TAUSIYAH
Fadhilah Bulan Suci Ramadhan (1)
Telaga Muhammad
Telaga Muhammad
Oleh Aminuddin (Wak Amin)
ABUL-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Salman
Al-Farisi, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW berkhutbah di penghujung bulan
Sya’ban dan bersabda:
“Hai semua manusia,
telah tiba kepadamu bulan yang besar dan berkat, bulan yang mengandung laila tul
qadri yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang diwajibkan Allah SWT kepada
hamba-Nya supaya berpuasa dengan bangun malam hanya sunat, maka siapa yang
mengerjakan yang sunnat dalam bulan itu, sama dengan orang yang mengerjakan
fardhu di lain bulan, dan siapa yang mengerjakan yang fardhu di bulan itu
bagaikan tujuh puluh fardhu di lain-lain bulan.
Ia adalah bulan sabar,
sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga. Ia bulan bantuan dan pertolongan,
dan bulan yang ditambahkan padanya rezeki orang mukmin. Siapa yang memberi buka
puasa kepada orang yang berpuasa akan mendapat pahala bagaikan memerdekakan
budak dan menjadi pengampunan bagi
dosa-dosanya.
Sahabat berkata: “Ya
Rasulullah, tidak semua orang mempunyai makanan untuk memberi buka pada orang
yang berpuasa.”
Jawab Rasulullah SAW :
“Allah memberi pahala itu bagi orang yang memberi buka puasa walau seteguk
susu, atau sebiji kurma atau segelas air, dan siapa yang mengenyangkan orang
puasa, maka ia diampun kan dosa-dosanya dan diberinya minum dari telagaku
minuman yang tidak akan haus sehingga masuk surga.
Ia mendapat pahala seperti
pahalanya orang yang puasa tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun, dan ini
bulan permulaannya rahmat, pertengahannnya pengamunan dan akhirnya kebebasan
dari neraka. Si apa yang meringankan terhadap budaknya (buruhnya) maka Allah
SWT akan memerdekakannya dari api neraka.”
NABI Muhammad SAW bersabda ketika hampir tiba bulan suci Ramadhan:
“Andaikata hamba-hamba
itu mengetahui kebesaran rahmat yang turun di bulan suci Ramadhan, niscaya
umatku akan menginginkan supaya Ramadhan itu satu tahun penuh.
Lalu ada orang dari
Khuza’ah bertanya: “Ya Rasulullah, ceritakan kepada kami apa yang terkandung di
dalamnya?”
Rasulullah SAW pun
menjawab : “Sesungguhnya surga itu dihias pada bulan suci Ramadhan setiap ta hun.
Maka bila tiba pertama bulan Ramadhan
mendesir angin dari bawah arasy, maka bernyanyilah daun-daun pohon surga itu,
lalu keluar bidadari untuk melihat keadaan itu.
Mereka pun berdoa: Ya
Tuhan, berilah untuk kami pada bulan ini suami dari para hamba-Mu yang me nyenangkan,
juga mereka senang dengan kami. Maka tiada seorang yang puasa melainkan akan
dika winkan dengan dua bidadari di dalam khemah dari permata yang berlobang
sebagaimana firman Allah SWT:
Dan bidadari yang
tetap berada dalam khemah-khemah. Dan tiap bidadari memakai tujuh puluh paka ian
yang masing-masing berbeda-beda warnanya, sebagaimana juga diberi tujuh puluh
macam minyak harum, dan untuk setiap bidadari satu tempat tidur dari yaqut
merah, dianyam dengan permata. Dalam tiap
tempat tidur tujuh puluh kasur yang seprainya dari sutera yang berkilauan. Tiap
wanita mempunyai tujuh puluh pelayan. Ini semua untuk tiap hari ia berpuasa,
selain amal-amal yang lainnya.”
Wallahu a’lam bishshawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar