Dua Menara (12)
Oleh Wak Amin
MELIHAT Brewok dan Pelontos me nunggu di pinggir jalan, banyak pe ngemudi motor berbalik arah, kare na takut dipalaki dua anak buah Bos Husin ini.
Sementara pengemudi kendaraan roda empat 'berlari kencang' meng hindari penyetopan yang dilakukan Brewok dan Pelontos.
Beberapa pejalan kaki menyebera ng jalan, menghindari Brewok dan Pelontos yang boleh jadi akan ber buat nekat terhadap mereka.
"Kenapa mereka pada takut ya Bro?" Terheran-heran Pelontos.
Apa tampangku seram?
"Kenapa ya Bro?"
Brewok ketawa ...
"Mungkin ngeri tengok kepalamu itu Tos. Gundul ... Mereka pikir .."
"Pikir apa?"
"Hantu gundul ..."
Pelontos ketawa masam.
Nyengir kuda.
"Iya ya. Kamu juga Bro. Coba lihat brewokmu itu. Tak terurus. Panjang dan beruban. Mereka pikir ..."
"Pikir apa?"
"Genderuwo .."
Ha ha ha ha ...
Giliran, Brewok ketawa masam ..
Syiiit ...
Piiin ...
"Simpat empat Om?" Sopir opelet mengeluarkan kepalanya.
"Simpang empat Om?" Katanya lagi ramah. Kebetulan belum ada pe numpang.
"Oke," kata Brewok, " Tos. Yuk naik."
Karena ngebut, tak lagi ngetem me nunggu penumpang, lima belas me nit kemudian sudah tiba di simpang empat.
"Terus saja Om. Lurus. Belok kanan sedikit. Tanya saja disitu," kata so pir opelet sambil memberikan uang 'sosok' kepada Brewok.
"Tanggung. Apa tak bisa sekalian kesana Pak Sopir?" Tanya Pelontos.
"Opelet tak boleh masuk Om. Ma af," jawab sang sopir. Buru-buru pa mitan mencari penumpang di ter minal simpang empat.
Setelah singgah di warung, beli be berapa batang rokok, datanglah be cak. Pengayuhnya sudah tua, ceki ng beruban pula.
"Becak Pak?"
Brewok dan Pelontos tertawa. Ke duanya sama bertanya, apa mung kin bisa mengantar mereka ke ru mah sakit.
Tukang becak tertawa ...
Lhooo ...?
"Jangankan berdua Pak. Berempat saja saya masih sanggup," kata si tukang becak yang merasa tersing gung tadinya.
Ha ha ha ha ...
"Bener sanggup Pak?" Tanya Pelon tos.
"Kalau bapak berdua tak percaya, silakan naik ..." Tantang si abang becak.
"Oke," kata Brewok.
"Siapa takut?"
Huuup ...
Braaak ...
Guaaar ...
Becak mendadak 'terjungkit', Bre w ok dan Pelontos terjungkal keluar becak.
Kena tong sampah ...
Ditimpa sampah akhirnya.
Minggu, 30 September 2018
Yaman dan Pertemanan (13)
Yaman dan Pertemanan (13)
Oleh aminuddin
Sejarah Yaman
YAMAN yang saat ini tengah bergo lak dikenal sebagai tanah tempat lahirnya berbagai peradaban tua. Namanya disebut-sebut dalam sejarah kaum ‘Ad, Saba, hingga Himyar.
Sumber tulisan ini adalah keterangan yang tercantum di dalam teks-teks agama, khususnya teks agama Islam.
Bagaimanapun juga, teks-teks tersebut sampai kini masih menjadi sumber rujukan utama (bahkan menjadi satu-satunya) saat menggali segala hal yang pernah terjadi di masa lalu.
Geografi Semenanjung Arab
Yaman terdapat di bagian selatan Jazirah Arab. Kawasan jazirah Arab sendiri berdasarkan sejarah peradaban yang muncul di kawasan itu, terbagi menjadi tiga bagian.
- Pertama adalah kawasan utara dan barat laut yang dinamakan Hijaz.
- Kedua adalah kawasan timur dan tengah dinamakan Shahra’ Al-‘Arabiyah (padang pasir Arab).
- Sedangkan kawasan ketiga terletak di sebelah selatan, yang dinamakan Yaman.
Manusia telah mendiami semenanjung ini sejak zaman dahulu. Kaum Qahtan yang dikenal dengan nama Arab Al-‘Aribah seluruhnya tinggal di Yaman dan selatan semenanjung itu.
Qahtan adalah nama seorang lelaki yang berbicara dengan bahasa Suryani. Tetapi, anaknya mampu berbicara dengan bahasa Arab.
Tidak diketahui, mengapa perubahan bahasa itu terjadi sedangkan keduanya tinggal di satu tempat saja.
Sejarah mencatat bahwa peradaban muncul di kawasan selatan (Yaman) dan utara (Hijaz). Adapun di kawasan timur yang tandus tidak terdeteksi adanya peradaban, meskipun di kawasan ini juga berdiam diri sejumlah kabilah Arab yang hidup nomaden.
Kaum ‘Ad dan Tsamud
‘Ad dan Tsamud adalah dua nama bangsa yang sangat terkenal. Kaum ‘Ad dan Tsamud berasal dari orang Qahtan. Sayangnya, sejarah tidak menceritakan kepada kita secara mendetail tentang mereka.
Kalau bukan karena adanya keterangan teks-teks agama (ayat Al-Quran dan hadits/riwayat) yang menyebutkannya, niscaya kedua kaum ini tidak bakal diketahui dan hilang begitu saja ditelan masa.
Hal ini dikarenakan tidak adanya informasi yang dapat dipercaya tentang mereka. Taurat pun tidak menjelaskan apa yang terjadi terhadap mereka.
Berdasarkan narasi teks agama, Kaum ‘Ad adalah kaum Nabi Hud yang mendiami padang sahara Al-Ahqaf yang areanya memanjang dari ‘Oman dan Mahrah sampai ke Hadhramaut (Yaman). Ini adalah kawasan selatan semenanjung Arab.
Sedangkan Tsamud adalah kaum Nabi Shaleh dan mereka berbangsa Arab Al-‘Aribah. Mereka mendiami Wadi Al-Qura yang terletak antara Madinah dan Syam (Suriah). Pengaruh mereka berkembang di Hujr hingga ke Batra’.
Catatan sejarah menunjukkan Batra’ telah ada sejak 5000 tahun yang lalu dan merupakan peninggalan sejarah manusia yang paling lama.
Di sini juga menetap generasi kedua kaum ‘Ad dan di sinilah terdapat banyak peninggalan tulisan kuno sebagai peninggalan kaum Tsamud dan Aramiyah.
Kaum Saba
Setelah berlalunya peradaban kaum ‘Ad, Yaman juga dikenal dengan peradaban kaum Saba. Bahkan nama ini jauh lebih dikenal dibandingkan kaum ‘Ad.
Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa nama kisah tentang kaum Saba diulas secara agak panjang di dalam Al-Quran Surah An-Naml dan Surah Saba’.
Raja pertama Yaman berasal dari kaum Qahtan bernama Saba bin Yasyjib bin Ya’rib bin Qahtan. Keturunan Saba ini tinggal di Yaman atau di selatan Semenanjung Arab sejak dahulu, dan Ma’rib adalah nama ibukotanya.
Kerajaan Saba’ pernah berkuasa di sebagian kawasan ini. Ratu Balqis pernah memerintah di dalamnya dalam waktu yang singkat.
Kemudian, pemerintahan ini jatuh ke tangan Nabi Sulaiman (Solomon), dan setelah itu di tangan putera Sulaiman yang bernama Arhab’am.
Kerajaan kemudian berpindah ke tangan orang-orang Himyar, hingga kerajaan dipimpin oleh seorang yang bernama Taba’ dan menjadi kerajaan Taba’iyah.
Sebagaimana yang diketahui, Sulaiman berasal dari Bani Israel. Pusat kekuasaannya sendiri adalah Jerussalem. Dengan demikian, sejak masa itu, pengaruh Yahudi dan Israel sangat kuat di Yaman.
Bendungan Ma’rib Dan Banjir A’rim
Bendungan Ma’rib selesai dibangun 1000 tahun sebelum Masehi dan terletak di selatan semenanjung ini. Dalam Ensiklopedia Sejarah Islam dikatakan arsitek bendungan ini ber nama Luqman bin ‘Ad bin ‘Aadia.
Terdapat dalam prasasti atau tuli san lama yang mengatakan bendu ngan ini menjadikan kota Yaman mak mur, sekitar tahun 510 sebelum Masehi, yaitu pada zaman seorang raja yang bernama Simah Ali Yanaq.
Menurut Tarikh Al-Yaman, di antara jarak abad kelima dan keenam sebelum Masehi, bendungan ini runtuh dua kali. Keruntuhannya yang kedua kali menyebabkan kejadian banjir besar Al-‘Arim yang menyebabkan penduduknya mengungsi dari tempat tersebut ke berbagai kawasan di sekitarnya.
Diceritakan juga bahwa salah seorang pemimpin Yaman bernama ‘Amr bin ‘Aamir sudah memprediksi akan tenggelamnya bumi Yaman dalam waktu dekat.
Lalu ia memberitahukan kepada anak-anaknya tentang hal itu. Oleh karena itu, mereka pun menjual harta benda mereka dan berpindah ke suatu tempat bernama ‘Akk, se belum berpindah lagi ke Najran.
Di kawasan Najran, orang-orang Yaman itu bentrok dengan penduduk lokal (kaum Mazhaj). Amr kalah, dan lari ke Juhfah untuk kemudian menetap di situ.
Hanya dua orang saja anak ‘Amr yang bernama Aus dan Khazraj, yang berpindah ke Yatsrib (Madinah), sedangkan yang lain tetap tinggal di Juhfah.
Dua suku Aus dan Khazraj inilah yang menjadi cikal bakal kaum Anshar, yaitu penduduk Madinah yang menerima dengan tangan terbuka kedatangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.
Beberapa Catatan
Ada beberapa catatan kritis terkait dengan sejarah Yaman, khususnya dalam kasus migrasinya bangsa Yaman ke Akk, Najran, Juhfah, dan akhirnya, Aus dan Khazraj yang bermigrasi ke Madinah.
Pertama adalah soal pilihan kota Madinah sebagai tujuan akhir migrasi. Sebagaimana yang bisa dilihat di peta, jarak antara kota Madinah dan Yaman itu sangat jauh. Sementara itu, ada banyak kawasan-kawasan di sekitar Yaman yang bisa dijadikan sebagai tujuan migrasi.
Kalau alasan migrasi hanya sekedar mengungsi dari bencana banjir, kawasan-kawasan tersebut sama sekali tidak terdampak banjir, sehingga sangat layak untuk menjadi kota suaka.
Catatan kritis berikutnya adalah soal keberadaan dua kabilah Yahudi besar di Yatsrib (Madinah), yaitu Bani Quraizhah dan Bani Nadzir, yang disebut-sebut sudah ada di Madinah sebelum kedatangan orang-orang Yaman.
Di sini, muncul spekulasi dari Abu Jabilah (dikutip oleh kitab Tarikh Al-Yaman) yang menyatakan keper gian mereka ke kawasan Madinah justru dengan motivasi membunuh Yahudi, bukan semata-mata migrasi akibat banjir.
Hal aneh lainnya adalah soal tidak adanya peradaban yang dibangun oleh orang-orang Yaman di Madinah. Ini adalah hal yang agak aneh.
Sebagaimana dimafhumi,
mereka sebelumnya tinggal di suatu daerah yang beradab. Mereka mampu membangun bangunan-bangunan yang agung dan indah.
Mereka juga mampu menyusun undang-undang kota.
George Zidane (dalam Ensiklopedia Tarikh Islami) menulis: “Di kota Ma’rib terdapat istana-istana yang tinggi. Pintu-pintu dan atap-atapnya dihiasi dengan emas. Begitu juga pinggan-mangkuk yang digunakan terbuat dari emas. Bahkan tempat tidur dan singgasananya juga dihiasi dengan emas, permata, dan batu-batu yang berharga.”
Hal ini juga menimbulkan spekulasi lain, bahwa kedatangan mereka ke Madinah bukan sekedar soal banjir, dan juga bukan soal “memburu Yahudi, melainkan penantian akan kedatangan seorang nabi terakhir.
Mereka menunggu untuk menjadi pendukung utama bagi pembangunan peradaban dahsyat yang kelak akan ditorehkan oleh Nabi Muhammad SAW.
____
- Disarikan dari berbagai bagian pembahasan tentang Yaman yang terdapat pada buku “Muhammad dan Kaum Yahudi” karya Sayid Ja’far Kashfi.
- Indonesia center middle east studies (icmes)
- IC-MES.org
Oleh aminuddin
Sejarah Yaman
YAMAN yang saat ini tengah bergo lak dikenal sebagai tanah tempat lahirnya berbagai peradaban tua. Namanya disebut-sebut dalam sejarah kaum ‘Ad, Saba, hingga Himyar.
Sumber tulisan ini adalah keterangan yang tercantum di dalam teks-teks agama, khususnya teks agama Islam.
Bagaimanapun juga, teks-teks tersebut sampai kini masih menjadi sumber rujukan utama (bahkan menjadi satu-satunya) saat menggali segala hal yang pernah terjadi di masa lalu.
Geografi Semenanjung Arab
Yaman terdapat di bagian selatan Jazirah Arab. Kawasan jazirah Arab sendiri berdasarkan sejarah peradaban yang muncul di kawasan itu, terbagi menjadi tiga bagian.
- Pertama adalah kawasan utara dan barat laut yang dinamakan Hijaz.
- Kedua adalah kawasan timur dan tengah dinamakan Shahra’ Al-‘Arabiyah (padang pasir Arab).
- Sedangkan kawasan ketiga terletak di sebelah selatan, yang dinamakan Yaman.
Manusia telah mendiami semenanjung ini sejak zaman dahulu. Kaum Qahtan yang dikenal dengan nama Arab Al-‘Aribah seluruhnya tinggal di Yaman dan selatan semenanjung itu.
Qahtan adalah nama seorang lelaki yang berbicara dengan bahasa Suryani. Tetapi, anaknya mampu berbicara dengan bahasa Arab.
Tidak diketahui, mengapa perubahan bahasa itu terjadi sedangkan keduanya tinggal di satu tempat saja.
Sejarah mencatat bahwa peradaban muncul di kawasan selatan (Yaman) dan utara (Hijaz). Adapun di kawasan timur yang tandus tidak terdeteksi adanya peradaban, meskipun di kawasan ini juga berdiam diri sejumlah kabilah Arab yang hidup nomaden.
Kaum ‘Ad dan Tsamud
‘Ad dan Tsamud adalah dua nama bangsa yang sangat terkenal. Kaum ‘Ad dan Tsamud berasal dari orang Qahtan. Sayangnya, sejarah tidak menceritakan kepada kita secara mendetail tentang mereka.
Kalau bukan karena adanya keterangan teks-teks agama (ayat Al-Quran dan hadits/riwayat) yang menyebutkannya, niscaya kedua kaum ini tidak bakal diketahui dan hilang begitu saja ditelan masa.
Hal ini dikarenakan tidak adanya informasi yang dapat dipercaya tentang mereka. Taurat pun tidak menjelaskan apa yang terjadi terhadap mereka.
Berdasarkan narasi teks agama, Kaum ‘Ad adalah kaum Nabi Hud yang mendiami padang sahara Al-Ahqaf yang areanya memanjang dari ‘Oman dan Mahrah sampai ke Hadhramaut (Yaman). Ini adalah kawasan selatan semenanjung Arab.
Sedangkan Tsamud adalah kaum Nabi Shaleh dan mereka berbangsa Arab Al-‘Aribah. Mereka mendiami Wadi Al-Qura yang terletak antara Madinah dan Syam (Suriah). Pengaruh mereka berkembang di Hujr hingga ke Batra’.
Catatan sejarah menunjukkan Batra’ telah ada sejak 5000 tahun yang lalu dan merupakan peninggalan sejarah manusia yang paling lama.
Di sini juga menetap generasi kedua kaum ‘Ad dan di sinilah terdapat banyak peninggalan tulisan kuno sebagai peninggalan kaum Tsamud dan Aramiyah.
Kaum Saba
Setelah berlalunya peradaban kaum ‘Ad, Yaman juga dikenal dengan peradaban kaum Saba. Bahkan nama ini jauh lebih dikenal dibandingkan kaum ‘Ad.
Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa nama kisah tentang kaum Saba diulas secara agak panjang di dalam Al-Quran Surah An-Naml dan Surah Saba’.
Raja pertama Yaman berasal dari kaum Qahtan bernama Saba bin Yasyjib bin Ya’rib bin Qahtan. Keturunan Saba ini tinggal di Yaman atau di selatan Semenanjung Arab sejak dahulu, dan Ma’rib adalah nama ibukotanya.
Kerajaan Saba’ pernah berkuasa di sebagian kawasan ini. Ratu Balqis pernah memerintah di dalamnya dalam waktu yang singkat.
Kemudian, pemerintahan ini jatuh ke tangan Nabi Sulaiman (Solomon), dan setelah itu di tangan putera Sulaiman yang bernama Arhab’am.
Kerajaan kemudian berpindah ke tangan orang-orang Himyar, hingga kerajaan dipimpin oleh seorang yang bernama Taba’ dan menjadi kerajaan Taba’iyah.
Sebagaimana yang diketahui, Sulaiman berasal dari Bani Israel. Pusat kekuasaannya sendiri adalah Jerussalem. Dengan demikian, sejak masa itu, pengaruh Yahudi dan Israel sangat kuat di Yaman.
Bendungan Ma’rib Dan Banjir A’rim
Bendungan Ma’rib selesai dibangun 1000 tahun sebelum Masehi dan terletak di selatan semenanjung ini. Dalam Ensiklopedia Sejarah Islam dikatakan arsitek bendungan ini ber nama Luqman bin ‘Ad bin ‘Aadia.
Terdapat dalam prasasti atau tuli san lama yang mengatakan bendu ngan ini menjadikan kota Yaman mak mur, sekitar tahun 510 sebelum Masehi, yaitu pada zaman seorang raja yang bernama Simah Ali Yanaq.
Menurut Tarikh Al-Yaman, di antara jarak abad kelima dan keenam sebelum Masehi, bendungan ini runtuh dua kali. Keruntuhannya yang kedua kali menyebabkan kejadian banjir besar Al-‘Arim yang menyebabkan penduduknya mengungsi dari tempat tersebut ke berbagai kawasan di sekitarnya.
Diceritakan juga bahwa salah seorang pemimpin Yaman bernama ‘Amr bin ‘Aamir sudah memprediksi akan tenggelamnya bumi Yaman dalam waktu dekat.
Lalu ia memberitahukan kepada anak-anaknya tentang hal itu. Oleh karena itu, mereka pun menjual harta benda mereka dan berpindah ke suatu tempat bernama ‘Akk, se belum berpindah lagi ke Najran.
Di kawasan Najran, orang-orang Yaman itu bentrok dengan penduduk lokal (kaum Mazhaj). Amr kalah, dan lari ke Juhfah untuk kemudian menetap di situ.
Hanya dua orang saja anak ‘Amr yang bernama Aus dan Khazraj, yang berpindah ke Yatsrib (Madinah), sedangkan yang lain tetap tinggal di Juhfah.
Dua suku Aus dan Khazraj inilah yang menjadi cikal bakal kaum Anshar, yaitu penduduk Madinah yang menerima dengan tangan terbuka kedatangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.
Beberapa Catatan
Ada beberapa catatan kritis terkait dengan sejarah Yaman, khususnya dalam kasus migrasinya bangsa Yaman ke Akk, Najran, Juhfah, dan akhirnya, Aus dan Khazraj yang bermigrasi ke Madinah.
Pertama adalah soal pilihan kota Madinah sebagai tujuan akhir migrasi. Sebagaimana yang bisa dilihat di peta, jarak antara kota Madinah dan Yaman itu sangat jauh. Sementara itu, ada banyak kawasan-kawasan di sekitar Yaman yang bisa dijadikan sebagai tujuan migrasi.
Kalau alasan migrasi hanya sekedar mengungsi dari bencana banjir, kawasan-kawasan tersebut sama sekali tidak terdampak banjir, sehingga sangat layak untuk menjadi kota suaka.
Catatan kritis berikutnya adalah soal keberadaan dua kabilah Yahudi besar di Yatsrib (Madinah), yaitu Bani Quraizhah dan Bani Nadzir, yang disebut-sebut sudah ada di Madinah sebelum kedatangan orang-orang Yaman.
Di sini, muncul spekulasi dari Abu Jabilah (dikutip oleh kitab Tarikh Al-Yaman) yang menyatakan keper gian mereka ke kawasan Madinah justru dengan motivasi membunuh Yahudi, bukan semata-mata migrasi akibat banjir.
Hal aneh lainnya adalah soal tidak adanya peradaban yang dibangun oleh orang-orang Yaman di Madinah. Ini adalah hal yang agak aneh.
Sebagaimana dimafhumi,
mereka sebelumnya tinggal di suatu daerah yang beradab. Mereka mampu membangun bangunan-bangunan yang agung dan indah.
Mereka juga mampu menyusun undang-undang kota.
George Zidane (dalam Ensiklopedia Tarikh Islami) menulis: “Di kota Ma’rib terdapat istana-istana yang tinggi. Pintu-pintu dan atap-atapnya dihiasi dengan emas. Begitu juga pinggan-mangkuk yang digunakan terbuat dari emas. Bahkan tempat tidur dan singgasananya juga dihiasi dengan emas, permata, dan batu-batu yang berharga.”
Hal ini juga menimbulkan spekulasi lain, bahwa kedatangan mereka ke Madinah bukan sekedar soal banjir, dan juga bukan soal “memburu Yahudi, melainkan penantian akan kedatangan seorang nabi terakhir.
Mereka menunggu untuk menjadi pendukung utama bagi pembangunan peradaban dahsyat yang kelak akan ditorehkan oleh Nabi Muhammad SAW.
____
- Disarikan dari berbagai bagian pembahasan tentang Yaman yang terdapat pada buku “Muhammad dan Kaum Yahudi” karya Sayid Ja’far Kashfi.
- Indonesia center middle east studies (icmes)
- IC-MES.org
Al-Aqsha (3)
Al-Aqsha (3)
Oleh aminuddin
Bangunan di Masjidil Aqsha
INILAH yang ada di dalam komp leks Masjidil Aqsha :
Pintu-pintu Gagah
Menara-menara Perkasa
Masjid–masjid Teduh
Kubah-kubah Megah
Madrasah-madrasah Penuh Wibawa
Beranda-beranda
Gapura Indah Bersejarah
Air mancur-air mancur Penuh Kesejukan
- 10 Pintu Pintu Gagah : kesepuluh pintu ini dalam keadaan terbuka
1. Pintu Al Asbat : Pintu setinggi empat meter ini direstorasi pada tahun 1213 Masehi pada masa Kesultanan Ayyubiyah (yang berlangsung selama 86 tahun; selama 1174-1250 Kesultanan Ayyubiyah beribukotakan Kairo, lalu pada 1250-1260 beribukota di Aleppo).
2. Pintu Hitta : Salah satu pintu Masjid Al-Aqsha yang tertua. Direstorasi pada masa Kesultanan Ayyubiyah di tahun 1220.
3. Pintu Atam : Dikenal juga dengan Pintu Raja Faisal dan Pintu Kehor matan Para Nabi. Direstorasi pada masa Kesultanan Ayyubiyah di tahun 1213.
4. Pintu Ghawanimah : Dibangun di masa Sultan Walid bin Abdul Malik dari Kesultanan Umayyah (yang selama periode tahun 661-744 berpusat di Damaskus, lalu pada periode 744-750 di Harran di kawasan Turki sekarang; dan akhirnya menjadi kesultanan terasing pada 756-1031 di Kordoba).
Pintu ini juga dikenal sebagai Pintu Walid atau Pintu Al-Khalil. Diba ngun kembali pada tahun 1307. Pernah dihancurkan oleh seorang fanatik Yahudi dan pada Juni 1998 selesai direstorasi.
5. Pintu An Nazar : Memiliki banyak nama di antaranya Pintu Kurungan, Pintu Majlis dan Pintu Mikail. Ber bentuk persegi panjang dengan tinggi 4,5 meter. Dibangun ulang pada tahun 1203.
6. Pintu Al-Hadid : Kecil dan berbentuk persegi panjang, dibangun di abad 13.
7. Pintu Kapas : Paling indah, paling anggun dan besar, nama pintu ini diambil dari Pasar Kapas.
Berbentuk persegi panjang dengan ketinggian empat meter.
Pintu ini dibangun tahun 1336 pada masa Sultan Al-Malik an-Nasir Nasir ad-Din Abu’l Ma’ali Muhammad bin Qalawun (1285– 1341) dari Kesultanan Mamalik.
8. Pintu Matharah : Disebut juga Pintu Wudhu, sebab berdekatan dengan tempat berwudhu. Tingginya 3,5 meter dan dibangun pada 1266 pada masa Sultan Alauddin Basyari dari Kesultanan Mamalik.
9. Gerbang Al-Silsilah : Gerbang ini memiliki dua pintu masuk, yang pertama Pintu Al- Silsilah yang berstatus “buka” dan Pintu As-Sakinah yang tertutup dan hanya dibuka pada saat-saat tertentu saja.
Kedua pintu dengan tinggi 4,5 meter dibangun dan diperbarui pada masa Kesultanan Ayyubiyah di tahun 1203.
10. Pintu Al-Maghariba : Dikenal juga sebagai Pintu Buraq dan Pintu Nabi.
Dalam satu riwayat dikatakan bah wa Nabi SAW pada malam Isra’ dan Mi’raj masuk ke Masjid alAqsha melalui pintu ini.
Direstorasi pada masa Sultan Muhammad bin Kalawun dari Kesultanan Mamalik di tahun 1313.
- 4 Pintu yang Tertutup
11. Gerbang Rahmah : Juga terdiri dari dua pintu: Pintu Rahmah dan Pintu Taubah. Kaum Nashara (Kristen) memberinya nama Pintu Emas. Mereka mempercayai bahwa “Yesus” (Nabi Isa ‘alayhissalam) masuk melalui pintu ini dan akan keluar lagi nanti dari pintu ini.
Pintu setinggi 11,5 meter ini termasuk salah satu akses umum untuk masuk ke Masjid Al-Aqsha dari arah timur laut.
Dalam sebuah riwayat diceritakan sesaat setelah pembebasan Baitul Maqdis oleh Salahuddin AlAyyubi, semua pintu ditutup demi menjaga kota Baitul Maqdis dan Masjid al-Aqsha dari serangan musuh.
12. Pintu Jenazah : Ukurannya kecil, dan disebut demikian karena dulunya dekat dengan tempat Pemakaman Ar-Rahmah.
Jenazah- jenazah dibawa masuk dan keluar masjid melalui pintu itu. Pintu ini termasuk yang ditutup atas perintah Salahuddin Al-Ayyubi.
13. Pintu Segitiga : Ini pintu masuk ke Masjid Al-Marwani di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha. Pintu ini juga ditutup oleh Salahuddin Al-Ayyubi.
Pada tahun 1990 saat ‘Israel’ menduduki kota, mereka ingin merebut Masjid Al-Marwani dan sudah membuat tangga di sana dan ingin membukanya, tetapi kaum Muslim berhasil meresto rasinya kembali untuk menjadi kannya tempat shalat seperti dulu lagi.
14. Pintu Ganda : Pintu kedua di dinding selatan dari arah kiblat. Menghadap benteng-benteng Umawi di arah selatan masjid. Pintu dibuat agar para sultan dan pemimpin ummat dari arah benteng dapat masuk ke masjid dan langsung bisa mengimami shalat. Juga ditutup atas perintah Salahuddin Al-Ayyubi.
- 4 Menara Perkasa
15. Menara Pintu Al-Maghariba : Disebut juga Menara Fahri . Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1278. Masih digunakan hingga hari ini. Bagian atas menara ini agak hancur disebabkan oleh gempa bumi pada tahun 1992. Direstorasi di tahun yang sama. Ini menara terkecil di Masjid Al-Aqsha dengan tinggi 23,5 meter.
16. Menara Pintu Al-Silsilah : Disebut juga Menara Mahkamah dengan tinggi 35 meter. Konstruksinya masih seperti saat dibangun di bawah Kesultanan Mamalik di tahun 1329. Dalam beberapa tahun belakangan ini sudah direstorasi. Oleh sebab gempa, terlihat di ujung menara batubatu putih hasil perbaikan.
17. Menara Pintu Ghawanimah : Disebut juga Menara Qalawun dan dan dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1297.
Sejak tahun 1329, Menara Ghawanimah dan Menara As-Silsilah telah direstorasi dua kali. Ghawanimah adalah menara tertinggi di dalam Masjid Al-Aqsha dengan tinggi 38,5 meter. Di ujung menara terdapat sulaman, motif dan ubin menghiasi.
18. Menara Pintu Al-Asbat : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1376, dengan tinggi 28,5 meter. Restorasi total setelah gempa pada tahun 1927.
Dari semua menara, hanya menara ini saja yang dalamnya berbentuk silinder.
- 6 Mesjid Teduh
19. Jami’ Al-Qibly : Masjid al Qibly atau Masjid Kiblat atau disebut juga Masjid Al- Umar. Masjid ini dibangun oleh Sayyidina Umar bin Khattab pada tahun 16 H dengan batang-batang pohon – sama seperti Masjid An Nabawi yang dibangun Rasulullah ﷺ di tahun 636.
Masjid Al- Qibly ini berkapasitas 3.000 jamaah. Masjid ini memiliki kubah berwarna biru, dan inilah mesjid yang kerap disalah pahami oleh umat muslim di seluruh dunia, karena sering disangka sebagai mesjid Al-Aqsha.
Karena bangunanya sudah tua, maka mesjid Qibly dibangun kembali pada masa Sultan Abdul Malik bin Marwan. Dan selesai pada masa anaknya Al-Walid bin Abdul Malik.
Masjid ini sudah beratus-ratus kali diserang musuh; penyerangan terbesar pada tahun 1969, ditandai dengan hancurnya Mimbar Salahuddin yang dibuat oleh Nuruddin Zinki.
20. Mushala Al-Qadim : Masjid tertua yang berlokasi di bawah Masjid Al-Aqsha. Di dalam masjid terdapat tangga yang terbuat dari bebatuan. Pintu masuknya di bawah pintu masuk Masjid Al-Qibly.
Dibangun pada masa Kesultanan Umayyah. Beratus- ratus tahun di tutup, dan baru dibuka lagi pada tahun 1999.
21. Mushala Al-Marwani : Masjid terbesar dan berlokasi di bawah pekarangan sebelah selatan Masjid Al-Aqsha. Luas masjid 3600 m2.
Pertama kali dibangun pada masa Kesultanan Umayyah. Saat Perang Salib, kuda-kuda ditambatkan di sini. Setelah pembebasan Baitul Maqdis oleh Salahuddin Al-Ayyubi, bangunan diubah dan diberi nama baru menjadi “Gudang Sulaiman.”
Pada tahun 1997, Yayasan Waqaf Al-Aqsha mengembalikan fungsinya menjadi masjid.
22. Masjid Al-Buraq : Dulunya adalah tempat menambat Buraq, tunggangan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam saat Isra’.
Pintu masuknya menuruni tangga di bawah pekarangan Masjid Al-Aqsha, dan juga ada pintu masuk lain yang lebih tinggi. Hanya dibuka pada saat shalat Jumat dan shalat ‘Id.
23. Masjid Al Maghariba : Dibangun langsung oleh Salahuddin Al-Ayyubi pada tahun 1193. Sekarang dijadikan museum.
24. Jami’ Nisa : Setara datarannya dengan Jami’ Al-Qibly. Masjid Nisa merupakan bangunan yang besar, membentang sejauh dinding barat.
Pada masa Kesultanan Ayyubiyah dikhususkan untuk mushala perempuan. Sekarang sebagiannya difungsikan sebagai museum dan perpustakaan.
- 14 Kubah Megah
25. Kubah As- Sakhrah : Arti namanya Kubah Batu, karena memang berdiri di atas batu raksasa.
Dari titik inilah Rasulullah ﷺ naik ke langit dalam perjalanan Mi’raj nya. Di atasnya dibangunlah bangunan yang bentuknya kita kenal seperti sekarang.
Kubah As-Sakhrah juga disebut Dome of The Rock. Tetapi sekali lagi, bangunan ini bukanlah masjid [ tempat untuk shalat ]. Ini hanya bangunan biasa yang dibangun oleh Sultan Abdul Malik bin Marwan pada tahun 685-705.
Bentuk bangunan segi delapan, dengan tinggi 35 meter.
Kubah Batu inilah yang kerap oleh zionis Israel disebut sebagai masjid Al-Aqsha untuk mengelabui umat.
Dan memang kubah ini juga difungsikan sebagai masjid, dipakai untuk tempat shalat bagi kaum muslim, kecuali shalat subuh.
Jamaah Dome of The Rock ini adalah wanita dan laki laki tua. Sehingga untuk shalat Jumat, hanya bisa dipakai oleh wanita.
Kubah Dome of the Rock ini dilapisi potongan emas, sementara bangunannya dihiasi dengan porselin khusus, khat yang sangat indah dan lantainya keramik.
Di masa Perang Salib bangunan ini dijadikan gereja dengan ditambahi sebuah altar sementara bulan sabit besar di kubah diganti dengan salib.
Pada tahun 1187, Salahuddin Al- Ayyubi mengembalikan Kubah As-Sakhrah ke fungsi semula. Pada tahun 2009, Turki memperbarui hiasan bulan sabit pada Kubah As-Sakhrah dengan biaya 250 ribu Euro.
26. Kubah Al-Silsilah : Kubah ini kecil, bangunan di bawahnya bersudut sebelas, posisinya persis di sebelah Kubah As-Sakhrah.
Dibangun Sultan Abdul Malik bin Marwan pada tahun 685-688. Terakhir direstorasi pada tahun 2009 oleh Turki.
27. Kubah Mi’raj : Kubah ini dibangun pada masa Kesultanan Ayyubiyah, untuk memperingati naiknya Nabi SAW dalam Al-Mi’raj.
Bentuk bangunannya bersegi delapan dan dilengkapi dengan sebuah mihrab. Pernah direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah.
28. Kubah Musa : Disebut juga Kubah Syajarah Disebut juga Kubah Syajarah . Dibangun pada masa Kesultanan Ayyubiyah oleh Sultan Najmuddin.
Bentuknya segi empat dan memiliki mihrab. Sekarang berfungsi sebagai rumah tahfizh.
29. Kubah Nahawiyah : Dibangun Sultan Isa Ayyubi dari Kesultanan Ayyubiyah untuk menjadi tempat belajar sharaf dan nahwu. Di dalamnya terdapat tiga ruangan berderet.
30. Kubah Sulaiman : Nama ini dinisbahkan kepada Sultan Sulaiman bin Abdul Malik. Direstorasi pada tahun 1203 di masa Kesultanan Ayyubiyah dan setelahnya juga pada masa Kesultanan Utsmaniyyah. Bentuk kubah segi delapan dan memiliki sebuah mimbar.
31. Kubah Mizan : Tempatnya berdekatan dengan Gapura Mizan.
32. Kubah Nabi : Kubah ini sebenarnya dibangun pada masa Kesultanan Umayyah, tapi bentuknya yang sekarang ini dibangun pada masa Sultan Sulaiman yang Agung di tahun 1538. Direstorasi pada 1845 di masa Sultan Abdul Majid ke-2.
Menurut salah satu riwayat, kubah ini tempat dimana Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam memimpin shalat para nabi.
33. Kubah Arwah : Posisinya dijadikan penanda sebelah timur Gapura Barat Laut, dibangun pada masa Ustmaniyyah. Ada yang berpendapat nama itu diberikan bagi kubah ini sebab nantinya arwah semua mahluk akan dibangkitkan di atasnya.
Ada yang berpendapat kubah itu berdekatan dengan sebuah gua yang bernama Gua Al-Arwah. Dalil-dalil ini tidak kuat.
34. Kubah Khidir.
35. Kubah Yusuf Aga : Dibangun pada masa Kesultanan Ustmaniyyah pada tahun 1681. Sekarang menjadi kantor penerangan dan penjualan tiket masuk ke museum.
36. Kubah Yusuf : Sesudah menaklukkan Baitul Maqdis, Salahuddin Al-Ayyubi membangun tembok melingkari Masjid al-Aqsha dan menghiasi tembok itu dengan berbagai bentuk ekpresi seni Islami.
Pada masa Kesultanan Ustmaniyyah dibangunlah Kubah Yusuf. Bersamaan dengan itu direstorasi pula tembok dan kubah yang rusak dan diberi nama yang dinisbahkan kepada Salahuddin yang pertama (Salah al-Din Yusuf Ibn Ayyub).
37. Kubah Cinta Nabi : Dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah oleh Padisah Mahmut ke-2 di tahun 1817.
38. Kubah Isa Mahdi : Dibangun di salah satu sudut Masjid Al-Marwani pada masa Kesultanan Umayyah. Direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah di tahun 1898.
39. Kubah Syeikh Khalil : Dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah pada sekitar tahun 1700-an. Sekarang dijadikan kantor oleh Komisi Rekonstruksi Masjid Al-Aqsha.
12 Madrasah Penuh Wibawa
40. Riyadh Islami : Dahulu bangunan ini bernama Madrasah Riyadh Islam Aqsha, diwakafkan oleh seorang ‘alim bernama Sanjar Dawdar pada tahun 1295. Pada tahun 1980-an berubah menjadi Madrasah Riyadh Islami.
41. Tsanawiyah Aqsha Syar’iyah : Dibangun pada tahun 1980-an sebagai Tsanawiyah Islamiyyah.
42. Madrasah Gadiriyyah : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik Sultan Baybars di tahun 1432. Direstorasi oleh Lembaga Waqaf Islami, tetapi tidak selesai oleh sebab penjajah (‘Israel’) tidak memberikan izin untuk membangun atapnya.
43. Madrasah Basitiyyah : Diwaqafkan oleh Qadi Zaynuddin Abdul Basit bin Hilal Ad-Dimasyqi pada tahun 1431.
44. Madrasah Aminiyyah : Dibangun dan diwaqafkan oleh Aminuddin Abdullah di tahun 1329. Direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah.
Terletak di bagian atas Beranda Utara, dan terdiri dari empat tingkat dengan kamar-kamar dan pintu-pintu.
45. Madrasah Farisiyyah : Diwaqafkan dan dinisbatkan kepada nama si pemberi, Amir Faris Al-Baka di tahun 1353. Tergabung dengan Madrasah Amniyyah.
46. Madrasah Malikiyyah : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1340, dengan dua tingkat. Sekarang digunakan sebagai tempat tinggal.
47. Madrasah As’ardiyyah : Diwaqafkan dan dinisbatkannya nama madrasah ini dari Majduddin Asardi di tahun 1368. Sekarang menjadi tempat tinggal.
48. Madrasah Manjakiyyah : Dibangun oleh Amir Sayfuddin Manjak di tahun 1361. Terdiri dari dua tingkat dan sekarang dijadikan sebagai kantor Yayasan Waqaf Islami.
49. Madrasah Ustmaniyyah : Terletak di antara Madrasah Asrafiyah dan Pintu Matharah dan terdiri dari dua lantai. Bagian lain madrasah terletak di luar komplek Masjid Al-Aqsha.
Madrasah ini diwaqafkan oleh satu anggota keluarga Utsmaniyyah, anak perempuan dari Mahmut Beyin, yaitu Isfahan Syah Hatun.
Madrasah ini tingginya sejajar dengan halaman Masjid Al-Aqsha. Digunakan sebagai madrasah hingga masa Esref Baybars.
Setelah itu madrasah ini ditutup oleh orang Yahudi dan jendela-jendelanya, yang mengarah langsung ke Masjid al-Aqsha, ditutup dengan batu-batu.
Sekarang tempat ini digunakan sebagai rumah oleh keluarga kaum Muslimin.
50. Madrasah Asrafiyah : Madrasah ini juga dikenal sebagai Madrasah Sultaniyyah. Dibangun oleh Amir Hasan Az-Zahiri. Pada saat Sultan Qaitbay berziyarah ke Baitul Maqdis madrasah itu dihancurkan. Dibangun kembali pada tahun 1480.
51. Madrasah Tankiziyyah : Salah satu bagian dari madrasah ini terdapat di luar Komplek Masjid Al-Aqsha. Sementara bagian yang lain terletak di atas Beranda Barat.
Dibangun oleh Amir Tankiz An-Nasiri (1328).
Pertama kali bangunan ini dijadi kan sebagai mahkamah, kemudian kantor tempat bertemu Konferensi-konferensi Islami.
Pada masa Kesultanan Utsmaniyyah direstorasi dan kemudian dijadikan madrasah. Direbut pada penjajahan ‘Israel’ tahun 1969 dan dijadikan sekolah kepolisian. Rencana ‘Israel’ terakhir adalah menghancurkan sekolah ini dan menjadikannya sinagog terbe sar di dunia.
- 2 Beranda Indah
52. Beranda Barat : Bertempat di sebelah barat Masjid Al-Aqsha, dengan atap tertutup memanjang seperti koridor dengan 55 tiang penyangga.
Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1307-1336 untuk kemudahan berpindah saat melihat peninggalan-peninggalan bersejarah yang berada di sebelah barat Masjid Al-Aqsha.
53. Beranda Utara : Beranda ini berbatasan dengan dinding utara Masjid Al-Aqsha. Dibangun pada masa Kesultanan Ayyubi dan Mamalik (1367). Ditutup pada masa Kesultanan Utsmaniyyah. Sekarang dibuka.
- 9 Gapura Lengkung Indah Bersejarah
54. Gapura Utara : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1321, dengan tinggi 7,5 meter.
55. Gapura Barat Laut : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1376. Direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah, dengan tinggi 7 meter.
56. Gapura Barat : Dibangun pada masa Kesultanan Umayyah di tahun 951.
57. Gapura Barat Daya: Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1472, dengan tinggi 7 meter.
58. Gapura Selatan : Dibangun setinggi 6,5 meter pada masa Kesultanan Umayyah. Pernah direstorasi pada masa Kesultanan Abbasiyyah, Fatimiyyah, Utsmaniyyah dan terakhir pada tahun 1982.
59. Gapura Tenggara : Dibangun pada masa Kesultanan Fatimiyyah di tahun 1021. Direstorasi pada masa Kesultanan Ayyubiyah, dengan tinggi 6,5-7 meter.
60. Gapura Timur : Dibangun pada masa Kesultanan Umayyah dan direstorasi pada masa Kesultanan Abbasiyyah, dengan tinggi 6,5 meter.
61. Gapura Timur Laut : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik, dengan tinggi 7 meter.
- 13 Air Mancur Penuh Kesejukan
62. Air Mancur Al-Ka’as (Mangkuk): Dibangun oleh salah satu Sultan Kesultanan Ayyubiyyah, Abu Bakar bin Ayyubi di tahun 1193.
63. Air Mancur Sya’lan : Dibangun oleh salah satu Sultan Kesultanan Ayyubiyyah, Isa Ayyubi di tahun 1216.
64. Air Mancur Basiri : Juga dinamakan “Air Mancur Kurungan.” Dibangun oleh salah satu Sultan Kesultanan Mamalik, Sultan Baybars di tahun 1436.
65. Air Mancur Qaitbay : Dibangun oleh salah satu Sultan Kesultanan Mamalik, Sultan Qaitbay di tahun 1461, dengan struktur mengagumkan dan motif yang dihiasi dengan batu- batu berwarna. Direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah di tahun 1882.
66. Air Mancur Kasim Paşa : Dikenal juga dengan nama Air Mancur Pintu Mahkamah.
Dibangun pada masa Sultan Sulaiman yang Agung oleh Gubernur Yerusalem Kasım Paşa di tahun 1529.
67. Air Mancur Sulaiman Al- Fannuni : Air mancur ini terletak di timur halaman Masjid Al-Aqsha, dan di sebelah selatan sebuah tempat yang disebut sebagai tempat beribadah Sulaiman. Dibangun pada masa Sultan Sulaiman di tahun 1536.
68. Air Mancur Syeikh Badiri : Dibangun tahun 1740.
69. Air Mancur Pintu Al-Maghariba: Dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah.
70. Air Mancur Bab Hitta : Dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah. Direstorasi oleh Yayasan Aqsha. Kemudian ditutup permanen.
71. Tangki Jeruk: Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik oleh Sultan Qaitbay di tahun 1482. Direstorasi oleh Komisi Rekonstruksi Peninggalan- peninggalan Bersejarah.
72. Sumur Sultan Isa : Dibangun dengan tiga serambi pada masa Kesultanan Ayyubiyyah oleh Sultan Isa Ayyubi.
Pada masa Kesultanan Utsmaniyyah bangunan serambi tersebut ditinggikan hingga sejajar dengan halaman Kubah As-Sakhrah. Sekarang digunakan sebagai balai pengobatan.
73. Air Mancur Mimbar Burhanuddin : Dibangun pada tahun 1998 oleh Komisi Rekonstruksi Peninggalan-peninggalan Bersejarah. Terdapat 24 macam bentuk keran.
74. Air Mancur Pohon Zaitun: Dibangun Komisi Peninggalan-peninggalan Sejarah Islam. Serta dikelilingi oleh tujuh buah keran.
75. Air Mancur Rahmat : Dibangun pada tahun 1995 serta terdapat 12 keran.
- Mihrab-mihrab : Beberapa mihrab dapat ditemukan di halaman-halaman, tempat-tempat beribadah, di dalam kubah dan masjid–masjid. Mihrab-mihrab itu untuk menunjukkan pada jamaah-jamaah arah kiblat.
Di halaman Masjid Al-Aqsha masih ada beberapa mihrab lainnya seperti Mihrab Ali Pasa, Mihrab Dawud Pasa, Mihrab Masjid Al-Marwani, Mihrab Gapura Barat Daya.
- Sumur-sumur : Terdapat 26 sumur di dalam Komplek Masjid Al-Aqsha. Dulu tidak hanya digunakan oleh orang-orang Baitul Maqdis untuk beribadah saja, tapi sumur-sumur itu juga digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
- Kuil Sulaiman : Orang Yahudi menganggap Masjid al-Aqsha dibangun di atas tempat suci mereka yaitu Kuil Sulaiman.
Menurut riwayat mereka, kuil ini hancur dan kemudian dibangun kembali untuk yang kedua kali dan dihancurkan kembali.
Oleh karena itu, mereka ingin membangun kembali Kuil Sulaiman untuk yang ketiga kalinya – tepat di atas Masjid Al-Aqsha.
Tapi orang Yahudi tidak memiliki bukti arkeologis untuk membuktikan pernah adanya Kuil Sulaiman itu.
- Tembok Buraq : Tembok dimana Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam menambatkan kendaraannya pada saat Isra’ dan Mi’raj.
Nabi menambatkan kendaraannya di tembok ini dan masuk ke Masjid Al-Aqsha. Tembok ini juga dikenal sebagai Tembok Magharib.
- Mushala : Di halaman Masjid Al-Aqsha terdapat 26 tempat shalat. Tempat-tempat shalat itu pada ketinggian satu meter di atas permukaan tanah dan terbuat dari batu.
Untuk setiap tempat shalat terdapat tangga-tangga pendek untuk naik ke atas, tapi di sebagian tempat shalat tidak terdapat mihrab.
Tempat-tempat shalat ini lebih banyak digunakan sebagai tempat berbagi ilmu, pelajaran dan tempat beribadah.
- Mimbar Salahuddin : Dikenal sebagai mimbar yang memiliki hiasan motif, sulaman dan tulisan khat, serta berbagai simbol indah. Nuruddin Zinki membuat mimbar itu selama 20 tahun dengan niat akan memasangnya di Masjid al-Aqsha sesudah berhasil membebaskan Batul Maqdis.
Nuruddin wafat sebelum pembebasan Baitul Maqdis. Ketika Salahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis, maka dia pindahkan mimbar Nuruddin Zinki itu dari Aleppo ke Baitul Maqdis dan dipasang di Masjid al-Aqsha.
Pada tahun 1696 seorang Yahudi fanatik membakar mimbar itu. Mimbar baru sudah dibuat sementara mimbar lama juga direstorasi.
___
nabimuhammad.info@gmail.com
Oleh aminuddin
Bangunan di Masjidil Aqsha
INILAH yang ada di dalam komp leks Masjidil Aqsha :
Pintu-pintu Gagah
Menara-menara Perkasa
Masjid–masjid Teduh
Kubah-kubah Megah
Madrasah-madrasah Penuh Wibawa
Beranda-beranda
Gapura Indah Bersejarah
Air mancur-air mancur Penuh Kesejukan
- 10 Pintu Pintu Gagah : kesepuluh pintu ini dalam keadaan terbuka
1. Pintu Al Asbat : Pintu setinggi empat meter ini direstorasi pada tahun 1213 Masehi pada masa Kesultanan Ayyubiyah (yang berlangsung selama 86 tahun; selama 1174-1250 Kesultanan Ayyubiyah beribukotakan Kairo, lalu pada 1250-1260 beribukota di Aleppo).
2. Pintu Hitta : Salah satu pintu Masjid Al-Aqsha yang tertua. Direstorasi pada masa Kesultanan Ayyubiyah di tahun 1220.
3. Pintu Atam : Dikenal juga dengan Pintu Raja Faisal dan Pintu Kehor matan Para Nabi. Direstorasi pada masa Kesultanan Ayyubiyah di tahun 1213.
4. Pintu Ghawanimah : Dibangun di masa Sultan Walid bin Abdul Malik dari Kesultanan Umayyah (yang selama periode tahun 661-744 berpusat di Damaskus, lalu pada periode 744-750 di Harran di kawasan Turki sekarang; dan akhirnya menjadi kesultanan terasing pada 756-1031 di Kordoba).
Pintu ini juga dikenal sebagai Pintu Walid atau Pintu Al-Khalil. Diba ngun kembali pada tahun 1307. Pernah dihancurkan oleh seorang fanatik Yahudi dan pada Juni 1998 selesai direstorasi.
5. Pintu An Nazar : Memiliki banyak nama di antaranya Pintu Kurungan, Pintu Majlis dan Pintu Mikail. Ber bentuk persegi panjang dengan tinggi 4,5 meter. Dibangun ulang pada tahun 1203.
6. Pintu Al-Hadid : Kecil dan berbentuk persegi panjang, dibangun di abad 13.
7. Pintu Kapas : Paling indah, paling anggun dan besar, nama pintu ini diambil dari Pasar Kapas.
Berbentuk persegi panjang dengan ketinggian empat meter.
Pintu ini dibangun tahun 1336 pada masa Sultan Al-Malik an-Nasir Nasir ad-Din Abu’l Ma’ali Muhammad bin Qalawun (1285– 1341) dari Kesultanan Mamalik.
8. Pintu Matharah : Disebut juga Pintu Wudhu, sebab berdekatan dengan tempat berwudhu. Tingginya 3,5 meter dan dibangun pada 1266 pada masa Sultan Alauddin Basyari dari Kesultanan Mamalik.
9. Gerbang Al-Silsilah : Gerbang ini memiliki dua pintu masuk, yang pertama Pintu Al- Silsilah yang berstatus “buka” dan Pintu As-Sakinah yang tertutup dan hanya dibuka pada saat-saat tertentu saja.
Kedua pintu dengan tinggi 4,5 meter dibangun dan diperbarui pada masa Kesultanan Ayyubiyah di tahun 1203.
10. Pintu Al-Maghariba : Dikenal juga sebagai Pintu Buraq dan Pintu Nabi.
Dalam satu riwayat dikatakan bah wa Nabi SAW pada malam Isra’ dan Mi’raj masuk ke Masjid alAqsha melalui pintu ini.
Direstorasi pada masa Sultan Muhammad bin Kalawun dari Kesultanan Mamalik di tahun 1313.
- 4 Pintu yang Tertutup
11. Gerbang Rahmah : Juga terdiri dari dua pintu: Pintu Rahmah dan Pintu Taubah. Kaum Nashara (Kristen) memberinya nama Pintu Emas. Mereka mempercayai bahwa “Yesus” (Nabi Isa ‘alayhissalam) masuk melalui pintu ini dan akan keluar lagi nanti dari pintu ini.
Pintu setinggi 11,5 meter ini termasuk salah satu akses umum untuk masuk ke Masjid Al-Aqsha dari arah timur laut.
Dalam sebuah riwayat diceritakan sesaat setelah pembebasan Baitul Maqdis oleh Salahuddin AlAyyubi, semua pintu ditutup demi menjaga kota Baitul Maqdis dan Masjid al-Aqsha dari serangan musuh.
12. Pintu Jenazah : Ukurannya kecil, dan disebut demikian karena dulunya dekat dengan tempat Pemakaman Ar-Rahmah.
Jenazah- jenazah dibawa masuk dan keluar masjid melalui pintu itu. Pintu ini termasuk yang ditutup atas perintah Salahuddin Al-Ayyubi.
13. Pintu Segitiga : Ini pintu masuk ke Masjid Al-Marwani di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha. Pintu ini juga ditutup oleh Salahuddin Al-Ayyubi.
Pada tahun 1990 saat ‘Israel’ menduduki kota, mereka ingin merebut Masjid Al-Marwani dan sudah membuat tangga di sana dan ingin membukanya, tetapi kaum Muslim berhasil meresto rasinya kembali untuk menjadi kannya tempat shalat seperti dulu lagi.
14. Pintu Ganda : Pintu kedua di dinding selatan dari arah kiblat. Menghadap benteng-benteng Umawi di arah selatan masjid. Pintu dibuat agar para sultan dan pemimpin ummat dari arah benteng dapat masuk ke masjid dan langsung bisa mengimami shalat. Juga ditutup atas perintah Salahuddin Al-Ayyubi.
- 4 Menara Perkasa
15. Menara Pintu Al-Maghariba : Disebut juga Menara Fahri . Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1278. Masih digunakan hingga hari ini. Bagian atas menara ini agak hancur disebabkan oleh gempa bumi pada tahun 1992. Direstorasi di tahun yang sama. Ini menara terkecil di Masjid Al-Aqsha dengan tinggi 23,5 meter.
16. Menara Pintu Al-Silsilah : Disebut juga Menara Mahkamah dengan tinggi 35 meter. Konstruksinya masih seperti saat dibangun di bawah Kesultanan Mamalik di tahun 1329. Dalam beberapa tahun belakangan ini sudah direstorasi. Oleh sebab gempa, terlihat di ujung menara batubatu putih hasil perbaikan.
17. Menara Pintu Ghawanimah : Disebut juga Menara Qalawun dan dan dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1297.
Sejak tahun 1329, Menara Ghawanimah dan Menara As-Silsilah telah direstorasi dua kali. Ghawanimah adalah menara tertinggi di dalam Masjid Al-Aqsha dengan tinggi 38,5 meter. Di ujung menara terdapat sulaman, motif dan ubin menghiasi.
18. Menara Pintu Al-Asbat : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1376, dengan tinggi 28,5 meter. Restorasi total setelah gempa pada tahun 1927.
Dari semua menara, hanya menara ini saja yang dalamnya berbentuk silinder.
- 6 Mesjid Teduh
19. Jami’ Al-Qibly : Masjid al Qibly atau Masjid Kiblat atau disebut juga Masjid Al- Umar. Masjid ini dibangun oleh Sayyidina Umar bin Khattab pada tahun 16 H dengan batang-batang pohon – sama seperti Masjid An Nabawi yang dibangun Rasulullah ﷺ di tahun 636.
Masjid Al- Qibly ini berkapasitas 3.000 jamaah. Masjid ini memiliki kubah berwarna biru, dan inilah mesjid yang kerap disalah pahami oleh umat muslim di seluruh dunia, karena sering disangka sebagai mesjid Al-Aqsha.
Karena bangunanya sudah tua, maka mesjid Qibly dibangun kembali pada masa Sultan Abdul Malik bin Marwan. Dan selesai pada masa anaknya Al-Walid bin Abdul Malik.
Masjid ini sudah beratus-ratus kali diserang musuh; penyerangan terbesar pada tahun 1969, ditandai dengan hancurnya Mimbar Salahuddin yang dibuat oleh Nuruddin Zinki.
20. Mushala Al-Qadim : Masjid tertua yang berlokasi di bawah Masjid Al-Aqsha. Di dalam masjid terdapat tangga yang terbuat dari bebatuan. Pintu masuknya di bawah pintu masuk Masjid Al-Qibly.
Dibangun pada masa Kesultanan Umayyah. Beratus- ratus tahun di tutup, dan baru dibuka lagi pada tahun 1999.
21. Mushala Al-Marwani : Masjid terbesar dan berlokasi di bawah pekarangan sebelah selatan Masjid Al-Aqsha. Luas masjid 3600 m2.
Pertama kali dibangun pada masa Kesultanan Umayyah. Saat Perang Salib, kuda-kuda ditambatkan di sini. Setelah pembebasan Baitul Maqdis oleh Salahuddin Al-Ayyubi, bangunan diubah dan diberi nama baru menjadi “Gudang Sulaiman.”
Pada tahun 1997, Yayasan Waqaf Al-Aqsha mengembalikan fungsinya menjadi masjid.
22. Masjid Al-Buraq : Dulunya adalah tempat menambat Buraq, tunggangan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam saat Isra’.
Pintu masuknya menuruni tangga di bawah pekarangan Masjid Al-Aqsha, dan juga ada pintu masuk lain yang lebih tinggi. Hanya dibuka pada saat shalat Jumat dan shalat ‘Id.
23. Masjid Al Maghariba : Dibangun langsung oleh Salahuddin Al-Ayyubi pada tahun 1193. Sekarang dijadikan museum.
24. Jami’ Nisa : Setara datarannya dengan Jami’ Al-Qibly. Masjid Nisa merupakan bangunan yang besar, membentang sejauh dinding barat.
Pada masa Kesultanan Ayyubiyah dikhususkan untuk mushala perempuan. Sekarang sebagiannya difungsikan sebagai museum dan perpustakaan.
- 14 Kubah Megah
25. Kubah As- Sakhrah : Arti namanya Kubah Batu, karena memang berdiri di atas batu raksasa.
Dari titik inilah Rasulullah ﷺ naik ke langit dalam perjalanan Mi’raj nya. Di atasnya dibangunlah bangunan yang bentuknya kita kenal seperti sekarang.
Kubah As-Sakhrah juga disebut Dome of The Rock. Tetapi sekali lagi, bangunan ini bukanlah masjid [ tempat untuk shalat ]. Ini hanya bangunan biasa yang dibangun oleh Sultan Abdul Malik bin Marwan pada tahun 685-705.
Bentuk bangunan segi delapan, dengan tinggi 35 meter.
Kubah Batu inilah yang kerap oleh zionis Israel disebut sebagai masjid Al-Aqsha untuk mengelabui umat.
Dan memang kubah ini juga difungsikan sebagai masjid, dipakai untuk tempat shalat bagi kaum muslim, kecuali shalat subuh.
Jamaah Dome of The Rock ini adalah wanita dan laki laki tua. Sehingga untuk shalat Jumat, hanya bisa dipakai oleh wanita.
Kubah Dome of the Rock ini dilapisi potongan emas, sementara bangunannya dihiasi dengan porselin khusus, khat yang sangat indah dan lantainya keramik.
Di masa Perang Salib bangunan ini dijadikan gereja dengan ditambahi sebuah altar sementara bulan sabit besar di kubah diganti dengan salib.
Pada tahun 1187, Salahuddin Al- Ayyubi mengembalikan Kubah As-Sakhrah ke fungsi semula. Pada tahun 2009, Turki memperbarui hiasan bulan sabit pada Kubah As-Sakhrah dengan biaya 250 ribu Euro.
26. Kubah Al-Silsilah : Kubah ini kecil, bangunan di bawahnya bersudut sebelas, posisinya persis di sebelah Kubah As-Sakhrah.
Dibangun Sultan Abdul Malik bin Marwan pada tahun 685-688. Terakhir direstorasi pada tahun 2009 oleh Turki.
27. Kubah Mi’raj : Kubah ini dibangun pada masa Kesultanan Ayyubiyah, untuk memperingati naiknya Nabi SAW dalam Al-Mi’raj.
Bentuk bangunannya bersegi delapan dan dilengkapi dengan sebuah mihrab. Pernah direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah.
28. Kubah Musa : Disebut juga Kubah Syajarah Disebut juga Kubah Syajarah . Dibangun pada masa Kesultanan Ayyubiyah oleh Sultan Najmuddin.
Bentuknya segi empat dan memiliki mihrab. Sekarang berfungsi sebagai rumah tahfizh.
29. Kubah Nahawiyah : Dibangun Sultan Isa Ayyubi dari Kesultanan Ayyubiyah untuk menjadi tempat belajar sharaf dan nahwu. Di dalamnya terdapat tiga ruangan berderet.
30. Kubah Sulaiman : Nama ini dinisbahkan kepada Sultan Sulaiman bin Abdul Malik. Direstorasi pada tahun 1203 di masa Kesultanan Ayyubiyah dan setelahnya juga pada masa Kesultanan Utsmaniyyah. Bentuk kubah segi delapan dan memiliki sebuah mimbar.
31. Kubah Mizan : Tempatnya berdekatan dengan Gapura Mizan.
32. Kubah Nabi : Kubah ini sebenarnya dibangun pada masa Kesultanan Umayyah, tapi bentuknya yang sekarang ini dibangun pada masa Sultan Sulaiman yang Agung di tahun 1538. Direstorasi pada 1845 di masa Sultan Abdul Majid ke-2.
Menurut salah satu riwayat, kubah ini tempat dimana Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam memimpin shalat para nabi.
33. Kubah Arwah : Posisinya dijadikan penanda sebelah timur Gapura Barat Laut, dibangun pada masa Ustmaniyyah. Ada yang berpendapat nama itu diberikan bagi kubah ini sebab nantinya arwah semua mahluk akan dibangkitkan di atasnya.
Ada yang berpendapat kubah itu berdekatan dengan sebuah gua yang bernama Gua Al-Arwah. Dalil-dalil ini tidak kuat.
34. Kubah Khidir.
35. Kubah Yusuf Aga : Dibangun pada masa Kesultanan Ustmaniyyah pada tahun 1681. Sekarang menjadi kantor penerangan dan penjualan tiket masuk ke museum.
36. Kubah Yusuf : Sesudah menaklukkan Baitul Maqdis, Salahuddin Al-Ayyubi membangun tembok melingkari Masjid al-Aqsha dan menghiasi tembok itu dengan berbagai bentuk ekpresi seni Islami.
Pada masa Kesultanan Ustmaniyyah dibangunlah Kubah Yusuf. Bersamaan dengan itu direstorasi pula tembok dan kubah yang rusak dan diberi nama yang dinisbahkan kepada Salahuddin yang pertama (Salah al-Din Yusuf Ibn Ayyub).
37. Kubah Cinta Nabi : Dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah oleh Padisah Mahmut ke-2 di tahun 1817.
38. Kubah Isa Mahdi : Dibangun di salah satu sudut Masjid Al-Marwani pada masa Kesultanan Umayyah. Direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah di tahun 1898.
39. Kubah Syeikh Khalil : Dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah pada sekitar tahun 1700-an. Sekarang dijadikan kantor oleh Komisi Rekonstruksi Masjid Al-Aqsha.
12 Madrasah Penuh Wibawa
40. Riyadh Islami : Dahulu bangunan ini bernama Madrasah Riyadh Islam Aqsha, diwakafkan oleh seorang ‘alim bernama Sanjar Dawdar pada tahun 1295. Pada tahun 1980-an berubah menjadi Madrasah Riyadh Islami.
41. Tsanawiyah Aqsha Syar’iyah : Dibangun pada tahun 1980-an sebagai Tsanawiyah Islamiyyah.
42. Madrasah Gadiriyyah : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik Sultan Baybars di tahun 1432. Direstorasi oleh Lembaga Waqaf Islami, tetapi tidak selesai oleh sebab penjajah (‘Israel’) tidak memberikan izin untuk membangun atapnya.
43. Madrasah Basitiyyah : Diwaqafkan oleh Qadi Zaynuddin Abdul Basit bin Hilal Ad-Dimasyqi pada tahun 1431.
44. Madrasah Aminiyyah : Dibangun dan diwaqafkan oleh Aminuddin Abdullah di tahun 1329. Direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah.
Terletak di bagian atas Beranda Utara, dan terdiri dari empat tingkat dengan kamar-kamar dan pintu-pintu.
45. Madrasah Farisiyyah : Diwaqafkan dan dinisbatkan kepada nama si pemberi, Amir Faris Al-Baka di tahun 1353. Tergabung dengan Madrasah Amniyyah.
46. Madrasah Malikiyyah : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1340, dengan dua tingkat. Sekarang digunakan sebagai tempat tinggal.
47. Madrasah As’ardiyyah : Diwaqafkan dan dinisbatkannya nama madrasah ini dari Majduddin Asardi di tahun 1368. Sekarang menjadi tempat tinggal.
48. Madrasah Manjakiyyah : Dibangun oleh Amir Sayfuddin Manjak di tahun 1361. Terdiri dari dua tingkat dan sekarang dijadikan sebagai kantor Yayasan Waqaf Islami.
49. Madrasah Ustmaniyyah : Terletak di antara Madrasah Asrafiyah dan Pintu Matharah dan terdiri dari dua lantai. Bagian lain madrasah terletak di luar komplek Masjid Al-Aqsha.
Madrasah ini diwaqafkan oleh satu anggota keluarga Utsmaniyyah, anak perempuan dari Mahmut Beyin, yaitu Isfahan Syah Hatun.
Madrasah ini tingginya sejajar dengan halaman Masjid Al-Aqsha. Digunakan sebagai madrasah hingga masa Esref Baybars.
Setelah itu madrasah ini ditutup oleh orang Yahudi dan jendela-jendelanya, yang mengarah langsung ke Masjid al-Aqsha, ditutup dengan batu-batu.
Sekarang tempat ini digunakan sebagai rumah oleh keluarga kaum Muslimin.
50. Madrasah Asrafiyah : Madrasah ini juga dikenal sebagai Madrasah Sultaniyyah. Dibangun oleh Amir Hasan Az-Zahiri. Pada saat Sultan Qaitbay berziyarah ke Baitul Maqdis madrasah itu dihancurkan. Dibangun kembali pada tahun 1480.
51. Madrasah Tankiziyyah : Salah satu bagian dari madrasah ini terdapat di luar Komplek Masjid Al-Aqsha. Sementara bagian yang lain terletak di atas Beranda Barat.
Dibangun oleh Amir Tankiz An-Nasiri (1328).
Pertama kali bangunan ini dijadi kan sebagai mahkamah, kemudian kantor tempat bertemu Konferensi-konferensi Islami.
Pada masa Kesultanan Utsmaniyyah direstorasi dan kemudian dijadikan madrasah. Direbut pada penjajahan ‘Israel’ tahun 1969 dan dijadikan sekolah kepolisian. Rencana ‘Israel’ terakhir adalah menghancurkan sekolah ini dan menjadikannya sinagog terbe sar di dunia.
- 2 Beranda Indah
52. Beranda Barat : Bertempat di sebelah barat Masjid Al-Aqsha, dengan atap tertutup memanjang seperti koridor dengan 55 tiang penyangga.
Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1307-1336 untuk kemudahan berpindah saat melihat peninggalan-peninggalan bersejarah yang berada di sebelah barat Masjid Al-Aqsha.
53. Beranda Utara : Beranda ini berbatasan dengan dinding utara Masjid Al-Aqsha. Dibangun pada masa Kesultanan Ayyubi dan Mamalik (1367). Ditutup pada masa Kesultanan Utsmaniyyah. Sekarang dibuka.
- 9 Gapura Lengkung Indah Bersejarah
54. Gapura Utara : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1321, dengan tinggi 7,5 meter.
55. Gapura Barat Laut : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1376. Direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah, dengan tinggi 7 meter.
56. Gapura Barat : Dibangun pada masa Kesultanan Umayyah di tahun 951.
57. Gapura Barat Daya: Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1472, dengan tinggi 7 meter.
58. Gapura Selatan : Dibangun setinggi 6,5 meter pada masa Kesultanan Umayyah. Pernah direstorasi pada masa Kesultanan Abbasiyyah, Fatimiyyah, Utsmaniyyah dan terakhir pada tahun 1982.
59. Gapura Tenggara : Dibangun pada masa Kesultanan Fatimiyyah di tahun 1021. Direstorasi pada masa Kesultanan Ayyubiyah, dengan tinggi 6,5-7 meter.
60. Gapura Timur : Dibangun pada masa Kesultanan Umayyah dan direstorasi pada masa Kesultanan Abbasiyyah, dengan tinggi 6,5 meter.
61. Gapura Timur Laut : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik, dengan tinggi 7 meter.
- 13 Air Mancur Penuh Kesejukan
62. Air Mancur Al-Ka’as (Mangkuk): Dibangun oleh salah satu Sultan Kesultanan Ayyubiyyah, Abu Bakar bin Ayyubi di tahun 1193.
63. Air Mancur Sya’lan : Dibangun oleh salah satu Sultan Kesultanan Ayyubiyyah, Isa Ayyubi di tahun 1216.
64. Air Mancur Basiri : Juga dinamakan “Air Mancur Kurungan.” Dibangun oleh salah satu Sultan Kesultanan Mamalik, Sultan Baybars di tahun 1436.
65. Air Mancur Qaitbay : Dibangun oleh salah satu Sultan Kesultanan Mamalik, Sultan Qaitbay di tahun 1461, dengan struktur mengagumkan dan motif yang dihiasi dengan batu- batu berwarna. Direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah di tahun 1882.
66. Air Mancur Kasim Paşa : Dikenal juga dengan nama Air Mancur Pintu Mahkamah.
Dibangun pada masa Sultan Sulaiman yang Agung oleh Gubernur Yerusalem Kasım Paşa di tahun 1529.
67. Air Mancur Sulaiman Al- Fannuni : Air mancur ini terletak di timur halaman Masjid Al-Aqsha, dan di sebelah selatan sebuah tempat yang disebut sebagai tempat beribadah Sulaiman. Dibangun pada masa Sultan Sulaiman di tahun 1536.
68. Air Mancur Syeikh Badiri : Dibangun tahun 1740.
69. Air Mancur Pintu Al-Maghariba: Dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah.
70. Air Mancur Bab Hitta : Dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah. Direstorasi oleh Yayasan Aqsha. Kemudian ditutup permanen.
71. Tangki Jeruk: Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik oleh Sultan Qaitbay di tahun 1482. Direstorasi oleh Komisi Rekonstruksi Peninggalan- peninggalan Bersejarah.
72. Sumur Sultan Isa : Dibangun dengan tiga serambi pada masa Kesultanan Ayyubiyyah oleh Sultan Isa Ayyubi.
Pada masa Kesultanan Utsmaniyyah bangunan serambi tersebut ditinggikan hingga sejajar dengan halaman Kubah As-Sakhrah. Sekarang digunakan sebagai balai pengobatan.
73. Air Mancur Mimbar Burhanuddin : Dibangun pada tahun 1998 oleh Komisi Rekonstruksi Peninggalan-peninggalan Bersejarah. Terdapat 24 macam bentuk keran.
74. Air Mancur Pohon Zaitun: Dibangun Komisi Peninggalan-peninggalan Sejarah Islam. Serta dikelilingi oleh tujuh buah keran.
75. Air Mancur Rahmat : Dibangun pada tahun 1995 serta terdapat 12 keran.
- Mihrab-mihrab : Beberapa mihrab dapat ditemukan di halaman-halaman, tempat-tempat beribadah, di dalam kubah dan masjid–masjid. Mihrab-mihrab itu untuk menunjukkan pada jamaah-jamaah arah kiblat.
Di halaman Masjid Al-Aqsha masih ada beberapa mihrab lainnya seperti Mihrab Ali Pasa, Mihrab Dawud Pasa, Mihrab Masjid Al-Marwani, Mihrab Gapura Barat Daya.
- Sumur-sumur : Terdapat 26 sumur di dalam Komplek Masjid Al-Aqsha. Dulu tidak hanya digunakan oleh orang-orang Baitul Maqdis untuk beribadah saja, tapi sumur-sumur itu juga digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
- Kuil Sulaiman : Orang Yahudi menganggap Masjid al-Aqsha dibangun di atas tempat suci mereka yaitu Kuil Sulaiman.
Menurut riwayat mereka, kuil ini hancur dan kemudian dibangun kembali untuk yang kedua kali dan dihancurkan kembali.
Oleh karena itu, mereka ingin membangun kembali Kuil Sulaiman untuk yang ketiga kalinya – tepat di atas Masjid Al-Aqsha.
Tapi orang Yahudi tidak memiliki bukti arkeologis untuk membuktikan pernah adanya Kuil Sulaiman itu.
- Tembok Buraq : Tembok dimana Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam menambatkan kendaraannya pada saat Isra’ dan Mi’raj.
Nabi menambatkan kendaraannya di tembok ini dan masuk ke Masjid Al-Aqsha. Tembok ini juga dikenal sebagai Tembok Magharib.
- Mushala : Di halaman Masjid Al-Aqsha terdapat 26 tempat shalat. Tempat-tempat shalat itu pada ketinggian satu meter di atas permukaan tanah dan terbuat dari batu.
Untuk setiap tempat shalat terdapat tangga-tangga pendek untuk naik ke atas, tapi di sebagian tempat shalat tidak terdapat mihrab.
Tempat-tempat shalat ini lebih banyak digunakan sebagai tempat berbagi ilmu, pelajaran dan tempat beribadah.
- Mimbar Salahuddin : Dikenal sebagai mimbar yang memiliki hiasan motif, sulaman dan tulisan khat, serta berbagai simbol indah. Nuruddin Zinki membuat mimbar itu selama 20 tahun dengan niat akan memasangnya di Masjid al-Aqsha sesudah berhasil membebaskan Batul Maqdis.
Nuruddin wafat sebelum pembebasan Baitul Maqdis. Ketika Salahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis, maka dia pindahkan mimbar Nuruddin Zinki itu dari Aleppo ke Baitul Maqdis dan dipasang di Masjid al-Aqsha.
Pada tahun 1696 seorang Yahudi fanatik membakar mimbar itu. Mimbar baru sudah dibuat sementara mimbar lama juga direstorasi.
___
nabimuhammad.info@gmail.com
Menanti Dajjal (4)
Menanti Dajjal (4)
Oleh aminuddin
Mengapa Allah Menciptakan Dajjal?
INILAH penjelasannya .
Salah seorang peserta acara Tabligh Akbar di Malaysia bertanya kepada Dr Zakir Naik mengapa Allah menciptakan Dajjal dan Allah memberikan kekuatan terhadap Dajjal untuk menyesatkan manusia.
Mendapat pertanyaan tersebut, Dr Zakir Naik langsung menjelaskan bahwa pada prinsipnya Allah SWT menciptakan Dajjal untuk meguji dan memberi cobaan kepada kita manusia.
Sungguh tiada cobaan atau ujian yang lebih besar selain cobaan yang diturunkan Allah SWT dengan menurunkan Dajjal diantara manu sia.
Kemudian, terkait pertanyaan me ngapa Allah SWT memberikan ke kuatan kepada Dajjal, Dr. Zakir Naik menyampaikan Surat Al-Baqarah yang menerangkan bahwa Iblis meminta kepada Allah untuk penangguhan siksaan kepadanya karena Allah telah mengutuk iblis, kerena kesalahan yang dilakukannya, sehingga iblis berkata "aku akan menyesatkan semua pengikut-Mu (Allah)."
Dan pada saat itu Allah SWT ber firman : "Aku memberi penanggu han (dari azab seksa) kepada ka mu. Apa kamu fikir kamu hebat? Kamu (iblis) tidak akan dapat menyesatkan para pengikut-Ku (Allah), kau hanya boleh menyesatkan yang bukan pengikut-Ku ( Allah) ".
Makna pengikut disini adalah ham ba Allah SWT yang taat dan takwa.
Jadi kesimpulannya, Allah SWT menciptakan Dajjal untuk menguji umat manusia dan kenapa Allah memberikan kekuatan kepadanya karena Allah ingin menguji kita, apakah kita mampu mengikuti perintahnya atau tidak.
Lebih lanjut Dr Zakir Naik memberikan perumpamaan : "Kenapa guru memberikan soal ujian yang sangat susah kepada muridnya?"
Soal yang susah tersebut jika dapat dijawab dengan benar maka siswa akan memperoleh nilai yang tinggi dan penghargaan lainya.
Begitu pula dengan ujian yang Allah berikan kepada manusia dengan menurunkan fitnah Dajjal, apabila manusia sanggup menahan dan melewati ujian tersebut sungguh manusia akan mendapat balasan yang sangat besar dari Allah SWT.
Dajjal dan Al-Quran
MENGAPA Dajjal tidak disebutkan dalam Al-Quran?
Pertanyaan ini sering muncul bagi setiap umat manusia. Kita tahu Dajjal adalah makhluk yang akan keluar dari perut bumi pada hari akhir zaman nanti.
Hal ini bisa dijadikan sebagai tanda datangnya hari kiamat. Oleh karena itu, kali ini akan kita bahas kenapa Allah SWT tidak menyebutkan ten tang Dajjal dalam kitab suci Al-Quran.
Dajjal merupakan cobaan atau fit nah terbesar dimana Nabi Muhammad SAW sangat khawatir jika hal ini terjadi pada umatnya.
Hal ini membuat seluruh Nabi menjelaskan hal-hal mengenai Dajjal pada umatnya. Oleh karena itu, Rasul meminta kepada kita agar berlindung pada Allah dari fitnah Dajjal pada setiap shalat.
Di dalam Al-Quran disebutkan banyak tanda-tanda hari kiamat, baik itu kiamat kecil ataupun kiamat besar. Salah satu tanda-tandanya adalah terbelahnya bulan.
Selain itu, munculnya Ya'juj dan Ma'
juj dan dibukakan pintunya juga menjadi tanda-tanda hari akhir akan datang.
Tanda-tanda keluarnya Dajjal tidak pernah dikatakan dalam Al-Quran secara eksplisit. Lalu mengapa ti dak ada penyebutan kemunculan Dajjal menurut Al-Quran secara langsung?
Tentunya karena hanya Allah SWT yang maha mengetahui tentang kedatangan hari akhir. Ada juga pendapat lain yang mengatakan tidak disebutkannya Dajjal secara langsung di dalam Al-Quran seba gai bentuk penghinaan terhadap Dajjal di hari kiamat yang mengakui dirinya sendiri adalah tuhan.
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa terdapat tiga tanda dimana pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman kita hingga datang binatang melata, Dajjal, serta matahari yang terbit dari barat.
Lebih lanjut, terdapat surah yang mengatakan jika tidak ada satu ahli kitab pun, kecuali beriman kepada Nabi Isa sebelum kematiannya.
Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa kaum Quraish bersorak-sorak karena Isa dijadikan sebagai perumpamaan. Mereka bertanya siapakah yang lebih baik, Tuhan orang Quraish atau Isa.
Sebenarnya perumpamaan itu tidak ditujukan pada mereka, hanya saja mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa hanyalah seorang hamba sama seperti nabi-nabi lainnya.
Allah SWT memberikan nikmat be rupa kenabian pada Isa sebagai bukti akan kekuasaan Allah bagi Bani Israil. Sesungguhnya Isa mengetahui peristiwa hari kiamat itu.
Dalam suatu hadits, Isa merupakan orang yang membunuh Dajjal pada hari akhir nanti. Penyebutan Isa ini menunjukkan bahwa terdapat pembahasan Dajjal di dalamnya meski tak secara langsung.
Sebuah hadits juga menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah ber sabda tidak akan datang hari kia mat hingga muncul beberapa tan da, yakni keluarnya asap, Dajjal, hewan melata, dan matahari yang terbit dari barat.
Secara mutlak, Dajjal merupakan cobaan atau fitnah paling besar yang ada di bumi ini. Sebuah hadits menjelaskan jika antara penciptaan nabi Adam dan datangnya hari kiamat, tidak akan ada makhluk lebih besar daripada Dajjal.
Pada riwayat hadits Dajjal lain menyebutkan, Rasulullah SAW berdiri di hadapan manusia dan menyanjung Allah dengan sanjungan untuk-Nya, kemudian beliau menyebut Dajjal dan mengatakan jika ia memperingatkan pada umat manusia bahwa setiap nabi pastilah mengingatkan umatnya mengenai Dajjal.
Namun, Rasulullah SAW menyam paikan satu hal mengenai Dajjal yang belum pernah disampaikan oleh Nabi lainnya, yakni Dajjal memiliki mata sebelah yang buta, sedangkan Allah tidaklah buta.
Selain itu, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa tidak ada yang ditakutkan oleh Nabi kecuali datangnya Dajjal pada umat manusia. Apabila Dajjal keluar sebelum Rasul wafat, maka beliau akan melindungi umat manusia. Sedangkan jika ia datang setelah Rasul wafat maka setiap orang akan membela dirinya sendiri.
Sebagai seorang muslim, kita harus meyakini adanya hari kiamat, meskipun kita tidak tahu kapan peristiwa itu akan terjadi. Kita hanya perlu memperbanyak bekal untuk hari akhir kelak dan menjadi umat Rasulullah SAW sehingga dapat bertemu beliau di surga nanti.
Yang Ditakuti Dajjal
TERNYATA yang sangat ditakuti Dajjal adalah Dukhan (asap). Bukan asap yang ada saat ini, namun asap yang memang didatangkan Allah SWT dari langit khusus untuk menghancurkan Dajjal dan bala tentaranya.
Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat mengatakan, jika pada akhir zaman nanti akan terjadi pelemparan batu-batu dari langit atau kini lebih dikenal dengan hujan meteor. Turunya meteor ini menye babkan ledakan dasyat dan mem bawa debu beterbangan.
Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Akan terjadi pada umat ini – atau umatku: perawi ragu-ragu lafal mana yang lebih benar – gempa dahsyat, atau pengubahan bentuk, atau pelemparan (batu-batu dari langit) atas para pengingkar takdir.”
Asap atau Dukhan inilah yang akan membuat Dajjal hancur lebur diakhir zaman. Ketakutan akan Dajjal diketahui dari Rasulullah SAW yang menguji Ibnu Shayyad untuk menguji apakah dia Dajjal atau bukan. Rasul pun mengujinya dengan mempertanyakan tentang Dukhan.
Imam Ahmad dalam musnadnya meriwayatkan bahwa Abu Dzar RA berkata, "Kemudian Rasulullah bertanya kepadanya (Ibnu Shayyad), 'Sesungguhnya saya menyembunyikan sesuatu kepadamu.' Dia (Ibnu Shayyad) berkata, 'Engkau menyembunyikan bagian depan hidung dan mulut kambing serta ad-dukh (asap) kepadaku'."
Kata Abu Dzar, "Ia hendak mengucapkan ad-dukhaan (asap/kabut) tetapi tidak dapat, lalu ia mengucapkan ad-dukh, ad-dukh."
Riwayat ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengetahui ten tang Dajjal. Beliau paham bagaima na menguji seseorang Dajjal atau bukan.
Terlepas Ibnu Shayyad itu Dajjal atau bukan, perkara yang paling ditakuti Dajjal adalah munculnya Dukhan. Dengan munculnya Dukhan inilah, maka Dajjal menjadi ‘terhapus’ (cacat), yaitu buta sebelah, terdapat tulisan kafir di dahinya.
Oleh karena itu, Dajjal dinamakan Almasih ‘terhapus’ karena Dajjal terhapus, yaitu terhapus fisiknya dari normal menjadi cacat.
Apa itu Dukhan?
ARTI Dukhan sendiri menurut baha sa adalah asap atau kabut. Firman Allah yang menyatakan adanya asap menjadi tanda kiamat terda pat dalam Al Quran surat Ad Dukhan ayat 10-12.
“Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami adzab itu. Sesungguhnya kami akan beriman.”
Dalam sebuah hadist yang berasal dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda:
“Bersegeralah untuk melakukan amal soleh sebelum datang 6 hal: Matahari terbit dari barat, munculnya Dajjal, keluarnya Dabbah (binatang melata), kematian kalian atau perkara genting yang meluas di masyarakat.” (HR Bukhari Muslim)
Perbedaan Pendapat
- Pendapat Pertama
Pendapat pertama menyatakan Dukhan adalah sebuah kondisi kelaparan yang menimpa kaum Quraisy dikarenakan kondisi keke ringan yang berkepanjangan.
Kondisi ini bahkan membuat debu yang kering berterbangan bersama angin sehingga disebutlah sebagai Dukhan.
Ulama yang mendukung akan keterangan dari Ibnu Qutaibah tersebut adalah sahabat Ibnu Mas’ud dan dikuti oleh beberapa ulama salaf lainnya.
Ibnu Mas’ud pernah ditanyai oleh muridnya yakni Masruq karena mendengar seseorang di Kindah yang menyatakan bahwa Dukhan akan datang pada hari kiamat dan menyambar telinga serta penglihatan kaum munafik. Sementara bagi kaum mukmin, Dukhan hanya akan berefek seperti terkena pilek.
Ibnu Mass’ud kemudian berkata: “Siapa yang memiliki ilmu, bicaralah. Dan siapa yang tidak memilikinya, maka ucapkan Wallahu A’lam.” Kemudian Ibnu Mas’ud menceritakan makna sebenarnya dari Dukhan.
“Ketika orang kafir quraisy tidak mau masuk Islam, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakan keburukan untuk mereka. Beliau berdoa, “Ya Allah, timpakanlah kekeringan kepada mereka seperti kekeringan di zaman Yusuf.”
Lalu mereka mengalami kekeringan, sampai banyak yang meninggal, lalu mereka makan bangkai, tulang. Sementara orang melihat di antara langit dan bumi (udara) seperti asap.” (HR Ahmad dan Bukhari)
Sahabat Ibnu Mas’ud juga pernah mengatakan, “Ada 5 tanda kiamat yang sudah terjadi: peristiwa al Lizam (hukuman bagi kaum kafir), peristiwa perang romawi, al bathsyah (kekalahan orang kafir pada perang badar), terbelahnya bulan dan Dukhan.” (HR Bukhari).
- Pendapat Kedua
Pendapat kedua menyatakan Dukhan akan muncul di hari kiamat dan bisa dilihat oleh semua orang. Para pendukung pendapat ini adalah Ali bin Abi Thalib, Ibnu Umar, Ibnu Abbas dan ulama lain yang diperkuat oleh tafsir Ibnu Katsir.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mencantumkan perkataan Ali bin Abi Thalib yang berbunyi, “Dukhan belum terjadi, orang mukmin akan menjadi seperti orang pilek. Lalu asap itu menghembus orang kafir sampai binasa.”
Selain itu, Ibnu Umar pun mengatakan, “Akan keluar Dukhan, lalu orang mukmin terkena imbasnya hingga seperti orang pilek. Lalu asap ini masuk ke telinga orang kafir dan munafik sehingga kepala mereka seperti kepala hewan panggang.”
- Pendapat Ketiga
Pendapat yang ketiga merupakan gabungan dari pendapat pertama dan kedua dimana Dukhan telah terjadi sebelumnya dan akan terjadi pula di akhir zaman.
Inilah pendapat yang dipilih oleh Imam Nawawi yang dimuat oleh Imam Al Qurthubi.
“Mujahid mengatakan bahwa Ibnu Mas’ud berpendapat ada dua Dukhan. Salah satu telah terjadi. Sementara yang satunya akan memenuhi langit dan bumi. Setiap mukmin mengalami pilek. Sementara orang kafir, telinganya dilubangi.” (At Tadzkirah).
Lantas mengapa Dukhan begitu ditakuti Dajjal?
Dajjal bukanlah makhluk yang tidak memiliki kelemahan dan salah sa tunya adalah Dukhan. Ini dikarena kan Dukhan membuat Dajjal menja di cacat dan hancur lebur pasu kannya.
Kondisi Dajjal menjadi buta sebelah dan terdapat tulisan kafir di dahi karena efek Dukhan tersebut.
Sama seperti Dajjal, orang kafir dan Yahudi yang ada di Khurasan juga akan mengalami bengkak dari ke pala hingga ke kaki akibat Dukhan.
Dan mereka kelak akan menjadi pengikut dari Dajjal sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah, “Dajjal akan keluar di bumi bagian timur yang disebut Khurasan. Ia ditakuti oleh beberapa kaum yang wajah mereka seperti perisai yang dipukuli.”
Maksud ‘seperti perisai yang dipukuli’ dari keterangan Rasulullah tersebut adalah wajah mereka yang bengkak karena efek Dukhan sehingga seperti benjol atau habis dipukuli.
___
- Kabar Makkah.com
- Kumpulanmisteri.com
- Islamedia
- Infoyunik.com
Oleh aminuddin
Mengapa Allah Menciptakan Dajjal?
INILAH penjelasannya .
Salah seorang peserta acara Tabligh Akbar di Malaysia bertanya kepada Dr Zakir Naik mengapa Allah menciptakan Dajjal dan Allah memberikan kekuatan terhadap Dajjal untuk menyesatkan manusia.
Mendapat pertanyaan tersebut, Dr Zakir Naik langsung menjelaskan bahwa pada prinsipnya Allah SWT menciptakan Dajjal untuk meguji dan memberi cobaan kepada kita manusia.
Sungguh tiada cobaan atau ujian yang lebih besar selain cobaan yang diturunkan Allah SWT dengan menurunkan Dajjal diantara manu sia.
Kemudian, terkait pertanyaan me ngapa Allah SWT memberikan ke kuatan kepada Dajjal, Dr. Zakir Naik menyampaikan Surat Al-Baqarah yang menerangkan bahwa Iblis meminta kepada Allah untuk penangguhan siksaan kepadanya karena Allah telah mengutuk iblis, kerena kesalahan yang dilakukannya, sehingga iblis berkata "aku akan menyesatkan semua pengikut-Mu (Allah)."
Dan pada saat itu Allah SWT ber firman : "Aku memberi penanggu han (dari azab seksa) kepada ka mu. Apa kamu fikir kamu hebat? Kamu (iblis) tidak akan dapat menyesatkan para pengikut-Ku (Allah), kau hanya boleh menyesatkan yang bukan pengikut-Ku ( Allah) ".
Makna pengikut disini adalah ham ba Allah SWT yang taat dan takwa.
Jadi kesimpulannya, Allah SWT menciptakan Dajjal untuk menguji umat manusia dan kenapa Allah memberikan kekuatan kepadanya karena Allah ingin menguji kita, apakah kita mampu mengikuti perintahnya atau tidak.
Lebih lanjut Dr Zakir Naik memberikan perumpamaan : "Kenapa guru memberikan soal ujian yang sangat susah kepada muridnya?"
Soal yang susah tersebut jika dapat dijawab dengan benar maka siswa akan memperoleh nilai yang tinggi dan penghargaan lainya.
Begitu pula dengan ujian yang Allah berikan kepada manusia dengan menurunkan fitnah Dajjal, apabila manusia sanggup menahan dan melewati ujian tersebut sungguh manusia akan mendapat balasan yang sangat besar dari Allah SWT.
Dajjal dan Al-Quran
MENGAPA Dajjal tidak disebutkan dalam Al-Quran?
Pertanyaan ini sering muncul bagi setiap umat manusia. Kita tahu Dajjal adalah makhluk yang akan keluar dari perut bumi pada hari akhir zaman nanti.
Hal ini bisa dijadikan sebagai tanda datangnya hari kiamat. Oleh karena itu, kali ini akan kita bahas kenapa Allah SWT tidak menyebutkan ten tang Dajjal dalam kitab suci Al-Quran.
Dajjal merupakan cobaan atau fit nah terbesar dimana Nabi Muhammad SAW sangat khawatir jika hal ini terjadi pada umatnya.
Hal ini membuat seluruh Nabi menjelaskan hal-hal mengenai Dajjal pada umatnya. Oleh karena itu, Rasul meminta kepada kita agar berlindung pada Allah dari fitnah Dajjal pada setiap shalat.
Di dalam Al-Quran disebutkan banyak tanda-tanda hari kiamat, baik itu kiamat kecil ataupun kiamat besar. Salah satu tanda-tandanya adalah terbelahnya bulan.
Selain itu, munculnya Ya'juj dan Ma'
juj dan dibukakan pintunya juga menjadi tanda-tanda hari akhir akan datang.
Tanda-tanda keluarnya Dajjal tidak pernah dikatakan dalam Al-Quran secara eksplisit. Lalu mengapa ti dak ada penyebutan kemunculan Dajjal menurut Al-Quran secara langsung?
Tentunya karena hanya Allah SWT yang maha mengetahui tentang kedatangan hari akhir. Ada juga pendapat lain yang mengatakan tidak disebutkannya Dajjal secara langsung di dalam Al-Quran seba gai bentuk penghinaan terhadap Dajjal di hari kiamat yang mengakui dirinya sendiri adalah tuhan.
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa terdapat tiga tanda dimana pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman kita hingga datang binatang melata, Dajjal, serta matahari yang terbit dari barat.
Lebih lanjut, terdapat surah yang mengatakan jika tidak ada satu ahli kitab pun, kecuali beriman kepada Nabi Isa sebelum kematiannya.
Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa kaum Quraish bersorak-sorak karena Isa dijadikan sebagai perumpamaan. Mereka bertanya siapakah yang lebih baik, Tuhan orang Quraish atau Isa.
Sebenarnya perumpamaan itu tidak ditujukan pada mereka, hanya saja mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa hanyalah seorang hamba sama seperti nabi-nabi lainnya.
Allah SWT memberikan nikmat be rupa kenabian pada Isa sebagai bukti akan kekuasaan Allah bagi Bani Israil. Sesungguhnya Isa mengetahui peristiwa hari kiamat itu.
Dalam suatu hadits, Isa merupakan orang yang membunuh Dajjal pada hari akhir nanti. Penyebutan Isa ini menunjukkan bahwa terdapat pembahasan Dajjal di dalamnya meski tak secara langsung.
Sebuah hadits juga menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah ber sabda tidak akan datang hari kia mat hingga muncul beberapa tan da, yakni keluarnya asap, Dajjal, hewan melata, dan matahari yang terbit dari barat.
Secara mutlak, Dajjal merupakan cobaan atau fitnah paling besar yang ada di bumi ini. Sebuah hadits menjelaskan jika antara penciptaan nabi Adam dan datangnya hari kiamat, tidak akan ada makhluk lebih besar daripada Dajjal.
Pada riwayat hadits Dajjal lain menyebutkan, Rasulullah SAW berdiri di hadapan manusia dan menyanjung Allah dengan sanjungan untuk-Nya, kemudian beliau menyebut Dajjal dan mengatakan jika ia memperingatkan pada umat manusia bahwa setiap nabi pastilah mengingatkan umatnya mengenai Dajjal.
Namun, Rasulullah SAW menyam paikan satu hal mengenai Dajjal yang belum pernah disampaikan oleh Nabi lainnya, yakni Dajjal memiliki mata sebelah yang buta, sedangkan Allah tidaklah buta.
Selain itu, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa tidak ada yang ditakutkan oleh Nabi kecuali datangnya Dajjal pada umat manusia. Apabila Dajjal keluar sebelum Rasul wafat, maka beliau akan melindungi umat manusia. Sedangkan jika ia datang setelah Rasul wafat maka setiap orang akan membela dirinya sendiri.
Sebagai seorang muslim, kita harus meyakini adanya hari kiamat, meskipun kita tidak tahu kapan peristiwa itu akan terjadi. Kita hanya perlu memperbanyak bekal untuk hari akhir kelak dan menjadi umat Rasulullah SAW sehingga dapat bertemu beliau di surga nanti.
Yang Ditakuti Dajjal
TERNYATA yang sangat ditakuti Dajjal adalah Dukhan (asap). Bukan asap yang ada saat ini, namun asap yang memang didatangkan Allah SWT dari langit khusus untuk menghancurkan Dajjal dan bala tentaranya.
Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat mengatakan, jika pada akhir zaman nanti akan terjadi pelemparan batu-batu dari langit atau kini lebih dikenal dengan hujan meteor. Turunya meteor ini menye babkan ledakan dasyat dan mem bawa debu beterbangan.
Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Akan terjadi pada umat ini – atau umatku: perawi ragu-ragu lafal mana yang lebih benar – gempa dahsyat, atau pengubahan bentuk, atau pelemparan (batu-batu dari langit) atas para pengingkar takdir.”
Asap atau Dukhan inilah yang akan membuat Dajjal hancur lebur diakhir zaman. Ketakutan akan Dajjal diketahui dari Rasulullah SAW yang menguji Ibnu Shayyad untuk menguji apakah dia Dajjal atau bukan. Rasul pun mengujinya dengan mempertanyakan tentang Dukhan.
Imam Ahmad dalam musnadnya meriwayatkan bahwa Abu Dzar RA berkata, "Kemudian Rasulullah bertanya kepadanya (Ibnu Shayyad), 'Sesungguhnya saya menyembunyikan sesuatu kepadamu.' Dia (Ibnu Shayyad) berkata, 'Engkau menyembunyikan bagian depan hidung dan mulut kambing serta ad-dukh (asap) kepadaku'."
Kata Abu Dzar, "Ia hendak mengucapkan ad-dukhaan (asap/kabut) tetapi tidak dapat, lalu ia mengucapkan ad-dukh, ad-dukh."
Riwayat ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengetahui ten tang Dajjal. Beliau paham bagaima na menguji seseorang Dajjal atau bukan.
Terlepas Ibnu Shayyad itu Dajjal atau bukan, perkara yang paling ditakuti Dajjal adalah munculnya Dukhan. Dengan munculnya Dukhan inilah, maka Dajjal menjadi ‘terhapus’ (cacat), yaitu buta sebelah, terdapat tulisan kafir di dahinya.
Oleh karena itu, Dajjal dinamakan Almasih ‘terhapus’ karena Dajjal terhapus, yaitu terhapus fisiknya dari normal menjadi cacat.
Apa itu Dukhan?
ARTI Dukhan sendiri menurut baha sa adalah asap atau kabut. Firman Allah yang menyatakan adanya asap menjadi tanda kiamat terda pat dalam Al Quran surat Ad Dukhan ayat 10-12.
“Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami adzab itu. Sesungguhnya kami akan beriman.”
Dalam sebuah hadist yang berasal dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda:
“Bersegeralah untuk melakukan amal soleh sebelum datang 6 hal: Matahari terbit dari barat, munculnya Dajjal, keluarnya Dabbah (binatang melata), kematian kalian atau perkara genting yang meluas di masyarakat.” (HR Bukhari Muslim)
Perbedaan Pendapat
- Pendapat Pertama
Pendapat pertama menyatakan Dukhan adalah sebuah kondisi kelaparan yang menimpa kaum Quraisy dikarenakan kondisi keke ringan yang berkepanjangan.
Kondisi ini bahkan membuat debu yang kering berterbangan bersama angin sehingga disebutlah sebagai Dukhan.
Ulama yang mendukung akan keterangan dari Ibnu Qutaibah tersebut adalah sahabat Ibnu Mas’ud dan dikuti oleh beberapa ulama salaf lainnya.
Ibnu Mas’ud pernah ditanyai oleh muridnya yakni Masruq karena mendengar seseorang di Kindah yang menyatakan bahwa Dukhan akan datang pada hari kiamat dan menyambar telinga serta penglihatan kaum munafik. Sementara bagi kaum mukmin, Dukhan hanya akan berefek seperti terkena pilek.
Ibnu Mass’ud kemudian berkata: “Siapa yang memiliki ilmu, bicaralah. Dan siapa yang tidak memilikinya, maka ucapkan Wallahu A’lam.” Kemudian Ibnu Mas’ud menceritakan makna sebenarnya dari Dukhan.
“Ketika orang kafir quraisy tidak mau masuk Islam, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakan keburukan untuk mereka. Beliau berdoa, “Ya Allah, timpakanlah kekeringan kepada mereka seperti kekeringan di zaman Yusuf.”
Lalu mereka mengalami kekeringan, sampai banyak yang meninggal, lalu mereka makan bangkai, tulang. Sementara orang melihat di antara langit dan bumi (udara) seperti asap.” (HR Ahmad dan Bukhari)
Sahabat Ibnu Mas’ud juga pernah mengatakan, “Ada 5 tanda kiamat yang sudah terjadi: peristiwa al Lizam (hukuman bagi kaum kafir), peristiwa perang romawi, al bathsyah (kekalahan orang kafir pada perang badar), terbelahnya bulan dan Dukhan.” (HR Bukhari).
- Pendapat Kedua
Pendapat kedua menyatakan Dukhan akan muncul di hari kiamat dan bisa dilihat oleh semua orang. Para pendukung pendapat ini adalah Ali bin Abi Thalib, Ibnu Umar, Ibnu Abbas dan ulama lain yang diperkuat oleh tafsir Ibnu Katsir.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mencantumkan perkataan Ali bin Abi Thalib yang berbunyi, “Dukhan belum terjadi, orang mukmin akan menjadi seperti orang pilek. Lalu asap itu menghembus orang kafir sampai binasa.”
Selain itu, Ibnu Umar pun mengatakan, “Akan keluar Dukhan, lalu orang mukmin terkena imbasnya hingga seperti orang pilek. Lalu asap ini masuk ke telinga orang kafir dan munafik sehingga kepala mereka seperti kepala hewan panggang.”
- Pendapat Ketiga
Pendapat yang ketiga merupakan gabungan dari pendapat pertama dan kedua dimana Dukhan telah terjadi sebelumnya dan akan terjadi pula di akhir zaman.
Inilah pendapat yang dipilih oleh Imam Nawawi yang dimuat oleh Imam Al Qurthubi.
“Mujahid mengatakan bahwa Ibnu Mas’ud berpendapat ada dua Dukhan. Salah satu telah terjadi. Sementara yang satunya akan memenuhi langit dan bumi. Setiap mukmin mengalami pilek. Sementara orang kafir, telinganya dilubangi.” (At Tadzkirah).
Lantas mengapa Dukhan begitu ditakuti Dajjal?
Dajjal bukanlah makhluk yang tidak memiliki kelemahan dan salah sa tunya adalah Dukhan. Ini dikarena kan Dukhan membuat Dajjal menja di cacat dan hancur lebur pasu kannya.
Kondisi Dajjal menjadi buta sebelah dan terdapat tulisan kafir di dahi karena efek Dukhan tersebut.
Sama seperti Dajjal, orang kafir dan Yahudi yang ada di Khurasan juga akan mengalami bengkak dari ke pala hingga ke kaki akibat Dukhan.
Dan mereka kelak akan menjadi pengikut dari Dajjal sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah, “Dajjal akan keluar di bumi bagian timur yang disebut Khurasan. Ia ditakuti oleh beberapa kaum yang wajah mereka seperti perisai yang dipukuli.”
Maksud ‘seperti perisai yang dipukuli’ dari keterangan Rasulullah tersebut adalah wajah mereka yang bengkak karena efek Dukhan sehingga seperti benjol atau habis dipukuli.
___
- Kabar Makkah.com
- Kumpulanmisteri.com
- Islamedia
- Infoyunik.com
Sabtu, 29 September 2018
Dua Menara (11)
Dua Menara (11)
Oleh Wak Amin
"KEJAR dia. Tangkap hidup-hidup!" Perintah Bos Husin.
"Kejar kemana Bos?" Tanya Pelon tos. Dia sangat Nervous. Dia sangat menyesal kenapa mau mengangkat telepon dari Sang Bos.
Coba kalau tidak, aman-aman saja kan ...
"Tos, apa kamu bilang tadi?"
"Si ... Siap Bos!"
"Mana Brewok?"
"Kencing Bos."
"Cepat kejar tuh orang sama Bre wok. Jangan lupa kontak saya. Paham?"
"Paham Bos."
"Alhamdulillah," ucap Pelontos. Rupanya didengar Bos Husin
"Apa kamu bilang tadi haaa?"
"Anu Bos ..."
"Anu apa?"
"Alhamdulillah. Masih diberi kesem patan .."
"Kesempatan apa?"
"Kesempatan mencari tuh anak ingusan ..."
"Oh begitu. Awas gagal lagi."
"Siap Bos."
Hik hik hik hik ...
Hek hek hek hek ...
Brewok ketawa geli.
"Wok .."
"Kena marah Bos kan?"
"Ya, ya. Senang ya liat teman susah habis kena marah."
Hik hik hik hik ...
"Mau bagaimana lagi? Masa Bos dilawan .. Tak mungkinlah."
Ha ha ha ha ...
"Sudah .. Sudah. Jangan bikin aku marah ..."
Melihat Pelontos naik pitam, Bre wok 'ngeper' juga.
"Maaf Bro. Aku tak bermaksud membuat kamu marah."
"Sudah, sudah. Yuk kejar dia. Itu perintah Bos. Cepaaat!"
"Kemana Bro kejarnya?"
"Pasti dibawa ke rumah sakit. Yuk kita cari rumah sakit terdekat. Mum pung belum lama ..."
Pakai apa kejarnya?
Oleh Wak Amin
"KEJAR dia. Tangkap hidup-hidup!" Perintah Bos Husin.
"Kejar kemana Bos?" Tanya Pelon tos. Dia sangat Nervous. Dia sangat menyesal kenapa mau mengangkat telepon dari Sang Bos.
Coba kalau tidak, aman-aman saja kan ...
"Tos, apa kamu bilang tadi?"
"Si ... Siap Bos!"
"Mana Brewok?"
"Kencing Bos."
"Cepat kejar tuh orang sama Bre wok. Jangan lupa kontak saya. Paham?"
"Paham Bos."
"Alhamdulillah," ucap Pelontos. Rupanya didengar Bos Husin
"Apa kamu bilang tadi haaa?"
"Anu Bos ..."
"Anu apa?"
"Alhamdulillah. Masih diberi kesem patan .."
"Kesempatan apa?"
"Kesempatan mencari tuh anak ingusan ..."
"Oh begitu. Awas gagal lagi."
"Siap Bos."
Hik hik hik hik ...
Hek hek hek hek ...
Brewok ketawa geli.
"Wok .."
"Kena marah Bos kan?"
"Ya, ya. Senang ya liat teman susah habis kena marah."
Hik hik hik hik ...
"Mau bagaimana lagi? Masa Bos dilawan .. Tak mungkinlah."
Ha ha ha ha ...
"Sudah .. Sudah. Jangan bikin aku marah ..."
Melihat Pelontos naik pitam, Bre wok 'ngeper' juga.
"Maaf Bro. Aku tak bermaksud membuat kamu marah."
"Sudah, sudah. Yuk kejar dia. Itu perintah Bos. Cepaaat!"
"Kemana Bro kejarnya?"
"Pasti dibawa ke rumah sakit. Yuk kita cari rumah sakit terdekat. Mum pung belum lama ..."
Pakai apa kejarnya?
Al-Aqsha (2)
Al-Aqsha (2)
Oleh aminuddin
Masa Umar bin Khathtab
Al-Jami' al-Aqsha pertama kali dibangun pada masa Umar bin Khaththab, meskipun beberapa pendapat menyatakan masjid ini dibangun pada masa Kekhalifahan Umayyah.
Setelah gempa bumi tahun 746, masjid ini hancur seluruhnya dan dibangun kembali oleh khalifah Abbasiyah Al-Mansur pada tahun 754, dan dikembangkan lagi oleh penggantinya Al-Mahdi pada tahun 780.
Gempa berikutnya menghancurkan sebagian besar Al-Jami' al-Aqsha pada tahun 1033, namun dua tahun kemudian khalifah Fatimiyyah Ali azh-Zhahir membangun kembali masjid ini yang masih tetap berdiri hingga kini.
Dalam berbagai renovasi berkala yang dilakukan, berbagai dinasti kekhalifahan Islam telah melakukan penambahan terhadap Al-Jami' al-Aqsha dan kawasan sekitarnya, antara lain pada bagian kubah, fasad, mimbar, menara, dan interior bangunan.
Ketika Tentara Salib menaklukkan Yerusalem pada tahun 1099, mereka menggunakan masjid ini sebagai istana dan Kubah Ash-Shakhrah sebagai gereja, namun fungsi masjid dikembalikan seperti semula setelah Shalahuddin mengambil alih kepemimpinan kota itu.
Renovasi, perbaikan, dan penambahan lebih lanjut dilakukan pada abad-abad kemudian oleh para penguasa Ayyubiyah, Mamluk, Utsmaniyah, Majelis Tinggi Islam, dan Yordania.
Pembakaran Al-Jami' al-Aqsha pa da 21 Agustus 1969 telah mendo rong berdirinya Organisasi Konfe rensi Islam. Pembakaran tersebut juga menyebabkan mimbar kuno Shalahuddin Al-Ayyubi terbakar habis.
Dinasti Bani Hasyim, penguasa Kerajaan Yordania telah menggantinya dengan mimbar baru yang dikerjakan di Yordania[2] mes kipun ada pula yang menyatakan
mimbar buatan Jepara digunakan di masjid ini.
Al-Jami' al-Aqsha adalah bangunan berkubah abu-abu yang berada di kompleks Masjid Al-Aqsha, yaitu di bagian selatan.
Kata Al-Jami’ (اَلْجَامِعُ) makna 'masjid', yang berasal dari kata Al-Jumu'ah yang berarti 'mengumpulkan' (untuk salat jama'ah).
Selama berabad-abad, yang dimaksud dengan Masjid Al-Aqsha adalah keseluruhan kompleks tersebut, yang dianggap sebagai suatu wilayah yang suci.
Perubahan penyebutan kemudian terjadi pada masa pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah, di mana wilayah kompleks secara keseluruhan disebut sebagai Al-Haram asy-Syarif.
Sedangkan bangunan yang terletak di bagian selatan disebut sebagai Al-Jami' al-Aqsha, yaitu tempat Umar bin Khaththab pertama kali mendirikan masjid di antara reruntuhan.
Hadits Imam Ahmad menyebutkan percakapan Umar bin Khattab dan Ka'ab al-Ahbar, di mana Ka'ab menyarankan untuk membangun masjid di belakang batu Ash-Shakhrah, sedangkan Umar menolak dan memilih tempat di sebelah selatan untuk membangun masjid dengan kiblat yang mengarah ke Ka'bah saja, sehingga posisi batu tersebut berada di belakangnya.
Al-Jami' al-Aqsha yang didirikan Umar bin Khattab juga berbeda dengan Masjid Umar, yaitu sebuah masjid yang dibangun pada masa kekuasaan Dinasti Ayyubiyah pada abad ke-12, untuk mengenang pengambil-alihan Yerusalem oleh Umar bin Khattab yang mewakili umat Islam.
Tradisi setempat menceritakan bahwa pada saat pengambil-alihan tersebut, Umar diundang oleh Patriark Sophonius untuk beribadah di dalam Gereja Makam Kudus, namun Umar memilih mengerjakan salat di luar, di dekat pintu masuk gereja.
Masjid Umar terletak bersebera ngan dengan Gereja Makam Kudus, di luar kompleks Masjid Al-Aqsha.
_____
Wikipedia
Oleh aminuddin
Masa Umar bin Khathtab
Al-Jami' al-Aqsha pertama kali dibangun pada masa Umar bin Khaththab, meskipun beberapa pendapat menyatakan masjid ini dibangun pada masa Kekhalifahan Umayyah.
Setelah gempa bumi tahun 746, masjid ini hancur seluruhnya dan dibangun kembali oleh khalifah Abbasiyah Al-Mansur pada tahun 754, dan dikembangkan lagi oleh penggantinya Al-Mahdi pada tahun 780.
Gempa berikutnya menghancurkan sebagian besar Al-Jami' al-Aqsha pada tahun 1033, namun dua tahun kemudian khalifah Fatimiyyah Ali azh-Zhahir membangun kembali masjid ini yang masih tetap berdiri hingga kini.
Dalam berbagai renovasi berkala yang dilakukan, berbagai dinasti kekhalifahan Islam telah melakukan penambahan terhadap Al-Jami' al-Aqsha dan kawasan sekitarnya, antara lain pada bagian kubah, fasad, mimbar, menara, dan interior bangunan.
Ketika Tentara Salib menaklukkan Yerusalem pada tahun 1099, mereka menggunakan masjid ini sebagai istana dan Kubah Ash-Shakhrah sebagai gereja, namun fungsi masjid dikembalikan seperti semula setelah Shalahuddin mengambil alih kepemimpinan kota itu.
Renovasi, perbaikan, dan penambahan lebih lanjut dilakukan pada abad-abad kemudian oleh para penguasa Ayyubiyah, Mamluk, Utsmaniyah, Majelis Tinggi Islam, dan Yordania.
Pembakaran Al-Jami' al-Aqsha pa da 21 Agustus 1969 telah mendo rong berdirinya Organisasi Konfe rensi Islam. Pembakaran tersebut juga menyebabkan mimbar kuno Shalahuddin Al-Ayyubi terbakar habis.
Dinasti Bani Hasyim, penguasa Kerajaan Yordania telah menggantinya dengan mimbar baru yang dikerjakan di Yordania[2] mes kipun ada pula yang menyatakan
mimbar buatan Jepara digunakan di masjid ini.
Al-Jami' al-Aqsha adalah bangunan berkubah abu-abu yang berada di kompleks Masjid Al-Aqsha, yaitu di bagian selatan.
Kata Al-Jami’ (اَلْجَامِعُ) makna 'masjid', yang berasal dari kata Al-Jumu'ah yang berarti 'mengumpulkan' (untuk salat jama'ah).
Selama berabad-abad, yang dimaksud dengan Masjid Al-Aqsha adalah keseluruhan kompleks tersebut, yang dianggap sebagai suatu wilayah yang suci.
Perubahan penyebutan kemudian terjadi pada masa pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah, di mana wilayah kompleks secara keseluruhan disebut sebagai Al-Haram asy-Syarif.
Sedangkan bangunan yang terletak di bagian selatan disebut sebagai Al-Jami' al-Aqsha, yaitu tempat Umar bin Khaththab pertama kali mendirikan masjid di antara reruntuhan.
Hadits Imam Ahmad menyebutkan percakapan Umar bin Khattab dan Ka'ab al-Ahbar, di mana Ka'ab menyarankan untuk membangun masjid di belakang batu Ash-Shakhrah, sedangkan Umar menolak dan memilih tempat di sebelah selatan untuk membangun masjid dengan kiblat yang mengarah ke Ka'bah saja, sehingga posisi batu tersebut berada di belakangnya.
Al-Jami' al-Aqsha yang didirikan Umar bin Khattab juga berbeda dengan Masjid Umar, yaitu sebuah masjid yang dibangun pada masa kekuasaan Dinasti Ayyubiyah pada abad ke-12, untuk mengenang pengambil-alihan Yerusalem oleh Umar bin Khattab yang mewakili umat Islam.
Tradisi setempat menceritakan bahwa pada saat pengambil-alihan tersebut, Umar diundang oleh Patriark Sophonius untuk beribadah di dalam Gereja Makam Kudus, namun Umar memilih mengerjakan salat di luar, di dekat pintu masuk gereja.
Masjid Umar terletak bersebera ngan dengan Gereja Makam Kudus, di luar kompleks Masjid Al-Aqsha.
_____
Wikipedia
Menanti Dajjal (3)
Menanti Dajjal (3)
Oleh aminuddin
Tipuan Sihir dari Dajjal
DAJJAL akan menunjukkan kesak tiannya agar manusia percaya diri nya adalah Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus mewaspadai tipuan sihir Dajjal menjelang hari kiamat datang.
Lantas apa saja tipuan yang dimaksud? Berikut informasi selengkapnya :
1. Membawa Air dan Api
Tipuan sihir pertama yang dilakukan oleh Dajjal menjelang tibanya hari kiamat adalah perkara membawa air dan api. Banyak orang yang tertipu dengan sihir tersebut, mereka menyangka air yang dibawa Dajjal adalah air sungguhan, padahal sebenarnya itu adalah api yang membakar. Hal tersebut tertulis dalam sebuah hadist.
Dari Uqbah bin Amr berkata pada Hudzaifah tiakkah Anda ceritakan kepada kami apa yang Anda dengar dari Rasulullah SAW. Judzaifah berkata : “Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : ‘Jika keluar Dajjal membawa air dan api, sedangkan yang dilihat oleh orang-orang itu air yang dingin, maka itu lah api yang membakar. Maka ba rangsiapa mendapatinya hendak lah masuk pada yang dilihatnya be rupa api sebab sebenarnya itu adalah air tawar yang dingin ” (HR Bukhari Muslim dalam Alu’lu wal Marjan II No. 1856).
2. Menyembuhkan Kebutaan dan Penyakit Belang/Sopak
Selain melakukan sihir dengan menipu membawa air dan api, ternyata Dajjal juga menipu manu sia dengan kemampuan untuk menyembuhkan kebutaan dan penyakit belang.
“Ia (Dajjal) mampu menyembuhkan kebutaan, dan penyakit belang-belang”(HR Muslim)
3. Mengaku Nabi dan Tuhan
Pada saat kemunculannya, Dajjal menunjukkan segala kekuasaan dan keajaiban yang dia miliki atas izin Allah SWT. Setelah itu, ia lalu mengaku sebagai seorang nabi.
Tidak cukup sampai di situ, Dajjal juga melakukan tipuan dengan menghidupkan orang yang telah mati dan kemudian dirinya mengaku sebagai Tuhan.
Kemudian ia (Dajjal) berkata setelah itu : “Sesungguhnya aku seorang nabi!” lalu bergetarlah semua yang berakal dan mereka pun pergi meninggalkannya.
Lalu ia tinggal setelah itu dan berkata, “Aku adalah Allah!” maka matanya menjadi tertutup, telinganya terpotong dan tertulis di antara kedua matanya kafir, yang terbaca oleh segenap mukmin yang mampu menulis dan yang tidak mampu menulis. (H.R.Muslim)
Dari Abu Umamah Al-Bahili, Rasu lullah SAW bersabda, “Di awal kemunculannya, ia berkata: ‘Aku adalah Nabi. Padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata: ‘Aku adalah Rabb kalian’, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati.” (HR Ibnu Majjah, II/512-516).
4. Menurunkan Hujan
Tidak hanya menunjukkan tipuan dan mengaku sebagai nabi serta Tuhan. Kelak Dajjal juga akan melancarkan fitnah besar kepada manusia. Dajjal juga mengaku bisa memerintahkan langit untuk menurunkan hujan.
“Bersama Dajjal Allah akan mengutus setan-setan yang mengajak berbicara pada manusia. Ia membawa fitnah besar dengan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan. Hujanpun turun dalam penglihatan manusia. Ia membunuh dan kemudian meng hidupkan kembali dalam pengliha tan seseorang kemudian meng hidupkannya kembali dalam penglihatan manusia yang tidak mungkin ditandingi orang lain “(HR Imam Ahmad)
5. Menyuburkan Tanah
Selain mengaku mampu menurunkan hujan, Dajjal juga melakukan tipu daya dengan mengaku bisa menyuburkan tanah.
Padahal itu semua hanyalah tipu daya agar banyak manusia yang kurang kuat imannya untuk percaya kepadanya.
An Nawas bin Sam’an r.a. berkata bahwa pada suatu pagi Rasulullah SAW menceritakan tentang Dajjal.
Kami bertanya : "Ya Rasulullah, bagaimana kecepatan Dajjal berjalan di muka bumi?"
Nabi menjawab : "Seperti mendung yang diterpa angin, maka dia pergi mendatangi suatu kaum dan mengajak mereka untuk mengimaninya lalu dengan segera kaum itu percaya, lalu ia menyeru langit untuk segera menurunkan hujan lalu tanaman-tanaman segera tumbuh subur dan mereka menggembalakan ternaknya yang banyak susunya dan gemuk-gemuk. Kemudian ia mendatangi kaum lainnya lalu mengajak mereka untuk mengimaninya namun kaum itu menolak ajaknnya, lalu ditinggalkannya kaum itu oleh Dajjal. Mendadak daerah itu menjadi kering dan gersang tidak ada sedikitpun dari kekayaan alam mereka yang tertinggal." (HR.
Muslim)
6. Memiliki Bukit Roti
Tidak hanya melakukan tipuan sihir dengan mengaku bisa menurukan hujan dan menyuburkan tanah, ternyata ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Dajjal itu mempunyai bukit roti dan sungai.
Al Mughirah bin Sjub’ah ra berkata : Seseorang bertanya kepada Nabi tentang Dajjal lalu Nabi SAW bersabda kepadaku:
"Apa kepentinganmu?"
Aku menjawab: “Orang-orang berkata bahwa Dajjal mempunyai bukit roti dan sungai air?”
Lalu Nabi menjawab: “Itu sangat remeh bagi Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
7. Menghidupkan Manusia yang Dibunuhnya
Ketika kemunculannya, Dajjal akan melakukan segala bentuk kebengisan. Salah satunya adalah dengan cara membunuh kaum muslimin yang tidak mempercayai bahwa dirinya adalah Tuhan.
Namun, setelah membunuh orang tersebut, Dajjal kemudian menghidupkan kembali orang tersebut.
Dari Abu Sa’I Al-Khudri ra berkata bahwa Rasulullah bersabda : “Pada waktu keluarnya Dajjal ada seorang dari kaum mukmin yang (dengan beraninya) pergi menemui Dajjal lalu ia disambut oleh pengawal Dajjal dan ditanyakan:
"Hendak kemana engkau?
Ia menjawab : "Saya ingin menemui orang yang baru saja keluar (Dajjal)."
Lalu mereka bertanya: ”Apakah kamu belum percaya kepada Tuhan kami?”
Orang mukmin itu menjawab: “Tuhan kami tidak samar”.
Maka berkatalah pengawal Dajjal : “Bunuhlah dia”
Tapi sebagian pengawal mereka mengatakan: “Jangan, Tuhan kami melarang membunuh seseorang melainkan dengan perintahnya”.
Maka dibawalah mukmin tersebut menghadap pada Dajjal. Maka ketika orang mukmin itu melihat Dajjal ia berkata:
“Hai sekalian manusia, inilah Dajjal yang telah disebut oleh Rasulullah SAW”.
Maka segera Dajjal menyuruh merebahkan mukmin tersebut dan diperintahkan dikupas kulit dan dipukuli punggung dan perutnya.
Lalu Dajjal bertanya: “Apakah engkau tetap tidak percaya kepada kami?”
Mukmin itu menjawab: “Engkaulah Al-Masih pendusta”.
Maka Dajjal memerintahkan muk min itu digergaji badannya dari ke palanya hingga ke kakinya menjadi dua bagian, lalu Dajjal berjalan di tengah kedua badannya.
Kemudian Dajjal memerintah kan : ”Bangunlah!”
Maka bangunlah orang mukmin itu (seperti sediakala).
Lalu Dajjal kembali bertanya: “Apakah kamu belum percaya kepadaku?”
Mukmin itu menjawab :”Tidak berkurang keyakinanku bahwa engkaulah Dajjal bahkan bertambah yakin”.
Kemudian orang mukmin itu berkata :”Hai sekalian manusia ia (Dajjal) tidak dapat berbuat demikian lagi kepada seorangpun”.
Maka Dajjal berusaha membunuh lagi orang mukmin, namun Allah telah meletakkan di antara leher hingga belakang orang itu seolah-olah tembaga sehingga tidak dapat disembelihnya. Mereka menyangka ia dilempar ke dalam neraka pada hal dilempar ke surga.
Kemudian Nabi SAW bersabda : “Itulah manusia yang paling besar kesaksiannya (syahid) di sisi Rabbul ‘Alamin” (HR Muslim)
8. Didukung Pasukan Jin
Tipu daya yang dilakukan oleh Dajjal menjelang datangnya hari kiamat kelak juga dibantu oleh pasukan jin. Rasulullah SAW bersabda:
“Bersama Dajjal Allah akan mengutus setan-setan yang mengajak berbicara pada manusia.” (HR Imam Ahmad)
Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Dajjal akan keluar pada umatku maka tinggal penjahat- penjahat manusia dalam kecepatan burung dan jiwa serigala yang tidak mengenal kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Hingga setan menyerupai mereka dan berkata kepada mereka, tidakkah kamu menyambut saya?"
Mereka menjawab: "Apakah yang kauperintahkan kepada kami dengan menyuruh kami menyem bah berhala? (HR Muslim)
9. Menyiksa Orang Beriman
Tipu daya Dajjal terakhir menjelang hari kiamat adalah menyiksa orang beriman yang tidak mau memper cayai dirinya sebagai Tuhan.
Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata, Rasulullah SAW menceritakan kepada kami tentang Dajjal dengan cerita yang panjang dan diantaranya disabdakan:
“Dajjal akan datang dan haram atasnya untuk memasuki kota Madinah, sehingga ia berada di luar batas kota di dataran yang luas, lalu ada seorang mukmin yang terbaik dari semua orang datang kepada Dajjal dan berkata:
“Aku bersaksi bahwa andalah Dajjal yang telah diceritakan Nabi SAW
”
Lalu Dajjal berkata: “Bagaimana jika saya bunuh orang ini lalu saya hidupkan kembali apakah kalian ragu tentang aku?” Jawab mereka:
“Tidak. Lalu dibunuhlah orang itu dan dihidupkan kembali, maka orang mukmin itu berkata: “Demi Allah, kini aku makin yakin tentang dirimu bahwa Andalah Dajjal”.
Maka Dajjal berkata: ”Apakah aku bunuh saja lagi?” Namun Allah tidak mengijinkan sehingga Dajjal tidak dapat membunuhnya. (HR Bukhari Muslim dalam Alu’lu wal Marjan II no. 1858)
______
www.infoyunik.com
Oleh aminuddin
Tipuan Sihir dari Dajjal
DAJJAL akan menunjukkan kesak tiannya agar manusia percaya diri nya adalah Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus mewaspadai tipuan sihir Dajjal menjelang hari kiamat datang.
Lantas apa saja tipuan yang dimaksud? Berikut informasi selengkapnya :
1. Membawa Air dan Api
Tipuan sihir pertama yang dilakukan oleh Dajjal menjelang tibanya hari kiamat adalah perkara membawa air dan api. Banyak orang yang tertipu dengan sihir tersebut, mereka menyangka air yang dibawa Dajjal adalah air sungguhan, padahal sebenarnya itu adalah api yang membakar. Hal tersebut tertulis dalam sebuah hadist.
Dari Uqbah bin Amr berkata pada Hudzaifah tiakkah Anda ceritakan kepada kami apa yang Anda dengar dari Rasulullah SAW. Judzaifah berkata : “Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : ‘Jika keluar Dajjal membawa air dan api, sedangkan yang dilihat oleh orang-orang itu air yang dingin, maka itu lah api yang membakar. Maka ba rangsiapa mendapatinya hendak lah masuk pada yang dilihatnya be rupa api sebab sebenarnya itu adalah air tawar yang dingin ” (HR Bukhari Muslim dalam Alu’lu wal Marjan II No. 1856).
2. Menyembuhkan Kebutaan dan Penyakit Belang/Sopak
Selain melakukan sihir dengan menipu membawa air dan api, ternyata Dajjal juga menipu manu sia dengan kemampuan untuk menyembuhkan kebutaan dan penyakit belang.
“Ia (Dajjal) mampu menyembuhkan kebutaan, dan penyakit belang-belang”(HR Muslim)
3. Mengaku Nabi dan Tuhan
Pada saat kemunculannya, Dajjal menunjukkan segala kekuasaan dan keajaiban yang dia miliki atas izin Allah SWT. Setelah itu, ia lalu mengaku sebagai seorang nabi.
Tidak cukup sampai di situ, Dajjal juga melakukan tipuan dengan menghidupkan orang yang telah mati dan kemudian dirinya mengaku sebagai Tuhan.
Kemudian ia (Dajjal) berkata setelah itu : “Sesungguhnya aku seorang nabi!” lalu bergetarlah semua yang berakal dan mereka pun pergi meninggalkannya.
Lalu ia tinggal setelah itu dan berkata, “Aku adalah Allah!” maka matanya menjadi tertutup, telinganya terpotong dan tertulis di antara kedua matanya kafir, yang terbaca oleh segenap mukmin yang mampu menulis dan yang tidak mampu menulis. (H.R.Muslim)
Dari Abu Umamah Al-Bahili, Rasu lullah SAW bersabda, “Di awal kemunculannya, ia berkata: ‘Aku adalah Nabi. Padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata: ‘Aku adalah Rabb kalian’, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati.” (HR Ibnu Majjah, II/512-516).
4. Menurunkan Hujan
Tidak hanya menunjukkan tipuan dan mengaku sebagai nabi serta Tuhan. Kelak Dajjal juga akan melancarkan fitnah besar kepada manusia. Dajjal juga mengaku bisa memerintahkan langit untuk menurunkan hujan.
“Bersama Dajjal Allah akan mengutus setan-setan yang mengajak berbicara pada manusia. Ia membawa fitnah besar dengan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan. Hujanpun turun dalam penglihatan manusia. Ia membunuh dan kemudian meng hidupkan kembali dalam pengliha tan seseorang kemudian meng hidupkannya kembali dalam penglihatan manusia yang tidak mungkin ditandingi orang lain “(HR Imam Ahmad)
5. Menyuburkan Tanah
Selain mengaku mampu menurunkan hujan, Dajjal juga melakukan tipu daya dengan mengaku bisa menyuburkan tanah.
Padahal itu semua hanyalah tipu daya agar banyak manusia yang kurang kuat imannya untuk percaya kepadanya.
An Nawas bin Sam’an r.a. berkata bahwa pada suatu pagi Rasulullah SAW menceritakan tentang Dajjal.
Kami bertanya : "Ya Rasulullah, bagaimana kecepatan Dajjal berjalan di muka bumi?"
Nabi menjawab : "Seperti mendung yang diterpa angin, maka dia pergi mendatangi suatu kaum dan mengajak mereka untuk mengimaninya lalu dengan segera kaum itu percaya, lalu ia menyeru langit untuk segera menurunkan hujan lalu tanaman-tanaman segera tumbuh subur dan mereka menggembalakan ternaknya yang banyak susunya dan gemuk-gemuk. Kemudian ia mendatangi kaum lainnya lalu mengajak mereka untuk mengimaninya namun kaum itu menolak ajaknnya, lalu ditinggalkannya kaum itu oleh Dajjal. Mendadak daerah itu menjadi kering dan gersang tidak ada sedikitpun dari kekayaan alam mereka yang tertinggal." (HR.
Muslim)
6. Memiliki Bukit Roti
Tidak hanya melakukan tipuan sihir dengan mengaku bisa menurukan hujan dan menyuburkan tanah, ternyata ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Dajjal itu mempunyai bukit roti dan sungai.
Al Mughirah bin Sjub’ah ra berkata : Seseorang bertanya kepada Nabi tentang Dajjal lalu Nabi SAW bersabda kepadaku:
"Apa kepentinganmu?"
Aku menjawab: “Orang-orang berkata bahwa Dajjal mempunyai bukit roti dan sungai air?”
Lalu Nabi menjawab: “Itu sangat remeh bagi Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)
7. Menghidupkan Manusia yang Dibunuhnya
Ketika kemunculannya, Dajjal akan melakukan segala bentuk kebengisan. Salah satunya adalah dengan cara membunuh kaum muslimin yang tidak mempercayai bahwa dirinya adalah Tuhan.
Namun, setelah membunuh orang tersebut, Dajjal kemudian menghidupkan kembali orang tersebut.
Dari Abu Sa’I Al-Khudri ra berkata bahwa Rasulullah bersabda : “Pada waktu keluarnya Dajjal ada seorang dari kaum mukmin yang (dengan beraninya) pergi menemui Dajjal lalu ia disambut oleh pengawal Dajjal dan ditanyakan:
"Hendak kemana engkau?
Ia menjawab : "Saya ingin menemui orang yang baru saja keluar (Dajjal)."
Lalu mereka bertanya: ”Apakah kamu belum percaya kepada Tuhan kami?”
Orang mukmin itu menjawab: “Tuhan kami tidak samar”.
Maka berkatalah pengawal Dajjal : “Bunuhlah dia”
Tapi sebagian pengawal mereka mengatakan: “Jangan, Tuhan kami melarang membunuh seseorang melainkan dengan perintahnya”.
Maka dibawalah mukmin tersebut menghadap pada Dajjal. Maka ketika orang mukmin itu melihat Dajjal ia berkata:
“Hai sekalian manusia, inilah Dajjal yang telah disebut oleh Rasulullah SAW”.
Maka segera Dajjal menyuruh merebahkan mukmin tersebut dan diperintahkan dikupas kulit dan dipukuli punggung dan perutnya.
Lalu Dajjal bertanya: “Apakah engkau tetap tidak percaya kepada kami?”
Mukmin itu menjawab: “Engkaulah Al-Masih pendusta”.
Maka Dajjal memerintahkan muk min itu digergaji badannya dari ke palanya hingga ke kakinya menjadi dua bagian, lalu Dajjal berjalan di tengah kedua badannya.
Kemudian Dajjal memerintah kan : ”Bangunlah!”
Maka bangunlah orang mukmin itu (seperti sediakala).
Lalu Dajjal kembali bertanya: “Apakah kamu belum percaya kepadaku?”
Mukmin itu menjawab :”Tidak berkurang keyakinanku bahwa engkaulah Dajjal bahkan bertambah yakin”.
Kemudian orang mukmin itu berkata :”Hai sekalian manusia ia (Dajjal) tidak dapat berbuat demikian lagi kepada seorangpun”.
Maka Dajjal berusaha membunuh lagi orang mukmin, namun Allah telah meletakkan di antara leher hingga belakang orang itu seolah-olah tembaga sehingga tidak dapat disembelihnya. Mereka menyangka ia dilempar ke dalam neraka pada hal dilempar ke surga.
Kemudian Nabi SAW bersabda : “Itulah manusia yang paling besar kesaksiannya (syahid) di sisi Rabbul ‘Alamin” (HR Muslim)
8. Didukung Pasukan Jin
Tipu daya yang dilakukan oleh Dajjal menjelang datangnya hari kiamat kelak juga dibantu oleh pasukan jin. Rasulullah SAW bersabda:
“Bersama Dajjal Allah akan mengutus setan-setan yang mengajak berbicara pada manusia.” (HR Imam Ahmad)
Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Dajjal akan keluar pada umatku maka tinggal penjahat- penjahat manusia dalam kecepatan burung dan jiwa serigala yang tidak mengenal kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Hingga setan menyerupai mereka dan berkata kepada mereka, tidakkah kamu menyambut saya?"
Mereka menjawab: "Apakah yang kauperintahkan kepada kami dengan menyuruh kami menyem bah berhala? (HR Muslim)
9. Menyiksa Orang Beriman
Tipu daya Dajjal terakhir menjelang hari kiamat adalah menyiksa orang beriman yang tidak mau memper cayai dirinya sebagai Tuhan.
Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata, Rasulullah SAW menceritakan kepada kami tentang Dajjal dengan cerita yang panjang dan diantaranya disabdakan:
“Dajjal akan datang dan haram atasnya untuk memasuki kota Madinah, sehingga ia berada di luar batas kota di dataran yang luas, lalu ada seorang mukmin yang terbaik dari semua orang datang kepada Dajjal dan berkata:
“Aku bersaksi bahwa andalah Dajjal yang telah diceritakan Nabi SAW
”
Lalu Dajjal berkata: “Bagaimana jika saya bunuh orang ini lalu saya hidupkan kembali apakah kalian ragu tentang aku?” Jawab mereka:
“Tidak. Lalu dibunuhlah orang itu dan dihidupkan kembali, maka orang mukmin itu berkata: “Demi Allah, kini aku makin yakin tentang dirimu bahwa Andalah Dajjal”.
Maka Dajjal berkata: ”Apakah aku bunuh saja lagi?” Namun Allah tidak mengijinkan sehingga Dajjal tidak dapat membunuhnya. (HR Bukhari Muslim dalam Alu’lu wal Marjan II no. 1858)
______
www.infoyunik.com
Yaman dan Pertemanan (12)
Yaman dan Pertemanan (12)
Oleh aminuddin
Uniknya Menikah di Hadhramaut
SEORANG pria menanyakan kepada keluarganya tentang calon pendam ping hidup yang baik. Tentunya, sang anak lelaki juga ditanya keluarga tentang calon istri yang diidamkannya.
Setelah itu, ibu atau saudara perempuan “menawarkannya” pada beberapa gadis. Bisa di daerah tempat ia tinggal, atau daerah lain. Demikian langkah awal bila pemuda Hadhramaut ingin menikah.
Jika gayung disambut, fase selanjutnya adalah saling tukar informasi. Pihak lelaki perlu penjelasan tentang karakteristik si gadis, dan sebaliknya.
Jika kedua pihak bukan kerabat, pihak lelaki mengirim utusan untuk mengambarkan berita kedatangan keluarga calon mempelai pria yang ingin meminang anak gadis mereka. Utusan ini adalah sukarelawan kabilah yang menangani masalah pernikahan.
Sang negoisator segera menginformasikan pada pihak lelaki bila keluarga perempuan memberi sinyal positif.
Setelah kedua pihak sama-sama setuju dengan “perjodohan” ini, perundingan melangkah pada tahap yang lebih jauh, tentang mas kawin dan hari "H" yang biasa disebut Madad. Pertunangan pun dianggap resmi dan bisa diketahui khalayak.
Pada hari penyerahan mahar, rombongan mempelai pria berangkat menuju rumah mempelai wanita. Resepsi akan berlangsung meriah. Sajian siap dihidangkan.
Tak lupa, teh Arab yang kental.
Mempelai wanita telah bersolek de ngan pernik-pernik khas Arab. Ka mar pengantin telah dihias dan dibe ri aroma wangi-wangian kayu gaharu (bukhur).
Pagi hari setelah malam pertama berlalu, acara dilanjutkan dengan penerimaan tamu undangan. Sore harinya, dilangsungkan pesta resepsi pernikahan di kedua belah pihak.
Tetamu laki-laki datang ke rumah mempelai pria. Di sana ada kelompok group tari (syarh), lengkap dengan seruling, gendang, dan para penari yang disebut mudarajah.
Mereka melewatkan malam dengan berkeliling dan membentuk lingkaran. Lalu seorang penari masuk ke dalam lingkaran yang disebut madarah.
Bersama penari itu, mereka berbelok-belok lalu membungkukkan badan dengan menabuh gendang dan menyerasikan gerakan tarian yang terletak pada irama ‘wa alu hubaisy… wa alu hubaisy...
Gerakan tarian yang mereka miliki ini ada dua macam, yaitu quthni dan duhaifah.
Bila satu orang merasa capek, penari meraih tangan salah satu hadirin lain sebagai gantinya. Begitu seterusnya bergantian.
Selanjutnya mereka mulai berdiri. Saling memukulkan tangan satu ke tangan yang lain dengan diiringi melodi seruling dan tabuhan gendang.
Gerakan tarian ini diiringi dengan lantunan bait-bait. Lagunya dilantunkan bersamaan oleh dua kelompok. Di antara lagunya adalah Muhsin Qola fi al-Wadi.
Kelompok kedua melantunkan bait kedua dengan judul wa al-Dlawi ma'a an-Najmah. Acara ini berlangsung hingga tengah malam.
Wajah mempelai wanita tidak boleh dibuka kecuali hanya di hadapan mempelai pria pada malam perta ma. Hari itu orang menyebutnya dengan qabdhah.
Dahulu, seorang mempelai wanita tidak mengetahui bahwa dirinya akan dinikahkan, karena sebelum nya memang tidak diberi tahu. Pada hari qabdhah inilah dia baru mengetahui kalau dirinya akan dinikahkan.
Para wanita membawa calon mempelai wanita ke salah satu ruang rumahnya, untuk memberi tahu bahwa dirinya akan dipinang seseorang.
Saat itu juga mempelai wanita menanyakan calon yang akan menikahinya. Setelah tahu, ia bebas untuk menerima atau menolaknya.
Jika menerima, para wanita kemudian mengelilingi calon mempelai yang telah ditemani pendamping (shibyah).
Mereka melukis kedua ujung tangan dan kakinya dengan hinna (daun inai atau pacar). Lalu ditabuh gendang dan disenandungan irama syair wah duuni wah duuni.
Mereka menari hingga sore hari. Pa ra penyanyi melantunkan lagu per cintaan dan pujian bagi keluarga kedua mempelai.
Pada hari kedua, yang disebut dengan haraawah, setelah shalat ashar tamu undangan berkumpul. Setelah gendang dan seruling dimainkan, mempelai pria keluar menemui mereka.
Ia lalu duduk di atas kursi di tengah lingkaran. Para penari membung kukkan badan disekelilingnya, sam bil diiringi melodi seruling dan lagu hannu lahu wa ghalaba ma yuhanni (sayangilah dia dan beruntunglah orang yang menyayanginya, pen).
Seorang utusan datang membawa sabun, sisir, dan air untuk mengera masi rambut mempelai pria. Mere ka memperpanjang proses peman dian itu hingga tarian usai.
Setelah itu, undangan bergantian menyisir rambutnya dan melantunkan haukah, yakni bersama-sama di sekitar mempelai pria menyanyikan, “qath han ghalabuhu kam mir qubaili kasarna bihi wa li abahu wa li abahu.”
Setelah selesai, mempelai pria ber ganti baju pernikahan. Adatnya, ia membawa tongkat di tangannya. Kemudian diletakkan syal (semacam selendang) di atas pundaknya.
Mempelai pria bersama rombongannya lalu masuk kedalam rumah mempelai wanita dengan disambut zagharid (siulan khas Arab).
Undangan wanita bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW menyambut kedatangan mempelai pria.
Setelah itu, waktunya untuk "tharah", yaitu mempelai pria mengumpulkan uang yang diambil dari para hadirin yang ditemuinya, sambil menyebut setiap nama dan jumlah uang yang disumbangkan.
Kemudian "haraawah" dipanggil. Yang diamksud dengan haraawah adalah seseorang yang dipilih dari setiap suku untuk menemani mempelai pria ke rumah mempelai wanita.
Ini asalnya bertujuan untuk melindungi mempelai pria dari penjagal, perampok, penyamun, atau dari gangguan lain.
Semua itu telah diperhitungkan, bila telah terjadi permusuhan dengan daerah yang akan dilewatinya. Atau daerah yang dilewati itu kurang aman. Adat atau kebiasaan ini pun masih berlaku hingga saat ini.
Semua hadirin keluar mengucapkan selamat tinggal kepada mempelai pria. Penyair beraksi sambil bernyanyi bersama-sama.
Adat ini disebut dengan zamiil, dilakukan oleh dua kelompok. Kelompok pertama membaca bait dari awal dan kelompok kedua membaca bait kedua.
Syair yang paling mereka senangi adalah syair yang didendangkan oleh penyanyi yang telah mengerti irama zamiil. Syair-syair ini isinya memuji pihak keluarga dan pengantin.
Tembakan senapan ikut meramaikan acara zaamil ini. Sekaligus sebagai bukti kekuatan mereka.
Setelah mempelai pria pergi, para undangan menuju sebuah tempat untuk bertarung panah dengan sebuah pukulan yang dinamakan nasha' atau gharadh.
Setiap kabilah merasa bangga bila busur salah satu anggota kabilah mereka mengenai sasaran.
Setelah itu mereka pergi untuk makan malam, yang dilakukan sebelum maghrib. Ini merupakan bagian dari adat lama.
Setelah makan, tari-tarian kembali meramaikan suasana sampai shalat Isya' hingga tengah malam.
Sekarang giliran acara di pihak mempelai pria. Mereka menyambut kedatangan keluarga mempelai wanita. Para undangan berdiri membentuk barisan lurus.
Mempelai pria mengutus orang yang dituakan dalam haraawa untuk menyalami para tamu dan diikuti semua rombongan.
Para tamu lalu dipersilakan duduk di tempat yang yang telah dipersiapkan. Acara selanjutnya adalah makan malam.
Setelah makan malam, mempelai wanita bersiap-siap menuju rumahnya yang baru. Orang-orang yang ikut dalam harawah tidak boleh pergi kecuali setelah kedua mempelai sampai di rumah mereka.
Sebelum meninggalkan mempelai wanita, para wanita mengucapkan selamat tinggal padanya. Ini dinamakan salih.
Mempelai wanita bersama dengan sanak saudara dan para undangan wanita menuju kendaraan khusus yang mengangkut mereka menuju rumah mempelai pria. Ini disebut rawakib.
Tidak ayal lagi, kedatangan mempelai wanita disambut dengan riuh gembira siulan kebahagiaan.
Mempelai wanita lalu menuju kamar yang telah dipersiapkan, ditemani sekelompok wanita. Setelah itu ibu mempelai wanita masuk ke dalam kamar bersama para tamu untuk mengamati keadaan kamar yang dipersiapkan sang pria untuk isterinya.
Sekembalinya dari sana mereka menceritakan kepada penduduk desanya tentang apa yang mereka lihat, juga sambutan dan penghormatan yang mereka terima.
Kemudian beberapa orang membagi-bagikan manisan dan kue kepada para tamu. Sebagian kalangan menyatakan ini merupakan tradisi baru.
Setelah itu mempelai pria memanggil mempelai wanita untuk menemuinya, dan diperintah untuk mencium tangan ibu mertua.
Setelah itu mempelai wanita menyalami mempelai pria dan duduk di sampingnya. Lalu datang seorang utusan perempuan untuk membuka penutup wajah mempelai wanita. Namun sebelum membuka, adatnya, wanita itu minta ‘bayaran’ untuk pekerjaan itu.
Terbukalah wajah sang istri. Wajah yang selama ini tentu membuat penasaran mempelai pria. Saat itu, siapa pun tidak boleh berada di tempat itu. Hanya sang suami bersama istrinya.
Waktu pagi hari, yang disebut de ngan subhah, para undangan ber datangan untuk makan pagi dan mengucapkan selamat kepada mempelai pria karena telah bermalam bersama sang istri.
Dulu, persiapan hidangan makan pada pukul 09.00 pagi, namun sekarang disesuaikan dengan kondisi. Kebanyakan makan pagi itu dialihkan menjadi makan siang setelah dhuhur.
Pada sore harinya adalah acara yang disebut bait. Para wanita undangan berkumpul dan menabuh gendang dengan gembira ria sambil menari dengan kaki terikat gelang yang tebuat dari perak (zapin), seperti yang dikatakan dalam syair:
"Dan terdengarlah suara perhiasan yang bergemerincing apabila ter kesiap seperti halnya suara per hiasan yang dihembus oleh udara."
Para undangan wanita itu menunggu mempelai wanita yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Karena merupakan adat, mempelai wanita tidak boleh dilihat siapapun sebelum mempelai pria.
Mempelai wanita keluar setelah berdandan dengan memakai perhiasan yang dihadiahkan keluarganya. Juga hadiah dari suami tercinta. Para undangan wanita menyambut dengan suka ria dan siulan.
Mempelai pria kembali bertemu mempelai wanita sebelum shalat Maghrib. Setelah istrinya itu menari bersama sanak saudara atau wanita lain.
_____
hadhramaut.info
Oleh aminuddin
Uniknya Menikah di Hadhramaut
SEORANG pria menanyakan kepada keluarganya tentang calon pendam ping hidup yang baik. Tentunya, sang anak lelaki juga ditanya keluarga tentang calon istri yang diidamkannya.
Setelah itu, ibu atau saudara perempuan “menawarkannya” pada beberapa gadis. Bisa di daerah tempat ia tinggal, atau daerah lain. Demikian langkah awal bila pemuda Hadhramaut ingin menikah.
Jika gayung disambut, fase selanjutnya adalah saling tukar informasi. Pihak lelaki perlu penjelasan tentang karakteristik si gadis, dan sebaliknya.
Jika kedua pihak bukan kerabat, pihak lelaki mengirim utusan untuk mengambarkan berita kedatangan keluarga calon mempelai pria yang ingin meminang anak gadis mereka. Utusan ini adalah sukarelawan kabilah yang menangani masalah pernikahan.
Sang negoisator segera menginformasikan pada pihak lelaki bila keluarga perempuan memberi sinyal positif.
Setelah kedua pihak sama-sama setuju dengan “perjodohan” ini, perundingan melangkah pada tahap yang lebih jauh, tentang mas kawin dan hari "H" yang biasa disebut Madad. Pertunangan pun dianggap resmi dan bisa diketahui khalayak.
Pada hari penyerahan mahar, rombongan mempelai pria berangkat menuju rumah mempelai wanita. Resepsi akan berlangsung meriah. Sajian siap dihidangkan.
Tak lupa, teh Arab yang kental.
Mempelai wanita telah bersolek de ngan pernik-pernik khas Arab. Ka mar pengantin telah dihias dan dibe ri aroma wangi-wangian kayu gaharu (bukhur).
Pagi hari setelah malam pertama berlalu, acara dilanjutkan dengan penerimaan tamu undangan. Sore harinya, dilangsungkan pesta resepsi pernikahan di kedua belah pihak.
Tetamu laki-laki datang ke rumah mempelai pria. Di sana ada kelompok group tari (syarh), lengkap dengan seruling, gendang, dan para penari yang disebut mudarajah.
Mereka melewatkan malam dengan berkeliling dan membentuk lingkaran. Lalu seorang penari masuk ke dalam lingkaran yang disebut madarah.
Bersama penari itu, mereka berbelok-belok lalu membungkukkan badan dengan menabuh gendang dan menyerasikan gerakan tarian yang terletak pada irama ‘wa alu hubaisy… wa alu hubaisy...
Gerakan tarian yang mereka miliki ini ada dua macam, yaitu quthni dan duhaifah.
Bila satu orang merasa capek, penari meraih tangan salah satu hadirin lain sebagai gantinya. Begitu seterusnya bergantian.
Selanjutnya mereka mulai berdiri. Saling memukulkan tangan satu ke tangan yang lain dengan diiringi melodi seruling dan tabuhan gendang.
Gerakan tarian ini diiringi dengan lantunan bait-bait. Lagunya dilantunkan bersamaan oleh dua kelompok. Di antara lagunya adalah Muhsin Qola fi al-Wadi.
Kelompok kedua melantunkan bait kedua dengan judul wa al-Dlawi ma'a an-Najmah. Acara ini berlangsung hingga tengah malam.
Wajah mempelai wanita tidak boleh dibuka kecuali hanya di hadapan mempelai pria pada malam perta ma. Hari itu orang menyebutnya dengan qabdhah.
Dahulu, seorang mempelai wanita tidak mengetahui bahwa dirinya akan dinikahkan, karena sebelum nya memang tidak diberi tahu. Pada hari qabdhah inilah dia baru mengetahui kalau dirinya akan dinikahkan.
Para wanita membawa calon mempelai wanita ke salah satu ruang rumahnya, untuk memberi tahu bahwa dirinya akan dipinang seseorang.
Saat itu juga mempelai wanita menanyakan calon yang akan menikahinya. Setelah tahu, ia bebas untuk menerima atau menolaknya.
Jika menerima, para wanita kemudian mengelilingi calon mempelai yang telah ditemani pendamping (shibyah).
Mereka melukis kedua ujung tangan dan kakinya dengan hinna (daun inai atau pacar). Lalu ditabuh gendang dan disenandungan irama syair wah duuni wah duuni.
Mereka menari hingga sore hari. Pa ra penyanyi melantunkan lagu per cintaan dan pujian bagi keluarga kedua mempelai.
Pada hari kedua, yang disebut dengan haraawah, setelah shalat ashar tamu undangan berkumpul. Setelah gendang dan seruling dimainkan, mempelai pria keluar menemui mereka.
Ia lalu duduk di atas kursi di tengah lingkaran. Para penari membung kukkan badan disekelilingnya, sam bil diiringi melodi seruling dan lagu hannu lahu wa ghalaba ma yuhanni (sayangilah dia dan beruntunglah orang yang menyayanginya, pen).
Seorang utusan datang membawa sabun, sisir, dan air untuk mengera masi rambut mempelai pria. Mere ka memperpanjang proses peman dian itu hingga tarian usai.
Setelah itu, undangan bergantian menyisir rambutnya dan melantunkan haukah, yakni bersama-sama di sekitar mempelai pria menyanyikan, “qath han ghalabuhu kam mir qubaili kasarna bihi wa li abahu wa li abahu.”
Setelah selesai, mempelai pria ber ganti baju pernikahan. Adatnya, ia membawa tongkat di tangannya. Kemudian diletakkan syal (semacam selendang) di atas pundaknya.
Mempelai pria bersama rombongannya lalu masuk kedalam rumah mempelai wanita dengan disambut zagharid (siulan khas Arab).
Undangan wanita bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW menyambut kedatangan mempelai pria.
Setelah itu, waktunya untuk "tharah", yaitu mempelai pria mengumpulkan uang yang diambil dari para hadirin yang ditemuinya, sambil menyebut setiap nama dan jumlah uang yang disumbangkan.
Kemudian "haraawah" dipanggil. Yang diamksud dengan haraawah adalah seseorang yang dipilih dari setiap suku untuk menemani mempelai pria ke rumah mempelai wanita.
Ini asalnya bertujuan untuk melindungi mempelai pria dari penjagal, perampok, penyamun, atau dari gangguan lain.
Semua itu telah diperhitungkan, bila telah terjadi permusuhan dengan daerah yang akan dilewatinya. Atau daerah yang dilewati itu kurang aman. Adat atau kebiasaan ini pun masih berlaku hingga saat ini.
Semua hadirin keluar mengucapkan selamat tinggal kepada mempelai pria. Penyair beraksi sambil bernyanyi bersama-sama.
Adat ini disebut dengan zamiil, dilakukan oleh dua kelompok. Kelompok pertama membaca bait dari awal dan kelompok kedua membaca bait kedua.
Syair yang paling mereka senangi adalah syair yang didendangkan oleh penyanyi yang telah mengerti irama zamiil. Syair-syair ini isinya memuji pihak keluarga dan pengantin.
Tembakan senapan ikut meramaikan acara zaamil ini. Sekaligus sebagai bukti kekuatan mereka.
Setelah mempelai pria pergi, para undangan menuju sebuah tempat untuk bertarung panah dengan sebuah pukulan yang dinamakan nasha' atau gharadh.
Setiap kabilah merasa bangga bila busur salah satu anggota kabilah mereka mengenai sasaran.
Setelah itu mereka pergi untuk makan malam, yang dilakukan sebelum maghrib. Ini merupakan bagian dari adat lama.
Setelah makan, tari-tarian kembali meramaikan suasana sampai shalat Isya' hingga tengah malam.
Sekarang giliran acara di pihak mempelai pria. Mereka menyambut kedatangan keluarga mempelai wanita. Para undangan berdiri membentuk barisan lurus.
Mempelai pria mengutus orang yang dituakan dalam haraawa untuk menyalami para tamu dan diikuti semua rombongan.
Para tamu lalu dipersilakan duduk di tempat yang yang telah dipersiapkan. Acara selanjutnya adalah makan malam.
Setelah makan malam, mempelai wanita bersiap-siap menuju rumahnya yang baru. Orang-orang yang ikut dalam harawah tidak boleh pergi kecuali setelah kedua mempelai sampai di rumah mereka.
Sebelum meninggalkan mempelai wanita, para wanita mengucapkan selamat tinggal padanya. Ini dinamakan salih.
Mempelai wanita bersama dengan sanak saudara dan para undangan wanita menuju kendaraan khusus yang mengangkut mereka menuju rumah mempelai pria. Ini disebut rawakib.
Tidak ayal lagi, kedatangan mempelai wanita disambut dengan riuh gembira siulan kebahagiaan.
Mempelai wanita lalu menuju kamar yang telah dipersiapkan, ditemani sekelompok wanita. Setelah itu ibu mempelai wanita masuk ke dalam kamar bersama para tamu untuk mengamati keadaan kamar yang dipersiapkan sang pria untuk isterinya.
Sekembalinya dari sana mereka menceritakan kepada penduduk desanya tentang apa yang mereka lihat, juga sambutan dan penghormatan yang mereka terima.
Kemudian beberapa orang membagi-bagikan manisan dan kue kepada para tamu. Sebagian kalangan menyatakan ini merupakan tradisi baru.
Setelah itu mempelai pria memanggil mempelai wanita untuk menemuinya, dan diperintah untuk mencium tangan ibu mertua.
Setelah itu mempelai wanita menyalami mempelai pria dan duduk di sampingnya. Lalu datang seorang utusan perempuan untuk membuka penutup wajah mempelai wanita. Namun sebelum membuka, adatnya, wanita itu minta ‘bayaran’ untuk pekerjaan itu.
Terbukalah wajah sang istri. Wajah yang selama ini tentu membuat penasaran mempelai pria. Saat itu, siapa pun tidak boleh berada di tempat itu. Hanya sang suami bersama istrinya.
Waktu pagi hari, yang disebut de ngan subhah, para undangan ber datangan untuk makan pagi dan mengucapkan selamat kepada mempelai pria karena telah bermalam bersama sang istri.
Dulu, persiapan hidangan makan pada pukul 09.00 pagi, namun sekarang disesuaikan dengan kondisi. Kebanyakan makan pagi itu dialihkan menjadi makan siang setelah dhuhur.
Pada sore harinya adalah acara yang disebut bait. Para wanita undangan berkumpul dan menabuh gendang dengan gembira ria sambil menari dengan kaki terikat gelang yang tebuat dari perak (zapin), seperti yang dikatakan dalam syair:
"Dan terdengarlah suara perhiasan yang bergemerincing apabila ter kesiap seperti halnya suara per hiasan yang dihembus oleh udara."
Para undangan wanita itu menunggu mempelai wanita yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Karena merupakan adat, mempelai wanita tidak boleh dilihat siapapun sebelum mempelai pria.
Mempelai wanita keluar setelah berdandan dengan memakai perhiasan yang dihadiahkan keluarganya. Juga hadiah dari suami tercinta. Para undangan wanita menyambut dengan suka ria dan siulan.
Mempelai pria kembali bertemu mempelai wanita sebelum shalat Maghrib. Setelah istrinya itu menari bersama sanak saudara atau wanita lain.
_____
hadhramaut.info
Jumat, 28 September 2018
Dua Menara (10)
Dua Menara (10)
Oleh aminuddin
"KAMPRET .." Maki Brewok. Kesal bukan main.
Saking kesalnya, dia tendang apa saja yang ada di depannya. Mulai dari batu kerikul, tumpukan rumput, ranting pepohonan, dan bahkan me ninju batang pohon.
Auuuuw ..
"Aduh ..."
Meringis kesakitan. Jemarinya berdarah.
Ha ha ha ha ...
"Makanya Bro. Tengok-tengoklah kalau kesal itu. Ini batang pohon, bukan roti seperti yang kau biasa makan setiap pagi ..."
He he he he ...
Pelontos ketawa kian menjadi-jadi.
"Gimana ini Bro?" Tanya Brewok. Masih kesal.
"Tak usah kejar lagi dia," kata Pe lontos. "Sebaiknya kita lapor Bos saja. Kan beres ..."
"Beres jidatmu .. Bos pasti marah besar tauu .."
"Tak usah pusinglah kau. Kita kata kan saja. Warga sekampung menge jar kita. Larilah ... Kan beres.'
"Lalu bos percaya?"
"Pastilah .."
"Kamu yakin Bro?"
"Yakinlah Wok. Kita katakan pada Bos, kalau kita tak lari, habislah ki ta. Soal dia yang kita kejar, urusan nantilah..."
"Tapi Bro ..."
Brewok seolah menahan sesuatu. Lalu terdengar ... Kroook .. Kroook .. Kroook ...
Ha ha ha ha ...
"Lapar ya?" Ledek Pelontos.
"Iya Bro. Minta diisi kayaknya .."
He he he he ...
Kriiiing ..
Kriiing ...
.
"Angkat taun .."
Bos Husin marah.
Ada apa?
"Gimana? Beres kan?" Tanya Bos Husin. Dari semula ceria berubah merah padam mukanya setelah tahu dua anak buahnya gagal menangkap Firdaus.
Oleh aminuddin
"KAMPRET .." Maki Brewok. Kesal bukan main.
Saking kesalnya, dia tendang apa saja yang ada di depannya. Mulai dari batu kerikul, tumpukan rumput, ranting pepohonan, dan bahkan me ninju batang pohon.
Auuuuw ..
"Aduh ..."
Meringis kesakitan. Jemarinya berdarah.
Ha ha ha ha ...
"Makanya Bro. Tengok-tengoklah kalau kesal itu. Ini batang pohon, bukan roti seperti yang kau biasa makan setiap pagi ..."
He he he he ...
Pelontos ketawa kian menjadi-jadi.
"Gimana ini Bro?" Tanya Brewok. Masih kesal.
"Tak usah kejar lagi dia," kata Pe lontos. "Sebaiknya kita lapor Bos saja. Kan beres ..."
"Beres jidatmu .. Bos pasti marah besar tauu .."
"Tak usah pusinglah kau. Kita kata kan saja. Warga sekampung menge jar kita. Larilah ... Kan beres.'
"Lalu bos percaya?"
"Pastilah .."
"Kamu yakin Bro?"
"Yakinlah Wok. Kita katakan pada Bos, kalau kita tak lari, habislah ki ta. Soal dia yang kita kejar, urusan nantilah..."
"Tapi Bro ..."
Brewok seolah menahan sesuatu. Lalu terdengar ... Kroook .. Kroook .. Kroook ...
Ha ha ha ha ...
"Lapar ya?" Ledek Pelontos.
"Iya Bro. Minta diisi kayaknya .."
He he he he ...
Kriiiing ..
Kriiing ...
.
"Angkat taun .."
Bos Husin marah.
Ada apa?
"Gimana? Beres kan?" Tanya Bos Husin. Dari semula ceria berubah merah padam mukanya setelah tahu dua anak buahnya gagal menangkap Firdaus.
Yaman dan Pertemanan (11)
Yaman dan Pertemanan (11)
Oleh aminuddin
- Kuliner Nikmat
RAMADHAN merupakan bulan ya ng sangat istimewa bagi umat Islam. Sekitar 13 jam kita menahan lapar dan dahaga, rasanya buka puasa menjadi momen yang tepat untuk menikmati kuliner yang memanjakan perut dan lidah.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan; kebahagiaan saat ia berbuka, dan kebahagiaan saat bertemu tuhannya." (HR/Tirmidzi)
Selama dua kali menjalani Ramadhan di kota Mukalla Yaman dan dua kali Ramadhan di Tarim, Yaman, banyak kuliner nikmat yang saya temui. Kuliner yang nikmat tak selalu perlu merogoh kocek dalam-dalam. Kuliner itu beragam mulai dari minuman, kue, manisan dan beragam jenis masakan.
Biasanya saat adzan berkumandang saya disuguhi beragam jenis es jus untuk menghilangkan dahaga seperti riep, musyakkal, makhluth, zabadi, syammam, dan lainnya.
Di beberapa masjid, pengelola masjid menyediakan takjil untuk sekadar berbuka, tidak sedikit juga orang yang membawa sendiri takjil dari rumah mereka.
Ada satu minuman khusus yang hanya ada saat bulan suci Ra madhan bernama سوبية "subiyah" yang ramai diburu pembeli.
Kalau saya pribadi sangat suka dengan minunan حليب بالموز "halib bilmouz", minuman susu murni di campur dengan potongan pisang segar yang maknyus.
Untuk mendapatkan minuman tersebut anda hanya cukup membawa uang 100 hingga 150 Real Yaman (RY).
Nah, untuk berbuka puasa cocoknya dimulai dengan yang manis-manis. Ada beberapa jenis kue yang pernah saya coba dan rasanya manis, lezat, dan cocok dicoba sebagai hidangan pembuka.
Di antaranya بقلاوة "bagalawah", كنافة "kanafah", بسبوسة "basbusah", بقليمات "bagulaimat", بريك "breik" (ada yang rasa coklat, ada juga yang rasa vanilla), بشملة "baasyamillah", رول سنابول بالجوز “roll sinabul bil jauz”, معمول بالتمر “ma'mul bittamer", سرائح التوسات بالجبن “saroih tausat bil jubni", حلا بسكويت "hala biscuit", كعك "ka'ak",dan حلاوة "halawah".
"Basbusah" misalnya, adalah sebuah kue manis Timur Tengah tradisional dari Mesir. Kue tersebut dibuat dari semolina atau farina yang dicampur sirup sederhana.
Kelapa adalah tambahan populer. Sirup juga diganti dengan air bunga jeruk atau air mawar.
Kalau "maumul bittamer" , merupakan kue yang isinya merupakan kurma, rasanya manis dan sedap. Harga camilan manis tersebut relatif bersahabat, cukup 20 RY per biji.
Biasanya saya dan kawan-kawan membawa uang 150 RY sudah cukup puas untuk sekadar memanjakan lidah.
Biasanya sebagian orang lebih suka berbuka dengan gorengan seperti سمبوسة "sambossa", بطاطس "batotis", باخمري "bakhomriy", dan aneka gorengan lainnya.
Tradisi di Yaman, setelah sejenak menikmati kuliner penunda lapar dan dahaga, semua orang pergi ke masjid untuk menunaikan shalat maghrib berjama'ah bagi kaum laki laki.
Sementara para ibu dan anak perempuan shalat di rumah untuk kemudian mempersiapkan masakan buka puasa.
Adapun untuk makanan berat seperti nasi dan roti biasanya disantap setelah melaksanakan shalat tarawih.
Nama-nama kue tadi kebanyakan di mulai dengan kata "ba". Itu menunjukkan biasanya yang membuat pertama kali adalah orang Hadramaut.
Sebab orang Hadramautlah yang suka memberikan julukan sesuatu diawali dengan "ba". Misalnya nama marga Basyaiban, Baswedan, Bachin, Bamachromah dan lain sebagainya.
Kuliner-kuliner tersebut sangat mu dah ditemukan, baik di pinggir jalan maupun di pasar, khususnya saat Ramadhan.
Kita bisa memiliki hidangan maka nan berat antara nasi atau roti se suai selera kita. Roti yang kerap kali diminati penduduk lokal beragam ada: تميز "tamiz", شباتي "syabati", لبناني "lubnani", dan بروطة "broutuh". Dan untuk nasi bisa kita coba nasi putih biasa, atau nasi بخاري "bukhori", ربياني "rubyani", dan كبولي "kebuli".
Orang yaman memiliki kelebihan masak memasak daging. Mereka memiliki resep dan cara khusus membuat daging menjadi tidak amis dan lembut.
Ada yang dimasak dengan membakar arang dalam kubangan kemudian daging dimasukkan tong, dan dikuburkan dalam arang hingga matang.
Ada pula yang dimasak dengan api sedang namun memakan waktu sangat lama.
Di berbagai kedai dan rumah makan bisa kita temui masakan- masakan enak khas orang Yaman.
Beberapa jenis masakan yang terbukti maknyus yang perlu Anda coba nikmatnya antara lain مندي "mandiy", مطبي "matbiy", مدفون "madfun", محمس "muhammas", قلابة "gilabah", كبشة "kabsyah".
Harga nasi plus daging beraneka ragam. Masakan di atas harganya lumayan mahal, sekitar 1000 hingga 5000 RY per porsi. Meski mahal, tapi bisa terbayar dengan kelezatan yang bisa kita rasakan.
- Kehilangan Tiga Anak
SANA'A- Bocah Ali memohon kepada ayahnya untuk mengizinkan dia dan dua abangnya ikut dalam tur sekolah di Yaman Utara. Namun peristiwa tragis terjadi, tak satupun dari ketiga bocah itu pulang ke rumah dengan selamat.
Ketiga anak laki-laki tersebut tewas bersama puluhan anak lainnya akibat serangan udara Arab Saudi ke sebuah bus sekolah di provinsi Saada, Yaman pada 9 Agustus lalu. Kini, nyaris sebulan setelah peristiwa mengerikan itu, ayah ketiga bocah itu masih terguncang.
"Mereka melambaikan tangan kepada saya dari bus, dan saya berkata 'Tuhan berserta kalian'," ujar sang ayah, Zaid Tayyeb di rumahnya di Dahyan, provinsi Saada, basis pemberontak Houthi yang diperangi oleh koalisi Arab Saudi.
Tayyeb mengatakan, semula dirinya tak mengizinkan anak-anaknya untuk ikut tur sekolah tersebut, karena khawatir akan keselamatan mereka di tengah konflik yang berkecamuk antara Houthi dan pemerintah yang didukung koalisi Saudi.
Namun karena anak-anaknya terus memohon untuk ikut serta, dia pun menyerah.
"Mereka memeluk saya kencang, naik ke bus dan melambaikan tangan ke saya saat bus mulai menjauh. Saya pun berbalik dan berjalan sekitar 100 atau 150 meter ketika bus itu diserang," kata Tayyeb seperti dilansir kantor berita AFP, belum lama ini.
Pria itu berlari panik menuju bus. "Ada asap dan serpihan di mana-mana. Saya meraih tubuh pertama yang bisa saya raih. Tubuhnya tertelungkup. Dia anak saya, Ahmed," ujarnya.
Di tembok ruang tamu rumah Tay yeb terpampang foto-foto ketiga putranya yang tewas: Ali (9), Ahmed (10), dan Youssef (13). Pada setiap foto dituliskan tanggal kematian mereka -- "Martir pada 9/8/2018 dalam pembantaian anak-anak di Dahyan".
Kini Tayyeb hanya memiliki satu orang anak laki-laki yang berumur 5 tahun, Mohammed yang tak bisa ikut tur sekolah itu karena masih terlalu kecil.
Bagi Tayyeb, kehilangan ketiga putranya meninggalkan luka yang tak akan pernah sembuh. "Mereka cerdas, santun, bijak melebihi usia mereka. Dan kini mereka di surga," tuturnya pilu.
Menurut Komite Palang Merah Internasional, 40 anak-anak tewas dan 56 lainnya luka-luka dalam se rangan udara yang dilancarkan ko alisi Saudi tersebut.
Pihak koalisi Saudi mengakui telah melakukan kesalahan terkait sera ngan udara tersebut. Namun kelompok Houthi menuding koalisi Saudi sengaja menargetkan anak-anak tak bersalah.
____
- Detik.com
- Moh Nasirul Haq, Santri Rubat Syafi'ie Mukalla Yaman
Oleh aminuddin
- Kuliner Nikmat
RAMADHAN merupakan bulan ya ng sangat istimewa bagi umat Islam. Sekitar 13 jam kita menahan lapar dan dahaga, rasanya buka puasa menjadi momen yang tepat untuk menikmati kuliner yang memanjakan perut dan lidah.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan; kebahagiaan saat ia berbuka, dan kebahagiaan saat bertemu tuhannya." (HR/Tirmidzi)
Selama dua kali menjalani Ramadhan di kota Mukalla Yaman dan dua kali Ramadhan di Tarim, Yaman, banyak kuliner nikmat yang saya temui. Kuliner yang nikmat tak selalu perlu merogoh kocek dalam-dalam. Kuliner itu beragam mulai dari minuman, kue, manisan dan beragam jenis masakan.
Biasanya saat adzan berkumandang saya disuguhi beragam jenis es jus untuk menghilangkan dahaga seperti riep, musyakkal, makhluth, zabadi, syammam, dan lainnya.
Di beberapa masjid, pengelola masjid menyediakan takjil untuk sekadar berbuka, tidak sedikit juga orang yang membawa sendiri takjil dari rumah mereka.
Ada satu minuman khusus yang hanya ada saat bulan suci Ra madhan bernama سوبية "subiyah" yang ramai diburu pembeli.
Kalau saya pribadi sangat suka dengan minunan حليب بالموز "halib bilmouz", minuman susu murni di campur dengan potongan pisang segar yang maknyus.
Untuk mendapatkan minuman tersebut anda hanya cukup membawa uang 100 hingga 150 Real Yaman (RY).
Nah, untuk berbuka puasa cocoknya dimulai dengan yang manis-manis. Ada beberapa jenis kue yang pernah saya coba dan rasanya manis, lezat, dan cocok dicoba sebagai hidangan pembuka.
Di antaranya بقلاوة "bagalawah", كنافة "kanafah", بسبوسة "basbusah", بقليمات "bagulaimat", بريك "breik" (ada yang rasa coklat, ada juga yang rasa vanilla), بشملة "baasyamillah", رول سنابول بالجوز “roll sinabul bil jauz”, معمول بالتمر “ma'mul bittamer", سرائح التوسات بالجبن “saroih tausat bil jubni", حلا بسكويت "hala biscuit", كعك "ka'ak",dan حلاوة "halawah".
"Basbusah" misalnya, adalah sebuah kue manis Timur Tengah tradisional dari Mesir. Kue tersebut dibuat dari semolina atau farina yang dicampur sirup sederhana.
Kelapa adalah tambahan populer. Sirup juga diganti dengan air bunga jeruk atau air mawar.
Kalau "maumul bittamer" , merupakan kue yang isinya merupakan kurma, rasanya manis dan sedap. Harga camilan manis tersebut relatif bersahabat, cukup 20 RY per biji.
Biasanya saya dan kawan-kawan membawa uang 150 RY sudah cukup puas untuk sekadar memanjakan lidah.
Biasanya sebagian orang lebih suka berbuka dengan gorengan seperti سمبوسة "sambossa", بطاطس "batotis", باخمري "bakhomriy", dan aneka gorengan lainnya.
Tradisi di Yaman, setelah sejenak menikmati kuliner penunda lapar dan dahaga, semua orang pergi ke masjid untuk menunaikan shalat maghrib berjama'ah bagi kaum laki laki.
Sementara para ibu dan anak perempuan shalat di rumah untuk kemudian mempersiapkan masakan buka puasa.
Adapun untuk makanan berat seperti nasi dan roti biasanya disantap setelah melaksanakan shalat tarawih.
Nama-nama kue tadi kebanyakan di mulai dengan kata "ba". Itu menunjukkan biasanya yang membuat pertama kali adalah orang Hadramaut.
Sebab orang Hadramautlah yang suka memberikan julukan sesuatu diawali dengan "ba". Misalnya nama marga Basyaiban, Baswedan, Bachin, Bamachromah dan lain sebagainya.
Kuliner-kuliner tersebut sangat mu dah ditemukan, baik di pinggir jalan maupun di pasar, khususnya saat Ramadhan.
Kita bisa memiliki hidangan maka nan berat antara nasi atau roti se suai selera kita. Roti yang kerap kali diminati penduduk lokal beragam ada: تميز "tamiz", شباتي "syabati", لبناني "lubnani", dan بروطة "broutuh". Dan untuk nasi bisa kita coba nasi putih biasa, atau nasi بخاري "bukhori", ربياني "rubyani", dan كبولي "kebuli".
Orang yaman memiliki kelebihan masak memasak daging. Mereka memiliki resep dan cara khusus membuat daging menjadi tidak amis dan lembut.
Ada yang dimasak dengan membakar arang dalam kubangan kemudian daging dimasukkan tong, dan dikuburkan dalam arang hingga matang.
Ada pula yang dimasak dengan api sedang namun memakan waktu sangat lama.
Di berbagai kedai dan rumah makan bisa kita temui masakan- masakan enak khas orang Yaman.
Beberapa jenis masakan yang terbukti maknyus yang perlu Anda coba nikmatnya antara lain مندي "mandiy", مطبي "matbiy", مدفون "madfun", محمس "muhammas", قلابة "gilabah", كبشة "kabsyah".
Harga nasi plus daging beraneka ragam. Masakan di atas harganya lumayan mahal, sekitar 1000 hingga 5000 RY per porsi. Meski mahal, tapi bisa terbayar dengan kelezatan yang bisa kita rasakan.
- Kehilangan Tiga Anak
SANA'A- Bocah Ali memohon kepada ayahnya untuk mengizinkan dia dan dua abangnya ikut dalam tur sekolah di Yaman Utara. Namun peristiwa tragis terjadi, tak satupun dari ketiga bocah itu pulang ke rumah dengan selamat.
Ketiga anak laki-laki tersebut tewas bersama puluhan anak lainnya akibat serangan udara Arab Saudi ke sebuah bus sekolah di provinsi Saada, Yaman pada 9 Agustus lalu. Kini, nyaris sebulan setelah peristiwa mengerikan itu, ayah ketiga bocah itu masih terguncang.
"Mereka melambaikan tangan kepada saya dari bus, dan saya berkata 'Tuhan berserta kalian'," ujar sang ayah, Zaid Tayyeb di rumahnya di Dahyan, provinsi Saada, basis pemberontak Houthi yang diperangi oleh koalisi Arab Saudi.
Tayyeb mengatakan, semula dirinya tak mengizinkan anak-anaknya untuk ikut tur sekolah tersebut, karena khawatir akan keselamatan mereka di tengah konflik yang berkecamuk antara Houthi dan pemerintah yang didukung koalisi Saudi.
Namun karena anak-anaknya terus memohon untuk ikut serta, dia pun menyerah.
"Mereka memeluk saya kencang, naik ke bus dan melambaikan tangan ke saya saat bus mulai menjauh. Saya pun berbalik dan berjalan sekitar 100 atau 150 meter ketika bus itu diserang," kata Tayyeb seperti dilansir kantor berita AFP, belum lama ini.
Pria itu berlari panik menuju bus. "Ada asap dan serpihan di mana-mana. Saya meraih tubuh pertama yang bisa saya raih. Tubuhnya tertelungkup. Dia anak saya, Ahmed," ujarnya.
Di tembok ruang tamu rumah Tay yeb terpampang foto-foto ketiga putranya yang tewas: Ali (9), Ahmed (10), dan Youssef (13). Pada setiap foto dituliskan tanggal kematian mereka -- "Martir pada 9/8/2018 dalam pembantaian anak-anak di Dahyan".
Kini Tayyeb hanya memiliki satu orang anak laki-laki yang berumur 5 tahun, Mohammed yang tak bisa ikut tur sekolah itu karena masih terlalu kecil.
Bagi Tayyeb, kehilangan ketiga putranya meninggalkan luka yang tak akan pernah sembuh. "Mereka cerdas, santun, bijak melebihi usia mereka. Dan kini mereka di surga," tuturnya pilu.
Menurut Komite Palang Merah Internasional, 40 anak-anak tewas dan 56 lainnya luka-luka dalam se rangan udara yang dilancarkan ko alisi Saudi tersebut.
Pihak koalisi Saudi mengakui telah melakukan kesalahan terkait sera ngan udara tersebut. Namun kelompok Houthi menuding koalisi Saudi sengaja menargetkan anak-anak tak bersalah.
____
- Detik.com
- Moh Nasirul Haq, Santri Rubat Syafi'ie Mukalla Yaman
Al-Aqsha (1)
Al-Aqsha (1)
Oleh aminuddin
Fakta dan Konflik Al-Aqsha
TIDAK banyak dari kita yang paham soal apa yang terjadi di Masjid al-Aqsa. Kumparan (kumparan.com) merangkum 9 hal soal Al-Aqsa dan konflik yang menyelimutinya:
1. Situs Suci Tiga Agama
Kota Tua Yerusalem hanya seluas kurang dari 1 km persegi, tapi mencakup banyak situs suci dari tiga agama: Islam, Yahudi, dan Kristen.
Bagi umat Islam, Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama dan masjid suci ketiga terbesar setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Bagi umat Kristen, di tempat itu Yesus disalib dan dibangkitkan. Sementara bagi umat Yahudi, Kota Tua Yerusalem adalah tempat paling suci, situs bekas kerajaan Israel dan kuil-kuil Yahudi.
2. Tidak Hanya Satu Masjid
Tidak seperti yang diyakini banyak orang, Masjidil Aqsa bukanlah masjid berkubah emas.
Masjidil Aqsa adalah sebuah kompleks di Kota Tua Yerusalem yang mencakup Kubah Batu (Dome of Rock/Qubbatu Shakhrakh) yang berkubah emas, Masjid Qibly, Masjid Buraq, dan Masjid Marwani.
Masjid Qibly yang biasa disebut Masjid al-Aqsa karena paling dekat dengan kiblat di Kabah, Mekah.
Kompleks masjid-masjid ini dina makan Masjidil Aqsa atau Haram al-Sharif.
3. Kubah Pertama di Dunia
Dome of Rock disebut sebagai kubah pertama yang dibangun di dunia. Bangunan itu didirikan di masa Kekhalifahan Bani Umayyah oleh Abdul Malik bin Marwan.
Awalnya kubahnya tidak berwarna emas, melainkan kayu yang dilapis kuningan, atau keramik. 1.000 tahun kemudian di Kekhalifahan Ottoman lapisan emas baru ditambahkan.
Di dalamnya terdapat batu yang diyakini tempat Nabi Muhammad bertolak ke langit dalam peristiwa Isra Miraj. Bagi umat Yahudi, batu itu juga diyakini tempat Nabi Ibrahim akan mengorbankan putranya, Ismail.
4. Jadi Tempat Sampah
Romawi menjadi kompleks Masjidil Aqsa sebagai tempat penimbunan sampah. Kala itu, umat Yahudi diusir dari Yerusalem. Barulah ketika Yerusalem dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khattab, sampah dibersihkan oleh tangan Umar sendiri.
Umar juga memperbolehkan kembali Yahudi masuk Yerusalem yang telah terusir selama satu abad.
5. Pernah Dibakar dan Dihancurkan
Beberapa kali masjid-masjid di Masjidil Aqsa dihancurkan lalu dibangun lagi karena peperangan, invasi, atau bencana.
Tahun 700-an, masjid Al-Aqsa hancur karena gempa bumi di Yerusalem. Pada pendudukan Israel tahun 1967, kerusakan terjadi akibat kekerasan zionis.
Tahun 1969, warga Australia Denis Michael Rohan membakar mimbar Al-Aqsa. Tahun 1982, Alan Goodman, tentara Amerika-Israel beragama Yahudi, menembaki jemaah di Al-Aqsa, menewaskan dua orang dan melukai 11 orang.
Kini ancaman kehancuran Masjidil Aqsa dari tentara Israel yang kerap merusak dalam bentrokan. Israel juga melakukan ekskavasi dan penggalian di situs-situs suci, merusak pondasi masjid.
6. Saksi Pembantaian Ribuan Muslim
Masjidil Aqsa menjadi saksi pembantaian ribuan umat Islam dalam invasi Tentara Salib tahun 1099.
Ketika Tentara Salib memasuki Yerusalem, ribuan umat Islam berlindung di Masjidil Aqsa. Sekitar 70 ribu umat Islam dibantai saat itu.
Masjidil Aqsa kemudian diubah menjadi istana, Dome of Rock jadi gereja, dan ruang bawah tanah masjid jadi kandang kuda.
Muslim yang selamat dari pembantaian pertama kemudian disalib. Barulah setelah 88 tahun, tentara Islam pimpinan Salahudin al-Ayubbi berhasil membebaskan Yerusalem.
7. Pencaplokan Yerusalem oleh Israel
Penguasa Yerusalem berganti-ganti. Dalam 100 tahun terakhir wilayah ini dikuasai Kekhalifahan Ottoman, Inggris, lalu penguasaan bersama Yordania dan Israel sejak 1967, hingga saat ini diklaim oleh Israel.
Penguasaan Yerusalem, termasuk Masjidil Aqsa di dalamnya, diawali pencaplokan Yerusalem Timur yang mayoritas populasinya Muslim Palestina oleh Israel dalam Perang Enam Hari.
Dewan Keamanan PBB melalui resolusi nomor 478 mengecam pencaplokan Yerusalem Timur dan menganggapnya pelanggaran hukum internasional.
Tahun 1980, parlemen Israel, Knesset, mengklaim telah menyatukan Yerusalem dan menyatakannya sebagai ibukota. Komunitas internasional, termasuk sekutu mereka Amerika Serikat, tidak mengakui klaim Israel dan tetap menganggap ibu kota Israel, Tel Aviv.
8. Pemantik Konflik di Masjidil Aqsa
Kebanyakan bentrokan dan konflik di Masjidil Aqsa terjadi akibat pembatasan akses masuk bagi Muslim Palestina oleh tentara Israel.
Namun beberapa konflik disebabkan karena Israel melanggar perjanjian tahun 1967 soal kunjungan umat Yahudi ke Masjidil Aqsa.
Berdasarkan tradisi setelah pencaplokan Yerusalem Timur oleh Israel, umat Yahudi dilarang beribadah di Masjidil Aqsa.
Mereka boleh datang di antara waktu salat, tapi hanya berkunjung, bukan beribadah. Perjanjian ini banyak dilanggar oleh Israel, terutama di hari-hari raya Yahudi.
Pada tahun 2015, umat Islam Palestina marah ketika pemerintah Israel memasukkan banyak umat Yahudi untuk beribadah di Masjidil Aqsa. Sedikinya 28 warga Palestina tewas dan ratusan terluka dalam bentrok dengan tentara Israel.
9. Kehidupan Sehari-hari
Warga Palestina di wilayah caplokan Israel di Yerusalem mengalami diskriminasi. Berbeda dengan warga Yahudi yang berstatus penduduk, Muslim dan Kristen Palestina mendapat kartu identitas khusus bertuliskan "penduduk tetap".
Hak-hak mereka berbeda dengan warga Yahudi dan dilarang terlibat politik.
Namun di masa damai, kehidupan sehari-hari kedua penduduk di Yerusalem Timur dan Yerusalem Barat saling melengkapi.
Warga Yahudi Israel di barat kerap berbelanja ke timur yang harganya lebih murah. Warga Palestina juga ada yang kuliah di Hewbrew University.
Walau ada rumah sakit di Palestina, namun operasi besar kebanyakan dilakukan di rumah sakit utama Israel.
Beberapa orang Palestina juga sering terlihat di restoran-restoran di Yerusalem Barat. Sementara kelompok Israel liberal sering menyambangi Yerusalem Timur untuk menginap di Jerusalem Hotel atau American Colony Hotel.
Restoran-restoran hummus warga Palestina bahkan jadi favorit bagi warga Israel.
___
M.kumparan.com
Oleh aminuddin
Fakta dan Konflik Al-Aqsha
TIDAK banyak dari kita yang paham soal apa yang terjadi di Masjid al-Aqsa. Kumparan (kumparan.com) merangkum 9 hal soal Al-Aqsa dan konflik yang menyelimutinya:
1. Situs Suci Tiga Agama
Kota Tua Yerusalem hanya seluas kurang dari 1 km persegi, tapi mencakup banyak situs suci dari tiga agama: Islam, Yahudi, dan Kristen.
Bagi umat Islam, Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama dan masjid suci ketiga terbesar setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Bagi umat Kristen, di tempat itu Yesus disalib dan dibangkitkan. Sementara bagi umat Yahudi, Kota Tua Yerusalem adalah tempat paling suci, situs bekas kerajaan Israel dan kuil-kuil Yahudi.
2. Tidak Hanya Satu Masjid
Tidak seperti yang diyakini banyak orang, Masjidil Aqsa bukanlah masjid berkubah emas.
Masjidil Aqsa adalah sebuah kompleks di Kota Tua Yerusalem yang mencakup Kubah Batu (Dome of Rock/Qubbatu Shakhrakh) yang berkubah emas, Masjid Qibly, Masjid Buraq, dan Masjid Marwani.
Masjid Qibly yang biasa disebut Masjid al-Aqsa karena paling dekat dengan kiblat di Kabah, Mekah.
Kompleks masjid-masjid ini dina makan Masjidil Aqsa atau Haram al-Sharif.
3. Kubah Pertama di Dunia
Dome of Rock disebut sebagai kubah pertama yang dibangun di dunia. Bangunan itu didirikan di masa Kekhalifahan Bani Umayyah oleh Abdul Malik bin Marwan.
Awalnya kubahnya tidak berwarna emas, melainkan kayu yang dilapis kuningan, atau keramik. 1.000 tahun kemudian di Kekhalifahan Ottoman lapisan emas baru ditambahkan.
Di dalamnya terdapat batu yang diyakini tempat Nabi Muhammad bertolak ke langit dalam peristiwa Isra Miraj. Bagi umat Yahudi, batu itu juga diyakini tempat Nabi Ibrahim akan mengorbankan putranya, Ismail.
4. Jadi Tempat Sampah
Romawi menjadi kompleks Masjidil Aqsa sebagai tempat penimbunan sampah. Kala itu, umat Yahudi diusir dari Yerusalem. Barulah ketika Yerusalem dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khattab, sampah dibersihkan oleh tangan Umar sendiri.
Umar juga memperbolehkan kembali Yahudi masuk Yerusalem yang telah terusir selama satu abad.
5. Pernah Dibakar dan Dihancurkan
Beberapa kali masjid-masjid di Masjidil Aqsa dihancurkan lalu dibangun lagi karena peperangan, invasi, atau bencana.
Tahun 700-an, masjid Al-Aqsa hancur karena gempa bumi di Yerusalem. Pada pendudukan Israel tahun 1967, kerusakan terjadi akibat kekerasan zionis.
Tahun 1969, warga Australia Denis Michael Rohan membakar mimbar Al-Aqsa. Tahun 1982, Alan Goodman, tentara Amerika-Israel beragama Yahudi, menembaki jemaah di Al-Aqsa, menewaskan dua orang dan melukai 11 orang.
Kini ancaman kehancuran Masjidil Aqsa dari tentara Israel yang kerap merusak dalam bentrokan. Israel juga melakukan ekskavasi dan penggalian di situs-situs suci, merusak pondasi masjid.
6. Saksi Pembantaian Ribuan Muslim
Masjidil Aqsa menjadi saksi pembantaian ribuan umat Islam dalam invasi Tentara Salib tahun 1099.
Ketika Tentara Salib memasuki Yerusalem, ribuan umat Islam berlindung di Masjidil Aqsa. Sekitar 70 ribu umat Islam dibantai saat itu.
Masjidil Aqsa kemudian diubah menjadi istana, Dome of Rock jadi gereja, dan ruang bawah tanah masjid jadi kandang kuda.
Muslim yang selamat dari pembantaian pertama kemudian disalib. Barulah setelah 88 tahun, tentara Islam pimpinan Salahudin al-Ayubbi berhasil membebaskan Yerusalem.
7. Pencaplokan Yerusalem oleh Israel
Penguasa Yerusalem berganti-ganti. Dalam 100 tahun terakhir wilayah ini dikuasai Kekhalifahan Ottoman, Inggris, lalu penguasaan bersama Yordania dan Israel sejak 1967, hingga saat ini diklaim oleh Israel.
Penguasaan Yerusalem, termasuk Masjidil Aqsa di dalamnya, diawali pencaplokan Yerusalem Timur yang mayoritas populasinya Muslim Palestina oleh Israel dalam Perang Enam Hari.
Dewan Keamanan PBB melalui resolusi nomor 478 mengecam pencaplokan Yerusalem Timur dan menganggapnya pelanggaran hukum internasional.
Tahun 1980, parlemen Israel, Knesset, mengklaim telah menyatukan Yerusalem dan menyatakannya sebagai ibukota. Komunitas internasional, termasuk sekutu mereka Amerika Serikat, tidak mengakui klaim Israel dan tetap menganggap ibu kota Israel, Tel Aviv.
8. Pemantik Konflik di Masjidil Aqsa
Kebanyakan bentrokan dan konflik di Masjidil Aqsa terjadi akibat pembatasan akses masuk bagi Muslim Palestina oleh tentara Israel.
Namun beberapa konflik disebabkan karena Israel melanggar perjanjian tahun 1967 soal kunjungan umat Yahudi ke Masjidil Aqsa.
Berdasarkan tradisi setelah pencaplokan Yerusalem Timur oleh Israel, umat Yahudi dilarang beribadah di Masjidil Aqsa.
Mereka boleh datang di antara waktu salat, tapi hanya berkunjung, bukan beribadah. Perjanjian ini banyak dilanggar oleh Israel, terutama di hari-hari raya Yahudi.
Pada tahun 2015, umat Islam Palestina marah ketika pemerintah Israel memasukkan banyak umat Yahudi untuk beribadah di Masjidil Aqsa. Sedikinya 28 warga Palestina tewas dan ratusan terluka dalam bentrok dengan tentara Israel.
9. Kehidupan Sehari-hari
Warga Palestina di wilayah caplokan Israel di Yerusalem mengalami diskriminasi. Berbeda dengan warga Yahudi yang berstatus penduduk, Muslim dan Kristen Palestina mendapat kartu identitas khusus bertuliskan "penduduk tetap".
Hak-hak mereka berbeda dengan warga Yahudi dan dilarang terlibat politik.
Namun di masa damai, kehidupan sehari-hari kedua penduduk di Yerusalem Timur dan Yerusalem Barat saling melengkapi.
Warga Yahudi Israel di barat kerap berbelanja ke timur yang harganya lebih murah. Warga Palestina juga ada yang kuliah di Hewbrew University.
Walau ada rumah sakit di Palestina, namun operasi besar kebanyakan dilakukan di rumah sakit utama Israel.
Beberapa orang Palestina juga sering terlihat di restoran-restoran di Yerusalem Barat. Sementara kelompok Israel liberal sering menyambangi Yerusalem Timur untuk menginap di Jerusalem Hotel atau American Colony Hotel.
Restoran-restoran hummus warga Palestina bahkan jadi favorit bagi warga Israel.
___
M.kumparan.com
Menanti Dajjal (2)
Menanti Dajjal (2)
Oleh aminuddin
Tempat Tinggal Dajjal
DIMANAKAH tempat tinggal Dajjal saat ini?
Menurut sebuah hadits, Dajjal akan keluar dari tempat persembunyian nya yang terletak di daerah Khura san. Daerah ini terletak di suatu ko ta yang berada di tanah Persia atau pada zaman sekarang menjadi negara Irak.
Dajjal dibantu 70.000 bala tentara Yahudi yang tinggal dikota itu. Yang bersenjata lengkap dan memakai pakaian kebesaran berupa jubah hijau.
Selain itu, Dajjal juga dibantu 70.000 bala tentara tartar dan beberapa orang dari Khurasan.
Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata bah
wa Rasulullah SAW telah bersab da :
"Dajjal akan keluar dari bumi sebelah timut (masyriq) yang bernama Khurasan. Pengikutnya adalah kaum yang wajah-wajah mereka bagaikan pemukul yang tebal dan keras”. (HR At-Tirmidzi)
“Dajjal akan keluar diantara Syam dan Irak . Dia kemudian merusak kanan dan kiri. Wahai para hamba Allah, tetap tegulah”. (HR An-Nawas bin Sam’an).
Ketika Dajjal keluar dari tempat persembunyiannya tingginya hanya 10 Dzirah. Ia bersikap seperti tingkah laku orang yang saleh dan mengajak kepada kebaikan sehingga banyak orang yang mengikutinya.
Dajjal mengaku sebagai Nabi. Dan orang-orang yang mengakui serta mengikutinya termasuk di dalam golongan orang-orang yang bodoh dan tidak beriman.
Sedangkan mereka yang memiliki keimanan kuat akan selalu berpe gang teguh pada pendirianya bah wa Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW.
Selama di dunia, Dajjal terus berkeliling keseluruh penjuru dunia menggunakan kuda dan kakinya, kecuali kota suci Mekkah dan Madinah.
Ketika sampai di daerah antara Iraq dan Syam, Dajjal mengaku dirinya adalah Tuhan yang dapat menghi dupkan orang mati dan dapat membuat hal-hal yang tidak dapat dilakukan manusia biasa.
Dalam sebuah hadits ANAS RA Rasullah SAW bersabda :
“Yang akan mengikuti Dajjal adalah orang-orang Yahudi ASBAHAN (Isfahan), yang jumlah mereka sebanyak tujuh puluh ribu orang, dengan pakaian warna biru khusus (pakaian para pemimpin dan ulama dari negeri Persia/Iran/bangsa selain Arab)”. (HR Muslim).
Orang yang menjadi pengikut Dajjal tidak hanya ribuan, tetapi miliaran. Sebab, orang Yahudi negeri Isfahan saja tidak kurang dari 70.000. Be lum lagi ditambah dari golongan kafir lainnya.
_____
Wilkipediaislam
Oleh aminuddin
Tempat Tinggal Dajjal
DIMANAKAH tempat tinggal Dajjal saat ini?
Menurut sebuah hadits, Dajjal akan keluar dari tempat persembunyian nya yang terletak di daerah Khura san. Daerah ini terletak di suatu ko ta yang berada di tanah Persia atau pada zaman sekarang menjadi negara Irak.
Dajjal dibantu 70.000 bala tentara Yahudi yang tinggal dikota itu. Yang bersenjata lengkap dan memakai pakaian kebesaran berupa jubah hijau.
Selain itu, Dajjal juga dibantu 70.000 bala tentara tartar dan beberapa orang dari Khurasan.
Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata bah
wa Rasulullah SAW telah bersab da :
"Dajjal akan keluar dari bumi sebelah timut (masyriq) yang bernama Khurasan. Pengikutnya adalah kaum yang wajah-wajah mereka bagaikan pemukul yang tebal dan keras”. (HR At-Tirmidzi)
“Dajjal akan keluar diantara Syam dan Irak . Dia kemudian merusak kanan dan kiri. Wahai para hamba Allah, tetap tegulah”. (HR An-Nawas bin Sam’an).
Ketika Dajjal keluar dari tempat persembunyiannya tingginya hanya 10 Dzirah. Ia bersikap seperti tingkah laku orang yang saleh dan mengajak kepada kebaikan sehingga banyak orang yang mengikutinya.
Dajjal mengaku sebagai Nabi. Dan orang-orang yang mengakui serta mengikutinya termasuk di dalam golongan orang-orang yang bodoh dan tidak beriman.
Sedangkan mereka yang memiliki keimanan kuat akan selalu berpe gang teguh pada pendirianya bah wa Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW.
Selama di dunia, Dajjal terus berkeliling keseluruh penjuru dunia menggunakan kuda dan kakinya, kecuali kota suci Mekkah dan Madinah.
Ketika sampai di daerah antara Iraq dan Syam, Dajjal mengaku dirinya adalah Tuhan yang dapat menghi dupkan orang mati dan dapat membuat hal-hal yang tidak dapat dilakukan manusia biasa.
Dalam sebuah hadits ANAS RA Rasullah SAW bersabda :
“Yang akan mengikuti Dajjal adalah orang-orang Yahudi ASBAHAN (Isfahan), yang jumlah mereka sebanyak tujuh puluh ribu orang, dengan pakaian warna biru khusus (pakaian para pemimpin dan ulama dari negeri Persia/Iran/bangsa selain Arab)”. (HR Muslim).
Orang yang menjadi pengikut Dajjal tidak hanya ribuan, tetapi miliaran. Sebab, orang Yahudi negeri Isfahan saja tidak kurang dari 70.000. Be lum lagi ditambah dari golongan kafir lainnya.
_____
Wilkipediaislam
Kamis, 27 September 2018
Dua Menara (9)
Dua Menara (9)
Oleh Wak Amin
(Bagian ketiga)
"TOLOONG ...!"
"Toloooong ..." Teriak Firdaus sam bil memegang kepalanya yang ber darah akibat dipukuli dua lelaki tak dikenal saat masuk ke sebuah loro ng tak jauh dari kediaman Bu Aida.
Sambil meringis menahan sakit, dia terus berlari. Sampai di depan jem batan kayu dia terjatuh. Namun se telah itu dia bangun lagi dan berlari meniti jembatan sepanjang lima meter itu.
"Itu dia," kata si brewok menunjuk ke sebuah jembatan kayu. Firdaus dengan bersusah payah sampai ju ga akhirnya di seberang.
"Tembak saja Wok!"
"Tak usah Tos. Ketahuan kita. Terus kalau dia mati gimana. Coba ...!"
"Terus gimana dong?"
Brewok berpikir sejenak. Eheeem, katanya, "Kita kejar saja dia."
"Oke."
Firdaus duduk sebentar di bawah pohon nangka. Melihat Brewok dan Pelontos mengejarnya, dia segera berdiri.
"Aduh. Kenapa kedua kakiku tiba-tiba terasa berat," ucap Firdaus da lam hati.
Dia menoleh ke belakang, Brewok dan Pelontos sudah berada di te ngah jembatan.
Firdaus semakin takut dan geme taran ketika Brewok melihat sambil menunjuk-nunjuk ke arahnya.
"Ya Allah, gimana ini. Tolong aku ya Allah, hamba-Mu yang lemah ini," ucap Firdaus.
Lirih sambil meneteskan air mata. Berserah diri kepada-Nya semata.
Sebuah mobil pick-up lewat ...
"Ayo kita ngopi
Jangan lupa merokok pula
Abis itu kita menari
Biar senang hati ini ...
Kami semua ini petani
Kalau panen kami bernyanyi
Lupakan susah di hati
Biar kita tak cepat mati ...
Ha ha ha ha ...
He he he he ..
Hu hu hu hu ...
Syiiiit ...
Sopir pick-up ngerem. Yang di bela kang pada kaget. Ada apa gera ngan.
" Coba lihat di semak itu," kata si sopir. Kalau bukan orang pasti hewan.
Tak mungkinlah semak bisa berge rak sendiri. Angin tak ada.
Cobaaa ...
Sepakat tidak turun. Melanjutkan perjalanan lebih baik.
Betul?
"Toloooong saya Pak!"
"Tolong Pak.
" Turun semuanya," teriak si pe ngemudi.
Firdaus tak sadarkan diri.
Nyaris kehabisan darah ...
Dia dibawa kelompok tani unggul ini ke rumah sakit cabang terdekat.
Sementara itu ...
Oleh Wak Amin
(Bagian ketiga)
"TOLOONG ...!"
"Toloooong ..." Teriak Firdaus sam bil memegang kepalanya yang ber darah akibat dipukuli dua lelaki tak dikenal saat masuk ke sebuah loro ng tak jauh dari kediaman Bu Aida.
Sambil meringis menahan sakit, dia terus berlari. Sampai di depan jem batan kayu dia terjatuh. Namun se telah itu dia bangun lagi dan berlari meniti jembatan sepanjang lima meter itu.
"Itu dia," kata si brewok menunjuk ke sebuah jembatan kayu. Firdaus dengan bersusah payah sampai ju ga akhirnya di seberang.
"Tembak saja Wok!"
"Tak usah Tos. Ketahuan kita. Terus kalau dia mati gimana. Coba ...!"
"Terus gimana dong?"
Brewok berpikir sejenak. Eheeem, katanya, "Kita kejar saja dia."
"Oke."
Firdaus duduk sebentar di bawah pohon nangka. Melihat Brewok dan Pelontos mengejarnya, dia segera berdiri.
"Aduh. Kenapa kedua kakiku tiba-tiba terasa berat," ucap Firdaus da lam hati.
Dia menoleh ke belakang, Brewok dan Pelontos sudah berada di te ngah jembatan.
Firdaus semakin takut dan geme taran ketika Brewok melihat sambil menunjuk-nunjuk ke arahnya.
"Ya Allah, gimana ini. Tolong aku ya Allah, hamba-Mu yang lemah ini," ucap Firdaus.
Lirih sambil meneteskan air mata. Berserah diri kepada-Nya semata.
Sebuah mobil pick-up lewat ...
"Ayo kita ngopi
Jangan lupa merokok pula
Abis itu kita menari
Biar senang hati ini ...
Kami semua ini petani
Kalau panen kami bernyanyi
Lupakan susah di hati
Biar kita tak cepat mati ...
Ha ha ha ha ...
He he he he ..
Hu hu hu hu ...
Syiiiit ...
Sopir pick-up ngerem. Yang di bela kang pada kaget. Ada apa gera ngan.
" Coba lihat di semak itu," kata si sopir. Kalau bukan orang pasti hewan.
Tak mungkinlah semak bisa berge rak sendiri. Angin tak ada.
Cobaaa ...
Sepakat tidak turun. Melanjutkan perjalanan lebih baik.
Betul?
"Toloooong saya Pak!"
"Tolong Pak.
" Turun semuanya," teriak si pe ngemudi.
Firdaus tak sadarkan diri.
Nyaris kehabisan darah ...
Dia dibawa kelompok tani unggul ini ke rumah sakit cabang terdekat.
Sementara itu ...
Menanti Dajjal (1)
Menanti Dajjal (1)
Oleh aminuddin
Dajjal
SIAPA sebenarnya Dajjal itu? Lalu apakah dia termasuk manusia ketu runan Nabi adam, atau ia termasuk mahluk dari kalangan jin?
Dalam sebuah hadist yang panjang dijelaskan bahwa Dajjal merupakan keturunan Nabi Adam dan terma suk dari golongan manusia.
Namun, ia merupakan mahluk yang diberikan sebuah keistimewaan oleh Allah Ta’ala, tidak seperti manusia pada umumnya.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ صَحِبْتُ ابْنَ صَائِدٍ إِلَى مَكَّةَ فَقَالَ لِي أَمَا قَدْ لَقِيتُ مِنْ النَّاسِ يَزْعُمُونَ أَنِّي الدَّجَّالُ أَلَسْتَ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ لَا يُولَدُ لَهُ قَالَ قُلْتُ بَلَى قَالَ فَقَدْ وُلِدَ لِي أَوَلَيْسَ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْمَدِينَةَ وَلَا مَكَّةَ قُلْتُ بَلَى قَالَ فَقَدْ وُلِدْتُ بِالْمَدِينَةِ وَهَذَا أَنَا أُرِيدُ مَكَّةَ قَالَ ثُمَّ قَالَ لِي فِي آخِرِ قَوْلِهِ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ مَوْلِدَهُ وَمَكَانَهُ وَأَيْنَ هُوَ قَالَ فَلَبَسَنِي
" Dari Abu Said Al-Khudri RA, ia berkata: Aku menemani Ibnu Shaid pergi ke Mekah, ia berkata kepadaku:
Aku telah bertemu dengan beberapa orang yang menganggap bahwa aku adalah seorang Dajjal.
Apakah kamu pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Dajjal itu tidak mempunyai anak.
Aku jawab: Ya!
Ia berkata lagi: Dan aku telah mempunyai anak. Bukankah kamu telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Dajjal itu tidak akan memasuki Madinah dan Mekah.
Aku menjawab: Ya! Ia berkata lagi: Dan aku telah dilahirkan di Madinah dan sekarang aku sedang menuju ke Mekah. Kemudian di akhir pertanyaannya dia berkata kepadaku:
Demi Allah, sesungguhnya aku tahu waktu kelahirannya, tempatnya dan di mana dia.
Ia berkata: Ia telah mengaburkanku tentang perkara itu." (HR Muslim)
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menerangkan mengenai Dajjal ini yang artinya: “Sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal seorang laki-laki pendek…” [HR Ahmad dan Abu Dawud ]
Ciri-ciri
Berikut beberapa Hadits yang menyebutkan ciri-ciri Dajjal:
1. “Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwa Dajjal buta sebelah matanya sedangkan Allah tidaklah buta sebelah. Tertulis diantara kedua matanya; Kafir (yang mampu dibaca oleh setiap muslim).” [HR Al-Bukhari dan Muslim]
2. “Sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal seorang laki-laki pendek, berkaki bengkok, keriting rambutnya, buta sebelah matanya, dan matanya kabur tidak menonjol dan tidak juga cekung, jika ia memperdayai kalian maka ketahuilah bahwa Tuhan kalian tidaklah buta sebelah.” [HR Ahmad dan Abu Dawud].
3. Dari Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda : “Dan tidaklah diutus seorang nabi yang diikuti itu, kecuali untuk memperingatkan kaumnya terhadap Dajjal. Aku telah menerangkan ciri-cirinya bahwa ia cacat, sedangkan Tuhan kalian tidaklah cacat. Mata kanannya menonjol dan tidak dapat disembunyikan, seolah-olah dahak yang berada di dinding kapur, sedangkan mata kirinya seperti planet yang bulat.“
4. Dalam hadits Anas, Rasulullah SAW bersabda : “Dan diantara kedua matanya termaktub tulisan kafir“.
Dan dalam satu riwayat disebutkan : “Kemudian beliau mengejanya -kaf fa’ ra’- yang dapat dibaca oleh setiap muslim“.
Dan dalam satu riwayat lagi dari Hudzaifah, Rasulullah SAW ber sabda : “Dan diantara kedua ma tanya termaktub tulisan kafir“.
Dalam satu riwayat juga disebut kan : “Kemudian beliau mengejanya -kaf fa’ ra’- yang dapat dibaca oleh setiap muslim“.
Satu riwayat lagi dari Hudzaifah, “Dapat dibaca oleh setiap orang mukmin, baik ia tahu tulis baca maupun tidak.“
5. Dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda : “Adapun Al-Masih Si Pendusta itu adalah buta sebelah matanya, lebar dahinya, bidang dadanya bagian atas dan bengkok (kakinya).”
Sumber lain menyebutkan Dajjal adalah seorang manusia dari ke turunan Yahudi. Dia manusia dan bukan jin yang ditangguhkan ajal nya. Sama juga halnya dengan Iblis ya g di tangguhkan kematiannya sampai hari kiamat nanti.
Ayahnya seorang yang tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti paruh burung. Sedangkan ibunya seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya.
Menurut Imam Al-Barzanji, ada pen dapat mengatakan asal ketu runan bapaknya ialah seorang dukun Ya hudi yang dikenali dengan "syaqq" sedangkan ibunya dari bangsa jin.
Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman as dan mempunyai hubungan de ngan makhluk halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia ditangkap dan dima sukkan ke dalam penjara.
____
Netlog.wordpress.com
Oleh aminuddin
Dajjal
SIAPA sebenarnya Dajjal itu? Lalu apakah dia termasuk manusia ketu runan Nabi adam, atau ia termasuk mahluk dari kalangan jin?
Dalam sebuah hadist yang panjang dijelaskan bahwa Dajjal merupakan keturunan Nabi Adam dan terma suk dari golongan manusia.
Namun, ia merupakan mahluk yang diberikan sebuah keistimewaan oleh Allah Ta’ala, tidak seperti manusia pada umumnya.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ صَحِبْتُ ابْنَ صَائِدٍ إِلَى مَكَّةَ فَقَالَ لِي أَمَا قَدْ لَقِيتُ مِنْ النَّاسِ يَزْعُمُونَ أَنِّي الدَّجَّالُ أَلَسْتَ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ لَا يُولَدُ لَهُ قَالَ قُلْتُ بَلَى قَالَ فَقَدْ وُلِدَ لِي أَوَلَيْسَ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْمَدِينَةَ وَلَا مَكَّةَ قُلْتُ بَلَى قَالَ فَقَدْ وُلِدْتُ بِالْمَدِينَةِ وَهَذَا أَنَا أُرِيدُ مَكَّةَ قَالَ ثُمَّ قَالَ لِي فِي آخِرِ قَوْلِهِ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ مَوْلِدَهُ وَمَكَانَهُ وَأَيْنَ هُوَ قَالَ فَلَبَسَنِي
" Dari Abu Said Al-Khudri RA, ia berkata: Aku menemani Ibnu Shaid pergi ke Mekah, ia berkata kepadaku:
Aku telah bertemu dengan beberapa orang yang menganggap bahwa aku adalah seorang Dajjal.
Apakah kamu pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Dajjal itu tidak mempunyai anak.
Aku jawab: Ya!
Ia berkata lagi: Dan aku telah mempunyai anak. Bukankah kamu telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Dajjal itu tidak akan memasuki Madinah dan Mekah.
Aku menjawab: Ya! Ia berkata lagi: Dan aku telah dilahirkan di Madinah dan sekarang aku sedang menuju ke Mekah. Kemudian di akhir pertanyaannya dia berkata kepadaku:
Demi Allah, sesungguhnya aku tahu waktu kelahirannya, tempatnya dan di mana dia.
Ia berkata: Ia telah mengaburkanku tentang perkara itu." (HR Muslim)
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menerangkan mengenai Dajjal ini yang artinya: “Sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal seorang laki-laki pendek…” [HR Ahmad dan Abu Dawud ]
Ciri-ciri
Berikut beberapa Hadits yang menyebutkan ciri-ciri Dajjal:
1. “Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwa Dajjal buta sebelah matanya sedangkan Allah tidaklah buta sebelah. Tertulis diantara kedua matanya; Kafir (yang mampu dibaca oleh setiap muslim).” [HR Al-Bukhari dan Muslim]
2. “Sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal seorang laki-laki pendek, berkaki bengkok, keriting rambutnya, buta sebelah matanya, dan matanya kabur tidak menonjol dan tidak juga cekung, jika ia memperdayai kalian maka ketahuilah bahwa Tuhan kalian tidaklah buta sebelah.” [HR Ahmad dan Abu Dawud].
3. Dari Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda : “Dan tidaklah diutus seorang nabi yang diikuti itu, kecuali untuk memperingatkan kaumnya terhadap Dajjal. Aku telah menerangkan ciri-cirinya bahwa ia cacat, sedangkan Tuhan kalian tidaklah cacat. Mata kanannya menonjol dan tidak dapat disembunyikan, seolah-olah dahak yang berada di dinding kapur, sedangkan mata kirinya seperti planet yang bulat.“
4. Dalam hadits Anas, Rasulullah SAW bersabda : “Dan diantara kedua matanya termaktub tulisan kafir“.
Dan dalam satu riwayat disebutkan : “Kemudian beliau mengejanya -kaf fa’ ra’- yang dapat dibaca oleh setiap muslim“.
Dan dalam satu riwayat lagi dari Hudzaifah, Rasulullah SAW ber sabda : “Dan diantara kedua ma tanya termaktub tulisan kafir“.
Dalam satu riwayat juga disebut kan : “Kemudian beliau mengejanya -kaf fa’ ra’- yang dapat dibaca oleh setiap muslim“.
Satu riwayat lagi dari Hudzaifah, “Dapat dibaca oleh setiap orang mukmin, baik ia tahu tulis baca maupun tidak.“
5. Dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda : “Adapun Al-Masih Si Pendusta itu adalah buta sebelah matanya, lebar dahinya, bidang dadanya bagian atas dan bengkok (kakinya).”
Sumber lain menyebutkan Dajjal adalah seorang manusia dari ke turunan Yahudi. Dia manusia dan bukan jin yang ditangguhkan ajal nya. Sama juga halnya dengan Iblis ya g di tangguhkan kematiannya sampai hari kiamat nanti.
Ayahnya seorang yang tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti paruh burung. Sedangkan ibunya seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya.
Menurut Imam Al-Barzanji, ada pen dapat mengatakan asal ketu runan bapaknya ialah seorang dukun Ya hudi yang dikenali dengan "syaqq" sedangkan ibunya dari bangsa jin.
Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman as dan mempunyai hubungan de ngan makhluk halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia ditangkap dan dima sukkan ke dalam penjara.
____
Netlog.wordpress.com
Yaman dan Pertemanan (10)
Yaman dan Pertemanan (10)
Oleh aminuddin
Perang Yaman VIII
- Awal Mula 'Eksodus'
BANYAKNYA keturunan Yaman yang kemudian menetap dan berdomisili di Indonesia, memunculkan fakta menarik. Di antaranya terkait dengan islamisasi Nusantara dan tentunya adalah hubungan sejarah yang mengikatkan Indonesia dan Yaman secara emosional dan kultural.
Idrus Alwi al-Masyhur dalam “Sejarah, Silsilah dan Gelar Keturunan Nabi Muhammad SAW” mengatakan pada abad ke-11 M, para keturunan Rasul yang berasal dari jalur anak-cucu Imam al-Muhajir, banyak yang berhijrah ke luar Yaman.
Selain untuk perdagangan, tentu juga melakukan islamisasi. Mereka menyebar di Asia Tenggara. Termasuk Indonesia.
Bahkan beberapa di antaranya ada yang mendirikan kerajaan, seperti Kesultanan al-Qadri di Pontianak dan as-Syahab di Siak.
Gerakan Islamisasi oleh keturunan Rasul itu berlanjut. Mengutip Natalie Mobini Kesheh dalam “Kebangkitan Hadhrami di Indonesia”, gelombang eksodus keturunan Yaman (Hadrami) tersebut, berlangsung pada abad ke-18 M. Mereka menempati berbagai kepulauan di Asia Tenggara.
Di Indonesia, tempat awal mereka singgah adalah Aceh, lalu Palembang (Sumatera Selatan), atau Pontianak Kalimantan.
Diperkirakan sejak 1820 muncul koloni-koloni para Hadrami itu. Menurut Sensus Belanda pada 1859, jumlah mereka cukup berarti mencapai 7786 jiwa di Jawa dan Luar Jawa.
Mayoritas mereka adalah keturunan Hadramaut. Aceh tidak termasuk sensus, lantaran ketika itu kawasan tersebut belum manjadi jajahan Belanda.
Kesuksesan Hadrami yang berketurunan ke Rasulullah itu, antara lain terbukti dengan keberhasilan Sayyid Abdurrahman a-Zahir di Utara Sumatara.
- Mengundurkan Diri
MNA Rabu (26/9) melaporkan, akti vis Arab Saudi Mujtahid di akun twitternya mengungkapkan lebih dari 60 perwira Saudi dengan berbagai pangkat mengundurkan diri dari posisinya karena merasa berdosa terlibat di perang Yaman.
Ia menulis alasan lain pengunduran diri tersebut karena para perwira ini takut dicantumkan dalam list hitam internasional dengan tudingan terlibat kejahatan perang di Yaman.
Menurut Mujtahid, petinggi militer Arab Saudi menolak mayoritas pengunduran diri tersebut dan Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman menganggap kejahatan pengunduran diri ini.
Pengunduran diri sejumlah besar perwira militer Arab Saudi terjadi ketika Raja Salman bin Abdul Aziz berulang kali berjanji memberi konsesi besar kepada mereka yang terlibat di perang Yaman dengan harapan menaikkan spirit pertempuran mereka.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan serangan ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara tetangganya ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman hingga kini menewaskan lebih dari 14 ribu orang dan menciderai puluhan ribu lainnya serta memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.
- Melonjak Drastis
SANA'A -- Jumlah warga sipil yang tewas di Yaman telah meningkat secara signifikan sejak Juni. Lonjakan terjadi saat koalisi pimpinan Saudi memulai serangan untuk mengambil kota pelabuhan utama Hodeidah dari pemberontak Houthi.
Dilansir The Guardian, Kamis (27/9), menurut data dari Proyek Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata (Acled), kematian warga sipil dalam konflik Yaman telah meningkat 164 persen dalam empat bulan atau sejak serangan Hodeidah dimulai. Acled menyebut 166 orang tewas setiap bulannya.
Menurut Acled, Hodeidah telah menjadi titik utama dalam konflik empat tahun. Dalam beberapa bulan terakhir, sekitar sepertiga dari total korban tewas tercatat di Hodeidah.
Upaya untuk menegosiasikan gencatan senjata menyebabkan serangan terhenti sementara. Tetapi gagalnya perundingan perdamaian di Jenewa yang diprakarsai oleh utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths menyebabkan dimulainya kembali perselisihan pada 7 September lalu.
Upaya yang dipimpin koalisi telah berfokus pada beberapa titik kunci di sekitar kota, termasuk pertempuran untuk mengontrol persimpangan jalan Kilo 16 yang menghubungkan Hodeidah ke Sana'a, jalur pasokan utama bagi Houthi.
Kenaikan tajam korban sipil yang disampaikan Acled dikutip oleh Komite Penyelamatan Internasional (IRC) dalam pernyataan ke majelis umum PBB, di New York pekan ini.
"Agustus adalah bulan paling kejam pada 2018 di Yaman dengan hampir 500 orang tewas hanya dalam sembilan hari. Sejak 2015, koalisi telah melakukan 18 ribu serangan udara, satu setiap 99 menit, sepertiga dari yang telah mencapai target non-militer," kata Frank McManus, direktur IRC Yaman.
Menurut McManus, perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil bukanlah suata hal yang mewah. Hal itu merupakan ketentuan penting dari hukum internasional.
Saat undang-undang tersebut gagal diterapkan maka warga sipil akan menderita.
Ia mengatakan anggota dewan keamanan PBB meminta semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghormati hukum internasional dan melindungi warga sipil. Strategi baru diperlukan untuk mencegah penderitaan warga sipil.
“Saat kita berbicara, pertempuran di dalam kota pelabuhan yang kritis di Hodeidah meningkat dan konsekuensinya sangat mengerikan. Pengepungan akan secara efektif menghalangi bantuan kemanusiaan untuk menjangkau 22 juta orang yang membutuhkan dan dapat memicu kelaparan. Pekan ini PBB memperingatkan bahwa kami kalah perang melawan kelaparan di Yaman dan, dengan krisis kemanusiaan yang lebih parah, semua upaya harus difokuskan untuk mengamankan gencatan senjata," katanya.
Jumlah data korban terbaru datang bahkan saat koalisi pimpinan Saudi bersikeras telah melakukan berbagai hal untuk meminimalkan kematian warga sipil di Hodeidah.
Juru bicara militer Saudi Kol Turki Al-Maliki mengumumkan pada Senin bahwa tiga koridor kemanusiaan antara bekas ibu kota yang direbut oleh Houthi pada 2014 dan pelabuhan terbesar negara itu di Laut Merah telah bekerja sama dengan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
"Koalisi ini bekerja dengan OCHA di Yaman untuk membangun koridor kemanusiaan yang aman untuk membantu dalam pengiriman bantuan antara Hodeidah dan Sanaa," Al-Maliki mengatakan pada konferensi pers di Riyadh.
LSM internasional telah memperingatkan skala peningkatan krisis kemanusiaan di Yaman.
Hal itu setelah Mark Lowcock, kepala kemanusiaan PBB, pekan lalu mengatakan kepada dewan keamanan bahwa negara ini berada pada "titik kritis" karena kelaparan.
Dalam sebuah pernyataan kepada majelis umum PBB, 14 kelompok termasuk Save the Children, Oxfam, dan Mercy Corps mengatakan selama hampir empat tahun konflik, Yaman tetap merupakan negara yang mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Penderitaan yang menimpa orang-orang Yaman sepenuhnya buatan manusia dan akan terus memburuk jika tanpa tindakan untuk mengakhiri kekerasan.
Pasukan yang dipimpin Saudi memperbarui desakan untuk mengambil pelabuhan Yaman dari pemberontak Houthi.
“Meningkatnya risiko pertempuran mendorong negara itu ke dalam kehancuran total. Eskalasi yang sedang berlangsung di sekitar Hodeidah membahayakan keamanan warga sipil dan mengancam saluran untuk bahan bakar, makanan, dan persediaan medis penting ke seluruh negeri," kata pernyataan itu.
"Sangat penting bahwa ini tetap terbuka. Kehidupan jutaan wanita, pria dan anak-anak Yaman bergantung pada garis hidup ini."
Warga sipil terus menanggung beban. Penduduk sipil dan infrastruktur sipil, seperti pasar, rumah sakit, bus sekolah, dan pabrik terus terkena sasaran oleh pihak yang memiliki kekebalan hukum.
"Serangan terhadap sekolah dan rumah sakit berlanjut, dengan lebih dari 1.800 sekolah terkena dampak langsung konflik, termasuk lebih dari 1.500 yang telah rusak atau hancur dan 21 digunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata," kata laporan itu.
_____
- Republica.co.id
- Pars Today
Oleh aminuddin
Perang Yaman VIII
- Awal Mula 'Eksodus'
BANYAKNYA keturunan Yaman yang kemudian menetap dan berdomisili di Indonesia, memunculkan fakta menarik. Di antaranya terkait dengan islamisasi Nusantara dan tentunya adalah hubungan sejarah yang mengikatkan Indonesia dan Yaman secara emosional dan kultural.
Idrus Alwi al-Masyhur dalam “Sejarah, Silsilah dan Gelar Keturunan Nabi Muhammad SAW” mengatakan pada abad ke-11 M, para keturunan Rasul yang berasal dari jalur anak-cucu Imam al-Muhajir, banyak yang berhijrah ke luar Yaman.
Selain untuk perdagangan, tentu juga melakukan islamisasi. Mereka menyebar di Asia Tenggara. Termasuk Indonesia.
Bahkan beberapa di antaranya ada yang mendirikan kerajaan, seperti Kesultanan al-Qadri di Pontianak dan as-Syahab di Siak.
Gerakan Islamisasi oleh keturunan Rasul itu berlanjut. Mengutip Natalie Mobini Kesheh dalam “Kebangkitan Hadhrami di Indonesia”, gelombang eksodus keturunan Yaman (Hadrami) tersebut, berlangsung pada abad ke-18 M. Mereka menempati berbagai kepulauan di Asia Tenggara.
Di Indonesia, tempat awal mereka singgah adalah Aceh, lalu Palembang (Sumatera Selatan), atau Pontianak Kalimantan.
Diperkirakan sejak 1820 muncul koloni-koloni para Hadrami itu. Menurut Sensus Belanda pada 1859, jumlah mereka cukup berarti mencapai 7786 jiwa di Jawa dan Luar Jawa.
Mayoritas mereka adalah keturunan Hadramaut. Aceh tidak termasuk sensus, lantaran ketika itu kawasan tersebut belum manjadi jajahan Belanda.
Kesuksesan Hadrami yang berketurunan ke Rasulullah itu, antara lain terbukti dengan keberhasilan Sayyid Abdurrahman a-Zahir di Utara Sumatara.
- Mengundurkan Diri
MNA Rabu (26/9) melaporkan, akti vis Arab Saudi Mujtahid di akun twitternya mengungkapkan lebih dari 60 perwira Saudi dengan berbagai pangkat mengundurkan diri dari posisinya karena merasa berdosa terlibat di perang Yaman.
Ia menulis alasan lain pengunduran diri tersebut karena para perwira ini takut dicantumkan dalam list hitam internasional dengan tudingan terlibat kejahatan perang di Yaman.
Menurut Mujtahid, petinggi militer Arab Saudi menolak mayoritas pengunduran diri tersebut dan Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman menganggap kejahatan pengunduran diri ini.
Pengunduran diri sejumlah besar perwira militer Arab Saudi terjadi ketika Raja Salman bin Abdul Aziz berulang kali berjanji memberi konsesi besar kepada mereka yang terlibat di perang Yaman dengan harapan menaikkan spirit pertempuran mereka.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan serangan ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara tetangganya ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman hingga kini menewaskan lebih dari 14 ribu orang dan menciderai puluhan ribu lainnya serta memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.
- Melonjak Drastis
SANA'A -- Jumlah warga sipil yang tewas di Yaman telah meningkat secara signifikan sejak Juni. Lonjakan terjadi saat koalisi pimpinan Saudi memulai serangan untuk mengambil kota pelabuhan utama Hodeidah dari pemberontak Houthi.
Dilansir The Guardian, Kamis (27/9), menurut data dari Proyek Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata (Acled), kematian warga sipil dalam konflik Yaman telah meningkat 164 persen dalam empat bulan atau sejak serangan Hodeidah dimulai. Acled menyebut 166 orang tewas setiap bulannya.
Menurut Acled, Hodeidah telah menjadi titik utama dalam konflik empat tahun. Dalam beberapa bulan terakhir, sekitar sepertiga dari total korban tewas tercatat di Hodeidah.
Upaya untuk menegosiasikan gencatan senjata menyebabkan serangan terhenti sementara. Tetapi gagalnya perundingan perdamaian di Jenewa yang diprakarsai oleh utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths menyebabkan dimulainya kembali perselisihan pada 7 September lalu.
Upaya yang dipimpin koalisi telah berfokus pada beberapa titik kunci di sekitar kota, termasuk pertempuran untuk mengontrol persimpangan jalan Kilo 16 yang menghubungkan Hodeidah ke Sana'a, jalur pasokan utama bagi Houthi.
Kenaikan tajam korban sipil yang disampaikan Acled dikutip oleh Komite Penyelamatan Internasional (IRC) dalam pernyataan ke majelis umum PBB, di New York pekan ini.
"Agustus adalah bulan paling kejam pada 2018 di Yaman dengan hampir 500 orang tewas hanya dalam sembilan hari. Sejak 2015, koalisi telah melakukan 18 ribu serangan udara, satu setiap 99 menit, sepertiga dari yang telah mencapai target non-militer," kata Frank McManus, direktur IRC Yaman.
Menurut McManus, perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil bukanlah suata hal yang mewah. Hal itu merupakan ketentuan penting dari hukum internasional.
Saat undang-undang tersebut gagal diterapkan maka warga sipil akan menderita.
Ia mengatakan anggota dewan keamanan PBB meminta semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menghormati hukum internasional dan melindungi warga sipil. Strategi baru diperlukan untuk mencegah penderitaan warga sipil.
“Saat kita berbicara, pertempuran di dalam kota pelabuhan yang kritis di Hodeidah meningkat dan konsekuensinya sangat mengerikan. Pengepungan akan secara efektif menghalangi bantuan kemanusiaan untuk menjangkau 22 juta orang yang membutuhkan dan dapat memicu kelaparan. Pekan ini PBB memperingatkan bahwa kami kalah perang melawan kelaparan di Yaman dan, dengan krisis kemanusiaan yang lebih parah, semua upaya harus difokuskan untuk mengamankan gencatan senjata," katanya.
Jumlah data korban terbaru datang bahkan saat koalisi pimpinan Saudi bersikeras telah melakukan berbagai hal untuk meminimalkan kematian warga sipil di Hodeidah.
Juru bicara militer Saudi Kol Turki Al-Maliki mengumumkan pada Senin bahwa tiga koridor kemanusiaan antara bekas ibu kota yang direbut oleh Houthi pada 2014 dan pelabuhan terbesar negara itu di Laut Merah telah bekerja sama dengan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
"Koalisi ini bekerja dengan OCHA di Yaman untuk membangun koridor kemanusiaan yang aman untuk membantu dalam pengiriman bantuan antara Hodeidah dan Sanaa," Al-Maliki mengatakan pada konferensi pers di Riyadh.
LSM internasional telah memperingatkan skala peningkatan krisis kemanusiaan di Yaman.
Hal itu setelah Mark Lowcock, kepala kemanusiaan PBB, pekan lalu mengatakan kepada dewan keamanan bahwa negara ini berada pada "titik kritis" karena kelaparan.
Dalam sebuah pernyataan kepada majelis umum PBB, 14 kelompok termasuk Save the Children, Oxfam, dan Mercy Corps mengatakan selama hampir empat tahun konflik, Yaman tetap merupakan negara yang mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Penderitaan yang menimpa orang-orang Yaman sepenuhnya buatan manusia dan akan terus memburuk jika tanpa tindakan untuk mengakhiri kekerasan.
Pasukan yang dipimpin Saudi memperbarui desakan untuk mengambil pelabuhan Yaman dari pemberontak Houthi.
“Meningkatnya risiko pertempuran mendorong negara itu ke dalam kehancuran total. Eskalasi yang sedang berlangsung di sekitar Hodeidah membahayakan keamanan warga sipil dan mengancam saluran untuk bahan bakar, makanan, dan persediaan medis penting ke seluruh negeri," kata pernyataan itu.
"Sangat penting bahwa ini tetap terbuka. Kehidupan jutaan wanita, pria dan anak-anak Yaman bergantung pada garis hidup ini."
Warga sipil terus menanggung beban. Penduduk sipil dan infrastruktur sipil, seperti pasar, rumah sakit, bus sekolah, dan pabrik terus terkena sasaran oleh pihak yang memiliki kekebalan hukum.
"Serangan terhadap sekolah dan rumah sakit berlanjut, dengan lebih dari 1.800 sekolah terkena dampak langsung konflik, termasuk lebih dari 1.500 yang telah rusak atau hancur dan 21 digunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata," kata laporan itu.
_____
- Republica.co.id
- Pars Today
Langganan:
Postingan (Atom)