Jumat, 03 Juli 2020
An-Naas (9)
An-Naas (9)
By aminuddin
"BUKANKAH dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menja dikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan." (46)
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang ber campur (a10) yang Kami hendak mengu jinya (dengan perintah dan larangan), ka rena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat." (47)
"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (a11), kemudian Kami letak kan dia dalam tempat yang kokoh (ra him), sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami lah sebaik-baik yang menentukan." (48)
"Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya (a12). Kemudian Dia memudahkan jalannya." (a13) (49)
'Maka hendaklah manusia memperha tikan dari apakah dia diciptakan?"
"Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan." (50)
________________
(46). QS 75 (37-39)
(47). QS 76 (2)
(a10). Maksudnya bercampur antara benih laki-laki dengan perempuan.
(48). QS 77 (20-23)
(a11). Yang dimaksud dengan air yang hina adalah air mani.
(Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan kurang lebih 5 menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur.
Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya.
Ini dijelaskan dalam Al-Quranulkarim :
"Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan (dalam rahim)?" (QS Al-Qiyaamah: 36-37)
Seperti yang telah kita amati, Al-Quran memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya.
Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemu kan oleh ilmu pengetahuan modern itu meru pakan bukti bahwa pernyataan tersebut bera sal dari Ilahi. (m.republika.co.id)
(49). QS 80 (28-20)
(a12). Yang dimaksud dengan "menentu kannya" adalah menentukan fase-fase kejadiannya, umurnya, rezekinya dan nasibnya.
(a13)."Memudahkan jalan" maksudnya memudahkan kelahirannya atau memberi persediaan kepadanya untuk menjalani jalan yang benar atau jalan yang sesat.
(50). QS 86 (5-7)
(Tulang sulbi merupakan salah satu bagian dari tubuh manusia yang jarang diketahui. Tulang sulbi adalah bagian paling ujung da ri tulang belakang manusia, yang biasa disebut dengan tulang ekor.
Secara sains, dalam buku 'Al-Quran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik' karya Ramadhani dkk, dijelaskan bahwa tulang sulbi merupakan tempat keluarnya pembuluh darah yang memberikan darah kepada testis dan ovarium.
Disebutkan pula bahwa pembuluh darah vesticular artery dan ovary artery bermula dari satu tempat antara tulang sulbi dan tulang dada. Terkait temuan ini, Al-Quran telah menjelaskan hal tersebut.
"Maka hendaklah manusia memerhatikan dari apakah dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang dipancarkan. Yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan."
Setiap manusia memiliki tulang sulbi. Al,,-Quran dan hadits juga mengungkap menge nai tulang sulbi.
Dijelaskan, saat manusia mati, seluruh bagian dari tubuhnya akan hancur, kecuali satu organ tubuh yang tidak akan hancur, yaitu tulang sulbi. Dari tulang ini manusia diciptakan dan kelak dibangkitkan kembali.(techno.okezone.com).
(Kamus-kamus bahasa menyepakati bahwa as-Solb adalah tulang punggung dari pundak sampai bagian punggung paling bawah.
Jamaknya as-Solb adalah aslab dan aslāb. As-Solb juga berarti keturunan dan dikatakan juga mempunyai arti keturunan bangsa Arab, yakni orang yang murni bangsa dan keturunan Arab.
Adapun at-Tarā’ib, kata dasarnya adalah tarībah yaitu tulang dada, sesuatu yang dekat dengan leher, sesuatu yang berada di antara buah dada dan tulang selangka, 4 tulang rusuk dari bagian kanan dan 4 tulang rusuk dari bagian kiri, atau tempat dibagian dada yang biasa dipakai kalung.
Sebagian mufassir mengatakan bahwa as-Solb adalah tulang sulbi laki-laki dan at-Tarā’ib adalah tulang dada perempuan. Dan, sebagian yang lain mengatakan, sesuatu yang keluar dari antara tulang sulbi adalah salah satu dari laki-laki dan perempuan, sedangkan dari Tarā’ib adalah keduanya.
Analisis terakhir sebagaimana disam paikan oleh kebanyakan kamus-kamus dan tafsir-tafsir, ditemukan bahwa as-Solb bersinonim dengan az-Zuhr, yaitu bagian tertentu dari punggung bukan kese luruhan bagian punggung.
Begitu juga ditemukan bahwa maksud tarā’ib bukan seluruh tulang rusuk, tetapi tulang rusuk tertentu. (ejournal.aiat.co.id)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar