa saja nikmat yang ada pada ka mu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan." (82)
"(Muhammad) berkata : "Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil (a69). Dan Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha Pe murah lagi Yang dimohonkan pertolo ngan-Nya terhadap apa yang kamu katakan." (83)
"Hai Nabi, cukuplah Allah dan orang-orang mukmin yang mengikutimu (menjadi penolongmu)." (84)
"(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan : "Sesung guhnya manusia (a70) telah mengumpul kan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab : "Cukup lah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik penolong." (85)
"Dan jika mereka berpaling, maka ketahui lah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dua adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (86)
_______________
(79). QS 1 (5)
- (a66). Na'budu diambil dari kata 'Ibaa dat : kepatuhan dan ketundukan yang ditimbulkan oleh perasaan tentang kebe saran Allah SWT sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Dia mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
- (67). Nasta'iin (minta pertolongan). Ter ambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup diselesaikan dengan tenaga sendiri.
(80). QS 2 (45 dan 153)
(a68). Ada pula yang mengartikan "Minta lah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan saleh."
(81). QS 100 (1-3)
(82). QS 16 (53)
(83). QS 21 (112)
(a69). Yaitu antara kami dengan ahli Mekah.
(84). QS 8 (64)
(85). QS 3 (173)
(a70). Maksudnya orang Quraisy.
(86). QS 8 (40)
Ekonomi (24)
Ekonomi (24)
"BARANGSIAPA yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Mu hammad) di dunia dan akherat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemu dian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya." (a58) (76)
"Bukankah Kami telah melapangkan un tukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu?" (a59)
"Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu."(a60)
"Karena sesungguhnya sesudah kesuli tan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (77)
"Sesungguhnya telah ada tanda bagi ka mu pada dua golongan yang telah berte mu (bertempur) (a61). Segolongan ber perang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang mus limin dua kali jumlah mereka. Allah me nguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati."
"Ketika dua golongan dari padamu (a62) ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golo ngan itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal."
"Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar , padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah (a63). Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya."
"(Ingatlah), ketika kami mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"
"Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang me nyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. "
"Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenangan mu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
"(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu) untuk membinasakan golongan orrang-orang yang kafir (a64), atau untuk men jadikan mereka hina, lalu mereka kem bali dengan tiada memperoleh apa-apa."
"Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu (a65) atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguh nya mereka itu orang-orang yang zalim." (78)
_____________
(76). QS 22 (15)
(a58). Maksud dari ayat ini adalah sean dainya orang yang memusuhi Nabi Muhammad SAW tidak senang atas kemajuan Islam bisa naik ke langit dan dapat melihat keadaan disana, tentu ia akan mengetahui bahwa kemajuan Islam yang tidak ia senangi itu tidak dapat dihalang-halangi. Sebagian ahli tafsir mengartikan maka hendaklah ia meren tangkan tali ke loteng rumahnya kemudian ia mencekik lehernya dengan tali tersebut.
(77). QS 94 (1-6)
- (a59). Yang dimaksud dengan "beban" disini ialah kesusahan-kesusahan yang diderita Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan risalah.
- (a60). Meninggikan nama Nabi Mu ham mad SAW di sini maksudnya adalah me ninggikan derajat dan mengikutkan na manya dengan nama Allah dalam kalim at syahadat, menjadikan taat kepada Na bi termasuk taat kepada Allah dan lain-lain.
(78). QS 3 (13, 122-128)
- (a61). Pertemuan dua golongan itu - anta ra kaum muslimin dengan kaum musyri kin, terjadi dalam perang Badar. Badar nama suatu tempat yang te
rletak antara Mekah dengan Madinah di mana terdapat mata air.
- (a62). Yakni Banu Salamah dan suku Khazraj dan Banu Haritsah dari suku Aus, keduanya dari barisan kaum muslimin.
- (a63). Keadaan kaum muslimin lemah karena jumlah mereka sedikit dan perlengkapan mereka kurang mencukupi.
- (a64). Yakni dengan terbunuhnya tujuh puluh pemimpin mereka dan tertawa nnya tujuh puluh orang lainnya.
- (65). Menurut riwayat Bukhari mengenai turunnya ayat ini, karena Nabi Muhammad SAW berdoa kepada Allah agar menyelamatkan sebagian pemuka-pemuka musyrikin dan membinasakan sebagian lainnya.
Senin, 18 Mei 2020
Ekonomi (23)
Ekonomi (23)
"HAI orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikarunia kan) kepadamu ketika datang kepada mu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya (a54). Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan."
"Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh ke jengkelan, (lagi) mereka tidak mempe roleh keuntungan apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan (a55). Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (74)
" Dan sesungguhnya mereka hampir me malingkan kamu dari apa yang telah Ka mi wahyukan kepadamu, agar kamu me mbuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia."
"Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir con dong sedikit kepada mereka, kalau terja di demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda setelah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami."
"Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripada nya dan jika terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal melainkan hanya sebentar." (a56)
"(Kami menetapkan yang demikian) seba gai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami yang Kami utus sebelum kamu (a57) dan tidak akan kamu dapati peru bahan bagi ketetapan Kami itu." (75)
___________
(74). QS 33 (9 dan 25)
- (a54). Ayat ini menerangkan kisah AH ZAB yaitu golongan-golongan yang di hancurkan pada peperangan Khandaq karena menentang Allah dan Rasul-Nya. Yang dimaksud dengan tentara yang tak dapat kamu lihat adalah para malaikat yang sengaja didatangkan Tuhan untuk menghancurkan musuh-musuh Allah SWT itu.
- (a55). Orang mukmin tidak perlu berpe rang karena Allah telah menghalau mere ka dengan mengirimkan angin dan malaikat.
(75). QS 17 (73-77)
- (a56). Jika sampai terjadi Nabi Muham mad as diusir oleh pendu duk Mekah, nis caya mereka tidak akan lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membina sakan mereka. Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah bukan karena pengusi ran kaum Quraisy, melainkan semata-mata karena perintah Allah SWT.
- (57). Tiap-tiap umat yang mengusir ra sul pasti akan dibinasakan Allah SWT. De mikian itulah sunnah (ketetapan) Allah SWT.
Minggu, 17 Mei 2020
Ekonomi (22)
Ekonomi (22)
"TAHUKAH kamu (orang) yang mendustakan agama?"
"Itulah orang yang menghardik anak ya tim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin."
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya' (a52), dan enggan (meno long dengan) barang berguna." (a53) (68)
" ... Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Se sungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (69)
"Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepa da orang-orang yang beriman."
"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah ber kata kepada pengikut-pengikutnya yang setia : "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegak kan agama) Allah?". Pengikut-pengikut yang setia itu berkata :" Kami lah penolo ng-penolong agama Allah," lalu segolo ngan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir ; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang." (70
" ....Dan Kami selalu berkewajiban me nolong orang-orang yang beriman." (71)
" .. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (72)
" Dan ingatlah (hai para Muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi ter tindas di muka bumi (Mekah), kamu ta kut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberinya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur." (73)
________________
(68). QS 107 (1-7)
- (a52). Riya' adalah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari ke ridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.
- (a53). Sebagian mufassirin mengarti kan dengan 'enggan membayar zakat.'
(69). QS 22 (40)
(70). QS 61 (13-14)
(71). QS 30 (47)
(72). QS 2 (214)
(73). QS 8 (26)
Sabtu, 16 Mei 2020
Ekonomi (21)
Ekonomi (21)
"BELUMKAH datang waktunya bagi ora ng-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada me reka), dan janganlah mereka seperti ora ng-orang yang sebelumnya telah diturun kan Al-Kitab kepadanya, kemudian ber lalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan ke banyakan di antara mereka adalah ora ng-orang yang fasik." (62)
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram." (63)
"Sesungguhnya setan itu bermaksud he ndak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (me minum) khamar dan berjudi itu, dan me nghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang ; maka berhentilah ka mu (dari mengerjakan pekerjaan itu)." (64)
9. TOLONG-MENOLONG
" .... DAN tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (65)
"Hai orang-orang yang beriman, jika ka mu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (66)
"Juga bagi orang fakir yang berhijrah (a51) yang diusir dari kampung halaman dan harta benda mereka (karena) men cari karunia dari Allah dan keridha an (Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar." (67)
________________
(62). QS 57 (16)
(63). QS 13 (28)
(64). QS 5 (91)
(65). QS 5 (2)
(66). QS 47 (7)
(67). QS 59 (8)
(a51). Maksudnya: kerabat nabi, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ora ng yang dalam perjalanan yang kesemu anya orang fakir dan berhijrah.
Jumat, 15 Mei 2020
Ekonomi (20)
Ekonomi (20)
"KECUALI (dengan menyebut) : "Insya Allah" (a48). Dan ingatlah kepada Tu hanmu jika kamu lupa dan katakanlah "Mudah-mudahan Tuhanku akan mem beriku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini." (59)
"Bertasbihlah (a49) kepada Allah di mas jid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di da lamnya, pada waktu pagi dan waktu petang."
"Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perni agaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang." (60)
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Ra sulullah itu suri teladan yang baik bagi mu (yaitu) bagi orang yang meng harap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki perempuan yang mukmin (A50), laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan pe rempuan yang khusyu', laki-laki dan pe rempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehorma tannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka am punan dan pahala yang besar." (61)
___________
(59). QS 18 (24)
(a48). Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang roh, kisah ashabul Kahfi (penghuni gua) dan kisah Dzulqarnain lalu beliau menjawab, data nglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan. Dan beliau tidak mengucap kan "Insya Allah" (artinya jika Allah menghendaki). Tapi kiranya sampai esok harinya wahyu terhambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turun lah ayat 23-24 surah Al-Kahfi (18) seba gai pelajaran kepada Nabi. Allah SWT mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut "Insya Allah" haruslah segera menyebutkannya kemudian.
(60). QS 24 (36-37)
(a49). Yang bertasbih adalah laki-laki yang tersebut pada ayat 37.
(61). QS 33 (21 dan 35)
(A50). Yang dimaksud dengan orang muslim adalah orang-orang yang mengi kuti perintah dan larangan pada lahirnya, sedangkan yang dimaksud dengan yang mukmin adalah orang yang membenar kan apa yang harus dibenarkan dengan hatinya."
Kamis, 14 Mei 2020
Ekonomi (19)
Ekonomi (19)
"BERKATA Zakaria : "Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengan dung)." Allah berfirman: "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan syarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari."
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ora ng-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil ber diri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliha ralah kami dari siksa neraka." (54)
"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (55)
"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak menge raskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai."
"Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa eng gan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud." (a46) (56)
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteduh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya (a47) agar kamu beruntung." (57)
" .... Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (58)
______________
(54). QS 3 (41, 190-191)
(55). QS 4 (103)
(56). QS 7 (205-206)
(a46). Ini adalah salah satu ayat saj-dah yang disunatkan kita bersujud setelah pembacaannya atau mrndebgsrkannya, baik di dalam sembahyang maupun di luar sembahyang. Sujud ini dinamakan sujud Tilawah.
(57). QS 8 (45)
(a47). Maksudnya memperbanyak zikir dan doa.
(58). QS 13 (28)
Rabu, 13 Mei 2020
Ekonomi (18)
Ekonomi (18)
8. BERZIKIR
"KARENA itu, ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (a41), dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."
"Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat, berzikirlah kepada Allah di Masy 'arilharam (a42). Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat."
"Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu (a43), atau (bahkan) berzikir lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada yang mendoa : "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia," dan tiadalah baginya bagian (yang menyenangkan) di akherat."
"Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang (a44). Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu ) maka tidak ada dosa pula baginya (a45) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu dikumpulkan kepada-Nya." (5)
_______________
(53). QS 2 (152, 198, 200, 203)
(a41). Maksudnya Aku limpahkan rahmat dan ampunan-Ku kepadamu.
(a42). Bukit Quzah di Muzdalifah.
(a43). Adalah menjadi kebiasaan orang-orang Arab jahiliyah setelah menunaikan ibadah haji lalu bermegah-megahan ten tang kebesaran nenek moyangnya. Sete lah ayat ini diturunkan maka memegah-megshkan nenek moyangnya itu diganti dengan zikir kepada Allah SWT.
(a44). Maksud zikir disini adalah mem baca takbir, tasbih, tahmid, talbiah dan sebagainya. Beberapa hari yang berbilang ialah tiga hari sesudah hari raya haji yaitu tanggal 11,12 dan 13 bulan Dzulhijjah. Hari-hari itu dinamakan hari-hari tasyriq.
(a45). Sebaiknya orang haji meninggal kan Mina pada sore hari terakhir dari hari tasyriq, mereka boleh juga meninggal kan Mina pada sore hari yang kedua.
Ekonomi (17)
Ekonomi (17)
"DAN belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu se belum datang kematian kepada salah seorang di sntara kamu ; lalu ia berkata : "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (49)
"Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut keaanggupanmu dan dengar lah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu (a49). Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." (50)
"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemu dian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicin tainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."
"Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hen daknya diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya."
"(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mere ka orang kaya karena memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal mere ka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara men desak. Dan apa saja harta yang baik ya ng kamu nafkahkan (di jalan Allah), ma ka sesungguhnya Allah Maha Menge tahui." (51)
"Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidup kanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan." (52)
_____________
(49). QS 63 (10)
(50). QS 64 (16)
(a40). Nafkahkanlah nafkah yang bermanfaat bagi dunia dan akherat.
(51). QS 2 (177, 215, 273)
(52). QS 30 (40)
Senin, 11 Mei 2020
Ekonomi (16)
Ekonomi (16)
"DAN (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendi rikan shalat, sedang urusan mereka (di putuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan se bagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (45)
"Adapun orang yang memberikan (harta nya di jalan Allah) dan bertakwa dan me mbenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak menyiapkan baginya jalan yang mudah."
"Sedangkan orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup (a39), serta men dustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar."
"Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa." (46)
"Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menaf kahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) ka rena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan." (47)
"Dan di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan meman dang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkan nya kepada Allah dan sebagai jalan un tuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan me masukkan mereka ke dalam rahmat (sur ga) Nya : sesungguhnya Allah Maha Pe ngampun lagi Maha Penyayang." (48)
_______________
(45). QS 42 (38)
(46). QS 92 (5-11)
(a39). Yang dimaksud dengan 'merasa dirinya cukup' adalah tidak memerlukan lagi pertolongan Allah dan tidak bertak wa kepada-Nya.
(47). QS 92 (18-20)
(48). QS 9 (99)
Ekonomi (15)
Ekonomi (15)
"(YAITU) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkah kan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur." (a37)
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya."
"(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (39)
"(Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (40)
"Dan orang-orang yang sabar karena me ncari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, seca ra sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesusahan (yang baik)." (41)
"Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman : "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagi an rezeki yang Kami berikan kepada me reka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan." (a38) (42)
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sh alat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi." (43)
_______
(39). QS 3 (17, 92 dan 134)
(a37). Sahur adalah waktu sebelum fajar menyingsing mendekati subuh.
(40). QS 8 (3)
(41). QS 13 (22)
(42). QS 14 (31)
(a38). Maksudnya pada hari kiamat itu tidak ada penebusan dosa dan pertolo ngan sahabat.
(43). QS 35 (29)
Minggu, 10 Mei 2020
Ekonomi (14)
Ekonomi (14)
"DAN belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menja tuhkan dirimu sendiri ke dalam kebina saan, dan berbuat baiklah, karena sesu ngguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menaf kahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipat gandakan pem bayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
"Hai orang-orang yang beriman, belanja kanlah (di jalan Allah) sebagian dari reze ki yang telah Kami berikan kepadamu se belum datang hari yang pada hari itu ti dak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat (a32). Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zhalim."
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluar kan oleh) orang-orang yang menafkah kan hartanya di jalan Allah (a33) adalah serupa dengan sebutir benih yang me numbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bu lir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehen da ki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."
"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena men cari keridhaan Allah dan untuk kete gu han jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disi ram oleh hujan lebat, maka kebun itu me nghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hu jan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kami perbuat."
"Hai orang-orang yang beriman, nafkah kanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memi lih yang buruk-buruk lalu kamu nafkah kan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."
"Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan (a34), maka se sungguhnya Allah mengetahuinya. Ora ng-orang yang berbuat zhalim tidak ada seorang penolong pun baginya."
"Jika kamu menampakkan sedekah (mu) (a35), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya (a36) dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan mengha puskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
" ... Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu mrmbelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sendiri tidak akan dianiaya."
"(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mere ka orang-orang kaya karena memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal me reka dengan melihat sifat-sifatnya, me reka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui."
"Orang-orang yang menafkahkan harta nya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhan nya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (38)
____________
(a32). Syafaat ialah perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi ora ng lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain.
(a33). Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepen tingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.
(a34). Nazar adalah janji untuk melaku kan sesuatu kebaktian terhadap Allah SWT untuk mendekatkan diri kepada-Nya, baik dengan syarat maupun tidak.
(a35). Menampakkan sedekah dengan tujuan supaya dicontoh orang lain.
(a36). Menyembunyikan sedekah itu le bih baik dari menampakkannya, karena menampakkan itu dapat menimbulkan riya' pada diri si pemberi dan dapat pula menyakitkan hati orang yang diberi.
(38). QS 2 (1-3, 195, 245, 254, 261, 265, 267, 270, 271-274).
Sabtu, 09 Mei 2020
Ekonomi (13)
Ekonomi (13)
"KITAB (a27) (Al-Quran) ini tidak ada kera guan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (a28) (yaitu mereka yang beriman (a29) kepada yang ghaib (a30), yang mendirikan shalat (a31), dan menaf kahkan sebagian rezeki (a32) yang Kami anugerahkan kepada mereka."
____________
(a27). Tuhan menamakan Al-Quran de ngan Al-Kitab yang disini berarti "yang ditulis" sebagai isyarat Al-Quran diperintahkan menuliskannya.
(a28). Takwa adalah memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.
(a29). Iman ialah kepercayaan yang te guh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda ada nya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.
(a30). Yang ghaib ialah yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindra. Percaya ke m
pada yang ghaib yaitu mengi'tikdkan ada nya sesuatu "yang maujud" yang tidak da pat ditangkap oleh pancaindra, karena ada dalil yang menunjukkan kepada ada nya, seperti adanya Allah, malaikat-ma laikat, hari akherat dan sebagainya.
(a31). Shalat menurut bahasa Arab ada lah doa. Menurut istilah Syara' ialah iba dah yang sudah dikenal yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan sa lam, yang dikerjakan untuk membukti kan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melengkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir mau pun yang batin, seperti khusyu', memper hatikan apa yang dibaca dan sebagainya.
(a32). Rezeki adalah segala yang dapat diambil manfaatnya. Menafkahkan seba gian rezeki adalah memberikan sebagi an dari harta yang telah direzekikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang disya riatkan oleh agama memberinya, seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, ka um kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.
Kamis, 07 Mei 2020
Ekonomi (12)
Ekonomi (12)
"DAN berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zhalim yang telah Kami bi nasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya)."
"Maka tatkala mereka memaksakan az ab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya."
"Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanku (yang baik), supaya kamu ditanya." (a26)
"Mereka berkata : "Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim."
"Maka tetaplah demikian keluhan me reka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi." (34)
"Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu."
"Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Sesung guhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah." (35)
7. INFAQ
"KATAKANLAH : "Sesungguhnya Tuhan ku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-ham ba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (36)
"Adapun orang yang memberikan (har tanya di jalan Allah) dan bertakwa."
"Yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalas nya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi." (37)
___________________________
(24). QS 21 (11-15)
(a26). Orang yang zhalim di kala merasakan azab Allah SWT melarikan diri. Lalu orang-orang yang beriman mengatakan kepada mereka dengan cara cemooh, agar mereka tetap di tempat semula dengan menikmati kekezatan-kelezatan hidup, sebagaima na biasa untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan yang akan dihadapkan kepada mereka.
(35). QS 56 (41-45)
(36). QS 34 (39)
(37). QS 92 (5, 18-20)
Ekonomi (11)
Ekonomi (11)
"DAN (dia berkata) : "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui."
"Dan (dia berkata) : "Hai kaumku, siapa kah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran." (a23) (31)
"Dan janganlah kamu mengusir orang-orahg yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun ter hadap perbuatan mereka dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zhalim." (a24) (32)
"Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata : " Sesungguhnya kami menginginkan apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya?"
"Dan mereka berkata : "Kami lebih ba nyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab." (a25)
"Katakanlah : "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dike hendaki-Nya dan menyempitkan (bagi si apa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
"Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga)."
"Dan orang-orang yang berusaha (menen tang) ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat melepaskan diri dari azab Kami, mereka itu dimasukkan ke dalam azab."
"Katakanlah : "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dike hendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya."(33)
_____________________
(31). QS 11 (29-30)
(a23). Kata-kata ini diucapkan oleh Nabi Nuh as sewaktu dia didesak oleh golo ngan kafir yang kaya dari kaumnya untuk mengusir golongan yang beriman, tidak berada, miskin dan papa.
(32). QS 6 (52)
(a24). Ketika Rasulullah SAW sedang duduk-duduk bersama beberapa orang mukmin yang dianggap rendah dan miskin oleh kaum Quraisy, datanglah beberapa pemuka Quraisy hendak berbicara dengan Rasulullah, tetapi mereka enggan duduk bersama dengan orang mukmin itu dan mereka mengu sulkan supaya orang mukmin itu diusir saja, sehingga mereka dapat berbicara dengan Rasulullah, lalu turunlah ayat ini.
(33). QS 34 (34-39)
(a25). Maksudnya, oleh karena orang-orang kafir itu mendapat nikmat yang besar di dunia, maka mereka merasa bahwa mereka dikasihi Tuhan dan tidak akan diazab di akherat.
Selasa, 05 Mei 2020
Ekonomi (10)
Ekonomi (10)
"Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada har ta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui." (25)
"Hai orang-orang yang beriman, jangan lah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu (a20); sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (26)
"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung (a21), dia mengira hartanya itu dapat mengembalikannya, sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-bensr akan dilemparkan ke dalam Huthamah." (27)
"Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya."
"Sekali-kali tidak dapat sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak."
"Yang mengelupaskan kulit kepala."
"Yang memanggil orang yang membela kang dan yang berpaling (dari agama)."
"Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya." (a22) (28)
"Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan." (29)
7. BERMEWAH-MEWAHAN
"Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya : "Kami tidak me lihat kamu melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengi kuti kamu melainkan orang yang hina di antara kamu yang lekas percaya saja dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." (30)
_______________
(25). QS 2 (188)
(26). QS 4 (29)
(a20). Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri karena umat merupakan suatu kesatuan.
(27). QS 104 (1-4)
(a21). Maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang karena nya dia menjadikan kikir dan tak mau menafkahkannya di jalan Allah.
(28). QS 70 (14-18)
(a22). Maksudnya orang yang menyim pan hartanya dan tidak mau mengelu arkan zakat serta tidak pula menaf kahkannya ke jalan yang benar.
(29). QS 89 (20)
(30). QS 11 (27)
(Menurut Prof Dr Mahmud Syaltut dalam bukunya "Islam Aqidah dan Syariah", Is lam menetapkan kemewahan merupa kan sumber kejahatan yang memenuhi kalbu manusia dengan kedengkian dan itu hati, dan mengancam keamanan dan ketentraman hidup. Selain mendorong pelakunya untuk menentang kebenaran dan mengingkari ketentuan-ketentuan syariat.
Kemewahan juga bisa menumbuhkan da lam jiwa rasa kelakuan yang tinggi dan persaingan antarkelas di masyarakat. (hlm 377-378)
Senin, 04 Mei 2020
Ekonomi (9)
Ekonomi (9)
"DAN mereka berkata: " Kami lebih ba nyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan Diazab." (a18)
"Katakanlah : "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
"Dan sekali-kali bukanlah harta dan bu kan (pula) anak-anak kamu yang mende katkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka akan sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga)." (21)
"Maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) karena ingat kepada Tuhanku sampai kuda itu tertutup dari pandangan." (22)
"Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mere ka dikatakan) : "Kamu telah mengha biskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik." (23)
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, ke laparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."
"(Yaitu) orang-orang yang apabila ditim pa musibah, mereka mengucapkan : "In nalillaahi wainna ilaihi raaji'uuu." (a19) (24)
_____________
(21). QS 34 (35-37)
(a18). Maksudnya, oleh karena orang-orang kafir itu mendapati nikmat yang besar di dunia, maka mereka merasa bahwa mereka dikasihi Tuhan dan tidak akan Diazab di akherat.
(22). QS 38 (32)
(23). QS 46 (20)
(24). QS 2 (155-156)
(a19). Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan kalimat "istirjaa" (pernyataan kembali kepada Allah). Disunnatkan menyebut nya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.
Minggu, 03 Mei 2020
Ekonomi (8)
Ekonomi (8)
"HAI orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu (a17) ..." (14)
5. BOROS
"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan ; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros."
"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." (15)
"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, serta adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian itu." (16)
6. HARTA
"Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai co baan dan sesungguhnya di sisi Allah- lah pahala yang besar." (17)
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka sia pakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya." (18)
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anak mu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (19)
"Hai orang-orang yang beriman, jangan lah harta-harta mu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (20)
___________
(14). QS 5 (1)
(a17). Aqad (perjanjian) mencakup janji prasetia hamba kepada Allah SWT dan perjanjian yang dibuat oleh manusia dalam pergaulan sesamanya.
(15). QS 17 (26-27)
(16). QS 25 (67)
(17). QS 8 (28)
(18). QS 18 (7)
(19). QS 64 (15)
(20). QS 63 (9)
Ekonomi (7)
Ekonomi (7)
4. SALAM
"HAI orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya." (13)
________________
(13). QS 2 (282)
(Salam atau disebut juga salaf adalah jual beli barang yang ditunda yang disifati dan masih dalam tanggungan dengan bayaran yang didahulukan. Para fuqaha’ menamainya dengan nama bai’ul mahaawij, karena hal tersebut merupakan jual beli barang yang gha’ib (belum ada) yang perlu dilakukan oleh penjual dan pembeli, di mana pemilik uang butuh membeli barang, sedangkan pemilik barang butuh memiliki uang sebelum barang itu ada padanya untuk dipakai buat dirinya dan untuk dibelanjakan buat tanamannya misalnya agar buahnya dapat matang dengan baik, hal ini termasuk maslahat haajiyah (kebutuhan).
Untuk selanjutnya pembeli disebut musallim atau rabbus salam, penjual disebut musallam ilaih, barang yang dijual disebut musallam fiih, sedangkan bayaran atau uangnya disebut ra’su maalis salam.
Tentang dalil disyariatkannya salam ada dalam Al-Quran, sunah, dan ijma’.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Saya bersaksi bahwa salaf yang ditanggung hingga waktu tertentu, telah dihalalkan Allah dalam kitab-Nya dan diizinkan-Nya,” kemudian ia membaca firman Allah Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. ” (QS. Al Baqarah: 282)
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma ia berkata:
قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَهُمْ يُسْلِفُونَ فِي الثِّمَارِ السَّنَةَ وَالسَّنَتَيْنِ فَقَالَ مَنْ أَسْلَفَ فِي تَمْرٍ فَلْيُسْلِفْ فِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ
“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, penduduk Madinah menjual buah-buahan dengan pembayaran di muka, sedangkan buah-buahan yang dijualnya dijanjikan mereka dalam tempo setahun atau dua tahun kemudian. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menjual kurma dengan pembayaran di muka, hendaklah dengan takaran tertentu, timbangan tertentu dan jangka waktu tertentu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnul Mundzir berkata, “Telah ijma’ orang yang kami hapal dari kalangan ahli ilmu bahwa salam itu boleh.”
Salam sejalan dengan syariat, tidak ada yang menyalahi qiyas. Hal itu, karena sebagaimana boleh ditunda pembayaran dalam jual beli, maka boleh juga ditunda barangnya dalam salam tanpa ada perbedaan di antara keduanya.
Perlu diketahui, syariat salam ini tidaklah masuk ke dalam larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu larangan seseorang menjual barang yang tidak ada padanya sebagaimana dalam hadis Hakim bin Hizaam, “Janganlah kamu menjual barang yang tidak ada padamu.” (HR. Ahmad, para pemilik kitab Sunan, dishahihkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Hibban).
Maksud larangan tersebut adalah seseorang dilarang menjual barang yang tidak sanggup diserahkan kepada pembeli, karena barang yang tidak dapat diserahkan sama saja tidak ada padanya, sehingga tergolong sebagai jual beli gharar dan taruhan.
Adapun menjual barang yang disifati dan ditanggung dengan adanya kemungkinan kuat dapat dipenuhi pada waktu yang ditentukan, maka hal ini tidak termasuk gharar atau taruhan.
Hikmah disyariatkan jual beli salam adalah untuk melapangkan dan memberi kemudahan kepada manusia. Contohnya penanam pohon, ia tidak memiliki uang untuk biaya menggarap tanah dan menanam pohon serta tidak ada orang yang mau meminjamkan, maka dibolehkan baginya melakukan salam agar tidak hilang usaha mengolah tanahnya). (yufidia.com)
Jumat, 01 Mei 2020
Ekonomi (6)
Ekonomi (6)
3. SYIRKAH
"HAI orang-orang yang beriman, jang anlah kamu melanggar syiar-syiar Allah (a12), dan jangan melanggar kehorma tan bulan-bulan haram (a13), jangan (me ngganggu) binatang-binatang had nya (a14), dan binatang-binatang qalaa-id (a15) dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridhaan dari Tuhannya (a16) dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong -menolonglah kamu dalam (mengerja kan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (12).
______________
(12). QS 5 (2)
- (a12). Syiar Allah adalah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadah haji dan tempat-tempat mengerjakannya.
- (a13). Bulan haram (bulan Zulkaedah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah haram (Mekah), dan ihram. Dilarang me lakukan peperangan di bulan-bulan itu.
- (a14). Adalah binatang (unta, lembu, kambing dan biri-biri) yang dibawa ke Ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih di tanah haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadah haji.
- (a15). Adalah binatang had-ya yang di beri kalung supaya diketahui orang bah wa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.
- (a16). Yang dimaksud dengan karunia Allah adalah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam perniagaan. Keridhaan dari Allah adalah pahala amalan haji.
(Kata “syirkah” menurut bahasa berarti ikhthilath atau berbaur. Atau mencampurkan dua bagian atau lebih hingga tidak dapat dibedakan lagi antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya.
Sedangkan syirkah menurut istilah merupakan suatu perserikatan yang terdiri dari dua orang atau lebih yang di dorong oleh kesadaran untuk memperoleh keuntungan.
Arti lain dari syirkah merupakan suatu kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam suatu usaha yang mana keuntungan dan kerugiannya ditanggung bersama.
Adapun dasar hukum syirkah (QS 5:2) juga hadits. Hukum dasar syirkah adalah mubah (boleh). Hal ini berdasarkan dalil hadits Nabi Muhammad SAW yang berupa taqrir atau pengakuan Beliau terhadap syirkah.
Saat beliau diutus menjadi seorang nabi, orang-orang pada saat itu telah melakukan kegiatan bermuamalah dengan cara bersyirkah dan Nabi Muhammad SAW membenarkannya.
Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda:
"Allah SWT berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua pihak yang ber-syirkah selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. Kalau salah satunya berkhianat, Aku keluar dari keduanya." (HR Abu Dawud, al-Baihaqi, dan ad-Daruquthni).
Secara umum jenis syirkah terdiri dari lima, yakni syirkah ‘Inan, abdan, mufawwadah, wujuh, dan syirkah mudharabah. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. Syirkah ‘Inan
Syirkah ‘Inan merupakan syirkah yang dilakukan antara dua pihak atau lebih, dimana masing-masing memberikan kontribusi berupa kerja (amal) dan modal (maal). Adapun hukum dari syirkah ‘Inan sendiri adalah mubah. Hal tersebut berdasarkan dalil sunnah dan ijma’ sahabat.
Contoh SYIRKAH Inan
Bakti dan Azkiya adalah sarjana lulusan bisnis ekonomi. Kemudian mereka berdua sepakat untuk menjalankan bisnis rumah makan, kemudian keduanya masing – masing memberikan kontribusi sebesar 80 juta rupiah. Bakti dan Azkiya sama sama bekerja dalam syirkah tersebut.
Dalam Syirkah ‘Inan modalnya harus berupa uang. Selain itu, barang-barang seperti rumah atau kendaraan yang menjadi fasilitas tidak boleh dijadikan modal, kecuali apabila barang-barang tersebut dihitung nilainya pada saat akad.
Untuk keuntungan didasarkan pada kesepakatan yang telah dilakukan sebelumnya dan kerugian ditanggung oleh masing-masing syarik atau mitra usaha berdasarkan porsi modal. Apabila masing-masing modalnya 50%, maka masing-masing harus menanggung kerugian sebesar 50%.
2. Syirkah ‘Abdan (‘Amal)
Syirkah ‘Abdan merupakan syirkah antara dua belah pihak atau lebih yang masing-masing hanya memberikan kontribusi kerja atau amal, tanpa memberikan kontribusi modal.
Contoh Syirkah ‘Abdan
Riyan dan Lihah sama-sama menjadi seorang nelayan dan bersepakat untuk melaut bersama-sama guna mencari ikan. Lihah dan Riyan juga sepakat jika nanti memperoleh ikan akan dijual dan hasilnya akan dibagi dengan ketentuan sebagai berikut: Riyan mendapatkan sebanyak 70% dan Lihah mendapatkan sebanyak 30%.
Syikah ‘abdan tidak harus dilakukan berdasarkan pekerjaan yang sama. Akan tetapi juga dapat dilakukan oleh pekerjaan yang berbeda, namun perlu diketahui pula pekerjaan yang dilakukan itu merupakan suatu pekerjaan yang halal bukan pekerjaan yang haram.
Untuk keuntungan yang diperoleh dari syirkah ini dibagi sesuai dengan kesepakatan bersama yang telah ditentukan sebelumnya, dan porsinya boleh sama atau tidak sama di antara syarik (mitra usaha).
3. Syirkah Wujuh
Syirkah Wujuh adalah syirkah dua belah pihak yang sama sama memberikan kontribusi kerja atau amal dan pihak ketiga yang memberikan kontribusi modal atau mal. Pada hakikatnya syirkah wujuh merupakan bagian dari syirkah ‘abdan.
Contoh Syirkah Wujuh
Kiya dan Tika merupakan kedua tokoh yang dipercaya oleh para pedagang. Kiya dan Tika bersyirkah wujuh dengan cara membeli barang dari seorang pedagang secara kredit. Kemudian Tika dan Kiya membuat sebuah kesepakatan bahwa masing-masing memiliki 50% dari barang yang dibeli. Kemudian Tika dan Kiya menjual barang tersebut dan hasil atau keuntungannya dibagi menjadi dua. Sementara harga pokoknya dikembalikan kepada pedagang.
4. Syirkah Mufawadhah
Syirkah Mufawadhah merupakan syirkah antara dua pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah yang ada. Syirkah jenis mufawwadhah ini boleh di praktikkan karena pada setiap jenis syirkah diatas sah dan boleh di campur atau gabung menjadi satu.
Keuntungan syirkah jenis muwaffadhah ini tergantung pada kesepakatan yang telah ditentukan, sedangkan untuk kerugiannya ditanggung sesuai dengan jenisnya.
5. Syirkah Mudharabah
Syirkah mudharabah merupakan syirkah antara dua pihak atau lebih dimana satu pihak memberikan konstribusi kerja (‘amal), sedangkan pihak lain memberikan konstribusi modal (mal).
Rukun dan syarat syirkah ada tiga, diantaranya adalah sebagai berikut:
- Dua belah pihak yang berakad (‘aqidani)
Syarat orang yang melakukan akad adalah harus memiliki kecakapan atau ahliyah, melakukan tasharruf (pengelolaan harta).
- Objek akad (ma’qud ‘alaihi) terdiri atas pekerjaan atau modal.
Syarat pekerjaan atau benda yang boleh dikelola dalam syirkah adalah harus halal dan diperbolehkan dalam agama dan pengelolaannya dapat diwakilkan.
- Akad (shigat)
Syarat sah akad harus berupa tasharruf adalah harus adanya aktivitas pengelolaan.(www.pendidik.co.id)