Sabtu, 30 November 2019

Af'al Allah (8)

Af'al Allah (8)





23. QS 27 (An-Naml) Ayat 63 :

"Atau siapakah yang memimpin ka mu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan siapa (pula) kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedata ngan) rahmat-Nya (a6). Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya)."

(Ammay yahdiikum fii dzhulumaatil barri  wal bahri wamayyursilur riyaaha busyran baina yadai warahmatih. Ailaahum ma'allaahi ta'aalal laahu 'ammay yusyrikuun).

24. QS 20 (Thaahaa) Ayat 53 :

" Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuh kan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam."

(Allazii ja'ala lakumul ardha mahdaw wasalaka lakum fiihaa subulaw wa anzala minas samaa-i maa-a. Fa akhrajnaa bihi azwaajam min nabaatin syattaa).


25. QS 22 (Al-Hajj) Ayat 65 :

"Apakah kamu tiada melihat bah wasanya Allah menundukkan bagi mu apa yang ada di bumi dan bah tera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesu ngguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia."

(Alam tara annallaaha sakhkhara lakum maafil ardhi wal fulka tajrii fil bahri biamrih. Wa yumsikus samaa-a an taqa'a 'alal ardhi illa bi iznih. Innallaaha binnaasi lara-uufur rahiim).




























________

(a6) Yang dimaksud dengan rahmat Tuhan di sini ialah air hujan yang menyebabkan suburnya tumbuh-tumbuhan.

Kamis, 28 November 2019

Af'al Allah (7)

Af'al Allah (7)


19. QS 15 (Al-Hijr) Ayat 22 :

"DAN Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya."

(Wa arsalnaarriyaaha lawaaqiha fa anzalnaa minassamaa-i maa-an fasqainaakumuuh. Wamaa antum lahuu bikhaaziniin).

20. QS 20 (Thaaha) Ayat 53 :

"Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam."

(Allazii ja'ala lakumul ardha mah daw wasalaka lakum fiihaa subulaw wa anzala minas samaa-a. Fa akhrajnaa bihii azwaajam min nabaatin syattaa).

21. QS 24 (An-Nuur) Ayat 43 :

"Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadi kannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan ke luar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es da ri langit, (yaitu) dari (gumpalan-gum palan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan."

(Alam tara annallaaha yuzjii sahaaban tsumma yu-allifu bainahuu tsumma yaj'alahuu rukaaman fataraal wadqa yakhruju min khilaalih. Wayunazzilu minas samaa-i min jibaalin fiihaa min baradin fayushiibu bihi may yasyaa-u wa yashrifuhu may yasyaa-u yakaadu sanaa barqihibii yazhabu bil abshaar).

22. QS 25  (Al-Furqaan) Ayat 48-50 :

"Dia-lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih."

"Agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, ag ar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak."

"Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya) ; maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)."

(Wahuwallazii arsalarriyaaha busyran baina yadai rahmatih. Wa anzalnaa minassamaa-i maa-an thahuura. Linuhyiiya bihi baldatam maitaw wanusqiyahuu mimmaa khalaqnaa an'aamaw wa anaa siyya katsiiraa. Walaqad sharrafnaahu bainahum liyazzakkaruu. Fa abaa aktsarun naasi illaa kufuuraa).

Rabu, 27 November 2019

Af'al Allah (6)

Af'al Allah (6)


17. QS Ar-Ra'd (13) Ayat 17 :

"Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil. Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan (a5)."

(Anzala minas samaa-i maa-an fasa alat awdiyatun biqadarihaa fahtamalas sailu zabadar raabibaa. Wamimmaa yuuqiduuna 'alaihi fin naaribtighaa-a hilyatin aw mataa'in zabadum mitsluh. Kazaalika yadhribullaahul haqqa wal baathil. Fa ammaz zabadu fayazhabu jufaa-a. Wa ammaa maa yanfa'un naasa fayamkutsu fil ardh. Kazaalika yadhribullaahul amtsaal).

18. QS Ibrahim (14) Ayat 32 :

"Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai."

(Allaahullazii khalaqas samaawaati wal ardha wa anzala minas samaa-i maa-an fa akhraja bihi minats tsamaraatin rizqal lakum wa sakhkhara lakumul fulka litajriya fil bahri biamrih. Wa sakhkhara lakumul anhaar).





















_______

(a5) Allah mengumpamakan yang benar dan yang batil dengan air dan buih atau dengan logam yang mencair dan buihnya. Yang benar sama dengan air atau logam murni  dan yang batil sama dengan buih air atau tahi logam yang akan lenyap dan tidak ada gunanya bagi manusia.

Selasa, 26 November 2019

Af'al Allah (5)

Af'al Allah (5)





15. QS Al-An'aam (6) Ayat 99 :

"DAN Dia-lah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak ; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman."

(Wahuwallazii anzala minassamaa-i maa-a. Fa akhrajnaa bihi nabaata kulli syai-in fa akhrajnaa minhu khadhiran nukhriju minhu habbam mutaraakibaa. Waminan nakhli min thal'ihaa qinwaanun daaniyatuw wajannaatim min a'naabbiw wazzaituuna warrummaana musytabihaw waghaira mutasyaabih. Undzhuruu ila tsamarihi izaa atsmara wayan'ihi. Inna fii zaalikum la aayaatil liqaumiy yu'minuun).


16. QS Ar-Ra'ad (13) Ayat 16) :


"Katakanlah : " Siapakah tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah." Katakanlah : "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?"i Katakanlah : " Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, ataukah sama gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pabdangan mereka?" Katakanlah :"Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa."



(Qul man (r) rabbas samaawaati wal ardh. Qulillaah. Qul afattakhaztum min duunihii aw liyaa-a laa yamlikuuna lianfusihim naf'aw walaa dharraa. Qul hal yastawiil a'maa wal bashiir. Am hal mustawidzhdzhulumaatu wannuur. Aw ja'aluu lillaahi syurakaa-a khalaquu kakhalqihi fatasyaabahal khalqi 'alaihim. Qulillaahu khaaliqu kulli syai-iw wahuwal waahidul qahhaar).

Senin, 25 November 2019

Af'al Allah (4)

Af'al Allah (4)




12. QS 6 (Al-An'aam) Ayat 95 :

"Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memi liki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?"

(Innallaaha faaliqul habbin nawaa. Yukhrijul hayya minal mayyiti wa mukhrijul mayyiti minal hay. Zaalikumullaahu fa annaa tu-'fakuun).

13. QS Yunus (10) Ayat 31:

"Katakanlah : " Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pen dengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup (a4) dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab : "Allah." Maka katakanlah : "Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"

(Qul mayyar zuaqukum minas samaa-i wal ardhi ammay yamlikus sam'a wal abshaara wamay yukhrijul hayya minal mayyiti wa yukhrijul mayyita minal hayyi wa may yudabbirul amr. Fasayaquuluunal laahu faqul afalaa tattaaquun).

14. QS 10 (Yunus) Ayat 56 :

"Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan."

(Huwal hayyu wa yumiitu wa ilaihi turja'uuun).

14. QS 30 (Ar-Ruum) Ayat 19 :

"Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu dikeluarkan (dari kubur)."

(Yukhrijul hayya minal mayyiti wa yukhrijul mayyita minal hayyi wa yuhyil ardha ba'da mautihaa. Wa kazaalika tukhrajuun).

























_____

(a4) Bisa dilihat pada keterangan pada (a3).


Minggu, 24 November 2019

Af'al Allah (3)

Af'al Allah (3)



8. QS An-Nahl (16) Ayat 12 :

"DAN Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya)."

(Wasakhkhara lakumul laila wannahaara wasysyamsa wal qamar. Wannujuumu musakhkharaatun biamrih. Inna fii zaalika laayaatil liqaumiy ya'qiluun).

9. QS Al-Ankabuut (29) Ayat 61 :

"Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : " Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab : "Allah, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar)."

(Wala-in sa altahum min khalaqas samaawaati wal ardha wa sakhkha rasy syamsa wal qamara layaayu lunnallaah. Faannaa yu-'fakuun).

10. QS 39 (Az-Zumar) Ayat 5 :

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar. Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan natahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."

(Khlaqas samaawaati wal ardha bil haq. Yukawwirul laila 'alan nahaari wa yukawwirun nahaara ' alal laili wa sakhkharasy syamsa wal qamar. Kulluy yajrii liajalim musammaa. Alaa huwal 'aziizul ghafaar).

11. QS 3 () Ayat 27 :

"Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dan yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup (a3). Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab."

(Tuulijullaila fin nahaari wa tuulijun nahaari fil laili wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal haqqi wa tarzuqu man tasyaa-u bighairi hisaab).



















































______

(a3) Sebagian mufassirin memberi misal pada ayat ini dengan menge luarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. Dan dapat juga di artikan bahwa pergiliran kekuasaan di antara bangsa-bangsa dan tim bul tenggelamnya sesuatu umat adalah menurut hukum Allah.

Sabtu, 23 November 2019

Af'al Allah (2)

Af'al Allah (2)


5. QS 13 (Ar-Ra'd) 2 :

"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersema yam di atas 'Arsy, dan menunduk kan matahari serta bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu."

(Allaahullazii rafa'as samaawaati bighairi 'amadin taraunahaa tsummas tawaa 'alal 'arsyi wa sakhkharasy syamsa wal qamar. Kullun tajrii liajalim musammaa. Yudabbirul amra yufashshilul aayaati la'allakum biliqaa-i rabbikum tuuqinuun).


6. QS 14 (Ibrahim) Ayat 33 :

"Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam or bitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang."

(Wa sakhkhara lakumusysyamsa wal qamara daa-ibiin. Wa dak aku lakumul laila wannahaar).


7. QS 15 (Al-Hijr) 16-18 :

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya)."

"Dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk."

"Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang."

(Walaqad ja'alnaa fissamaa-i buruu jaw wazayyannaahaa linnaadzhi riin. Wa hafidzhnaahaa min kulli syaithaanir rajiim. Illa manis taraqas sam'a faatba'ahuu syihaabum mubiin).

Jumat, 22 November 2019

Af'al Allah (1)

Af'al Allah (1)
Oleh Wak Amin





1. QS 15 (Al-Hijr 22) :

"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tum buhan) ...."

(Wa arsalnar riyaaha lawaaqiha ...)

2. QS 25 (Al-Furqaan 45-46) :

"Apakah kamu tidak memperhati kan (penciptaan) Tuhanmu, bagai mana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu, kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami (a1) dengan tarikan yang perlahan-lahan."

(Alam taro ilaa rabbika kaifa maddadzhdzhilla. Walau syaa-a laja'alahuu saakinaa. Tsumma ja'alnasy syamsa 'alaihi daliilaa. Tsumma qabadhnaahu ilainaa qabdhayy yashiiraa).


3. QS Al-An'aam (6) Ayat 96-97 :

"Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristi rahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."

"Dan Dia-lah yang menjadikan bin tang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam ke gelapan di darat dan di laut. Sesu ngguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui."

(Faaliqul ishbaah. Waja'alal laila sakanaw wasysyamsa wal qamara husbaanaa. Dzaalika taqdiiruln'aziizil 'aliim).

(Wahuwallazii ja'ala lakumun nujuuma litahtaduu bihaa fii dzhulumaatil barri wal bahr. Qad fashshalnaal aayaati liqaumiy ya'lamuun).


4. QS Yunus (10) Ayat 5 :

"Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya serta ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bu lan itu, supaya kamu mengetahui bilangan-bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak (a2). Dia menjelaskan tanda-tanda (kebe saran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui."

(Huwallazii ja'alasy syamsa dhiyaa-aw wal qamara nuuraw waqaddara hu manaazila lita'lamuu 'adadas siniina wal hisaab. Maa khalaqallaahu dzaalika illa bil haqqi yufashshilul aayaati liqaumiy ya'lamuun).



















































_______

(a1) Maksudnya : bayang-bayang itu Kami hapuskan dengan perla han-lahan sesuai dengan terbenam nya matahari sedikit demi sedikit.

(a2) Maksudnya : Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukan lah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.


Rabu, 20 November 2019

Lafadz MU'MIN (3)

Lafadz MU'MIN (3)


(QS Al-Mu'minuun 1+118)

1. Ayat 1 :

"Qad aflahal mu'minuun."

(Sesungguhnya beruntunglah orang-orang beriman).

2. Ayat 44 :

" ...Fabu'dal liqaumil laa yu'minuun."

(Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman).

3. Ayat 58 :

"Wallaziinahum biaayaati rabbihim yu'minuun."

(Dan oranh-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka)


TAMAT

Selasa, 19 November 2019

Lafadz MU'MIN (2)

Lafadz MU'MIN  (2)





5. Ayat 40 :

"MAN 'amila sayyi-atan falaa yujzaa illaa mitslahaa. Waman 'amila shaalihan (m) minzakarin aw untsaa wahuwa mu'minun faulaa-ika yadkhuluunal jannatu yurzaquuna fiihaa bighairi hisaab."

(Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab).


6. Ayat 51 :

"Innaa lananshuru rusulanaa wallaziina aamanuu fil hayaatid dunyaa wa yauma yaquumul asyhaad."

(Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).


7. Ayat 58 :

"Wamaa yastawil a'maa wal bashiir. Wallaziina aamanuu w 'aamilush shaalihaati walal musii-u. Qaliilam maa tatazakkaruun."

(Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta menger jakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran).

8. Ayat 59 :

"Innas saa'ata la aatiyatul laa raiba fiihaa. Walaakin aktsaran naasi laa yu'minuun."

(Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanya kan manusia tiada beriman).

Senin, 18 November 2019

Lafadz MU'MIN (1)

Lafadz MU'MIN (1)
Oleh : Wak Amin




- QS Al-Mu'min (1-85)
- QS Al-Mu'minuun (1-118)




1. Ayat 7 :


"Allaziina yahmiluunal 'arsya wa man haulahuu yusabbihuuna bi hamdi rabbhim wa yu'minuuna bihii wa yastaghfiruuna lillaziina aamanuu. Rabbanaa wa si'ta kulla syai-ir rahmataw wa 'ilman faghfir lillaziina taabuu wattaba'uu sabiilaka wa qihim 'azaabal jahiim."

(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berads di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan) : "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampun kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala).

2. Ayat 28 :

"Wa qaala rajulum mu'minum min aali fir'auna yaktumu iimaanahuu ataqtuluu rajulan ayyaquula rabbiyal laahu wa qad jaa-akum bil bayyinaati mirrabbikum. Waiyyaku kaaziban fa'alaihi kazibuh. Waiyyaku shaadiqay yushibkum ba'dhul lazii ya'idukum. Innallaaha laa yahdii man huwa musrifun kazzaab."

(Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata : "Apakah kamu akan mem bunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan : " Tuhanku ialah All padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu." Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta).


3. Ayat 30 :

"Waqaalallazii aamana yaa qaumi innii akhaafuu 'alaikum mitsla yaumil ahzaab."

(Dan orang yang beriman itu berkata: Hai kaumku, sesungguhnya aku kuatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu).


4. Ayat 35 :

" .... Kabura maqtan 'indallaahi wa 'indal laziina aamanuu. Kazaalika yathba'ullaahu 'alaa kulli qalbi mutakabbirin jabbaar."

(... Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demi kianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang).

Lafadz TAUBAT (4-tamat)

Lafadz TAUBAT (4-tamat)




11. Ayat 118 :

"WA 'alatstsalaatsatil laziina khullifuu hattaa izaa dhaaqat 'alaihimul ardhu bimaa rahubat wa dhaaqat 'alaihim anfusuhum wadzhannuu allaa malja aminallaahi illaa ilaih. Tsumma taaba 'alaihim liyatuubuu. Innallaaha huwat tawwaabur rahiim."

(Dan terhadap tiga orang (a3) yang ditangguhkan (penerimaan taubat mereka), hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang).

12. Ayat 126 :

"Awalaa yarauna annahum yuftanuuna fii kulli 'aamim marratan au marrataini tsumma las yatuubuuna walaa hum yazzakkaruun."

(Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji (a4) sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka  tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?).


































______

(a3) Yaitu Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah, Mararah bin Rabi'. Mere ka disalahkan karena tidak mau ikut berperang.


(a4) Yang dimaksud dengan ujian disini adalah musibah-musibah yang menimpa mereka seperti terbukanya rahasia tipu daya mereka, pengkhianatan mereka dan sifat mereka yang menyalahi janji.



Minggu, 17 November 2019

Lafadz TAUBAT (3)

Lafadz TAUBAT (3)






8. Ayat 106 :

"WA aakharuuna murjauna liamrillaahi immaa yu'azzibuhum wa immaa yatuubu 'alaihim. Wallaahu 'alimun hakiim."

(Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanya Allah akan mengazab mereka dan adaka lanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengeta hui lagi Maha Bijaksana).


9. Ayat 112 :

"Attaa-ibuunal 'aabiduunal haamiduunas saa-ihuunar raa-ki'uunas saajiduunl aamiruuna bil ma'ruufi wannaahuuna 'anil munkari walnhaafizuuna lihuduudillaah. Wabasysyiril mu'miniin."

(Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat (a2), yang ruku' yang sujud, yang menyuruh berbuat makruf dan men cegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu).


10. Ayat 117 :

"Laqad taaballaahu 'alannabiyyi wal muhaajiriina wal anshaaril laziinat taba'uuhu fii saa'atil 'usrati min ba'di maa kaada yaziighu quluubu fariiqim minhum. Tsumma taaba 'alaihim. Innahuu bihim ra'uufur rahiim."

(Sesungguhnya Allah telah mene rima taubat Nabi, orang-orang mu hajirin dan orang-orang Anshar, ya ng mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, ke mudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penya yang kepada mereka).





































__________

(a2) Yakni melawat untuk mencari ilmu pengetahuan atau berjihad. Ada pula yang menafsirkan dengan orang yang berpuasa.


Jumat, 15 November 2019

Lafadz Taubat (2)

Lafadz Taubat (2)



4. Ayat 15 :

"Wayuzhib ghaizha quluubihim. Wayatuubullaahu 'alaa may yasyaa-u. Wallaahu 'aliimun hakiim."

(Dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Me ngetahui lagi Maha Bijaksana).


5. Ayat 27 :

"Tsumma yatuubullaahu min ba'di zaalika 'alaa mayyasyaa-u. Wallaahu gafuururrahiim."

(Sesudah itu Allah menerima tau bat dari orang-orang yang dike hendaki-Nya. Allah Maha Pengam pun lagi Maha Penyayang).


6. Ayat 68 :

"Laa ta'taziruu qad kafartum tsumma ba'da iimaanikum. In na'fu 'an thaaifatim minkum nu'azzib thaa-ifatan biannahum kaanuu mujrimiin."

(Tidak usah kamu meminta maaf, karena kamu kafir sesudah beri man. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka taubat) ; niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa).


7. Ayat 74 :

"... Faiyyatuubuu yaku khairallahum. Waiyyatawallau yu'azzibahu mullaah 'azaaban aliimaan fiddunya wal aakhirah ..."


(.... Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia ini dan di akherat ..).


8. Ayat 104 :

"Alam ya'limuu annallaaha huwa yaqbaluttaubata 'an 'ibaadihi  wa ya-'khuzush shadaqaati wa annallaaha huwat tawwaaburrahiim."


(Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?

Kamis, 14 November 2019

Lafadz TAUBAT (1)

Lafadz Taubat (1)
Oleh Wak Amin





QS  At-Taubah 1-129


1. Ayat 3 :

"... FAIN tubtum fahuwa khairullakum. Wain tawallaitum fa'lamuu annakum ghairu mu'jizillaah ..."

( ...Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertaubat, maka ber taubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka keta huilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. ..)


2. Ayat 5 :

" ... Fain taabuu wa aqaamush shalaata wa atawuzzakaata fakhalluu sabiilahum. Innallaaha ghafuurur rahiim."

(.... Jika mereka bertaubat dan men dirikan salat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan (a1). Sesunhhuhnya Allah Maha Pengam pun lagi Maha Penyayang).


3. Ayat 11 :

"Fain taabuu wa aqaamush shalaata wa aatawuz zakaata faikhwaanukum fid diin ..."

(Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, ma ka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama ...).











































______

(a1) Maksudnya adalah terjamin keamanan mereka.

Lafadz An-Nisaa' (5-tamat)

Lafadz An-Nisaa' (5-TAMAT)





15. Ayat 176 :

"Yastaftuunaka. Qulillaahu yuftiikum fil kalaalah. Inimru-un halaka laisa lahuu waladuw walahuu ukhtun falahaa nishfu maa tarak. Wahuwa yaritsuha illam yakul lahaa walad. Fain kaanataatsnataini falahumaats tsultsaani mimmaa tarak. Wain kaanuu ikhwatar rijaalaw wanisaa-an falizzakari mitslu hadzhdzhil untsayayn. Yubsyyinullaahu lakum an tadhilluu. Wallaahu bikulli syai-in 'aliim."

(Mereka meminta kepadamu (tentang kalalah) (a19). Katakanlah : "Allah memberi fawa kepadamu tentang kalalah (yatu) : jika seorang meninggal dunia, dan ua tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka  bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yant ditinggkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika sau dara perempuan itu dua orang, ma ka bagi keduanya dua pertiga
dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang sau dara perempuan. Allah menerang kan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala ssuatu).

Selasa, 12 November 2019

Lafadz An-Nisaa' (4)

Lafafz An-Nisaa' (4)



11. Ayat 43 :

".. Wainkuntum mardhaa aw 'alaa safarin aw jaa-a ahadumminkum minal ghaa-ithi au laamastumun nisaa-a falam tajiduu maa-an fatayammamuu sha'iidan thayyiban famsahuu biwujuuhikum wa aidiikum ..."

( ... Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci): sapulah mukamu dan tanganmu ...).

12. Ayat 75 :

"Wamaa lakum laa tuqaatiluuna fii sabiilillaahi wal mustsdh'afiina minar rijaali wannisaa-i wal wildaanil laziina yaquuluuna rabbanaa akhrijnaa min haazihil qaryatidhdhaalimi ahluhaa ..."

(Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa : "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya ....).

13. Ayat 98 :

" Innal mustadh'afiina minarrijaali wannisaa-i wal wildaani laa yastathii'uuna hiilataw walaa yahtaduuna sabiilaa."

(Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah).

14. Ayat 127 :

"Wayastaftuunaka fin nisaa-i. Qulillaahu yuftiikum fiihinna. Wamaa yutlaa 'alaikum fil kitaabi fii yataaman nisaa-il latii laa tu-'nahunna maa kutiba lahunna watar ghabuuna an tankihui hunna wal mustadh'afiina minal wildaani. Wain taquumu lil yataamaa bil qisth ..."

(Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah : "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Quran (a16) (juga memfatwakan)
tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa (a17) yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka (a18) dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil ...)




























______

(a16) Lihat Surat An-Nisaa' ayat 2 dan 3.

(a17) Maksudnya ialah pusaka dan maskawin.

(a18) Menurut adat Arab Jahiliyah seorang wali berkuasa atas wanita yatim yang dalam asuhannya dan berkuasa kan hartanya. Jika wanita yatim itu cantik dikawini dan diam bil hartanya. Sebaliknya jika wanita yatim itu buruk rupanya, dihalangi nya kawin dengan laki-laki lain su paya dia tetap dapat menguasai hartanya. Kebiasaan ini dilarang melakukannya oleh ayat ini.

Senin, 11 November 2019

Lafadz An-Nisaa' (3)

Lafadz An-Nisaa' (3)








9. Ayat 32 :

"Wala tatamannau maa fadhdhalallaahu bihii ba'dhakum 'ala ba'dh. Lirrijaali nashiibum mimmaak tasabuu. Walinnisaa-i nashiibum mimmaktasabna. Was'alullaaha min fadhlih. Innallaaha kaana bikulli  syai-in 'aliimaa."

(Dan janganlah kamu irihati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu).


10. Ayat 34 :

"Arrijaalu qawwaamuuna 'alan nisaa-i bimaa fadhdhalallaahu ba'dhahum alaa ba'dhiw wabimaa anfaquu min amwaalihim. Fashshaalihaati qaanitaatu  yaafidzhaatul lil ghaibi bimaa hafidzhallaah. Wallaatii takhaafuuna nusyuuzahunna fa'idzhuu hunna wahjaruu hunna fil madhaaji'i wadhribuuhunna. Fain atha'nakum falaa tabghuu 'alaihinna sabiilaa. Innallaaha kaana 'aliyyan kabiiraa."

(Kaum laki-laki itu adalah pemim pin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkah kan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri (a12) di balik pembelakangan suaminya oleh karena Allah  telah memelihara (mereka) (a13). Wanita-wanita yang kamu khawatiri nusyuznya (a14), maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah diri dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Ke mudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahlkannya (a15). Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar).









































_______

(a12)  Yakni tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.

(a13) Maksudnya Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.

(a14)  Nusyuz adalah meninggalkan kewajiban bersuami-isteri. Nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.

(a15) Maksudnya untuk memberi pengajaran kepada isteri yang dikhawatiri pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka. Bila tidak bermanfaat juga barulah diperbolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Bila cara pertama sudah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.

Minggu, 10 November 2019

Lafadz An-Nisaa' (2)

Lafadz An-Nisaa' (2)




6. Ayat 22 :

"Walaa tankihuu maa nakaha aabaa-ukum minan nisaa-i illaa maa qad salaf. Innahuu kaana faahisyataw wamaqtaa. Wasaa-s sabiilaa."

(Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa  yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).


7. Ayat 24 :

"Walmuhshanaatu minan nisaa-i illaa maa malakat aimaanukum. Kitaabullaahi 'alaikum wauhilla lakum maa waraa-a zaalikum an tabtaghuu biamwaalikum muhshiniina ghaira musaafihiin. Famas tamta'tum bihii minhunna fa aatuuhunna ujuurahunna fariidhah. Walaa junaaha 'alaikum fiimaa taraadhaitum bihii min ba'dil fariidhah. Innallaaha kaana 'aliiman hakiimaa."

(Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (a8). (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (a9) (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campur) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya (a10). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana).


8. Ayat 25 :

"Wamallam yastathi' minkum thaulan ayyankihal muhshanaatil mukminaati famim maa malakat aimaanukum min fatayaatikumul mukminaat. Wallaahu a'lamu bi iimaanikum. Ba'dhukum min ba'dh. Fankihuu hunna bi izni ahlihinna wa aatuuhunna ujuurahunna bil ma'ruufi muhshanaatin ghaira musaafihatiw walaa muttakhizaati akhdaan. Faizaa uhshinna fain ataina bifaahisyatin fa'alaihinna nishfu maa 'alaal muhshanaati minal 'azaab. Zaalika liman khasyiyal 'anata minkum. Wa an tashbiruu khairul lakum. Wallaahu ghafuurur rahiim."

(Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beri man, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimanan mu; sebagian kamu adalah dari sebagian yang lain (a11), karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuannya, dan berilah mas kawinnya menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo
hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyarakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).

















































_______

(a8) Maksudnya budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.

(a9) Ialah selain dari macam-macam wanita yang tersebut dalam ayat 23 dan 24 Surat An-Nisaa'.

(a10) Ialah menambah, mengurangi atau tidak membayar sama sekali mas kwin yang telah ditetapkan.

(a11) Yakni orang merdeka dan bu dak yang dikawininya itu adalah sama-sama keturunan Adam dan Hawa serta sama-sama beriman.

Sabtu, 09 November 2019

Lafadz An-Nisaa' (1)

Lafadz An-Nisaa' (1)
Oleh Wak Amin




QS An-Nisaa' 1-176


1. Ayat 3 :

"Wain khiftum allaa tuqsithuu fil yataamaa fankihuu maa thaaba lakum minan nisaa-i matsnaa wa tsulaatsa warubaa'. Fain khiftum allaa ta'diluu fawaahidatan au maa malakat aimaanukum. Zaalika adnaa allaa ta'uuluu."

(Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil (a1), maka (kawinilah) seorang saja (a2), atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya).


2. Ayat 4 :

"Wa aatun nisaa-a shaduqaati hinna nihlah. Fain thibna lakum 'an syai-im minhu nafsan fakuluuhu hanii-am marii-aa."

(Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita-wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan (a3). Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya).


3. Ayat 7 :

"Lirrijaalin nashiibum mimmaa tarakal waalidaani wal aqrabuun. Walinnisaa-i nashiibum mimmaa tarakal waalidaani wal aqrabuuna mimmaa qalla minhu aw katsura nashiibam mafruudhaa."

(Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan).



4. Ayat 15 :

"Wallatii ya-tiinal faahisyata min nisaa-ikum fastasyhiduu 'alaihinna arba'atam minkum. Fain syahiduu fa amsikuuhunna fil buyuuti hattaa yatawaffaahunnal mautu aw yaj'alallaahu lahunna sabiilaa."


(Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji (a4), hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya (a5).


5. Ayat 19:

"Yaayyuhal laziina aamanuu laa yahillu lakum an taritsun nisaa-a karhaa. Walaa ta'dhuluuhunna litazhabuu biba'dhi maa aataitumuuhunna illaa ay ya'tiina bifaa hisyatim mubayyinah. Wa 'aasyiruuhunna bil ma'ruuf. Fain karihtumuuhunna fa'asaa an takrahuu syai-aw wayaj'alullahu fiihi khairan katsiiraa."

(Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa (a6) dan janganlah kamu menyusahkan me reka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata (a7). Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabar lah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak).











_______

(a1) Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.

(a2) Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijadikan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.


(a3) Pemberian itu adalah maskawin yang besar kecilnya ditetapkan atas persetujuan kedua pihak, karena pemberian itu harus dilakukan dengan ikhlas.

(a4) Perbuatan keji menurut jumhur mufassirin adalah perbuatan zina, sedangkan menurut pendapat yang lain ialah segala perbuatan mesum seperti zina, homoseksual dan yang sejenisnya. Menurut pendapat Muslim dan Mujahid, yang dimaksud dengan perbuatan keji ialah musahaqah (homoseksual antara wanita dengan wanita).

(a5) Menurut jumhur mufassirin jalan yang lain itu ialah dengan turunnya ayat 2 Surat An-Nuur yang artinya :

"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman."

(a6) Ayat ini tidak menunjukkan bahwa mewariskan wanita tidak dengan jalan paksa dibolehkan. Menurut adat sebagian Arab Jahiliyah apabila seorang meninggal dunia, maka anaknya yang tertua atau anggota keluarganya yang lain mewarisi janda itu. Janda tersebut boleh dikawini sendiri atau dikawinkan dengan orang lain yang maharnya diambil oleh pewaris atau tidak diperbolehkan kawin lagi.

(a7) Maksudnya membangkang perintah suami atau menyakitkan hatinya.

Jumat, 08 November 2019

Lafadz MEREKA (11)

Lafadz MEREKA (11)
Oleh Wak Amin



42. Ayat 66 :

"... Faiyyakum minkum mi-atun shaabiratuy yaghlibuu mi-ataini. Faiyyakum minkum alfuyyaghlibuu alfaini bi-iznillaah. .."

( ...Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah ...).

43. Ayat 71 :

"Waiyyuriiduu khiyaanataka faqad khaanullaah min qablu fa amkana minhum wallaahu 'aliimun hakiim."

(Akan tetapi jika mereka (tawanan-tawanan itu) bermaksud hendak berkhianat kepadamu, maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan (mu) berkuasa terhadap mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana).

44. Ayat 72 :

"Innallaziina aamanuuwahaajaruu wajaahaduu biamwaalihim wa anfusihim fii sabiilillaahi wallaziina aawaw wanasharuu ulaa-ika ba'dhuhum auliyaa-u ba'dh. Wallaziina aamanuu walam t
yuhaajiruu maalakum miw walaa yatihim min syai-in hattaa yuhaajiruu. Wainistansharuu kum fid diina fa'alaikumun nashru illaa 'alaa qaumi bainakum wabainahum miitsaaq. Wallaahu bimaa ta'maluuna bashiir."

(Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kedia man dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi (a14). Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Naha Melihat apa yang kamu kerjakan).


45. Ayat 73 :

"Wallaziina kafaruu ba'dhuhum auliyaa-u ba'dhin. Illaa taf'aluuhu takun fitnatun fil ardhi wafasaadun kabiir."

(Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang diperintahkan Allah itu (a15 ), niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi kerusakan yang besar).


46. Ayat 74 :

"Wallaziina aamanuu wahaajaruu waaahaduu fibsabiilillahi wallaziina aawaw wanasharuu ulaa-ika humul mu-minuun haqqaa. Lahum mata ratuw waruzqun kariim."

(Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beruman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia). (TAMAT)
































________

(a14) Yang dimaksud dengan lindung-melindungi ialah di antara Muhajirin dan Anshar terjalin per saudaraan yang amat teguh, untuk membentuk masyarakat yang baik. Demikian keteguhan dan keakraban persaudaraan mereka itu, sehingga pada permulaan Islam mereka waris-mewarisi seakan-akan mereka bersaudara kandung.

(a15) Yang dimaksud dengan apa yang telah diperintahkan Allah itu: keharusan adanya persaudaraan ya ng teguh antara kaum muslimin.

Kamis, 07 November 2019

Lafadz MEREKA (10)

Lafadz MEREKA (10)
Oleh Wak Amin





38. Ayat 61 :

"WA injanahuu lissalmi fajnah lahaa watawakkal 'alallaah. Innahuu huwas samii'ul 'aliim."

(Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).


39. Ayat  62 :

"Waiyyuriiduu ayyakhda'uuka fainna hasbakallaah. Huwallazii ayyadaka binashrihii wabil mu-miniin."

(Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dia-lah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mukmin).

40. Ayat 63 :

"Wa allafa baina quluubihim. Law anfaqta maafil ardhi jamii" an (m) maa allafta baina quluubihim walaakinnallaaha allafa bainahum. Innahuu 'aziizun hakiim."

(dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman) (a12). Walau pun kamu membelan jakan semua  (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersa tukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana).

41. Ayat 65 :

"Yaayyuhannabiyyu harridhil mu-miniina 'alal qitaal. Iyyakum minkum 'isyruuna shaabiruuna yaghlibuu mi-ataini. Waiyyakum minkum mi-atuy yaghlibuu alfam minal laziina kafaruu biannahum qaumullaa yafqahuun."

(Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang mu suh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu dari pada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti (a13).


































_______

(a12) Penduduk Madinah yang terdiri dari Aus dan Khazraj selalu bermusuh-musuhan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madi nah. Sesudah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah dan mereka masuk Islam, permusuhan itu hilang.

(a13) Maksudnya mereka mengerti bahwa berperang itu haruslah untuk membela keyakinan dan menaati perintah Allah. Mereja berperang hanya semata-mata memper tahankan tradisib jahiliyah dan maksud-maksud duniawiyah lainnya.

Rabu, 06 November 2019

Lafadz MEREKA (9)

Lafadz MEREKA (9)
Oleh Wak Amin



35. Ayat 58 :

"Waimmaa takhaafanna min qaumin khiyaanatan fanbiz ilaihim 'alaa sawaa-i. Innallaaha laa yuhibbul khaa-iniin."

(Dan jika kamu mengetahui pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat).

36. Ayat 59 :

"Walaa yahsabannal laziina kafaruu sabaquu. Innahum laa yu'jizuun."

(Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos(dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah).

37. Ayat 60 :

"Wa a'idduu lahum mastatha'tum min quwwatiw wamir ribaathil khaili turhibuuna bihi 'aduwwallaahi wa 'aduwwakum wa aakhariina min duunihim. Laa ta'lamuu nahum. Allaahu ya'lamuhum. Wamaa tunfiquu min syai-in fii sabiillaahi yuwaffa ilaikum wa antum laa tudzhlamuun."

(Dan siaplah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kam nafkahkan di jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya).

Selasa, 05 November 2019

Lafadz MEREKA (8)

Lafadz MEREKA (8)
Oleh Wak Amin







31. Ayat 54 :


"Kada-bi aali fir'auna wallaziina min qablihim. Kazzabuu biaayaati rabbihim fa akhlaknaahum bizunuubihim wa aghraqnaa aala fir'auna wa kullun kaanuu dzhaalimiin."


(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengi kutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhannya maka Kami membinasakan mereka disebabkan dosa-dosanya dan Kami tenggelamkan Fir'aun dan pengikut-pengikutnya; dan kesemuanya adalah orang-orang yang zalim).


32. Ayat 55

"Inna syarrad dawaabbi 'indallaahil laziina kafaruu fahum laa yu'minuun."

(Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman).


33. Ayat 56 :

"Allaziina 'aahadta minhum tsumma yanqudhuuna 'ahdahum fii kulli marratiw wahum laa yattaquun."

(Yaitu) orang-orang yang telah ka mu mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).


34. Ayat 57 :

"Faimmaa tatsqafannahum fil harbi fasyarrid bihim man khalfahum la'allahum yazzakkaruun."

(Jika kamu menemui mereka da lam peperangan, maka cerai berai kanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran).

Senin, 04 November 2019

Lafadz MEREKA (7)

Lafadz MEREKA (7)
Oleh Wak Amin





26. Ayat 48 :

"Waiz zayyana lahumusy syaithaanu a'maa lahum waqaalaa ghaaliba lakumul yauma minan naasi wainnii jaarullakum. Falammaa taraa-atil fi-ataani nakasha 'alaa 'aqibaihi waqaala innii araa maalaa tarauna innii akhaafullaah. Wallaahu syadiidul 'iqaab."

(Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan : "Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu." Maka tatkala kedua pasukan itu telah saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata : "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah." Dan Allah sangat keras siksa-Nya).




27. Ayat 49 :

"Iz yaquulul munaafiquuna wallaziina fi quluubihim maradhun gharra haa-ulaa-i diinuhum. Wamay yatawakkal 'alallaahi fainnallaha 'aziizun hakiim."

(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata : "Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya." (Allah berfir man) : "Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.").


28. Ayat 50 :

"Walau taraa iz yatawaffal laziina kafaruul malaa-ikatu yadhribuuna wujuuhahum wa adbaarahum. Wazuuquu 'azaabal hariiq."

(Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata) : "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar", ?(tentulah kamu akan merasa ngeri).


29. Ayat 52 :

" Kada-bi aali fir'auna wallaziina min qablihim. Kafaruu biaayaatillaahi fa akhazahumullaahu bizunuubihim. Innallaaha qawiyyun syadiudul 'iqaab."

(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir'aun dan pengikut-pengi kutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyik sa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya).


30. Ayat 53 :

"Zaalika biannallaaha lam yaku mughayyiran ni'matan an'aamahaa 'alaa qaumin hattaa yughayyiruu maa bianfusihim. Wa annallaaha samii'un 'aliim."

(Yang demikian (siksaan itu) ada lah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat  yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri (a11), dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).































_________

(a11) Allah tidak mencabut nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada sesuatu kaum selama kaum itu tetap taat dan bersyukur kepada Allah SWT.

Minggu, 03 November 2019

Lafadz MEREKA (6)

Lafadz Mereka (6)
Oleh Wak Amin





22. Ayat 39 :

"Waqaatiluuhum hattaa laa takuuna fitnatuw wayakuunad diibu kulluhulluu lillaah. Fainin tahau fainnallaaha bimaa ya'maluuna bashiir."

(DAN perangilah mereka supaya jangan ada fitnah (a9) dan supaya agama itu semata-mata bagi Allah (a10). Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan).

23. Ayat 40 :

"Wain tawallau fa'lamuu annallaaha maulaakum. Ni'mal maulaa wa ni'man nashiir."

(Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelin dungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik penolong).


24. Ayat 43 :

"Iz yuriikahumullaahu fii manaa mika qaliilaa. Walau araakahum katsiiral lafasyiltum walatanaa za'tum fil amri walaakinnallaaha sallam. Innahuu 'aliimun bizaatishshuduur."

(Yaitu) ketika Allah menampakkan mereka di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepada kamu (berjumlah) banyak tentu saja kamu menjadi gentar dan tentu saja kamu akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan kamu. Sesungguhya Allah Maha Mengetahui segala isi hati).

25. Ayat 44 :

"Waiz yuriikumuuhum izil taqaitum fii a'yunikum qaliilaw wayyqallilu kum  fii a'yunuhim liyaqdhiyallaahu amran kaana maf'uula. Wailallaahi turja'ul umuur."

(Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. Dan hanya kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan).


























_____

(a9) Maksudnya adalah gangguan-gangguan terhadap umat Islam dan agama Islam.

(a10) Maksudnya supaya manusia merdeka beragama.

Sabtu, 02 November 2019

Lafadz MEREKA (5)

Lafadz MEREKA (5)
Oleh Wak Amin


17. Ayat 34 :

"WA maalahum alla yu'azzibahumullaahu wahum yashudduuna 'anil masjidil haraami wamaa kaanuu auliyaa-ahu. In auliyaa-uhuu illal muttaquuna walaakinna aktsarahum laa ya'lamuun."

(Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidilharam, dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya?, hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui).

18. Ayat 35 :

"Wamaa kaana shalaatuhum 'indal baiti illaa mukaa-aw watashdiyah. Fazuuqul 'azaaba bimaa kuntum takfuruun."

(Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu).

19. Ayat 36 :

"Innallaziina kafaruu yunfiquuna amwaalahum liyashudduu 'an sabiilillaah. Fasayunfiquu nahaa tsumma takuunu 'alaihim hasratan tsumma yughlabuun. Wallaziina kafaruu ilaa jahannama yukhsyaruun."

(Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahannam orang-orang yang kafir itu dikumpulkan).

20. Ayat 37 :

" ... Ulaa-ika humul khaasiruun."

(... Mereka itulah orang-orang yang merugi).

21. Ayat 38 :

"Qulillaziina kafaruu iyyantahuu yughfarlahum maa wad salaf. Waiyya-uuduu faqad  madhat sunnatul awwaliin"

(Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (a7) : "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (a8) sesungguhnya akan berlaku (Allah terhadap) orang-orang dahulu).



























_______

(a7) Abu Sufyan dan sahabat-sahabatnya.

(a8) Maksudnya, jika mereka kafir dan kembali memerangi Nabi.

Jumat, 01 November 2019

Lafadz MEREKA (4)

Lafadz MEREKA (4)
Oleh Wak Amin






12. Ayat 23 :

"WAlau 'alimallaahu fiihim khairal la asma'ahum. Walau asma'ahum latawallau wahum mu'ridhuun."

(Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah  menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang merema dengar itu).


13. Ayat 30 :

"Waiz yamkuru bikallaziina kafaruu liyutsbituuka au yaqtuluuka au yukhrijuuka. Wayam kuruuna wayamkurullaah. Wallaahu khairul maakiriin."

(Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya).

14. Ayat 31 :

"Waizaa tutlaa 'alaihim aayaatunaa qaaluu qad sami'naa lau nasyaa-u laqulnaa mitsla haazaa in haazaa illaa asaathiirul awwaliin."

(Dan apabila dibacakan kepada me reka ayat-ayat Kami, mereka berka ta : "Sesungguhnya Kami telah men dengar (ayat-ayat yang seperti ini). Kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al-Quran) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala").


15. Ayat 32 :

" Waiz qaaluul laahumma in kaana haazaa huwal haqqa min 'indika fa amthir 'alainaa hijaaratam minas samaa-i awi-tinaa bi'azaabin  aliim."

(Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata : "Ya Allah, jika betul (Al-Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih").

16. Ayat 33 :

" Wamaa kaanallaahu liyu'azzibahum wa anta fiihim. Wamaa kaanallaahu mu'azzibahum wahum yastaghfiruun."

(Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidak lah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (a6) ).


































_______

(a6) Di antara mufassirin ada yang mengartikan "Yastaghfiruun" deng an bertaubat dan ada pula yang me ngartikan bahwa di antara orang-orang kafir itu ada orang-orang muslim yang meminta ampun kepada Allah SWT.