Selasa, 12 November 2019

Lafadz An-Nisaa' (4)

Lafafz An-Nisaa' (4)



11. Ayat 43 :

".. Wainkuntum mardhaa aw 'alaa safarin aw jaa-a ahadumminkum minal ghaa-ithi au laamastumun nisaa-a falam tajiduu maa-an fatayammamuu sha'iidan thayyiban famsahuu biwujuuhikum wa aidiikum ..."

( ... Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci): sapulah mukamu dan tanganmu ...).

12. Ayat 75 :

"Wamaa lakum laa tuqaatiluuna fii sabiilillaahi wal mustsdh'afiina minar rijaali wannisaa-i wal wildaanil laziina yaquuluuna rabbanaa akhrijnaa min haazihil qaryatidhdhaalimi ahluhaa ..."

(Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa : "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya ....).

13. Ayat 98 :

" Innal mustadh'afiina minarrijaali wannisaa-i wal wildaani laa yastathii'uuna hiilataw walaa yahtaduuna sabiilaa."

(Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah).

14. Ayat 127 :

"Wayastaftuunaka fin nisaa-i. Qulillaahu yuftiikum fiihinna. Wamaa yutlaa 'alaikum fil kitaabi fii yataaman nisaa-il latii laa tu-'nahunna maa kutiba lahunna watar ghabuuna an tankihui hunna wal mustadh'afiina minal wildaani. Wain taquumu lil yataamaa bil qisth ..."

(Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah : "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Quran (a16) (juga memfatwakan)
tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa (a17) yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka (a18) dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil ...)




























______

(a16) Lihat Surat An-Nisaa' ayat 2 dan 3.

(a17) Maksudnya ialah pusaka dan maskawin.

(a18) Menurut adat Arab Jahiliyah seorang wali berkuasa atas wanita yatim yang dalam asuhannya dan berkuasa kan hartanya. Jika wanita yatim itu cantik dikawini dan diam bil hartanya. Sebaliknya jika wanita yatim itu buruk rupanya, dihalangi nya kawin dengan laki-laki lain su paya dia tetap dapat menguasai hartanya. Kebiasaan ini dilarang melakukannya oleh ayat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar