Selasa, 01 September 2020

Al-'Alim (12)

Al-'Alim (12) By Aminuddin 30. QS 8 (17, 42, 106, 110 dan 115) "MAKA (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melem par. (Allah berbuat demikian untuk mem binasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang muk min dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan(nama) Allah : "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka sendiri (a21) ; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta." "Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanyacm Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Bangunan-bangunan yang mereka diri kan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur (a22). Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan (a23) suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka hingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi (a23). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." _______________ (a21). Maksudnya, mereka akan binasa disebabkan sumpah mereka yang palsu itu. (a22). Maksudnya, bila perasaan mereka telah lenyap. Ada pula yang menafsirkan : bila mereka tidak bisa taubat lagi. (a23). Disesatkan Allah SWT berarti bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau mema hami petunjuk-petunjuk Allah. Dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dsn tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, maka mereka itu menjadi sesat. (QS 2: 26) (a24). Maksydnya, seorang hamba tidak akan diazab Allah semata-nmata karena kesesatannya kecuali jika hamba itu melanggar perintah-perintah yang sudah dijelaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar