Jumat, 03 November 2017

Kewajiban Bersyukur kepada Allah SWT



Tausiyah



Kewajiban  Bersyukur  kepada Allah SWT
Oleh  aminuddin  (Wak Amin)

SEORANG Hakiem berkata, saya sibuk mensyukuri empat macam.  Apa saja?
1.       Allah SWT telah menjadikan seribu macam makhluk, sedang yang termulia dari semua itu anak Adam. Lalu Dia menjadikan aku dari anak Adam.
2.       Allah SWT telah melebihkan orang laki-laki daripada wanita, lalu menjadikan aku laki-laki.
3.       Aku mengetahui bahwa Islam itu sebaik-baik agama, dan yang diterima oleh Allah, lalu saya dijadikan seorang muslim.
4.       Aku mengakui bahwa umat Muhammad itu seutama-utama umat, lalu Allah SWT menjadikan aku dari umat Nabi Muhammad SAW.

Abul Laits berkata, syukur  itu dalam tiga macam:
1.       Jika menerima nikmat, maka ingatlah kepada  yang memberi untuk memuji padanya.
2.       Ridha dan puas terhadap nikmat yang kau terima.
3.       Selama manfaat nikmat itu terasa padamu, maka jangan kau pergunakan untuk maksiyat.

Saied dari Qatadah berkata ia, Nabi SAW telah bersabda: “Empat macam siapa yang diberinya, berarti telah diberi keuntungan dunia akherat:  Lidah yang selalu dzikir, hati yang selalu syukur, badan yang selalu sabar dan isteri mukminat shalihat.”
Di antara doa Nabi Daud As …

Ya Allah, saya mohon kepada-Mu empat dan berlindung kepada-Mu dari empat. Saya mohon kepada-Mu lidah yang selalu berzikir, hati yang selalu bersyukur, badan yang sabar dan isteri yang membantuku dalam urusan dunia dan akherat. Saya berlindung kepada-Mu dari anak yang menguasai aku, isteri yang menyegerakan aku beruban sebelum waktunya, dan dari harta yang membahayakan kepadaku, dari tetangga yang bila melihatku kebaikanku ditutupi, dan bila melihat kebusukanku disiarkan.”

Nabi SAW bersabda:
Saya kagum terhadap seorang mukmin. Segala kejadian baginya menjadi baik, jika mendapat nikmat lalu bersyukur, maka lebih baik baginya, dan jika ditimpa bahaya lalu sabar, maka lebih baik baginya.”

Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas bin Malik ra, Nabi SAW telah bersabda: “Sesungguhnya Allah suka kepada hamba jika makan atau minum lalu mengucap alhamdulillah.”

Nabi Musa as pernah bertanya kepada Tuhan.
“Ya Robbi. Bagaimana Adam dapat mensyukuri nikmat yang Engkau anugerahkan kepadanya, Engkau jadikan dengan tangan-Mu, dan Engkau tiupkan kepadanya Roh-Mu, Engkau tempatkan ia dalam surge-Mu, dan Engkau perintahkan malaikat sujud kepadanya?”
Jawab Tuhan: “Ya Musa, Adam mengetahui bahwa semua itu daripada-Ku, maka ia mengucapkan puji kepada-Ku. Maka itulah syukur terhadap semua yang Aku perbuat kepadanya.”

Allah SWT memerintahkan kita para hamba-Nya agar bersyukur. “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS An-Nahl 114).
Celaan kepada mereka yang enggan bersyukur:  “Supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS Yaasin 35).
“Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?” (QS Yaasin 73).
Mengapa kita wajib bersyukur?
“Maka terangkanlah kepada-Ku tentang yang kamu tanam? Kamukah  yang menumbuhkannya, ataukah Kami  yang menumbuhkannya? Kalau Kami kehendaki, benar-benar kami jadikan dia kering dan hancur;  maka jadilah kamu heran tercengang. (Sambil berkata) : Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian, bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa. Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur? Maka terangkanlah kepada-Ku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosok-gosokan kayu), kamukah  yang menjadikan kayu itu, atau Kamikah yang menjadikannya? Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir. Maka bertasbihlah dengan  (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.” (QS Al-Waaqiah 63-73).
Saudaraku …  Sesungguhnyalah bersyukur itu, manfaatnya ada pada kita manusia sendiri …
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS Luqman 12).

Bentuk syukur itu adalah dengan menyembah Allah SWT …
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah.” (QS Al-Kautsar 1-2).

Allah SWT akan membalas hamba-Nya yang bersyukur …
“ … Dan Kami akan memberikan balasan kepada oran-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran 145).

Wallahu a’lam bishshawab.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar