Minggu, 18 Maret 2018

Pulau Harimah (20)

Serial Ki Ogan


Pulau Harimau (20)
Oleh Wak Amin

 

"KEKUATAN kita Mister ..." Kata Sersan Daud.

"Untuk menangkap orang sekuat Mayor Nawi, selain fisik juga memperhitungkan kekuatan kita Mister. Nah, saya melihat kita akan dengan mudah dipukul mundur. Kenapa? Karena ini bukan daratan, tapi lautan. Air Mister," terang Sersan Daud.

Mr Lenox menunggu penjelasan Sersan Daud berikutnya ...

"Kalau kita batalkan penyerangan, kita sedikitnya memiliki dua keuntungan. Pertama, kita matangkan penyerangan. Kedua, menghindari banyaknya korban yang berjatuhan," kata Sersan Daud.

"Oke. Bagaimana dengan yang lain?"

Hampir lima belas menit Mr Lennox memberi waktu dan kesempatan pa da anggota pasukan Zero One Ze ro untuk menyampaikan usulan dan saran. Tapi tak satupun yang bersedia angkat bicara.

Dia kemudian mengajak diskusi se jenak Sersan Daud dan Sersan Faisol. Diperoleh kesepakatan serangan ke Pulau Harimau  dibatalkan.

Di luar perkiraan, pembatalan ini di sambut dengan sukacita oleh segenap anggota pasukan tanpa terkecuali.

Mereka berharap pembatalan ini membawa berkah dan harapan baru bagi mereka. Setidaknya mereka bisa mempertegas serangan den gan prioritas menangkap Mayor Na wi dan membiarkan pengikutnya kembali ke 'jalan yang benar.'

Sementara itu ...

Pasca berdirinya enam rumah dan beberapa biduk serta alat menang kap ikan, termasuk pelabuhan kecil tempat melabuhkan sampan dan kapal kayu kecil,  digelar pesta sederhana di malam harinya.

Pesta itu ditandai dengan tampilan aneka tari-tarian, duel tangan kosong dan menggunakan senjata seperti pedang dan tombak. Juga di meriahkan dengan makan ikan bakar, hasil tangkapan.

Banyak nian ikan yang dibakar malam itu. Jumlahnya mencapai lima puluh ekor. Hasil tangkapan kaum bapak dan ibu-ibu serta anggota keluarga mereka. Disantap bersama sebelum mendengarkan wejangan Mayor Nawi.

"Hidup Mayor ..."

"Hidup raja kita."

"Hidup Asy-Syifa ..."

"Hidup kita semua."

"Hiduuup."

Teriakan ini disambut senyuman Mayor Nawi. Dengan suara lantang dia mengajak pengikutnya untuk sa ma-sama membangun dan memaju kan Pulau Harimau.

"Mari kita singsingkan lengan baju. Kita majukan bersama-sama Pulau Harimau ini," ajak Mayor Nawi ber semangat.

Disambut teriakan ...

"Hidup Mayor Nawi ..."

"Hidup Asy-Syifa ..."

"Terima kasih. Terima kasih. Mari kita teruskan pesta ikan bakarnya."

"Horeeee ..."

"Sikaaaaat ..."

"Embaaaat ..."

"Badoook sampe tuweee ..."

Kemeriahan dan kesukariaan di Pulau Harimau ini sangat berbeda dengan keadaan di Perguruan Al-Kalam pimpinan Ki Ogan. Hening dan sangat sejuk.

Bersama siswa perguruan yang di pimpinnya, Ki Ogan mengajak sha lat Isya berjamaah di kediamannya. Yang tidak kebagian tempat duduk, mengambil tempat di teras dan tanah lapang yang bersih dan disinari cahaya bola lampu berwar na-warni.

Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran berikut maknanya, penyampaian tausiyah dari siswa senior, dan diakhiri doa bersama.

TAMAT ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar