Kamis, 17 September 2020

Al-'Alim (18-habis)

Al-'Alim (18-habis) By aminuddin 38. QS 4 (104, 111, 127, 147, 148 dan 2 170) "JANGANLAH kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Quran (a39) (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa (a40) yang ditetapkan untuk mereka sedang kamu ingin mengawini mereka (a41) dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya." "Mengapa Allah akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri (a42) lagi Maha Mengetahui." "Allah tidak menyukai ucapan buruk (a43), (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya (a44). Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berikanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir (maka kekafiran itu tidak merugikan sedikitpun kepada Allah) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah (a45). Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420 __________________ (a39). Lihat ayat 2-3 Surah An-Nisaa' (a40). Maksudnya ialah pusaka dsn maskawin. (a41). Menurut adat Arab Jahiliyah seorang wali berkuasa atas wamita yatim dalam asuhannya dan berkuasa akan hartanya. Jika wanita yatim itu cantik dikawini dan diambil hartanya. Jika wanita yatim itu buruk rupanya, dihalanginya kawin dengan laki-laki lain supaya dia tetap dapat menguasai hartanya. Kebiasaan di atas dilarang melakukannya oleh ayat ini. (a42). Allah mensyukuri hamba-hamba-Nya : memberi pahala terhadap anak hamba-hamba-Nya, memaafkan kesalahannya dan menanbah nikmat- Nya. (a43). Ucapan buruk sebagai mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang dan sebagainya. (a44). Maksudnya: orang yang teraniaya boleh mengemukakan kepada seorang hakim atau penguasa keburukan-keburukan orang yang menganiayanya. (a45). Allah mempunyai segala yang di langit dan di bumi itu tidak berkehendak kepada siapapun karena itu tentu saja kekafiranmu tidak akan mendatangkan kerugian sedikitpun kepada-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar