Minggu, 13 Agustus 2017

Keutamaan Sepuluh Hari di Awal Zulhijjah




Muhasabah …



Keutamaan Sepuluh Hari di Awal Zulhjjah
Oleh Aminuddin

RASULULLAH SAW bersabda :
 ”Tiada sesuatu hari, yang mana orang orang beramal saleh di dalamnya, yang lebih disukai oleh Allah SWT daripada har-hari ini (yakni  hari permulaan zulhijjah dari tanggal 1-10).

Sahabat bertanya: “Walaupun jihad fi sabilillah ya Rasulullah?”

Jawab Rasul : “Walaupun jihad fi sabilillah kecuali jika seorang keluar dengan membawa hartanya dan tidak kembali sama sekali (yakni habis hartanya dan mati syahid).”   

Abu Dardaa’ ra berkata :

“Rajin-rajinlah berpuasa sepuluh permulaan bulan zulhijjah, memperbanyak doa dan istighfar serta sedekah di dalamnya, sebab saya lelah mendengar Nabimu,Muhammad SAW bersabda : “Alwaylu liman hurima khaira ayyaamil ‘asyri ‘alaikum bishaumit taas’I khaasshatan fainna fiihi minal khairaati aktsaro min ayyuhshiihaal ‘aadduun. “ (Celakalah orang yang tidak mendapat bagian dari kebaikan dalam hari-hari sepuluh. Jagalah terutama pada hari sembilan, sebab mengaandung  kebaikan (keuntungan) yang lebih banyak dari apa yang dapat dihitung oleh ahli hitung).”

Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar Allaitsi berkata:
“Sesungguhnya Allah SWT telah menghadiyahkan kepada Nabi  Musa bin Imran as lima doa untuk dibaca pada hari-har sepuluh yang dibawa oleh Malaikat Jibril as:

1.     Laa ilaaha illallahu wahdahu laasyari kalahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumiitu wahuwa hayyun laa yamutu biyadihil khairu wahuwa ala kulli syai-in qodiir (Tiada Tuhan kecuali Allah yang tunggal  dan tidak bersekutu, semua milik/kerajaan dan pujian adalah hak-Nya, dan Dia hidup tidak mati. Di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa).

2.     Asyhadu anal ilaaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, ilaahan waahidan ahadan shamadan  lam yattakhidz shaahibatan walaa waladan (Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah yang Esa dan tidak bersekutu, Tuhan yang tunggal,yang dibutuhkan,yang tidak berkawan atau beranak).

3.     Asyhadu anlaa ilaaha illaaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, ahadun shamadun lam yalid  walam yuulad walam yakun lahu kufuwan ahad (Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Esa, satu dan sangat dihajatkan, tidak beranak dan tidak dilahirkan, dan tidak ada bandingannya dengan sesuatu apapun).
     
   - Asyhadu anlaa ilaaha illallaahu  wahdahu laa syariika lahu lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu biyadihil khairu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir (Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Esa dan tidak bersekutu,baginya kerajaan   dan pujian menghidupkan dan mematikan serta Dia hidup tidak mati. Di tangan-Nya semua kebaikan, dan Dia  atas segala sesuatu Maha Kuasa).

5.       Hasbiyallaahu wakafaa sami’al llaahu liman da’aa laisa waro-al llaahi muntahaa (Allah yang menjamin aku dan cukup. Allah telah mendengar tiap-tiap siapa berdoa. Tidak ada selain Allah tempat meminta dan berhajat).

Juga tersebut bahwa kalimat-kalimat ini diturunkan di dalam Injil, dan orang-orang Hawarriyyin me nanyakan kalimat-kalimat ini kepada Nabi Isa as. Maka diterangkan kepada mereka fadhilah dan pa halanya yang tidak dapat dihitung bagi orang-orang yang membacanya pada hari-hari sepuluh (1-10 Zulhijjah).”

Mujahid dari  Ibnu Umar ra berkata, Nabi SAW telah bersabda:

“Tiada hari yang lebih besar di sisi Allah dan lebih disukai untuk orang beramal di dalamnya melebihi dari hari sepuluh (1-10 Zulhijjah), karena itu perbanyaklah olehmu bertakbir, tahmid dan tahlil (Allahu akbar, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah.”

Wallahu a’lam bishshawab …     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar