Minggu, 29 Juli 2018

Sukses Bersama Kami (1)

Sukses Bersama Kami (1)
Oleh aminuddin




Sukses ala Rhenald Kasali

LIMA sukses ala Rhenald Kasali. Apa saja?


1. Kejar Reputasi dahulu. Banyak orang yang memilih menjadi wirau saha karena ia bermimpi menjadi orang kaya. Sebesar-besarnya gaji yang Anda terima sebagai orang gajian, nasib mungkin saja akan berubah kalau Anda menjadi bos bagi diri sendiri.

Tetapi wirausaha sesungguhnya tahu persis bahwa mimpi mereka harus realistis, tidak boleh berlebi han. Mereka yang mengejar order sebesar-besarnya, sikut sana sikut sini, kalau mengejar modal dari bank feasibility study dibuat sema nis mungkin, bukan untuk menun jukkan prospek bisnisnya melainkan untuk meng-gol-kan modal tersebut. Kalau modal didapat, mobil baru bertambah.

Cara berpikir yang salah ini akan membuat Anda serba salah. Kalau Anda mau menjadi wirausaha sejati ingatlah ini: Mulailah dengan reputasi.

Bagaimana memulainya? Begini, jangan kejar uangnya, tetapi ba ngunlah nama baik, keahlian, keper cayaan, kualitas, jaringan dan harga diri. Begitu Anda dikenal dalam bidang usaha Anda, uang akan datang mengejar Anda.

2. Tumbuh dari bawah. Bisnis yang baik tidak pernah tiba-tiba besar. Ji ka ini terjadi, biasanya fondasi bisnisnya tidak kuat. Pemiliknya atau profesional manager tidak terbiasa mengatasi persoalan yang muncul pada perjalanan bisnisnya. Jika dari bawah, masa sebelum menjadi besar bisa dianggap sebagai masa belajar.

3. Konsentrasi pada bisnis yang dikuasai. Para Entrepreneur  memu lai bisnisnya dari bidang yang dikua sainya betul. Bidang yang dikuasai bisa saja berasal dari bangku sekolah, pengalaman kerja, atau cuma berawal dari sekedar hobi.

Saya belum pernah mendengar ki sah sukses entrepreneur yang be rada dalam bidang yang tidak ia kuasai sama sekali. Bahkan penguasaan produk menjadi syarat mutlak untuk maju.

4. Anti Kerumunan. Entrepreneur Indonesia banyak yang latah. Bila melihat orang sukses bisnis kafe, lalu yang lain ikut-ikutan berbisnis kafe juga.

Demikian pula dengan bisnis peter nakan lele, pertanian cabe, foto ko pi, biro iklan, media cetak bahkan politisi membuat parpol tanpa ba sis massa.

Bila dipastikan, hampir semua pe ngekor ini tidak memiliki kesukse san yang lama. Bahkan saat gagal menjadi gunjingan tetangga dan masyarakat.

Tidak jarang pula hutang mereka tidak dapat dikembalikan. Bisnis yang diawali dengan mengkopi kesuksesan orang lain dan masuk kekerumunan sangat berbahaya.

Dalam kerumunan Anda akan sulit bernafas, sulit keluar dan kemungkinan babak belur sangat besar. Karenanya, masuklah ke bidang yang belum disentuh Entrepreneur dan diperhatikan banyak orang.

Ketika Radityawarman Coleman memulai bisnisnya belum banyak yang berpikir bahwa menguras WC bisa menghasilkan uang yang ba nyak jika dikelola dengan baik.

Setelah 20 tahun menekuni bidang ini, mungkin ia adalah salah satu pemain terbesar di bidang ini.

5. Terakhir adalah modal dan ini hanyalah pelengkap.

Dalam berbisnis, modal uang jelas bukan segalanya. Keahlian Anda, jaringan, nama baik, penguasaan teknologi, pengetahuan mengenai pasar, adalah modal yang sama pentingnya dengan uang.

Orang-orang sukses tidak melulu memulai usahanya dengan modal bank. Saya hampir tak pernah men dengar satu pun bank yang punya policy memberikan modal uang ke pada pengusaha yang tak punya usaha yang jelas sama sekali.

Prinsip permodalan perbankan me ngatakan, modal uang hanyalah pe lengkap. Bankir yang cerdik tentu bisa membedakan mana nasabah yang baik dan yang bukan.

Nasabah tidak akan membangun usahanya seratus persen dari modal bank.


____

- Universitas Ciputra -- enterpreneurship online

-  Rhenald Kasali, 50 Usahawan Tahan Banting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar