Rabu, 15 Januari 2020

Allah Bersemayam di Arasy (1)

Allah Bersemayam di Arasy (1)
Ditulis Aminuddin 





"Innarabbakumullaahul lazii khalaqasssmaawaati Wak ardha fii sittati ayyaami tsummas tawas 'alal arsy. Yughsyil lailan nahaara yathlubuhuu hatsiitsaa. Wasysyamsa wal qamara wan nujuuma musakhkharaatin biamrih. Alaa lahul khalqu wal amr. Tabaarakal laahu rabbul 'aalamiin."

(Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dua bersema yam di atas Arasy (a1). Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perin tah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan me merintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam). 


"Ud'uu rabbakum tadharru'aw wakhuf yah. Innahuu laa yuhibbul mu'tadiin."


(Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas). (a2)


"Walaa tufsiduu fil ardhi ba'da ishlaahi haa wad'uuhu khaufaw wathama'aa. Inna rahmatallaahi qariibum minal muhsinin."


(Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya Rahmat Allah sama dekat kepada orang-orang yang berbuat baik). (1)












________

1. QS Al-A'raaf (7) Ayat 54-56. 

(a1). Bersemayam di atas Arasy adalah salah satu sifat Allah yang wajib kita imani sesuai dengan kebesaran Allah dan kesucian-Nya.

(A2). Maksudnya ialah melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta. 

Catatan : Ikhwal penciptaan langit dan bumi ini juga terdapat pada :

- QS Al-Baqarah (2) Ayat 164.

- QS Ali Imran (3) Ayat 190-191.

- QS 41 (Fushshilat) Ayat 9-12.

- QS 40 (Al-Mu'min) Ayat 57.

- QS 79 (An-Naazi'aat) Ayat 27-33) :

"Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membinanya."

"Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya."

"Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang."

"Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya."

"Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya."

"Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh."

"(Semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar