Muhasabah …
Keutamaan Sepuluh
Hari di Awal Zulhjjah
Oleh Aminuddin
RASULULLAH SAW bersabda :
”Tiada sesuatu hari,
yang mana orang orang beramal saleh di dalamnya, yang lebih disukai oleh Allah
SWT daripada har-hari ini (yakni hari
permulaan zulhijjah dari tanggal 1-10).
Sahabat bertanya: “Walaupun jihad fi sabilillah ya
Rasulullah?”
Jawab Rasul : “Walaupun jihad fi sabilillah kecuali jika
seorang keluar dengan membawa hartanya dan tidak kembali sama sekali (yakni
habis hartanya dan mati syahid).”
Abu Dardaa’ ra berkata :
“Rajin-rajinlah berpuasa sepuluh permulaan bulan zulhijjah,
memperbanyak doa dan istighfar serta sedekah di dalamnya, sebab saya lelah
mendengar Nabimu,Muhammad SAW bersabda : “Alwaylu liman hurima khaira ayyaamil ‘asyri
‘alaikum bishaumit taas’I khaasshatan fainna fiihi minal khairaati aktsaro min
ayyuhshiihaal ‘aadduun. “ (Celakalah orang yang tidak mendapat bagian dari
kebaikan dalam hari-hari sepuluh. Jagalah terutama pada hari sembilan, sebab
mengaandung kebaikan (keuntungan) yang
lebih banyak dari apa yang dapat dihitung oleh ahli hitung).”
Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah
bin Umar Allaitsi berkata:
“Sesungguhnya Allah SWT telah menghadiyahkan kepada
Nabi Musa bin Imran as lima doa untuk
dibaca pada hari-har sepuluh yang dibawa oleh Malaikat Jibril as:
1. Laa ilaaha illallahu wahdahu laasyari kalahu,
lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumiitu wahuwa hayyun laa yamutu biyadihil
khairu wahuwa ala kulli syai-in qodiir (Tiada Tuhan kecuali Allah yang
tunggal dan tidak bersekutu, semua milik/kerajaan
dan pujian adalah hak-Nya, dan Dia hidup tidak mati. Di tangan-Nya segala
kebaikan, dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa).
2. Asyhadu anal ilaaha illallahu wahdahu laa
syarika lahu, ilaahan waahidan ahadan shamadan
lam yattakhidz shaahibatan walaa waladan (Saya bersaksi bahwa tiada
Tuhan kecuali Allah yang Esa dan tidak bersekutu, Tuhan yang tunggal,yang
dibutuhkan,yang tidak berkawan atau beranak).
3. Asyhadu anlaa ilaaha illaaha illallahu wahdahu
laa syarika lahu, ahadun shamadun lam yalid
walam yuulad walam yakun lahu kufuwan ahad (Saya bersaksi bahwa tidak
ada Tuhan kecuali Allah yang Esa, satu dan sangat dihajatkan, tidak beranak dan
tidak dilahirkan, dan tidak ada bandingannya dengan sesuatu apapun).
- Asyhadu anlaa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu lahul mulku walahul hamdu
yuhyi wayumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu biyadihil khairu wa huwa ‘alaa kulli
syai-in qodiir (Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Esa dan
tidak bersekutu,baginya kerajaan dan
pujian menghidupkan dan mematikan serta Dia hidup tidak mati. Di tangan-Nya
semua kebaikan, dan Dia atas segala
sesuatu Maha Kuasa).
5.
Hasbiyallaahu wakafaa sami’al llaahu liman da’aa
laisa waro-al llaahi muntahaa (Allah yang menjamin aku dan cukup. Allah telah
mendengar tiap-tiap siapa berdoa. Tidak ada selain Allah tempat meminta dan
berhajat).
Juga tersebut bahwa
kalimat-kalimat ini diturunkan di dalam Injil, dan orang-orang Hawarriyyin me nanyakan
kalimat-kalimat ini kepada Nabi Isa as. Maka diterangkan kepada mereka fadhilah
dan pa halanya yang tidak dapat dihitung bagi orang-orang yang membacanya pada
hari-hari sepuluh (1-10 Zulhijjah).”
Mujahid dari Ibnu Umar ra berkata, Nabi SAW telah
bersabda:
“Tiada hari yang lebih besar di
sisi Allah dan lebih disukai untuk orang beramal di dalamnya melebihi dari hari
sepuluh (1-10 Zulhijjah), karena itu perbanyaklah olehmu bertakbir, tahmid dan
tahlil (Allahu akbar, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah.”
Wallahu a’lam bishshawab …
Tidak ada komentar:
Posting Komentar